Back

Universitas Telogorejo Semarang

HomeAuthor: Universitas Telogorejo SemarangPage 43
OPEN REKRUITMEN DOSEN S-1 FARMASI
Uncategorized 28 Jan 2023

OPEN REKRUITMEN DOSEN S-1 FARMASI

Open Rekruitmen Dosen Program Studi S-1 Farmasi STIKES Telogorejo

Kriteria :

  • Usia maksimal 35 tahun
  • Apoteker dengan pendidikan minimal S-2 Farmasi
  • Minat keilmuan Sains Farmasi / Farmasi Klinik & Komunitas dari Perguruan Tinggi terakreditas min B/BAIK SEKALI
  • IPK minimal 3.25
  • Skor TOEFL minimal 500
  • Berkepribadian & berkelakuan baik
  • Sehat jasmani & rohani
  • Mempunyai Sertifikat Kompetensi Apoteker & STRA yang Aktif
  • Memiliki pengalaman mengajar, publikasi & meneliti lebih disukai.

Lamaran dikirim melalui Email :

sdm@official.universitastelogorejo.ac.id

HARI KUSTA INTERNASIONAL 2023
Berita 25 Jan 2023

HARI KUSTA INTERNASIONAL 2023

World Leprosy Day atau Hari Kusta Sedunia adalah satu hari yang diperingati secara internasional atau seluruh dunia dalam rangka menciptakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang penyakit kusta. Serta untuk mengajak masyarakat menghapus stigma negatif dan diskriminatif terhadap penderita kusta. Kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Leprae yang menyerang kulit dan jaringan saraf perifer serta mata dan selaput yang melpa

Mengutip dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Tema Hari Kusta Sedunia 2023 adalah "Act Now. End Leprosy." atau yang artinya "Bertindaklah Sekarang. Akhiri Kusta." Berikut ini tiga pesan utama dari tema tersebut:

  • Elimination is possible (kemungkinan penghentian): Kami memiliki kekuatan dan alat untuk menghentikan penularan dan mengalahkan penyakit kusta.
  • Act now (bertindak sekarang): Kita membutuhkan sumber daya dan komitmen untuk mengakhiri kusta. Prioritaskan eliminasi kusta.
  • Reach the unreached (jangkau yang belum terjangkau): Kusta dapat dicegah dan diobati. Tidak perlu lagi menderita dari kusta.

SELAMAT HARI GIZI NASIONAL
BeritaCampuspedia 25 Jan 2023

SELAMAT HARI GIZI NASIONAL

Tujuan peringatan Hari Gizi Nasional adalah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat Indonesia.
Tema Hari Gizi Nasional ke 63 tahun 2023 mengangkat Tema “Protein Hewani Cegah Stunting”. Tema ini sebagai ajakan kepada masyarakat untuk mencegah stunting pada pertumbuhan anak-anak. Stunting merupakan gangguan pada tumbuh kembang anak. Biasanya, anak penderita stunting cenderung lebih kerdil dibanding anak seusianya.

Protein Hewani Setiap Makan
Isi Piringku Kaya Protein Hewani

Salam Sehat - ICARE

? official.universitastelogorejo.ac.id
YouTube STIKES Telogorejo
TikTok @stikestelogorejo
? @info.stikestelogorejo

NATURAL THERAPY MASSAGE BABY DENGAN PIJAT BATUK PILEK (COMMOND COLD MASSAGE )
Berita 23 Jan 2023

NATURAL THERAPY MASSAGE BABY DENGAN PIJAT BATUK PILEK (COMMOND COLD MASSAGE )

Disusun oleh Widya Mariyana,S.ST.,M.Kes Dosen S-1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang

Penyakit flu disertai batuk pilek (commond cold) merupakan masalah kesehatan yang sering dialami bayi dan balita. Pendidikan tentang penanganan commond cold seharusnya diberikan sejak dini sebagai salah satu upaya preventif agar tidak berlanjut menjadi pneumonia.

