Back

Universitas Telogorejo Semarang

HomeAuthor: Universitas Telogorejo SemarangPage 44
Kuliah Tamu: Apt. Drs. Rosid Sujono Bahas Bahaya Bahan Aditif dalam Kosmetik
BeritaNews 18 Jan 2023

Kuliah Tamu: Apt. Drs. Rosid Sujono Bahas Bahaya Bahan Aditif dalam Kosmetik

Kegiatan kuliah tamu kembali diselenggarakan pada Selasa, 17 Januari 2023, dengan menghadirkan narasumber Rosid Sujono. Mengangkat tema Bahan Aditif Berbahaya dalam Sediaan Kosmetik, kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Dalam pemaparannya, Apt. Drs. Rosid Sujono, M.M., menjelaskan bahwa penggunaan bahan aditif dalam produk kosmetik perlu mendapatkan perhatian serius, terutama terkait keamanan dan dampaknya bagi kesehatan. Beberapa bahan berbahaya yang masih ditemukan dalam kosmetik, seperti merkuri, hidrokuinon, dan zat pewarna sintetis tertentu, dapat menimbulkan efek samping mulai dari iritasi kulit hingga gangguan kesehatan jangka panjang.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali komposisi produk kosmetik, membaca label dengan cermat, serta memastikan produk yang digunakan telah terdaftar dan memiliki izin edar resmi. Selain itu, dibahas pula peran tenaga kefarmasian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan kosmetik yang aman dan sesuai standar.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang antusias dari peserta. Melalui kuliah tamu ini, diharapkan peserta semakin memahami risiko bahan aditif berbahaya dalam kosmetik serta mampu berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan produk yang aman dan berkualitas.

MENGENAL TANDA DAN BAHAYA KEHAMILAN DENGAN PRE EKLAMSIA
ArtikelCampuspedia 13 Jan 2023

MENGENAL TANDA DAN BAHAYA KEHAMILAN DENGAN PRE EKLAMSIA

Disusun oleh Ns. Rusmiyati, S.Kp. M.Si. Med. – Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Apa itu Preeklamsia ?

Preeklamsia adalah kondisi akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol pada ibu hamil. Kondisi preeklamsia pada ibu hamil harus segera ditangani. Jika tidak, kondisi preeklamsia dapat berkembang menjadi eklampsia dan memiliki komplikasi yang fatal baik bagi ibu maupun bagi janinnya. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengenali berbagai tanda bahaya saat hamil agar bisa mewaspadainya.

Kondisi preeklamsia dapat terjadi akibat plasenta janin yang tidak berfungsi dengan baik. Biasanya plasenta yang tidak berfungsi dengan baik disebabkan oleh kelainan. Selain itu, masalah kesehatan seperti gizi buruk, kadar lemak tubuh yang tinggi, tidak cukupnya aliran darah ke rahim dan genetik mungkin bisa menyebabkan preeklamsia.

Preeklamsia yang sudah parah dan diikuti kejang dapat berkembang menjadi eklampsia. Preeklampsia dan eklampsia yang terjadi saat atau sesaat setelah kehamilan dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius bagi ibu. Bahkan bisa mengakibatkan kematian. Wanita hamil dengan tekanan darah normal pun dapat mengalami preeklampsia. Umumnya gejala preeklampsia bisa terlihat saat memasuki usia kehamilan 20 minggu. Agar ibu hamil lebih waspada, berikut ini beberapa tanda dan gejala preeklamsia yang perlu diperhatikan :

  • Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi selama hamil adalah kondisi yang sangat bahaya dan dapat menjadi tanda preeklampsia. Bahkan, meskipun bukan sebagai gejala preeklamsia, tekanan darah tinggi juga menjadi masalah lain. Batas atas tekanan darah tinggi yaitu 140/90 mmHG yang diukur dua kali dalam keadaan dan jeda waktu berbeda. Namun pada preeklampsia berat, tekanan darah bisa sampai >160/110 mmHg.

  • Urine mengandung protein (proteinuria)

Proteinuria adalah tanda preeklampsia yang bisa ditemukan dengan pemeriksaan medis. Kondisi ini artinya, hasil protein yang biasanya hanya ada di darah, tumpah ke dalam urine. Cara memeriksa tanda preeklampsia ini :

Perawat akan mencelupkan strip ke dalam sampel urine, cara kerjanya mirip test pack. Bila strip mengeluarkan hasil 1+ itu tanda preeklampsia ringan sedang dialami. Sementara itu bila hasilnya >2+  mengalami preeklampsia berat. Apabila kadar protein dalam darah menunjukkan hasil +1, maka mengalami preeklampsia meski tekanan darah ibu hamil di bawah 140/90 mmHg.

