Universitas Telogorejo Semarang
PELANTIKAN BEM TAHUN 2022
Selamat dan Sukses
Atas dilantiknya Pengurus BEM STIKES Telogorejo Tahun 2022 yang telah dilaksanakan pada 8 Februari 2022
Semoga semakin membawa kemajuan bagi STIKES Telogorejo
Selamat Bertugas teman - teman ?
Salam sehat - ICARE
JANTUNG “MENARIâ€Â
Oleh : Ns. Siti Juwariyah, M.Kep
Dosen Prodi D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Menurut laporan Kemenkes RI, penyakit jantung menjadi penyebab kematian kedua di Indonesia setelah penyakit stroke. Banyak yang menganggap penyakit jantung hanya menyerang orang tua, namun gaya hidup yang tidak sehat, bisa membuat penyakit ini menyerang pada usia muda.
Jantung manusia adalah organ tubuh yang sangat vital, jantung menjadi pusat sistem peredaran darah. Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Darah yang jantung pompa akan membawa oksigen dan nutrisi penting yang sel, organ, jaringan dalam tubuh butuhkan agar bisa berfungsi dengan normal. Hal ini berarti Ketika jantung mengalami masalah maka kelangsungan hidup manusia akan terancam. Maka wajib kita perlu tahu cara menjaga kesehatan jantung.
Penyakit jantung sering muncul tiba-tiba dan tak jarang merenggut nyawa penderitanya. Setiap orang berisiko menderita penyakit jantung, namun peluang mengidap penyakit ini menjadi lebih tinggi apabila seseorang menderita kolesterol tinggi atau hipertensi, perokok, kelebihan berat badan atau obesitas, kurang bergerak dan jarang berolahraga, tidak menjalankan pola makan sehat, Wanita berusia di atas 55 tahun dan pria di atas usia 45 tahun, berasal dari keluarga penderita penyakit jantung.
Menjaga Kesehatan jantung dapat dilakukan dengan Langkah sederhana, seperti menjaga gaya hidup dan pola makan sehat, rutin berolah raga, menjaga berat badan ideal, dan tidak merokok. Langkah-langkah tersebut merupakan metode yang efektif untuk menjaga Kesehatan jantung.
Untuk memeriksa ada tidaknya risiko serangan jantung, kita bisa memeriksa denyut jantung di pagi hari karena pada saat itu jantung telah selesai istirahat. Mengukur denyut jantung bisa dilakukan dengan tangan sendiri. Dengan cara MENARI (MEraba NAdi sendiRI). Bagaimanakah caranya? Langkah yang harus dilakukan yaitu GENGGAM pergelangan tangan anda, RABALAH dengan jari telunjuk tengah dan manis tonjolan tulang di bagian bawah pangkal ibu jari, GESER sedikit kea rah tengah pergelangan, RASAKAN denyutan dan hitung dalam 30 detik, jika denyutan tidak teratur atau jumlah denyutan diatas 50 atau di bawah 30 maka WASPADA gangguan irama jantung. Ayo mulai sekarang kita mulai perubahan kecil pada kebiasaan-kebiasaan hidup yang kita jalani bisa memberikan peran yang besar dalam menjaga Kesehatan jantung. Yuk mulai atur pola hidup sehat sejak sekarang!
WEBINAR SERIES
Hai kami mengajak kalian siswa/siswi kelas XII SMA/SMK/MA Sederajat untuk mengikuti Webinar Series Kampus STIKES Telogorejo Semarang
? Sabtu, 12 Februari 2022
â° Waktu 09.00-11.30
?︠Media ZOOM (Youtube)
??� Materi : Muda Berkarya Tanpa Obesitas
? Gratis Pendaftaran
? Doorprice
Link pendaftaran ?
https://bit.ly/webinarseries5_2021
Ajak teman dan saudara kamu ya, dapatkan juga informasi keunggulan kampus dan promo PMB serta rebut hadiah menariknya! Terimakasih
EFEKTIVITAS JUS STAR FRUIT UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA LANSIA
Oleh : Ns. I’ien Noer’aini, M.Kep – Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Hipertensi merupakan penyakit dengan prevalensi yang semakin meningkat karena perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit non infeksi atau degeneratif. Hal ini terjadi seiring terjadinya perubahan sosial ekonomi, lingkungan dan perubahan struktur penduduk. Hipertensi hingga saat ini masih menjadi permasalahan utama dibidang kesehatan, tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia.