Commond cold adalah bagian dari ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) hal ini di sebabkan kerena bakteri, virus, jamur dan ricketssia. ISPA merupakan penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran pernafasan mulai dari hidung hingga alveoli termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tenga dan pelura, gejala umumnya sering terjadi pada balita seperti demam, sesak nafas, batuk kering, sakit kepala, nyeri di seluruh tubuh, letih dan lesu, sesak nafas, batuk berlendir dan demam tinggi.

Pada musim hujan ini bayi dan balita mudah sekali terserang penayakit flu dsertai batuk pilek, gejala yang sering dialami bayi dan balita commond cold adalah bersin-bersin, hidung tersumbat, suara serak, demam, mata berair, hilang nafsu makan tetapi sangat jarang yang mengalami sesak nafas. Hal ini membuat masyarakat takut datang ke tenaga Kesehatan Ketika anaknya mengalami commond cold atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) non spesifik untuk mendapatkan pengobatan pengobatan secara farmakologi , sehingga beralih ke pengobatan non farmakologi.

Adapun upaya non farmakologi untuk menangani commond cold adalah melakukan pijat commond cold. Salah satu Gerakan commond cold massage tehrapy dengan menepuk-nepuk dan menggetarkan dada serta punggung untuk membawa lender kesaluran besar sehingga anak akan otomatis batuk-batuk dan lender akan keluar. Pada anak biasanya lendiar akan keluar bersama kotoran. Commond cold massage therapy sangat efektif untuk bayi atau anak yang menderita batuk pilek. Pendidikan tentang upaya non farmakologi berupa pijat commond cold untuk menanagni batuk pilek perlu diberikan sebagai salah satu usaha mandiri orang tua sebelum datang ke pelayanan Kesehatan

KULIAH UMUM PRODI S-1 FARMASI STIKES TELOGOREJO SEMARANG
BeritaCampuspedia 23 Jan 2023

KULIAH UMUM PRODI S-1 FARMASI STIKES TELOGOREJO SEMARANG

“PHARMAPRENEUR DAN FORMULASI KOSMETIKA DARI BAHAN ALAM BESERTA REGULASINYA”

 Disusun oleh apt. Silvy Aldila, M. Farm Dosen S-1 Farmasi STIKES Telogprejo Semarang

Pharmapreneur dan Formulasi Kosmetika dari Bahan Alam beserta regulasinya di Industri merupakan tema yang diangkat pada kuliah umum yang diadakan oleh Program Studi S-1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo Semarang. Kuliah umum dilaksanakan pada hari Jumat, 20 Januari 2023 pukul 08.30 WIB dengan narasumber apt. Nita Kusumaningrum, M. Farm. Ibu Nita, begitu beliau biasa disapa, adalah pemilik, direktur operasional sekaligus apoteker penanggung jawab teknis di PT. Dua Naga Kosmetindo. Selain itu beliau adalah Kepala Lab Research and Development Dua Naga Corporation dibidang kosmetik.

Ketua Program Studi S-1 Farmasi STIKES Telogorejo, apt. Dra. Tunik Saptawati, M.Si. Med, juga menyampaikan bahwa kuliah umum ini bertujuan untuk membuka pandangan mahasiswa bahwa apoteker bisa dan dapat memiliki usaha sendiri. Keilmuan yang dimiliki seorang apoteker di implementasikan dalam sebuah bentuk bidang usaha. Industri kosmetik merupakan bidang usaha yang sangat berkembang saat ini. Industri kosmetik memiliki konsumen yang tidak pernah habis dan regulasinya yang baik mendasari pendiriannya.

