Back

Universitas Telogorejo Semarang

HomeAuthor: Universitas Telogorejo SemarangPage 21
PELATIHAN ALUMNI STIKES TELOGOREJO SEMARANG
BeritaNews 05 Sep 2024

PELATIHAN ALUMNI STIKES TELOGOREJO SEMARANG

STIKES Telogorejo Semarang hari ini mengadakan kegiatan pembukaan pelatihan alumni yang melibatkan beberapa program studi, termasuk S-1 Keperawatan dan Profesi Ners, S-1 Kebidanan dan Profesi Bidan, S-1 Farmasi, D-3 Keperawatan, dan S-1 Fisioterapi. Acara tersebut berlangsung di ruang auditorium lantai 4 STIKES Telogorejo Semarang. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen STIKES Telogorejo untuk terus meningkatkan kompetensi para lulusan dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Dalam sambutannya, Ketua STIKES Telogorejo menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi para alumni sebagai upaya untuk menjaga profesionalisme dan kualitas pelayanan kesehatan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para alumni untuk terus mengembangkan kemampuan dan pengetahuan mereka, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih baik di tempat kerja masing-masing,” ujar Ketua STIKES Telogorejo dalam pidatonya.

Pelatihan ini akan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai materi yang relevan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing program studi. Para peserta akan mendapatkan pembekalan baik secara teori maupun praktik yang langsung dipandu oleh para ahli dan praktisi di bidangnya.

Pelatihan ini mencakup berbagai topik penting seperti Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Dasar, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Entrepreneurship, Service Excellent, Farmasi Klinik dan Pharmaenterpreneurship, Perawat Paliatif, Kegawatdaruratan, serta Literasi Digital. Kegiatan pelatihan ini dijadwalkan akan berlangsung hingga bulan Oktober 2024 dan akan diselenggarakan di dua lokasi, yaitu STIKES Telogorejo Semarang dan Diklat SMC RS Telogorejo.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan tambahan kompetensi dan wawasan kepada para alumni, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Selain itu, sesuai dengan visi misi STIKES Telogorejo Semarang berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional dan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.

PRESTASI MAHASISWASTIKES TELOGOREJO SEMARANG JUARA 1 LOMBA FOTOGRAFI TINGKAT NASIONAL
BeritaNews 17 Aug 2024

PRESTASI MAHASISWASTIKES TELOGOREJO SEMARANG JUARA 1 LOMBA FOTOGRAFI TINGKAT NASIONAL

PRESTASI MAHASISWA - JUARA 1 LOMBA FOTOGRAFI TINGKAT NASIONAL Hallo Telogorejo Muda Segenap civitas academica STIKES Telogorejo Semarang mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Ivan Agung Wiyahya ( Mahasiswa S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang ) atas diraihnya Juara 1 Lomba Fotografi Tingkat Nasional Dalam Kegiatan Nursing Got Talent ( NGT ) 2024 dengan tema " Nursing Dynamics : Talent, Art and Athlenticsm Combined" yang diadakan oleh BEM Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Salam Sehat - ICARE 🌐 official.universitastelogorejo.ac.id YouTube STIKES Telogorejo TikTok @stikestelogorejo
Benchmarking dan Penandatanganan MoU & MoA STIKES Telogorejo Semarang dengan STIKES Serulingmas Cilacap
BeritaNews 17 Aug 2024

Benchmarking dan Penandatanganan MoU & MoA STIKES Telogorejo Semarang dengan STIKES Serulingmas Cilacap

