Back

Campuspedia

HomeCampuspedia
SELAMAT HARI GIZI NASIONAL
BeritaCampuspedia 25 Jan 2023

SELAMAT HARI GIZI NASIONAL

Tujuan peringatan Hari Gizi Nasional adalah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat Indonesia.
Tema Hari Gizi Nasional ke 63 tahun 2023 mengangkat Tema “Protein Hewani Cegah Stunting”. Tema ini sebagai ajakan kepada masyarakat untuk mencegah stunting pada pertumbuhan anak-anak. Stunting merupakan gangguan pada tumbuh kembang anak. Biasanya, anak penderita stunting cenderung lebih kerdil dibanding anak seusianya.

Protein Hewani Setiap Makan
Isi Piringku Kaya Protein Hewani

Salam Sehat - ICARE

? official.universitastelogorejo.ac.id
YouTube STIKES Telogorejo
TikTok @stikestelogorejo
? @info.stikestelogorejo

KULIAH UMUM PRODI S-1 FARMASI STIKES TELOGOREJO SEMARANG
BeritaCampuspedia 23 Jan 2023

KULIAH UMUM PRODI S-1 FARMASI STIKES TELOGOREJO SEMARANG

“PHARMAPRENEUR DAN FORMULASI KOSMETIKA DARI BAHAN ALAM BESERTA REGULASINYA”

 Disusun oleh apt. Silvy Aldila, M. Farm Dosen S-1 Farmasi STIKES Telogprejo Semarang

Pharmapreneur dan Formulasi Kosmetika dari Bahan Alam beserta regulasinya di Industri merupakan tema yang diangkat pada kuliah umum yang diadakan oleh Program Studi S-1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo Semarang. Kuliah umum dilaksanakan pada hari Jumat, 20 Januari 2023 pukul 08.30 WIB dengan narasumber apt. Nita Kusumaningrum, M. Farm. Ibu Nita, begitu beliau biasa disapa, adalah pemilik, direktur operasional sekaligus apoteker penanggung jawab teknis di PT. Dua Naga Kosmetindo. Selain itu beliau adalah Kepala Lab Research and Development Dua Naga Corporation dibidang kosmetik.

Ketua Program Studi S-1 Farmasi STIKES Telogorejo, apt. Dra. Tunik Saptawati, M.Si. Med, juga menyampaikan bahwa kuliah umum ini bertujuan untuk membuka pandangan mahasiswa bahwa apoteker bisa dan dapat memiliki usaha sendiri. Keilmuan yang dimiliki seorang apoteker di implementasikan dalam sebuah bentuk bidang usaha. Industri kosmetik merupakan bidang usaha yang sangat berkembang saat ini. Industri kosmetik memiliki konsumen yang tidak pernah habis dan regulasinya yang baik mendasari pendiriannya.

“Apa itu pharmapreneur ?”, kalimat pembuka yang disampaikan Ibu Nita pada materinya. Beliau lebih lanjut menjelaskan tentang relasi ‘pharma’ dan ‘entrepreneur’.  “Orang yang bersedia dan mampu untuk mengembangkan Ide atau penemuan baru menjadi sukses inovasi, sekaligus menciptakan produk dan modal bisnis baru yang  memberi sumbangan atas pertumbuhan dinamisme industri dan ekonomi jangka panjang”, kutipan Ibu Nita dari Joseph A. Schumpeter tentang pengertian entrepreneur. Ide dan inovasi merupakan bentuk kreativitas seorang apoteker. Ide berasal dari rasa penasaran dan keingintahuan. Bermula dari mengotak-atik formula suatu sediaan kosmetik hingga didapat hasil yang baik dan disukai oleh konsumen. Inovasi merupakan bentuk pengembangan ide dan tren yang berlaku saat itu. Perkembangan tren kosmetika yang sangat cepat membuat industri kosmetik ikut berlomba memasarkan produk seperti yang diinginkan konsumen. All-in-one, salah satu contohnya, merupakan tren kosmetik yang meledak dua tahun belakangan ini. “Pada satu produk bisa dijadikan lipstick, eyes shadow, blush on, dan countour”, Jelas beliau lebih lanjut.

Dorongan wirausaha didasarkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Setiap tahun institusi Pendidikan akan meluluskan apoteker. Tetapi, jumlah lulusan tiap tahun tidak sebanding dengan lapangan kerja yang ada. Hal ini menyebabkan ketatnya kompetisi bagi para lulusan. Apalagi jika lulusan apoteker tidak mengasah skill yang dimilikinya, tentu akan susah bersaing. Oleh karena itu, apoteker harus bisa berwirausaha.  Wirausaha berarti bekerjasama. Apoteker tidak bisa berdiri sendiri dalam melangsungkan usahanya. Pada industri kosmetik, apoteker memang sebagai formulator, tetapi harus ada tim pemasaran dan promosi. Persaingan yang ketat antar produsen mengharuskan promosi produk kosmetik harus semenarik dan seunik mungkin.

