Back

Pengabdian Masyarakat : “Inspiring Through Diaspora Action: Mahasiswa KKN International Universitas Telogorejo Spread the Spirit of PHBS in Malaysia”

Oleh : Nadya Mila Sari, Huberta Jeovana Permatasari, Narendra Reinald Saputra – S1 FARMASI, Sesilia Elsinakeisha, Marselinus Satria Dewananda – S1 FISIOTERAPI, Eva Mariana Nangsat – S1 KEBIDANAN, Setia Ningrum Rahmandani, Nur Rina Aulya Rachmadani – D3 KEPERAWATAN

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Internasional (KKNI) Universitas Telogorejo Semarang yang dilaksanakan di Selangor, Malaysia pada April 2026 lalu menjadi salah satu pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menjalankan pengabdian masyarakat di tingkat internasional. Program KKNI ini berlangsung selama 28 hari dan diisi dengan berbagai kegiatan edukatif serta sosial yang melibatkan anak – anak diaspora dan lingkungan sekolah secara langsung.

Selama menjalankan program di Malaysia, mahasiswa tidak hanya belajar tentang budaya dan kehidupan masyarakat setempat, tetapi juga membawa semangat pengabdian melalui berbagai kegiatan positif. Salah satu program yang dilaksanakan adalah kegiatan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sejak dini. Kegiatan PHBS ini dilaksanakan dengan konsep yang santai, interaktif, dan menyenangkan sehingga peserta didik dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias. Mahasiswa KKNI berusaha menciptakan suasana belajar yang tidak membosankan agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik yang dikemas melalui tema “Sampah Baik dan Sampah Jahat”. Dalam sesi ini, mahasiswa menjelaskan tentang jenis-jenis sampah yang sering ditemukan di lingkungan sekitar serta dampaknya terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian peserta didik adalah menghias tong sampah dengan menggambar dan melukis tempah. Mahasiswa menyediakan alat gambar dan cat warna untuk digunakan bersama. Tong sampah yang sebelumnya polos berubah menjadi lebih menarik dengan berbagai gambar kreatif dan warna-warni hasil karya mahasiswa dan peserta didik.

Peserta didik dikenalkan dengan sampah organik seperti daun kering dan sisa makanan yang mudah terurai secara alami. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, botol minuman, dan bungkus makanan dijelaskan sebagai sampah yang sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan. Agar lebih menarik, mahasiswa mengajak peserta didik praktik langsung memilah sampah sesuai kategorinya. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat karena peserta didik terlihat aktif dan penasaran saat mencoba menentukan jenis sampah yang benar. Melalui kegiatan sederhana tersebut, mahasiswa berharap peserta didik dapat mulai membiasakan diri membuang dan memilah sampah dengan baik.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih ruang kelas bersama. Mahasiswa KKNI dan peserta didik bekerja sama membersihkan kelas agar suasana belajar menjadi lebih nyaman dan rapi. Kegiatan yang dilakukan meliputi menata buku-buku di rak kelas, menghias pojok literasi, menyapu dan mengepel lantai, hingga menata alat-alat sholat yang ada di kelas.

Suasana gotong royong dan kebersamaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa dan peserta didik saling membantu satu sama lain sehingga kegiatan berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Dari kegiatan tersebut, peserta didik belajar bahwa menjaga kebersihan lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya fokus di dalam kelas, kegiatan PHBS juga dilakukan di area lingkungan sekolah. Mahasiswa bersama peserta didik melakukan kerja bakti dengan menyapu halaman sekolah serta mencabuti rumput liar yang tumbuh di sekitar area sekolah. Lingkungan sekolah yang bersih tentunya akan membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman dan sehat.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, mahasiswa ingin menanamkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dengan cara yang lebih menyenangkan dan kreatif. Selain menjadi media edukasi, kegiatan menghias tong sampah juga melatih kreativitas dan kerja sama peserta didik. Program PHBS yang dilaksanakan selama kegiatan KKNI ini mendapat respon positif dari peserta didik maupun pihak sekolah. Kehadiran mahasiswa Universitas Telogorejo Semarang di Selangor, Malaysia memberikan pengalaman baru sekaligus membawa semangat kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Melalui program yang berlangsung selama 28 hari tersebut, mahasiswa KKNI tidak hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga membangun hubungan baik, berbagi pengalaman, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Semangat diaspora yang dibawa mahasiswa Universitas Telogorejo menjadi bukti bahwa aksi kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan manfaat besar dan menginspirasi banyak orang.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *