Back

Universitas Telogorejo Semarang

HomeAuthor: Universitas Telogorejo SemarangPage 42
MENJADI  NARASUMBER SEMINAR KESEHATAN DI DAHRMA WANITA KOTA SEMARANG
Tak Berkategori 17 Feb 2023

MENJADI  NARASUMBER SEMINAR KESEHATAN DI DAHRMA WANITA KOTA SEMARANG

Selasa, 14 Februari 2023 STIKES Telogorejo berkesempatan mengisi penyuluhan kesehatan di Dharma Wanita Persatuan ( DWP ) Kota Semarang. Pada kesempatan ini, Ns. Bagus Ananta Tanuhiarso, M.Kep Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo menjadi narasumber dengan mengusung tema Bantuan Hidup Dasar / Kegawat Daruratan. Kegiatan ini di selenggarakan di Gedung Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Jl. Sriwijaya No. 29 A Semarang. Dalam kegiatan ini di hadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan beserta jajarannya dan diikuti oleh 59 anggota DWP Kota Semarang.

Selain memberikan pemaparan materi, Ns Bagus Ananta Tanuhiarso, M.Kep juga memberikan materi secara praktik dalam penanganan Bantuan Hidup Dasar baik untuk orang dewasa, anak-anak dan balita. Bantuan Hidup Dasar adalah Serangkaian usaha awal untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan atau sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti nafas dan atau henti jantung (cardiacarrest). Penyebab seseorang mengalami henti napas dan henti jantung beragam, bisa karena kecelakaan, tersedak, serangan jantung, stroke, sumbatan jalan napas, hingga tenggelam. Jika seseorang yang mengalami henti napas dan henti jantung tidak segera ditangani, otak dan jantung akan mengalami kerusakan serta kehilangan fungsinya dalam 6 menit.

Bantuan ini tidak hanya dilakukan para petugas medis, namun setiap warga pada umumnya dapat melakukan BHD ini dengan mempelajari langkah-langkahnya. Pada kegiatan ini pula, anggota DWP Kota Semarang berkesempatan untuk praktik Bantuan Hidup Dasar dengan di dampingi narasumber.

Kesempatan Emas, STIKES TELOGOREJO Jadi Tuan Rumah Rekruitmen RS Arab Saudi
Tak Berkategori 11 Feb 2023

Kesempatan Emas, STIKES TELOGOREJO Jadi Tuan Rumah Rekruitmen RS Arab Saudi

Jumat, 10 Februari 2023 - STIKES Telogorejo menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan rekruitmen RS Dr Sulaiman Al - Habib, Arab Saudi. Dalam penyelenggaraan rekrutmen ini, PT. ESAT Management Indonesia menjadi pihak ketiga sebagai pihak penghubung antara STIKES Telogorejo Semarang dan RS Dr Sulaiman Al – Habib. Kegiatan ini diikuti oleh 44 peserta yang terdiri dari Mahasiswa dan Alumni STIKES Telogorejo Semarang serta Mahasiswa dari luar STIKES Telogorejo Semarang.

Rangkaian kegiatan rekrutmen diawali oleh sambutan dari dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D selaku ketua STIKES Telogorejo Semarang dan dilanjutkan oleh Direktur of Nursing RS Dr Sulaiman Al-Habib, Arab Saudi. Setelah acara tersebut, dilanjutkan sesi wawancara antara peserta dan pihak perwakilan RS Dr Sulaiman Al-Habib, Arab Saudi. Dengan adanya kegiatan rekrutmen oleh RS Dr Sulaiman Al -Habib diharapka mampu mendorong Mahasiswa dan atau calon tenaga perawat agar dapat berkarir dalam skala internasional.