Kewirausahaan tidak lepas dari bagaimana regulasinya. Fungsi dari regulasi adalah mengatur perencanaan dan pendirian pabrik kosmetik agar terciptanya ketertiban, sehingga menciptakan kondisi yang aman dan tentram. Regulasi kosmetik diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan No. 12 tahun 2020 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika. Hasil regulasi tersebut menjadi bukti bahwa produk tersebut sudah teruji dan memiliki kandungan yang aman untuk digunakan dan dikonsumsi.

Selanjutnya pada kuliah umum ini Ibu Nita juga mendemokan pembuatan sediaan kosmetik sederhana, yaitu hair tonic  dan moisturizer gel. Demo tersebut disambut antusias oleh mahasiswa. Pada demo ini mahasiswa juga terlibat langsung membuat sediaan kosmetik. Pada sediaan hair tonic  dan moisturizer gel masing-masing dibuat dua jenis. Sediaan hair tonic dibedakan pada konsentrasi etanolnya dan sediaan moisturizer gel dibedakan pada konsentrasi carbomernya. Ibu Nita sendiri membimbing mahasiswa mulai dari preformulasi, perhitungan bahan dan pembuatan sediaan. Setelah kosmetik hair tonic  dan moisturizer gel,  para mahasiswa juga diminta untuk uji kesukaan.

Para mahasiswa sangat tertarik dengan kegiatan ini. Produk hair tonic dan moisture gel yang dihasilkan dari demonstrasi ini telah dicoba dan disukai oleh para mahasiswa  Ã¢â‚¬Å“Jadikanlah ide dan rasa penasaran menjadi peluang, kemudian peluang menjadi inovasi berbentuk produk yang menghasilkan”, kata penutup Ibu Nita. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang bisa diambil dari kuliah umum ini, dapat membuka wawasan mahasiswa tentang inovasi dan peluang entrepreneur di bidang farmasi setelah mereka lulus. Semoga para apoteker nanti semakin berinovasi dalam pharmapreneur menanggapi peluang dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan core value STIKES Telogorejo : “Excellece through inovation”.

Jadi Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Fakta Kanker Payudara
ArtikelCampuspedia 19 Jan 2023

Jadi Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Fakta Kanker Payudara

Oleh : Ns. Anis Ardiyanti, M.Kep, Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Sebagai salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, kanker payudara menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan edukasi tentang penyakit ini pun banyak digalakkan oleh berbagai pihak. Namun hingga kini, penyakit tersebut masih menjadi penyebab kematian terbesar. Oleh karena itu, upaya terus ditingkatkan terutama sasarannya ditambahkan pada usia dini sehingga harapan kesadaran perempuan dapat meningkat.

Kasus Kanker Payudara di Indonesia

Tidak hanya di dunia, di Indonesia kasus kanker ini juga cukup mengkhawatirkan. Menurut data Globocan tahun 2020, tercatat ada 68.858 kasus di Indonesia dengan jumlah kematian mencapai 22.000 jiwa. Jumlah tersebut termasuk tinggi dan mendapat perhatian banyak pihak.

Dalam Rencana Aksi Nasional Kanker 2022, pemerintah menyebutkan bahwa strategi penanganan penyakit ini di Indonesia mencakup 3 pilar yaitu promosi kesehatan, deteksi dini, dan tatalaksana kasus. Tujuan utama ketiga pilar ini adalah mengurangi angka kematian kanker di payudara.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah Indonesia mendapat dukungan dari yayasan terkait dan beberapa lembaga lain, termasuk salah satunya YKPI atau Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Upaya tersebut tentu tidak sia-sia. Pada rentang waktu tahun 2016 – 2021, YKPI berhasil mengadakan sosialisasi screening dan deteksi dengan jumlah peserta mencapai 150.000

Penyebab Kanker Payudara

Melihat upaya yang dilakukan pemerintah tentang kasus kanker di payudara, tentu dibutuhkan dukungan masyarakat seperti kita untuk mencegah peningkatan kasus. Hal tersebut bisa dimulai dengan mengenali penyebab kanker payudara. Secara umum, kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan abnormal sel-sel di daerah payudara.

