Tak Berkategori
Career Coaching 2026: Bekali Mahasiswa Universitas Telogorejo Semarang Hadapi Dunia Kerja
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Telogorejo Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan Career Coaching 2026 dengan tema “Navigasi Karier: Mengatasi Tantangan untuk Mencapai Tujuan”. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi BEM dalam mendukung kesiapan karier mahasiswa agar lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif.
Acara ini menghadirkan narasumber profesional yang kompeten di bidangnya, yaitu Devina Puspa Wulandari, M.Psi., Psikolog serta Wulan Budi Asmoro. Melalui pemaparan materi yang inspiratif, kedua narasumber membagikan wawasan terkait pentingnya perencanaan karier sejak dini, strategi mengenali potensi diri, serta cara menghadapi berbagai tantangan dalam dunia profesional.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga insight praktis mengenai cara membangun personal branding, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperluas jaringan (networking) yang dapat menunjang perkembangan karier di masa depan. Penyampaian materi yang interaktif turut mendorong partisipasi aktif peserta, sehingga suasana diskusi menjadi lebih hidup dan aplikatif.
Kegiatan Career Coaching 2026 diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Telogorejo Semarang dengan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keterlibatan peserta dalam sesi tanya jawab yang membahas berbagai tantangan nyata yang kerap dihadapi saat memasuki dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, BEM Universitas Telogorejo Semarang berharap mahasiswa dapat memiliki kesiapan yang lebih matang, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga dari aspek mental dan strategi karier. Dengan demikian, lulusan Universitas Telogorejo Semarang diharapkan mampu menjadi individu yang unggul, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.
Ke depannya, BEM Universitas Telogorejo Semarang akan terus menghadirkan berbagai program pengembangan diri yang bermanfaat dan relevan bagi mahasiswa, sebagai upaya nyata dalam mendukung terciptanya generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.



Tips GIZI SEimbang PADA IBU HAMIL
Disusun Oleh : Sri Lestari ( Dosen S1 Kebidanan Unibersitas Telogorejo Semarang )
Kehamilan merupakan suatu proses faali yang menjadi awal kehidupan generasi berikut. Pencegahan masalah gizi pada ibu hamil merupakan hal penting dilaksanakan mulai dari menjaga kesehatan dan status gizinya saat sebelum dan selama kehamilan, dilanjutkan dengan setelah melahirkan dan masa menyusui. Salah satu kebutuhan esensial untuk proses reproduksi sehat adalah terpenuhinya kebutuhan energi, protein, karbohidrat, vitamin, mineral dan cairan (termasuk air) serta serat yang cukup baik kuantitas maupun kualitas.
Standar kebutuhan zat gizi berdasarkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia pada kelompok perempuan usia 19-49 tahun berkisar 2150 - 2250 kkal dan protein 60 gram per hari. Pada ibu hamil normal diperlukan tambahan energi sebesar 180 – 300 kkal dan protein mencapai 30 gram per hari. Untuk memperoleh penambahan berat badan sebesar 0.5 kg/minggu, termasuk untuk ibu hamil KEK, dibutuhkan tambahan asupan energi sebesar 500 kkal/hari dari asupan energi hariannya, dimana kurang dari 25% kandungan energi dalam makanan tambahan berasal dari protein.
Pemenuhan gizi seimbang pada ibu hamil merupakan faktor penting dalam menunjang kesehatan ibu serta pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal. Selama masa kehamilan, kebutuhan nutrisi meningkat karena tubuh tidak hanya memenuhi kebutuhan ibu, tetapi juga janin yang sedang berkembang. Oleh karena itu, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, dan seimbang setiap hari.
Asupan karbohidrat sebagai sumber energi utama tetap diperlukan, seperti nasi, roti, atau umbi-umbian. Selain itu, protein memiliki peran penting dalam pembentukan jaringan tubuh janin dan plasenta, sehingga ibu hamil dianjurkan mengonsumsi sumber protein baik hewani seperti ikan, telur, dan daging, maupun nabati seperti tahu dan tempe. Lemak sehat juga dibutuhkan untuk perkembangan otak janin, yang dapat diperoleh dari alpukat, kacang-kacangan, dan ikan berlemak.
