Back
Universitas Telogorejo Semarang Jajaki Kerja Sama dengan College of Nursing Kaohsiung Medical University Taiwan
BeritaNews 11 Mar 2026

Universitas Telogorejo Semarang Jajaki Kerja Sama dengan College of Nursing Kaohsiung Medical University Taiwan

Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) terus memperluas jejaring internasional dengan melakukan penjajakan kolaborasi kerja sama bersama College of Nursing, Kaohsiung Medical University (KMU), Taiwan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kerja sama akademik di tingkat global, khususnya di bidang keperawatan. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan produktif tersebut membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara kedua institusi. Beberapa bentuk kolaborasi yang menjadi fokus pembahasan antara lain pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, pengembangan kurikulum, serta kegiatan akademik internasional di bidang keperawatan. Universitas Telogorejo Semarang memandang kerja sama internasional sebagai langkah strategis untuk memperluas wawasan akademik serta meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat global. Dengan adanya kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, termasuk kesempatan untuk terlibat dalam program akademik internasional. College of Nursing, Kaohsiung Medical University sendiri merupakan salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka di Taiwan yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan pendidikan keperawatan serta riset kesehatan. Oleh karena itu, penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kedua institusi. Selain memperkuat kerja sama akademik, kolaborasi ini juga diharapkan mampu mendorong pengembangan inovasi di bidang kesehatan, khususnya dalam pendidikan dan praktik keperawatan yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan layanan kesehatan global. Sebagai perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan pendidikan kesehatan, Universitas Telogorejo Semarang terus berupaya membangun jaringan kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini merupakan bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mencetak lulusan yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui penjajakan kerja sama dengan College of Nursing Kaohsiung Medical University Taiwan ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap dapat memperkuat kolaborasi internasional sekaligus memberikan pengalaman akademik global bagi mahasiswa dan dosen.
Universitas Telogorejo Semarang Jajaki Kolaborasi Internasional dengan College of Pharmacy Kaohsiung Medical University Taiwan
BeritaNews 11 Mar 2026

Universitas Telogorejo Semarang Jajaki Kolaborasi Internasional dengan College of Pharmacy Kaohsiung Medical University Taiwan

Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) terus memperluas jaringan kerja sama internasional dengan melakukan penjajakan kolaborasi akademik bersama College of Pharmacy, Kaohsiung Medical University (KMU), Taiwan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di bidang farmasi dan kesehatan. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan di masa mendatang. Beberapa bidang yang menjadi fokus dalam penjajakan kolaborasi tersebut antara lain pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, pengembangan kurikulum, serta kegiatan akademik internasional. Universitas Telogorejo Semarang memandang kerja sama internasional sebagai salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas wawasan global bagi mahasiswa dan dosen. Dengan adanya jejaring akademik global, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas serta meningkatkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional. College of Pharmacy, Kaohsiung Medical University sendiri dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Taiwan yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan pendidikan farmasi, riset kesehatan, dan inovasi di bidang ilmu farmasi. Melalui penjajakan kerja sama ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan dan penelitian, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas lulusan. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Telogorejo Semarang dalam mendukung program internasionalisasi perguruan tinggi, sekaligus mempersiapkan mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global. Ke depan, Universitas Telogorejo Semarang akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan di dalam maupun luar negeri guna memperkuat kualitas akademik serta memperluas jaringan kerja sama global.
Universitas Telogorejo Semarang Jalin Kerja Sama Internasional dengan Wenzao Ursuline University Taiwan
BeritaNews 11 Mar 2026

Universitas Telogorejo Semarang Jalin Kerja Sama Internasional dengan Wenzao Ursuline University Taiwan

Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan dengan menjalin kerja sama akademik bersama Wenzao Ursuline University, Taiwan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen UNTS dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas jaringan global bagi mahasiswa dan dosen. Kerja sama tersebut mencakup berbagai bentuk kolaborasi strategis di bidang akademik, di antaranya pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan penelitian bersama, hingga peluang penguatan kapasitas akademik dalam skala internasional. Rektor Universitas Telogorejo Semarang menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran global bagi sivitas akademika. Dengan adanya kolaborasi internasional ini, mahasiswa diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan wawasan, keterampilan, serta pengalaman lintas budaya. Wenzao Ursuline University sendiri dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi di Taiwan yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan pendidikan internasional dan kolaborasi lintas negara. Melalui kerja sama ini, Universitas Telogorejo Semarang menegaskan komitmennya dalam mendukung program internasionalisasi perguruan tinggi serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Kehadiran kolaborasi ini juga diharapkan mampu memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkembang, Universitas Telogorejo Semarang aktif membuka peluang kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri, guna meningkatkan mutu pendidikan serta memperluas jaringan akademik global. Dengan adanya kolaborasi ini, Universitas Telogorejo Semarang semakin mempertegas posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak lulusan berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
Universitas Telogorejo Semarang Sukses Selenggarakan Lomba Bantuan Hidup Dasar dan Response Time Tingkat SMA/SMK Se-Jawa Tengah
BeritaNews 09 Mar 2026

Universitas Telogorejo Semarang Sukses Selenggarakan Lomba Bantuan Hidup Dasar dan Response Time Tingkat SMA/SMK Se-Jawa Tengah

Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) sukses menyelenggarakan Lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Response Time tingkat SMA/SMK/MA sederajat se-Jawa Tengah pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang teater Lantai 6 Universitas Telogorejo Semarang dan diikuti oleh berbagai tim siswa dari sekolah menengah di Jawa Tengah. Lomba ini menjadi ajang edukatif sekaligus kompetitif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis. Melalui kegiatan ini, para peserta dilatih untuk memahami dan mempraktikkan Bantuan Hidup Dasar (BHD) secara tepat dan cepat, serta mampu bekerja sama dalam tim saat menghadapi simulasi kasus darurat. Dalam kompetisi ini, setiap sekolah mengirimkan tim yang terdiri dari empat orang siswa, dengan satu orang bertugas sebagai team leader dan tiga orang sebagai anggota tim. Para peserta diuji melalui simulasi kasus kegawatdaruratan yang menilai berbagai aspek penting, seperti pemeriksaan keamanan (3A), pengecekan kesadaran korban, stabilisasi kepala dan leher, penghentian perdarahan, pemasangan neck collar, tindakan CPR tanpa AED, penanganan fraktur, hingga proses evakuasi korban. Selain ketepatan tindakan, kecepatan respon (response time) juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi situasi darurat. Remaja tingkat SMA/SMK dinilai memiliki potensi besar sebagai first responder di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan adanya lomba ini, diharapkan para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan memberikan pertolongan pertama secara tepat. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menetapkan 6 tim pemenang, yaitu Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Juara Harapan 1, 2, dan 3, dengan total hadiah sebesar Rp10.000.000. Selain uang pembinaan, para pemenang juga mendapatkan trophy, sertifikat, serta kesempatan beasiswa pendidikan apabila melanjutkan studi di Universitas Telogorejo Semarang. Pada akhir kompetisi, panitia menetapkan 6 tim pemenang dengan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp10.000.000, disertai trophy dan sertifikat. Berikut daftar pemenang lomba: Juara 1 Tim WONG SUKSES – SMA Negeri 3 Surakarta Juara 2 Tim Gemilang – SMK 17 Temanggung Juara 3 Tim Tim GFG – SMA Krista Mitra Juara Harapan 1 Tim PMR WIRA SMANSAGU – SMA Negeri 1 Guntur Juara Harapan 2 Tim Tim Aksi Merah – SMA N 1 Toroh Juara Harapan 3 Tim Cicacuw – SMAN 1 Gubug Melalui kegiatan ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi kegawatdaruratan di kalangan pelajar serta membentuk generasi muda yang tanggap, sigap, dan peduli terhadap keselamatan sesama. /*! elementor - v3.23.0 - 25-07-2024 */ .elementor-widget-image-carousel .swiper,.elementor-widget-image-carousel .swiper-container{position:static}.elementor-widget-image-carousel .swiper-container .swiper-slide figure,.elementor-widget-image-carousel .swiper .swiper-slide figure{line-height:inherit}.elementor-widget-image-carousel .swiper-slide{text-align:center}.elementor-image-carousel-wrapper:not(.swiper-container-initialized):not(.swiper-initialized) .swiper-slide{max-width:calc(100% / var(--e-image-carousel-slides-to-show, 3))}
WhatsApp Image 2026-03-07 at 15.20.58 (1)
WhatsApp Image 2026-03-07 at 15.20.58
WhatsApp Image 2026-03-07 at 15.20.57 (1)
UNIVERSITAS TELOGOREJO SEMARANG JALIN KERJA SAMA INTERNASIONAL DENGAN TZU CHI UNIVERSITY TAIWAN UNTUK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPERAWATAN
BeritaNews 07 Mar 2026

UNIVERSITAS TELOGOREJO SEMARANG JALIN KERJA SAMA INTERNASIONAL DENGAN TZU CHI UNIVERSITY TAIWAN UNTUK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPERAWATAN

Universitas Tzu Chi telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) di Indonesia. Kedua universitas memiliki dasar pendidikan keperawatan yang kuat, dan berharap melalui pertukaran guru dan mahasiswa serta kerja sama akademik, secara bertahap mendorong berbagai rencana kerja sama, serta bersama-sama berupaya untuk pengembangan pendidikan keperawatan internasional. Universitas Telogorejo Semarang sebelumnya dikenal sebagai STIKES, sebuah institut ilmu kesehatan terkenal. Pada tahun 2025, institusi ini naik status menjadi universitas dan memiliki kerja sama yang erat dengan Rumah Sakit Telogorejo yang terkenal di daerah tersebut, kaya pengalaman dalam pendidikan klinis dan keperawatan, serta merupakan basis penting bagi pembinaan tenaga keperawatan di Indonesia. Rektor Universitas Tzu Chi, Liu Yi-jun, menyatakan bahwa di masa depan, kerja sama kedua belah pihak akan memprioritaskan dimulai dari bidang keperawatan, melalui pertukaran akademik dan pengembangan sumber daya manusia, untuk bersama-sama melahirkan generasi baru tenaga keperawatan yang memiliki kemampuan profesional sekaligus kepedulian kemanusiaan. Rektor Universitas Telogorejo Semarang, Swanny Trikajant Widyaatmadja, juga berharap kedua universitas dapat melalui kerja sama penelitian dan pertukaran akademik, membuka hubungan kerja sama jangka panjang yang bermakna. Saat ini ada alumni yang sedang melanjutkan studi di Universitas Tzu Chi, berharap di bawah bimbingan profesor Tzu Chi mendapatkan pengalaman akademik dan praktis yang kaya, untuk kemudian kembali dan membantu perkembangan jurusan keperawatan. Abigail Sharon, yang memperoleh beasiswa dari Universitas Telogorejo Semarang untuk belajar di Tzu Chi, sedang menempuh program magister keperawatan. Dia berbagi bahwa di Tzu Chi dia belajar kemampuan pendidikan keperawatan seperti perancangan kurikulum dan pengajaran interaktif, serta belajar bagaimana menjadi pendidik keperawatan di masa depan. Dia juga berpartisipasi dalam layanan sukarela, merawat lansia dan mempromosikan pendidikan kesehatan. Dia mendorong adik-adiknya untuk memanfaatkan kesempatan bertukar belajar di Tzu Chi, dia berkata: "Tzu Chi tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan." Saat ini, Universitas Tzu Chi bekerja sama dengan Yayasan Tzu Chi Indonesia dan berbagai perusahaan dalam mendorong program beasiswa, terus membina talenta Indonesia. Sekolah juga terus memperluas kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Taiwan. Saat ini, terdapat sekitar 118 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di kampus. Kerja sama kali ini dengan Universitas Telogorejo Semarang tidak hanya memberikan lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk kembali ke tanah air untuk pertukaran dan pelayanan, tetapi juga memungkinkan mahasiswa Taiwan untuk melalui pertukaran lintas budaya, mengembangkan wawasan internasional.
Inovasi Pelayanan Farmasi: Kompas Dunia Digital Bidang Farmasi
ArtikelNews 24 Feb 2026

