Artikel
HomeArtikel
Inovasi Pelayanan Farmasi: Kompas Dunia Digital Bidang Farmasi
Oleh: apt. Rizky Budi Santoso., M.Farm ( Dosen Farmasi Universitas Telogorejo Semarang )
Telekonsultasi pasien dalam pelayanan telefarmasi merupakan tahap awal yang sangat penting dalam memastikan akses dan kualitas layanan kefarmasian secara jarak jauh. Alur pelayanan ini dirancang untuk mereplikasi pengalaman konsultasi langsung di apotek melalui media digital, dengan tetap mempertahankan prinsip keamanan, akurasi informasi, dan interaksi profesional antara apoteker dan pasien. Telekonsultasi umumnya dilakukan melalui berbagai platform teknologi seperti aplikasi layanan kesehatan, video conferencing, atau fitur chat interaktif yang tersedia dalam sistem pelayanan digital. Tujuan utamanya adalah memberikan layanan yang cepat, efisien, dan berbasis kebutuhan pasien, tanpa mengorbankan mutu asuhan farmasi.
Dalam sistem pelayanan kesehatan digital, proses registrasi dan verifikasi pasien memegang peranan krusial untuk menjamin integritas data, perlindungan privasi, serta kelancaran interaksi klinis. Transformasi digital mengharuskan sistem informasi kesehatan memiliki mekanisme identifikasi yang akurat dan efisien guna mendukung proses pelayanan yang tepat sasaran dan aman. Registrasi dan verifikasi menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan antara pasien dan penyedia layanan. Registrasi pasien dilakukan melalui platform daring yang mengintegrasikan formulir identitas, riwayat medis, dan data demografis. Informasi yang dikumpulkan meliputi nama, tanggal lahir, alamat, serta nomor identitas resmi. Sistem ini memungkinkan pencatatan data awal secara sistematis yang dapat diakses oleh berbagai tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan lintas sektor. Kemudahan registrasi digital juga meningkatkan aksesibilitas layanan, terutama bagi populasi dengan keterbatasan mobilitas
Transformasi digital dalam sistem pelayanan farmasi turut mencakup mekanisme penyerahan obat kepada pasien secara daring. Melalui integrasi e-dispensing dan layanan logistik, proses ini dapat dilakukan secara efisien tanpa mengabaikan aspek keselamatan, edukasi, dan standar kualitas farmasi. Apoteker tetap memegang peran sentral dalam memastikan bahwa obat diserahkan secara tepat, sesuai dengan kebutuhan klinis pasien. Setelah konsultasi daring, resep yang diberikan oleh dokter akan diverifikasi oleh apoteker melalui sistem e-dispensing. Tahapan ini mencakup pemeriksaan keabsahan resep, kesesuaian dosis, kemungkinan interaksi obat, serta identifikasi pasien. Edispensing memungkinkan proses validasi resep dilakukan secara tersistem dan terekam, sehingga meningkatkan keamanan dan akuntabilitas pelayanan farmasi.
Dalam era digitalisasi layanan kesehatan, dokumentasi menjadi elemen penting yang tidak hanya merekam aktivitas pelayanan, tetapi juga menjamin kesinambungan terapi dan aspek legal. Dalam konteks telepharmacy, seluruh interaksi antara apoteker dan pasien, termasuk konsultasi daring, pemberian informasi obat, dan edukasi, harus dicatat secara sistematis dalam rekam medis elektronik kefarmasian. Teknik ini memperkuat akuntabilitas layanan serta memungkinkan pemantauan longitudinal terhadap efektivitas dan keamanan penggunaan obat Dokumentasi yang akurat juga menjadi dasar bagi evaluasi mutu layanan farmasi, penelusuran insiden medikasi, serta perencanaan intervensi farmakoterapi lanjutan. Di sisi lain, sertifikasi platform digital menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa aplikasi atau sistem yang digunakan telah memenuhi standar keamanan, validitas informasi, serta fitur yang mendukung pharmaceutical care. Sertifikasi ini juga memberikan kepercayaan lebih kepada pengguna dan apoteker dalam mengandalkan layanan daring secara profesional
Dalam sistem pelayanan kesehatan digital, proses registrasi dan verifikasi pasien memegang peranan krusial untuk menjamin integritas data, perlindungan privasi, serta kelancaran interaksi klinis. Transformasi digital mengharuskan sistem informasi kesehatan memiliki mekanisme identifikasi yang akurat dan efisien guna mendukung proses pelayanan yang tepat sasaran dan aman. Registrasi dan verifikasi menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan antara pasien dan penyedia layanan. Registrasi pasien dilakukan melalui platform daring yang mengintegrasikan formulir identitas, riwayat medis, dan data demografis. Informasi yang dikumpulkan meliputi nama, tanggal lahir, alamat, serta nomor identitas resmi. Sistem ini memungkinkan pencatatan data awal secara sistematis yang dapat diakses oleh berbagai tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan lintas sektor. Kemudahan registrasi digital juga meningkatkan aksesibilitas layanan, terutama bagi populasi dengan keterbatasan mobilitas
Transformasi digital dalam sistem pelayanan farmasi turut mencakup mekanisme penyerahan obat kepada pasien secara daring. Melalui integrasi e-dispensing dan layanan logistik, proses ini dapat dilakukan secara efisien tanpa mengabaikan aspek keselamatan, edukasi, dan standar kualitas farmasi. Apoteker tetap memegang peran sentral dalam memastikan bahwa obat diserahkan secara tepat, sesuai dengan kebutuhan klinis pasien. Setelah konsultasi daring, resep yang diberikan oleh dokter akan diverifikasi oleh apoteker melalui sistem e-dispensing. Tahapan ini mencakup pemeriksaan keabsahan resep, kesesuaian dosis, kemungkinan interaksi obat, serta identifikasi pasien. Edispensing memungkinkan proses validasi resep dilakukan secara tersistem dan terekam, sehingga meningkatkan keamanan dan akuntabilitas pelayanan farmasi.