Hal ini bisa disebabkan oleh mutasi gen atau beberapa faktor eksternal lain. Di antara faktor tersebut, beberapa menjadi salah satu penyebab mayoritas yaitu:

  • Paparan radiasi (komputer, gadget, atau alat elektronik lainnya)
  • Penggunaan alat kontrasepsi hormon setelah menopause
  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol
  • Makan makanan tidak sehat
  • Obesitas
  • Memiliki payudara padat dengan banyak jaringan ikat
  • Belum pernah hamil

Namun dalam banyak kasus, penyakit ini termasuk hereditary. Artinya, jika sebelumnya keluarga baik jauh maupun dekat ada yang mengidap penyakit ini maka kemungkinan kita terkena kanker payudara pun semakin besar. Penyakit ini sendiri memiliki risiko kematian tinggi ketika mencapai tahap akut. Untuk mengantisipasi, deteksi dini kanker perlu dilakukan.

Cara Mencegah Kanker Sejak Dini

Ada beberapa gejala kanker di payudara yang bisa dijadikan patokan sebelum kita melakukan screening atau upaya pencegahan lain, yaitu:

  • Terdapat benjolan atau pengerasan pada payudara yang berbeda dari jaringan sekitar pada perempuan yang tidak menyusui
  • Puting payudara mengeluarkan darah
  • Pori-pori kulit payudara menyerupai kulit jeruk
  • Perubahan payudara perempuan yang tidak menyusui seperti pembengkakan payudara, bentuk, ukuran, tampilan dari payudara berubah
  • Puting payudara mengalami pengelupasan kulit
  • Kulit payudara berubah warna seperti cekungan
  • Retraksi atau inversi pada puting
  • Terdapat benjolan di bawah ketiak

Jika gejala di atas kita alami, jangan ragu untuk melakukan screening untuk mengetahui apa kita terkena kanker atau tidak. Untuk mencegah kanker payudara sejak dini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Olahraga rutin
  • Makan makanan bergizi
  • Istirahat cukup
  • Pemeriksaan rutin SADARI
  • Tidak merokok dan minum-minuman keras
  • Serta pengelolaan stres yang baik

Cara Meningkatkan Kesiapan Mental Pasien Kanker Payudara

Penyakit ini tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik pasien tetapi juga kesehatan psikis penderitanya. Jadi tidak perlu heran apabila pasien kanker di payudara kerap mengalami depresi atau stres yang disebabkan oleh ketidaksiapan mental, kurangnya dukungan orang terdekat, atau kurangnya edukasi tentang penyakit yang tengah diderita. Hal ini juga biasanya diperparah pleh pengaruh obat.

Inilah mengapa pasien kanker payudara membutuhkan dukungan keluarga dan orang-orang di dekat mereka. Dukungan tersebut sangat berpengaruh dalam kestabilan kondisi psikis sehingga fisik pasien lebih kuat saat harus menjalani terapi atau upaya pengobatan medis.

Selain itu, pasien juga perlu rajin berkonsultasi dan membaca banyak referensi tentang penyakit mereka. Dukungan penuh keluarga dan edukasi memadai tentang kanker akan sangat membantu pasien memasuki tahapan acceptance atau menerima kondisi mereka.

Itulah ulasan tentang fakta kanker payudara termasuk soal penyebab kanker payudara dan pencegahan. Semoga bermanfaat.

Referensi:

KULIAH UMUM “BAHAN BERBAHAYA DALAM SEDIAAN KOSMETIK”
BeritaCampuspedia 19 Jan 2023

KULIAH UMUM “BAHAN BERBAHAYA DALAM SEDIAAN KOSMETIK”

Disusun oleh apt. Anifatus Sa’adah, M.Farm Dosen S-1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang

Program studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo Semarang mengadakan kuliah umum bidang keilmuan Teknologi Farmasi dengan mengusung tema “Bahan Berbahaya Dalam Sediaan Kosmetik”. Kegiatan ini dengan menghadirkan narasumber Praktisi Industry Farmasi  Direktur PT. Victoria Care Indonesia , apt. Drs. Rosid Sujono, M.M. yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Jawa Tengah.  Kuliah umum  tersebut dilaksanakan di Auditorium STIKES Telogorejo Semarang pada hari Selasa,17 Januari 2023. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi dari semester 1 sampai dengan semester 7.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh apt. Dra. Tunik Saptawati, M.Si. Med. sebagai Ketua Program Studi S-1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang. Dalam sambutannya beliau berharap mahasiswa dapat menambah ilmu, informasi, serta dapat mengetahui bahan-bahan berbahaya yang seharusnya tidak ditambahkan dalam sediaan kosmetik.

