Universitas Telogorejo Semarang
AYO DONOR DARAH DAN DAPATKAN DOORPRIZENYA

Hallo Telogorejo Muda,
Dalam rangka memperingati HUT PPNI Ke 50 tahun, STIKES Telogorejo Semarang bekerja sama dengan DPD PPNI Kota Semarang, DPK PPNI dan Alumni STIKES Telogorejo Semarang dan UTD RSUP Dr. Kariadi mengajak sivitas akademika dan alumni STIKES Telogorejo Semarang serat Masyarakat Kota Semarang untuk berpartisipasi dalam kegiatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Donor Darah pada :
????︠Jum'at, 8 Maret 2024
???? Pukul 08.30 - 12.00 WIB
???? Lobby Gedung 1 STIKE Telogorejo Semarang
Yuk daftarkan diri untuk mengikuti Kegiatan Donor Darah!
“Setetes Darah, Selamatkan Jiwa Sesamaâ€Â
????ï¸ÂSyarat Donor
1. Sehat jasmani dan Rohani
2. Usia minimal 17 tahun
3. Berat badan minimal 45 kg
4. Tidak ketergantungan Obat - obatan dan Alkohol
5. Istirahat yang cukup minimal 5 jam sebelum donor
6. Bagi wanita tidak sedang haid, hamil dan menyusui
Yuk daftarkan diri untuk mengikuti Kegiatan Donor Darah!
“Setetes Darah, Selamatkan Jiwa Sesamaâ€Â
Salam Sehat - ICARE
PRESTASI MAHASISWA – JUARA UMUM III LOMBA POSTER TINGKAT NASIONAL

Hallo Telogorejo Muda
Sivitas Akademika STIKES Telogorejo Semarang mengucapkan Selamat san Sukses kepada Tim mahasiswa D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meraih Juara Umum III Lomba Poster Tingkat Nasional yang diselenggarakan Akper Alkautsar Temanggung. Anggota Tim Mahasiswa D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang yaitu :
1. Tracesyawan Akbar Priyowibowo
2. Titis Wilandari
3. Adinda Nurnilamsari
Salam Sehat - ICARE

WORKOSHOP PENINJAUAN DAN PENYUSUNAN RPS SEMESTER GENAP TA 2023/2024

STIKES Telogorejo Semarang gelar kegiatan workshop Peninjauan dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester ( RPS ) semester Genap TA 2023 / 2024 selama 3 hari yaitu pada hari Senin, 26 Februaru 2024 s.d. Rabu, 29 Februari 2024 bertempat di Ruang Theater lantai 6 Gedung B. Kegiatan ini di hadiri oleh dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D ( Ketua STIKES Telogorejo Semarang ), Wakil Ketua I,II dan III, Ketua Program Studi dan Dosen STIKES Telogorejo Semarang. Narasumber dalam kegiatan workshop ini adalah Dr. Ns. Ismonah, M.Kep, Sp.MB selaku Wakil Ketua I STIKES Telogorejo Semarang.





Tujuan dari workshop yaitu selain untuk menyusun juga sekaligus untuk melakukan review dan evaluasi terhadap kurikulum dan pembelajaran yang telah berjalan pada semester kemarin. Ada berbagai evaluasi yang dapat dilakukan sebelum membuat RPS yang baru. Untuk bahan evaluasi dapat menggunakan laporan CI, lahan praktik dan hasil trace studi alumni STIKES Telogorejo Semarang.
Dalam sambutannya, dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D menghimbau kepada peserta workshop untuk dapat menggunakan kegiatan ini dengan sebaik – baiknya. Karena kurikulum ini akan mengakomodir pembelajaran yang akan di jalani oleh mahasiswa salam satu semester ke depan. Selain itu, beliau menitipkan dalam kurikulum untuk mengakomodir pembelajaran keunggulan program studi terkait materi ICARE dan budi pekerti. Dikarenakan dua hal tersebut merupakan nyawa dari STIKES Telogorejo Semarang.
“ Saya ucapkan apresiasi kepada bidang akademik yang telah menyelenggarakan workshop ini. Diharapkan dari kegiatan ini menjadi langkah awal perbaikan dan pengembangan setiap program studi STIKES Telogorejo Semarang. Semoga mendapatkan hasil rencana pembelajaran studi yang baik dan mengawal adik – adik mahasiswa untuk semester Genap Tahun Akademi 2023/2024†sambutan oleh dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D.
STIKES TELOGOREJO SEMARANG GELAR BIMTEK PERHITUNGAN ANGKA KREDIT DAN PERCEPATAN JABATAN FUNGSIONAL DOSEN

Dosen sebagai salah satu komponen terpenting dalam pendidikan tinggi mempunyai peran yang sangat signifikan bagi perguruan tinggi untuk menjalankan fungsinya khususnya di STIKES Telogorejo Seamarang. Pada Jum’at, 23 Februari 2024 STIKES Telogorejo Semarang gelar Pelatihan Teknik ( BIMTEK ) Perhitungan Angka Kredit ( PAK ) dan Percepatan Jabatan Fungsional Dosen ( JAFA ) dengan bekerja sama LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah.
Hadir dalam kesempatan ini yaitu Bapak Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., selaku Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah beserta narasumber pada kegiatan ini yaitu Ibu Lis Setyowati, S.Sos., M.H ( Ketua Pokja Sumber Daya Perguruan Tinggi ) dan Ibu Dian Rukmawati, M.Kom. ( Anggota Pokja Sumber Daya Perguruan Tinggi ). Kegitan ini diikuti oleh seluruh Dosen STIKES Telogorejo Semarang.


Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005, Dosen adalah pendidikan professional dan ilmuwan dengan tugas mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat. Pada kesempatan ini Ketua STIKES Telogorejo Semarang mengingatkan bahwa temen-temen dosen merupakan seorang professional bisa mnyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat.
Tujuan kegiana Bimbingan Teknik ini adalah menambah pengetahuan para dosen agar lebih bisa mepersipakan diri dan lebih bertanggung jawab secara pribadi. Dan ini adalah satu upaya dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) sivitas akademika STIKES Telogorejo Semarang.
Pada sambutannya, dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D menyampikan pesan dan harapan dari Ketua Yayasan Kesehatan Telogorejo yaitu STIKES Telogorejo Semarang harus dapat melahirkan Guru Besar dari pengembangan karir dosen. Beliau menghimbau untuk bergegas, terus berlari, harus segera mewujudkan mapping careernya masing-masing. Mari berpacu dengan sehat, saling tarik menarik jangan sampai ada yang ketinggalan.
“PERILAKU MASYARAKAT DALAM PEMBELIAN & PENGGUNAAN PRODUK KESEHATANâ€Â">
SEMINAR SERIES FARMASI STIKES TELOGOREJO SEMARANG
“PERILAKU MASYARAKAT DALAM PEMBELIAN & PENGGUNAAN PRODUK KESEHATANâ€Â
Disusun Oleh : Fifi Qolifatul Khasanah ( Mahasiswa S -1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang )

Program Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Telogorejo menyelenggarakan Seminar Series Farmasi dengan Tema “Perilaku Masyarakat dalam Pembelian & Penggunaan Produk Kesehatan†secara hybrid pada hari Rabu, 31 Januari 2024 pukul 08.00-12.00 WIB.
Acara seminar dihadiri oleh Ketua STIKES Telogorejo dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M. Kes, Ph.D., pada sambutannya beliau menyampaikan bahwa seminar hari ini dapat memberikan ilmu baru tentang bagaimana kita sebagai bagian dari akademisi yang akan masuk ke dunia kerja, perlu memahami setiap perilaku konsumen dalam memilih, membeli, memakai dan mengevaluasi produk kesehatan. Apakah karena untuk memenuhi kebutuhan hidup, barangnya menarik, atau brandingnya yang tinggi. Semua itu akan terjawab pada seminar hari ini terkait Perilaku Masyarakat dalam Pembelian & Penggunaan Produk Kesehatan yang akan disampaikan oleh narasumber, baik dari sudut pandang praktisi maupun dari akademisi.