STIKES Telogorejo Semarang dan STIKES Serulingmas Cilacap menggelar acara Benchmarking dan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta Memorandum of Agreement (MoA) pada tanggal 15 Agustus 2024. Acara tersebut berlangsung di Ruang 706 Gedung B STIKES Telogorejo Semarang, bertujuan untuk memperluas wawasan tentang pengelolaan dan peningkatan mutu dari kedua Perguruan Tinggi. Selain itu, kegiatan benchmarking ini untuk mengidentifikasi dan mengadopsi praktik terbaik serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Ketua STIKES Telogorejo Semarang, dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D., yang menyambut kedatangan tim dari STIKES Serulingmas Cilacap. Dalam sambutannya, dr. Swanny mengucapkan terima kasih telah memilih STIKES Telogorejo Semarang untuk melakukan benchmarking dan semoga dari acara tersebut dapat saling belajar baik dari STIKES Serulingmas dan STIKES Telogorejo Semarang. Dalam sesi benchmarking, kedua perguruan tinggi ini melakukan diskusi mendalam mengenai berbagai aspek pengelolaan yayasan, tata kelola institusi, srategi PMB, penerpana program MBKM, prosedur pendirian Prodi Sarjana Bidan dan Profesi Bidan, pendirian Profesi Apoteker, penelitian dan pengabdian Masyarakat dan fasilitas. Puncak acara adalah penandatanganan MoU dan MoA antara kedua perguruan tinggi. Penandatanganan dilakukan dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D. dan Yenni Kristiana, Ns., M.Kep. disaksikan oleh seluruh tamu undangan yang hadir. Dengan adanya MoU dan MoA ini, kedua institusi berkomitmen untuk melakukan kolaborasi yang lebih intensif dalam berbagai aspek pendidikan dan penelitian, serta berbagi pengalaman untuk meningkatkan mutu pendidikan kesehatan di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang baru untuk inovasi dan perbaikan berkelanjutan di kedua lembaga. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan sesi tour campus STIKES Telogorejo Semarang untuk melihat fasilitas yang ada. Kedua pihak mengungkapkan harapan agar kerjasama ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan pendidikan kesehatan di masa depan.
Visi dan Misi D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Uncategorized 25 Jul 2024

Visi dan Misi D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Visi : Mewujudkan perawat vokasi yang unggul dalam keperawatan gerontik secara holistik untuk meningkatkan kualitas hidup manusia pada tahun 2035. Misi:
  1. Menyelenggarakan pendidikan keperawatan dengan keunggulan keperawatan gerontik secara holistik untuk menghasilkan perawat vokasi yang profesional, berbudi pekerti luhur, dan mampu bersaing di tingkat global.
  2. Menyelenggarakan penelitian di bidang keperawatan gerontik secara holistik sesuai perkembangan ilmu dan teknologi.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yang berfokus pada keperawatan gerontik secara holistik.
Visi dan Misi Profesi Apoteker STIKES Telogorejo Semarang
Berita 16 Jul 2024

Visi dan Misi Profesi Apoteker STIKES Telogorejo Semarang

Visi : Menjadi program studi yang menghasilkan apoteker profesional dan berdaya saing secara global, dengan keunggulan Farmasi klinik dan komunitas didukung dengan obat bahan alam dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. Misi :
  1. Menyelenggarakan pendidikan profesi apoteker dengan keunggulan farmasi klinik dan komunitas didukung dengan obat bahan alam, selaras perkembangan sistem informasi dan teknologi untuk menghasilkan apoteker profesional, berbudi pekerti luhur dan mampu bersaing secara global.
  2. Melaksanakan penelitian bidang farmasi klinik dan komunitas yang sesuai perkembangan sains dan teknologi utamanya dalam pengembangan obat bahan alam.
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia melalui bidang farmasi klinik dan komunitas dan implementasi penggunaan obat bahan alam.
Pembukaan Audit Mutu Internal Tahun Akademik 2023/2024 dan In House Training Audit Mutu Internal Bagi Auditor di STIKES Telogorejo Semarang
News 24 Jun 2024

Pembukaan Audit Mutu Internal Tahun Akademik 2023/2024 dan In House Training Audit Mutu Internal Bagi Auditor di STIKES Telogorejo Semarang

Semarang, 20 Juni 2024 - Mengawali kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2023/2024, Lembaga Penjaminan Mutu STIKES Telogorejo Semarang telah menyelenggarakan acara pembukaan kegiatanAudit Mutu Internal ( AMI ) Tahun Akademik 2023/2024  dan In House Training bagi Auditor Internal pada Rabu, 19 Juni 2024 sampai dengan Kamis, 20 Juni 2024 di ruang Auditorium STIKES Telogorejo Semarang. Acara ini dihadiri oleh para Auditor dan Auditee STIKES Telogorejo Semarang.

