Back

Universitas Telogorejo Semarang

HomeAuthor: Universitas Telogorejo SemarangPage 54
PELANTIKAN BEM TAHUN 2022
Tak Berkategori 16 Feb 2022

PELANTIKAN BEM TAHUN 2022

Selamat dan Sukses
Atas dilantiknya Pengurus BEM STIKES Telogorejo Tahun 2022 yang telah dilaksanakan pada 8 Februari 2022

Semoga semakin membawa kemajuan bagi STIKES Telogorejo

Selamat Bertugas teman - teman ?

Salam sehat - ICARE

JANTUNG “MENARI”
Artikel 16 Feb 2022

JANTUNG “MENARI”

Oleh : Ns. Siti Juwariyah, M.Kep

Dosen Prodi D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Menurut laporan Kemenkes RI, penyakit jantung menjadi penyebab kematian kedua di Indonesia setelah penyakit stroke. Banyak yang menganggap penyakit jantung hanya menyerang orang tua, namun gaya hidup yang tidak sehat, bisa membuat penyakit ini menyerang pada usia muda.

Jantung manusia adalah organ tubuh yang sangat vital, jantung menjadi pusat sistem peredaran darah. Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Darah yang jantung pompa akan membawa oksigen dan nutrisi penting yang sel, organ, jaringan dalam tubuh butuhkan agar bisa berfungsi dengan normal. Hal ini berarti Ketika jantung mengalami masalah maka kelangsungan hidup manusia akan terancam. Maka wajib kita perlu tahu cara menjaga kesehatan jantung.

 Penyakit jantung sering muncul tiba-tiba dan tak jarang merenggut nyawa penderitanya. Setiap orang berisiko menderita penyakit jantung, namun peluang mengidap penyakit ini menjadi lebih tinggi apabila seseorang menderita kolesterol tinggi atau hipertensi, perokok, kelebihan berat badan atau obesitas, kurang bergerak dan jarang berolahraga, tidak menjalankan pola makan sehat, Wanita berusia di atas 55 tahun dan pria di atas usia 45 tahun, berasal dari keluarga penderita penyakit jantung.

Menjaga Kesehatan jantung dapat dilakukan dengan Langkah sederhana, seperti menjaga gaya hidup dan pola makan sehat, rutin berolah raga, menjaga berat badan ideal, dan tidak merokok. Langkah-langkah tersebut merupakan metode yang efektif untuk menjaga Kesehatan jantung.

Untuk memeriksa ada tidaknya risiko serangan jantung, kita bisa memeriksa denyut jantung di pagi hari karena pada saat itu jantung telah selesai istirahat. Mengukur denyut jantung bisa dilakukan dengan tangan sendiri. Dengan cara MENARI (MEraba NAdi sendiRI). Bagaimanakah caranya? Langkah yang harus dilakukan yaitu GENGGAM pergelangan tangan anda, RABALAH dengan jari telunjuk tengah dan manis tonjolan tulang di bagian bawah pangkal ibu jari, GESER sedikit kea rah tengah pergelangan, RASAKAN denyutan dan hitung dalam 30 detik, jika denyutan tidak teratur atau jumlah denyutan diatas 50 atau di bawah 30 maka WASPADA gangguan irama jantung. Ayo mulai sekarang kita mulai perubahan kecil pada kebiasaan-kebiasaan hidup yang kita jalani bisa memberikan peran yang besar dalam menjaga Kesehatan jantung. Yuk mulai atur pola hidup sehat sejak sekarang!

WEBINAR SERIES
BeritaEvent Campus 10 Feb 2022

WEBINAR SERIES

Hai kami mengajak kalian siswa/siswi kelas XII SMA/SMK/MA Sederajat untuk mengikuti Webinar Series Kampus STIKES Telogorejo Semarang

? Sabtu, 12 Februari 2022
⏰ Waktu 09.00-11.30
?️ Media ZOOM (Youtube)

??‍? Materi : Muda Berkarya Tanpa Obesitas

? Gratis Pendaftaran
? Doorprice

Link pendaftaran ?
https://bit.ly/webinarseries5_2021

Ajak teman dan saudara kamu ya, dapatkan juga informasi keunggulan kampus dan promo PMB serta rebut hadiah menariknya! Terimakasih

EFEKTIVITAS  JUS STAR FRUIT UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA LANSIA
Artikel 10 Feb 2022

EFEKTIVITAS JUS STAR FRUIT UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA LANSIA

Oleh : Ns. I’ien Noer’aini, M.Kep – Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo  Semarang

Hipertensi  merupakan  penyakit  dengan prevalensi yang semakin meningkat karena perubahan pola penyakit dari  penyakit infeksi ke penyakit  non infeksi atau degeneratif. Hal ini terjadi  seiring  terjadinya perubahan sosial ekonomi, lingkungan dan perubahan struktur  penduduk. Hipertensi hingga saat ini masih menjadi permasalahan utama dibidang kesehatan, tidak hanya di Indonesia namun juga di  seluruh dunia.

World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa prevalensi  hipertensi  diperkirakan  akan  terus  meningkat,  diprediksi pada  tahun 2025  sebanyak  29%  orang  diseluruh  dunia  menderita  hipertensi. Sementara itu, Indonesia memiliki angka  kejadian  hipertensi cukup  tinggi,  terdapat  24,7%  penduduk  Asia Tenggara  dan  23,3%  penduduk  Indonesia  berusia  18  tahun  keatas mengalami  hipertensi  pada  tahun  2014 

Penyakit hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga di Indonesia setelah stroke  yaitu mencapai 6,8% dari populasi kematian di Indonesia. Fenomena ini disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakat secara global, seperti semakin mudahnya mendapatkan makanan siap saji membuat konsumsi segar dan serat berkurang, konsumsi garam, lemak, gula, dan kalori yang terus meningkat sehingga berperan besar dalam meningkatkan angka kejadian hipertensi dan diabetes .

Terapi herbal banyak digunakan oleh masyarakat dalam menangani penyakit hipertensi dikarenakan memiliki efek samping yang sedikit (Sustrani, 2007). Masyarakat lebih memilih untuk terapi non farmakologis karena di samping untuk biayanya murah dan mudah untuk di dapatkan. Efek yang ditimbulkan sedikit di bandingkan dengan terapi farmakologis dengan obat kimianya. 

Belimbing mengandung flavonoid bisa digunakan untuk terapi tekanan darah tinggi, karena flavonoid dapat menghambat enzim pengubah angiotensin. Selain itu juga mengandung kadar kalium yang tinggi serta natrium yang rendah  sebagai obat hipertensi.

Belimbing juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Melancarkan proses pencernaan kerena belimbing memiliki kandungan serat yang baik. Kandungan nutrisi lain yang terdapat pada buah belimbing ini adalah  protein, karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C (Hernani 2009).

Pada dasarnya buah belimbing mengandung kadar kalium yang tinggi serta natrium yang rendah sebagai obat anti hipertensi. Kandungan kalium (potassium) dalam satu buah belimbing (127 gram) adalah sebesar 207 mg.

Hal ini menunjukkan bahwa kalium dalam buah belimbing mempunyai jumlah yang paling banyak dari jumlah mineral yang ada dalam kandungan 1 buah belimbing (Afrianti , 2010)

Kalium yang terkandung dalam belimbing manis  ( Averrhoe  Carambolalinn ) berfungsi sebagai diuretik , sehingga pengeluaran natrium  cairan meningkat , hal tersebut dapat membantu menurunkan tekanan darah.  Kalium juga berguna untuk  menghambat rennin dalam sistem angiotensin  dimana angiotensinogen  tidak dapat membentuk angiotensin I.Selain mengandung kalium, belimbing  manis juga mengandung flavonoid catechin  yang dapat menyebabkan efek antihipertensi. Flavonoid menghambat kerja dari angiotensin  converting enzyme, sehingga angiotensin I tidak dapat diubah menjadi angiotensin II dan menyebabkan berkurangnya efek vasokonstriksi dan sekresi aldosteron untuk reabsorbsi  natrium dan air sehingga tekanan darah akan turun  ( Wirakusumah 2006 ).

Selain itu juga Flavonoid bisa digunakan  untuk terapi tekanan darah tinggi,  ini karena Flavonoid  dapat menghambat enzim pengubah angiotensin dan memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh.

Belimbing manis mengandung pectin yang mampu mengikat  kolesterol dan asam empedu yang terdapat dalam usus  dan membantu pengeluaranya. Belimbing manis juga dapat  menurunkan kadar kolesterol  jahat dalam tubuh, melancarkan proses pencernaan  karena belimbing memiliki  kandungan serat yang baik.  Kandungan nutrisi lain yang terdapat pada buah belimbing ini adalah protein , karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C ( Hernani , 2009 ) Diharapkan dari informasi ini dapat dijadikan masukan untuk menambah wawasan serta sebagai bahan informasi bagi ilmu pengetahuan mengenai keefektifan jus belimbing terhadap  menurunkan tekanan darah lansia ,Sehingga masyarakat mampu melakukan pengobatan dan  pencegahan secara mandiri di rumah dengan terapi non farmakologi dan pengobatan farmakologi hanya sebagai pendamping untuk mendapatkan efek pengobatan yang lebih baik.

Sumber Foto : klikdokter.com

Dukungan Keluarga Dalam Keberhasilan Penatalaksanaan Perawatan Diabetes Mellitus
Artikel 10 Feb 2022

Dukungan Keluarga Dalam Keberhasilan Penatalaksanaan Perawatan Diabetes Mellitus

Oleh : Ns. Ismonah, M.Kep., Sp.MB - Dosen prodi S1 keperawatan STIKES Telogorejo

Diabetes Melitus (DM) diartikan sebagai suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (tingginya kadar gula darah) yang terjadi karena kelainan sekresi (pengeluaran) insulin, kerja insulin atau keduanya. Jumlah penyandang Diabetes Melitus diperkirakan terus bertambah, Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20 – 79  tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 dan diprediksi pada tahun 2045 akan meningkat menjadi 700 juta penyandang.

Tingginya angka kejadian DM  berdampak terhadap fisik dan psikologi bagi penyandang DM. Dampak yang terjadi adalah komplikasi, cacat kerja, kualitas hidup yang buruk, timbul kecemasan atau depresi. Kecemasan atau anxiety adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas penyebabnya. Bagi penyandang DM, munculnya kecemasan ini karena menderita atau mengalami suatu penyakit yang berkepanjangan. Bahwa kecemasan terjadi karena merasakan adanya kekhawatiran terhadap penyakitnya,  karena mengalami kenaikan gula darah atau munculnya komplikasi.

Pengontrolan gula darah dan pencegahan komplikasi DM dapat dikendalikan dengan empat pilar penatalaksanaan DM, yaitu edukasi, diet, latihan jasmani, dan pengobatan. Efektifitas atau keberhasilan terhadap pengelolaan atau penatalaksanaan DM di rumah sangat dipengaruhi oleh dukungan dan peran serta keluarga. Dukungan keluarga yang tinggi akan mendukung keberhasilan penatalaksanaan DM, menurunkan mortalitas, meningkatkan fungsi kognitif, kesehatan fisik dan emosi. Manfaat lain dukungan keluarga adalah terjadi penyesuaian individu terhadap stress, dalam bentuk dukungan emosional. Dukungan emosional ini sangat penting dan diperlukan bagi penyandang DM,  dalam bentuk perhatian, rasa cinta, empati dan perasaan positif lainnya. Hal ini bertujuan untuk membantu memulihkan keadaan dan membantu mengontrol emosi. Keikutsertaan anggota keluarga dalam memandu pengobatan, diet, latihan jasmani dan pengisian waktu luang yang positif merupakan bentuk peran serta aktif bagi keberhasilan penatalaksanaan DM.

Banyak orang yang berasumsi jika penyakit diabetes mellitus adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehinga hal tersebut membuat stress lebih meningkat, yang dapat meningkatkan glukosa darah dan memicu terjadinya komplikasi. Ya, memang benar, DM tidak bisa disembuhkan, namun jangan khawatir DM dapat dikendalikan dengan pengontrolan glukosa darah dan mencegah komplikasi. Melaui pengaturan diet, latihan fisik atau olah raga, pengobatan secara teratur, serta rajin melakukan monitoring terhadap gukosa darah, tekanan darah, kolesterol, berat badan, dan stresor. Jadi prinsipnya adalah gula darah terkontrol, sehingga penyandang DM dapat terus aktif dalam menjalani kehidupan dengan bahagia serta tercegah dari berbagai komplikasi.

Ayok tetap dengan semangat tinggi, kita cegah, kontrol, dan lawan diabetes mellitus.

Sumber foto : kompas.com

Kalender Akademik TA 2021/2022 Genap
Kalender Akademik 30 Jan 2022

Kalender Akademik TA 2021/2022 Genap

Program Studi S1 Farmasi klik disini
Program Studi S1 Keperawatan klik disini
Program Studi S1 Kebidanan klik disini
Program Studi D3 Keperawatan klik disini
Program Studi Pendidikan Profesi Ners klik disini
Program Studi S1 Fisioterapi klik disini

Kalender Akademik TA 2021/2022 Ganjil
Kalender Akademik 30 Jan 2022

Kalender Akademik TA 2021/2022 Ganjil

Program Studi S1 Farmasi klik disini
Program Studi S1 Keperawatan klik disini
Program Studi S1 Kebidanan klik disini
Program Studi D3 Keperawatan klik disini
Program Studi Pendidikan Profesi Ners klik disini
Program Studi S1 Fisioterapi klik disini

Kalender Akademik TA 2020/2021 Genap
Kalender Akademik 30 Jan 2022

Kalender Akademik TA 2020/2021 Genap

Program Studi S1 Farmasi klik disini
Program Studi S1 Keperawatan klik disini
Program Studi S1 Kebidanan klik disini
Program Studi D3 Keperawatan klik disini
Program Studi Pendidikan Profesi Ners klik disini
Program Studi S1 Fisioterapi klik disini