Mikronutrien tidak kalah penting dalam kehamilan. Asam folat berperan dalam mencegah cacat tabung saraf pada janin, sehingga sangat dianjurkan dikonsumsi sejak awal kehamilan melalui sayuran hijau dan suplemen. Zat besi dibutuhkan untuk mencegah anemia dan mendukung peningkatan volume darah ibu, sedangkan kalsium penting untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Vitamin dan mineral lain seperti vitamin C, vitamin D, dan zinc juga mendukung daya tahan tubuh ibu serta perkembangan janin.
Selain memperhatikan jenis makanan, pola makan juga perlu diatur. Ibu hamil dianjurkan makan dalam porsi kecil tetapi sering untuk mengurangi keluhan seperti mual dan menjaga kestabilan energi. Kebersihan makanan harus dijaga dengan menghindari makanan mentah atau setengah matang guna mencegah infeksi. Konsumsi air putih yang cukup juga sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Dengan menerapkan pola gizi seimbang yang mencakup variasi makanan, kecukupan zat gizi makro dan mikro, serta pola makan yang teratur, ibu hamil dapat menjaga kesehatannya sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal hingga masa persalinan.
Panduan Gizi Seimbang Ibu Hamil
- Melakukan pemeriksaan kehamilan/ANC rutin
- Selama hamil makan 3 kali makanan utama ditambah dengan 1-2 kali makanan selingan dalam sehari sesuai dengan anjuran porsi makan ibu hamil
- Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) atau suplementasi zat gizi mikro lainnya selama masa hamil
- Cukup konsumsi air putih
- Mengonsumsi garam beriodium
- Pada kondisi tertentu seperti mual pada trimester pertama dan mudah kenyang pada trimester akhir, maka konsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering. Buah dan sayur harus masuk dalam menu sehari-hari ibu.
- Mengonsumsi makanan tambahan
- Membatasi konsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya
- Membatasi konsumsi makanan yang mengandung tinggi gula, garam, dan lemak
- Menghindari konsumsi makanan yang merangsang pencernaan
- Rutin memantau pertambahan berat badan
- Cukup istirahat
- Disiplin dalam penerapan hidup bersih dan sehat
Beragam Tips Diet Ibu Hamil yang Dianjurkan
Selama ibu hamil mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi seimbang secukupnya, maka kenaikan berat badan tidak perlu dikhawatirkan. Bahkan, ibu hamil dianjurkan makan 3 kali sehari dengan 3 kali konsumsi camilan sehat secara teratur untuk memastikan kebutuhan gizi Bumil dan janin terpenuhi.
Namun, Bumil tidak boleh asal makan. Nutrisi dan kebutuhan kalori harian harus dipenuhi. Baru kemudian Bumil dapat menyesuaikannya dengan menu makanan Bumil sehari-hari. Pastikan diet atau pola makan yang Bumil jalani tetap mengandung nutrisi yang Bumil butuhkan.
Berikut adalah asupan nutrisi yang perlu diperhatikan dalam diet ibu hamil:
Asam folat
Asupan asam folat yang cukup sangat penting untuk tumbuh kembang janin. Asam folat juga dapat menurunkan risiko janin mengalami bibir sumbing dan cacat tabung saraf, seperti spina bifida. Sajian diet ibu hamil yang kaya asam folat antara lain adalah telur, bayam, brokoli, pisang, dan susu.
Zat besi
Tidak hanya asam folat, makanan yang mengandung zat besi juga penting bagi ibu hamil. Hal ini karena kebutuhan zat besi selama kehamilan akan meningkat, seiring dengan pertambahan volume darah untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke janin.
Bumil bisa mengonsumsi bayam, daging ayam, daging sapi, dan kacang-kacangan untuk mencukupi asupan zat besi. Jangan lupa pula untuk memastikan asupan vitamin C terpenuhi, guna memaksimalkan penyerapan zat besi.
Yodium
Yodium merupakan mineral yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Kurangnya asupan yodium dapat meningkatkan risiko janin mengalami gangguan perkembangan mental dan hipotiroidisme kongenital. Contoh makanan yang kaya akan yodium adalah daging sapi, telur, susu, rumput laut, dan garam.
