
Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap Inovasi dan Perubahan
Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) yaitu BPLT (Basic Pharmaceutical Leadership Training) dengan tema “Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap Inovasi dan Perubahan”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kepemimpinan dan manajemen organisasi, serta meningkatkan wawasan peserta tentang strategi kepemimpinan yang efektif dan adaptif di era digital. Selain itu, peserta dibekali kemampuan pengelolaan organisasi secara sistematis serta didorong memanfaatkan teknologi digital, sekaligus mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, dan manajerial.
Kegiatan ini diselenggarakan pada 4 April 2026 oleh HIMAFA Universitas Telogorejo Semarang yang wajib diikuti oleh Mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi Tingkat I (Semester 2) yang dihadiri oleh 155 peserta yang hadir secara luring (offline) di Auditorium Lantai 4 Universitas Telogorejo Semarang serta ada pula peserta yang hadir secara daring (online) melalui media Zoom Meeting, sehingga memungkinkan untuk diakses oleh peserta dimanapun dan diunggah pada kanal Youtube HIMAFA Telogorejo Semarang. Kegiatan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk memenuhi ketentuan dan kesepakatan yang telah ditetapkan dalam proses pengkaderan, guna memperoleh status sebagai anggota penuh ISMAFARSI.
BPLT dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Telogorejo Semarang, dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M. Kes., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa farmasi bukan hanya soal belajar teori dan praktik di laboratorium, tetapi bagaimana mahasiswa dapat berani berorganisasi, berprestasi, dan menyiapkan diri menghadapi dunia yang terus berubah. Lebih dari itu mahasiswa juga sedang membanguun jati diri sebagai calon pemimpin di bidang kesehatan. Pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga tangguh dalam berorganisasi, mampu bekerja sama, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Beliau berharap bahwa semua peserta dapat
mendalami segala yang disampaikan dengan narasumber dengan baik sehingga berguna sebagai bekal wawasan organisasi mahasiswa.
Ten Stars of Pharmacist
apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med.
apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med memaparkan materi mengenai Ten Stars of Pharmacist, yaitu sepuluh peran utama yang harus dimiliki oleh seorang apoteker dalam menjalankan profesinya. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa apoteker tidak hanya berfokus pada obat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari care giver, decision maker, communicator, manager, life-long learner, teacher, leader, researcher, entrepreneur, hingga agent of positive change. Melalui peran-peran tersebut, apoteker diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal, mengambil keputusan berbasis bukti, berkomunikasi dengan baik, terus mengembangkan diri, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Wawasan ISMAFARSI Nabila Salzabil
Nabila Salzabil selaku SK Kastrad ISMAFARSI JOGLOSEPUR membahas tentang Wawasan ISMAFARSI sebagai organisasi nasional mahasiswa farmasi di Indonesia yang berbentuk konfederasi dari berbagai lembaga eksekutif mahasiswa farmasi. Organisasi ini bertujuan untuk menyatukan mahasiswa farmasi, meningkatkan kualitas dan profesionalisme, serta menjadi wadah pengembangan diri. ISMAFARSI memiliki dasar hukum seperti AD/ART, SOP, dan peraturan lainnya, serta memiliki struktur organisasi yang terbagi dalam wilayah-wilayah tertentu, termasuk anggota penuh dan peninjau. Selain itu, ISMAFARSI juga menyediakan berbagai manfaat bagi anggotanya, seperti memperluas relasi, meningkatkan soft skill, mendapatkan pengalaman organisasi, serta kesempatan berkontribusi dalam kegiatan nasional maupun internasional.
Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi
Khilyatus Sa’adah
Khilyatus Sa’adah selaku SK Kesekretariatan ISMAFARSI JOGLOSEPUR membahas tentang Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi. Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi dan menginspirasi orang lain agar dapat mencapai tujuan bersama. Terdapat berbagai teori kepemimpinan, seperti teori genetis, sosial, dan gabungan, serta berbagai gaya kepemimpinan seperti demokratis, transformasional, hingga otokratis. Selain itu, seorang pemimpin perlu memiliki keterampilan seperti komunikasi, empati, dan kemampuan mengambil keputusan. Manajemen organisasi sendiri merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Organisasi menjadi wadah kerja sama yang memiliki unsur seperti visi, struktur, aturan, dan partisipasi anggota. Secara keseluruhan, kepemimpinan, manajemen, dan organisasi saling berkaitan, di mana kepemimpinan mengarahkan, manajemen mengatur, dan organisasi menjadi tempat untuk mencapai tujuan bersama.
International Pharmaceutical Students’ Federation & Student Exchange Programme
Moh. Arif. Sp
Moh. Arif. Sp selaku SK Eksternal ISMAFARSI JOGLOSEPUR menjelaskan tentang (International Pharmaceutical Students’ Federation) IPSF dan Student Exchange Programme (SEP), yaitu program pertukaran mahasiswa farmasi di tingkat internasional. IPSF merupakan organisasi global yang menghubungkan mahasiswa farmasi di seluruh dunia, termasuk ISMAFARSI sebagai bagian dari jaringannya. SEP memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti kegiatan seperti magang di industri, penelitian, rumah sakit, maupun pengabdian masyarakat di negara lain. Dalam pelaksanaannya, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan seperti internship, city tour, serta acara penyambutan dan perpisahan. Untuk mengikuti program ini, diperlukan persiapan seperti seleksi, kelengkapan berkas, serta kesiapan finansial. Mahasiswa juga didorong untuk aktif mencari informasi, berani mencoba, dan memulai dari kegiatan kecil sebagai langkah awal.
Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan BPLT, diselenggarakan pre-test dan post-test bagi seluruh peserta. Pre-test dilakukan sebelum penyampaian materi oleh pemateri, dengan tujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mahasiswa terkait
materi yang akan diberikan. Hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dasar peserta sebelum menerima pembelajaran yang lebih mendalam. Selanjutnya, post-test dilaksanakan setelah seluruh materi disampaikan, sebagai bentuk evaluasi untuk menilai peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, panitia dapat mengetahui sejauh mana efektivitas penyampaian materi serta tingkat keberhasilan peserta dalam menyerap informasi yang diberikan. Dengan adanya kedua tahapan evaluasi ini, diharapkan proses pembelajaran dalam kegiatan BPLT dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak yang optimal dalam meningkatkan kualitas pengetahuan serta kesiapan peserta dalam mengikuti proses pengkaderan selanjutnya.