“Apa itu pharmapreneur ?”, kalimat pembuka yang disampaikan Ibu Nita pada materinya. Beliau lebih lanjut menjelaskan tentang relasi ‘pharma’ dan ‘entrepreneur’.  “Orang yang bersedia dan mampu untuk mengembangkan Ide atau penemuan baru menjadi sukses inovasi, sekaligus menciptakan produk dan modal bisnis baru yang  memberi sumbangan atas pertumbuhan dinamisme industri dan ekonomi jangka panjang”, kutipan Ibu Nita dari Joseph A. Schumpeter tentang pengertian entrepreneur. Ide dan inovasi merupakan bentuk kreativitas seorang apoteker. Ide berasal dari rasa penasaran dan keingintahuan. Bermula dari mengotak-atik formula suatu sediaan kosmetik hingga didapat hasil yang baik dan disukai oleh konsumen. Inovasi merupakan bentuk pengembangan ide dan tren yang berlaku saat itu. Perkembangan tren kosmetika yang sangat cepat membuat industri kosmetik ikut berlomba memasarkan produk seperti yang diinginkan konsumen. All-in-one, salah satu contohnya, merupakan tren kosmetik yang meledak dua tahun belakangan ini. “Pada satu produk bisa dijadikan lipstick, eyes shadow, blush on, dan countour”, Jelas beliau lebih lanjut.

Dorongan wirausaha didasarkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Setiap tahun institusi Pendidikan akan meluluskan apoteker. Tetapi, jumlah lulusan tiap tahun tidak sebanding dengan lapangan kerja yang ada. Hal ini menyebabkan ketatnya kompetisi bagi para lulusan. Apalagi jika lulusan apoteker tidak mengasah skill yang dimilikinya, tentu akan susah bersaing. Oleh karena itu, apoteker harus bisa berwirausaha.  Wirausaha berarti bekerjasama. Apoteker tidak bisa berdiri sendiri dalam melangsungkan usahanya. Pada industri kosmetik, apoteker memang sebagai formulator, tetapi harus ada tim pemasaran dan promosi. Persaingan yang ketat antar produsen mengharuskan promosi produk kosmetik harus semenarik dan seunik mungkin.

Kewirausahaan tidak lepas dari bagaimana regulasinya. Fungsi dari regulasi adalah mengatur perencanaan dan pendirian pabrik kosmetik agar terciptanya ketertiban, sehingga menciptakan kondisi yang aman dan tentram. Regulasi kosmetik diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan No. 12 tahun 2020 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika. Hasil regulasi tersebut menjadi bukti bahwa produk tersebut sudah teruji dan memiliki kandungan yang aman untuk digunakan dan dikonsumsi.

Selanjutnya pada kuliah umum ini Ibu Nita juga mendemokan pembuatan sediaan kosmetik sederhana, yaitu hair tonic  dan moisturizer gel. Demo tersebut disambut antusias oleh mahasiswa. Pada demo ini mahasiswa juga terlibat langsung membuat sediaan kosmetik. Pada sediaan hair tonic  dan moisturizer gel masing-masing dibuat dua jenis. Sediaan hair tonic dibedakan pada konsentrasi etanolnya dan sediaan moisturizer gel dibedakan pada konsentrasi carbomernya. Ibu Nita sendiri membimbing mahasiswa mulai dari preformulasi, perhitungan bahan dan pembuatan sediaan. Setelah kosmetik hair tonic  dan moisturizer gel,  para mahasiswa juga diminta untuk uji kesukaan.

Para mahasiswa sangat tertarik dengan kegiatan ini. Produk hair tonic dan moisture gel yang dihasilkan dari demonstrasi ini telah dicoba dan disukai oleh para mahasiswa  Ã¢â‚¬Å“Jadikanlah ide dan rasa penasaran menjadi peluang, kemudian peluang menjadi inovasi berbentuk produk yang menghasilkan”, kata penutup Ibu Nita. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang bisa diambil dari kuliah umum ini, dapat membuka wawasan mahasiswa tentang inovasi dan peluang entrepreneur di bidang farmasi setelah mereka lulus. Semoga para apoteker nanti semakin berinovasi dalam pharmapreneur menanggapi peluang dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan core value STIKES Telogorejo : “Excellece through inovation”.