KECEMASAN DAN IMUNITAS DITENGAH PANDEMI
Tak Berkategori 08 Feb 2023

KECEMASAN DAN IMUNITAS DITENGAH PANDEMI

Oleh Ns. Ni Made Ayu Wulansri, M.Kep Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo

Masa pandemik Covid-19 telah setahun menjangkit dunia dan bahkan di Indonesia. Berita di televisi dan Berita online terus mengabarkan penambahan jumlah penderita Covid-19. Masyarakat mulai cemas mendengar berita Covid-19 yang tidak kunjung selesai dan peningkatan jumlah setiap harinya. Masyarakat juga harus bekerja diluar dan menimbulkan kecemasan yang bertambah saat keluar rumah. Pemerintah sudah mengedukasi masyarakat untuk mengurangi penularan sehingga mengurangi jumlah penderita Covid-19.

Kecemasan masyarakat di Indonesia telah diteliti oleh Megatsari, et. all (2020), menemukan pada golongan usia 20-29 tahun dan 40-49 mengalami kecemasan lebih tinggi disbanding kelompok usia diatas 50 tahun.  Selain itu, responden perempuan lebih merasa cemas dibandingkan laki-laki. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa kecemasan merupakan kasus nyata yang dialami masyarakat dalam masa pandemi

Tidak hanya kecemasan psikologis yang dirasakan, menurut Mann, Krueger dan Vohas (2020) masyarakat juga mengalami kecemasan ekonomi atau dalam artikel ini disebut Economic anxiety.  Kecemasan ekonomi merupakan distress psikososial, misal pada studi 2008 menemukan bahwa kesulitan ekonomi menyebabkan perceraian. Selain itu, kesulitan ekonomi juga meningkatkan gangguan mental dan percobaan bunuh diri. Hasil studi Mann, et. All ini menemukan bahwa kesulitan ekonomi berpotensi menyebabkan masyarakat kesullitan dalam menghadapi masa pandemic Covid-19.

Kecemasan Psikologis dan ekonomi menimbulkan dampak yang signifikan pada masyarakan di amsa pandemi. Terdapat banyak kabar bahwa kondisi psikologis merupakan faktor yang mempengaruhi system imun. System imun merupakan factor penting dalam menghadapi covid-19. Menurut penjelasan dalam penelitian Mazza, et all (2020), menjelskan bahawa kecemasan dan depresi berperan dalam predictor klinis dan inflamasi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa semakin buruk inflamasi yang terjadi , semakin buruk pula depresi yang dialami.

References:

Gennaro Mazza, M., De Lorenzo, R., Conte, C., Poletti, S., Vai, B., Bollettini, I., … Benedetti, F. (2020). Anxiety and depression in COVID-19 survivors: role of inflammatory and clinical predictors. Brain, Behavior, and Immunity. doi:10.1016/j.bbi.2020.07.037 

Mann, F. D., Krueger, R. F., & Vohs, K. D. (2020). Personal economic anxiety in response to COVID-19. Personality and Individual Differences, 110233. doi:10.1016/j.paid.2020.110233 

Menzies, R. E., & Menzies, R. G. (2020). Death anxiety in the time of COVID-19: theoretical explanations and clinical implications. The Cognitive Behaviour Therapist, 1–24. doi:10.1017/s1754470x20000215 

JANGAN REMEHKAN DENGAN KEADAAN CEMAS
Tak Berkategori 08 Feb 2023

JANGAN REMEHKAN DENGAN KEADAAN CEMAS

Disusun Oleh  Laura Khattrine Noviyanti - Dosen S-1 Keperawatan dan Profesi Ners STIKES Telogorejo

Siapa yang tidak pernah cemas? Pasti kita pernah mengalami cemas. Apalagi dengan situasi Covid-19 di Indonesia yang masih berdampak secara multidimensi (Bio-psiko-sosial-spiritual) ditambah dengan banjirnya informasi yang asimetris dan misleding. Keadaan yang tidak pasti tersebut serta ketakutan penyebaran virus menimbulkan terjadinya cemas yang dimana bila situasi tersebut berkepanjangan akan menimbulkan masalah kesehatan jiwa.