Selain tiga nutrisi penting di atas, Bumil juga perlu mengonsumsi makanan lainnya yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Bila perlu, dokter kandungan dapat merekomendasikan suplemen kehamilan untuk mendukung kesehatan Bumil dan janin.
Diet ibu hamil bukan hanya berarti menurunkan berat badan, tetapi memperbaiki asupan nutrisi demi memastikan kehamilan berlangsung dengan sehat. Timbang berat badan dan IMT sebelum hamil, agar Bumil dapat mengetahui berapa pertambahan berat badan yang disarankan selama kehamilan.
Jika Bumil memiliki kondisi medis tertentu, termasuk tekanan darah tinggi atau diabetes, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memastikan cara diet ibu hamil yang sesuai. Pemeriksaan kehamilan rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh dokter juga penting untuk memantau tumbuh kembang janin dan memastikan kehamilan berjalan dengan lancar serta sehat.
Kesimpulannya, pemenuhan gizi seimbang pada ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan janin secara optimal. Asupan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta zat gizi mikro seperti asam folat, zat besi, dan kalsium harus terpenuhi melalui pola makan yang beragam dan bergizi. Selain itu, pengaturan pola makan, menjaga kebersihan makanan, serta mencukupi kebutuhan cairan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kehamilan.
Dengan menerapkan gizi seimbang secara konsisten, ibu hamil dapat mencegah berbagai risiko komplikasi serta meningkatkan peluang melahirkan bayi yang sehat dan berkualitas.
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
UNTS Lakukan Campus Visit ke Multimedia University, Perkuat Peluang Kolaborasi Internasional
Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) kembali menunjukkan langkah progresif dalam memperluas jejaring internasional melalui kegiatan Exploring Collaboration & Visiting Campus ke Multimedia University. Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam membangun kemitraan global yang berkelanjutan di bidang pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, UNTS tidak hanya melakukan kunjungan akademik, tetapi juga berdiskusi secara langsung terkait peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama. Fokus utama meliputi penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan global saat ini.
Melalui interaksi ini, kedua institusi saling bertukar wawasan (insight sharing) mengenai sistem pembelajaran, pengelolaan institusi, hingga peluang program kolaboratif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan program internasional seperti pertukaran pelajar, kolaborasi riset, hingga kegiatan akademik bersama.
Pihak Universitas Telogorejo Semarang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas dan berkualitas bagi mahasiswa. Dengan adanya kerja sama lintas negara, mahasiswa diharapkan mampu memiliki perspektif global serta kesiapan dalam menghadapi tantangan dunia kerja internasional.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai kolaborasi strategis yang akan terus dikembangkan di masa mendatang. UNTS pun berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan membuka peluang baru guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Ke depan, Universitas Telogorejo Semarang akan terus menghadirkan berbagai program kolaborasi menarik sebagai bagian dari upaya menjadi kampus unggul dengan jejaring internasional yang kuat.
YUK! KENALI FAKTOR RESIKO KANKER SERVIKS
Disusun Oleh Ns. Dwi Fitriyanti, M.Kep. ( Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )

Kanker serviks merupakan penyakit kanker pada wanita yang banyak menyebabkan kematian. Berdasarkan data Kemenkes tahun 2019, terdapat kasus kanker serviks sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Sementara itu, berdasarkan data Globocan pada tahun 2020, di Indonesia terdapat 396.914 kasus baru kanker, dengan 234.511 kematian akibat kanker. Kematian akibat kanker diperkirakan akan terus meningkat hingga lebih dari 13,1 juta pada tahun 2030 jika tidak segera diantisipasi mulai sekarang.
Penyakit kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus, yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim dengan liang senggama (vagina). Penyebab utama kanker serviks adalah human papiloma virus (HPV). Agar kanker serviks dapat ditemukan pada stadium dini serta mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat untuk memberikan kesembuhan dan harapan hidup yang lebih lama, maka perlu adanya tindakan pencegahan dan deteksi dini kanker serviks yang meliputi pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pap smear. Pada umumnya kanker serviks baru menunjukkan gejala setelah tahap kronis dan sulit untuk disembuhkan. Oleh karena itu, perlu mengetahui faktor resiko kanker serviks untuk pencegahan tahap awal.