Kuliah Umum: Apt. Nita Kusumaningrum Bahas Formulasi Kosmetika Berbasis Bahan Alam dan Regulasi Industri
BeritaNews 21 Jan 2023

Kuliah Umum: Apt. Nita Kusumaningrum Bahas Formulasi Kosmetika Berbasis Bahan Alam dan Regulasi Industri

Kegiatan kuliah umum diselenggarakan pada Jumat, 20 Januari 2023, dengan menghadirkan narasumber Nita Kusumaningrum. Mengangkat tema Formulasi Kosmetika dari Bahan Alam dan Regulasinya di Industri, kegiatan ini berlangsung pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Dalam pemaparannya, Apt. Nita Kusumaningrum, M.Farm., menjelaskan bahwa tren penggunaan bahan alam dalam produk kosmetika terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap produk yang lebih aman dan ramah lingkungan. Proses formulasi kosmetika berbahan alam memerlukan perhatian khusus, mulai dari pemilihan bahan baku, stabilitas formulasi, hingga efektivitas produk yang dihasilkan.

Selain aspek formulasi, narasumber juga menekankan pentingnya memahami regulasi yang berlaku di industri kosmetika. Hal ini meliputi standar keamanan, uji mutu, serta perizinan edar yang harus dipenuhi sebelum produk dipasarkan. Peserta diberikan gambaran mengenai proses registrasi produk kosmetik serta peran tenaga kefarmasian dalam memastikan produk yang beredar telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta, yang aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui kuliah umum ini, diharapkan peserta dapat memahami secara komprehensif proses pengembangan kosmetika berbahan alam serta regulasi yang mengaturnya, sehingga mampu berkontribusi dalam menghasilkan produk kosmetik yang aman, berkualitas, dan sesuai standar industri.

Jadi Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Fakta Kanker Payudara
ArtikelCampuspedia 19 Jan 2023

Jadi Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Fakta Kanker Payudara

Oleh : Ns. Anis Ardiyanti, M.Kep, Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Sebagai salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, kanker payudara menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan edukasi tentang penyakit ini pun banyak digalakkan oleh berbagai pihak. Namun hingga kini, penyakit tersebut masih menjadi penyebab kematian terbesar. Oleh karena itu, upaya terus ditingkatkan terutama sasarannya ditambahkan pada usia dini sehingga harapan kesadaran perempuan dapat meningkat.

Kasus Kanker Payudara di Indonesia

Tidak hanya di dunia, di Indonesia kasus kanker ini juga cukup mengkhawatirkan. Menurut data Globocan tahun 2020, tercatat ada 68.858 kasus di Indonesia dengan jumlah kematian mencapai 22.000 jiwa. Jumlah tersebut termasuk tinggi dan mendapat perhatian banyak pihak.

Dalam Rencana Aksi Nasional Kanker 2022, pemerintah menyebutkan bahwa strategi penanganan penyakit ini di Indonesia mencakup 3 pilar yaitu promosi kesehatan, deteksi dini, dan tatalaksana kasus. Tujuan utama ketiga pilar ini adalah mengurangi angka kematian kanker di payudara.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah Indonesia mendapat dukungan dari yayasan terkait dan beberapa lembaga lain, termasuk salah satunya YKPI atau Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Upaya tersebut tentu tidak sia-sia. Pada rentang waktu tahun 2016 – 2021, YKPI berhasil mengadakan sosialisasi screening dan deteksi dengan jumlah peserta mencapai 150.000

Penyebab Kanker Payudara

Melihat upaya yang dilakukan pemerintah tentang kasus kanker di payudara, tentu dibutuhkan dukungan masyarakat seperti kita untuk mencegah peningkatan kasus. Hal tersebut bisa dimulai dengan mengenali penyebab kanker payudara. Secara umum, kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan abnormal sel-sel di daerah payudara.

