Artikel
Tips Menjaga Kesehatan Ibu Hamil dan Janin Dalam Kandungan
Menjaga kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan kehamilan berjalan dengan baik serta menghasilkan bayi yang sehat. Salah satu upaya utama yang perlu dilakukan adalah memenuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi, asam folat, dan kalsium. Nutrisi tersebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta mencegah terjadinya anemia pada ibu.
Selain itu, kecukupan cairan juga tidak boleh diabaikan. Ibu hamil perlu mengonsumsi air putih yang cukup setiap hari untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu sirkulasi darah, serta mendukung pembentukan cairan ketuban. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, senam hamil, atau yoga juga sangat dianjurkan karena dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan sirkulasi darah, dan mempersiapkan tubuh menghadapi proses persalinan.
Pemeriksaan kehamilan secara rutin atau antenatal care (ANC) menjadi langkah penting dalam memantau kondisi kesehatan ibu dan janin. Melalui pemeriksaan ini, tenaga kesehatan dapat mendeteksi secara dini kemungkinan adanya komplikasi serta memberikan edukasi yang tepat kepada ibu hamil. Selain itu, istirahat yang cukup juga sangat diperlukan untuk menjaga stamina dan kesehatan ibu, sekaligus mendukung perkembangan janin yang optimal.
9 Tips Menjaga Kesehatan Ibu Hamil dan Janin Dalam Kandungan :
- Makan makanan bergizi
Kondisi kesehatan selama kehamilan sangat bergantung pada pola hidup sehat yang diterapkan ibu hamil. Isilah piring makan Anda dengan variasi makanan sehat yang bergizi tinggi untuk mendukung kesehatan diri sendiri juga janin dalam kandungan. Bagi ibu, makan makanan bergizi dapat membantu menambah stamina, menghindari risiko komplikasi kehamilan, mengontrol berat badan saat hamil tetap sehat. Dengan menerapkan pola makan yang sehat, kesehatan ibu hamil akan jauh lebih baik.
Selain itu, ibu hamil yang menerapkan pola makan sehat juga cenderung terhindar dari depresi saat hamil. Pasalnya, makanan bergizi membantu menstabilkan mood ibu sepanjang kehamilan. Makan makanan bernutrisi sejak kehamilan muda juga bantu mempersiapkan kesehatan ibu hamil secara maksimal menjelang persalinan.
Asupan gizi yang bervariasi tapi tetap seimbang juga mendukung kelancaran proses tumbuh kembang bayi dan kesehatan ibu hamil. Tidak lupa, asupan makanan bergizi dapat membantu menjaga berat janin tetap sehat serta mencegah risiko bayi mengalami cacat lahir.
Makanan bernutrisi yang wajib dikonsumsi agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga adalah:
- Makanan berprotein, seperti telur yang dimasak matang, dada ayam, dan gandum utuh (roti gandum dan beras merah).
- Makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah jeruk, jambu biji dan stroberi.
- Makanan dan minuman mengandung kalsium, seperti susu yang dipasteurisasi dan sayuran berwarna hijau.
- Makanan kaya zat besi, seperti brokoli dan kacang-kacangan.
- Makanan yang mengandung lemak sehat, misalnya ikan salmon (dimasak matang) dan buah alpukat.
- Makanan yang mengandung asam folat, seperti kuning telur dan bayam.
Sementara itu, agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga, hindari makan daging setengah matang, jeroan hewan, dan makanan cepat saji yang tinggi lemak trans selama ibu hamil menjalani pola hidup sehat. Hindari juga makan ikan yang mengandung tinggi merkuri selama hamil, seperti ikan tuna, ikan makarel, dan ikan pedang agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga.
- Minum vitamin prenatal
Minum vitamin prenatal dianjurkan untuk menjaga kesehatan ibu hamil sebagai salah satu usaha dalam menjalani pola hidup sehat. Asupan nutrisi untuk ibu hamil sebetulnya banyak tercukupi dari makanan sehari-hari. Namun, vitamin dapat membantu memenuhi sekaligus memberikan nutrisi tambahan yang dibutuhkan janin dalam kandungan.
Vitamin hamil pada umumnya mengandung asam folat dari vitamin B. Asam folat berperan penting dalam perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Asam folat juga bermanfaat untuk mencegah risiko bayi lahir cacat dan menjaga kesehatan ibu hamil.
Vitamin ini baiknya wajib diminum mulai sejak sebelum hamil. Konsultasikan dengan dokter tentang vitamin prenatal apa yang Anda benar-benar butuhkan. Jika minum vitamin hamil bikin ibu mual, coba minum di waktu malam hari atau kunyah permen karet ketika mulai merasa mual.
- Olahraga rutin
Hamil bukan menjadi alasan untuk tidak berolahraga. Olahraga masih menjadi bagian penting dari pola hidup sehat ibu hamil untuk menjaga kesehatan selama kehamilan. Olahraga membantu melancarkan sirkulasi darah serta oksigen dalam tubuh, memperkuat otot, dan mengurangi stres saat hamil. Olahraga juga mendukung kecerdasan bayi sejak dalam kandungan.
Usahakan menyempatkan waktu 30 menit setiap hari untuk berolahraga demi kebaikan kesehatan ibu hamil. Ada banyak pilihan olahraga yang aman untuk ibu hamil. Namun, Anda tidak perlu berolahraga yang berat. Kegiatan fisik ringan seperti jalan santai, renang, atau bahkan yoga, umumnya aman dilakukan sepanjang usia kehamilan.
- Berhenti merokok dan minum alcohol
Demi menjaga kesehatan ibu hamil dan kandungannya selama 9 bulan ke depan, hindari merokok dan minum minuman beralkohol. Merokok dan/atau minum alkohol saat hamil dapat meningkatkan risiko keguguran. Dua kebiasaan buruk ini juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, lahir mati, lahir cacat, atau lahir dengan berat badan rendah. Maka, pastikan menjalani pola hidup sehat ibu hamil yang bebas rokok dan alkohol.
- Menjaga berat badan tetap ideal
Setiap wanita yang sedang mengandung dianjurkan untuk makan makanan bergizi demi kesehatan ibu saat hamil. Selain untuk menjaga kesehatan, makan teratur juga bertujuan untuk menambah berat badan ibu hamil agar ideal.
Ibu yang punya berat badan normal sebelum hamil disarankan untuk menaikkan berat badan hingga 11,5-16 kg selama hamil. Sementara jika Anda bertubuh sangat kurus sejak sebelum hamil, berat badan harus ditambah 13-18 kg selama hamil. Kenaikan berat badan sangat berpengaruh pada kesehatan ibu hamil dan bayi. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, pertambahan berat badan menunjukkan kebaikan status gizi ibu hamil dan perkembangan janin di dalam kandungan. Idealnya, Anda disarankan untuk menambah 300 kalori per hari guna menambah berat badan dan menjaga kesehatan ibu hamil.
Namun, bukan berarti ibu hamil bisa makan sebanyak-banyaknya. Frekuensi waktu makan, porsi, dan jenis makanannya harus benar-benar diperhatikan agar tidak sampai kelebihan berat badan dan mengganggu kesehatan ibu hamil.
Kelebihan berat badan saat hamil dapat mengacaukan pola hidup sehat Ibu yang telah dijalankan. Maka, sebaiknya konsultasi ke dokter kandungan untuk mendapatkan rekomendasi bagaimana cara menjaga berat badan ideal saat hamil. Dokter dapat membantu menyusun rencana pola makan sehat yang benar sekaligus mencegah Anda dari komplikasi seperti diabetes gestasional.
