Universitas Telogorejo Semarang
Career Coaching 2026: Bekali Mahasiswa Universitas Telogorejo Semarang Hadapi Dunia Kerja
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Telogorejo Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan Career Coaching 2026 dengan tema “Navigasi Karier: Mengatasi Tantangan untuk Mencapai Tujuan”. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi BEM dalam mendukung kesiapan karier mahasiswa agar lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif.
Acara ini menghadirkan narasumber profesional yang kompeten di bidangnya, yaitu Devina Puspa Wulandari, M.Psi., Psikolog serta Wulan Budi Asmoro. Melalui pemaparan materi yang inspiratif, kedua narasumber membagikan wawasan terkait pentingnya perencanaan karier sejak dini, strategi mengenali potensi diri, serta cara menghadapi berbagai tantangan dalam dunia profesional.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga insight praktis mengenai cara membangun personal branding, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperluas jaringan (networking) yang dapat menunjang perkembangan karier di masa depan. Penyampaian materi yang interaktif turut mendorong partisipasi aktif peserta, sehingga suasana diskusi menjadi lebih hidup dan aplikatif.
Kegiatan Career Coaching 2026 diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Telogorejo Semarang dengan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keterlibatan peserta dalam sesi tanya jawab yang membahas berbagai tantangan nyata yang kerap dihadapi saat memasuki dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, BEM Universitas Telogorejo Semarang berharap mahasiswa dapat memiliki kesiapan yang lebih matang, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga dari aspek mental dan strategi karier. Dengan demikian, lulusan Universitas Telogorejo Semarang diharapkan mampu menjadi individu yang unggul, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.
Ke depannya, BEM Universitas Telogorejo Semarang akan terus menghadirkan berbagai program pengembangan diri yang bermanfaat dan relevan bagi mahasiswa, sebagai upaya nyata dalam mendukung terciptanya generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.



Evaluasi Lapangan Usulan Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi Universitas Telogorejo Semarang
Universitas Telogorejo Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan program studi di bidang kesehatan. Salah satu langkah strategis yang saat ini tengah dilakukan adalah melalui pelaksanaan kegiatan evaluasi lapangan sebagai bagian dari proses usulan pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi.
Kegiatan evaluasi lapangan ini merupakan tahapan penting dalam rangka menilai kesiapan institusi secara menyeluruh. Aspek yang menjadi fokus penilaian meliputi kurikulum pendidikan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kompetensi dan kualifikasi tenaga pengajar. Seluruh elemen tersebut dipersiapkan secara optimal guna memastikan bahwa program studi yang akan dibuka mampu memenuhi standar pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
Melalui proses ini, Universitas Telogorejo Semarang berupaya menghadirkan program pendidikan profesi fisioterapi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan perkembangan layanan kesehatan saat ini. Hal ini sejalan dengan visi institusi dalam mencetak lulusan yang profesional, kompeten, dan siap berkontribusi di masyarakat.
Pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tenaga fisioterapis profesional yang terus meningkat. Dengan dukungan fasilitas yang memadai serta tenaga pengajar yang berpengalaman, program ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi di dunia kerja.
Universitas Telogorejo Semarang mengajak seluruh calon mahasiswa, khususnya lulusan bidang fisioterapi, untuk bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang profesi. Kehadiran program ini akan segera menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menyediakan pendidikan kesehatan yang berkualitas.
Tips GIZI SEimbang PADA IBU HAMIL
Disusun Oleh : Sri Lestari ( Dosen S1 Kebidanan Unibersitas Telogorejo Semarang )
Kehamilan merupakan suatu proses faali yang menjadi awal kehidupan generasi berikut. Pencegahan masalah gizi pada ibu hamil merupakan hal penting dilaksanakan mulai dari menjaga kesehatan dan status gizinya saat sebelum dan selama kehamilan, dilanjutkan dengan setelah melahirkan dan masa menyusui. Salah satu kebutuhan esensial untuk proses reproduksi sehat adalah terpenuhinya kebutuhan energi, protein, karbohidrat, vitamin, mineral dan cairan (termasuk air) serta serat yang cukup baik kuantitas maupun kualitas.
Standar kebutuhan zat gizi berdasarkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia pada kelompok perempuan usia 19-49 tahun berkisar 2150 - 2250 kkal dan protein 60 gram per hari. Pada ibu hamil normal diperlukan tambahan energi sebesar 180 – 300 kkal dan protein mencapai 30 gram per hari. Untuk memperoleh penambahan berat badan sebesar 0.5 kg/minggu, termasuk untuk ibu hamil KEK, dibutuhkan tambahan asupan energi sebesar 500 kkal/hari dari asupan energi hariannya, dimana kurang dari 25% kandungan energi dalam makanan tambahan berasal dari protein.
Pemenuhan gizi seimbang pada ibu hamil merupakan faktor penting dalam menunjang kesehatan ibu serta pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal. Selama masa kehamilan, kebutuhan nutrisi meningkat karena tubuh tidak hanya memenuhi kebutuhan ibu, tetapi juga janin yang sedang berkembang. Oleh karena itu, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, dan seimbang setiap hari.
Asupan karbohidrat sebagai sumber energi utama tetap diperlukan, seperti nasi, roti, atau umbi-umbian. Selain itu, protein memiliki peran penting dalam pembentukan jaringan tubuh janin dan plasenta, sehingga ibu hamil dianjurkan mengonsumsi sumber protein baik hewani seperti ikan, telur, dan daging, maupun nabati seperti tahu dan tempe. Lemak sehat juga dibutuhkan untuk perkembangan otak janin, yang dapat diperoleh dari alpukat, kacang-kacangan, dan ikan berlemak.
Mikronutrien tidak kalah penting dalam kehamilan. Asam folat berperan dalam mencegah cacat tabung saraf pada janin, sehingga sangat dianjurkan dikonsumsi sejak awal kehamilan melalui sayuran hijau dan suplemen. Zat besi dibutuhkan untuk mencegah anemia dan mendukung peningkatan volume darah ibu, sedangkan kalsium penting untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Vitamin dan mineral lain seperti vitamin C, vitamin D, dan zinc juga mendukung daya tahan tubuh ibu serta perkembangan janin.
Selain memperhatikan jenis makanan, pola makan juga perlu diatur. Ibu hamil dianjurkan makan dalam porsi kecil tetapi sering untuk mengurangi keluhan seperti mual dan menjaga kestabilan energi. Kebersihan makanan harus dijaga dengan menghindari makanan mentah atau setengah matang guna mencegah infeksi. Konsumsi air putih yang cukup juga sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Dengan menerapkan pola gizi seimbang yang mencakup variasi makanan, kecukupan zat gizi makro dan mikro, serta pola makan yang teratur, ibu hamil dapat menjaga kesehatannya sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal hingga masa persalinan.
Panduan Gizi Seimbang Ibu Hamil
- Melakukan pemeriksaan kehamilan/ANC rutin
- Selama hamil makan 3 kali makanan utama ditambah dengan 1-2 kali makanan selingan dalam sehari sesuai dengan anjuran porsi makan ibu hamil
- Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) atau suplementasi zat gizi mikro lainnya selama masa hamil
- Cukup konsumsi air putih
- Mengonsumsi garam beriodium
- Pada kondisi tertentu seperti mual pada trimester pertama dan mudah kenyang pada trimester akhir, maka konsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering. Buah dan sayur harus masuk dalam menu sehari-hari ibu.
- Mengonsumsi makanan tambahan
- Membatasi konsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya
- Membatasi konsumsi makanan yang mengandung tinggi gula, garam, dan lemak
- Menghindari konsumsi makanan yang merangsang pencernaan
- Rutin memantau pertambahan berat badan
- Cukup istirahat
- Disiplin dalam penerapan hidup bersih dan sehat
Beragam Tips Diet Ibu Hamil yang Dianjurkan
Selama ibu hamil mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi seimbang secukupnya, maka kenaikan berat badan tidak perlu dikhawatirkan. Bahkan, ibu hamil dianjurkan makan 3 kali sehari dengan 3 kali konsumsi camilan sehat secara teratur untuk memastikan kebutuhan gizi Bumil dan janin terpenuhi.
Namun, Bumil tidak boleh asal makan. Nutrisi dan kebutuhan kalori harian harus dipenuhi. Baru kemudian Bumil dapat menyesuaikannya dengan menu makanan Bumil sehari-hari. Pastikan diet atau pola makan yang Bumil jalani tetap mengandung nutrisi yang Bumil butuhkan.
Berikut adalah asupan nutrisi yang perlu diperhatikan dalam diet ibu hamil:
Asam folat
Asupan asam folat yang cukup sangat penting untuk tumbuh kembang janin. Asam folat juga dapat menurunkan risiko janin mengalami bibir sumbing dan cacat tabung saraf, seperti spina bifida. Sajian diet ibu hamil yang kaya asam folat antara lain adalah telur, bayam, brokoli, pisang, dan susu.
Zat besi
Tidak hanya asam folat, makanan yang mengandung zat besi juga penting bagi ibu hamil. Hal ini karena kebutuhan zat besi selama kehamilan akan meningkat, seiring dengan pertambahan volume darah untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke janin.
Bumil bisa mengonsumsi bayam, daging ayam, daging sapi, dan kacang-kacangan untuk mencukupi asupan zat besi. Jangan lupa pula untuk memastikan asupan vitamin C terpenuhi, guna memaksimalkan penyerapan zat besi.
Yodium
Yodium merupakan mineral yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Kurangnya asupan yodium dapat meningkatkan risiko janin mengalami gangguan perkembangan mental dan hipotiroidisme kongenital. Contoh makanan yang kaya akan yodium adalah daging sapi, telur, susu, rumput laut, dan garam.
Selain tiga nutrisi penting di atas, Bumil juga perlu mengonsumsi makanan lainnya yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Bila perlu, dokter kandungan dapat merekomendasikan suplemen kehamilan untuk mendukung kesehatan Bumil dan janin.
Diet ibu hamil bukan hanya berarti menurunkan berat badan, tetapi memperbaiki asupan nutrisi demi memastikan kehamilan berlangsung dengan sehat. Timbang berat badan dan IMT sebelum hamil, agar Bumil dapat mengetahui berapa pertambahan berat badan yang disarankan selama kehamilan.
Jika Bumil memiliki kondisi medis tertentu, termasuk tekanan darah tinggi atau diabetes, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memastikan cara diet ibu hamil yang sesuai. Pemeriksaan kehamilan rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh dokter juga penting untuk memantau tumbuh kembang janin dan memastikan kehamilan berjalan dengan lancar serta sehat.
Kesimpulannya, pemenuhan gizi seimbang pada ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan janin secara optimal. Asupan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta zat gizi mikro seperti asam folat, zat besi, dan kalsium harus terpenuhi melalui pola makan yang beragam dan bergizi. Selain itu, pengaturan pola makan, menjaga kebersihan makanan, serta mencukupi kebutuhan cairan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kehamilan.
Dengan menerapkan gizi seimbang secara konsisten, ibu hamil dapat mencegah berbagai risiko komplikasi serta meningkatkan peluang melahirkan bayi yang sehat dan berkualitas.
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
Workshop Pengembangan Karir Dosen & Pelatihan Pengelolaan Jurnal
Semarang, 16 April 2026 — Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik melalui penyelenggaraan Workshop Pengembangan Karir Dosen & Pelatihan Pengelolaan Jurnal. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong profesionalisme dosen sekaligus memperkuat budaya riset di lingkungan kampus.
Workshop ini diikuti oleh para dosen dari berbagai program studi di UNTS. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan terkait strategi pengembangan karir akademik, mulai dari perencanaan jenjang karir, peningkatan kompetensi, hingga pemenuhan indikator kinerja dosen.
Selain itu, pelatihan juga difokuskan pada pengelolaan jurnal ilmiah yang berkualitas dan bereputasi. Para peserta diberikan pemahaman mengenai tata kelola jurnal, proses editorial, hingga standar publikasi ilmiah yang sesuai dengan ketentuan nasional maupun internasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas publikasi dosen serta mendorong kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Kegiatan ini menegaskan bahwa peran dosen tidak hanya terbatas pada kegiatan mengajar, tetapi juga mencakup pengembangan diri secara berkelanjutan serta kontribusi aktif dalam dunia penelitian dan publikasi ilmiah.
Melalui workshop ini, UNTS berupaya menciptakan ekosistem akademik yang unggul, produktif, dan berdampak. Dengan peningkatan kompetensi dosen, diharapkan kualitas pendidikan di Universitas Telogorejo Semarang juga semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.
Ke depan, UNTS akan terus menghadirkan berbagai program pengembangan yang mendukung kemajuan dosen dan institusi secara berkelanjutan.
Universitas Telogorejo Semarang Perluas Jejaring Global melalui Kerja Sama dengan Universiti Teknologi MARA Malaysia
Universitas Telogorejo Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan bertaraf internasional melalui implementasi kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA Kampus Bertam. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat posisi institusi di kancah pendidikan internasional.
Kegiatan implementasi kerja sama ini merupakan wujud nyata dari upaya peningkatan mutu akademik, baik dari sisi pengembangan kurikulum, kolaborasi riset, maupun peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi di bidang pendidikan, khususnya dalam sektor kesehatan.
Kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional melalui berbagai program unggulan, seperti pertukaran pelajar (student exchange), kolaborasi penelitian lintas negara, hingga kegiatan akademik bersama yang berorientasi global. Selain itu, dosen juga didorong untuk aktif dalam kolaborasi riset internasional guna meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi.
Pihak Universitas Telogorejo Semarang menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi jangka panjang dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing global serta kemampuan adaptasi di dunia kerja internasional.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan semakin banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi dalam dunia pendidikan global.
Sebagai institusi yang terus berkembang, Universitas Telogorejo Semarang mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari kampus yang membuka peluang internasional dan siap mengantarkan mahasiswa menuju masa depan yang lebih luas dan kompetitif.
Universitas Telogorejo Semarang Gelar Interprofessional Education (IPE), Perkuat Kolaborasi Mahasiswa Kesehatan di Kelurahan Sukorejo

Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan kegiatan Interprofessional Education (IPE) sebagai upaya meningkatkan kompetensi kolaborasi antarprofesi bagi mahasiswa di bidang kesehatan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu D-3 Keperawatan, S-1 Keperawatan, S-1 Farmasi, S-1 Kebidanan, dan S-1 Fisioterapi.
Kegiatan IPE ini akan berlangsung selama hampir tiga pekan, mulai tanggal 6 hingga 25 April 2026, bertempat di Kelurahan Sukorejo. Pelaksanaan kegiatan di lingkungan masyarakat ini diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menghadapi permasalahan kesehatan secara langsung di tatanan komunitas.
Seiring dengan perkembangan dunia kesehatan yang semakin kompleks, pelayanan kesehatan saat ini tidak lagi dapat dilakukan secara parsial oleh satu profesi saja. Dibutuhkan kerja sama yang erat antar tenaga kesehatan dari berbagai disiplin ilmu untuk menghadirkan pelayanan yang komprehensif, aman, dan berpusat pada pasien (patient centered care). Kompleksitas permasalahan kesehatan, baik di layanan klinik maupun komunitas, menuntut adanya pendekatan multidisiplin yang terintegrasi.
Melihat kondisi tersebut, Interprofessional Education (IPE) menjadi salah satu strategi pembelajaran yang relevan dan penting untuk diterapkan. Melalui IPE, mahasiswa dari berbagai program studi kesehatan dipertemukan dalam satu kegiatan pembelajaran untuk saling mengenal peran, tanggung jawab, serta kompetensi masing-masing profesi. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk membangun komunikasi yang efektif dan menjalin kerja sama tim sejak masa pendidikan.
Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi Interprofesional dalam Asuhan Komprehensif pada Pasien Penyakit Kronis di Tatanan Klinik dan Komunitas.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya prevalensi penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan kolaborasi lintas profesi secara berkesinambungan.
Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kolaborasi antarprofesi mahasiswa melalui pembelajaran interprofesional berbasis kasus nyata maupun simulasi. Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan keilmuan yang dimiliki dengan pendekatan kolaboratif dalam memberikan asuhan kesehatan yang holistik dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan IPE dikemas dalam berbagai bentuk pembelajaran aktif dan partisipatif. Mahasiswa akan mengikuti diskusi kelompok interprofesional (case-based discussion) untuk membahas kasus kesehatan secara komprehensif dari berbagai sudut pandang profesi. Selain itu, terdapat simulasi atau role play asuhan kolaboratif yang bertujuan melatih keterampilan komunikasi dan pengambilan keputusan dalam tim.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga akan terlibat langsung dalam praktik lapangan melalui community project di masyarakat. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang ada di lingkungan, merancang intervensi bersama, serta mengimplementasikan solusi secara kolaboratif. Di akhir kegiatan, mahasiswa akan melakukan presentasi dan refleksi tim sebagai bentuk evaluasi pembelajaran dan penguatan pengalaman yang telah diperoleh.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kerja tim yang baik, komunikasi yang efektif, serta sikap profesional dan empati dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Selain itu, implementasi IPE ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di masyarakat, serta meminimalisir risiko kesalahan medis yang seringkali terjadi akibat kurangnya komunikasi dan koordinasi antar tenaga kesehatan.
Dengan adanya kegiatan ini, Universitas Telogorejo Semarang terus berupaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, sekaligus memperkuat peran institusi pendidikan dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan siap bersaing di era pelayanan kesehatan modern.

Tips CEGAH BABY BLUES PASCA PERSALINAN
Disusun Oleh : dr. Edi Wibowo , SpOG ( Dosen S1 Kebidanan Unibersitas Telogorejo Semarang )
Baby blues merupakan kondisi perubahan suasana hati yang sering dialami ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih, cemas, mudah menangis, dan kelelahan. Kondisi ini umumnya terjadi akibat perubahan hormon, kelelahan fisik, serta adaptasi terhadap peran baru sebagai seorang ibu. Oleh karena itu, pencegahan baby blues sangat penting dilakukan sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan.
Salah satu cara utama untuk mencegah baby blues adalah dengan menjaga kondisi fisik ibu tetap baik. Ibu perlu mendapatkan istirahat yang cukup, meskipun hal ini sering menjadi tantangan setelah melahirkan. Mengatur waktu tidur saat bayi tidur dapat membantu mengurangi kelelahan. Selain itu, pemenuhan nutrisi yang seimbang juga sangat penting untuk menjaga energi dan kestabilan emosi ibu.
Dukungan dari suami, keluarga, dan lingkungan sekitar memiliki peran yang sangat besar dalam mencegah baby blues. Ibu membutuhkan bantuan dalam merawat bayi maupun dalam pekerjaan rumah tangga agar tidak merasa terbebani. Komunikasi yang baik dengan pasangan juga dapat membantu ibu mengekspresikan perasaan dan mengurangi tekanan emosional.
Selain itu, ibu dianjurkan untuk tidak memendam perasaan. Berbagi cerita dengan orang terdekat atau tenaga kesehatan dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Melakukan aktivitas ringan yang menyenangkan, seperti berjalan santai atau melakukan hobi, juga dapat membantu meningkatkan suasana hati.
Penting juga bagi ibu untuk memahami bahwa perasaan tidak nyaman setelah melahirkan adalah hal yang wajar dan bersifat sementara. Namun, jika perasaan sedih berlangsung lama, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, ibu perlu segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan dukungan yang optimal, pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional, serta kesiapan mental dalam menghadapi peran baru, risiko terjadinya baby blues dapat diminimalkan sehingga ibu dapat menjalani masa nifas dengan lebih sehat dan bahagia.