Hal ini bisa disebabkan oleh mutasi gen atau beberapa faktor eksternal lain. Di antara faktor tersebut, beberapa menjadi salah satu penyebab mayoritas yaitu:

  • Paparan radiasi (komputer, gadget, atau alat elektronik lainnya)
  • Penggunaan alat kontrasepsi hormon setelah menopause
  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol
  • Makan makanan tidak sehat
  • Obesitas
  • Memiliki payudara padat dengan banyak jaringan ikat
  • Belum pernah hamil

Namun dalam banyak kasus, penyakit ini termasuk hereditary. Artinya, jika sebelumnya keluarga baik jauh maupun dekat ada yang mengidap penyakit ini maka kemungkinan kita terkena kanker payudara pun semakin besar. Penyakit ini sendiri memiliki risiko kematian tinggi ketika mencapai tahap akut. Untuk mengantisipasi, deteksi dini kanker perlu dilakukan.

Cara Mencegah Kanker Sejak Dini

Ada beberapa gejala kanker di payudara yang bisa dijadikan patokan sebelum kita melakukan screening atau upaya pencegahan lain, yaitu:

  • Terdapat benjolan atau pengerasan pada payudara yang berbeda dari jaringan sekitar pada perempuan yang tidak menyusui
  • Puting payudara mengeluarkan darah
  • Pori-pori kulit payudara menyerupai kulit jeruk
  • Perubahan payudara perempuan yang tidak menyusui seperti pembengkakan payudara, bentuk, ukuran, tampilan dari payudara berubah
  • Puting payudara mengalami pengelupasan kulit
  • Kulit payudara berubah warna seperti cekungan
  • Retraksi atau inversi pada puting
  • Terdapat benjolan di bawah ketiak

Jika gejala di atas kita alami, jangan ragu untuk melakukan screening untuk mengetahui apa kita terkena kanker atau tidak. Untuk mencegah kanker payudara sejak dini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Olahraga rutin
  • Makan makanan bergizi
  • Istirahat cukup
  • Pemeriksaan rutin SADARI
  • Tidak merokok dan minum-minuman keras
  • Serta pengelolaan stres yang baik

Cara Meningkatkan Kesiapan Mental Pasien Kanker Payudara

Penyakit ini tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik pasien tetapi juga kesehatan psikis penderitanya. Jadi tidak perlu heran apabila pasien kanker di payudara kerap mengalami depresi atau stres yang disebabkan oleh ketidaksiapan mental, kurangnya dukungan orang terdekat, atau kurangnya edukasi tentang penyakit yang tengah diderita. Hal ini juga biasanya diperparah pleh pengaruh obat.

Inilah mengapa pasien kanker payudara membutuhkan dukungan keluarga dan orang-orang di dekat mereka. Dukungan tersebut sangat berpengaruh dalam kestabilan kondisi psikis sehingga fisik pasien lebih kuat saat harus menjalani terapi atau upaya pengobatan medis.

Selain itu, pasien juga perlu rajin berkonsultasi dan membaca banyak referensi tentang penyakit mereka. Dukungan penuh keluarga dan edukasi memadai tentang kanker akan sangat membantu pasien memasuki tahapan acceptance atau menerima kondisi mereka.

Itulah ulasan tentang fakta kanker payudara termasuk soal penyebab kanker payudara dan pencegahan. Semoga bermanfaat.

Referensi:

KULIAH UMUM “BAHAN BERBAHAYA DALAM SEDIAAN KOSMETIK”
BeritaCampuspedia 19 Jan 2023

KULIAH UMUM “BAHAN BERBAHAYA DALAM SEDIAAN KOSMETIK”

Disusun oleh apt. Anifatus Sa’adah, M.Farm Dosen S-1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang

Program studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo Semarang mengadakan kuliah umum bidang keilmuan Teknologi Farmasi dengan mengusung tema “Bahan Berbahaya Dalam Sediaan Kosmetik”. Kegiatan ini dengan menghadirkan narasumber Praktisi Industry Farmasi  Direktur PT. Victoria Care Indonesia , apt. Drs. Rosid Sujono, M.M. yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Jawa Tengah.  Kuliah umum  tersebut dilaksanakan di Auditorium STIKES Telogorejo Semarang pada hari Selasa,17 Januari 2023. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi dari semester 1 sampai dengan semester 7.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh apt. Dra. Tunik Saptawati, M.Si. Med. sebagai Ketua Program Studi S-1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang. Dalam sambutannya beliau berharap mahasiswa dapat menambah ilmu, informasi, serta dapat mengetahui bahan-bahan berbahaya yang seharusnya tidak ditambahkan dalam sediaan kosmetik.