Seminar series ini menghadirkan pembicara-pembicara kompeten yang bergelut di bidang Farmasi. Seminar dibagi menjadi dua sesi, pembicara pertama pada sesi satu yaitu apt. Franciska Gloria, M.Fram yang merupakan dosen STIKES Telogorejo Semarang, beliau menyampaikan materi yang berjudul Pengetahuan dan Persepsi Masyarakat Tentang Pembelian Produk Kesehatan. Pada matrei tersebut menerangkan bahwa pengetahuan dan persepsi masyarakat tentang pembelian produk kesehatan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Diikuti meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat, kemudahan dalam pembelian produk kesehatan, serta diikuti dengan gaya hidup yang kini menjadi tren di tengah masyarakat yang mengubah perilaku masyarakat dalam penggunaan produk kesehatan adapun kesalahan dalam pembelian produk kesehatan baik salah pemakaian atau kesengajaan penyalahgunaan.


Pembicara kedua pada sesi satu yaitu apt. Sri Suwarni, M. Sc yang membawakan materi berjudul “PembelianProdukDalam Pelayanan Kesehatanâ€Â. Pada materi ini dijelaskan bahwa dalam memberikan pelayanan yang bermutu tinggi dan memuaskan pelanggan, faktor perilaku manusia adalah dapat menentukan, keputusan bentuk tentang isi (content) layanan pada aspek tangible, responsivenes, reliability, assurance & Empathy.
Sesi kedua diisi oleh dua narasumber, yaitu apt. Sri Suwarni, M. Sc dan apt. Anak Agung Pradnya P.V., M.Farm. Sesi ini diawali dengan materi yang dibawakan oleh apt. Anak Agung Pradnya P.V., M.Farm yang berjudul “Obat Generik Vs Obat Patenâ€Â. Materi ini mencakup berbagai aspek terkait obat generik dan paten, termasuk definisi, kategori, persepsi masyarakat, regulasi dan efektivitas. Materi ini juga membahas persepsi dan pengetahuan masyarakat mengenai obat generik dan bermerk, dengan mengutip hasil survei dan studi yang menunjukan tingkat pemahaman dan kepercayaan yang bervariasi terhadap obat generik di kalangan masyarakat. Selain itu terdapat penjelasan bagaimana mengatasi kesalahpahaman bahwa obat generik memiliki kualitas yang lebih rendah dan menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran dalam hal ini. Materi ini diakhiri dengan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regimen obat yang diresepkan, terlepas dari apakah obat tersebut generik atau bermerk.
Pembicara kedua yaitu apt. Lintang Antyaning Listuhayu, M.Sc yang membawakan materi berjudul “Tantangan dan Tren Pola Konsumsi Produk Kesehatan Masyarakat di Era Digitalâ€Â. Pemilihan judul ini dilatar belakangi oleh pemanfaatan internet sudah dirasakan dalam berbagai bidang, tidak menutup kemungkinan terasa pada dunia kefarmasian. Memanfaatkan internet untuk menngembangkan bisnis obat dapat mempermudah perusahaan maupun perorangan dalam menjual atau mempromsikan berbagai produk melalui media online. Namun terdapat maalah yang dapat ditimbulkan seperti masyarakat dengan mudah mendapatkan dan menggunakan obat keras, obat golongan narkotika atau obat golongan psikotropika tanpa resep dokter yang seharusnya dalam pembelian obat-obatan tersebut harus menggunakan resep dokter. Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat ketentuan peredaran obat secara daring yang berdasarkan peraturan BPOM No. 8 Tahun 2020, yang salah satunya menyatakan bahwa peredaran obat secara daring hanya dapat dilaksanakan untuk obat yang termasuk dalam golongan obat bebas, obat bebas terbatas dan obat keras dengan ketentuan bahwa obat keras wajib berdasarkan resep asli dokter. Acara seminar ini diikuti oleh 230 peserta secara, 50 diantaranya mengikuti kegiatan tersebut secara daring. Setelah dilakukan pemaparan materi, acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab oleh peserta. Peserta sangat antusias dalam kegiatan seminar ini dengan memberikan pertanyaan - pertanyaan yang cukup menarik dan berbobot. Ditengah acara diselingi perfomance dari mahasiswa S1 Farmasi Semester 3 dan ditutup dengan perfomance dari mahasiswa semester 1 yang cukup menghibur para peserta.
Evaluasi Lapangan Usulan Penyelenggaraan Prodi Pendidikan Profesi Apoteker Program Profesi
Hallo Telogorejo Muda,
Jum'at, 16 Februari 2024 STIKES Telogorejo Semarang berkesempatan menggelar kegiatan Evaluasi Lapangan Usulan Penyelengaraan Program Studi Profesi Apoteker Program Profesi dari Kementrain Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Hadir dalam kegitan ini Ketua Yayasan Kesehatan Telogorejo Semarang, COO Yayasan Kesehatan Telogorejo Semarang, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, staff LLDIKTI Wilayah VI, BPOM Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Ketua IAI Kota Semarang, Kepala Kelurahan Kerobokan, Direktur SMC RS Telogorejo, Ka. IFRS Primaya, PT Dragon Semarang, PT Phapros Tbk, PT Ethercon.
Rangkaian Evaluasi Lapangan dimulai dengan sambutan dari Ketua STIKES Telogorejo, Direktur Kelembagaan, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Ketua Tim Evaluasi Lapangan. Setelah sambutan di lanjutkan, Presentasi calon Kaprodi Pendidikan Profesi Apoteker, Pemeriksaan berkas dan dokumen. Kegiatan Evaluasi Lapangan Prodi Pendidikan Profesi Apoteker ditutup setelah pleno internal tim dan pleno tim dengan pihak pengusul dan dilanjutkan serah terima berita acara dari Tim Evaluator kepada Ketua STIKES Telogorejo Semarang.