Ragam Penyebab Baby Blues
Meski penyebab baby blues belum diketahui secara pasti, kondisi ini diduga berkaitan dengan dampak dari perubahan fisik dan emosional setelah melahirkan. Nah, beberapa riset sejauh ini juga menemukan bahwa ada beberapa faktor yang mungkin bisa menyebabkan seorang ibu lebih berisiko mengalami baby blues, yaitu:
1. Perubahan hormon
Setelah melahirkan, tubuh akan mengalami perubahan kadar hormon yang cukup drastis, termasuk penurunan hormon estrogen dan progesteron. Hal ini dapat memicu terjadinya perubahan suasana hati atau mood swing serta perasaan lelah dan tertekan, sehingga menyebabkan baby blues.
Biasanya, hormon akan kembali normal dalam waktu beberapa minggu setelah melahirkan. Hal ini kemudian akan membuat mood ibu menjadi lebih stabil setelahnya.
2. Sulit beradaptasi
Sulit beradaptasi dengan perubahan yang ada dan tanggung jawab baru sebagai ibu juga bisa menjadi salah satu penyebab baby blues. Banyak ibu baru yang merasa kewalahan untuk mengurus segalanya sendiri, termasuk mengurus kebutuhan buah hati.
3. Kurang tidur
Siklus tidur bayi baru lahir yang belum teratur menyebabkan ibu harus terjaga sepanjang malam dan akhirnya menyita banyak waktu tidurnya. Terus-menerus kurang tidur akan membuat ibu kelelahan yang bisa memicu munculnya gejala baby blues, seperti perasaan sedih dan mudah tersinggung.
4. Riwayat gangguan kesehatan mental
Penyebab baby blues lainnya adalah riwayat gangguan kesehatan mental. Ibu yang memiliki riwayat gangguan kesehatan mental, seperti depresi, bipolar, atau gangguan kecemasan, lebih berisiko mengalami baby blues setelah melahirkan.
Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), para ibu dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk membantu mencegah baby blues:
Persiapkan sebelum melahirkan.
Salah satu persiapan yang paling penting adalah finansial. Persiapan yang matang sebelum melahirkan dapat mengurangi tekanan finansial yang mungkin terjadi pasca kelahiran bayi. Selain keuangan, persiapkan juga kesehatan fisik dan mental. Melalui perencanaan yang matang, para ibu dapat fokus pada kesejahteraan dirinya dan anak-anaknya tanpa menimbulkan beban yang tidak semestinya.
Komunikasi dan pembagian tugas
Melalui komunikasi yang terbuka, suami dapat memberikan dukungan emosional yang penting kepada ibu pasca melahirkan. Bersedia mendengarkan dapat membantu mengurangi stres pemicu baby blues.
Istirahat yang cukup
Ibu membutuhkan banyak waktu luang untuk memperlancar proses pemulihan pasca melahirkan. Cara ini dapat memulihkan tenaga, mengurangi rasa lelah dan mempercepat proses penyembuhan. Istirahat yang cukup juga dapat membantu menjaga keseimbangan hormonal. Dengan menjaga kestabilan hormonal, cara ini bisa mengurangi kemungkinan terjadinya perubahan suasana hati yang memicu baby blues.
Makanlah makanan yang bergizi
Cara berikutnya adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi, sehat dan seimbang. Ibu bisa mengonsumsi makanan kaya protein, seperti susu, keju, daging, ikan, yogurt, dan kacang-kacangan. Makanan kaya protein dapat mempercepat proses pemulihan dan menjaga bentuk tubuh. Protein juga dapat menunjang keseimbangan hormonal dan memberikan energi yang cukup bagi ibu menyusui.
Minta bantuan ahlinya, Jika langkah di atas tidak dapat mencegah timbulnya gejala postpartum blues pada ibu menyusui, konsultasikan dengan psikolog atau psikiater untuk mencari cara terbaik untuk mengatasinya.