Inovasi Pelayanan Farmasi: Kompas Dunia Digital Bidang Farmasi

Oleh: apt. Rizky Budi Santoso., M.Farm ( Dosen Farmasi Universitas Telogorejo Semarang ) Telekonsultasi pasien dalam pelayanan telefarmasi merupakan tahap awal yang sangat penting dalam memastikan akses dan kualitas layanan kefarmasian secara jarak jauh. Alur pelayanan ini dirancang untuk mereplikasi pengalaman konsultasi langsung di apotek melalui media digital, dengan tetap mempertahankan prinsip keamanan, akurasi informasi, dan interaksi profesional antara apoteker dan pasien. Telekonsultasi umumnya dilakukan melalui berbagai platform teknologi seperti aplikasi layanan kesehatan, video conferencing, atau fitur chat interaktif yang tersedia dalam sistem pelayanan digital. Tujuan utamanya adalah memberikan layanan yang cepat, efisien, dan berbasis kebutuhan pasien, tanpa mengorbankan mutu asuhan farmasi. Dalam sistem pelayanan kesehatan digital, proses registrasi dan verifikasi pasien memegang peranan krusial untuk menjamin integritas data, perlindungan privasi, serta kelancaran interaksi klinis. Transformasi digital mengharuskan sistem informasi kesehatan memiliki mekanisme identifikasi yang akurat dan efisien guna mendukung proses pelayanan yang tepat sasaran dan aman. Registrasi dan verifikasi menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan antara pasien dan penyedia layanan. Registrasi pasien dilakukan melalui platform daring yang mengintegrasikan formulir identitas, riwayat medis, dan data demografis. Informasi yang dikumpulkan meliputi nama, tanggal lahir, alamat, serta nomor identitas resmi. Sistem ini memungkinkan pencatatan data awal secara sistematis yang dapat diakses oleh berbagai tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan lintas sektor. Kemudahan registrasi digital juga meningkatkan aksesibilitas layanan, terutama bagi populasi dengan keterbatasan mobilitas Transformasi digital dalam sistem pelayanan farmasi turut mencakup mekanisme penyerahan obat kepada pasien secara daring. Melalui integrasi e-dispensing dan layanan logistik, proses ini dapat dilakukan secara efisien tanpa mengabaikan aspek keselamatan, edukasi, dan standar kualitas farmasi. Apoteker tetap memegang peran sentral dalam memastikan bahwa obat diserahkan secara tepat, sesuai dengan kebutuhan klinis pasien. Setelah konsultasi daring, resep yang diberikan oleh dokter akan diverifikasi oleh apoteker melalui sistem e-dispensing. Tahapan ini mencakup pemeriksaan keabsahan resep, kesesuaian dosis, kemungkinan interaksi obat, serta identifikasi pasien. Edispensing memungkinkan proses validasi resep dilakukan secara tersistem dan terekam, sehingga meningkatkan keamanan dan akuntabilitas pelayanan farmasi. Dalam era digitalisasi layanan kesehatan, dokumentasi menjadi elemen penting yang tidak hanya merekam aktivitas pelayanan, tetapi juga menjamin kesinambungan terapi dan aspek legal. Dalam konteks telepharmacy, seluruh interaksi antara apoteker dan pasien, termasuk konsultasi daring, pemberian informasi obat, dan edukasi, harus dicatat secara sistematis dalam rekam medis elektronik kefarmasian. Teknik ini memperkuat akuntabilitas layanan serta memungkinkan pemantauan longitudinal terhadap efektivitas dan keamanan penggunaan obat Dokumentasi yang akurat juga menjadi dasar bagi evaluasi mutu layanan farmasi, penelusuran insiden medikasi, serta perencanaan intervensi farmakoterapi lanjutan. Di sisi lain, sertifikasi platform digital menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa aplikasi atau sistem yang digunakan telah memenuhi standar keamanan, validitas informasi, serta fitur yang mendukung pharmaceutical care. Sertifikasi ini juga memberikan kepercayaan lebih kepada pengguna dan apoteker dalam mengandalkan layanan daring secara profesional
Dua Dosen Universitas Telogorejo Semarang Terima SK Lektor Kepala dari LLDIKTI Wilayah VI
BeritaNews 24 Feb 2026