Kegiatan AMI Tahun Akademik 2023/2024 dibuka oleh dr. Swanny Trikajanti W., M.Kes., Ph.D., selaku Ketua STIKES Telogorejo Semarang. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pelaksanaan audit mutu internal sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan di STIKES Telogorejo Semarang. Selanjutnya dilanjutkan pemaparan oleh Ns. Resa Nirmala Jona, M.Kep., selaku Lead Auditor AMI Tahun Akademik 2023/2024 yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai tujuan, metode, dan jadwal pelaksanaan audit.

Salah satu agenda penting dalam acara ini adalah sosialisasi aplikasi AMIGO (Audit Mutu Internal STIKES Telogorejo) yang disampaikan oleh Ns. Prita Adisty Handayani, M.Kep., selaku Pj. Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Aplikasi AMIGO diperkenalkan sebagai alat bantu digital yang dirancang untuk memfasilitasi proses audit mutu internal, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pelaksanaan AMI Tahun Akademik 2023/2024 .

Para Auditor dan Auditee yang hadir diberikan penjelasan rinci tentang cara menggunakan aplikasi AMIGO. Selain itu, Ns. Prita Adisty Handayani juga menginformasikan bahwa video tutorial penggunaan aplikasi tersebut telah disediakan di website Penjaminan Mutu STIKES Telogorejo Semarang, yang dapat diakses oleh Auditor dan Auditee. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pengisian form checklist oleh auditor menggunakan aplikasi AMIGO, sesuai dengan area yang telah dibagikan dalam jadwal pelaksanaan AMI Tahun Akademik 2023/2024.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang positif dalam pelaksanaan AMI Tahun Akademik 2023/2024. Dengan adanya inovasi digital melalui aplikasi AMIGO, diharapkan proses AMI Tahun Akademik 2023/2024 akan menjadi lebih efektif dan efisien.

Apakah sebenarnya yang terjadi ? Hati-hati dengan Baby Blues yang tersembunyi !
News 24 Jun 2024

Apakah sebenarnya yang terjadi ? Hati-hati dengan Baby Blues yang tersembunyi !

Disusun Oleh Ns. Rinda Intan Sari, M.Kep ( Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )

Fenomena akhir-akhir ini yang sangat menghebohkan yaitu ibu menggorok leher anaknya dengan alasan menyelamatkan anaknya dari penderitaan karena kekurangan ekonomi. Ibu mencelupkan anaknya ke bak mandi supaya ke surga dan hidup bahagia karena merasa gagal menjadi ibu yang pantas bagi anaknya.

Sungguh mengerikan bukan fenomena tersebut?

Kemungkinan terbesar yang terjadi pada ibu tersebut adalah baby blues yang tersembunyi. Dimana ibu mengalami kesulitan dalam melakukan perannya dalam keluarga dan hal tersebut dimulai setelah melahirkan hingga beberapa bulan yang dipendam dan akhirnya menjadi depresi.

Baby blues adalah gangguan suasana hati yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Kondisi ini ditandai dengan ibu mudah sedih, lelah, mudah marah, menangis tanpa alasan yang jelas, mudah gelisah, dan sulit untuk berkonsentrasi. Banyak ibu yang menyembunyikan kesulitannya dalam merawat bayi dan keluarganya dengan tujuan menjaga harga diri sebagai ibu yang sempurna. Secara medis, rasa perfeksionis ini merupakan hal yang normal sebagai ibu baru yang nantinya akan menurun secara perlahan seiring dengan perkembangan bayinya. Namun apabila rasa perfeksionis tersebut tidak turun, maka bisa menjadi baby blues.