Kesimpulannya, kesehatan psikologis ibu nifas merupakan aspek penting yang harus diperhatikan selain kesehatan fisik. Ibu yang mendapatkan dukungan emosional, istirahat yang cukup, serta lingkungan yang nyaman cenderung memiliki kondisi mental yang lebih stabil dan mampu beradaptasi dengan peran barunya sebagai seorang ibu.
Perasaan tenang, bahagia, dan merasa didukung akan membantu ibu dalam merawat bayi dengan optimal serta membangun ikatan yang kuat dengan bayinya. Oleh karena itu, peran keluarga, terutama suami, serta tenaga kesehatan sangat penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis ibu nifas agar terhindar dari gangguan seperti baby blues maupun depresi postpartum.
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
BPLT (Basic Pharmaceutical Leadership Training) Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap Inovasi dan Perubahan
Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Universitas Telogorejo Semarang
menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) yaitu BPLT (Basic Pharmaceutical
Leadership Training) dengan tema “Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era
Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap
Inovasi dan Perubahan”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar
mengenai kepemimpinan dan manajemen organisasi, serta meningkatkan wawasan peserta
tentang strategi kepemimpinan yang efektif dan adaptif di era digital. Selain itu, peserta
dibekali kemampuan pengelolaan organisasi secara sistematis serta didorong memanfaatkan
teknologi digital, sekaligus mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim,
dan manajerial.
Kegiatan ini diselenggarakan pada 4 April 2026 oleh HIMAFA Universitas
Telogorejo Semarang yang wajib diikuti oleh Mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi Tingkat
I (Semester 2) yang dihadiri oleh 155 peserta yang hadir secara luring (offline) di
Auditorium Lantai 4 Universitas Telogorejo Semarang serta ada pula peserta yang hadir
secara daring (online) melalui media Zoom Meeting, sehingga memungkinkan untuk
diakses oleh peserta dimanapun dan diunggah pada kanal Youtube HIMAFA Telogorejo
Semarang. Kegiatan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) ini diselenggarakan sebagai salah satu
upaya untuk memenuhi ketentuan dan kesepakatan yang telah ditetapkan dalam proses
pengkaderan, guna memperoleh status sebagai anggota penuh ISMAFARSI.
BPLT dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Telogorejo Semarang, dr. Swanny
Trikajanti Widyaatmadja, M. Kes., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan
bahwa menjadi mahasiswa farmasi bukan hanya soal belajar teori dan praktik di
laboratorium, tetapi bagaimana mahasiswa dapat berani berorganisasi, berprestasi, dan
menyiapkan diri menghadapi dunia yang terus berubah. Lebih dari itu mahasiswa juga sedang
membanguun jati diri sebagai calon pemimpin di bidang kesehatan. Pemimpin yang tidak
hanya cerdas secara akademik tetapi juga tangguh dalam berorganisasi, mampu bekerja sama,
dan adaptif terhadap perubahan zaman. Beliau berharap bahwa semua peserta dapat
mendalami segala yang disampaikan dengan narasumber dengan baik sehingga berguna
sebagai bekal wawasan organisasi mahasiswa.
Ten Stars of Pharmacist
apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med.
apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med memaparkan materi mengenai Ten Stars of
Pharmacist, yaitu sepuluh peran utama yang harus dimiliki oleh seorang apoteker dalam
menjalankan profesinya. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa apoteker tidak hanya
berfokus pada obat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan secara
menyeluruh, mulai dari care giver, decision maker, communicator, manager, life-long learner,
teacher, leader, researcher, entrepreneur, hingga agent of positive change. Melalui
peran-peran tersebut, apoteker diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal,
mengambil keputusan berbasis bukti, berkomunikasi dengan baik, terus mengembangkan diri,
serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan
masyarakat.