Dalam era digitalisasi layanan kesehatan, dokumentasi menjadi elemen penting yang tidak hanya merekam aktivitas pelayanan, tetapi juga menjamin kesinambungan terapi dan aspek legal. Dalam konteks telepharmacy, seluruh interaksi antara apoteker dan pasien, termasuk konsultasi daring, pemberian informasi obat, dan edukasi, harus dicatat secara sistematis dalam rekam medis elektronik kefarmasian. Teknik ini memperkuat akuntabilitas layanan serta memungkinkan pemantauan longitudinal terhadap efektivitas dan keamanan penggunaan obat Dokumentasi yang akurat juga menjadi dasar bagi evaluasi mutu layanan farmasi, penelusuran insiden medikasi, serta perencanaan intervensi farmakoterapi lanjutan. Di sisi lain, sertifikasi platform digital menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa aplikasi atau sistem yang digunakan telah memenuhi standar keamanan, validitas informasi, serta fitur yang mendukung pharmaceutical care. Sertifikasi ini juga memberikan kepercayaan lebih kepada pengguna dan apoteker dalam mengandalkan layanan daring secara profesional
Artikel
14 Feb 2026
Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya dengan Langkah Lintas Diare
Diare merupakan kondisi buang air besar dengan tekstur cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam sehari. Diare bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab diare yang sering dialami adalah adanya infeksi, baik karena virus, bakteri maupun parasit. Selain itu, diare bisa disebabkan oleh alergi makanan, intoleransi laktosa, peradangan pada usus, efek samping obat hingga konsumsi makanan yang terkontaminasi. Diare pada anak yang cukup sering terjadi adalah yang disebabkan oleh infeksi virus. Untuk kondisi diare yang disebabkan oleh infeksi virus, biasanya dapat membaik seiring dengan meningkatnya daya tahan tubuh untuk melawan virus tersebut. Sedangkan untuk kasus yang disebabkan oleh infeksi bakteri akan diberikan antibiotik dan yang disebabkan oleh parasit akan diberikan anti parasit. Untuk kasus intoleransi laktosa dan efek samping obat, bisa mencari alternatif lain terkait obat maupun makanan dan minuman yang dikonsumsi. Penting juga untuk menjaga kebersihan makanan maupun minuman yang dikonsumsi. Ciri-ciri Diare pada Anak Berikut merupakan ciri-ciri anak yang mengalami diare, antara lain: Tinja Encer dan Berair Salah satu ciri utama diare pada anak adalah tinja yang lebih encer dan berair dari biasanya. Tinja anak yang mengalami diare dapat tampak lebih cair dan kadang-kadang berwarna hijau atau berbusa. Frekuensi Buang Air Besar yang Meningkat Anak yang mengalami diare cenderung buang air besar lebih sering dari biasanya. Ini bisa berarti lebih dari tiga kali sehari dengan tinja yang encer. Kehilangan Cairan dan Dehidrasi Diare dapat menyebabkan anak kehilangan cairan tubuh dengan cepat. Tanda-tanda dehidrasi pada anak termasuk bibir kering, mulut kering, menangis tanpa air mata, atau fontanel (lubang di tengkorak anak) yang cekung.
Perubahan dalam Pola Makan dan Nafsu Makan Anak yang mengalami diare mungkin kurang tertarik pada makanan atau susu, atau bahkan menolak makanan sepenuhnya. Mereka juga mungkin terlihat lebih rewel atau tidak nyaman. Gejala Tambahan: Beberapa anak dengan diare juga dapat mengalami gejala tambahan seperti demam ringan, muntah, atau perut kembung. Gejala ini biasanya berkaitan dengan penyebab diare, seperti infeksi virus atau bakteri. Penanganan dan Cara Mengatasi Diare Pada Anak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan WHO menetapkan Lintas Diare (Lima Langkah Tuntaskan Diare), yang terdiri dari:
- Rehidrasi dengan Cairan Rehidrasi Oral Formula Baru
- Zinc Diberikan Selama 10 Hari Berturut-turut
- Pemberian ASI dan Makanan Tetap Diteruskan
- Antibiotik Selektif
- Edukasi Orang Tua
Waspada Hipertensi dalam Kehamilan: Dampak bagi Ibu dan Janin
Disusun Oleh : Edi Wibowo , SpOG ( Dosen S-1 Kebidanan Universitas Teloorejo Semarang )
Hipertensi dalam kehamilan bisa membahayakan ibu hamil dan janin. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab hipertensi dalam kehamilan agar kondisi ini dapat dicegah dan ditangani dengan tepat. Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi ketika tekanan darah ibu hamil berada di atas angka 140/90 mmHg. Diperkirakan sekitar 8–10% ibu hamil di seluruh dunia mengalami hipertensi dalam kehamilan. Kondisi ini biasanya muncul saat usia kehamilan sekitar 20 minggu, tetapi bisa juga muncul lebih awal.
Tingginya tekanan darah selama kehamilan bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Berikut ini adalah penjelasannya: Hipertensi kronis Hipertensi kronis merupakan tekanan darah tinggi yang sudah terjadi sebelum hamil atau sebelum usia kehamilan memasuki 20 minggu. Kondisi ini sering kali tidak bergejala, sehingga banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi kronis. Hipertensi kronis pada ibu hamil biasanya baru terdeteksi ketika ibu hamil menjalani pemeriksaan kandungan. Hipertensi kronis dengan preeklamsia Jika hipertensi kronis tidak ditangani dengan baik, ibu hamil dapat mengalami preeklamsia. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi yang disertai adanya protein dalam urine. Hipertensi kronis dengan preeklamsia ini biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Hipertensi gestasional Hipertensi gestasional merupakan peningkatan tekanan darah yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Peningkatan tekanan darah ini umumnya tidak disertai dengan adanya protein dalam urine atau kerusakan organ tubuh. Pada ibu hamil yang mengalami kondisi ini, tekanan darah biasanya dapat kembali normal setelah merlahirkan. Preeklamsia Hipertensi dalam kehamilan yang tidak terkontrol dengan baik bisa berkembang menjadi preeklamsia. Selain adanya protein dalam urine, preeklamsia juga dapat disertai dengan kerusakan beberapa organ, seperti ginjal, hati, paru-paru, retina mata, atau otak. Meskipun jarang terjadi, preeklamsia juga dapat dialami wanita setelah melahirkan atau disebut juga preeklamsia postpartum. Eklamsia Eklamsia merupakan kelanjutan dari preeklamsia yang tidak terkontrol atau tidak tertangani dengan baik. Eklamsia merupakan jenis hipertensi dalam kehamilan yang paling parah. Selain tekanan darah tinggi, ibu hamil dengan kondisi ini juga mengalami kejang, bahkan bisa sampai koma. Berbagai Bahaya Hipertensi dalam Kehamilan Hipertensi dalam kehamilan yang tidak ditangani dengan baik tidak hanya membahayakan ibu hamil, tetapi juga janin. Berikut ini adalah berbagai dampak hipertensi dalam kehamilan yang perlu diwaspadai: Pertumbuhan janin terhambat Saat aliran darah ke plasenta berkurang, janin tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan berat badan lahir rendah. Kelahiran prematur Jika kondisi hipertensi dalam kehamilan semakin memburuk, dokter akan menyarankan kelahiran bayi secara prematur dengan jalan induksi atau operasi caesar. Hal ini dilakukan untuk mencegah eklamsia dan komplikasi lainnya. Solusio plasenta Solusio plasenta adalah kondisi ketika plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum proses persalinan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan plasenta dan perdarahan hebat. Penyakit kardiovaskular Preeklamsia dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular setelah melahirkan, seperti penyakit jantung dan stroke. Risiko ini akan lebih tinggi jika ibu melahirkan secara prematur. Namun, risiko ini dapat dikurangi dengan pengobatan rutin dan gaya hidup sehat. Selain itu, hipertensi dalam kehamilan yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan hati. Dalam kasus yang parah, kondisi ini juga dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi. Cara Menangani Hipertensi dalam Kehamilan Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi yang harus terus mendapat pemantauan dari dokter. Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan sesuai jadwal. Untuk menangani kondisi hipertensi dalam kehamilan, dokter akan memberikan obat penurun tekanan darah. Obat yang dipilih dokter umumnya sudah disesuaikan dengan kondisi kehamilan agar tidak berdampak pada janin. Saat mendapatkan pengobatan hipertensi dari dokter, ingatlah untuk mengonsumsi obat tersebut sesuai dosis dan petunjuk dokter. Jangan berhenti mengonsumsi atau mengganti dosis tanpa pengawasan dari dokter. Bumil juga dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi, minum jus penurun darah tinggi, istirahat cukup, dan mengelola stres dengan baik. Selain itu, hindari pula merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Agar berbagai dampak hipertensi dalam kehamilan dapat dicegah, penting bagi Bumil untuk rutin menjalani pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu, kondisi kesehatan Bumil dan janin bisa terus terpantau.