Baby blues yang tersembunyi ini apabila tidak di atasi akan berubah menjadi depresi post partum dan akan menjadi lebih parah hingga lebih dari 1 tahun setelah melahirkan.

Baby blues yang tidak mendapatkan dukungan dan support dari orang lain akan semakin memperberat gejala hingga terjadi “pembunuhan” atau melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan moral atau akal sehat. Sebetulnya apa yang menjadi penyebabnya?

Perlu kita ketahui secara mendasar bahwa ibu seharusnya melakukan penyesuaian yang adaptif terhadap perubahan perannya yang sebelumnya tidak mempunyai anak sekarang harus merawat dan mengurus anaknya. Penyesuaian/adaptasi perubahan ini merupakan hal yang normal dan pasti terjadi namun harus dipahami oleh lingkungan baik suami maupun keluarga lain. Perubahan ini tidaklah mudah khususnya ibu baru (anak pertama) namun adaptasi ini juga terus berlanjut pada ibu yang melahirkan anak ke 2 dan ke 3. Bukan masalah sudah memiliki pengalaman sebelumnya atau tidak, namun dukungan dan persiapan mental perlu dipersiapkan dan dipahami oleh semua orang. Ibu dengan beberapa anak akan memiliki kesulitannya sendiri, jadi jangan memiliki pandangan bahwa ibu dengan anak 2 atau 3 pasti sudah dapat menyesuaikan diri dengan perubahan perannya. Lalu bagaimana yang bisa dilakukan?

Kunci utama yaitu dukungan keluarga khususnya suami. Orang dewasa selain ibu itu sendiri sangat berperan dalam adaptasi perubahan peran. Pasangan atau suami adalah faktor pendukung terbesar dalam adaptasi ibu, sehingga suami memiliki peran penting dalam kesehatan mental ibu. Apabila suami mendukung, membantu dan memotivasi ibu, baby blues atau depresi dapat dicegah. Dukungan suami dalam bentuk memberikan kasih sayang, simpati, empati, motivasi, dukungan emosional, verbal, informatif dan lain sebagainya akan sangat mempengaruhi pandangan dan perasaan ibu untuk beradaptasi dengan perannya. Suami siaga tidak hanya diperlukan pada saat ibu sedang menjalani kehamilan, namun suami siaga juga harus diaplikasikan sepanjang hubungan suami-istri berlangsung. Suami siaga salah satunya yaitu suami yang peka terhadap perubahan yang terjadi pada istri khususnya perubahan emosional, ikut dalam merawat bayi. Pandangan suami tentang merawat anak adalah tugas dan kewajiban seorang ibu adalah pandangan yang salah. Pada hakikatnya kodrat seorang perempuan itu menstruasi dan melahirkan, selebihnya adalah tugas dan kewajiban bersama ibu dan ayah. Apakah hanya dukungan suami saja yang mempengaruhi baby blues?

Dukungan lain selain suami juga sangat penting yaitu orang tua. Orang tua juga memberikan kontribusi dalam menambah stres ibu karena adanya berbeda pemikiran dengan kemajuan ilmu saat ini, dengan alih-alih jaman dahulu melakukan hal tersebut juga tidak ada masalah. Perbedaan cara perawatan, ekpektasi orang tua terhadap cucunya, adat istiadat dan tradisi yang dianut, serta komentar orang sekitar akan sangat mempengaruhi ibu dalam menyesuaikan diri dengan perubahan perannya. Kemudian, apakah yang bisa ibu lakukan?

Cara mencegah terjadinya baby blues antara lain yaitu komunikasikan keluhan kepada suami secara baik-baik, mencari banyak informasi terkait kondisi diri dan perubahannya/mengenali perubahan diri sendiri, dan melakukan terapi-terapi komplementer. Terapi komplementer yang dapat ibu lakukan yaitu usahakan ibu memiliki “me time” atau waktu sendiri untuk menenangkan diri, mendengarkan musik, melakukan aktivitas fisik yang disukai, melanjutkan hobby yang sempat tertunda karena kehamilan, yoga bila perlu dengan menghirup aromaterapi yang disukai. Apabila cara-cara diatas sudah dilakukan namun tidak dapat mengurangi stres segera menghubungi profesional baik psikiater atau psikolog.