- Cukup minum air putih
Untuk menjaga kesehatan ibu hamil, dianjurkan cukup minum air putih cukup setiap hari. Asupan cairan yang mencukupi bantu melancarkan aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh, termasuk ke dalam rahim untuk diterima janin. Selain itu, menjaga pola hidup sehat ibu hamil dengan rajin minum air putih juga bisa meningkatkan sistem imun kesehatan.
Tak hanya itu, kebiasan ini juga bantu mencegah berbagai macam masalah kesehatan pada ibu hamil. Adapun berbagai masalah yang bisa dicegah yaitu, dehidrasi, kelelahan, anemia, sembelit, wasir, dan infeksi saluran kencing.
Usahakan minum air 8 sampai 10 gelas sehari. Agar tidak bosan minum air putih yang terasa hambar, coba tambahkan potongan lemon, stroberi, atau jeruk nipis untuk menambah kesegarannya.
- Rajin cuci tangan
Mencuci tangan pakai sabun adalah kebiasaan yang wajib dimasukkan ibu hamil saat menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Selalu cuci tangan setelah dari toilet, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan setelah masak, serta sesudah memegang barang atau fasilitas umum.
Rajin cuci tangan dapat membantu membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit yang rawan menyerang selama kehamilan. Berbagai bakteri yang rentang menyerang yaitu, streptokokus Grup B, cytomegalovirus, hingga toksoplasmosis.
Infeksi serius tertentu yang dialami ibu saat hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi serta risiko bayi lahir cacat. Hal ini tentu dapat mengganggu kesehatan tak hanya pada ibu hamil tetapi juga janin. Jika tidak ada sumber air bersih, Anda bisa siap sedia menggunakan gel cuci tangan (hand sanitizer) yang mengandung etil alkohol agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga.
- Tidur cukup
Salah satu bagian penting dari pola hidup sehat ibu hamil yang sering terlupakan adalah cukup tidur. Sayangnya selama hamil, Anda akan lebih mudah ngantuk di siang hari dan sulit tidur di malam hari akibat perubahan hormon.
Masalah ini kemudian membuat Anda jadi kurang tidur akibat jadwal tidur yang tidak menentu. Parahnya lagi, kurang tidur selama kehamilan dikaitkan dengan komplikasi seperti preeklampsia dan berisiko lahir caesar. Solusinya, segera tidurlah begitu Anda merasa capek atau ngantuk. Sering-seringlah tidur siang untuk mencukupi waktu tidur Anda.
Ibu hamil sebenarnya malah dianjurkan untuk tidur malam lebih lama dari biasanya selama trimester pertama kehamilan. Banyak tidur juga dianjurkan untuk membantu proses persalinan lebih lancar dan membuat kesehatan ibu hamil terjaga dengan baik. Menurut American Pregnancy Association, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar ibu hamil tidur cukup sehingga kesehatan tubuhnya tetap terjaga:
- Mencoba posisi tidur baru.
- Sebelum tidur, coba mandi air hangat dan minta pasangan memijat tubuh Anda yang pegal-pegal.
- Atur suhu ruangan dan cahaya di kamar senyaman mungkin
- Cobalah teknik relaksasi, seperti yang mungkin telah Anda pelajari di kelas persalinan.
- Apabila masih sulit tidur, coba untuk membaca buku, makan makanan kecil seperti buah, atau minum susu hangat
- Berolahraga secara teratur di siang hari juga dapat membuat tidur malam jadi tidak sulit
- Sempatkan tidur siang sebentar sekitar 15 menit per hari. Tidur siang terlalu lama malah bisa bikin ibu hamil jadi sulit tidur di malam hari.
- Hindari stres berlebih
Alasan kenapa tidur sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil karena salah satu manfaat pentingnya yaitu meredakan stres. Stres berat yang mengganggu pikiran dan batin ibu hamil dapat memengaruhi perkembangan bayi di dalam kandungan.
Untuk itu, coba cari tahu dulu apa yang menyebabkan Anda stres. Curahkan uneg-uneg Anda pada orang terdekat atau pasangan agar semua beban pikiran dapat berkurang. Setelahnya, Anda bisa mencoba teknik pernapasan dalam atau meditasi untuk menghilangkan stres. Yoga saat hamil juga sama baiknya untuk membunuh rasa penat dalam jiwa, lho!
Sempatkanlah waktu untuk melakukan hal yang Anda suka dan baik untuk kesehatan agar Ibu tidak stres selama hamil. Menonton TV, mendengarkan musik, jalan-jalan bersama pasangan atau teman, hingga merajut bisa jadi pilihan kegiatan untuk mengatasi stres yang mengganggu.
Jika stres Anda tidak tertahankan, carilah terapis atau psikolog untuk membantu Anda mencari akar masalah dan menyelesaikannya. Jika Anda merasa kesulitan menerapkan pola hidup sehat yang telah disebutkan, mintalah dukungan dari pasangan agar semuanya terasa lebih ringan untuk dijalani.
Kesimpulannya, menjaga kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan memerlukan perhatian yang menyeluruh, baik dari aspek fisik maupun mental. Pemenuhan nutrisi seimbang, kecukupan cairan, aktivitas fisik yang sesuai, serta istirahat yang cukup merupakan faktor penting dalam mendukung kehamilan yang sehat. Selain itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin, konsumsi suplemen sesuai anjuran, serta menghindari zat berbahaya menjadi langkah preventif untuk mencegah komplikasi.
Di sisi lain, kesehatan psikologis ibu dan kemampuan mengenali tanda bahaya kehamilan juga berperan penting dalam menjaga keselamatan ibu dan janin. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemantauan secara teratur, diharapkan ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan optimal serta melahirkan bayi yang sehat dan berkualitas.
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
Tips GIZI SEimbang PADA IBU HAMIL
Disusun Oleh : Sri Lestari ( Dosen S1 Kebidanan Unibersitas Telogorejo Semarang )
Kehamilan merupakan suatu proses faali yang menjadi awal kehidupan generasi berikut. Pencegahan masalah gizi pada ibu hamil merupakan hal penting dilaksanakan mulai dari menjaga kesehatan dan status gizinya saat sebelum dan selama kehamilan, dilanjutkan dengan setelah melahirkan dan masa menyusui. Salah satu kebutuhan esensial untuk proses reproduksi sehat adalah terpenuhinya kebutuhan energi, protein, karbohidrat, vitamin, mineral dan cairan (termasuk air) serta serat yang cukup baik kuantitas maupun kualitas.
Standar kebutuhan zat gizi berdasarkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia pada kelompok perempuan usia 19-49 tahun berkisar 2150 - 2250 kkal dan protein 60 gram per hari. Pada ibu hamil normal diperlukan tambahan energi sebesar 180 – 300 kkal dan protein mencapai 30 gram per hari. Untuk memperoleh penambahan berat badan sebesar 0.5 kg/minggu, termasuk untuk ibu hamil KEK, dibutuhkan tambahan asupan energi sebesar 500 kkal/hari dari asupan energi hariannya, dimana kurang dari 25% kandungan energi dalam makanan tambahan berasal dari protein.
Pemenuhan gizi seimbang pada ibu hamil merupakan faktor penting dalam menunjang kesehatan ibu serta pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal. Selama masa kehamilan, kebutuhan nutrisi meningkat karena tubuh tidak hanya memenuhi kebutuhan ibu, tetapi juga janin yang sedang berkembang. Oleh karena itu, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, dan seimbang setiap hari.