Tingginya tekanan darah selama kehamilan bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Berikut ini adalah penjelasannya: Hipertensi kronis Hipertensi kronis merupakan tekanan darah tinggi yang sudah terjadi sebelum hamil atau sebelum usia kehamilan memasuki 20 minggu. Kondisi ini sering kali tidak bergejala, sehingga banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi kronis. Hipertensi kronis pada ibu hamil biasanya baru terdeteksi ketika ibu hamil menjalani pemeriksaan kandungan. Hipertensi kronis dengan preeklamsia Jika hipertensi kronis tidak ditangani dengan baik, ibu hamil dapat mengalami preeklamsia. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi yang disertai adanya protein dalam urine. Hipertensi kronis dengan preeklamsia ini biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Hipertensi gestasional Hipertensi gestasional merupakan peningkatan tekanan darah yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Peningkatan tekanan darah ini umumnya tidak disertai dengan adanya protein dalam urine atau kerusakan organ tubuh. Pada ibu hamil yang mengalami kondisi ini, tekanan darah biasanya dapat kembali normal setelah merlahirkan. Preeklamsia Hipertensi dalam kehamilan yang tidak terkontrol dengan baik bisa berkembang menjadi preeklamsia. Selain adanya protein dalam urine, preeklamsia juga dapat disertai dengan kerusakan beberapa organ, seperti ginjal, hati, paru-paru, retina mata, atau otak. Meskipun jarang terjadi, preeklamsia juga dapat dialami wanita setelah melahirkan atau disebut juga preeklamsia postpartum. Eklamsia Eklamsia merupakan kelanjutan dari preeklamsia yang tidak terkontrol atau tidak tertangani dengan baik. Eklamsia merupakan jenis hipertensi dalam kehamilan yang paling parah. Selain tekanan darah tinggi, ibu hamil dengan kondisi ini juga mengalami kejang, bahkan bisa sampai koma. Berbagai Bahaya Hipertensi dalam Kehamilan Hipertensi dalam kehamilan yang tidak ditangani dengan baik tidak hanya membahayakan ibu hamil, tetapi juga janin. Berikut ini adalah berbagai dampak hipertensi dalam kehamilan yang perlu diwaspadai: Pertumbuhan janin terhambat Saat aliran darah ke plasenta berkurang, janin tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan berat badan lahir rendah. Kelahiran prematur Jika kondisi hipertensi dalam kehamilan semakin memburuk, dokter akan menyarankan kelahiran bayi secara prematur dengan jalan induksi atau operasi caesar. Hal ini dilakukan untuk mencegah eklamsia dan komplikasi lainnya. Solusio plasenta Solusio plasenta adalah kondisi ketika plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum proses persalinan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan plasenta dan perdarahan hebat. Penyakit kardiovaskular Preeklamsia dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular setelah melahirkan, seperti penyakit jantung dan stroke. Risiko ini akan lebih tinggi jika ibu melahirkan secara prematur. Namun, risiko ini dapat dikurangi dengan pengobatan rutin dan gaya hidup sehat. Selain itu, hipertensi dalam kehamilan yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan hati. Dalam kasus yang parah, kondisi ini juga dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi. Cara Menangani Hipertensi dalam Kehamilan Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi yang harus terus mendapat pemantauan dari dokter. Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan sesuai jadwal. Untuk menangani kondisi hipertensi dalam kehamilan, dokter akan memberikan obat penurun tekanan darah. Obat yang dipilih dokter umumnya sudah disesuaikan dengan kondisi kehamilan agar tidak berdampak pada janin. Saat mendapatkan pengobatan hipertensi dari dokter, ingatlah untuk mengonsumsi obat tersebut sesuai dosis dan petunjuk dokter. Jangan berhenti mengonsumsi atau mengganti dosis tanpa pengawasan dari dokter. Bumil juga dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi, minum jus penurun darah tinggi, istirahat cukup, dan mengelola stres dengan baik. Selain itu, hindari pula merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Agar berbagai dampak hipertensi dalam kehamilan dapat dicegah, penting bagi Bumil untuk rutin menjalani pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu, kondisi kesehatan Bumil dan janin bisa terus terpantau.
Morning Sickness pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Mual dan muntah dalam kehamilan sering disebut juga morning sickness, meskipun hal ini bisa saja terjadi sepanjang hari. Biasanya hal ini dialami pada trimester pertama. Namun, bisa saja berlanjut sampai trimester kedua, bahkan ada pula ibu yang mengalaminya sampai menjelang persalinan.
Selama ini, gangguan kehamilan yang paling sering disebut-sebut adalah morning sick, yaitu merasa pusing, mual dan muntah di pagi hari. Bahkan, itu dianggap sebagai tanda-tanda utama seorang perempuan apabila mengalami kehamilan. Mengapa demikian? Hampir sebagian besar perempuan hamil selalu mengeluhkan pusing, mual, dan muntah di pagi hari.
Sebenarnya, gangguan ini tidak hanya timbul di pagi hari. Rasa pusing, mual, dan muntah dapat timbul kapan saja, bahkan dapat juga sepanjang hari, hingga muncul istilah all day sick. Sepanjang hari ibu hamil akan merasakan gangguan yang tak jarang berdampak hebat. Apabila tidak segera ditangani, all day sick akan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh, antara lain dehidrasi, berat badan menurun, alkalosis, hingga hipokalemia.
Penyebab Mual Muntah Saat Hamil
Mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan disebabkan oleh peningkatan hormon hCG yang umumnya terjadi pada awal kehamilan (minggu ke 6-8), memuncak pada minggu ke 12-14, dan membaik pada minggu ke-22, hingga tubuh sang calon ibu dapat beradaptasi dengan peningkatan produksi hormon tersebut.
Mual dan muntah biasanya dapat memburuk di pagi hari karena perut yang kosong atau jika ibu hamil tidak makan dalam porsi yang cukup. Hal ini biasanya terjadi pada 80 – 85 persen kehamilan selama trimester pertama.
Cara Mengatasi Mual dan Muntah Saat Hamil
Beberapa tips untuk mengatasi gejala mual dan muntah:
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
- Makan dalam Porsi Kecil dan Sering
- Konsumsi Makanan Tinggi Protein
- Jangan Lupa Sarapan
- Minum yang Cukup
- Istirahat Cukup
- Tambahkan Lemon dalam Minuman Anda
- Konsumsi Jahe atau Mint
- Konsumsi Multivitamin
- Akupresur. Gelang akupresur tersedia tanpa resep di sebagian besar apotek. Studi tentang gelang akupresur memiliki hasil yang beragam, tetapi beberapa wanita tampaknya menganggap gelang itu bisa membantu.
- Akupunktur. Dengan akupunktur, seorang praktisi terlatih memasukkan jarum setipis rambut ke kulit. Akupunktur bukanlah cara yang terbukti untuk mengobati mual di pagi hari, tetapi beberapa wanita tampaknya merasa terbantu.