Ingat, bahwa baby blues bukan hal yang ringan, hal ini sering disembunyikan ibu untuk mempertahankan harga diri sebagai seorang ibu yang sempurna bagi keluarga.

Ayah, kenali perubahan pada ibu.

Orang tua, berikan kesempatan ibu untuk mengembangkan ilmunya dalam perawatan bayi dan keluarganya, percayakan semua pada ibu, bantu sesuai keinginan ibu.

Jangan malu dan tabu untuk ke psikiater atau ke psikolog demi menyelamatkan diri sendiri dan keluarga.

YUK! KENALI FAKTOR RESIKO KANKER SERVIKS
Tak Berkategori 24 Jun 2024

YUK! KENALI FAKTOR RESIKO KANKER SERVIKS

Disusun Oleh Ns. Dwi Fitriyanti, M.Kep. ( Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )

Kanker serviks merupakan penyakit kanker pada wanita yang banyak menyebabkan kematian. Berdasarkan data Kemenkes tahun 2019, terdapat kasus kanker serviks sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Sementara itu, berdasarkan data Globocan pada tahun 2020, di Indonesia terdapat 396.914 kasus baru kanker, dengan 234.511 kematian akibat kanker. Kematian akibat kanker diperkirakan akan terus meningkat hingga lebih dari 13,1 juta pada tahun 2030 jika tidak segera diantisipasi mulai sekarang.

Penyakit kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus, yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim dengan liang senggama (vagina). Penyebab utama kanker serviks adalah human papiloma virus (HPV). Agar kanker serviks dapat ditemukan pada stadium dini serta mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat untuk memberikan kesembuhan dan harapan hidup yang lebih lama, maka perlu adanya tindakan pencegahan dan deteksi dini kanker serviks yang meliputi pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pap smear. Pada umumnya kanker serviks baru menunjukkan gejala setelah tahap kronis dan sulit untuk disembuhkan. Oleh karena itu, perlu mengetahui faktor resiko kanker serviks untuk pencegahan tahap awal.

Berikut merupakan faktor resiko terjadinya kanker serviks:

  1. Melakukan hubungan seksual di usia kurang dari 20 tahun

Usia pertama kali melakukan hubungan seks <20 tahun memiliki peluang berisiko 3,8 kali lebih besar menderita kanker serviks dibanding dengan usia pertama kali melakukan hubungan seks  ≥20 tahun. Menikah usia dini merupakan masalah kesehatan reproduksi, karena semakin muda umur menikah semakin panjang rentang waktu untuk bereproduksi. Ketidakmatangan serviks secara biologis pada usia muda dapat menjadi faktor risiko terhadap kerentanan HPV dan sering terjadi setelah terjadinya hubungan seks yang pertama.

  • Jumlah kehamilan lebih dari 3 orang anak

paritas atau jarak kehamilan memiliki peluang berisiko 3,8 kali lebih besar menderita kanker serviks dibanding dengan paritas ≤3 orang anak. Wanita yang pernah hamil selama 9 bulan sebanyak lebih dari 3 kali berisiko terkena kanker serviks lebih tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan hormonal selama kehamilan yang berpotensi membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi HPV serta menurunnya daya tahan tubuh selama kehamilan juga memungkinkan adanya infeksi HPV dan pertumbuhan kanker.