Dalam kuliah umum ini narasumber menyampaikan materi dengan sangat menarik dan diikuti oleh mahasiswa dengan sangat antusias. Pada bagian awal narasumber mengingatkan kembali tentang definisi dan peruntukan kosmetik. “Kosmetik tidak diperuntukkan untuk pengobatan, karena kosmetik hanya digunakan dilapisan kulit (epidermis)” kata apt. Drs. Rosid Sujono, M.M.

apt. Drs. Rosid Sujono, M.M menjelaskan bahwa bahan kosmetik terdiri dari bahan alam atau sintetik atau campuran bahan alam dan sintetik. Bahan kosmetik harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan dalam peraturan BPOM No 23 tahun 2019. Penggunaan paraben di Eropa dibatasi maksimal 0,14%. Di Indonesia dapat membuat kosmetik dengan menggunakan paraben dengan catatan negara asal bahan tersebut mengijinkan untuk digunakan.

Ada juga produsen-produsen yang nakal supaya memberikan efek yang instan, menambahkan bahan berbahaya seperti merkuri. Sedangkan hidrokuinon yang ditambahkan dalam sediaan krim, bukan termasuk kosmetik. Karena hidrokuinon tersebut diharapkan menembus kulit. Jadi krim tersebut termasuk dalam kategori obat. Hidrokuinon dapat diberikan dalam pengawasan dari dokter.

Lipstick adalah salah satu kosmetik yang harus dimiliki oleh kaum hawa, kebanyakan wanita punya lebih dari satu lipstick. Sedangkan Lipsick sendiri juga tidak lepas dari bahan berbahaya, yang mana pewarna lipstick merupakan komponen utamanya menarik memiliki beragam pilihan warna. Warna merah dari lipstick dapat dicurigai berasal dari rhodamine B, yaitu pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas.

Bahan-bahan berbahaya yang seharusnya tidak ada dalam kosmetik, namun dimasukkan dalam produk kosmetik apabila diaplikasikan kedalam tubuh dapat memberikan dampak buruk seperti iritasi hingga kanker.

Narasumber menyampaikan bahwa pengetahuan remaja zaman sekarang masih sangat kurang mengenai kosmetik itu sendiri Rata-rata dari mereka mengharapkan hasil yang instan, cepat dan murah. Padahal yang murah dan instan itu belum tentu baik. Perlu dipahami, kosmetik yang memberikan efek putih, contohnya kosmetik yang mengandung SPF memerlukan waktu yang cukup lama untuk memberikan efek putih.

Solusinya supaya terhindar dari pemilihan kosmetik yang berbahaya, perlu diperhatikan bahan dan kandungan yang terdapat didalam produk. Selain itu juga produk itu terdaftar di BPOM atau tidak dengan cek klik.

Para mahasiswa sangat tertarik dengan materi yang disampaikan . Diskusi interaktif dialukan setelah pemaparan materi. Banyak pertanyaan dari mahaiswa terkait perkembangan kosmetik, realita penggunaan kosmetik ,  pemilihan kosmetik yang aman serta deteksi atu identifikasi  bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik. Nara sumber memberikan jawaban yang jelas dan diberikan pula data data ilmiah mengenai kosmetik pada saat ini.

Banyak sekali manfaat dan pengetahuan yang diperoleh para mahasiswa dalam kuliah umum ini. Satu hal yang harus dipahami oleh masyarakat : “Jangan membeli kosmetik hanya dengan harga murah saja, dan jangan mudah percaya dengan iklan-iklan yang beredar di media sosial. Bijaklah dalam memilih kosmetik”