Asupan karbohidrat sebagai sumber energi utama tetap diperlukan, seperti nasi, roti, atau umbi-umbian. Selain itu, protein memiliki peran penting dalam pembentukan jaringan tubuh janin dan plasenta, sehingga ibu hamil dianjurkan mengonsumsi sumber protein baik hewani seperti ikan, telur, dan daging, maupun nabati seperti tahu dan tempe. Lemak sehat juga dibutuhkan untuk perkembangan otak janin, yang dapat diperoleh dari alpukat, kacang-kacangan, dan ikan berlemak.
Mikronutrien tidak kalah penting dalam kehamilan. Asam folat berperan dalam mencegah cacat tabung saraf pada janin, sehingga sangat dianjurkan dikonsumsi sejak awal kehamilan melalui sayuran hijau dan suplemen. Zat besi dibutuhkan untuk mencegah anemia dan mendukung peningkatan volume darah ibu, sedangkan kalsium penting untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Vitamin dan mineral lain seperti vitamin C, vitamin D, dan zinc juga mendukung daya tahan tubuh ibu serta perkembangan janin.
Selain memperhatikan jenis makanan, pola makan juga perlu diatur. Ibu hamil dianjurkan makan dalam porsi kecil tetapi sering untuk mengurangi keluhan seperti mual dan menjaga kestabilan energi. Kebersihan makanan harus dijaga dengan menghindari makanan mentah atau setengah matang guna mencegah infeksi. Konsumsi air putih yang cukup juga sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Dengan menerapkan pola gizi seimbang yang mencakup variasi makanan, kecukupan zat gizi makro dan mikro, serta pola makan yang teratur, ibu hamil dapat menjaga kesehatannya sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal hingga masa persalinan.
Panduan Gizi Seimbang Ibu Hamil
- Melakukan pemeriksaan kehamilan/ANC rutin
- Selama hamil makan 3 kali makanan utama ditambah dengan 1-2 kali makanan selingan dalam sehari sesuai dengan anjuran porsi makan ibu hamil
- Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) atau suplementasi zat gizi mikro lainnya selama masa hamil
- Cukup konsumsi air putih
- Mengonsumsi garam beriodium
- Pada kondisi tertentu seperti mual pada trimester pertama dan mudah kenyang pada trimester akhir, maka konsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering. Buah dan sayur harus masuk dalam menu sehari-hari ibu.
- Mengonsumsi makanan tambahan
- Membatasi konsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya
- Membatasi konsumsi makanan yang mengandung tinggi gula, garam, dan lemak
- Menghindari konsumsi makanan yang merangsang pencernaan
- Rutin memantau pertambahan berat badan
- Cukup istirahat
- Disiplin dalam penerapan hidup bersih dan sehat
Beragam Tips Diet Ibu Hamil yang Dianjurkan
Selama ibu hamil mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi seimbang secukupnya, maka kenaikan berat badan tidak perlu dikhawatirkan. Bahkan, ibu hamil dianjurkan makan 3 kali sehari dengan 3 kali konsumsi camilan sehat secara teratur untuk memastikan kebutuhan gizi Bumil dan janin terpenuhi.
Namun, Bumil tidak boleh asal makan. Nutrisi dan kebutuhan kalori harian harus dipenuhi. Baru kemudian Bumil dapat menyesuaikannya dengan menu makanan Bumil sehari-hari. Pastikan diet atau pola makan yang Bumil jalani tetap mengandung nutrisi yang Bumil butuhkan.
Berikut adalah asupan nutrisi yang perlu diperhatikan dalam diet ibu hamil:
Asam folat
Asupan asam folat yang cukup sangat penting untuk tumbuh kembang janin. Asam folat juga dapat menurunkan risiko janin mengalami bibir sumbing dan cacat tabung saraf, seperti spina bifida. Sajian diet ibu hamil yang kaya asam folat antara lain adalah telur, bayam, brokoli, pisang, dan susu.
Zat besi
Tidak hanya asam folat, makanan yang mengandung zat besi juga penting bagi ibu hamil. Hal ini karena kebutuhan zat besi selama kehamilan akan meningkat, seiring dengan pertambahan volume darah untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke janin.
Bumil bisa mengonsumsi bayam, daging ayam, daging sapi, dan kacang-kacangan untuk mencukupi asupan zat besi. Jangan lupa pula untuk memastikan asupan vitamin C terpenuhi, guna memaksimalkan penyerapan zat besi.
Yodium
Yodium merupakan mineral yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Kurangnya asupan yodium dapat meningkatkan risiko janin mengalami gangguan perkembangan mental dan hipotiroidisme kongenital. Contoh makanan yang kaya akan yodium adalah daging sapi, telur, susu, rumput laut, dan garam.
Selain tiga nutrisi penting di atas, Bumil juga perlu mengonsumsi makanan lainnya yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Bila perlu, dokter kandungan dapat merekomendasikan suplemen kehamilan untuk mendukung kesehatan Bumil dan janin.
Diet ibu hamil bukan hanya berarti menurunkan berat badan, tetapi memperbaiki asupan nutrisi demi memastikan kehamilan berlangsung dengan sehat. Timbang berat badan dan IMT sebelum hamil, agar Bumil dapat mengetahui berapa pertambahan berat badan yang disarankan selama kehamilan.
Jika Bumil memiliki kondisi medis tertentu, termasuk tekanan darah tinggi atau diabetes, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memastikan cara diet ibu hamil yang sesuai. Pemeriksaan kehamilan rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh dokter juga penting untuk memantau tumbuh kembang janin dan memastikan kehamilan berjalan dengan lancar serta sehat.
Kesimpulannya, pemenuhan gizi seimbang pada ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan janin secara optimal. Asupan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta zat gizi mikro seperti asam folat, zat besi, dan kalsium harus terpenuhi melalui pola makan yang beragam dan bergizi. Selain itu, pengaturan pola makan, menjaga kebersihan makanan, serta mencukupi kebutuhan cairan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kehamilan.
Dengan menerapkan gizi seimbang secara konsisten, ibu hamil dapat mencegah berbagai risiko komplikasi serta meningkatkan peluang melahirkan bayi yang sehat dan berkualitas.
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
Tips CEGAH BABY BLUES PASCA PERSALINAN
Disusun Oleh : dr. Edi Wibowo , SpOG ( Dosen S1 Kebidanan Unibersitas Telogorejo Semarang )
Baby blues merupakan kondisi perubahan suasana hati yang sering dialami ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih, cemas, mudah menangis, dan kelelahan. Kondisi ini umumnya terjadi akibat perubahan hormon, kelelahan fisik, serta adaptasi terhadap peran baru sebagai seorang ibu. Oleh karena itu, pencegahan baby blues sangat penting dilakukan sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan.
Salah satu cara utama untuk mencegah baby blues adalah dengan menjaga kondisi fisik ibu tetap baik. Ibu perlu mendapatkan istirahat yang cukup, meskipun hal ini sering menjadi tantangan setelah melahirkan. Mengatur waktu tidur saat bayi tidur dapat membantu mengurangi kelelahan. Selain itu, pemenuhan nutrisi yang seimbang juga sangat penting untuk menjaga energi dan kestabilan emosi ibu.
Dukungan dari suami, keluarga, dan lingkungan sekitar memiliki peran yang sangat besar dalam mencegah baby blues. Ibu membutuhkan bantuan dalam merawat bayi maupun dalam pekerjaan rumah tangga agar tidak merasa terbebani. Komunikasi yang baik dengan pasangan juga dapat membantu ibu mengekspresikan perasaan dan mengurangi tekanan emosional.