Berikut merupakan faktor resiko terjadinya kanker serviks:
- Melakukan hubungan seksual di usia kurang dari 20 tahun
Usia pertama kali melakukan hubungan seks <20 tahun memiliki peluang berisiko 3,8 kali lebih besar menderita kanker serviks dibanding dengan usia pertama kali melakukan hubungan seks ≥20 tahun. Menikah usia dini merupakan masalah kesehatan reproduksi, karena semakin muda umur menikah semakin panjang rentang waktu untuk bereproduksi. Ketidakmatangan serviks secara biologis pada usia muda dapat menjadi faktor risiko terhadap kerentanan HPV dan sering terjadi setelah terjadinya hubungan seks yang pertama.
- Jumlah kehamilan lebih dari 3 orang anak
paritas atau jarak kehamilan memiliki peluang berisiko 3,8 kali lebih besar menderita kanker serviks dibanding dengan paritas ≤3 orang anak. Wanita yang pernah hamil selama 9 bulan sebanyak lebih dari 3 kali berisiko terkena kanker serviks lebih tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan hormonal selama kehamilan yang berpotensi membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi HPV serta menurunnya daya tahan tubuh selama kehamilan juga memungkinkan adanya infeksi HPV dan pertumbuhan kanker.
- Berganti ganti pasangan
Berganti ganti pasangan dalam berhubungan seks dapat pengaruh terhadap kejadian kanker serviks. Hal ini menunjukkan bahwa faktor berganti-ganti pasangan seksual mempunyai resiko 2,4 kali menderita kanker seviks. Kanker serviks diperkirakan sebagai penyakit yang ditularkan secara seksual. Sesuai dengan etiologi infeksinya, wanita dengan partner seksual yang banyak akan meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Karena sel kolumnar (lappisan sel) serviks lebih peka terhadap metaplasia (perubahan sel) selama usia dewasa. Proses metaplasia sel skuamosa (sel yang melapisi bagian luar leher rahim) meningkat sehingga berisiko terjadinya transformasi yag kemudian menjadi neoplasia intraepitel cerviks (tanda kanker mulai muncul pada serviks).
- Penggunaan pembersih vagina
Penggunaan pembersih vagina memiliki peluang berisiko 2,8 kali lebih besar menderita kanker serviks dibanding dengan yang tidak menggunakan pembersih vagina. Vagina yang sehat mengandung bakteri Lactobacillus, yang merupakan bakteri baik untuk menjaga keasaman vagina agar kuman tak mudah menginfeksi. Kebiasaan menggunakan cairan vagina (douching) akan memberantas bakteri Lactobacillus tersebut, sehingga vagina lebih rentan mengalami infeksi. Penelitian yang dilakukan Neuman pada tahun 2012 di Utah, Amerika Serikat menyatakan bahwa douching setidaknya seminggu sekali lebih berisiko empat kali lipat terkena kanker serviks dibandingkan dengan yang tidak. Cairan pembersih vagina/ douching yang beredar dipasaran berisi air dan campuran bahan seperti cuka, baking soda atau iudium yang dapat enganggu keasaman vagina.

- Kontrasepsi hormonal
Penggunaan kontrasepsi oral >5 tahun memiliki peluang berisiko 1,4 kali lebih besar menderita kanker serviks dibanding dengan penggunaan ≤5 tahun. Penggunaan kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon salah satunya yaitu progesteron, hormon ini berfungsi untuk mengentalkan lendir serviks dan mengurangi kemampuan rahim untuk menerima sel yang telah dibuahi. Namun, hormon ini juga mempermudah perubahan karbohidrat menjadi lemak, sehingga sering kali efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal yaitu penumpukan lemak yang menyebabkan berat badan naik. Sedangkan, salah satu sifat lemak adalah sulit bereaksi atau berikatan dengan air, sehingga organ yang mengandung banyak lemak cenderung mempunyai kandungan air yang sedikit/ kering, kondisi ini juga dapat terjadi pada daerah vagina, sehingga vagina menjadi kering, dan menyebabkan rasa sakit (dispareuni) saat melakukan hubungan seksual, dan jika kondisi ini berlangsung lama maka akan menimbulkan penurunan gairah serta disfungsi seksual pada wanita, serta keadaan ini dapat memicu terpaparnya oleh virus HPV akibat adanya iritasi pada daerah vagina.