  • Pembengkakan (edema) di kaki

Kondisi kaki bengkak selama kehamilanah merupakan hal yang wajar. Namun, bisa menjadi tidak wajar bila cairan di kaki sangat banyak sampai membuat bengkak parah. Ini salah satu gejala preeklamsia yang sering disepelekan karena dianggap wajar. Edema atau pembengkakan ini terjadi karena cairan berlebih di dalam tubuh. Biasanya terjadi di kaki, wajah, mata, dan tangan.

  • Sakit kepala

Gejala preeklamsia berikutnya yang perlu diperhatikan adalah sakit kepala yang berdenyut sangat parah. Kadang, rasa sakitnya mirip dengan migrain yang sering sulit hilang.

  • Mual dan muntah

Bila dipertengahan kehamilan mengalami mual sampai muntah, itu gejala preeklamsia yang harus diwaspadai. Morning sickness hanya akan terjadi di trimester pertama dan menghilang di trimester dua dan tiga.  Yang perlu di waspadai ketika mual dan muntah di pertengahan kehamilan karena bisa menjadi gejala preeklamsia. Segera lakukan pemeriksaan tekanan darah dan proteinuria di urine.

  • Nyeri area perut dan bahu

Nyeri di area ini disebut nyeri epigastrik yang biasanya terasa di bawah tulang rusuk sisi kanan. Gejala preeklamsia yang satu ini biasanya tersamarkan dengan rasa mulas, gangguan pencernaan, atau rasa sakit karena tendangan bayi. Perbedaan nyeri bahu biasa dengan gejala preeklamsi yaitu, rasanya seperti ada yang mencubit di sepanjang tali bra atau di leher. Terkadang kondisi seperti ini membuat sakit ketika berbaring ke sisi kanan. Gejala nyeri ini salah satu tanda sindrom HELLP atau ada  masalah di hati (liver).

  • Nyeri punggung bawah

Nyeri punggung bawah merupakan keluhan hamil yang paling umum dan sering diabaikan sebagai gejala preeklamsia. Padahal, ini menunjukkan tanda preeklampsia yang patut diwaspadai.

  • Berat badan naik 3-5 kilogram dalam waktu seminggu\

Bila ibu hamil mengalami berat badan naik 3-5 kilogram hanya dalam waktu seminggu, itu merupakan indikator gejala preeklamsia. Kenaikan berat badan ini dihasilkan dari air di jaringan tubuh yang rusak, kemudian tidak melewati ginjal untuk dikeluarkan.

Gejala preeklamsia pada janin

Komplikasi kehamilan preeklamsia bisa membahayakan janin di dalam kandungan. Salah satunya menyebabkan pertumbuhan janin terlambat atau janin tidak berkembang. Hal ini disebabkan oleh suplai darah yang membawa oksigen terhambat dan tidak sampai ke plasenta bayi. Janin yang mendapat suplai darah yang sedikit, umumnya juga akan mendapat nutrisi dan makanan yang sedikit di dalam kandungan.

Kapan Ibu hamil periksa ?

Ibu hamil bisa segera datang ke pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala-gejala pre eklamsia. Seperti  sakit kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri perut hebat, dan sesak nafas.

Penyebab preeklampsia

Terdapat beberapa penyebab dari pembuluh darah yang abnormal pada ibu Pre Eklamsia antara lain:

  • Tidak cukupnya aliran darah menuju rahim.
  • Kerusakan pada pembuluh darah.
  • Masalah pada sistem imunitas.
  • Beberapa gen.

Meski penyebab preeklampsia belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang diduga sebagai pemicu preeklampsia antara lain:

  • Riwayat penyakit ginjal, diabetes, hipertensi, penyakit autoimun, dan gangguan darah
  • Riwayat preeklampsia sebelumnya
  • Riwayat preeklampsia dalam keluarga
  • Kehamilan pertama
  • Kehamilan selanjutnya setelah jeda kurang dari 2 tahun atau lebih dari 10 tahun
  • Hamil di usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun
  • Mengandung bayi kembar
  • Obesitas saat hamil
  • Kehamilan yang sedang dijalani merupakan hasil metode bayi tabung (in vitro fertilization)

Upaya apa untuk mengatasi preeklampsia pada ibu hamil?