Selain itu, ibu dianjurkan untuk tidak memendam perasaan. Berbagi cerita dengan orang terdekat atau tenaga kesehatan dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Melakukan aktivitas ringan yang menyenangkan, seperti berjalan santai atau melakukan hobi, juga dapat membantu meningkatkan suasana hati.
Penting juga bagi ibu untuk memahami bahwa perasaan tidak nyaman setelah melahirkan adalah hal yang wajar dan bersifat sementara. Namun, jika perasaan sedih berlangsung lama, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, ibu perlu segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan dukungan yang optimal, pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional, serta kesiapan mental dalam menghadapi peran baru, risiko terjadinya baby blues dapat diminimalkan sehingga ibu dapat menjalani masa nifas dengan lebih sehat dan bahagia.
Ragam Penyebab Baby Blues
Meski penyebab baby blues belum diketahui secara pasti, kondisi ini diduga berkaitan dengan dampak dari perubahan fisik dan emosional setelah melahirkan. Nah, beberapa riset sejauh ini juga menemukan bahwa ada beberapa faktor yang mungkin bisa menyebabkan seorang ibu lebih berisiko mengalami baby blues, yaitu:
1. Perubahan hormon
Setelah melahirkan, tubuh akan mengalami perubahan kadar hormon yang cukup drastis, termasuk penurunan hormon estrogen dan progesteron. Hal ini dapat memicu terjadinya perubahan suasana hati atau mood swing serta perasaan lelah dan tertekan, sehingga menyebabkan baby blues.
Biasanya, hormon akan kembali normal dalam waktu beberapa minggu setelah melahirkan. Hal ini kemudian akan membuat mood ibu menjadi lebih stabil setelahnya.
2. Sulit beradaptasi
Sulit beradaptasi dengan perubahan yang ada dan tanggung jawab baru sebagai ibu juga bisa menjadi salah satu penyebab baby blues. Banyak ibu baru yang merasa kewalahan untuk mengurus segalanya sendiri, termasuk mengurus kebutuhan buah hati.
3. Kurang tidur
Siklus tidur bayi baru lahir yang belum teratur menyebabkan ibu harus terjaga sepanjang malam dan akhirnya menyita banyak waktu tidurnya. Terus-menerus kurang tidur akan membuat ibu kelelahan yang bisa memicu munculnya gejala baby blues, seperti perasaan sedih dan mudah tersinggung.
4. Riwayat gangguan kesehatan mental
Penyebab baby blues lainnya adalah riwayat gangguan kesehatan mental. Ibu yang memiliki riwayat gangguan kesehatan mental, seperti depresi, bipolar, atau gangguan kecemasan, lebih berisiko mengalami baby blues setelah melahirkan.
Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), para ibu dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk membantu mencegah baby blues:
Persiapkan sebelum melahirkan.
Salah satu persiapan yang paling penting adalah finansial. Persiapan yang matang sebelum melahirkan dapat mengurangi tekanan finansial yang mungkin terjadi pasca kelahiran bayi. Selain keuangan, persiapkan juga kesehatan fisik dan mental. Melalui perencanaan yang matang, para ibu dapat fokus pada kesejahteraan dirinya dan anak-anaknya tanpa menimbulkan beban yang tidak semestinya.
Komunikasi dan pembagian tugas
Melalui komunikasi yang terbuka, suami dapat memberikan dukungan emosional yang penting kepada ibu pasca melahirkan. Bersedia mendengarkan dapat membantu mengurangi stres pemicu baby blues.
Istirahat yang cukup
Ibu membutuhkan banyak waktu luang untuk memperlancar proses pemulihan pasca melahirkan. Cara ini dapat memulihkan tenaga, mengurangi rasa lelah dan mempercepat proses penyembuhan. Istirahat yang cukup juga dapat membantu menjaga keseimbangan hormonal. Dengan menjaga kestabilan hormonal, cara ini bisa mengurangi kemungkinan terjadinya perubahan suasana hati yang memicu baby blues.
Makanlah makanan yang bergizi
Cara berikutnya adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi, sehat dan seimbang. Ibu bisa mengonsumsi makanan kaya protein, seperti susu, keju, daging, ikan, yogurt, dan kacang-kacangan. Makanan kaya protein dapat mempercepat proses pemulihan dan menjaga bentuk tubuh. Protein juga dapat menunjang keseimbangan hormonal dan memberikan energi yang cukup bagi ibu menyusui.
Minta bantuan ahlinya, Jika langkah di atas tidak dapat mencegah timbulnya gejala postpartum blues pada ibu menyusui, konsultasikan dengan psikolog atau psikiater untuk mencari cara terbaik untuk mengatasinya.
Kesimpulannya, kesehatan psikologis ibu nifas merupakan aspek penting yang harus diperhatikan selain kesehatan fisik. Ibu yang mendapatkan dukungan emosional, istirahat yang cukup, serta lingkungan yang nyaman cenderung memiliki kondisi mental yang lebih stabil dan mampu beradaptasi dengan peran barunya sebagai seorang ibu.
Perasaan tenang, bahagia, dan merasa didukung akan membantu ibu dalam merawat bayi dengan optimal serta membangun ikatan yang kuat dengan bayinya. Oleh karena itu, peran keluarga, terutama suami, serta tenaga kesehatan sangat penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis ibu nifas agar terhindar dari gangguan seperti baby blues maupun depresi postpartum.
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
BPLT (Basic Pharmaceutical Leadership Training) Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap Inovasi dan Perubahan
Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Universitas Telogorejo Semarang
menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) yaitu BPLT (Basic Pharmaceutical
Leadership Training) dengan tema “Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era
Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap
Inovasi dan Perubahan”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar
mengenai kepemimpinan dan manajemen organisasi, serta meningkatkan wawasan peserta
tentang strategi kepemimpinan yang efektif dan adaptif di era digital. Selain itu, peserta
dibekali kemampuan pengelolaan organisasi secara sistematis serta didorong memanfaatkan
teknologi digital, sekaligus mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim,
dan manajerial.
Kegiatan ini diselenggarakan pada 4 April 2026 oleh HIMAFA Universitas
Telogorejo Semarang yang wajib diikuti oleh Mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi Tingkat
I (Semester 2) yang dihadiri oleh 155 peserta yang hadir secara luring (offline) di
Auditorium Lantai 4 Universitas Telogorejo Semarang serta ada pula peserta yang hadir
secara daring (online) melalui media Zoom Meeting, sehingga memungkinkan untuk
diakses oleh peserta dimanapun dan diunggah pada kanal Youtube HIMAFA Telogorejo
Semarang. Kegiatan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) ini diselenggarakan sebagai salah satu
upaya untuk memenuhi ketentuan dan kesepakatan yang telah ditetapkan dalam proses
pengkaderan, guna memperoleh status sebagai anggota penuh ISMAFARSI.
BPLT dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Telogorejo Semarang, dr. Swanny
Trikajanti Widyaatmadja, M. Kes., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan
bahwa menjadi mahasiswa farmasi bukan hanya soal belajar teori dan praktik di
laboratorium, tetapi bagaimana mahasiswa dapat berani berorganisasi, berprestasi, dan
menyiapkan diri menghadapi dunia yang terus berubah. Lebih dari itu mahasiswa juga sedang
membanguun jati diri sebagai calon pemimpin di bidang kesehatan. Pemimpin yang tidak
hanya cerdas secara akademik tetapi juga tangguh dalam berorganisasi, mampu bekerja sama,
dan adaptif terhadap perubahan zaman. Beliau berharap bahwa semua peserta dapat
mendalami segala yang disampaikan dengan narasumber dengan baik sehingga berguna
sebagai bekal wawasan organisasi mahasiswa.