Dalam kuliah umum ini narasumber menyampaikan materi dengan sangat menarik dan diikuti oleh mahasiswa dengan sangat antusias. Pada bagian awal narasumber mengingatkan kembali tentang definisi dan peruntukan kosmetik. “Kosmetik tidak diperuntukkan untuk pengobatan, karena kosmetik hanya digunakan dilapisan kulit (epidermis)” kata apt. Drs. Rosid Sujono, M.M.

apt. Drs. Rosid Sujono, M.M menjelaskan bahwa bahan kosmetik terdiri dari bahan alam atau sintetik atau campuran bahan alam dan sintetik. Bahan kosmetik harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan dalam peraturan BPOM No 23 tahun 2019. Penggunaan paraben di Eropa dibatasi maksimal 0,14%. Di Indonesia dapat membuat kosmetik dengan menggunakan paraben dengan catatan negara asal bahan tersebut mengijinkan untuk digunakan.

Ada juga produsen-produsen yang nakal supaya memberikan efek yang instan, menambahkan bahan berbahaya seperti merkuri. Sedangkan hidrokuinon yang ditambahkan dalam sediaan krim, bukan termasuk kosmetik. Karena hidrokuinon tersebut diharapkan menembus kulit. Jadi krim tersebut termasuk dalam kategori obat. Hidrokuinon dapat diberikan dalam pengawasan dari dokter.

Lipstick adalah salah satu kosmetik yang harus dimiliki oleh kaum hawa, kebanyakan wanita punya lebih dari satu lipstick. Sedangkan Lipsick sendiri juga tidak lepas dari bahan berbahaya, yang mana pewarna lipstick merupakan komponen utamanya menarik memiliki beragam pilihan warna. Warna merah dari lipstick dapat dicurigai berasal dari rhodamine B, yaitu pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas.

Bahan-bahan berbahaya yang seharusnya tidak ada dalam kosmetik, namun dimasukkan dalam produk kosmetik apabila diaplikasikan kedalam tubuh dapat memberikan dampak buruk seperti iritasi hingga kanker.

Narasumber menyampaikan bahwa pengetahuan remaja zaman sekarang masih sangat kurang mengenai kosmetik itu sendiri Rata-rata dari mereka mengharapkan hasil yang instan, cepat dan murah. Padahal yang murah dan instan itu belum tentu baik. Perlu dipahami, kosmetik yang memberikan efek putih, contohnya kosmetik yang mengandung SPF memerlukan waktu yang cukup lama untuk memberikan efek putih.

Solusinya supaya terhindar dari pemilihan kosmetik yang berbahaya, perlu diperhatikan bahan dan kandungan yang terdapat didalam produk. Selain itu juga produk itu terdaftar di BPOM atau tidak dengan cek klik.

Para mahasiswa sangat tertarik dengan materi yang disampaikan . Diskusi interaktif dialukan setelah pemaparan materi. Banyak pertanyaan dari mahaiswa terkait perkembangan kosmetik, realita penggunaan kosmetik ,  pemilihan kosmetik yang aman serta deteksi atu identifikasi  bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik. Nara sumber memberikan jawaban yang jelas dan diberikan pula data data ilmiah mengenai kosmetik pada saat ini.

Banyak sekali manfaat dan pengetahuan yang diperoleh para mahasiswa dalam kuliah umum ini. Satu hal yang harus dipahami oleh masyarakat : “Jangan membeli kosmetik hanya dengan harga murah saja, dan jangan mudah percaya dengan iklan-iklan yang beredar di media sosial. Bijaklah dalam memilih kosmetik”

MENGENAL TANDA DAN BAHAYA KEHAMILAN DENGAN PRE EKLAMSIA
ArtikelCampuspedia 13 Jan 2023

MENGENAL TANDA DAN BAHAYA KEHAMILAN DENGAN PRE EKLAMSIA

Disusun oleh Ns. Rusmiyati, S.Kp. M.Si. Med. – Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Apa itu Preeklamsia ?

Preeklamsia adalah kondisi akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol pada ibu hamil. Kondisi preeklamsia pada ibu hamil harus segera ditangani. Jika tidak, kondisi preeklamsia dapat berkembang menjadi eklampsia dan memiliki komplikasi yang fatal baik bagi ibu maupun bagi janinnya. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengenali berbagai tanda bahaya saat hamil agar bisa mewaspadainya.