Teknik Menidurkan Bayi Tanpa Digendong
Disusun Oleh Ns. Rusmiyati, S.Kp. M.Si. Med ( Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )
Bayi yang baru lahir umumnya belum memiliki pola tidur yang pasti. Pasalnya, bayi belum bisa membedakan waktu siang dan malam hari. Meski demikian, bayi terkadang bisa terbangun di tengah malam saat tidur. Bahkan, tak jarang bayi akan sulit terlelap kembali setelah terbangun. Apabila hal ini terjadi terus-menerus, kesehatan bayi akan terganggu. Orangtua pun rentan mengalami kelelahan.

Namun, menidurkan bayi juga bukan perkara mudah. Sering kali bayi tetap rewel sampai dini hari. Oleh karena itu perlu kita bahas tentang cara menidurkan bayi tanpa digendong.
- Atur suhu kamar tidur bayi terlebih dulu
- Pada dasarnya, bayi sama seperti orang dewasa. Bayi juga menyukai tempat tidur yang nyaman dengan suhu ruangan yang tidak panas dan tidak dingin.
- Atur suhu ruangan terlebih dulu sebelum menidurkan. Sehingga, kelembapan udaranya cukup untuk mendukung tidur pulas.
- Atur suhu ruangan sekitar 21-22 derajat Celcius.
- Pengaturan suhu harus disesuaikan dengan kondisi tubuh bayi, apakah bayi berkeringat atau bayi kedinginan. Dengan demikian, pengaturan suhu tepat sesuai kebutuhan bayi.
- Cara menidurkan bayi ini terlihat sepele, tapi suhu ruangan memang memengaruhi kualitas tidur.
- Berikan pakaian yang nyaman
Salah satu cara menidurkan bayi adalah dengan memakaikan pakaian yang nyaman, seperti bahan katun. Hindari memberikan pakaian terlalu tebal atau terlalu tipis. Pastikan juga bahan pakaian dapat menyerap keringat dengan baik sehingga keringat tidak mengendap dalam tubuh. Dengan pakaian nyaman, bayi akan lebih mudah tertidur.
- Atur penerangan kamar tidur bayi
- Cara menidurkan bayi berikutnya adalah mengatur penerangan kamar tidur. Hindari menggunakan lampu terlalu terang karena menstimulasi bayi untuk terjaga atau tiba-tiba terbangun.
- Gunakan lampu yang redup. kondisi kamar yang agak gelap dapat mendorong produksi hormon melatonin. Hormon ini yang mengatur siklus tidur.
- Hindari menggendong atau mengayun bayi
Apakah kamu masih sering menidurkan bayi dengan digendong atau diayun? Ada baiknya hentikan kebiasaan ini, terutama bila bayi sudah berusia 4 bulan. Jika bayi terlihat mengantuk, baringkan di kasur dan biarkan ia terlelap dengan sendirinya.
- Hal terpenting adalah cara menidurkan bayi dengan membentuk rutinitas tidur yang tepat.
- Segera bawa bayi ke kamar jika terlihat mengantuk
Orangtua harus peka terhadap perubahan yang ditunjukkan bayi. Biasanya, ia akan menunjukkan tanda-tanda bila mengantuk, seperti menggosok mata atau matanya nyaris tertutup. Apabila bayi sudah mengantuk, langsung bawa bayi ke kamar. Baringkan dengan pelan di atas kasur, Biarkan bayi tidur dengan nyaman. Hindari posisi bayi tengkurap saat tidur karena membahayakan keselamatannya. Hindari kontak mata dengan bayi, kontak mata akan merangsang bayi berinteraksi.
- Selimuti bayi dengan kain tipis