Ten Stars of Pharmacist
apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med.
apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med memaparkan materi mengenai Ten Stars of
Pharmacist, yaitu sepuluh peran utama yang harus dimiliki oleh seorang apoteker dalam
menjalankan profesinya. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa apoteker tidak hanya
berfokus pada obat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan secara
menyeluruh, mulai dari care giver, decision maker, communicator, manager, life-long learner,
teacher, leader, researcher, entrepreneur, hingga agent of positive change. Melalui
peran-peran tersebut, apoteker diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal,
mengambil keputusan berbasis bukti, berkomunikasi dengan baik, terus mengembangkan diri,
serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan
masyarakat.
Wawasan ISMAFARSI
Nabila Salzabil
Nabila Salzabil selaku SK Kastrad ISMAFARSI JOGLOSEPUR membahas tentang
Wawasan ISMAFARSI sebagai organisasi nasional mahasiswa farmasi di Indonesia yang
berbentuk konfederasi dari berbagai lembaga eksekutif mahasiswa farmasi. Organisasi ini
bertujuan untuk menyatukan mahasiswa farmasi, meningkatkan kualitas dan profesionalisme,
serta menjadi wadah pengembangan diri. ISMAFARSI memiliki dasar hukum seperti
AD/ART, SOP, dan peraturan lainnya, serta memiliki struktur organisasi yang terbagi dalam
wilayah-wilayah tertentu, termasuk anggota penuh dan peninjau. Selain itu, ISMAFARSI
juga menyediakan berbagai manfaat bagi anggotanya, seperti memperluas relasi,
meningkatkan soft skill, mendapatkan pengalaman organisasi, serta kesempatan berkontribusi
dalam kegiatan nasional maupun internasional.
Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi
Khilyatus Sa’adah
Khilyatus Sa’adah selaku SK Kesekretariatan ISMAFARSI JOGLOSEPUR
membahas tentang Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi. Kepemimpinan diartikan
sebagai kemampuan untuk mempengaruhi dan menginspirasi orang lain agar dapat mencapai
tujuan bersama. Terdapat berbagai teori kepemimpinan, seperti teori genetis, sosial, dan
gabungan, serta berbagai gaya kepemimpinan seperti demokratis, transformasional, hingga
otokratis. Selain itu, seorang pemimpin perlu memiliki keterampilan seperti komunikasi,
empati, dan kemampuan mengambil keputusan. Manajemen organisasi sendiri merupakan
proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya untuk
mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Organisasi menjadi wadah kerja sama yang
memiliki unsur seperti visi, struktur, aturan, dan partisipasi anggota. Secara keseluruhan,
kepemimpinan, manajemen, dan organisasi saling berkaitan, di mana kepemimpinan
mengarahkan, manajemen mengatur, dan organisasi menjadi tempat untuk mencapai tujuan
bersama.
International Pharmaceutical Students’ Federation & Student Exchange Programme
Moh. Arif. Sp
Moh. Arif. Sp selaku SK Eksternal ISMAFARSI JOGLOSEPUR menjelaskan tentang
(International Pharmaceutical Students’ Federation) IPSF dan Student Exchange
Programme (SEP), yaitu program pertukaran mahasiswa farmasi di tingkat internasional.
IPSF merupakan organisasi global yang menghubungkan mahasiswa farmasi di seluruh
dunia, termasuk ISMAFARSI sebagai bagian dari jaringannya. SEP memberikan kesempatan
kepada mahasiswa untuk mengikuti kegiatan seperti magang di industri, penelitian, rumah
sakit, maupun pengabdian masyarakat di negara lain. Dalam pelaksanaannya, peserta akan
mengikuti berbagai kegiatan seperti internship, city tour, serta acara penyambutan dan
perpisahan. Untuk mengikuti program ini, diperlukan persiapan seperti seleksi, kelengkapan
berkas, serta kesiapan finansial. Mahasiswa juga didorong untuk aktif mencari informasi,
berani mencoba, dan memulai dari kegiatan kecil sebagai langkah awal.
Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan BPLT, diselenggarakan
pre-test dan post-test bagi seluruh peserta. Pre-test dilakukan sebelum penyampaian materi
oleh pemateri, dengan tujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mahasiswa terkait
materi yang akan diberikan. Hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dasar
peserta sebelum menerima pembelajaran yang lebih mendalam. Selanjutnya, post-test
dilaksanakan setelah seluruh materi disampaikan, sebagai bentuk evaluasi untuk menilai
peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Melalui
perbandingan hasil pre-test dan post-test, panitia dapat mengetahui sejauh mana efektivitas
penyampaian materi serta tingkat keberhasilan peserta dalam menyerap informasi yang
diberikan. Dengan adanya kedua tahapan evaluasi ini, diharapkan proses pembelajaran dalam
kegiatan BPLT dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak yang optimal
dalam meningkatkan kualitas pengetahuan serta kesiapan peserta dalam mengikuti proses
pengkaderan selanjutnya.
Tips Perawatan tali pusat bayi baru lahir
Disusun Oleh : dr. Vira Ari Nindia Dewi, Sp.A ( Dosen S1 Kebidanan Unibersitas Telogorejo Semarang )
Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya infeksi. Tali pusat yang belum lepas adalah area yang sensitif sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan higienis. Prinsip utama dalam perawatan tali pusat adalah menjaga agar tetap bersih dan kering hingga akhirnya mengering dan terlepas dengan sendirinya.Ibu atau pengasuh harus selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh tali pusat. Hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya kuman yang dapat menyebabkan infeksi. Tali pusat tidak perlu diberikan ramuan atau bahan tradisional, cukup dibersihkan jika kotor menggunakan air bersih dan dikeringkan dengan kain atau kasa steril.
Selain itu, penting untuk menjaga agar tali pusat tetap kering dengan cara tidak menutupinya terlalu rapat. Popok bayi sebaiknya dilipat di bawah tali pusat agar tidak terkena urin atau feses. Jika tali pusat terkena kotoran, segera bersihkan dan keringkan dengan lembut.
Bayi tetap boleh dimandikan, namun perlu diperhatikan agar tali pusat segera dikeringkan setelah terkena air. Hindari penggunaan alkohol atau antiseptik tanpa anjuran tenaga kesehatan karena dapat memperlambat proses pengeringan.
Orang tua juga perlu mengenali tanda-tanda infeksi pada tali pusat, seperti kemerahan di sekitar pangkal tali pusat, bau tidak sedap, keluar cairan bernanah, atau bayi tampak demam dan rewel. Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan perawatan yang benar, tali pusat biasanya akan mengering dan lepas dengan sendirinya dalam waktu sekitar 5–14 hari setelah kelahiran. Perawatan yang baik akan membantu mencegah infeksi dan mendukung kesehatan bayi secara keseluruhan.
Cara Tepat Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir
Perawatan tali pusat bayi baru lahir tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada cara-cara tertentu agar anggota tubuh bayi yang satu ini tetap bersih dan kering. Cara-cara tersebut meliputi:
Menjaga tali pusat tetap bersih
Sebelum melakukan perawatan tali pusat bayi, jangan lupa untuk mencuci tangan Anda terlebih dahulu. Tali pusat tidak perlu dibersihkan dengan alkohol. Cukup bersihkan dengan air, jika memang tali pusat kotor. Tali pusat juga harus dikeringkan menggunakan kain yang lembut atau dengan mengipasinya hingga kering.