Kondisi preeklamsia dapat terjadi akibat plasenta janin yang tidak berfungsi dengan baik. Biasanya plasenta yang tidak berfungsi dengan baik disebabkan oleh kelainan. Selain itu, masalah kesehatan seperti gizi buruk, kadar lemak tubuh yang tinggi, tidak cukupnya aliran darah ke rahim dan genetik mungkin bisa menyebabkan preeklamsia.

Preeklamsia yang sudah parah dan diikuti kejang dapat berkembang menjadi eklampsia. Preeklampsia dan eklampsia yang terjadi saat atau sesaat setelah kehamilan dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius bagi ibu. Bahkan bisa mengakibatkan kematian. Wanita hamil dengan tekanan darah normal pun dapat mengalami preeklampsia. Umumnya gejala preeklampsia bisa terlihat saat memasuki usia kehamilan 20 minggu. Agar ibu hamil lebih waspada, berikut ini beberapa tanda dan gejala preeklamsia yang perlu diperhatikan :

  • Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi selama hamil adalah kondisi yang sangat bahaya dan dapat menjadi tanda preeklampsia. Bahkan, meskipun bukan sebagai gejala preeklamsia, tekanan darah tinggi juga menjadi masalah lain. Batas atas tekanan darah tinggi yaitu 140/90 mmHG yang diukur dua kali dalam keadaan dan jeda waktu berbeda. Namun pada preeklampsia berat, tekanan darah bisa sampai >160/110 mmHg.

  • Urine mengandung protein (proteinuria)

Proteinuria adalah tanda preeklampsia yang bisa ditemukan dengan pemeriksaan medis. Kondisi ini artinya, hasil protein yang biasanya hanya ada di darah, tumpah ke dalam urine. Cara memeriksa tanda preeklampsia ini :

Perawat akan mencelupkan strip ke dalam sampel urine, cara kerjanya mirip test pack. Bila strip mengeluarkan hasil 1+ itu tanda preeklampsia ringan sedang dialami. Sementara itu bila hasilnya >2+  mengalami preeklampsia berat. Apabila kadar protein dalam darah menunjukkan hasil +1, maka mengalami preeklampsia meski tekanan darah ibu hamil di bawah 140/90 mmHg.

  • Pembengkakan (edema) di kaki

Kondisi kaki bengkak selama kehamilanah merupakan hal yang wajar. Namun, bisa menjadi tidak wajar bila cairan di kaki sangat banyak sampai membuat bengkak parah. Ini salah satu gejala preeklamsia yang sering disepelekan karena dianggap wajar. Edema atau pembengkakan ini terjadi karena cairan berlebih di dalam tubuh. Biasanya terjadi di kaki, wajah, mata, dan tangan.

  • Sakit kepala

Gejala preeklamsia berikutnya yang perlu diperhatikan adalah sakit kepala yang berdenyut sangat parah. Kadang, rasa sakitnya mirip dengan migrain yang sering sulit hilang.

  • Mual dan muntah

Bila dipertengahan kehamilan mengalami mual sampai muntah, itu gejala preeklamsia yang harus diwaspadai. Morning sickness hanya akan terjadi di trimester pertama dan menghilang di trimester dua dan tiga.  Yang perlu di waspadai ketika mual dan muntah di pertengahan kehamilan karena bisa menjadi gejala preeklamsia. Segera lakukan pemeriksaan tekanan darah dan proteinuria di urine.

  • Nyeri area perut dan bahu

Nyeri di area ini disebut nyeri epigastrik yang biasanya terasa di bawah tulang rusuk sisi kanan. Gejala preeklamsia yang satu ini biasanya tersamarkan dengan rasa mulas, gangguan pencernaan, atau rasa sakit karena tendangan bayi. Perbedaan nyeri bahu biasa dengan gejala preeklamsi yaitu, rasanya seperti ada yang mencubit di sepanjang tali bra atau di leher. Terkadang kondisi seperti ini membuat sakit ketika berbaring ke sisi kanan. Gejala nyeri ini salah satu tanda sindrom HELLP atau ada  masalah di hati (liver).

  • Nyeri punggung bawah

Nyeri punggung bawah merupakan keluhan hamil yang paling umum dan sering diabaikan sebagai gejala preeklamsia. Padahal, ini menunjukkan tanda preeklampsia yang patut diwaspadai.

  • Berat badan naik 3-5 kilogram dalam waktu seminggu\

Bila ibu hamil mengalami berat badan naik 3-5 kilogram hanya dalam waktu seminggu, itu merupakan indikator gejala preeklamsia. Kenaikan berat badan ini dihasilkan dari air di jaringan tubuh yang rusak, kemudian tidak melewati ginjal untuk dikeluarkan.