Kecemasan merupakan suatu keadaan emosi yang disertai perasaan yang tidak pasti yang dimana dialami seseorang ketika berhadapan dengan situasi stress atau mengancam (Stuart, Keliat dan Pasaribu, 2016). Beberapa kecemasan dirasakan normal, dikarenakan kecemasan membantu untuk menghadapi situasi sulit karena ketakutan dan bahaya.

Dampak yang ditimbulkan dari cemas tersebut adalah :

  • Insomnia,
  • Overthinking,
  • Masalah lambung,
  • Detak jantung meningkat,
  • Pusing,
  • Sesak nafas,
  • Mudah marah,
  • Sulit rileks
  • Serta takut yang berlebihan.

Hal ini diperkuat pula oleh Perhimpunan Doskter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) 80% masyarakat Indonesia memiliki gejala stres paska trauma psikologis dengan situasi Pandemi Covid-19.  Stresor yang dialami tersebut menyebabkan otak mengeluarkan hormon stres Kortisol yang menimbulkan reaksi psikosomatik seperti damapak cemas tersebut.

Bagaimana cara kita untuk mencegah Ansietas agar tidak berdampak buruk dalam tubuh kita? Ada 4 cara praktis yang dikutip di Tim Dukungan Kesehatan Jiwa Psikososial ( Tim DKJPS, 2020) yaitu

  1. Peningkatan Imunitas Fisik,

Peningkatan imunitas fisik  yaitu dengan makan makanan yang bergizi seperti sayur, buah, serta dapat ditambah dengan vitamin, minum uyang cuku  (orang dewasa minimal 2 liter per hari), olahraga minimal 30 menit per hari, berjemur di pagi hari serta istirahat yang cukup.

  • Ketahanan Kesehatan Jiwa Dan Psikososial

Peningkatan ketahanan kesehatan jiwa dan psikososial. Pemberitaan tentang covid-19 yang simpang siur menimbulkan perasan takut, cemas, khawatur dan merasakan adanya ancaman. Semuanya tersebut menimbulkan emosi dan pikiran negatif, maka perlu dilakukan emosi positif  dengan hati yang senang, lakukan hobi yang disukai, pikiran positif  dengan mengingatk pengalaman yang menyenangkan, yakin covid-19 segera teratasi, perilaku positif  dengan mengerjakan kegiatan harian dengan baik seperti membersihkan rumah, tidak minum alcohol, tidak menggunakaln napza dan lain- lain. Hubungan sosial positif dengan beri pujian, beri harapan positif, saling mengingatkan dan tolong menolong dan terakhir yaitu spiritual positif dengan lakukan kegiatan ibadah di rumah dan melalui daring (online)

  • Pencegahan Penularan,

Pencegahan penularan dengan jaga jarak sosial/social distancing dengan jarak interaksi sosial minimal 2 meter, tidak salam dan tidak bersentuhan serta jaga jarak fisik / physical distancing dengan jarak antar orang minimal 2 meter, artinya walaupun  tidak berinteraksi dengan orang lain jarak harus di jaga dan tidak bersentuhan, cuci tangan dengan gunakan sabun pada air menaglir atau menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah memgang benda, hindari menyentuh mulut, hidung& mata , gunakan masker kain pada saat keluar untuk mencegah percikan ludah dari orang lain, tinggal di rumah jika terpaksa keluar rumah, saat pulang mandi, ganti baju dan langsung dicuci  menggunakan sabun dan hindari kerumunan.

  • Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa Dan Psikososial.

Pencegahan masalah kesehatan jiwa dan psikososial dengan sikap responsif yaitu dengan tarik nafas dalam berpikir tenang dan lakukan yang bermanfaat, bekerja di rumah / work from home yaitu pekerjaan yang dapat dilakukan dirumah , tinggal di rumah / stay at home dan belajar dari rumah/ study from home ataupun offline .