Penelitian terbaru menyebutkan bahwa tali pusat kemungkinan lebih cepat sembuh jika dibiarkan saja. Membasuhnya dengan alkohol, sabun, atau cairan antiseptik justru dapat mengiritasi kulit di sekitar tali pusat dan membuatnya sembuh lebih lama. Hindari juga memberikan minyak, bedak, jamu, atau obat herba tertentu di sekitar tali pusat
Menjaga tali pusat tetap kering
Biarkan tali pusat dalam kondisi terbuka tanpa ditutup dengan kasa kering maupun tertutup popok. Saat memakaikan popok bayi, usahakan tali pusat tidak tertutup popok. Hal ini bertujuan agar tali pusat tidak terkena air seni dan tinja bayi yang dapat menyebabkan infeksi.
Bayi juga perlu mengenakan pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat, sehingga sirkulasi udara berjalan dengan baik di kulitnya. Hindari juga memakaikan baju model bodysuit (yang menutupi seluruh tubuh) pada Si Kecil.
Biarkan tali pusat terlepas secara alami
Membiarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya adalah salah satu cara perawatan tali pusat yang benar. Jangan memaksa melepas tali pusat dengan menariknya karena dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi.
Selama tali pusat masih menempel, mandikan bayi dengan cara membasuh badannya menggunakan washlap atau spons mandi. Hindari merendam bayi di dalam bak mandi hingga tali pusat puput.
Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Perawatan Tali Pusat Bayi
Anda tak perlu khawatir jika melihat perubahan warna pada tali pusat bayi selama proses penyembuhannya.
Di masa awal setelah bayi dilahirkan, tali pusat biasanya berwarna kekuningan dan mengkilap. Seiring waktu, tali pusat akan mengering dan menyusut sampai akhirnya puput. Biasanya warna tali pusat akan menjadi cokelat, abu-abu, keunguan, kebiruan, lalu menjadi hitam.
Ketika tali pusar puput, mungkin akan ada sedikit darah di pusar Si Kecil. Jangan khawatir, hal ini juga normal. Selain itu, terkadang ada cairan bening atau kuning dan sisa jaringan di pusar yang disebut umbilical granulomas. Cairan ini dapat hilang dengan sendirinya.
Kondisi yang perlu diwaspadai dan perlu penanganan dokter adalah jika tali pusar bayi menunjukan tanda-tanda infeksi, seperti:
- Nanah di tali pusar
- Bayi demam
- Kulit di sekitar area tali pusat bengkak dan berwarna kemerahan
- Tali pusat berwarna kekuningan atau berbau tidak sedap
- Tali pusat mengalami perdarahan yang banyak dan terus-menerus
- Bayi menangis setiap kali tali pusat atau kulit di sekitarnya tersentuh
Perawatan tali pusat bayi baru lahir umumnya tidak terlalu sulit, hanya saja diperlukan kesabaran dalam merawatnya sampai tali pusat benar-benar puput. Jangan pernah memaksa melepasnya meski sudah tampak sembuh. Hal yang paling penting adalah merawat tali pusat bayi dengan benar, sehingga pelepasan tali pusat dan penyembuhannya bisa lebih cepat.
Namun, Si Kecil perlu diperiksa ke dokter anak jika tali pusatnya belum puput setelah 3–6 minggu. Pasalnya, hal ini bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan, seperti infeksi atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
Kesimpulannya, perawatan tali pusat bayi baru lahir harus dilakukan dengan prinsip kebersihan dan menjaga kondisi tetap kering agar terhindar dari risiko infeksi. Langkah-langkah sederhana seperti mencuci tangan sebelum perawatan, menjaga tali pusat tetap bersih dan tidak lembap, serta menghindari penggunaan bahan atau ramuan tanpa anjuran tenaga kesehatan merupakan kunci utama dalam perawatan yang benar.
Selain itu, penting bagi orang tua untuk selalu memantau kondisi tali pusat dan mengenali tanda-tanda infeksi sejak dini agar dapat segera ditangani. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, tali pusat akan mengering dan lepas secara alami, sehingga kesehatan bayi tetap terjaga dengan optimal.
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
Mudik Lebaran dan Ancaman Penularan Campak pada Anak
Ns. Siti Lestari, M.Kep., Sp.Kep.An ( Dosen S-1 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang )
Menjelang musim mudik dan pertemuan keluarga pada perayaan Lebaran, kewaspadaan terhadap penyakit menular pada anak perlu kembali ditingkatkan. Mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode tersebut berpotensi mempercepat penyebaran berbagai penyakit infeksi, salah satunya campak. Hingga saat ini, infeksi virus campak masih menjadi persoalan kesehatan anak di berbagai wilayah Indonesia dan bahkan menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus dalam satu tahun terakhir.
Situasi epidemiologi campak di Indonesia menunjukkan perkembangan yang patut menjadi perhatian serius. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium serta 69 kasus kematian. Memasuki awal tahun 2026, tren peningkatan kasus masih terus terjadi. Hingga minggu ke-7 tahun 2026 dilaporkan 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian, disertai penetapan 21 kejadian luar biasa (KLB) di berbagai daerah.
Data surveilans nasional menunjukkan bahwa hingga minggu ke-8 tahun 2026 jumlah kasus meningkat menjadi sekitar 10.453 kasus suspek dengan sedikitnya 6 kematian. Angka tersebut menandakan bahwa penularan campak masih aktif terjadi di masyarakat dan berpotensi meningkat apabila upaya pencegahan tidak segera diperkuat. Perkembangan kasus pada anak bahkan masih terus bertambah pada awal Maret 2026.
Peningkatan kasus ini tidak dapat dilepaskan dari menurunnya cakupan imunisasi campak-rubela dalam beberapa tahun terakhir. Ketika jumlah anak yang belum memperoleh kekebalan semakin besar, virus campak yang memiliki daya tular sangat tinggi akan dengan mudah menemukan kelompok anak yang rentan terinfeksi.
Dari Ruang Rawat Anak: Gambaran Kasus di Rumah Sakit Rujukan
Peningkatan kasus campak juga tercermin dalam praktik pelayanan kesehatan anak di berbagai rumah sakit rujukan. Di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, kasus campak pada anak masih rutin ditemukan baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap.
Fenomena serupa juga dilaporkan di RSUP Dr. Kariadi, RSUP Dr. Sardjito, serta RSUD Dr. Soetomo. Dalam praktik pelayanan pediatri di rumah sakit rujukan tersebut, sebagian besar anak yang dirawat karena campak diketahui memiliki riwayat imunisasi yang tidak lengkap atau bahkan belum pernah menerima vaksin campak.
Tidak sedikit anak yang datang ke rumah sakit dalam kondisi telah mengalami komplikasi. Komplikasi yang paling sering ditemukan adalah pneumonia atau radang paru, yang menjadi alasan utama anak memerlukan perawatan di rumah sakit. Selain itu, beberapa anak juga mengalami komplikasi lain seperti diare berat, dehidrasi, serta gangguan nutrisi.
Temuan klinis tersebut menunjukkan bahwa campak bukan sekadar penyakit ringan pada anak. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi infeksi serius yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Mengenali Tanda dan Gejala Campak pada Anak
Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Tingkat penularannya sangat tinggi; satu anak yang terinfeksi dapat menularkan penyakit kepada sekitar 8–12 anak lain yang belum memiliki kekebalan.
Gejala campak umumnya muncul 7–14 hari setelah anak terpapar virus. Pada tahap awal, keluhan sering menyerupai infeksi saluran napas biasa sehingga orang tua kerap terlambat mengenalinya.
Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- demam tinggi hingga lebih dari 39 °C
- batuk dan pilek yang menetap
- mata merah dan berair
- penurunan nafsu makan serta anak tampak lemas
- munculnya bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spot
- Setelah beberapa hari demam, biasanya muncul ruam kemerahan pada kulit yang dimulai dari wajah dan belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, badan, hingga seluruh tubuh. Ruam tersebut merupakan tanda khas campak dan umumnya masih disertai demam yang cukup tinggi.
Penanganan Awal Campak pada Anak
Hingga saat ini belum tersedia terapi antivirus khusus untuk menyembuhkan campak. Oleh karena itu, penanganan penyakit ini bersifat suportif, yaitu membantu tubuh anak melawan infeksi sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.
Pada kasus campak ringan, anak umumnya dapat dirawat di rumah dengan beberapa langkah sederhana, antara lain:
- memastikan anak memperoleh istirahat yang cukup
- memenuhi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi
- memberikan makanan bergizi guna menunjang proses pemulihan
- menurunkan demam menggunakan obat penurun panas sesuai anjuran tenaga kesehatan
Dalam praktik pelayanan kesehatan anak, pemberian vitamin A juga sering dilakukan karena terbukti dapat membantu menurunkan risiko komplikasi pada anak dengan campak. Anak yang sedang mengalami campak sebaiknya tetap beristirahat di rumah dan tidak melakukan kontak dengan anak lain hingga sekitar empat hari setelah ruam muncul, guna mencegah penularan.
Peran Keluarga dalam Mencegah Komplikasi
Peran keluarga sangat penting dalam proses pemulihan anak yang mengalami campak. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan perawatan yang tepat, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memantau perkembangan gejala setiap hari.
Perlu diketahui bahwa infeksi campak dapat menurunkan daya tahan tubuh anak selama beberapa minggu bahkan hingga beberapa bulan setelah sembuh. Pada masa tersebut, anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain sehingga pemenuhan nutrisi yang baik serta pemantauan kondisi kesehatan tetap diperlukan.
Orang tua juga perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, kejang, anak tidak mau minum atau makan, atau demam tinggi yang tidak kunjung turun.
Menjelang Lebaran 2026: Waspada Penularan Saat Mudik
Perayaan Lebaran selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat melalui tradisi mudik dan pertemuan keluarga besar. Perjalanan jarak jauh, kepadatan di transportasi umum, serta interaksi antaranggota keluarga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi, termasuk campak.
Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan menjelang musim mudik. Orang tua perlu memastikan anak telah memperoleh imunisasi campak secara lengkap sebelum melakukan perjalanan, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kontak dengan individu yang sedang sakit.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menghimbau pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di wilayah yang memiliki risiko tinggi. Dalam program tersebut, anak usia 9 hingga 59 bulan dianjurkan memperoleh vaksin campak booster guna meningkatkan kekebalan dan memutus rantai penularan di masyarakat.
Apabila anak mengalami demam yang disertai ruam kemerahan setelah perjalanan atau setelah menghadiri pertemuan keluarga, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Menjelang Lebaran 2026, upaya pencegahan menjadi semakin penting. Melalui imunisasi lengkap, kewaspadaan orang tua terhadap gejala awal penyakit, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, risiko penularan campak dapat ditekan. Kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci penting untuk melindungi anak-anak Indonesia dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Inovasi Model Bisnis: Kompas Strategis bagi UMKM di Arus Ekonomi Digital
Oleh: Ahmad Hafiyyan Shibghatalloh, S.E, M.M ( Dosen S-1 Kewirausahaan
Universitas Telogorejo Semarang )
Di tengah deru digitalisasi yang kian kencang, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merasa bahwa cukup dengan memiliki akun media sosial atau terdaftar di pasar daring, mereka telah berhasil melakukan transformasi digital. Namun, realitas yang sering kali tersembunyi di balik layar gawai adalah fenomena stagnasi bisnis yang tetap terjadi meski infrastruktur teknologi telah tersedia. Masalah mendasarnya bukanlah pada ketidaktahuan menggunakan alat digital, melainkan pada ketidakmampuan untuk merombak arsitektur nilai dalam bisnis itu sendiri. Inilah titik kruisial di mana inovasi model bisnis menjadi penentu apakah sebuah usaha akan sekadar bertahan hidup atau justru melesat naik kelas.
Dalam perspektif akademik dan praktis, inovasi model bisnis merujuk pada cara sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai tambah bagi konsumennya. Berbeda dengan inovasi produk yang hanya fokus pada barang fisik, inovasi model bisnis menuntut perubahan cara berpikir mengenai bagaimana seluruh elemen dalam bisnis saling terhubung—mulai dari kemitraan kunci hingga cara menjaring pendapatan. Bagi UMKM, tantangan terbesar bukanlah keterbatasan modal finansial, melainkan sering kali terjebak dalam model bisnis konvensional yang kaku. Padahal, ekonomi digital menawarkan ruang yang sangat luas bagi mereka yang berani mendobrak cara-cara lama yang kini mulai usang melalui pendekatan technopreneurship.
Pelaku UMKM masa kini perlu menyadari bahwa teknologi hanyalah sebuah pengungkit, sementara mesin penggeraknya adalah karakter wirausaha yang kuat dan cerdas secara bisnis. Karakter ini melibatkan kemampuan untuk melihat peluang di tengah krisis dan kesediaan untuk melakukan eksperimentasi secara terus-menerus. Di sinilah integrasi antara prinsip akuntansi untuk pengambilan keputusan dan insting kewirausahaan bertemu. Seorang pelaku usaha yang mumpuni tidak hanya melihat angka di atas kertas sebagai laporan beban, tetapi sebagai instrumen untuk memvalidasi apakah sebuah model bisnis baru layak dijalankan atau perlu segera diputar haluannya demi efisiensi jangka panjang.
Lebih jauh lagi, pemanfaatan matematika bisnis dalam pengambilan keputusan menjadi instrumen navigasi yang tidak boleh diabaikan. Seringkali, kegagalan UMKM dalam berinovasi disebabkan oleh keputusan yang hanya berdasar pada intuisi tanpa dukungan data yang presisi. Dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen digital, pelaku usaha dapat merancang skenario bisnis yang lebih tangguh terhadap fluktuasi pasar. Kemampuan untuk menerjemahkan angka menjadi strategi adalah kompetensi inti yang harus dimiliki agar UMKM tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya arus modal asing di platform digital.
Keindahan dari era ekonomi digital saat ini adalah rendahnya hambatan masuk bagi inovasi-inovasi yang bersifat disruptif. Seorang pelaku UMKM kini dapat membangun ekosistem bisnis yang ramping dengan memaksimalkan kolaborasi digital, tanpa harus memiliki aset fisik yang membebani neraca keuangan. Yang dibutuhkan adalah entrepreneurial mindset: sebuah cara berpikir yang mampu mengubah keterbatasan sumber daya menjadi keunggulan kompetitif. Proses ini sejatinya adalah sebuah perjalanan pencarian jati diri bisnis yang otentik, di mana setiap kegagalan dalam uji coba pasar bukan dianggap sebagai akhir, melainkan sebagai data berharga untuk menyempurnakan strategi ke depan.
Dukungan ekosistem pendidikan tinggi juga memegang peranan vital melalui model pembelajaran seperti flipped classroom yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menyerap teori, tetapi langsung mempraktikkan inovasi di lapangan. Sinergi antara dunia kampus dan pelaku usaha mikro diharapkan mampu melahirkan solusi kreatif atas problematika klasik seperti akses pasar dan rantai pasok. Ketika pengetahuan akademis tentang manajemen bisnis dan akuntansi diimplementasikan secara tepat guna, UMKM akan memiliki daya tahan yang jauh lebih tinggi terhadap guncangan ekonomi global.
