
“Aksi Mahasiswa Farmasi di KKN Internasional: Dari Cek Kesehatan Hingga Edukasi Bijak Obat dan Gaya Hidup bagi Masyarakat”
Penulis : Narendra Reinald Syaputra ( Mahasiswa S-1 Farmasi Universitas Telogorejo Semarang )
SELANGOR, MALAYSIA – Mahasiswa KKN Internasional Universitas Telogorejo Semarang menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian masyarakat lintas negara. Pada April 2026 lalu, mereka menggelar layanan cek kesehatan gratis sekaligus memperkenalkan inovasi teknologi berupa website pencatatan medis bagi masyarakat diaspora Indonesia di Kampung Kubu Gajah, Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.
Kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan rutin. Mahasiswa hadir membawa solusi digital terintegrasi untuk membantu warga memantau kondisi kesehatan secara mandiri, khususnya terkait penyakit dengan prevalensi tinggi seperti hipertensi dan diabetes melitus tipe 2.
Inovasi Digital: Monitoring dalam Genggaman
Hasil pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah warga tidak hanya dicatat di kertas, melainkan langsung diintegrasikan ke dalam website kesehatan inovatif. Platform ini secara otomatis mengklasifikasikan derajat hipertensi maupun kadar gula darah peserta.
Bagi warga yang teridentifikasi memiliki risiko kesehatan tertentu, sistem akan langsung mengarahkan mereka ke bagian saran tindak lanjut. Di sinilah peran keilmuan farmasi menjadi kunci, di mana warga diberikan dua pilar solusi utama:
- Terapi Non-Farmakologi: Edukasi mendalam mengenai perubahan gaya hidup sehat untuk mengontrol kondisi fisik.
- Panduan Terapi Obat: Informasi detail mengenai penggunaan obat-obatan yang meliputi dosis, aturan pakai, efek samping, hingga peringatan penting (kontraindikasi).
Integrasi Kesehatan dan Teknologi
Narendra Reinald Syaputra, salah satu mahasiswa KKN Universitas Telogorejo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan informasi kesehatan di masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat mengakses informasi tentang tindaklanjut pengobatan atau terapi dan memantau kondisi kesehatannya dengan memanfaatkan teknologi secara mudah,” ujarnya saat memberikan pendampingan langsung kepada warga.
Menurut Narendra, integrasi antara bidang kesehatan dan teknologi digital adalah solusi praktis agar masyarakat lebih sadar akan riwayat medis mereka sendiri tanpa harus merasa kesulitan.
Kolaborasi Lintas Kampus
Program ini juga merupakan buah dari kolaborasi yang apik antara mahasiswa KKN Universitas Telogorejo Semarang dengan rekan-rekan mahasiswa dari Universitas Ngudi Waluyo dan Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta. Sinergi ini memperkuat dampak pengabdian, terutama dalam mendorong digitalisasi kesehatan di tingkat masyarakat lokal maupun diaspora.
Melalui pendampingan langsung ini, diharapkan kesadaran masyarakat diaspora di Malaysia akan pentingnya pencegahan dan manajemen penyakit degeneratif semakin meningkat. Dengan pencatatan yang rapi dan pemahaman yang benar mengenai penggunaan obat, risiko komplikasi penyakit dapat ditekan lebih efektif.