Gejala preeklamsia pada janin

Komplikasi kehamilan preeklamsia bisa membahayakan janin di dalam kandungan. Salah satunya menyebabkan pertumbuhan janin terlambat atau janin tidak berkembang. Hal ini disebabkan oleh suplai darah yang membawa oksigen terhambat dan tidak sampai ke plasenta bayi. Janin yang mendapat suplai darah yang sedikit, umumnya juga akan mendapat nutrisi dan makanan yang sedikit di dalam kandungan.

Kapan Ibu hamil periksa ?

Ibu hamil bisa segera datang ke pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala-gejala pre eklamsia. Seperti  sakit kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri perut hebat, dan sesak nafas.

Penyebab preeklampsia

Terdapat beberapa penyebab dari pembuluh darah yang abnormal pada ibu Pre Eklamsia antara lain:

  • Tidak cukupnya aliran darah menuju rahim.
  • Kerusakan pada pembuluh darah.
  • Masalah pada sistem imunitas.
  • Beberapa gen.

Meski penyebab preeklampsia belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang diduga sebagai pemicu preeklampsia antara lain:

  • Riwayat penyakit ginjal, diabetes, hipertensi, penyakit autoimun, dan gangguan darah
  • Riwayat preeklampsia sebelumnya
  • Riwayat preeklampsia dalam keluarga
  • Kehamilan pertama
  • Kehamilan selanjutnya setelah jeda kurang dari 2 tahun atau lebih dari 10 tahun
  • Hamil di usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun
  • Mengandung bayi kembar
  • Obesitas saat hamil
  • Kehamilan yang sedang dijalani merupakan hasil metode bayi tabung (in vitro fertilization)

Upaya apa untuk mengatasi preeklampsia pada ibu hamil?

  1. Perbanyak istirahat. Cara berbaring yang benar adalah ke sisi kiri untuk mengambil beban dari bayi, angkat dan istirahatkan kaki beberapa kali dalam sehari.
  2. Hindari konsumsi alkohol dan dan hindari minuman yang mengandung kafein
  3. Lebih sering untuk memeriksa kehamilan.
  4. Kurangi konsumsi garam selama kehamilan.
  5. Minum air putih 6 – 8 gelas per hari.
  6. Hindari gorengan dan junk food
  7. Lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan protein dan vitamin yang diresepkan oleh dokter
PELANTIKAN BEM STIKES TELOGOREJO PERIODE 2023/2024
BeritaCampuspedia 08 Jan 2023

PELANTIKAN BEM STIKES TELOGOREJO PERIODE 2023/2024

Kamis, 5 Januari 2023 telah dilaksanakan pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) STIKES Telogorejo Semarang.Segenap Civitas Akademika STIKES Telogorejo mengucapkan Selamat dan Sukses atas dilantiknya Presiden Mahasiswa, Wakil Presiden Mahasiswa dan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Telogorejo Semarang periode 2023/2024.

PERILAKU NEGATIF TERHADAP PERAWAT
ArtikelCampuspedia 06 Jan 2023

PERILAKU NEGATIF TERHADAP PERAWAT

Disusun oleh : Ns. Ratnasari, M.Kep. Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Apa yang dimaksud Perilaku Negatif ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata negatif adalah kurang baik, menyimpang dari ukuran umum. Perilaku negatif merupakan seperangkat perbuatan atau tindakan seseorang dalam melalukan respon terhadap sesuatu dan kemudian dijadikan kebiasaan karena adanya nilai yang diyakini. Perilaku manusia pada hakekatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia baik yang diamati maupun tidak dapat diamati oleh interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan. Perilaku negatif dapat disimpulkan sebagai seperangkat perbuatan atau tindakan seseorang dalam melalukan respon terhadap sesuatu yang kurang baik atau menyimpang terhadap norma yang berlaku.

Di Indonesia, perilaku negatif pasien dengan kekerasan terkait pekerjaan di kalangan perawat dilaporkan sebagai penyerangan fisik, kekerasan verbal, pelecehan seksual, intimidasi, dan ancaman tuntutan hukum yang sebagian besar dilakukan oleh pasien dan keluarganya. Pada bulan april 2021 lalu, publik dihebohkan dengan  berita kekerasan yang dialami perawat oleh keluarga pasien di RS Siloam Palembang, Sumatera Selatan. Perawat tersebut diduga mendapatkan perilaku kekerasan berupa tonjokan, tendangan, dan jambakan. Hal tersebut langsung mendapatkan perhatian dari Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) serta mengutuk keras atas tindakan kekerasan tersebut. DPP PPNI berpendapat bahwa tindak kekerasan terhadap perawat yang sedang menjalankan tugas profesinya merupakan ancaman terhadap keamanan di tempat kerja dan sistem pelayanan  Kesehatan.

