Universitas Telogorejo Semarang
GELOMBANG 2 MASIH DI BUKA !
Hallo teman - teman semua,
Masih bingung mau lanjut kuliah di mana?
STIKES Telogorejo masih membuka kesempatan untuk kamu bergabung jadi Telogorejo Muda, karena Penerimana Mahasiswa Baru ( PMB ) Gelombang 2 masih di BUKA loh.

Pendaftaran Gelombang 2 berlaku dari 1 Desember 2022 - 30 April 2023.
Dapatkan potongan Uang Gedung 50% up dan Beasiswa dari STIKES Telogorejo.
Tunggu apalagi ? Buruan daftar di link http://pmb.official.universitastelogorejo.ac.id
GRATIS BIAYA PENDAFTARAN LOH !
DPK PPNI STIKES TELOGOREJO MEMERIAHKAN HARI PERAWAT NASIONAL DI KELURAHAN PLOMBOKAN SEMARANG

Tanggal 17 Maret diperingati sebagai Hari Perawat Nasional. Peringatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dan tenaga kesehatan di seluruh dunia untuk menghargai dan mengapresiasi peran penting perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan aman kepada pasien. Peringatan Hari Perawat Nasional tak lepas dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PPNI )
Tepat pada hari Jum’at, 17 Maret 2023 merupakan Hari Ulang Tahun seluruh Perawat Indonesia dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PPNI ) yang ke-49. Tahun ini, Hari Perawat Nasional mengusung tema "Gapai Sejahtera dengan Profesionalisme". Dengan hadirnya tema tersebut, diharapkan para perawat dapat senantiasa menjaga profesionalitas.
Dalam rangka memeriahkan HUT PPNI ke-49, Dewan Pengurus Komisariat (DPK) STIKES Telogorejo Semarang bekerja sama dengan Kelurahan Plombokan, Kecamatan Semarang Utara menyelenggarakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Ruang Serbaguna Kelurahan Plombokan pada hari Sabtu tgl 18 Maret 2023.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu 6 langkah cuci tangan yang benar serta deteksi dini Gigi karies dan gerakan sosialisasi gosok gigi dengan benar. Sasaran yang dilatih yaitu Anak Usia Dini yang didampingi oleh Orang Tua, Guru PAUD serta Kader di Kelurahan Plombokan.
Kegiatan ini turut mengundang dan memberi sambutan Bu Sutarti, SE selaku Kepala Kelurahan Plombokan sebagai tuan rumah dengan didampingi oleh Ns. Resa Nirmala Jona, M.Kep selaku Ketua DPK STIKES Telogorejo Semarang. Bu Sutarti turut mengucapkan Selamat Ulang tahun khusus untuk PPNI seluruh Perawat di Indonesia. Beliau berharap perawat di Indonesia semakin sukses dan jaya selalu khususnya sebagai edukator kesehatan untuk seluruh warga masyarakat di Indonesia
Selain itu, Bu Sutari berharap khusus seluruh Civitas Akademika STIKES Telogorejo Semarang semoga perawat selalu sukses dan bersama-sama Gapai Sejahtera dengan Profesionalisme. Aamiin
TAMU ISTIMEWA DARI HUNGKUANG UNIVERSITY

STIKES Telogorejo menerima tamu istimewa dari Hungkuang University pada hari Rabu, 15 Maret 2023.
Dr Tiger Tien Ph.D selaku Dean Of International Affairs Hungkuang University, Taiwan melakukan Kunjungan Kerjasama Kampus dengan STIKES Telogorejo.
Sesampianya di STIKES Telogorejo, Dr Tiger disambut langsung oleh dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D selaku Ketua STIKES Telogorejo.
Agenda kunjungan tersebut diantaranya pemaparan rencana kerjasama dan sesi diskusi antara Hungkuang University dan STIKES Telogorejo Semarang.
Kegiatan ini di hadiri juga oleh Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, perwakilan Ketua Program Studi, Perwakilan Dosen dan Tim Kerja Sama.
Kunjungan ini ditutup dengan tour campus STIKES Telogorejo dan Hospital tour SMS Telogorejo.
ATASI KESLEO & TERKILIR DENGAN “PRICEâ€Â