Dua Dosen Universitas Telogorejo Semarang Terima SK Lektor Kepala dari LLDIKTI Wilayah VI

Universitas Telogorejo Semarang kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Dua dosen terbaiknya resmi menerima Surat Keputusan (SK) Jabatan Fungsional Lektor Kepala dari LLDIKTI Wilayah VI pada tahun 2026. Adapun dosen yang menerima SK Lektor Kepala tersebut adalah Assoc. Professor Qomariyah, S.S.T., M.Kes dan Assoc. Professor Ns. Iien Noer’aini, M.Kep. Penyerahan SK ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi, kompetensi, serta kontribusi keduanya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pencapaian jabatan akademik Lektor Kepala merupakan salah satu tahapan penting dalam jenjang karier dosen. Proses yang dilalui tidaklah singkat, karena harus memenuhi berbagai persyaratan administratif maupun akademik, termasuk publikasi ilmiah, karya penelitian, serta kontribusi profesional yang berkelanjutan. Diharapkan, peningkatan jabatan akademik ini dapat semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus serta mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya di bidang kesehatan.

Dengan bertambahnya dosen bergelar Lektor Kepala, Universitas Telogorejo Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, profesional, dan berdampak bagi masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan institusi dan bangsa.

Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya dengan Langkah Lintas Diare
Artikel 14 Feb 2026

Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya dengan Langkah Lintas Diare