Bayi merasa sangat nyaman bila diselimuti dengan kain tipis. Selimut yang nyaman dapat membuat bayi tidur lebih pulas. Menyelimuti bayi bisa jadikan kebiasaan menjelang tidur.
Selain itu, cara menidurkan bayi lainnya adalah menerapkan rutinitas untuk menenangkan bayi, seperti memandikannya dulu, membacakannya dongeng, atau menyanyikan lagu dengan merdu.
- Jangan gendong bayi ketika bangun
- Selama ini, banyak orangtua langsung menggendong bayi ketika ia terbangun. Biasanya, bayi akan tertidur kembali dengan sendirinya. Padahal, tindakan tersebut merupakan cara menidurkan bayi yang keliru. Ada baiknya, periksa kondisi bayi dan amati dulu. Apabila bayi memang menangis, barulah gendong si Kecil dan mulai tenangkan.
- Atur waktu penggantian popok
- Kesalahan beberapa orangtua adalah mengganti popok ketika bayi sudah tidur. Sehingga akhirnya bayi malah terbangun dan rewel.
- Cara menidurkan bayi yang tepat adalah mengatur waktu penggantian popok. Hindari mengganti popok bayi di malam hari, apalagi ketika bayi sudah terlelap.
- Ganti popok ketika bayi buang air kecil atau buang air besar saja. Selain itu, pilih produk popok bayi yang berkualitas agar bayi merasa nyaman.
- Berikan pijatan lembut
- Cara menidurkan bayi selanjutnya adalah dengan memberikan pijatan lembut sehingga bayi merasa rileks.
- Cobalah pijat bagian kaki, lengan, dan perut. Lakukan sebelum bayi tidur.
- Jangan terlalu lama, pijat bayi sekitar 15 menit saja.
- Hindari memberikan pijatan dengan tekanan jari yang kuat karena dapat menyakiti bayi. Agar pijatan lebih nyaman, aplikasikan dengan baby oil.
- Buat rutinitas tidur siang untuk bayi
- Tahukah bahwa bayi yang stres dan kelelahan akan mudah terbangun atau rewel saat tidur? Untuk mengantisipasinya, pastikan bayi mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
- Selain tidur malam hari, jadwalkan bayi tidur siang agar risiko kelelahan pada bayi bisa diminimalisir.
- Bayi yang tidur siang kemungkinan kecil akan terbangun di malam hari.
- Pastikan bayi mendapatkan asupan ASI yang cukup
- Selain menyusui bayi lebih awal, cara menidurkan bayi tanpa digendong adalah dengan memastikan asupan ASInya. Jangan sampai bayi tidur dalam keadaan lapar.
- Bayi yang kenyang akan tidur lebih lama. Bahkan, tidurnya bisa lebih pulas karena tidak terbangun akibat merasa lapar.
- Itulah Salah satu cara menidurkan bayi tanpa digendong. Mulai sekarang, buat rutinitas nyaman untuk bayi sebelum tidur. Selain itu, jangan buru-buru menggendong bayi bila terbangun
PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN PADA LANSIA
Disusun Oleh Ns. I’ien Noeraini, M.Kep ( Dosen D3 – Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )
Upaya menjaga kesehatan pada lanjut usia perlu dilakukan sejak awal. Hal ini bertujuan agar para lanjut usia dapat tetap hidup sehat, berkualitas, dan produktif sesuai dengan martabat kemanusiaan. Kesehatan lanjut usia perlu di upayakan dengan menjaga kebersihan diri, mengkonsumsi gizi seimbang , melakukan aktivitas fisik secara rutin , memiliki kehidupan social, memiliki kesempatan berkarya, serta memiliki lingkungan yang ramah lanjut usia.