- Jahe. Suplemen jahe herbal juga diduga meringankan mual di pagi hari bagi sebagian wanita hamil. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat digunakan dengan aman selama kehamilan, tetapi ada beberapa kekhawatiran bahwa jahe dapat memengaruhi hormon seks janin sehingga sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
- Hipnosis. Meskipun hanya ada sedikit penelitian tentang metode ini, beberapa ibu hamil telah menemukan perbaikan gejala mual melalui hipnosis.
- Aromaterapi. Bukti ilmiah akan metode ini juga sedikit, tetapi ibu bisa mencoba wewangian tertentu, yang biasanya dibuat menggunakan minyak esensial (aromaterapi), untuk membantu mengatasi mual saat hamil.
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
Meningkatkan Sinergi dan Interaksi Antarmahasiswa Melalui SINTESA 2025 dengan Tema: Pharmatreads (Weaving Harmony, Growing Together)
Disusun Oleh : Sirelia Caesar Anggi Batista Kefi (Mahasiswi Semester 3 S-1 Farmasi UNTS)
Himpunan Mahasiswa Farmasi bersama Program Studi S-1 Farmasi Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan kegiatan SINTESA (Sinergi dan Interaksi Antarmahasiswa) dengan tema Pharmathreads: Weaving Harmony, Growing Together. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi tingkat 1, 2, dan 3 dengan tujuan mempererat hubungan, kebersamaan, dan solidaritas antar mahasiswa Farmasi lintas angkatan, sekaligus menciptakan suasana yang harmonis dan saling mendukung dalam proses perkuliahan di lingkungan kampus.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, dibentuk Program Kakak Asuh yang terdiri dari 23 kelompok dengan nama obat dari berbagai golongan sebagai representasi bidang farmasi, di mana setiap kelompok beranggotakan sekitar 19–20 mahasiswa dari tingkat 1, 2, dan 3. Setiap kelompok juga membentuk grup chat yang digunakan sebagai media komunikasi dan sharing seputar perkuliahan Farmasi, termasuk diskusi materi, pengalaman akademik, serta tips dan strategi belajar. Melalui program ini, diharapkan terjalin interaksi yang berkelanjutan, dinamis, dan saling mendukung antar mahasiswa lintas angkatan Program Studi S-1 Farmasi Universitas Telogorejo Semarang.
Kegiatan SINTESA 2025 ini diselenggarakan pada hari Jumat, 19 Desember 2025 di Bukit Alam Bandungan. Berbeda dengan kegiatan SINTESA tahun sebelumnya yang diselenggarakan di Kampus, tentu pada kegiatan tahun ini menghadirkan suasana baru. Kegiatan ini didampingi dengan Bapak/Ibu Dosen S-1 Farmasi ini diawali dengan berkumpul bersama di Auditorium Lantai 4 Universitas Telogorejo Semarang untuk doa dan pengarahan sebelum berangkat. Transportasi yang digunakan yaitu 9 armada bus yang siap mengantarkan seluruh peserta beserta Bapak/Ibu dosen. Pemberangkatan dimulai dari Bus 1 pukul 06.15 dilanjutkan bus lainnya hingga tiba di lokasi pada pukul
08.00. Setibanya disana peserta diarahkan untuk mengumpulkan tas di pendopo Flamboyan untuk kemudian persiapan untuk pembukaan kegiatan SINTESA.
Sambutan Pembuka
Pada sesi pembukaan kegiatan SINTESA dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh apt. Rizky Budi Santoso, M. Farm kemudian dilanjutkan sambutan, sambutan diawali oleh Ketua Pelaksana, Solavide Asrinindiva B.P., yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini serta apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kaprodi S1 Farmasi, apt. Dra. Tunik Saptawati, M.Si.Med, yang diwakilkan oleh Pembimbing Kemahasiswaan, apt. Ranatri Puruhita, M.Farm. Dalam sambutannya, beliau kembali menegaskan tujuan utama kegiatan SINTESA sebagai wadah untuk mempererat hubungan, kebersamaan, dan solidaritas antar mahasiswa Farmasi lintas angkatan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun jaringan dukungan yang kuat melalui proses saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta tips belajar antara kakak tingkat dan adik tingkat. Di akhir sambutan, disampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, diikuti secara aktif oleh peserta, serta memberikan manfaat dan kesan positif bagi seluruh mahasiswa Farmasi yang terlibat, disertai ucapan terima kasih atas partisipasi semua pihak.Sesi Pertama: Games
Setelah sesi pembukaan, rangkaian kegiatan Sesi 1 dilanjutkan dengan games Pharma Glam yang diawali dengan kompetisi make-up berpasangan dan diteruskan dengan fashion show untuk menampilkan hasil riasan sesuai tema yang telah ditentukan oleh panitia, dengan penilaian langsung oleh tiga dosen S1 Farmasi berdasarkan kesesuaian tema, kerapian, kreativitas, dan teknik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan Musical Chairs yang berlangsung meriah, diawali oleh peserta dan dilanjutkan dengan sesi kejutan pada babak kedua di mana panitia turut berpartisipasi dengan berjoget sambil memperebutkan kursi serta mengajak peserta untuk bergoyang bersama, sehingga menciptakan suasana yang hangat, penuh tawa, dan mempererat kebersamaan antar mahasiswa Farmasi lintas angkatan. Setelah seluruh rangkaian games pada Sesi 1 selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan ISHOMA (istirahat, salat, dan makan), di mana peserta laki-laki yang beragama Islam melaksanakan salat Jumat di masjid terdekat, sementara peserta lainnya beristirahat dan menikmati makan siang sebelum kegiatan dilanjutkan ke sesi berikutnya.Sesi Kedua: Outbond
Pada sesi kedua , kegiatan dilanjutkan dengan outbond yang dikemas dalam beberapa perlombaan kelompok, yaitu Liquid Stability Race , Ball and Blind , The Safety Circle , Pantomime Chain , dan The Alignment Labyrinth Challenge . Seluruh permainan dirancang untuk melatih kerja sama tim, komunikasi efektif, kepercayaan, ketelitian, serta kemampuan peserta dalam menghadapi dan menyelesaikan tantangan secara kolektif. Melalui rangkaian lomba ini, peserta dituntut untuk aktif berpartisipasi, menyusun strategi bersama, mengelola peran masing-masing anggota, serta saling mendukung demi mencapai hasil yang optimal. Kegiatan outbond ini secara khusus menjadi media implementasi nilai ICARE sebagai dasar pembentukan karakter mahasiswa Farmasi. Nilai Integrity diwujudkan melalui permainan Ball and Blind , di mana peserta harus menjunjung kejujuran, presisi instruksi, serta rasa saling percaya antara pemandu dan peserta yang menutup matanya. Nilai Compassionate to Customer diimplementasikan dalam Pantomime Chain , yang menuntut empati, kepekaan, dan pemahaman komunikasi nonverbal agar pesan dapat tersampaikan dengan baik. Nilai Alignment for Result tercermin dalam The Alignment Labyrinth Challenge , yang menekankan pentingnya keselarasan gerak, koordinasi, dan sinergi seluruh anggota tim untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu, nilai Responsive to Changes diwujudkan melalui Liquid Stability Race , di mana peserta dituntut peka terhadap perubahan kondisi, menjaga stabilitas, serta mampu menyesuaikan strategi secara cepat dan tepat. Adapun nilai Excellent through Innovation yang diimplementasikan dalam The Safety Circle , yang mendorong peserta untuk berpikir kreatif, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi keterbatasan ruang. Dengan demikian, sesi outbond ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berperan sebagai pembelajaran aplikatif dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan solidaritas mahasiswa Farmasi lintas angkatan.Penutup
Setelah seluruh rangkaian outbond selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan foto per angkatan, yaitu angkatan 1, 2, dan 3. Selanjutnya, peserta diberikan waktu untuk berganti pakaian dan melakukan persiapan pulang. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba video edukasi serta pemenang dari setiap games dan perlombaan yang telah dilaksanakan, disertai pemberian hadiah yang diserahkan oleh Ibu Untsa Alfiyaturakhma, M.Farm. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, doa dipimpin oleh Bapak apt. Rizky Budi Santoso, M.Farm., sebelum seluruh peserta melakukan persiapan kepulangan dan melanjutkan perjalanan kembali menggunakan bus. Rombongan akhirnya tiba di Kampus Universitas Telogorejo Semarang pada pukul 17.45 WIB dalam keadaan aman dan tertib, menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan SINTESA.
PEMBELAJARAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN AI “MANFAAT DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI”
Disusun Oleh : Dwi Yogo Budi Prabowo ( Dosen Prodi S1 Keperawatan dan Ners Universitas Telogorejo Semarang )
Pembelajaran keperawatan merupakan bagian yang sangat penting dari pendidikan kesehatan yang mempunyai tujuan untuk membentuk perawat-perawat profesional yang kompeten dengan kemampuan berpikir dan kemampuan ketrampilan klinis yang baik. Pembelajaran keperawatan yang berkualitas akan menghasilkan luaran yang juga berkualiats. Untuk itu dalam pembelajaran keperawatan harus bersifat dinamis mengikuti perkembangan dan perubahan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap tahunya agar mampu mempunyai eksistensi dalam Pembangunan Pendidikan di Indonesia. Seiring perkembangan teknologi saat ini juga terjadi perubahan signifikan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI).
Kecerdasan buatan (AI) ialah suatu teknologi yang dapat memungkinkan mesin untuk meniru kemampuan manusia dalam berpikir, belajar, beradaptasi, dan penyelesaian tugas-tugas tertentu. Sebenarnya untuk perkembangan AI sudah muncul sekitar tahun 1950-an sebagai disiplin ilmu formal. Alan Turing seorang matematikawan Inggris, mengajukan pertanyaan tentang apakah mesin dapat berpikir seperti manusia dalam makalahnya yang terkenal "Computing Machinery and Intelligence." Pada tahun 1956, konferensi Dartmouth dianggap sebagai awal mula AI, di mana para peneliti berkumpul untuk melakukan diskusi tentang bagaiamana potensi mesin cerdas. Setelah masa optimisme awal, AI menghadapi suatu masa yang sulit pada tahun 1970-an yang dikenal sebagai "musim dingin AI" karena tantangan teknis dan kurangnya kemajuan. Namun pada tahun awal 2000-an AI mengalami kebangkitan karena adanya kemajuan teknologi komputer, seperti pemprosesan yang lebih cepat dan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
Perkembangan pembelajaran mesin dan akses ke big data mendorong kebangkitan AI. Saat ini AI telah menjadi suatu bidang penelitian dengan perkembangan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir dan terus mengalami kemajuan yang signifikan. Teknologi ini telah menciptakan penemuan aplikasi di berbagai sektor termasuk Pendidikan, kesehatan, bisnis, transportasi, dan masih banyak lagi. Teknologi AI telah membawa peluang baru yang sangat menarik dalam pendidikan keperawatan karena dapat mempengaruhi bagaimana perawat masa depan belajar dan berlatih.
AI dalam pendidikan keperawatan dapat memberikan manfaat yang sangat penting seperti personalisasi dalam pembelajaran yang di mana materi dan metode pengajaran dapat dilakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing mahasiswa. Hal lain yang bisa dilakuakn AI yaitu memungkinkan mahasiwa melakukan simulasi klinis yang realistis dan aman, sehingga mahasiswa mampu belajar dan berlatih dalam lingkungan yang terkendali yang akan meminimalisir suatu kesalahan fatal sebelum dihadapkan dalam kondisi nyata yang ada dilapangan, AI juga mempunyai manfaat dalam menyediakan akses cepat ke informasi medis dan keperawatan terbaru sehingga akan membantu mahasiswa tetap up-to-date dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. AI juga dapat memeberikan feed back otomatis pada tugas-tugas dan latihan sehingga hal ini dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja mahasiswa secara efisien.
Hal tersebut akan membantu mahasiswa dalam melakukan perbaikan keterampilan dan pengetahuan secara cepat. Salah satu contoh penggunaan AI dalam pembelajaran keperawatan saat ini ialah simulasi pasien virtual. Institusi pendidikan keperawatan menggunakan simulasi pasien virtual berbasis AI dengan tujuan agar dapat memberikan pengalaman klinis nyata bagi mahasiswa. Pasien virtual ini mampu melakukan interaksi dengan mahasiswa , memperlihatkan kondisi tanda dan gejala penyakit, dan melakukan respon terhadap tindakan yang dilakukan mahasiswa sehingga hal ini dapat meningkatkan kemampuan ketrampilan klinis mahasiwa sebelum dihadapkan dengan pasien nyata. Penggunaan lain AI dalam keperawatan yaitu untuk menyediakan asisten pengajaran virtual yang dapat memberikan bantuan terhadap mahasiswa tentang pertanyaan medis, sumber referensi, dan informasi terkait tugas ataupun materi pembelajaran sehingga hal ini dapat meningkatkan efisiensi belajar mahasiswa dan memberikan akses cepat ke informasi medis.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran keperawatan telah membuka peluang besar untuk dapat membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan untuk menghasilkan perawat yang kompeten di masa depan. Namun, seperti halnya teknologi lainya, AI juga menghadirkan beberapa tantangan yang harus diatasi agar dalam pengunuaan dan perapan AI dalam pembelajaran keperawatan dapat memberikan manfaat. Tantangan prioritas dalam pembejalaran keperawatan menggunakan AI adalah ketergantungan yang berlebih pada teknologi. Mahasiswa keperawatan mungkin akan sangat terlalu bergantung pada AI untuk berlatih dan mempelajari keterampilan klinis, sehingga mereka kurang mendapatkan pengalaman penting dalam interaksi langsung dengan pasien. Oleh karena itu, sangat penting bagi institusi pendidikan keperawatan agar menjaga keseimbangan antara penggunaan AI dan pengalaman klinis nyata. Selain itu ketergantungan teknologi yang berlebih juga akan menimbulkan kekhawatiran terhadap kemampuan berpikir mahasiswa, untuk itu institusi Pendidikan perlu untuk menekankan kepada mahasiwa bahwa AI bukan jawaban utama dari permasalahan yang harus diterima mentah-mentah tetapi AI hanya sebagai alat bantu atau bisa dikatakan sebagai teman dalam melaksanakan diskusi untuk menemukan jawaban permasalahan yang dihadapi.