Disusun Oleh Ns. Arlies Zenitha Victoria, M.Kep – Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Kesleo dan terkilir merupakan salah satu cidera musculoskeletal yang sering terjadi sehari – hari. Secara terminologi, kesleo disebut dengan sprain dan terkilir disebut dengan strain. Sprain merupakan cedera yang terjadi pada sendi yang melibatkan robeknya ligament dan kapsul sendi. Sedangkan strain merupakan cedera yang terjadi pada otot atau tendon. Sprain atau kesleo sering terjadi pada sendi anggota gerak seperti lutut, tumit, pergelangan tangan dan jempol tangan. Sementara itu strain atau terkilir biasa terjadi pada tungkai atas dan punggung. Anggota tubuh yang sering mengalami cedera adalah pada bagian sendi pergelangan kaki (ankle sprain). Sekitar 27,5% orang mengalami kesleo pada pergelangan kaki. Cedera pada pergelangan kaki bahkan dapat mencapai persentase hingga 50% dibandingkan cedera lain yang dialami ketika berolah raga.
Cedera pada pergelangan kaki terjadi akibat kaki terkilir secara tiba – tiba yang mengakibatkan robeknya serabut ligament pada sendi pergelangan kaki. Selain itu, kesleo dan terkilir juga dipengaruhi karena adanya tekanan gerakan, kontak fisik maupun non fisik dari penderita. 58,3% pemain sepak bola mengalami ankle sprain yang dipengaruhi oleh kontak fisik antar pemain, sementara 40,2% lainnya akibat kontak non fisik. Secara umum kesleo dan terkilir (sprain dan strain) dirasakan sebagai sensasi nyeri yang hebat pada sendi dan otot yang mengalami gangguan. Gejala lain yang dirasakan antara lain munculnya bengkak, lebam, kemerahan, kaku otot, hingga hilangnya fungsi otot yang sakit.
Strain dan sprain yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan gangguan aktivitas fisik maupun psikologis. Gangguan fisik dapat terjadi terkait dengan nyeri yang dirasakan serta hilangnya fungsi anggota gerak. Hal ini dapat mengakibatkan seseorang terhambat dalam melakukan aktivitas dan pemenuhan kebutuhan sehari – hari. Gangguan aktivitas fisik yang pada strain dan sprain yang tidak segera ditangani juga dapat berdampak pada penggunakan alat bantu kruk untuk mobilisasi yang dapat menyebabkan gangguan citra tubuh pada seseorang. Selain itu, penderita juga dapat mengalami penurunan kualitas hidup apabila gangguan aktivitas tersebut dapat menghambat pekerjaannya.
Penanganan pertama pada cedera muskuloskeletal kesleo dan terkilir (sprain dan strain) dapat menentukan tingkat keparahan cedera serta mencegah komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.
Penanganan awal pada kasus kesleo dan terkilir dapat dilakukan dengan metode PRICE. Protection (perlindungan), hal ini dilakukan dengan melindungi area yang mengalami cedera, jangan sampai mengalami luka yang lebih serius. Langkah selanjutnya adalah Rice (istirahat). Istirahatkan bagian yang mengalami cedera untuk mencegah terjadinya cedera yang lebih parah sekitar 48 jam. Penderita dapat pula menggunakan kruk sementara untuk membantu berjalan hingga kaki yang kesleo membaik. Selanjutnya lakukan Ice (pemberian es). Berikan kompres dingin handuk dingin atau ice pack selama 48 jam untuk mengurangi peradangan. Selanjutnya lakukan Compression (penekanan) pada area cedera. Lakukan pembalutan dengan menggunakann elastic bandage pada area cedera untuk mengurangi pembengkakan. Langkah terakhir adalah Elevation (pengangkatan). Tinggikan daerah yang mengalami cedera sekitar 15 – 25 cm lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi bengkak. Jika cedera terjadi pada kaki, dapat pula dengan menambahkan beberapa alas bantal pada kaki. Peran serta masyarakat sangat penting untuk menentukan prognosis suatu penyakit atau cedera. Oleh sebab itu, pengetahuan tentang penanganan awal pada cedera sprain dan strain sangat penting diketahui oleh masyarakat awam untuk mencegah terjadinya cedera yang lebih parah. Dipelukannya kerja sama antara masyarakat dengan tenaga kesehatan untuk menekan angka morbiditas serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas.
SINAU BARENG D-3 KEPERAWATAN