  1. Perbanyak istirahat. Cara berbaring yang benar adalah ke sisi kiri untuk mengambil beban dari bayi, angkat dan istirahatkan kaki beberapa kali dalam sehari.
  2. Hindari konsumsi alkohol dan dan hindari minuman yang mengandung kafein
  3. Lebih sering untuk memeriksa kehamilan.
  4. Kurangi konsumsi garam selama kehamilan.
  5. Minum air putih 6 – 8 gelas per hari.
  6. Hindari gorengan dan junk food
  7. Lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan protein dan vitamin yang diresepkan oleh dokter
PELANTIKAN BEM STIKES TELOGOREJO PERIODE 2023/2024
BeritaCampuspedia 08 Jan 2023

PELANTIKAN BEM STIKES TELOGOREJO PERIODE 2023/2024

Kamis, 5 Januari 2023 telah dilaksanakan pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) STIKES Telogorejo Semarang.Segenap Civitas Akademika STIKES Telogorejo mengucapkan Selamat dan Sukses atas dilantiknya Presiden Mahasiswa, Wakil Presiden Mahasiswa dan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Telogorejo Semarang periode 2023/2024.

PERILAKU NEGATIF TERHADAP PERAWAT
ArtikelCampuspedia 06 Jan 2023

PERILAKU NEGATIF TERHADAP PERAWAT

Disusun oleh : Ns. Ratnasari, M.Kep. Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Apa yang dimaksud Perilaku Negatif ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata negatif adalah kurang baik, menyimpang dari ukuran umum. Perilaku negatif merupakan seperangkat perbuatan atau tindakan seseorang dalam melalukan respon terhadap sesuatu dan kemudian dijadikan kebiasaan karena adanya nilai yang diyakini. Perilaku manusia pada hakekatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia baik yang diamati maupun tidak dapat diamati oleh interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan. Perilaku negatif dapat disimpulkan sebagai seperangkat perbuatan atau tindakan seseorang dalam melalukan respon terhadap sesuatu yang kurang baik atau menyimpang terhadap norma yang berlaku.

Di Indonesia, perilaku negatif pasien dengan kekerasan terkait pekerjaan di kalangan perawat dilaporkan sebagai penyerangan fisik, kekerasan verbal, pelecehan seksual, intimidasi, dan ancaman tuntutan hukum yang sebagian besar dilakukan oleh pasien dan keluarganya. Pada bulan april 2021 lalu, publik dihebohkan dengan  berita kekerasan yang dialami perawat oleh keluarga pasien di RS Siloam Palembang, Sumatera Selatan. Perawat tersebut diduga mendapatkan perilaku kekerasan berupa tonjokan, tendangan, dan jambakan. Hal tersebut langsung mendapatkan perhatian dari Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) serta mengutuk keras atas tindakan kekerasan tersebut. DPP PPNI berpendapat bahwa tindak kekerasan terhadap perawat yang sedang menjalankan tugas profesinya merupakan ancaman terhadap keamanan di tempat kerja dan sistem pelayanan  Kesehatan.

Bentuk-bentuk Perilaku Negatif:

  1. Bullying (Penindasan)

Menurut Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak RI, Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai (penindasan/ risak) merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Terdapat banyak definisi mengenai bullying, terutama yang terjadi dalam konteks lain seperti di rumah, tempat kerja, masyarakat, komunitas virtual.

2. Fisik (kekerasan non verbal)

Menurut Pasal 6 Undang-undang No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Kekerasan Fisik adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau  luka berat. Kekerasan non verbal / fisik adalah segala bentuk tindakan langsung yang menggunakan kekuatan fisik atau menggunakan senjata secara sengaja untuk melukai korban. Beberapa contoh bentuk kekerasan fisik yang pernah terjadi misalnya memukul, menampar, menjambak, menendang, menusuk, membakar, menyabet, menyulut dengan rokok, melemparkan benda yang mengarah pada anggota tubuh korban, dan sebagainya. Kekerasan fisik tersebut bisa dilakukan baik dengan tangan kosong maupun dengan alat.

3. Verbal Abuse (kekerasan verbal)

Kekerasan verbal atau verbal abuse bisa diartikan sebagai bentuk kekerasan non fisik yang umumnya berupa kata-kata. Seperti membentak, menghina, mempermalukan, atau memaki dengan menggunakan kata-kata yang tidak pantas seperti bodoh, nakal, kurang ajar, tidak tahu diri. Kekerasan verbal sering kali terabaikan oleh kita dan orang-orang di sekitar kita, karena tidak ada bukti terlihat mata atas kekerasan yang dilakukan oleh pelaku.