Oleh karena itu Selamat mencoba dalam mengatasi kecemasan ditengah pandemi Covid -19 ini.  

PERAN KADER KESEHATAN DALAM MERAWAT ORANG SAKIT DIRUMAH
Tak Berkategori 08 Feb 2023

PERAN KADER KESEHATAN DALAM MERAWAT ORANG SAKIT DIRUMAH

Disusun Oleh Ns. Asti Nuraeni, M.Kep., Sp.Kep.Kom Dosen S1 Keperawatan dan Profesi Ners STIKES Telogorejo

Penyakit paliatif merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit terminal dengan keadaan sulit dan susah untuk disembuhkan. Hasil penelitian di wilayah binaan Kelurahan Karangayu berdasarkan survey deteksi dini perawatan paliatif ada 62 pasien paliatif yang ada saat ini masuk dalam kategori membutuhkan perawatan paliatif. Kondisi yang ada 65% masyarakat tidak melakukan pengobatan secara rutin karena keterbatasan biaya. Terdapat 35% dengan lama pengobatan lebih dari 5 tahun menderita sakit.

Kondisi tersebut membuat banyak pasien paliatif di masyarakat memerlukan perawatan paliatif. Pelayanan kesehatan yang tersedia diwilayah Kelurahan Karangayu mempunyai kader kesehatan yang aktif dalam kegiatan Posbindu PTM, namun kegiatan yang tersedia hanya terbatas untuk pelayanan penyakit tidak menular. Sehingga belum ada kader kesehatan yang membantu pasien paliatif di masyarakat. Kader kesehatan yang ada perlu dioptimalkan fungsinya dalam perawatan paliatif dengan dibekali pelatihan terkait pengetahuan perawatan paliatif dan cara penanganan yang bisa dilakukan untuk merawat pasien paliatif di masyarakat (Poppy Siti Aisyah, 2020).

Kader kesehatan kelurahan Karangayu sudah diberikan pelatihan terkait perawatan dasar pasien paliatif. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi:

  1. Melakukan deteksi dini pasien paliatif di masyarakat;
  2. Pelatihan tentang perawatan paliatif cara deteksi dini pasien paliatif;
  3. Demonstrasi tentang pemenuhan kebutuhan dasar membantu memberikan makan, minum, membantu menolong BAK/BAB, membantu membersihkan mulut, memandikan, membersihkan genetalia;
  4. Demonstrasi tentang terapi relaksasi dan latihan aktifitas fisik;
  5. Penilaian untuk merujuk ke pelayanan kesehatan.

Perlunya kader kesehatan dibekali pengetahuan dan ketrampilan terkait tentang perawatan dasar orang sakit. Fokus pemberian perawatan orang sakit pada pasien dengan penyakit kronis atau terminal misalnya penyakit stroke, penyakit kronis lainnya yang sudah tidak bisa beraktivitas dan hanya terbaring lemah di tempat tidur. Kader kesehatan diajarkan tentang bagaimana cara melakukan perawatan diri walaupun dalam kondisi tirah baring. Perawatan dimulai dari perawatan gigi dan mulut, memandikan ditempat tidur, membersihkan alat genetalia dan membantu keramas ditempat tidur. Perawatan diri merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, mengingat kondisi paliatif pasien sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri.


Kader kesehatan selain dibekali tentang perawatan dasar juga diajarkan tentang melakukan latihan aktifitas fisik ditempat tidur. Latihan aktifitas fisik perlu diajarkan kepada pasien yang tidak bisa beraktifitas secara mandiri, sehingga perlu diajarkan latihan aktifitas fisik ditempat tidur. Kader kesehatan juga dilatih untuk menolong pasien cara berpindah dan membantu memberikan posisi yang nyaman pada pasien, misalkan posisi duduk, miring kanan, miring kiri, latihan berdiri dan latihan jalan. Kader kesehatan diharapkan setelah dibekali dengan pelatihan dan banyak kegiatan ini dapat membantu pasien paliatif dimasyarakat untuk melakukan perawatan dirumah dan mengajarkan kepada keluarga dengan harapan kualitas hidup dapat meningkat pada pasien dengan penyakit peliatif di masyarakat.