Wawasan ISMAFARSI
Nabila Salzabil
Nabila Salzabil selaku SK Kastrad ISMAFARSI JOGLOSEPUR membahas tentang
Wawasan ISMAFARSI sebagai organisasi nasional mahasiswa farmasi di Indonesia yang
berbentuk konfederasi dari berbagai lembaga eksekutif mahasiswa farmasi. Organisasi ini
bertujuan untuk menyatukan mahasiswa farmasi, meningkatkan kualitas dan profesionalisme,
serta menjadi wadah pengembangan diri. ISMAFARSI memiliki dasar hukum seperti
AD/ART, SOP, dan peraturan lainnya, serta memiliki struktur organisasi yang terbagi dalam
wilayah-wilayah tertentu, termasuk anggota penuh dan peninjau. Selain itu, ISMAFARSI
juga menyediakan berbagai manfaat bagi anggotanya, seperti memperluas relasi,
meningkatkan soft skill, mendapatkan pengalaman organisasi, serta kesempatan berkontribusi
dalam kegiatan nasional maupun internasional.
Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi
Khilyatus Sa’adah
Khilyatus Sa’adah selaku SK Kesekretariatan ISMAFARSI JOGLOSEPUR
membahas tentang Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi. Kepemimpinan diartikan
sebagai kemampuan untuk mempengaruhi dan menginspirasi orang lain agar dapat mencapai
tujuan bersama. Terdapat berbagai teori kepemimpinan, seperti teori genetis, sosial, dan
gabungan, serta berbagai gaya kepemimpinan seperti demokratis, transformasional, hingga
otokratis. Selain itu, seorang pemimpin perlu memiliki keterampilan seperti komunikasi,
empati, dan kemampuan mengambil keputusan. Manajemen organisasi sendiri merupakan
proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya untuk
mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Organisasi menjadi wadah kerja sama yang
memiliki unsur seperti visi, struktur, aturan, dan partisipasi anggota. Secara keseluruhan,
kepemimpinan, manajemen, dan organisasi saling berkaitan, di mana kepemimpinan
mengarahkan, manajemen mengatur, dan organisasi menjadi tempat untuk mencapai tujuan
bersama.
International Pharmaceutical Students’ Federation & Student Exchange Programme
Moh. Arif. Sp
Moh. Arif. Sp selaku SK Eksternal ISMAFARSI JOGLOSEPUR menjelaskan tentang
(International Pharmaceutical Students’ Federation) IPSF dan Student Exchange
Programme (SEP), yaitu program pertukaran mahasiswa farmasi di tingkat internasional.
IPSF merupakan organisasi global yang menghubungkan mahasiswa farmasi di seluruh
dunia, termasuk ISMAFARSI sebagai bagian dari jaringannya. SEP memberikan kesempatan
kepada mahasiswa untuk mengikuti kegiatan seperti magang di industri, penelitian, rumah
sakit, maupun pengabdian masyarakat di negara lain. Dalam pelaksanaannya, peserta akan
mengikuti berbagai kegiatan seperti internship, city tour, serta acara penyambutan dan
perpisahan. Untuk mengikuti program ini, diperlukan persiapan seperti seleksi, kelengkapan
berkas, serta kesiapan finansial. Mahasiswa juga didorong untuk aktif mencari informasi,
berani mencoba, dan memulai dari kegiatan kecil sebagai langkah awal.
Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan BPLT, diselenggarakan
pre-test dan post-test bagi seluruh peserta. Pre-test dilakukan sebelum penyampaian materi
oleh pemateri, dengan tujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mahasiswa terkait
materi yang akan diberikan. Hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dasar
peserta sebelum menerima pembelajaran yang lebih mendalam. Selanjutnya, post-test
dilaksanakan setelah seluruh materi disampaikan, sebagai bentuk evaluasi untuk menilai
peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Melalui
perbandingan hasil pre-test dan post-test, panitia dapat mengetahui sejauh mana efektivitas
penyampaian materi serta tingkat keberhasilan peserta dalam menyerap informasi yang
diberikan. Dengan adanya kedua tahapan evaluasi ini, diharapkan proses pembelajaran dalam
kegiatan BPLT dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak yang optimal
dalam meningkatkan kualitas pengetahuan serta kesiapan peserta dalam mengikuti proses
pengkaderan selanjutnya.
