Universitas Telogorejo Semarang
Pelantikan BEM STIKES Telogorejo Semarang 2025:
Hari bersejarah bagi kepengurusan BEM STIKES Telogorejo Semarang! Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo Semarang mengadakan acara pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2025 di Ruang Teater Lantai 6. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, manajemen, ketua program studi (Kaprodi), ketua lembaga, kepala unit, dosen, tenaga pendidik, serta perwakilan dari Himpunan Mahasiswa (HIMA) Farmasi dan HIMA Fisioterapi.
Pelantikan ini menandai awal kepemimpinan baru dalam organisasi mahasiswa, yang diharapkan dapat membawa inovasi serta semangat baru dalam berbagai program kerja kampus. Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan STIKES Telogorejo Semarang menyampaikan harapan agar BEM periode 2025 dapat menjadi wadah yang solid bagi mahasiswa dalam berkontribusi untuk pengembangan akademik maupun non-akademik. Ketua BEM yang baru dilantik menyampaikan komitmennya untuk menjalankan program yang berorientasi pada pengembangan mahasiswa, baik dalam bidang organisasi, keilmuan, maupun pengabdian kepada masyarakat. "Kami siap mengemban amanah ini dan berkolaborasi dengan seluruh elemen kampus guna menciptakan lingkungan akademik yang lebih dinamis dan produktif," ujarnya. Acara pelantikan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan perkenalan kepengurusan baru, yang diharapkan dapat mempererat sinergi antara mahasiswa dan civitas akademika STIKES Telogorejo Semarang. Dengan semangat baru, BEM periode 2025 diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi kampus dan mahasiswa secara keseluruhan. Selain itu, kehadiran HIMA Farmasi dan HIMA Fisioterapi dalam acara ini menjadi bukti nyata kolaborasi antarlembaga mahasiswa di STIKES Telogorejo Semarang. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan berbagai kegiatan bermanfaat bagi seluruh mahasiswa.
Himpunan Mahasiswa Farmasi STIKES Telogorejo Semarang Gelar Studi Banding dengan Senat Mahasiswa STIFAR Semarang
STIKES Telogorejo Semarang Gelar Workshop Bedah Buku dan Penyusunan Buku Referensi untuk Dosen
STIKES Telogorejo Semarang kembali mengadakan kegiatan akademik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di lingkungan kampus. Pada kesempatan ini, STIKES Telogorejo menyelenggarakan Workshop Bedah Buku dan Penyusunan Buku Referensi yang ditujukan bagi para dosen.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium Lantai 4 pada 24 Februari 2025 dan dihadiri oleh para dosen dari berbagai program studi. Workshop ini menghadirkan narasumber berpengalaman dalam bidang penulisan akademik dan publikasi ilmiah, yang memberikan wawasan mendalam mengenai strategi penyusunan buku referensi yang berkualitas serta pentingnya publikasi dalam dunia akademik.
Dalam sambutannya, Ketua STIKES Telogorejo Semarang, dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D, menekankan pentingnya peningkatan literasi akademik bagi dosen dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih berkualitas. "Melalui workshop ini, kami berharap para dosen dapat lebih memahami teknik menulis dan menyusun buku referensi yang dapat menjadi sumber utama dalam perkuliahan," ujar dr. Swanny.
Dengan adanya kegiatan ini, STIKES Telogorejo Semarang berharap dapat terus mendorong para dosen untuk aktif dalam dunia kepenulisan akademik serta meningkatkan kualitas pembelajaran melalui referensi yang lebih kaya dan berbobot. Ke depannya, institusi ini berencana untuk mengadakan lebih banyak kegiatan akademik yang dapat mendukung pengembangan profesionalisme dosen dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah.
Tentang STIKES Telogorejo Semarang STIKES Telogorejo Semarang merupakan institusi pendidikan tinggi di bidang kesehatan yang berkomitmen dalam mencetak tenaga kesehatan profesional dan berkompeten. Melalui berbagai kegiatan akademik dan penelitian, STIKES Telogorejo terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan demi menciptakan lulusan yang unggul di bidangnya.

BEM STIKES Telogorejo Semarang Gelar Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa

Semarang, 25 Februari 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Telogorejo Semarang mengadakan debat calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa di Ruang Teater Lantai 6. Acara ini menjadi ajang adu gagasan bagi dua pasangan calon (paslon) yang berkompetisi dalam pemilihan kepemimpinan BEM periode selanjutnya.
Debat ini dihadiri oleh jajaran manajemen, dosen, tenaga pendidik, serta perwakilan mahasiswa STIKES Telogorejo Semarang. Setiap paslon diberikan kesempatan untuk memaparkan visi, misi, serta program kerja mereka, disusul dengan sesi tanya jawab yang melibatkan panelis dan audiens.
Setelah sesi debat yang berlangsung dinamis dan penuh gagasan kritis, acara dilanjutkan dengan proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM STIKES Telogorejo Semarang. Pemilihan ini diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif serta mewakili aspirasi mahasiswa dalam berbagai aspek akademik dan non-akademik.