Kualitas data merupakan faktor penting lainnya. AI membutuhkan data yang mempunyai kualitas tinggi untuk dapat memberikan hasil yang valid dan akurat serta kredibel. Data yang kurang atau bahkan cenderung tidak lengkap ataupun tidak akurat akan menyebabkan kesalahan dalam simulasi atau analisis, yang berpengaruh terhadap pembelajaran mahasiswa karena pembacaan hasil yang salah oleh AI. Oleh karena hal itu, institusi harus memastikan bahwa data yang digunakan dalam sistem AI merupakan data yang valid dan representatif. Tantangan lain yang harus dihadapi yaitu penggunaan AI dalam pendidikan keperawatan sering kali membutuhkan akses ke data pasien dan mahasiswa, yang bisa memunculkan risiko privasi dan keamanan. Untuk menghindari hal tersebut Institusi harus mengambil langkah-langkah dalam perlindungan data sensitif agar tetap aman. Tantangan lain pastinya terkait dengan biaya, enggunaan AI dalam pembelajaran keperawatan memerlukan investasi untuk menyiapkan perangkat keras, perangkat lunak, dan pelatihan instruktur. Institusi harus mempertimbangkan apakah mempunyai sumber daya yang cukup untuk menerapkan AI secara efektif. Selain itu, kesiapan untuk instruktur menjadi faktor yang menentukan dalam keberhasilan penggunaan AI. Instruktur harus mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang kompeten karena diperlukan untuk menggunakan AI dengan baik dalam pembelajaran. Ketidaksiapan instruktur dapat menjadikan hambatan dalam penerapan AI yang sukses. Salah satu tantangan yang lebih kompleksitas ialah bias algoritma. AI dapat mewarisi bias dari data pembelajaran dan pelatihan, yang memungkinkan terjadinya diskriminasi atau hasil yang tidak adil. Institusi perlu sadar terhadap resiko tersebut sehingga harus memastikan bahwa AI yang diguanakan sesuai dengan standar etis dan adil.
Pengurangan terhadap keterampilan praktis mungkin juga akan terjadi apabila mahasiswa terlalu bergantung pada simulasi AI. Mereka mungkin akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan situasi medis yang aktual. Oleh karena itu, pengalaman klinis nyata tetap penting bagi mahasiswa keperawatan. Selain itu, kompleksitas etika muncul dalam penggunaan AI dalam pengambilan keputusan medis otomatis. Pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab atas keputusan AI dapat menjadi sumber perdebatan. Terakhir, institusi perlu melakukan penyesuaian kurikulum mereka agar ada keselarasan dengan perkembangan AI dalam pembelajaran keperawatan. Hal ini juga mencakup pengembangan modul khusus mengenai AI dalam keperawatan untuk memastikan bahwa mahasiswa memahami peran dan tantangan teknologi ini. Meskipun tantangan dalam penggunaan AI cukup banyak, namun institusi sebaiknya tidak perlu khawatir dan takut untuk menggunakan AI dalam pembelajaran keperawatan karena dengan pendekatan yang bijaksana dan berimbang, institusi pendidikan keperawatan dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa dan mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi perawat yang kompeten dan siap terjun dalam dunia kerja.
Pembelajaran keperawatan merupakan bagian yang sangat penting dari pendidikan kesehatan yang mempunyai tujuan untuk membentuk perawat-perawat profesional yang kompeten dengan kemampuan berpikir dan kemampuan ketrampilan klinis yang baik. Pembelajaran keperawatan yang berkualitas akan menghasilkan luaran yang juga berkualiats. Untuk itu dalam pembelajaran keperawatan harus bersifat dinamis mengikuti perkembangan dan perubahan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap tahunya agar mampu mempunyai eksistensi dalam Pembangunan Pendidikan di Indonesia. Seiring perkembangan teknologi saat ini juga terjadi perubahan signifikan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI).
Kecerdasan buatan (AI) ialah suatu teknologi yang dapat memungkinkan mesin untuk meniru kemampuan manusia dalam berpikir, belajar, beradaptasi, dan penyelesaian tugas-tugas tertentu. Sebenarnya untuk perkembangan AI sudah muncul sekitar tahun 1950-an sebagai disiplin ilmu formal. Alan Turing seorang matematikawan Inggris, mengajukan pertanyaan tentang apakah mesin dapat berpikir seperti manusia dalam makalahnya yang terkenal "Computing Machinery and Intelligence." Pada tahun 1956, konferensi Dartmouth dianggap sebagai awal mula AI, di mana para peneliti berkumpul untuk melakukan diskusi tentang bagaiamana potensi mesin cerdas. Setelah masa optimisme awal, AI menghadapi suatu masa yang sulit pada tahun 1970-an yang dikenal sebagai "musim dingin AI" karena tantangan teknis dan kurangnya kemajuan. Namun pada tahun awal 2000-an AI mengalami kebangkitan karena adanya kemajuan teknologi komputer, seperti pemprosesan yang lebih cepat dan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
Perkembangan pembelajaran mesin dan akses ke big data mendorong kebangkitan AI. Saat ini AI telah menjadi suatu bidang penelitian dengan perkembangan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir dan terus mengalami kemajuan yang signifikan. Teknologi ini telah menciptakan penemuan aplikasi di berbagai sektor termasuk Pendidikan, kesehatan, bisnis, transportasi, dan masih banyak lagi. Teknologi AI telah membawa peluang baru yang sangat menarik dalam pendidikan keperawatan karena dapat mempengaruhi bagaimana perawat masa depan belajar dan berlatih.
AI dalam pendidikan keperawatan dapat memberikan manfaat yang sangat penting seperti personalisasi dalam pembelajaran yang di mana materi dan metode pengajaran dapat dilakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing mahasiswa. Hal lain yang bisa dilakuakn AI yaitu memungkinkan mahasiwa melakukan simulasi klinis yang realistis dan aman, sehingga mahasiswa mampu belajar dan berlatih dalam lingkungan yang terkendali yang akan meminimalisir suatu kesalahan fatal sebelum dihadapkan dalam kondisi nyata yang ada dilapangan, AI juga mempunyai manfaat dalam menyediakan akses cepat ke informasi medis dan keperawatan terbaru sehingga akan membantu mahasiswa tetap up-to-date dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. AI juga dapat memeberikan feed back otomatis pada tugas-tugas dan latihan sehingga hal ini dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja mahasiswa secara efisien.
Hal tersebut akan membantu mahasiswa dalam melakukan perbaikan keterampilan dan pengetahuan secara cepat. Salah satu contoh penggunaan AI dalam pembelajaran keperawatan saat ini ialah simulasi pasien virtual. Institusi pendidikan keperawatan menggunakan simulasi pasien virtual berbasis AI dengan tujuan agar dapat memberikan pengalaman klinis nyata bagi mahasiswa. Pasien virtual ini mampu melakukan interaksi dengan mahasiswa , memperlihatkan kondisi tanda dan gejala penyakit, dan melakukan respon terhadap tindakan yang dilakukan mahasiswa sehingga hal ini dapat meningkatkan kemampuan ketrampilan klinis mahasiwa sebelum dihadapkan dengan pasien nyata. Penggunaan lain AI dalam keperawatan yaitu untuk menyediakan asisten pengajaran virtual yang dapat memberikan bantuan terhadap mahasiswa tentang pertanyaan medis, sumber referensi, dan informasi terkait tugas ataupun materi pembelajaran sehingga hal ini dapat meningkatkan efisiensi belajar mahasiswa dan memberikan akses cepat ke informasi medis.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran keperawatan telah membuka peluang besar untuk dapat membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan untuk menghasilkan perawat yang kompeten di masa depan. Namun, seperti halnya teknologi lainya, AI juga menghadirkan beberapa tantangan yang harus diatasi agar dalam pengunuaan dan perapan AI dalam pembelajaran keperawatan dapat memberikan manfaat. Tantangan prioritas dalam pembejalaran keperawatan menggunakan AI adalah ketergantungan yang berlebih pada teknologi. Mahasiswa keperawatan mungkin akan sangat terlalu bergantung pada AI untuk berlatih dan mempelajari keterampilan klinis, sehingga mereka kurang mendapatkan pengalaman penting dalam interaksi langsung dengan pasien. Oleh karena itu, sangat penting bagi institusi pendidikan keperawatan agar menjaga keseimbangan antara penggunaan AI dan pengalaman klinis nyata. Selain itu ketergantungan teknologi yang berlebih juga akan menimbulkan kekhawatiran terhadap kemampuan berpikir mahasiswa, untuk itu institusi Pendidikan perlu untuk menekankan kepada mahasiwa bahwa AI bukan jawaban utama dari permasalahan yang harus diterima mentah-mentah tetapi AI hanya sebagai alat bantu atau bisa dikatakan sebagai teman dalam melaksanakan diskusi untuk menemukan jawaban permasalahan yang dihadapi.
Kualitas data merupakan faktor penting lainnya. AI membutuhkan data yang mempunyai kualitas tinggi untuk dapat memberikan hasil yang valid dan akurat serta kredibel. Data yang kurang atau bahkan cenderung tidak lengkap ataupun tidak akurat akan menyebabkan kesalahan dalam simulasi atau analisis, yang berpengaruh terhadap pembelajaran mahasiswa karena pembacaan hasil yang salah oleh AI. Oleh karena hal itu, institusi harus memastikan bahwa data yang digunakan dalam sistem AI merupakan data yang valid dan representatif. Tantangan lain yang harus dihadapi yaitu penggunaan AI dalam pendidikan keperawatan sering kali membutuhkan akses ke data pasien dan mahasiswa, yang bisa memunculkan risiko privasi dan keamanan. Untuk menghindari hal tersebut Institusi harus mengambil langkah-langkah dalam perlindungan data sensitif agar tetap aman. Tantangan lain pastinya terkait dengan biaya, enggunaan AI dalam pembelajaran keperawatan memerlukan investasi untuk menyiapkan perangkat keras, perangkat lunak, dan pelatihan instruktur. Institusi harus mempertimbangkan apakah mempunyai sumber daya yang cukup untuk menerapkan AI secara efektif. Selain itu, kesiapan untuk instruktur menjadi faktor yang menentukan dalam keberhasilan penggunaan AI. Instruktur harus mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang kompeten karena diperlukan untuk menggunakan AI dengan baik dalam pembelajaran. Ketidaksiapan instruktur dapat menjadikan hambatan dalam penerapan AI yang sukses. Salah satu tantangan yang lebih kompleksitas ialah bias algoritma. AI dapat mewarisi bias dari data pembelajaran dan pelatihan, yang memungkinkan terjadinya diskriminasi atau hasil yang tidak adil. Institusi perlu sadar terhadap resiko tersebut sehingga harus memastikan bahwa AI yang diguanakan sesuai dengan standar etis dan adil.
Pengurangan terhadap keterampilan praktis mungkin juga akan terjadi apabila mahasiswa terlalu bergantung pada simulasi AI. Mereka mungkin akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan situasi medis yang aktual. Oleh karena itu, pengalaman klinis nyata tetap penting bagi mahasiswa keperawatan. Selain itu, kompleksitas etika muncul dalam penggunaan AI dalam pengambilan keputusan medis otomatis. Pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab atas keputusan AI dapat menjadi sumber perdebatan. Terakhir, institusi perlu melakukan penyesuaian kurikulum mereka agar ada keselarasan dengan perkembangan AI dalam pembelajaran keperawatan. Hal ini juga mencakup pengembangan modul khusus mengenai AI dalam keperawatan untuk memastikan bahwa mahasiswa memahami peran dan tantangan teknologi ini. Meskipun tantangan dalam penggunaan AI cukup banyak, namun institusi sebaiknya tidak perlu khawatir dan takut untuk menggunakan AI dalam pembelajaran keperawatan karena dengan pendekatan yang bijaksana dan berimbang, institusi pendidikan keperawatan dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa dan mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi perawat yang kompeten dan siap terjun dalam dunia kerja.PENGARUH KECEMASAN DAN IMUNITAS DALAM TUBUH
Disusun Oleh : Ns. Ni Made Ayu Wulansari, M.Kep ( Dosen S-1 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang )
Semakin meningkatnya konsumsi makanan yang tidak sehat, menyebabkan meningkatkannya penyakit akibat pola hidup yang tidak baik. Selain itu, kondisi ekonomi yang sedang bergejolak menambah beban pemikiran sehingga semakin meningkatnya kecemasan yang dirasakan pada Masyarakat. Kecemasan masyarakat di Indonesia telah diteliti oleh Megatsari, et. all (2020), menemukan pada golongan usia 20-29 tahun dan 40-49 mengalami kecemasan lebih tinggi disbanding kelompok usia diatas 50 tahun. Selain itu, responden perempuan lebih merasa cemas dibandingkan laki-laki. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa kecemasan merupakan kasus nyata yang dialami masyarakat dalam masa pandemi
Tidak hanya kecemasan psikologis yang dirasakan, menurut Mann, Krueger dan Vohas (2020) masyarakat juga mengalami kecemasan ekonomi atau dalam artikel ini disebut Economic anxiety. Kecemasan ekonomi merupakan distress psikososial, misal pada studi 2008 menemukan bahwa kesulitan ekonomi menyebabkan perceraian. Selain itu, kesulitan ekonomi juga meningkatkan gangguan mental dan percobaan bunuh diri. Hasil studi Mann, et. All ini menemukan bahwa kesulitan ekonomi berpotensi menyebabkan masyarakat kesullitan dalam menghadapi masa perholakan ekonomi.
Kecemasan Psikologis dan ekonomi menimbulkan dampak yang signifikan pada masyarakan di amsa pandemik. Terdapat banyak kabar bahwa kondisi psikologis merupakan faktor yang mempengaruhi system imun. System imun merupakan factor penting dalam menghadapi covid-19. Menurut penjelasan dalam penelitian Mazza, et all (2020), menjelskan bahawa kecemasan dan depresi berperan dalam predictor klinis dan inflamasi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa semakin buruk inflamasi yang terjadi , semakin buruk pula depresi yang dialami.
Oleh karena itu, perlu adanya penanganan kecemasan agar imunitas tetap terjaga. Penanganan kecemasan paling sederhana adalah dengan relaksasi napas dalam. Menarik napas dan mengeluarkan secara perlahan dengan sikap duduk yang tenang serta dengan didampingi music yang menenangkan. Hal ini dapat membantu menangani kecemasan.