World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa prevalensi hipertensi diperkirakan akan terus meningkat, diprediksi pada tahun 2025 sebanyak 29% orang diseluruh dunia menderita hipertensi. Sementara itu, Indonesia memiliki angka kejadian hipertensi cukup tinggi, terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia berusia 18 tahun keatas mengalami hipertensi pada tahun 2014
Penyakit hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga di Indonesia setelah stroke yaitu mencapai 6,8% dari populasi kematian di Indonesia. Fenomena ini disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakat secara global, seperti semakin mudahnya mendapatkan makanan siap saji membuat konsumsi segar dan serat berkurang, konsumsi garam, lemak, gula, dan kalori yang terus meningkat sehingga berperan besar dalam meningkatkan angka kejadian hipertensi dan diabetes .
Terapi herbal banyak digunakan oleh masyarakat dalam menangani penyakit hipertensi dikarenakan memiliki efek samping yang sedikit (Sustrani, 2007). Masyarakat lebih memilih untuk terapi non farmakologis karena di samping untuk biayanya murah dan mudah untuk di dapatkan. Efek yang ditimbulkan sedikit di bandingkan dengan terapi farmakologis dengan obat kimianya.
Belimbing mengandung flavonoid bisa digunakan untuk terapi tekanan darah tinggi, karena flavonoid dapat menghambat enzim pengubah angiotensin. Selain itu juga mengandung kadar kalium yang tinggi serta natrium yang rendah sebagai obat hipertensi.
Belimbing juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Melancarkan proses pencernaan kerena belimbing memiliki kandungan serat yang baik. Kandungan nutrisi lain yang terdapat pada buah belimbing ini adalah protein, karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C (Hernani 2009).
Pada dasarnya buah belimbing mengandung kadar kalium yang tinggi serta natrium yang rendah sebagai obat anti hipertensi. Kandungan kalium (potassium) dalam satu buah belimbing (127 gram) adalah sebesar 207 mg.
Hal ini menunjukkan bahwa kalium dalam buah belimbing mempunyai jumlah yang paling banyak dari jumlah mineral yang ada dalam kandungan 1 buah belimbing (Afrianti , 2010)
Kalium yang terkandung dalam belimbing manis ( Averrhoe Carambolalinn ) berfungsi sebagai diuretik , sehingga pengeluaran natrium cairan meningkat , hal tersebut dapat membantu menurunkan tekanan darah. Kalium juga berguna untuk menghambat rennin dalam sistem angiotensin dimana angiotensinogen tidak dapat membentuk angiotensin I.Selain mengandung kalium, belimbing manis juga mengandung flavonoid catechin yang dapat menyebabkan efek antihipertensi. Flavonoid menghambat kerja dari angiotensin converting enzyme, sehingga angiotensin I tidak dapat diubah menjadi angiotensin II dan menyebabkan berkurangnya efek vasokonstriksi dan sekresi aldosteron untuk reabsorbsi natrium dan air sehingga tekanan darah akan turun ( Wirakusumah 2006 ).
Selain itu juga Flavonoid bisa digunakan untuk terapi tekanan darah tinggi, ini karena Flavonoid dapat menghambat enzim pengubah angiotensin dan memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh.
Belimbing manis mengandung pectin yang mampu mengikat kolesterol dan asam empedu yang terdapat dalam usus dan membantu pengeluaranya. Belimbing manis juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, melancarkan proses pencernaan karena belimbing memiliki kandungan serat yang baik. Kandungan nutrisi lain yang terdapat pada buah belimbing ini adalah protein , karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C ( Hernani , 2009 ) Diharapkan dari informasi ini dapat dijadikan masukan untuk menambah wawasan serta sebagai bahan informasi bagi ilmu pengetahuan mengenai keefektifan jus belimbing terhadap  menurunkan tekanan darah lansia ,Sehingga masyarakat mampu melakukan pengobatan dan pencegahan secara mandiri di rumah dengan terapi non farmakologi dan pengobatan farmakologi hanya sebagai pendamping untuk mendapatkan efek pengobatan yang lebih baik.
Sumber Foto : klikdokter.com
Dukungan Keluarga Dalam Keberhasilan Penatalaksanaan Perawatan Diabetes Mellitus
Oleh : Ns. Ismonah, M.Kep., Sp.MB - Dosen prodi S1 keperawatan STIKES Telogorejo
Diabetes Melitus (DM) diartikan sebagai suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (tingginya kadar gula darah) yang terjadi karena kelainan sekresi (pengeluaran) insulin, kerja insulin atau keduanya. Jumlah penyandang Diabetes Melitus diperkirakan terus bertambah, Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20 – 79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 dan diprediksi pada tahun 2045 akan meningkat menjadi 700 juta penyandang.
Tingginya angka kejadian DM berdampak terhadap fisik dan psikologi bagi penyandang DM. Dampak yang terjadi adalah komplikasi, cacat kerja, kualitas hidup yang buruk, timbul kecemasan atau depresi. Kecemasan atau anxiety adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas penyebabnya. Bagi penyandang DM, munculnya kecemasan ini karena menderita atau mengalami suatu penyakit yang berkepanjangan. Bahwa kecemasan terjadi karena merasakan adanya kekhawatiran terhadap penyakitnya, karena mengalami kenaikan gula darah atau munculnya komplikasi.
Pengontrolan gula darah dan pencegahan komplikasi DM dapat dikendalikan dengan empat pilar penatalaksanaan DM, yaitu edukasi, diet, latihan jasmani, dan pengobatan. Efektifitas atau keberhasilan terhadap pengelolaan atau penatalaksanaan DM di rumah sangat dipengaruhi oleh dukungan dan peran serta keluarga. Dukungan keluarga yang tinggi akan mendukung keberhasilan penatalaksanaan DM, menurunkan mortalitas, meningkatkan fungsi kognitif, kesehatan fisik dan emosi. Manfaat lain dukungan keluarga adalah terjadi penyesuaian individu terhadap stress, dalam bentuk dukungan emosional. Dukungan emosional ini sangat penting dan diperlukan bagi penyandang DM, dalam bentuk perhatian, rasa cinta, empati dan perasaan positif lainnya. Hal ini bertujuan untuk membantu memulihkan keadaan dan membantu mengontrol emosi. Keikutsertaan anggota keluarga dalam memandu pengobatan, diet, latihan jasmani dan pengisian waktu luang yang positif merupakan bentuk peran serta aktif bagi keberhasilan penatalaksanaan DM.
Banyak orang yang berasumsi jika penyakit diabetes mellitus adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehinga hal tersebut membuat stress lebih meningkat, yang dapat meningkatkan glukosa darah dan memicu terjadinya komplikasi. Ya, memang benar, DM tidak bisa disembuhkan, namun jangan khawatir DM dapat dikendalikan dengan pengontrolan glukosa darah dan mencegah komplikasi. Melaui pengaturan diet, latihan fisik atau olah raga, pengobatan secara teratur, serta rajin melakukan monitoring terhadap gukosa darah, tekanan darah, kolesterol, berat badan, dan stresor. Jadi prinsipnya adalah gula darah terkontrol, sehingga penyandang DM dapat terus aktif dalam menjalani kehidupan dengan bahagia serta tercegah dari berbagai komplikasi.
Ayok tetap dengan semangat tinggi, kita cegah, kontrol, dan lawan diabetes mellitus.
Sumber foto : kompas.com
Kalender Akademik TA 2021/2022 Genap
Program Studi S1 Farmasi klik disini
Program Studi S1 Keperawatan klik disini
Program Studi S1 Kebidanan klik disini
Program Studi D3 Keperawatan klik disini
Program Studi Pendidikan Profesi Ners klik disini
Program Studi S1 Fisioterapi klik disini
Kalender Akademik TA 2021/2022 Ganjil
Program Studi S1 Farmasi klik disini
Program Studi S1 Keperawatan klik disini
Program Studi S1 Kebidanan klik disini
Program Studi D3 Keperawatan klik disini
Program Studi Pendidikan Profesi Ners klik disini
Program Studi S1 Fisioterapi klik disini
Kalender Akademik TA 2020/2021 Genap
Program Studi S1 Farmasi klik disini
Program Studi S1 Keperawatan klik disini
Program Studi S1 Kebidanan klik disini
Program Studi D3 Keperawatan klik disini
Program Studi Pendidikan Profesi Ners klik disini
Program Studi S1 Fisioterapi klik disini