Kekerasan verbal secara garis besar merupakan tindakan untuk membatasi, mengisolasi, menuduh, dan segala upaya yang membuat korban terserang secara emosional. Tindakan ini tidak selalu dibarengi dengan kekerasan secara fisik, bisa saja pelaku melakukannya dengan cara yang sangat halus dan memanipulasi bahkan membuat korban merasa bersalah.

4. Pelecahan seksual

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Immanuel (2016), menjelaskan bahwa pelecehan seksual merupakan bentuk pembedaan dari kata kerja melecehkan yang berarti menghinakan, memandang rendah, mengabaikan. Sedangkan seksual memiliki arti hal yang berkenaan dengan seks atau jenis kelamin, hal yang berkenaan dengan perkara persetubuhan antara laki-laki dan perempuan.

5. Diskriminasi (Pelecahan SARA)

Menurut Badan Pusat Statistik (2022) Diskriminasi adalah perlakuan yang membedakan individu warga negara dalam hak dan kewajiban yang dimiliki, dimana perbedaan tersebut didasarkan pada alasan gender, agama, suku/ras, umur, status kerentanan semisal ODHA, orientasi seksual maupun hambatan fisik. Sedangkan dalam pengertian spesifiknya, diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tidak langsung didasarkan atas pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, yang berakibat pengurangan, penyimpangan, atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya dan aspek kehidupan lainnya.

6. Ancaman

Ancaman merupakan perilaku tanpa menggunakan kekuatan fisik yang menyebabkan ketakutan akan adanya cedera fisik, seksual, psikologis, atau konsekuensi negatif lain terhadap individu atau kelompok yang dikehendaki. Ancaman  merupakan suatu usaha yang dilakukan secara konsepsional yang diperkirakan akan menimbulkan kesulitan atau bahaya yang disampaikan baik secara lisan di hadapan khalayak, secara lisan melalui telepon, SMS, atau melalui tulisan. Bentuk ancaman dapat berupa verbal (kata-kata) maupun bahasa tubuh (gesture). Ancaman tidak harus berupa ucapan yang mengancam, bahkan tindakan pelarangan sudah termasuk kategori ancaman

Kuliah Tamu: Apt. Arvina Januwardani Bahas Pelayanan Kefarmasian Digital
BeritaNews 06 Jan 2023

Kuliah Tamu: Apt. Arvina Januwardani Bahas Pelayanan Kefarmasian Digital

Kamis, 5 Januari 2023, telah dilaksanakan kegiatan kuliah tamu dengan menghadirkan narasumber Arvina Januwardani. Kegiatan ini mengangkat tema Pelayanan Kefarmasian Digital dan berlangsung pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Dalam pemaparannya, Apt. Arvina Januwardani, S. Farm., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia kefarmasian. Pelayanan kefarmasian kini tidak lagi terbatas pada interaksi langsung di fasilitas kesehatan, tetapi juga telah merambah ke platform digital seperti telepharmacy, aplikasi kesehatan, serta sistem informasi farmasi berbasis elektronik.

Peserta kegiatan mendapatkan wawasan mengenai bagaimana digitalisasi dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kefarmasian, mulai dari pengelolaan resep elektronik, pemantauan terapi obat secara jarak jauh, hingga peningkatan akses masyarakat terhadap layanan farmasi. Selain itu, dibahas pula tantangan yang dihadapi, seperti keamanan data pasien, regulasi, serta kesiapan tenaga kefarmasian dalam beradaptasi dengan teknologi.

Kegiatan ini berlangsung interaktif, di mana peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait implementasi pelayanan kefarmasian digital di berbagai fasilitas kesehatan. Melalui kuliah tamu ini, diharapkan peserta dapat memahami pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kefarmasian serta siap menghadapi transformasi digital di bidang kesehatan.

Sehat di Era New Normal, Pertahankan Kebiasaan Baik Ini!
ArtikelCampuspedia 28 Dec 2022

Sehat di Era New Normal, Pertahankan Kebiasaan Baik Ini!

Disusun Oleh : Ns. I'ien Noeraini, M.Kep Dosen D3 – Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Metadeskripsi: Bagaimana mempertahankan kesehatan di era new normal agar tak mudah sakit? Simak beberapa tips penting berikut ini!

Selama pandemi, ada banyak kebiasaan dalam keseharian kita yang berubah. Karena khawatir terinfeksi virus, banyak orang yang kemudian berusaha menerapkan gaya hidup sehat. Selain menghindari aktivitas di luar rumah yang menyebabkan kontak dengan orang lain, kebiasaan olahraga dan konsumsi makanan sehat juga meningkat.