Bentuk-bentuk Perilaku Negatif:

  1. Bullying (Penindasan)

Menurut Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak RI, Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai (penindasan/ risak) merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Terdapat banyak definisi mengenai bullying, terutama yang terjadi dalam konteks lain seperti di rumah, tempat kerja, masyarakat, komunitas virtual.

2. Fisik (kekerasan non verbal)

Menurut Pasal 6 Undang-undang No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Kekerasan Fisik adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau  luka berat. Kekerasan non verbal / fisik adalah segala bentuk tindakan langsung yang menggunakan kekuatan fisik atau menggunakan senjata secara sengaja untuk melukai korban. Beberapa contoh bentuk kekerasan fisik yang pernah terjadi misalnya memukul, menampar, menjambak, menendang, menusuk, membakar, menyabet, menyulut dengan rokok, melemparkan benda yang mengarah pada anggota tubuh korban, dan sebagainya. Kekerasan fisik tersebut bisa dilakukan baik dengan tangan kosong maupun dengan alat.

3. Verbal Abuse (kekerasan verbal)

Kekerasan verbal atau verbal abuse bisa diartikan sebagai bentuk kekerasan non fisik yang umumnya berupa kata-kata. Seperti membentak, menghina, mempermalukan, atau memaki dengan menggunakan kata-kata yang tidak pantas seperti bodoh, nakal, kurang ajar, tidak tahu diri. Kekerasan verbal sering kali terabaikan oleh kita dan orang-orang di sekitar kita, karena tidak ada bukti terlihat mata atas kekerasan yang dilakukan oleh pelaku.

Kekerasan verbal secara garis besar merupakan tindakan untuk membatasi, mengisolasi, menuduh, dan segala upaya yang membuat korban terserang secara emosional. Tindakan ini tidak selalu dibarengi dengan kekerasan secara fisik, bisa saja pelaku melakukannya dengan cara yang sangat halus dan memanipulasi bahkan membuat korban merasa bersalah.

4. Pelecahan seksual

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Immanuel (2016), menjelaskan bahwa pelecehan seksual merupakan bentuk pembedaan dari kata kerja melecehkan yang berarti menghinakan, memandang rendah, mengabaikan. Sedangkan seksual memiliki arti hal yang berkenaan dengan seks atau jenis kelamin, hal yang berkenaan dengan perkara persetubuhan antara laki-laki dan perempuan.

5. Diskriminasi (Pelecahan SARA)

Menurut Badan Pusat Statistik (2022) Diskriminasi adalah perlakuan yang membedakan individu warga negara dalam hak dan kewajiban yang dimiliki, dimana perbedaan tersebut didasarkan pada alasan gender, agama, suku/ras, umur, status kerentanan semisal ODHA, orientasi seksual maupun hambatan fisik. Sedangkan dalam pengertian spesifiknya, diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tidak langsung didasarkan atas pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, yang berakibat pengurangan, penyimpangan, atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya dan aspek kehidupan lainnya.

6. Ancaman

Ancaman merupakan perilaku tanpa menggunakan kekuatan fisik yang menyebabkan ketakutan akan adanya cedera fisik, seksual, psikologis, atau konsekuensi negatif lain terhadap individu atau kelompok yang dikehendaki. Ancaman  merupakan suatu usaha yang dilakukan secara konsepsional yang diperkirakan akan menimbulkan kesulitan atau bahaya yang disampaikan baik secara lisan di hadapan khalayak, secara lisan melalui telepon, SMS, atau melalui tulisan. Bentuk ancaman dapat berupa verbal (kata-kata) maupun bahasa tubuh (gesture). Ancaman tidak harus berupa ucapan yang mengancam, bahkan tindakan pelarangan sudah termasuk kategori ancaman

Sehat di Era New Normal, Pertahankan Kebiasaan Baik Ini!
ArtikelCampuspedia 28 Dec 2022

Sehat di Era New Normal, Pertahankan Kebiasaan Baik Ini!

Disusun Oleh : Ns. I'ien Noeraini, M.Kep Dosen D3 – Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Metadeskripsi: Bagaimana mempertahankan kesehatan di era new normal agar tak mudah sakit? Simak beberapa tips penting berikut ini!

