
Pengabdian Masyarakat HIMA Farmasi – Pengenalan Tanaman Obat dan Pemanfaatannya Secara Aman melalui Pendekatan Teknologi Farmasi pada Siswa SMA
Oleh : Sirelia Caesar Anggi Batista Kefi – Sekretaris HIMAFA Telogorejo

Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema “Pengenalan Tanaman Obat dan Pemanfaatannya Secara Aman melalui Pendekatan Teknologi Farmasi pada Siswa SMA” yang dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026 di SMA 1 Kesatrian Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta siswa kelas XI yang telah memenuhi target kuota peserta workshop. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai tanaman obat di sekitar lingkungan, pemanfaatannya secara aman, serta pengenalan sederhana mengenai teknologi farmasi dalam pembuatan sediaan bahan alam yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diorganisir oleh anggota HIMAFA, dan juga melibatkan volunteer mahasiswa S-1 Farmasi Universitas Telogorejo Semarang semester 2 dan 4, yang turut membantu jalannya kegiatan serta mendampingi peserta selama workshop berlangsung. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk mengukur pengetahuan dasar peserta terkait topik tanaman obat dan sediaan farmasi yang akan dibahas selama kegiatan berlangsung.
Setelah pembukaan dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Drs. A. Budiman, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran HIMAFA Universitas Telogorejo Semarang yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman kepada para siswa. Beliau juga berharap kegiatan dapat berjalan dengan lancar serta para siswa mampu menikmati setiap proses pembelajaran dalam forum ini dan memperoleh manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, beliau berharap proyek yang dilakukan dalam kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan diterapkan dalam kegiatan proyek siswa.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi S1 Farmasi UNTS, Dra. apt. Tunik Saptawati, M.Si., Med.. Dalam sambutannya, beliau memperkenalkan Yayasan Telogorejo beserta sejarah singkat Universitas Telogorejo Semarang, serta visi dan misi Program Studi S1 Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker. Ketua Program Studi menyampaikan harapan agar kegiatan dapat diikuti dengan baik sehingga ilmu dan pengalaman yang diberikan mampu memberikan manfaat bagi para siswa serta memberikan gambaran sebagian ketrampilan kefarmasian yang dapat diperoleh di kampus farmasi UNTS.
Ketua pelaksana kegiatan, Ahmad Naufal Khawary, turut menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan pihak sekolah serta berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat dan pengalaman baru bagi seluruh peserta workshop. Selain itu, HIMAFA Telogorejo juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Guru dari SMA 1 Kesatrian, yaitu Pak Alim, yang membantu mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan antara pihak kampus UNTS dengan pihak sekolah SMA Kesatrian I Kota Semarang.
Pengenalan Tanaman Obat di Indonesia
Materi pertama disampaikan oleh Dra. apt. Tunik Saptawati, M.Si., Med. mengenai tanaman obat dan biodiversitas di Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan kekayaan hayati Indonesia yang sangat beragam dan memiliki potensi besar sebagai sumber tanaman obat tradisional. Peserta diperkenalkan dengan konsep TOGA (Tanaman Obat Keluarga), berbagai contoh tanaman obat yang ada di sekitar lingkungan, nama latin tanaman, serta manfaat dan kegunaannya dalam menjaga kesehatan.
Selain itu, peserta juga diberikan gambaran sederhana mengenai proses pembuatan ekstrak dalam bidang farmasi bahan alam sehingga siswa dapat memahami bahwa tanaman herbal dapat diolah menjadi sediaan farmasi yang lebih praktis dan aman digunakan. Pada sesi tanya jawab, salah satu siswa menanyakan mengenai tanaman herbal yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti diare. Menanggapi pertanyaan tersebut, Bu Tunik menjelaskan bahwa daun jambu biji muda dapat digunakan karena memiliki kandungan yang membantu mengatasi masalah pencernaan diare.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi ice breaking dan games yang berlangsung sangat seru dan interaktif. Selain mencairkan suasana, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan kelompok workshop dengan masing-masing kelompok terdiri dari kurang lebih enam peserta.
Workshop Pembuatan Sediaan Farmasi
Materi kedua disampaikan oleh apt. Ranatri Puruhita, M.Farm., dengan judul “Peningkatan Literasi Kesehatan Remaja melalui Workshop Pembuatan Deodoran Spray Ekstrak Jeruk Nipis dan Roll On Anti Dismenore Ekstrak Sereh”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan mengenai pengertian bau badan, faktor penyebab munculnya bau badan akibat aktivitas berlebih dan produksi keringat, fungsi deodoran, serta berbagai bentuk sediaan deodoran.
Pemilihan tema pembuatan deodoran spray didasarkan pada kondisi cuaca yang sering panas dan gerah sehingga memicu produksi keringat berlebih yang dapat menyebabkan bau badan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Sementara itu, pembuatan roll-on anti-dismenore ditujukan sebagai alternatif sederhana bagi remaja putri untuk membantu meredakan nyeri menstruasi.
Peserta kemudian diajak untuk membuat secara langsung sediaan farmasi berupa deodoran spray ekstrak jeruk nipis dengan formula:
- Ekstrak jeruk nipis : 3,6 mL
- Etanol : 6 mL
- Propilenglikol : 1,5 mL
- Essence : secukupnya
- Aquadest ad : 30 mL
Setiap bahan dijelaskan manfaat dan fungsinya dalam formulasi sediaan. Selain itu, dilakukan pula demonstrasi langsung proses pembuatan oleh Bu Hita sehingga peserta dapat memahami langkah demi langkah sebelum melakukan praktik secara mandiri.