Setelah pandemi mulai mereda dan kita memasuki era new normal, muncul pertanyaan baru: kebiasaan apa saja yang sebaiknya kita pertahankan agar bisa tetap sehat di era new normal? Berikut ini ulasan lengkapnya.

1.     Makan yang Menyehatkan

Salah satu kebiasaan baik yang muncul selama pandemi adalah memasak makanan sendiri di rumah. Selain karena banyak restoran yang tutup atau membatasi kunjungan, memasak sendiri di rumah memungkinkan Anda merancang menu yang sehat untuk keluarga.

Karena virus masih ada di luar sana, pertahankan pola makan yang sehat dan seimbang dengan berbagai jenis makanan sehat. Belilah bahan makanan yang masih segar dari pasar terdekat di kota Anda. Mencoba menu baru di akhir pekan juga bisa menjadi pilihan agar masak di rumah tidak terasa membosankan.

2.     Lebih Sering Berolahraga

Bukan rahasia lagi kalau berolahraga secara rutin sangat baik bagi tubuh. Selama pandemi, banyak orang yang tidak bisa berangkat ke gym atau pusat kebugaran langganan mereka. Ini sebenarnya bukan masalah karena Anda bisa tetap melakukan berbagai jenis latihan di rumah. Yoga atau senam dengan gerakan yang simpel bisa jadi pilihan sederhana dan menyehatkan untuk dilakukan di rumah.

Tentu saja Anda juga bisa memacu detak jantung dengan melakukan olahraga di luar ruangan. Jogging keliling komplek rumah atau di taman kota akan menjadi cara yang ampuh membakar kalori. Pastikan Anda mengenakan pakaian dan sepatu olahraga yang nyaman serta melakukan pemanasan dan pendinginan yang benar, ya!

3.     Latihan Pernapasan dan Stretching Secara Rutin

Kalau Anda hanya punya sedikit waktu luang yang bisa disisihkan untuk berolahraga, coba sediakan setidaknya 10 sampai 20 menit dalam sehari untuk melakukan latihan pernapasan dan stretching (peregangan). Melakukan dua aktivitas ini akan membantu Anda menjernihkan pikiran dari stres yang Anda alami hari itu.

Stretching juga bisa membantu mencegah sakit otot dan sendi akibat duduk terlalu lama. Ini sangat penting, terutama bagi Anda yang bekerja dari rumah (Work from Home). Agar aktivitas ini semakin seru dan menyenangkan, libatkan seluruh anggota keluarga. Ini adalah cara yang sederhana untuk menumbuhkan kesehatan mental dan fisik.

Tidak hanya bagi orang dewasa, latihan pernapasan dan peregangan ini juga bermanfaat untuk anak-anak. Gunakan waktu ini untuk beristirahat dari kesibukan sembari mempererat bonding dengan orang-orang terdekat Anda.

4.     Banyak Habiskan Waktu di Luar Ruangan

Karena PPKM, banyak di antara kita yang harus membatasi diri dari aktivitas sosialisasi terutama di tempat-tempat umum. Tak heran jika area yang luas dan hijau di alam terbuka kerap jadi pilihan untuk menyegarkan kembali pikiran. Taman, jalan setapak atau sekadar padang rumput di perkampungan jadi tujuan untuk sekadar melepaskan penat.

Jika Anda sering duduk santai di alam terbuka selama pandemi, tetap jadikan hal tersebut sebagai kebiasaan sehat di era new normal. Berpiknik sore hari di taman akan menjadi cara yang menyenangkan untuk quality time dengan keluarga dan teman.

5.     Pelajari Skill Baru

Di awal pandemi, banyak di antara kita yang kemudian memiliki waktu luang lebih banyak dari biasanya. Alhasil, kita pun berusaha mencari beragam kegiatan dan hobi baru untuk mengisi kekosongan tersebut. Mulai dari mencoba resep-resep baru atau sekadar berkebun di belakang rumah.

Meskipun sudah berada di era new normal, jangan tinggalkan kebiasaan baik ini. Manfaatkan waktu Anda untuk mencoba hal-hal baru yang bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun mental Anda. Misalnya saja dengan melakukan hiking atau bersepeda.

Itulah beberapa aktivitas sehat di era new normal yang bisa Anda terapkan. Ajak keluarga untuk bersama-sama melakukannya agar lebih bersemangat, ya!