Pada akhirnya, menaikkan kelas UMKM di Indonesia bukan sekadar memberikan bantuan modal atau pelatihan teknis secara sporadis. Diperlukan sinergi yang mendalam antara kebijakan pemerintah dan pendampingan akademis yang fokus pada penguatan fondasi model bisnis dan karakter wirausaha. Ketika pelaku UMKM sudah mampu merancang model bisnis yang adaptif dan inovatif, maka digitalisasi bukan lagi sekadar tren yang diikuti secara ikut-ikutan, melainkan menjadi senjata ampuh untuk memenangkan persaingan di pasar global yang semakin kompetitif.
Mudik Lebaran dan Ancaman Penularan Campak pada Anak
Disusn Oleh : Ns. Siti Lestari, M.Kep., Sp.Kep.An ( Dosen S1 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang )

Menjelang musim mudik dan pertemuan keluarga pada perayaan Lebaran, kewaspadaan terhadap penyakit menular pada anak perlu kembali ditingkatkan. Mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode tersebut berpotensi mempercepat penyebaran berbagai penyakit infeksi, salah satunya campak. Hingga saat ini, infeksi virus campak masih menjadi persoalan kesehatan anak di berbagai wilayah Indonesia dan bahkan menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus dalam satu tahun terakhir.
Situasi epidemiologi campak di Indonesia menunjukkan perkembangan yang patut menjadi perhatian serius. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium serta 69 kasus kematian. Memasuki awal tahun 2026, tren peningkatan kasus masih terus terjadi. Hingga minggu ke-7 tahun 2026 dilaporkan 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian, disertai penetapan 21 kejadian luar biasa (KLB) di berbagai daerah.
Data surveilans nasional menunjukkan bahwa hingga minggu ke-8 tahun 2026 jumlah kasus meningkat menjadi sekitar 10.453 kasus suspek dengan sedikitnya 6 kematian. Angka tersebut menandakan bahwa penularan campak masih aktif terjadi di masyarakat dan berpotensi meningkat apabila upaya pencegahan tidak segera diperkuat. Perkembangan kasus pada anak bahkan masih terus bertambah pada awal Maret 2026.
Peningkatan kasus ini tidak dapat dilepaskan dari menurunnya cakupan imunisasi campak-rubela dalam beberapa tahun terakhir. Ketika jumlah anak yang belum memperoleh kekebalan semakin besar, virus campak yang memiliki daya tular sangat tinggi akan dengan mudah menemukan kelompok anak yang rentan terinfeksi.
Dari Ruang Rawat Anak: Gambaran Kasus di Rumah Sakit Rujukan
Peningkatan kasus campak juga tercermin dalam praktik pelayanan kesehatan anak di berbagai rumah sakit rujukan. Di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, kasus campak pada anak masih rutin ditemukan baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap.
Fenomena serupa juga dilaporkan di RSUP Dr. Kariadi, RSUP Dr. Sardjito, serta RSUD Dr. Soetomo. Dalam praktik pelayanan pediatri di rumah sakit rujukan tersebut, sebagian besar anak yang dirawat karena campak diketahui memiliki riwayat imunisasi yang tidak lengkap atau bahkan belum pernah menerima vaksin campak.
Tidak sedikit anak yang datang ke rumah sakit dalam kondisi telah mengalami komplikasi. Komplikasi yang paling sering ditemukan adalah pneumonia atau radang paru, yang menjadi alasan utama anak memerlukan perawatan di rumah sakit. Selain itu, beberapa anak juga mengalami komplikasi lain seperti diare berat, dehidrasi, serta gangguan nutrisi.
Temuan klinis tersebut menunjukkan bahwa campak bukan sekadar penyakit ringan pada anak. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi infeksi serius yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Mengenali Tanda dan Gejala Campak pada Anak
Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Tingkat penularannya sangat tinggi; satu anak yang terinfeksi dapat menularkan penyakit kepada sekitar 8–12 anak lain yang belum memiliki kekebalan.
Gejala campak umumnya muncul 7–14 hari setelah anak terpapar virus. Pada tahap awal, keluhan sering menyerupai infeksi saluran napas biasa sehingga orang tua kerap terlambat mengenalinya.
Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- demam tinggi hingga lebih dari 39 °C
- batuk dan pilek yang menetap
- mata merah dan berair
- penurunan nafsu makan serta anak tampak lemas
- munculnya bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spot
- Setelah beberapa hari demam, biasanya muncul ruam kemerahan pada kulit yang dimulai dari wajah dan belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, badan, hingga seluruh tubuh. Ruam tersebut merupakan tanda khas campak dan umumnya masih disertai demam yang cukup tinggi.
Penanganan Awal Campak pada Anak
Hingga saat ini belum tersedia terapi antivirus khusus untuk menyembuhkan campak. Oleh karena itu, penanganan penyakit ini bersifat suportif, yaitu membantu tubuh anak melawan infeksi sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.
Pada kasus campak ringan, anak umumnya dapat dirawat di rumah dengan beberapa langkah sederhana, antara lain:
- memastikan anak memperoleh istirahat yang cukup
- memenuhi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi
- memberikan makanan bergizi guna menunjang proses pemulihan
- menurunkan demam menggunakan obat penurun panas sesuai anjuran tenaga kesehatan
Dalam praktik pelayanan kesehatan anak, pemberian vitamin A juga sering dilakukan karena terbukti dapat membantu menurunkan risiko komplikasi pada anak dengan campak. Anak yang sedang mengalami campak sebaiknya tetap beristirahat di rumah dan tidak melakukan kontak dengan anak lain hingga sekitar empat hari setelah ruam muncul, guna mencegah penularan.
Peran Keluarga dalam Mencegah Komplikasi
Peran keluarga sangat penting dalam proses pemulihan anak yang mengalami campak. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan perawatan yang tepat, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memantau perkembangan gejala setiap hari.
Perlu diketahui bahwa infeksi campak dapat menurunkan daya tahan tubuh anak selama beberapa minggu bahkan hingga beberapa bulan setelah sembuh. Pada masa tersebut, anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain sehingga pemenuhan nutrisi yang baik serta pemantauan kondisi kesehatan tetap diperlukan.
Orang tua juga perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, kejang, anak tidak mau minum atau makan, atau demam tinggi yang tidak kunjung turun.
Menjelang Lebaran 2026: Waspada Penularan Saat Mudik
Perayaan Lebaran selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat melalui tradisi mudik dan pertemuan keluarga besar. Perjalanan jarak jauh, kepadatan di transportasi umum, serta interaksi antaranggota keluarga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi, termasuk campak.
Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan menjelang musim mudik. Orang tua perlu memastikan anak telah memperoleh imunisasi campak secara lengkap sebelum melakukan perjalanan, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kontak dengan individu yang sedang sakit.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menghimbau pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di wilayah yang memiliki risiko tinggi. Dalam program tersebut, anak usia 9 hingga 59 bulan dianjurkan memperoleh vaksin campak booster guna meningkatkan kekebalan dan memutus rantai penularan di masyarakat.
Apabila anak mengalami demam yang disertai ruam kemerahan setelah perjalanan atau setelah menghadiri pertemuan keluarga, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Menjelang Lebaran 2026, upaya pencegahan menjadi semakin penting. Melalui imunisasi lengkap, kewaspadaan orang tua terhadap gejala awal penyakit, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, risiko penularan campak dapat ditekan. Kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci penting untuk melindungi anak-anak Indonesia dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