Selama pandemi, ada banyak kebiasaan dalam keseharian kita yang berubah. Karena khawatir terinfeksi virus, banyak orang yang kemudian berusaha menerapkan gaya hidup sehat. Selain menghindari aktivitas di luar rumah yang menyebabkan kontak dengan orang lain, kebiasaan olahraga dan konsumsi makanan sehat juga meningkat.

Setelah pandemi mulai mereda dan kita memasuki era new normal, muncul pertanyaan baru: kebiasaan apa saja yang sebaiknya kita pertahankan agar bisa tetap sehat di era new normal? Berikut ini ulasan lengkapnya.

1.     Makan yang Menyehatkan

Salah satu kebiasaan baik yang muncul selama pandemi adalah memasak makanan sendiri di rumah. Selain karena banyak restoran yang tutup atau membatasi kunjungan, memasak sendiri di rumah memungkinkan Anda merancang menu yang sehat untuk keluarga.

Karena virus masih ada di luar sana, pertahankan pola makan yang sehat dan seimbang dengan berbagai jenis makanan sehat. Belilah bahan makanan yang masih segar dari pasar terdekat di kota Anda. Mencoba menu baru di akhir pekan juga bisa menjadi pilihan agar masak di rumah tidak terasa membosankan.

2.     Lebih Sering Berolahraga

Bukan rahasia lagi kalau berolahraga secara rutin sangat baik bagi tubuh. Selama pandemi, banyak orang yang tidak bisa berangkat ke gym atau pusat kebugaran langganan mereka. Ini sebenarnya bukan masalah karena Anda bisa tetap melakukan berbagai jenis latihan di rumah. Yoga atau senam dengan gerakan yang simpel bisa jadi pilihan sederhana dan menyehatkan untuk dilakukan di rumah.

Tentu saja Anda juga bisa memacu detak jantung dengan melakukan olahraga di luar ruangan. Jogging keliling komplek rumah atau di taman kota akan menjadi cara yang ampuh membakar kalori. Pastikan Anda mengenakan pakaian dan sepatu olahraga yang nyaman serta melakukan pemanasan dan pendinginan yang benar, ya!

3.     Latihan Pernapasan dan Stretching Secara Rutin

Kalau Anda hanya punya sedikit waktu luang yang bisa disisihkan untuk berolahraga, coba sediakan setidaknya 10 sampai 20 menit dalam sehari untuk melakukan latihan pernapasan dan stretching (peregangan). Melakukan dua aktivitas ini akan membantu Anda menjernihkan pikiran dari stres yang Anda alami hari itu.

Stretching juga bisa membantu mencegah sakit otot dan sendi akibat duduk terlalu lama. Ini sangat penting, terutama bagi Anda yang bekerja dari rumah (Work from Home). Agar aktivitas ini semakin seru dan menyenangkan, libatkan seluruh anggota keluarga. Ini adalah cara yang sederhana untuk menumbuhkan kesehatan mental dan fisik.

Tidak hanya bagi orang dewasa, latihan pernapasan dan peregangan ini juga bermanfaat untuk anak-anak. Gunakan waktu ini untuk beristirahat dari kesibukan sembari mempererat bonding dengan orang-orang terdekat Anda.

4.     Banyak Habiskan Waktu di Luar Ruangan

Karena PPKM, banyak di antara kita yang harus membatasi diri dari aktivitas sosialisasi terutama di tempat-tempat umum. Tak heran jika area yang luas dan hijau di alam terbuka kerap jadi pilihan untuk menyegarkan kembali pikiran. Taman, jalan setapak atau sekadar padang rumput di perkampungan jadi tujuan untuk sekadar melepaskan penat.

Jika Anda sering duduk santai di alam terbuka selama pandemi, tetap jadikan hal tersebut sebagai kebiasaan sehat di era new normal. Berpiknik sore hari di taman akan menjadi cara yang menyenangkan untuk quality time dengan keluarga dan teman.

5.     Pelajari Skill Baru

Di awal pandemi, banyak di antara kita yang kemudian memiliki waktu luang lebih banyak dari biasanya. Alhasil, kita pun berusaha mencari beragam kegiatan dan hobi baru untuk mengisi kekosongan tersebut. Mulai dari mencoba resep-resep baru atau sekadar berkebun di belakang rumah.

Meskipun sudah berada di era new normal, jangan tinggalkan kebiasaan baik ini. Manfaatkan waktu Anda untuk mencoba hal-hal baru yang bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun mental Anda. Misalnya saja dengan melakukan hiking atau bersepeda.

Itulah beberapa aktivitas sehat di era new normal yang bisa Anda terapkan. Ajak keluarga untuk bersama-sama melakukannya agar lebih bersemangat, ya!