Pemeriksaan Kesehatan Berkala di STIKES Telogorejo Semarang
BeritaCampuspedia 23 Dec 2022

Pemeriksaan Kesehatan Berkala di STIKES Telogorejo Semarang

Kamis, 22 Desember 2022 terselenggara kegiatan pemeriksaan kesehatan diadakan setiap 3 bulan sekali dengan tujuan untuk memonitoring kesehatan dosen dan karyawan stikes Telogorejo Semarang.

Pada kegiatan ini melibatkan mahasiswa STIKES Telogorejo Semarang untuk melakukan pengecekan kesehatan meliputi tekanan darah, berat badan, tinggi badan, cek gula darah kolesterol dan asam urat.

Salam Sehat - ICARE

STIKES TELOGOREJO LULUSKAN 233 WISUDAWAN DAN 25 % DITERIMA KERJA SEBELUM LULUS
BeritaCampuspedia 23 Dec 2022

STIKES TELOGOREJO LULUSKAN 233 WISUDAWAN DAN 25 % DITERIMA KERJA SEBELUM LULUS

SENAT & WISUDAWAN STIKES TELOGOREJO SEMARANG 2022

STIKES Telogorejo Semarang menyeleggarakan Wisuda dan Angkat Sumpah untuk Ahli Madya Keperawatan, Sarjana Farmasi, dan Ners Tahun 2021/2022 di Patra Semarang Hotel & Convention pada Rabu, 21 Desember 2022. Peserta Kegiatan ini terdiri dari 122 wisudawan Profesi Ners, 49 wisudawan Sarjana Farmasi dan 62 wisudawan Ahli Madya Keperawatan.

Pada acara wisuda dan angkat sumpah ini, diberikan penghargaan kepada lulusan terbaik masing-masih program studi.. Lulusan terbaik dari wisudawaan Ahli Madya Keperawatan yaitu Wendy Dwi Hastuti dengan IPK 3.89, wisudahan Sarjana Farmasi yaitu Lailatul Istiadzah dengan IPK 3.92 dan 3 wisudawan Profesi Ners yang meperoleh IPK 4.00 yaitu Christina Sri Tanjung Sudewi, Feni Salsabila dan Indah Handayani Sukarno.

Salah satu keunggulan STIKES Telogorejo yaitu adanya kerjasama institusi baik diluar maupun dalam negeri. Dengan adanya kerjasama institusi tersebut, maka mahasiswa dan alumni mendapat fasilitas perekrutan karyawan. Hal ini dikelola oleh unit Career Center. STIKESTelogorejo Semarang merupakan institusi Pendidikan yang menghasilkan lulusan siap kerja sebagai tenaga Kesehatan yang kompeten. Hal ini terbukti dengan, sebanyak 25% dari wisudawan sebelum lulus sudah diterima kerja di beberapa rumah sakit diantaranya RS Mardi Rahayu Kudus, Keluarga Sehat Hospital Pati dan RS Awal Bross. Selain itu terdapat 76% alumni sudah diterima kerja di Rumah Sakit yang tersebar di seluruh Indonesia.

Adapun Kerjasama dengan institusi luar negeri selalu ditingkatkan baik jumlah mitra kerja sama maupun ruang lingkup kerjasamanya. Implementasi Kerjasama terus dilakukan guna mendukung dan meningkatkan kegiatan Tri darma Perguruan Tinggi. Beberapa implementasi Kerjasama dengan luar ngeri yang sangat bermanfaat bagi para mahasiswa dan lulusan/alumni diantaranya adalah : Japan Association of Career Course and Employment Support ( JACCES ) terkait magang kerja mahasiswa program studi S1 Keperawatan. Selanjurnya, Universitas Teknologi MARA ( UiTM ) Shah Alam, Malaysia terkait beasiswa studi lanjut Dan Ph.D di bidang farmasi. STIKES Telogorejo bekerja sama dengan Huangkang University terkait kegiatan Summer Progam. Selanjutnya bekerja sama dengan, Centro Escolar University ( CEU ) terkait credit transfer untuk program studi S1 Keperawatan.

STIKES Telogorejo memiliki 5 Program Studi terdiri dari S-1 Keperawatan dan Profesi Ners, D-3 Keperawatan, S-1 Kebidanan dan Profesi Bidan, S-1 Farmasi dan S-1 Fisioterapi. STIKES Telogorejo siap menerima mahasiswa untuk di didik menjadi tenaga Kesehatan yang profesional. Mari daftar di STIKES Telogorjo Semarang!