- Riwayat HIV/AIDS,
Riwayat penyakit HIV/ AIDS terhadap kejadian kanker serviks. Virus yang menyebabkan AIDS, merusak sistem kekebalan tubuh dan menempatkan perempuan pada risiko lebih tinggi untuk infeksi HPV. Sistem kekebalan tubuh penting dalam menghancurkan sel kanker dan memperlambat pertumbuhan dan penyebarannya. Pada wanita dengan HIV, pra-kanker serviks dapat berkembang menjadi kanker invasif lebih cepat dari yang seharusnya.
- Riwayat keluarga dengan kanker
Riwayat keluarga dengan kanker berpeluang 6 kali lebih besar menderita kanker serviks dibanding dengan yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker. Beberapa peneliti menduga bahwa beberapa kasus disebabkan oleh kondisi warisan genetik yang membuat beberapa wanita kurang mampu melawan infeksi HPV daripada yang lain. Dalam kasus lain, wanita dari keluarga yang sama dengan pasien yang sudah didiagnosis bisa lebih mungkin memiliki satu atau lebih faktor risiko non-genetik lainnya.
Cegah kanker serviks mulai dari sekarang!
Apakah Virus Polio dapat mengakibatkan terjadinya kelumpuhan pada anak yang belum mendapatkan imunisasi?
Disusun Oleh Ns. Sri Hartini. MA, M.Kep, Sp.Kep.An ( Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )

Kita dibuat prihatin dengan adanya kejadian seorang anak berusia 7 tahun di Kabupaten Pidie Aceh, terinfeksi virus polio. Kemenkes langsung menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) hingga diadakan imunisasi polio secara serentak. Ini adalah merupakan kejadian pertama sejak Indonesia menyatakan bebas polio pada tahun 2014, terbukti dengan “Sertifikat Bebas Polio†dari WHO. Kita semua harus memiliki kepedulian yang sama agar tidak terjadi di daerah yang lain.
Melihat fenomena tersebut, menjadikan kita untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya imunisasi terutama imunisasi dasar yang wajib diberikan pada anak. Kita orang dewasa khususnya orangtua, petugas kesehatan, kader kesehatan dll wajib mengingatkan untuk terpenuhinya hak anak dalam mendapatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit khususnya penyakit polio, yang dapat menjadikan anak mengalami kelumpuhan seumur hidupnya.
Cara penularan
Mari kita ingat kembali tentang imunisasi polio agar dapat terhindar dari penyakit polio, karena kasus diatas, anak tersebut belum pernah terpapar vaksin polio. Penyakit polio disebabkan oleh virus polio. Virus ini menyebar lewat kontak dengan penderita, sekresi oral dan nasal (misalnya air liur dan ingus), lingkungan atau air yang terkontaminasi feses yang mengandung virus polio, masuk ke tubuh lewat mulut dan virus akan berkembang biak di usus, serta disekresikan oleh orang yang terinfeksi di feses, yang dapat menularkan virus ke yang lain.
Tanda gejala terkena virus polio
Sakit tenggorokan, demam, kelelahan, mual, sakit kepala, sakit perut, beberapa gejala ini berlangsung 2-5 hari dan dapat hilang dengan sendirinya. Beberapa kasus yang mengalami penularan infeksi virus polio akan memiliki gejala serius yang dapat mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang seperti meningitis atau infeksi selaput sumsum tulang belakang dan otak, hingga kelumpuhan permanen.
Bagaimana agar hal itu tidak terjadi
- Pemberian vaksin Polio Tetes (bivalent Oral Polio Vaccine/bOPV) diberikan pada bayi usia 1-4 bulan dan Polio Suntik (Inactivated Polio Vaccine/IPV) pada usia 4 bulan memberikan perlindungan penuh terhadap virus Polio dan antara usia 4 dan 6 tahun ketika anak baru masuk sekolah
- Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
Kebersihan yang buruk dapat meningkatkan risiko penularan polio, terutama jika belum divaksinasi. Penularan bisa terjadi ketika, makan makanan yang terkontaminasi, tangan terkena kotoran atau tinja yang terkontaminasi, dan tangan menyentuh mulut. Memasukkan benda-benda seperti mainan yang terkontaminasi feses ke dalam mulut. Menjaga kebersihan kamar mandi, WC, lingkungan, tempat sampah, lingkungan sekitar rumah, penggunan air bersih, mencuci tangan sebelum dan sesudah aktivitas dengan menggunakan sabun dan air mengalir, dll.