SINAU BARENG D-3 KEPERAWATAN
Hallo adik-adik SMA dan SMK sederajat, mari ikuti SINAU BARENG D-3 KEPERAWATAN "Penanganan Kondisi Kegawatan & Pengenalan Alat Keperawatan"
Sinau Bareng akan di laksanakan di Kampus STIKES Telogorejo Semarang loh. Kalian akan berekesempatan untuk mengenal alat dan bisa praktik kegawatan serta penggunaan alatnya
Dilaksanakan pada :
? Sabtu, 18 Maret 2023
â° 09.00 WIB - selesai
?STIKES Telogorejo Semarang
Pendaftaran paling lambat Rabu, 15 Maret 2023
GRATIS tanpa di pungut biaya
KUOTA TERBATAS !
Jangan lupa ajak temannya ya ! ?
Salam Sehat - ICARE
? official.universitastelogorejo.ac.id
YouTube STIKES Telogorejo
TikTok @stikestelogorejo
? @info.stikestelogorejo
#stikestelogorejo#stikes#kuliahkesehatan#telogorejo#icare#semarang#jawatengah
Go International ! STIKES Telogorejo Menerima Mahasiswa Asing
STIKES Telogorejo menerima mahasiswa asing dalam kelas alih jenjang S-1 Keperawatan dan Profesi Ners.
Terdapat 2 mahasiswa asing yang berasala dari Timor Leste yang diterima kuliah alih jenjang S-1 Keperawatan dan Profesi Ners.

Jum'at, 3 Maret 2023, Kak Nelia dan Kak Dionizio sampai di Tanah Air dan langsung disambut oleh STIKES Telogorejo.
Penjembutan ini adalah salah satu fasilitas dari STIKES Telogorejo untuk membuat mahasiswa merasa nyaman dan aman untuk kuliah di STIKES Telogorejo.
Kak Nelia dan Kak Dionizio mendapatkan Beasiswa Internasional dari STIKES Telogorejo yang mencakup biaya pendidikan sampai dengan lulus Pefwsi Ners.
Perkuliahan kelas Alih Jenjang S-1 Keperawatan dan Profesi Ners dipaksanakan di SMC RS Telogorejo Semarang.
" Saya kuliah di STIKES Telogorejo bertujuan untuk meningkatkan pelasayan kesehatan di Timor Leste dan berbagi ilmu dengan masyarakan di Timor Leste" ungkapan dari Kak Dionizio.
Selain itu Kak Nelia mengunkapkan, "Saya beruntung sekali mendapatkan beasiswa dari STIKES Telogorejo".
Anak pilek, demam, dan napas cepat? Waspada Pneumonia