Kuliah Tamu: Apt. Ita Zonia Wisudasari Kupas Pharmapreneur, Regulasi, dan Public Speaking
BeritaNews 08 Feb 2023

Kuliah Tamu: Apt. Ita Zonia Wisudasari Kupas Pharmapreneur, Regulasi, dan Public Speaking

Kegiatan kuliah tamu kembali diselenggarakan pada Selasa, 7 Februari 2023, dengan menghadirkan narasumber Ita Zonia Wisudasari. Mengusung tema Pharmapreneur di Bidang Pelayanan Farmasi beserta Regulasinya dan Public Speaking, kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Dalam pemaparannya, Apt. Ita Zonia Wisudasari, S. Farm., M.M., menjelaskan bahwa peluang kewirausahaan di bidang farmasi atau pharmapreneur semakin terbuka luas, khususnya dalam pelayanan farmasi seperti apotek, klinik, maupun layanan berbasis digital. Peserta diberikan wawasan mengenai bagaimana membangun usaha farmasi yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga mengedepankan aspek pelayanan, etika profesi, dan keselamatan pasien.

Selain itu, narasumber juga membahas berbagai regulasi yang harus dipahami dalam menjalankan usaha di bidang farmasi, mulai dari perizinan, standar operasional pelayanan, hingga kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Pemahaman terhadap regulasi menjadi kunci utama agar usaha yang dijalankan dapat berjalan secara legal dan berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada aspek bisnis dan regulasi, sesi ini juga dilengkapi dengan materi public speaking. Peserta dibekali keterampilan komunikasi yang efektif, baik dalam memberikan edukasi kepada pasien maupun dalam mempresentasikan ide bisnis. Kemampuan komunikasi ini dinilai penting untuk mendukung keberhasilan seorang pharmapreneur.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui kuliah tamu ini, diharapkan peserta mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan di bidang farmasi, memahami regulasi yang berlaku, serta meningkatkan kemampuan komunikasi sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan industri kefarmasian.

PENCEGAHAN HEPATITIS A MELALUI PROGRAM HEHO (Healty Environment Healty Food)
Tak Berkategori 03 Feb 2023

PENCEGAHAN HEPATITIS A MELALUI PROGRAM HEHO (Healty Environment Healty Food)

Disusun Oleh: Ns. Resa Nirmala Jona, M.Kep Ketua Program Studi D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Hepatitis virus merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, yang berpengaruh terhadap angka kesakitan, angka kematian, status kesehatan masyarakat, angka harapan hidup, dan dampak sosial ekonomi lainnya. Melihat kondisi sanitasi lingkungan, higiene dan sanitasi pangan, serta perilaku hidup bersih dan sehat yang belum optimal, maka masyarakat Indonesia merupakan kelompok berisiko untuk tertular Hepatitis A dan Hepatitis E. Laporan yang diterima oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa setiap tahun selalu terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) Hepatitis A.

Hepatitis A merupakan penyakit hati serius yang disebabkan oleh virus Hepatitis A (HAV). HAV ditemukan di tiap tubuh manusia pengidap Hepatitis A. Terkadang penyakit ini menular melalui kontak personal. Terkadang pula melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi HAV. Faktor resiko seseorang terpapar HAV yaitu kebiasaan membeli makanan di sembarang tempat, makan makanan mentah atau setengah matang, personal hygiene yang rendah antara lain: penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih kurang diantaranya cuci tangan dengan air bersih dan sabun, mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, serta cara mengolah makanan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan

Gejala awal yang dialami pada kasus hepatitis adalah mual, muntah, diare berat, dan demam ringan, gejala bisa berlanjut dengan kondisi kegawatan yaitu air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat, warna mata dan kulit menguning, gangguan pembekuan darah, kejang, dan kesadaran menurun. Dengan besaran masalah yang ada dan dampaknya bagi kesehatan masyarakat, maka perlu dilakukan upaya yang terencana, fokus, dan meluas agar epidemi Hepatitis Virus ini dapat ditanggulangi. Salah satu upaya pencegahan adalah dengan melakukan promosi kesehatan. Promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan, perubahan perilaku, keterampilan, dan komitmen dalam penyelenggaraan penanggulangan Hepatitis Virus, sehingga masyarakat memahami Hepatitis Virus secara baik dan benar dan mampu untuk mengakses terhadap upaya perlindungan khusus, pemberian imunisasi, mengetahui dan memahami cara pencegahan untuk dirinya, orang lain, dan masyarakat luas, serta mencegah terjadinya stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan Hepatitis Virus.

Berdasarkan faktor resiko penyebab hepatitis A, pencegahan yang dapat dilakukan melalui program HEHO (Healty Environment Healty Food) diantaranya menjaga kebersihan lingkungan (penyediaan air minum dan air bersih, pembuangan air limbah, pengelolaan sampah, pembuangan tinja), kebersihan makanan yang dikonsumsi (makanan yang sehat dan matang) serta penerapan PHBS seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jagalah kebersihan diri dan lingkungan untuk terhindar dari virus hepatitis A!.

Pelatihan Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS)
Tak Berkategori 03 Feb 2023

Pelatihan Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS)

Negara terutama pemerintah bertanggung jawab untuk menghormati, melindungi, membela dan menjamin hak asasi manusia setiap warga negara dan penduduknya tanpa diskriminasi. Hal ini sesuai dengan tujuan pembentukan negara yang tertulis di dalam Alinea keempat pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Menyebutkan bahwa negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pengertian melindungi dalam alinea keempat termasuk melindungi setiap warga negara dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

Berdasarkan hal tersebut, maka STIKES Telogorejo Semarang juga memberikan perlindungan dan pemenuhan hak bagi korban, serta untuk merespon permasalahan tindak kekerasan yang banyak terjadi di masyarakat, mencarikan solusi terbaik bagi korban agar mereka mendapatkan hak-haknya sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Satgas tersebut merupakan amanat Permendikbud No.30 Tahun 2021, yaitu setiap kampus memiliki satgas yang dapat melakukan pengawalan sehingga kampus dapat menjadi lingkungan yang sehat, aman, nyaman dan juga tanpa kekerasan seksual. STIKES Telogorejo menjadi salah satu institusi yang juga akan membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).

Pelatihan Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) STIKES Telogorejo Semarang dilaksanakan pada Kamis, 2 Februari 2023. Bertempat di Ruang Theater STIKES Telogorejo Semarang. Narasumber pada kegiatan ini dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak “SERUNI” (DP3A Kota Semarang) dan Kepolisian Sektor Semarang Barat. Peserta yang mengikuti Pelatihan tim Satgas PPKS adalah dosen, staff, dan mahasiswa STIKES Telogorejo Semarang dengan jumlah 27 peserta.  Tujuan diadakan Pelatihan Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual ( Satgas PKKS ) adalah :

  1. Dapat diketahui kondisi mahasiswa STIKES Telogorejo yang mengalami permasalahan tindak kekerasan serta kebutuhannya;
  2. Adanya laporan dan rekomendasi yang disampaikan ke tim Satgas PPKS yang dibentuk pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan tindak kekerasan secara cepat dan tepat sesuai yang dibutuhkan
  3. Terlindunginya mahasiswa STIKES Telogorejo yang mengalami permasalahan dari hal yang dapat membahayakan dirinya;
  4. Terpantaunya permasalahan tindak kekerasan.