Manfaat Imunisasi Polio
Imunisasi polio ini bermanfaat untuk menguatkan imunitas anak terhadap virus polio. Vaksin ini dapat menekan risiko tertular virus polio hingga dewasa. Pengeluaran biaya kesehatan lebih berkurang dibanding tidak diimunisasi. Jadi apabila seorang anak sudah mendapatkan vaksin polio maka dewasa tidak membutuhkan imunisasi lagi.
Dampak anak yang tidak terpapar imunisasi
Anak yang tidak mendapatkan imunisasi akan memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan sampai kematian. Hal ini terjadi karena tubuh tidak memiliki sistem pertahanan khusus atau kekebalan yang dapat melindungi tubuh terhadap penyakit berbahaya, sehingga kuman akan semakin mudah berkembang dalam tubuh anak tersebut.
Maka dari itu sangat penting untuk memberikan imunisasi polio pada anak sejak dini, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. Mari kita sukseskan Indonesia bebas Polio!
Referensi:
CDC (Centers for Disesase Control and Prevention). (2022). What is Polio?. Diakses 12 November 2022.
Kemenkes. (2022). Poliomyelitis (Penyakit Virus Polio). Diakses 21 November 2022.
Soedjatmiko, M. N. (2020). Jadwal Imunisasi Anak Umur 0 – 18 tahun . Jurnal IDAI, Sari Pediatri, Vol. 22, No. 4, 252-260.
WHO. (2022). Poliomyelitis (Polio). Diakses 11 November 2022. file:///C:/Users/Hart/Downloads/KLB%20Polio%20(1).pdf
KENALI SEGITIGA KEHIDUPAN “TRIANGLE OF LIFE†SAAT TERJADI GEMPA
Disusun Oleh Ns. Bagus Ananta Tanujiarso, M.Kep ( Dosen STIKES Telogorejo Semarang )

Secara umum seluruh wilayah Indonesia rawan terhadap gempa bumi. Mengingat posisi geografis Indonesia yang berada diantara tiga lempeng tektonik besar dunia yang terus aktif yaitu lempeng Indo-Australia, Pasifik dan Eurasia. Hal tersebut membuat hampir seluruh wilayah Indonesia dari mulai Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua memiliki potensi tingkat kegempaannya yang sama terkecuali Pulau Kalimantan.
Sumber gempa bumi di Indonesia berasal dari zona subduksi (area dimana dua lempeng bertemu) dan sesar aktif di darat. Zona subduksi membentang di sebelah barat Pulau Sumatera, selatan Pulau Jawa, selatan Bali dan Nusa Tenggara, dan membelok di Kepulauan Maluku yang membentuk palung laut. Zona subduksi juga sebagai sumber pembangkit tsunami. Sesar aktif di darat tersebut antara lain Sesar Besar Sumatera yang memanjang dari utara sampai selatan di Pulau Sumatera. Sementara di Pulau Jawa terdapat Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Baribis dan Sesar Opak.
Gempa bumi sering kali memunculkan berbagai kerugian dan korban jiwa. Dampak gempa bumi ini sering sekali menyebabkan bangunan atau infrastruktur rusak ataupun roboh, bahkan seringkali juga menimbulkan korban luka-luka maupun meninggal dunia.
Melihat kondisi demikian, perlu adanya edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi situasi dan kondisi gempa bumi. Dirasa sangat penting agar tidak kembali memakan korban jiwa. Terdapat salah satu metode dalam menghadapi gempa, yaitu dengan melakukan “Triangle of lifeâ€Â.
Secara sederhana, teknik ini mengharuskan kita untuk berlindung di dekat benda yang cukup tinggi dan kokoh seperti kulkas atau lemari. Kemudian saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini lah yang disebut dengan "segitiga kehidupan".