Kesehatan fisik dan mental menjadi faktor yang perlu diperhatikan pada lansia . Seseorang yang telah memasuki masa lanjut usia perlu memperhatikan asupan makanan yang sehat dan seimbang. Selain itu , lansia juga perlu melakukan aktivitas fisik secara teratur , seperti jalan kaki atau olah raga ringan , untuk menjaga kesehatan jantung , paru – paru , otot dan tulang .
Pencegahan penyakit juga sangat penting pada lansia. Orang yang sudah memasuki masa lanjut usia memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit tertentu seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Maka dari itu, lansia perlu menghindari faktor risiko seperti merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, dan makan makanan yang tidak sehat. Perawatan yang tepat juga perlu diperhatikan pada lanjut usia. Orang yang sudah memasuki masa lanjut usia perlu memeriksakan kesehatan mereka secara berkala dan menjalani pemeriksaan kesehatan yang rutin, seperti pemeriksaan kesehatan mata, gigi, dan telinga.

Selain itu, perawatan kesehatan yang tepat juga perlu dilakukan pada kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan perawatan medis. Kesehatan mental juga perlu diperhatikan pada lansia. Lansia perlu memperhatikan tanda-tanda depresi dan mencari dukungan bila dibutuhkan. Lanjut usia yang sehat secara fisik dan mental akan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan memperpanjang umur harapan hidup mereka. Kesehatan lansia sangat penting untuk mendukung kualitas hidup yang optimal pada usia yang lebih tua. Pola hidup sehat, pencegahan penyakit, dan perawatan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan lanjut usia.
Adapun perawatan jangka panjang merupakan pelayanan pada lanjut usia yang memerlukan pendampingan dan bantuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya sehari-hari akibat ketidakmampuan fisik, mental dan/atau intelektual. Peran keluarga sangat penting dalam mendukung lansia menjaga kesehatan, kebugaran, aktivitas fisik dan stimulasi kognitif, pemenuhan gizi seimbang dan melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, mendukung kehidupan sosial agar tetap berkarya, serta pendampingan lanjut usia yang membutuhkan Perawatan Jangka Panjang.