  • Berganti ganti pasangan

Berganti ganti pasangan dalam berhubungan seks dapat pengaruh terhadap kejadian kanker serviks. Hal ini menunjukkan bahwa faktor berganti-ganti pasangan seksual mempunyai resiko 2,4 kali menderita kanker seviks. Kanker serviks diperkirakan sebagai penyakit yang ditularkan secara seksual. Sesuai dengan etiologi infeksinya, wanita dengan partner seksual yang banyak akan meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Karena sel kolumnar (lappisan sel) serviks lebih peka terhadap metaplasia (perubahan sel) selama usia dewasa. Proses metaplasia sel skuamosa (sel yang melapisi bagian luar leher rahim) meningkat sehingga berisiko terjadinya transformasi yag kemudian menjadi neoplasia intraepitel cerviks (tanda kanker mulai muncul pada serviks).

  • Penggunaan pembersih vagina

Penggunaan pembersih vagina memiliki peluang berisiko 2,8 kali lebih besar menderita kanker serviks dibanding dengan yang tidak menggunakan pembersih vagina. Vagina yang sehat mengandung bakteri Lactobacillus, yang merupakan bakteri baik untuk menjaga keasaman vagina agar kuman tak mudah menginfeksi. Kebiasaan menggunakan cairan vagina (douching) akan memberantas bakteri Lactobacillus tersebut, sehingga vagina lebih rentan mengalami infeksi. Penelitian yang dilakukan Neuman pada tahun 2012 di Utah, Amerika Serikat menyatakan bahwa douching setidaknya seminggu sekali lebih berisiko empat kali lipat terkena kanker serviks dibandingkan dengan yang tidak. Cairan pembersih vagina/ douching yang beredar dipasaran berisi air dan campuran bahan seperti cuka, baking soda atau iudium yang dapat enganggu keasaman vagina.

  • Kontrasepsi hormonal

Penggunaan kontrasepsi oral >5 tahun memiliki peluang berisiko 1,4 kali lebih besar menderita kanker serviks dibanding dengan penggunaan ≤5 tahun. Penggunaan kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon salah satunya yaitu progesteron, hormon ini berfungsi untuk mengentalkan lendir serviks dan mengurangi kemampuan rahim untuk menerima sel yang telah dibuahi. Namun, hormon ini juga mempermudah perubahan karbohidrat menjadi lemak, sehingga sering kali efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal yaitu penumpukan lemak yang menyebabkan berat badan naik. Sedangkan, salah satu sifat lemak adalah sulit bereaksi atau berikatan dengan air, sehingga organ yang mengandung banyak lemak cenderung mempunyai kandungan air yang sedikit/ kering, kondisi ini juga dapat terjadi pada daerah vagina, sehingga vagina menjadi kering, dan menyebabkan rasa sakit (dispareuni) saat melakukan hubungan seksual, dan jika kondisi ini berlangsung lama maka akan menimbulkan penurunan gairah serta disfungsi seksual pada wanita, serta keadaan ini dapat memicu terpaparnya oleh virus HPV akibat adanya iritasi pada daerah vagina.

  • Riwayat HIV/AIDS,

Riwayat penyakit HIV/ AIDS terhadap kejadian kanker serviks. Virus yang menyebabkan AIDS, merusak sistem kekebalan tubuh dan menempatkan perempuan pada risiko lebih tinggi untuk infeksi HPV. Sistem kekebalan tubuh penting dalam menghancurkan sel kanker dan memperlambat pertumbuhan dan penyebarannya. Pada wanita dengan HIV, pra-kanker serviks dapat berkembang menjadi kanker invasif lebih cepat dari yang seharusnya.

  • Riwayat keluarga dengan kanker

Riwayat keluarga dengan kanker berpeluang 6 kali lebih besar menderita kanker serviks dibanding dengan yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker. Beberapa peneliti menduga bahwa beberapa kasus disebabkan oleh kondisi warisan genetik yang membuat beberapa wanita kurang mampu melawan infeksi HPV daripada yang lain. Dalam kasus lain, wanita dari keluarga yang sama dengan pasien yang sudah didiagnosis bisa lebih mungkin memiliki satu atau lebih faktor risiko non-genetik lainnya.

Cegah kanker serviks mulai dari sekarang!