Dalam penerapannya, masyarakat bisa mengevakuasi diri dengan posisi meringkuk atau berbaring dalam ruangan yang sempit. Kemudian mengambil posisi di samping suatu benda besar seperti sofa, lemari atau kulkas, kemudian menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
Dengan menerapkan hal tersebut, adanya kemungkinan seseorang untuk tertimpa langit-langit dapat diminimalisir. Sehingga tidak ada korban jiwa selama gempa bumi berlangsung.
Apabila terdapat anggota keluarga maupun tetangga sekitar yang sakit dan mengalami luka akibat gempa bumi, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang baik dan tepat.
Selain hal diatas, hal penting yang dilakukan masyarakat ketika terjadi gempa bumi yang pertama adalah jangan panik, kemudian kenali situasi atau lokasi dimana Anda berada, pilih lokasi yang aman untuk berlindung dari kemungkinan reruntuhan benda atau bangunan.
Jangan berdiri didekat jendela kaca, Anda bisa berlindung dibawah meja yang kokoh, kemudian ketika gempa sudah berhenti Anda bisa keluar ruangan menuju titik kumpul (luar ruangan) yang aman melalui tangga darurat.,
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PERAWATAN PALIATIF PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS
Disusun oleh Ns. Siti Nafisah, M.Kep ( Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )

Hemodialisis merupakan salah satu terapi pengganti ginjal untuk pasien Penyakit Ginjal Kronik. Selama menjalani terapi, pasien dapat kehilangan kebebasan terhadap hidupnya karena pasien memiliki pantangan-pantangan atau aturan-aturan yang perlu diperhatikan guna tidak memperburuk kondisi pasien. Terapi hemodialisa tidak menyembuhkan penyakit yang diderita. Pasien harus menjalani hemodialisa sepanjang umur hidupnya sampai pasien mendapat ginjal baru dari hasil pencangkokan ginjal (Rahman, 2013). Pasien harus menjalani terapi hemodialisa sepanjang hidupnya biasanya 1-3 kali dalam seminggu dalam setiap pertemuannya menghabiskan waktu 2-5 jam.
Dalam perawatan hemodialisa pasien harus memerhatikan banyak aspek guna meminimalkan komplikasi dari penyakit yang bertujuan tidak memperburuk kualitas hidup pasien. Selain itu juga terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal yaitu aspek fisik, psikologis, sosio, ekonomi dan lingkungan. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pasien dalam perawatan hemodialisa. Salah satu faktor pendukung keberhasilan pelayanan keperawatan adalah dengan melibatkan keluarga pasien.
Dukungan keluarga dibutuhkan karena keluarga berperan penting dalam tahap perawatan kesehatan pasien dan membawa dampak yang baik untuk pasien. Penderita penyakit apapun yang telah masuk dalam tahap lanjut atau kronik, umumnya mengalami kesedihan dan depresi karena memikirkan kesakitan atau penyakit yang diderita. Biasanya pasien yang menjalani terapi hemodialisa dan kurang mendapatkan dukungan dari keluarga akan memiliki kualitas hidup yang lebih rendah. Dukungan keluarga yang dimaksud berupa dukungan informasional, emosional, pengharapan dan dukungan harga diri.

Pengasuh keluarga dalam perawatan paliatif mengalami tanggung jawab fisik, emosional dan ekonomi yang sangat besar. Beban pengasuh meningkat dari waktu ke waktu dari awal diagnosa sampai kematian. Asuhan yang diberikan oleh pengasuhan keluarga diperlukan dalam semua domain kualitas hidup. Perawatan paliatif mengacu pada perawatan berbasis tim interdisipliner untuk keluarga dan anggota keluarga yang mengalami penyakit yang mengancam jiwa atau cedera yang mencakup fisik, emosi, kebutuhan sosial dan spiritual untuk meningkatkan kualitas hidup. Untuk memberikan pelayanan berkualitas pada perawatan paliatif keluarga tidak hanya harus memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus mengembangkan sikap positif.