 Diare merupakan kondisi buang air besar dengan tekstur cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam sehari. Diare bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab diare yang sering dialami adalah adanya infeksi, baik karena virus, bakteri maupun parasit.  Selain itu, diare bisa disebabkan oleh alergi makanan, intoleransi laktosa, peradangan pada usus, efek samping obat hingga konsumsi makanan yang terkontaminasi.   Diare pada anak yang cukup sering terjadi adalah yang disebabkan oleh infeksi virus. Untuk kondisi diare yang disebabkan oleh infeksi virus, biasanya dapat membaik seiring dengan meningkatnya daya tahan tubuh untuk melawan virus tersebut.  Sedangkan untuk kasus yang disebabkan oleh infeksi bakteri akan diberikan antibiotik dan yang disebabkan oleh parasit akan diberikan anti parasit. Untuk kasus intoleransi laktosa dan efek samping obat, bisa mencari alternatif lain terkait obat maupun makanan dan minuman yang dikonsumsi. Penting juga untuk menjaga kebersihan makanan maupun minuman yang dikonsumsi.  Ciri-ciri Diare pada Anak Berikut merupakan ciri-ciri anak yang mengalami diare, antara lain: Tinja Encer dan Berair Salah satu ciri utama diare pada anak adalah tinja yang lebih encer dan berair dari biasanya. Tinja anak yang mengalami diare dapat tampak lebih cair dan kadang-kadang berwarna hijau atau berbusa. Frekuensi Buang Air Besar yang Meningkat Anak yang mengalami diare cenderung buang air besar lebih sering dari biasanya. Ini bisa berarti lebih dari tiga kali sehari dengan tinja yang encer. Kehilangan Cairan dan Dehidrasi Diare dapat menyebabkan anak kehilangan cairan tubuh dengan cepat. Tanda-tanda dehidrasi pada anak termasuk bibir kering, mulut kering, menangis tanpa air mata, atau fontanel (lubang di tengkorak anak) yang cekung.   Perubahan dalam Pola Makan dan Nafsu Makan Anak yang mengalami diare mungkin kurang tertarik pada makanan atau susu, atau bahkan menolak makanan sepenuhnya. Mereka juga mungkin terlihat lebih rewel atau tidak nyaman. Gejala Tambahan: Beberapa anak dengan diare juga dapat mengalami gejala tambahan seperti demam ringan, muntah, atau perut kembung. Gejala ini biasanya berkaitan dengan penyebab diare, seperti infeksi virus atau bakteri. Penanganan dan Cara Mengatasi Diare Pada Anak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan WHO menetapkan Lintas Diare (Lima Langkah Tuntaskan Diare), yang terdiri dari:
  1. Rehidrasi dengan Cairan Rehidrasi Oral Formula Baru
Formula lama dibuat saat terjadinya kejadian luar biasa (KLB) disentri di Asia Selatan yang menyebabkan lebih banyak kehilangan elektrolit tubuh, terutama natrium. Seiring dengan perbaikan higienitas dan sanitasi masyarakat, maka diare yang seringkali dijumpai belakangan ini lebih banyak diakibatkan oleh virus yang tidak menyebabkan kehilangan elektrolit (kalsium, klorida, magnesium, fosfat, kalium, dan natrium) sebanyak diare akibat disentri.  Oleh karena itu, dikembangkanlah cairan rehidrasi baru yang dapat mengurangi risiko terjadinya hipernatremia (rasa haus, lemah, mual dan lain-lain), mengurangi secara signifikan pemberian cairan melalui intravena, mengurangi pengeluaran tinja, dan mengurangi kejadian muntah.
  1. Zinc Diberikan Selama 10 Hari Berturut-turut
Zinc merupakan salah satu zat gizi yang penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak. Kadar zinc dalam tubuh akan menurun dalam jumlah besar ketika anak mengalami diare. Pemberian zinc mampu menggantikan kandungan zinc alami tubuh yang hilang tersebut dan mempercepat penyembuhan diare.  Zinc juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah risiko terulangnya diare selama 2-3 bulan setelah anak sembuh dari diare.
  1. Pemberian ASI dan Makanan Tetap Diteruskan
Anak berusia kurang dari 6 bulan sebaiknya tetap mendapat ASI eksklusif selama diare. Apabila si kecil menginginkan lebih banyak ASI dan makanan daripada biasanya, itu akan lebih baik karena akan membantu mempercepat penyembuhan, pemulihan, dan mencegah malnutrisi. Lakukan hal ini sampai dua minggu setelah diare berhenti.  Bagi anak yang berusia kurang dari 2 tahun, dianjurkan untuk mengurangi konsumsi susu formula dan menggantinya dengan ASI. Sedangkan bagi anak yang berusia lebih dari 2 tahun, teruskan pemberian susu formula. Ingatkan ibu untuk memastikan anaknya mendapat oralit (yang mengandung air, garam, dan gula) dan air matang.
  1. Antibiotik Selektif
Antibiotik hanya diberikan jika ada indikasi, seperti diare berdarah atau diare karena infeksi bakteri kolera, yang dapat membuat diare berlangsung lama. Selain bahaya resistensi kuman, pemberian antibiotik yang tidak tepat bisa membunuh flora normal (bakteri baik) yang justru dibutuhkan tubuh. Efek samping dari penggunaan antibiotik yang tidak rasional adalah timbulnya gangguan fungsi ginjal, hati, dan pengulangan diare.
  1. Edukasi Orang Tua
Penting untuk para ibu untuk memiliki pemahaman mengenai cara pemberian oralit, zinc, ASI, atau makanan untuk si kecil. Waspadai tanda-tanda atau gejala untuk segera membawa si kecil ke fasilitas kesehatan, misalnya jika anak buang air besar cair lebih sering, muntah berulang, mengalami rasa haus yang nyata, makan dan minum yang jauh berkurang, demam, tinja berdarah, dan diare tidak membaik dalam 3 hari.