References:
Gambar: https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fwww.apa.org%2Fimages%2Farticle-covid-19_tcm7-277085_w1024_n.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.apa.org%2Fpubs%2Fhighlights%2Fcovid-19-articles&tbnid=4of8UrLd6vNH-M&vet=12ahUKEwirjejh4qHuAhVDNHIKHbKWAw0QMygTegUIARCIAQ..i&docid=iZSP-z4x5ELdHM&w=450&h=300&q=download%20free%20picture%20anxiety%20covid&safe=strict&ved=2ahUKEwirjejh4qHuAhVDNHIKHbKWAw0QMygTegUIARCIAQ
Gennaro Mazza, M., De Lorenzo, R., Conte, C., Poletti, S., Vai, B., Bollettini, I., … Benedetti, F. (2020). Anxiety and depression in COVID-19 survivors: role of inflammatory and clinical predictors. Brain, Behavior, and Immunity. doi:10.1016/j.bbi.2020.07.037
Mann, F. D., Krueger, R. F., & Vohs, K. D. (2020). Personal economic anxiety in response to COVID-19. Personality and Individual Differences, 110233. doi:10.1016/j.paid.2020.110233
Menzies, R. E., & Menzies, R. G. (2020). Death anxiety in the time of COVID-19: theoretical explanations and clinical implications. The Cognitive Behaviour Therapist, 1–24. doi:10.1017/s1754470x20000215
Kecemasan Psikologis dan ekonomi menimbulkan dampak yang signifikan pada masyarakan di amsa pandemik. Terdapat banyak kabar bahwa kondisi psikologis merupakan faktor yang mempengaruhi system imun. System imun merupakan factor penting dalam menghadapi covid-19. Menurut penjelasan dalam penelitian Mazza, et all (2020), menjelskan bahawa kecemasan dan depresi berperan dalam predictor klinis dan inflamasi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa semakin buruk inflamasi yang terjadi , semakin buruk pula depresi yang dialami.
Oleh karena itu, perlu adanya penanganan kecemasan agar imunitas tetap terjaga. Penanganan kecemasan paling sederhana adalah dengan relaksasi napas dalam. Menarik napas dan mengeluarkan secara perlahan dengan sikap duduk yang tenang serta dengan didampingi music yang menenangkan. Hal ini dapat membantu menangani kecemasan.
References:
Gambar: https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fwww.apa.org%2Fimages%2Farticle-covid-19_tcm7-277085_w1024_n.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.apa.org%2Fpubs%2Fhighlights%2Fcovid-19-articles&tbnid=4of8UrLd6vNH-M&vet=12ahUKEwirjejh4qHuAhVDNHIKHbKWAw0QMygTegUIARCIAQ..i&docid=iZSP-z4x5ELdHM&w=450&h=300&q=download%20free%20picture%20anxiety%20covid&safe=strict&ved=2ahUKEwirjejh4qHuAhVDNHIKHbKWAw0QMygTegUIARCIAQ
Gennaro Mazza, M., De Lorenzo, R., Conte, C., Poletti, S., Vai, B., Bollettini, I., … Benedetti, F. (2020). Anxiety and depression in COVID-19 survivors: role of inflammatory and clinical predictors. Brain, Behavior, and Immunity. doi:10.1016/j.bbi.2020.07.037
Mann, F. D., Krueger, R. F., & Vohs, K. D. (2020). Personal economic anxiety in response to COVID-19. Personality and Individual Differences, 110233. doi:10.1016/j.paid.2020.110233
Menzies, R. E., & Menzies, R. G. (2020). Death anxiety in the time of COVID-19: theoretical explanations and clinical implications. The Cognitive Behaviour Therapist, 1–24. doi:10.1017/s1754470x20000215
KENALI METODE PILLEX (PILLATES EXERCISE) UNTUK MENGATASI NYERI DISMENORE
Disusun Oleh : Widya Mariyana,S.St., M.Kes ( Dosen S-1 Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang )
Dysmenorrhea atau dismenore adalah istilah medis dari kondisi nyeri haid atau kram perut yang terjadi setiap kali saat menstruasi. Kondisi ini sangat umum terjadi karena adanya perubahan hormon yang memicu kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisannya sebelum ataupun selama masa menstruasi.
Kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasi dismenore melalui ulasan berikut ini.
Apa itu Dismenore? Dysmenorrhea atau dismenore adalah rasa nyeri dan kram pada perut bagian bawah yang dialami oleh wanita sebelum ataupun selama siklus menstruasi. Kondisi ini tergolong normal jika menimbulkan gejala yang ringan. Namun, pada beberapa kasus, dismenore dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab Dismenore
Penyebab utama dismenore adalah perubahan hormon yang memicu rahim untuk berkontraksi untuk meluruhkan lapisannya. Berdasarkan penyebabnya, dismenore juga dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu:
Salah satu cara mengatasi Dismenorea dengan PILLATES EXERCISE
Pilates adalah metode binaraga yang mengutamakan kekuatan otot-otot bagian tengah tubuh, terutama otot perut bagian depan dan belakang. Otot perut dianggap sebagai otot yang memainkan peran penting dalam mengkoordinasikan, menstabilkan, dan menyeimbangkan gerakan di berbagai bagian tubuh. Pilates pertama kali dikembangkan pada tahun 1920 oleh Joseph Hubert Pilates, seorang pelatih pendidikan jasmani (binaraga, tinju, gulat, yoga, senam, seni bela diri) di Studio Pilates di New York.
Berikut ini manfaat lain melakukan pilates, simak ya!
Apa itu Dismenore? Dysmenorrhea atau dismenore adalah rasa nyeri dan kram pada perut bagian bawah yang dialami oleh wanita sebelum ataupun selama siklus menstruasi. Kondisi ini tergolong normal jika menimbulkan gejala yang ringan. Namun, pada beberapa kasus, dismenore dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab Dismenore
Penyebab utama dismenore adalah perubahan hormon yang memicu rahim untuk berkontraksi untuk meluruhkan lapisannya. Berdasarkan penyebabnya, dismenore juga dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu:
- Dismenore Primer
- Dismenore Sekunder
- Wanita berusia di bawah 30 tahun.
- Terdapat riwayat keluarga yang sering mengalami nyeri haid.
- Mendapatkan siklus menstruasi pertama pada usia yang sangat muda, yaitu di bawah 11 tahun (pubertas dini).
- Siklus menstruasi yang tidak teratur.
- Kebiasaan merokok.
- Terjadi perdarahan yang berlebihan selama menstruasi.
- Belum pernah melahirkan.
- Mual yang dapat disertai ataupun tanpa disertai muntah.
- Nyeri kepala.
- Perut kembung.
- Lesu atau tidak bertenaga.
- Mengompres hangat perut bagian bawah.
- Melakukan olahraga ringan, seperti yoga, jalan kaki, atau pilates.
- Mandi air hangat.
- Beristirahat yang cukup.
- Menghindari konsumsi alkohol dan merokok.
- Olah raga ( Pilates exercise, Yoga dll)
Salah satu cara mengatasi Dismenorea dengan PILLATES EXERCISE
Pilates adalah metode binaraga yang mengutamakan kekuatan otot-otot bagian tengah tubuh, terutama otot perut bagian depan dan belakang. Otot perut dianggap sebagai otot yang memainkan peran penting dalam mengkoordinasikan, menstabilkan, dan menyeimbangkan gerakan di berbagai bagian tubuh. Pilates pertama kali dikembangkan pada tahun 1920 oleh Joseph Hubert Pilates, seorang pelatih pendidikan jasmani (binaraga, tinju, gulat, yoga, senam, seni bela diri) di Studio Pilates di New York.
Berikut ini manfaat lain melakukan pilates, simak ya!
- Mengurangi nyeri haid
- Meningkatkan gairah seks
- Meningkatkan suasan hati
- Meningkatkan fungsi kognitif
- Meningkatkan kualitas tidur