Prinsip perawatan paliatif yaitu menghormati dan menghargai martabat serta harga diri pasien dan keluarganya. prisinsip pelayanan perawatan paliatif yaitu menghilangkan nyeri dan mencegah timbulnya gejala serta keluhan fisik lainnya, penanggulangan nyeri, menghargai kehidupan dan menganggap kematian sebagai proses normal , tidak bertujuan mempercepat atau menghambat kematian, memberikan dukungan psikologis, sosial dan spiritual, memberikan dukungan agar pasien dapat hidup seaktif mungkin, memberikan dukungan kepada keluarga sampai masa dukacita, serta menggunakan pendekatan tim untuk mengatasi kebutuhan pasien dan keluarganya.
REFERENSI
Butar-Butar, A. (2013). Hubungan Karakteristik Pasien dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Universitas Sumatera Utara.
Campbel, M. L. (2014). Nurse to Nurse Perawatan Paliatif. Jakarta: Salemba Medika
Suryaty, S. R. (2013). Kualitas Perawatan Paliatif Pasien Kritis Di Icu Rsup Drsardjito, Yogyakarta, Vol 1, 53 –64.
Wisuda STIKES Telogorejo Semarang – Alumni mengedepankan Karakter Sumeh Lan Nulungan
Sidang Terbuka Senat STIKES Telogorejo Semarang dengan agenda Wisuda dan Angkat Sumpah Sarjana Fisioterapi dan Profesi Bidan telah terlaksana pada Kamis, 13 Juni 2024 bertempat di Ruang Auditorium Gedung A STIKES Telogorejo Semarang.

Acara ini dihadiri oleh Pengurus Yayasan Kesehatan Telogorejo Semarang, COO Yayasan Kesehatan Telogorejo, Direktur SMC RS Telogorejo, Manajemen beserta dosen STIKES Telogorejo Semarang, Ketua IBI Jawa Tengah, Ketua IFI Jawa Tengah, Ketua IBI Cabang Kota Semarang, , Rohaniwan, Pimpinan Institusi Kesehatan Mitra STIKES Telogorejo Semarang, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pelaksanaan Wisuda dan Angkat Sumpah, STIKES Telogorejo Semarang meluluskan 29 wisudawan dan wisudawati dengan rincian 21 wisudawan Profesi Bidan dan 9 wisudawan Sarjana Fisioterapi.
Beberapa di antaranya mendapat penghargaan sebagai wisudawan terbaik. Peringkat pertama dari wisudawaan Profesi Bidan yaitu RR Sri Endah Sukmaningrum dengan IPK 4.00, wisudahan Sarjana Fisioterapi yaitu Maria Dyah Ayu Ika Pratiwi dengan IPK 3.48. Keduanya juga meraih predikat lulusan dengan IPK tertinggi.
Acara wisuda ini menjadi momen yang membanggakan bagi para lulusan dan keluarga mereka, serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dengan segala daya dan upaya, STIKES Telogorejo Semarang bertekad untuk menghasilkan lulusan tepat waktu, IP tinggi, berprestasi dan berkarakter I-CARE. Di dunia kerja nantinya memiliki moral dan etika yang baik, secara sederhana dalam Bahasa jawa kami memesankan kepada segenap sivitas akademika dan alumni STIKES Telogorejo Semarang jadilah pribadi yang mengedepankan karakter sumeh lan nulungan.

dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D selaku Ketua STIKES Telogorejo Semarang menyampaikan “ Para wisudawan dan wisudawati kamu ucapkan Syukur dan selamat atas keberhasilannya dalam menempuh Pendidikan di STIKES Telogorejo Semarang sehingga mendapatkan gelar sarjana. Jadikan wisuda ini menjadi memontu pengingat bahwa ini adalah awal dari Langkah untuk selanjutnya menjadi tenaga Kesehatan profesional yang dapat lebih berperan di Masyarakat. “
Selamat kepada para wisudawan dari sivitas academika STIKES Telogorejo Semarang! Ini adalah momen penting dalam perjalanan akademik para wisudawan, dan kami yakin keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan selama ini. Semoga gelar yang wisudawan terima menjadi tonggak awal dari kesuksesan karier di bidang Profesi Bidan dan fisioterapi. Selamat berkarier dan teruslah berkontribusi untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat!