Disusun oleh Ns. Siti Lestari, M.Kep., Sp.Kep.An Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Pandemi covid-19 belum berakhir, ditengah kekhawatiran orangtua yang belum mereda, kini orangtua juga harus lebih waspada terhadap penularan berbagai penyakit pernapasan lainnya. Sama seperti covid-19, pneumonia juga mengintai anak-anak. Organisasi kesehatan dunia (WHO) mendefinisikan pneumonia sebagai bentuk infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru-paru. Pneumonia terjadi pada anak-anak dan dewasa di berbagai negara dengan kematian tertinggi di Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara. Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka penularan pneumonia yang cukup tinggi.
Tanda Dan Gejala Pneumonia Pada Anak
Keluhan utama pada kasus pneumonia diawali dari batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, diare, mual, muntah, lemas, hilangnya nafsu makan, dan nyeri otot.
Orangtua harus waspada dan segera periksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila:
- Demam tinggi di atas 39 derajat selsius dan menggigil
- Terdapat suara grok-grok atau mengi karena dahak sulit keluar
- Nyeri dada atau nyeri perut
- Diare terus-menerus
- Takipnea/ napas cepat
- Takikardia/ detak jantung cepat di atas 100x / menit
- Sianosis/ kuku dan bibir pucat atau kebiruan
- Penurunan kesadaran/ tampak seperti sering mengantuk

Penyebab Dan Faktor Risiko Pneumonia
Anak-anak lebih rentan terkena pneumonia dibandingkan orang dewasa karena memiliki daya tahan tubuh yang belum sempurna. Kondisi kesehatan anak berperan penting pada penularan pneumonia. Anak dengan imunitas yang rendah, gizi yang kurang, dan anak yang sering sakit akan lebih mudah terserang pneumonia. sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lim (2020) menyatakan bahwa semakin rendah imunitas tubuh anak maka semakin luas organ paru yang terserang dan semakin banyak menimbulkan tanda dan gejala.
Pneumonia disebabkan oleh sejumlah agen infeksi, termasuk virus, bakteri dan jamur. Agen infeksius yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae, ini merupakan penyebab pneumonia bakteri paling umum pada anak. Haemophilus influenzae tipe b (Hib) menjadi penyebab paling umum kedua. Penyebab berikutnya adalah virus pernapasan syncytial. Bayi yang terinfeksi HIV oleh orangtua lebih berisiko tertular pneumonia. Sebanyak 25% dari semua kematian akibat pneumonia terjadi pada bayi yang terinfeksi HIV. Virus korona juga merupakan penyebab pneumonia pada anak-anak.
Penularan Pneumonia
Penyebaran pneumonia dapat terjadi melalui beberapa cara. Virus dan bakteri yang biasa ditemukan di hidung atau tenggorokan anak, dapat menginfeksi paru-paru jika terhirup. Agen infeksius juga dapat menyebar melalui percikan batuk atau bersin. Selain itu, pneumonia dapat menyebar melalui darah, terutama pada ibu kepada bayi pada saat proses persalinan.

Perawatan Dan Pengobatan
Saat orangtua membawa anaknya periksa, tenaga kesehatan seperti dokter atau perawat akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti tes laboratorium darah, tes PCR, tes urine, foto Rontgen dada, dan bronkoskopi.
Anak akan diberikan obat sesuai dengan penyebab pneumonia, bisa berupa antibiotik, antivirus, maupun antijamur sesuai dengan mikroorganisme atau agen penyebab. Selanjutnya, anak akan diberikan obat untuk mengatasi tanda gejala yang muncul yaitu:
- Demam: antipiretik atau pereda demam seperti paracetamol, ibuprofen, atau aspirin
- Suara grok-grok atau mengi karena dahak sulit keluar: Nebulizer atau terapi uap yang berisi obat mukolitik dan ekspektoran
- Diare: obat antidiare, lactobasilus protectus, dan antimikroba
- Takipnea, takikardia, dan sianosis: pemasangan oksigen
Apabila anak dalam kondisi yang sangat lemah atau pneumonia yang dialami anak cukup parah, maka anak akan disarankan untuk rawat inap. Anak akan dipasang infus untuk memberikan tambahan cairan, nutrisi, dan obat-obatan melalui infus maupun suntikan.
Selama anak dirawat, orangtua harus tetap memastikan bahwa anak mendapatkan asupan makanan dan minum yang cukup, apabila anak masih menyusui maka orangtua hendak lebih sering memberikan ASI pada bayi.
Pencegahan Pneumonia
Anak-anak dapat dilindungi dari pneumonia dengan pemberian vaksin atau imunisasi. Penting bagi orangtua untuk memberikan vaksin tambahan seperti vaksin influenza, vaksin Hib, vaksin campak, dan vaksin DPT. Pneumonia dapat dicegah dengan tatalaksana sederhana seperti pemberian nutrisi seimbang diantaranya memberikan anak buah, sayur, susu, mulitvitamin. Mencuci tangan sebelum makan. Penggunaan masker. Menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi. Menciptakan lingkungan rumah dengan pencahayaan dan ventilasi yang baik. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Apabila anak dicurigai menderita pneumonia maka segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan agar segera mendapatkan penanganan.
PENTINGNYA MELAKUKAN AKTIVITAS HARIAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA

Disusun oleh Ns. Anis Ardiyanti, M.Kep Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang banyak dialami oleh perempuan. Kanker ini bersifat ganas, namun peluang untuk sembuh besar apabila deteksinya dilakukan sedini mungkin dan sebaliknya. Perempuan berisiko 100 kali lebih besar mengalami kanker payudara dibandingkan dengan laki-laki. Kejadian kanker payudara ini diikuti dengan bertambahnya usia. Kanker payudara juga dapat menyebabkan kematian seperti kanker lainnya. Faktor resiko terjadinya kanker payudara diantaranya hormonal, riwayat keluarga, gaya hidup, maupun lingkungan. Oleh karena itu, pentingnya menjaga gaya hidup maupun kebiasaan buruk dari lingkungan untuk mengurangi resiko kanker payudara. Namun, pada penderita kanker payudara tetap bisa melaksanakan hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidupnya akibat dari pengobatan yang dijalaninya.

Kualitas hidup merupakan rasa puas atau rasa bahagia dan nyaman yang dirasakan penderita kanker payudara dalam kehidupan sehari-hari.
Pada umumnya kualitas hidup pasien kanker payudara menurun pada beberapa dimensi seperti peran, emosional, kognitif dan juga sosial.
Namun jangan khawatir, penderita kanker payudara dapat meningkatkan kualitas hidupnya dengan cara tetap melaksanakan aktivitas harian sesuai kemampuan penderita masing-masing agar dimensi peran, emosional, kognitif dan sosial tetap terjaga atau bahkan meningkat.
Hal ini sudah banyak dibuktikan dibeberapa penelitian bahwa dengan melakukan aktivitas harian, maka kualitas hidup penderita kanker payudara meningkat.
Motivasi penderita kanker payudara untuk melakukan aktivitas harian juga perlu diawali dengan adanya penerimaan dan adaptasi dengan kehidupan barunya sebagai penderita. Manfaat aktivitas harian pada penderita kanker payudara dapat meningkatkan perubahan jantung, pernafasan menjadi lebih baik, peningkatan oksidasi lemak tubuh, menurunkan tekanan darah, dan perubahan hormonal. Hasil penelitian juga menyatakan adanya aktivitas harian yang berat dapat meningkatkan kualitas hidup yang baik dan sebaliknya. Contoh aktivitas harian sederhana dengan mengerjakan pekerjaan rumah sesuai kemampuan diri seperti mencuci baju atau piring, menyapu, menyetrika, menyapu halaman rumah, atau melakukan aktivitas luar dengan tetap melakukan pekerjaan sesuai profesinya. Hal tersebut semakin baik apabila penderita mendapatkan dukungan dari keluarga. Keterlibatan keluarga dalam hal ini diperlukan, sebab berdasarkan beberapa penelitian dengan adanya dukungan keluarga mampu meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara.