Dengan adanya debat ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami arah kepemimpinan yang akan diusung oleh masing-masing paslon, sehingga mereka dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak. Hasil pemilihan akan segera diumumkan setelah seluruh proses perhitungan suara selesai dilakukan.
BEM STIKES Telogorejo Semarang terus berkomitmen untuk menciptakan iklim demokrasi yang sehat di lingkungan kampus serta membangun generasi pemimpin yang visioner dan bertanggung jawab.
STIKES Telogorejo Semarang dan Universitas Dian Nuswantoro Gelar Pengabdian Masyarakat tentang Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Deteksi Penyakit Kulit
STIKES Telogorejo Semarang bekerja sama dengan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema "Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pencegahan dan Deteksi Dini Penyakit Kulit". Acara ini berlangsung pada Senin, 17 Februari 2025, di ruang 505 lantai 5 STIKES Telogorejo Semarang.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa dari Program Studi S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang. Para peserta mendapatkan pemaparan mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat digunakan dalam dunia kesehatan, khususnya untuk mendukung diagnosis dan deteksi dini penyakit kulit. Dengan pemanfaatan teknologi AI, diharapkan tenaga kesehatan mampu meningkatkan efektivitas dalam identifikasi penyakit kulit serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan sejak dini.
Dalam sambutannya, Ketua STIKES Telogorejo Semarang menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Universitas Dian Nuswantoro ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran teknologi dalam dunia medis. Selain itu, pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam pemanfaatan AI secara lebih luas di bidang keperawatan dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, narasumber dari Universitas Dian Nuswantoro menekankan pentingnya adaptasi terhadap teknologi dalam dunia kesehatan. “Dengan adanya AI, tenaga medis dapat lebih cepat dan akurat dalam mendiagnosis penyakit kulit, sehingga pasien dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat,†ujarnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa berkesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber mengenai implementasi AI dalam praktik keperawatan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan di dunia kesehatan yang semakin berkembang pesat seiring kemajuan teknologi.

Mahasiswa STIKES Terlogorejo Semarang Ikuti Kuliah Pakar Dengan Menghadirkan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah

Semarang, 11 Februari 2025 – Program Studi S-1 Keperawatan STIKES Terlogorejo Semarang mengadakan kuliah pakar dengan tema "Mengenal Program Katana (Kelurahan Tangguh Bencana) dan Program Kampung Siaga Bencana di Provinsi Jawa Tengah." Acara ini menghadirkan Drs. Wahjoedi Fajar, M.Si, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, sebagai narasumber utama.
Kuliah pakar ini berlangsung di ruang Auditorium lantai 4 STIKES Terlogorejo Semarang dan dihadiri oleh 250 mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk S-1 Keperawatan, Profesi Ners, S-1 Kebidanan, D-3 Keperawatan, S-1 Fisioterapi, dan S-1 Farmasi.
Dalam paparannya, Drs. Wahjoedi Fajar, M.Si menjelaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana melalui program Katana dan Kampung Siaga Bencana. Program Katana bertujuan membentuk masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana dengan meningkatkan kapasitas mitigasi dan kesiapsiagaan. Sementara itu, Kampung Siaga Bencana merupakan program yang berfokus pada pembentukan komunitas yang memiliki sistem peringatan dini serta respons cepat terhadap potensi bencana di lingkungan mereka.
Melalui kuliah pakar ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep dan implementasi mitigasi bencana dalam skala komunitas serta peran tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi.
Ketua Program Studi S-1 Keperawatan STIKES Terlogorejo Semarang menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam kegiatan akademik maupun praktik di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan keterlibatan mahasiswa dalam kesiapsiagaan bencana sebagai calon tenaga kesehatan yang profesional.
Dengan terselenggaranya kuliah pakar ini, diharapkan mahasiswa dapat berperan aktif dalam membangun komunitas yang lebih siap menghadapi bencana, sesuai dengan visi dan misi STIKES Terlogorejo Semarang dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi dalam bidang kesehatan.
STIKES Telogorejo Semarang Jalin Kerja Sama Internasional dengan Dongseo University
STIKES Telogorejo Semarang kembali memperkuat jaringan kerja samanya di kancah internasional dengan menandatangani Letter of Intent (LoI), Memorandum of Understanding (MoU), dan Implementation Agreement (IA) bersama Dongseo University, Korea Selatan. Penandatanganan ini berlangsung di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (RS Unimus) dalam kegiatan Signing International Collaboration & Discussion Asian Alliance University (AAU).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam penguatan hubungan akademik dan peningkatan kualitas pendidikan di STIKES Telogorejo Semarang. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk mengikuti program pertukaran akademik, penelitian bersama, serta peningkatan kapasitas dalam bidang ilmu kesehatan.
Perwakilan dari Dongseo University juga mengungkapkan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. Mereka berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat besar bagi kedua institusi dalam menghadapi tantangan global di bidang pendidikan dan kesehatan.
Dengan adanya penandatanganan ini, STIKES Telogorejo Semarang semakin membuktikan komitmennya dalam membangun jaringan internasional guna meningkatkan mutu pendidikan dan kompetensi lulusannya di tingkat global.

Prodi S1 Farmasi dan Profesi Apoteker Gelar Kuliah Pakar Bertema Registrasi Produk Farmasi dan Makanan
Program Studi S1 Farmasi dan Profesi Apoteker kembali menggelar Kuliah Pakar dengan tema "Registrasi Produk Farmasi dan Makanan". Acara yang diadakan di Ruang Teater Lantai 6 STIKES Telogorejo Semarang ini menghadirkan narasumber ahli, Lintang Purba Jaya, S.Farm, Apt, M.Si, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang.
Kuliah pakar ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih mendalam kepada mahasiswa mengenai proses registrasi dan regulasi produk farmasi serta makanan di Indonesia. Dalam paparannya, Lintang Purba Jaya menjelaskan berbagai aspek penting dalam proses registrasi, mulai dari persyaratan administratif, uji klinis, hingga standar keamanan dan efektivitas produk yang harus dipenuhi sebelum mendapatkan izin edar dari BPOM.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber terkait tantangan dan dinamika yang dihadapi dalam industri farmasi dan makanan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait regulasi terbaru serta prosedur yang harus dipenuhi oleh industri farmasi dan makanan di Indonesia.

