Universitas Telogorejo Semarang
Pentingnya Service Excellent dalam Pelayanan Kesehatan
Oleh : Nana Noviada K, SE., MM., Dosen STIKES Telogorejo Semarang
Layaknya sektor jasa lainnya, pelayanan kesehatan pun harus menerapkan prinsip service excellent. Berikut ulasannya.
Istilah service excellent diterjemahkan sebagai “pelayanan prima†dalam bahasa Indonesia. Istilah ini biasa digunakan dalam dunia jasa. Namun, sebenarnya, pelayanan prima juga harus diterapkan dalam pelayanan kesehatan karena pada dasarnya pelayanan kesehatan juga tergolong sebuah penawaran jasa.

Pengertian Service Excellent
Pengertian service excellent sendiri didapat dari dua katanya yaitu “service†yang bermakna pelayanan, dan “excellent†yang bermakna bermutu tinggi atau prima. Jika dijabarkan, service excellent adalah pelayanan terbaik yang diberikan penyedia jasa yang melampaui harapan pengguna jasa itu sendiri.
Dalam pelayanan kesehatan, pelayanan prima dicerminkan dari pelayanan terbaik yang diberikan semua karyawan fasilitas kesehatan, baik tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung lainnya kepada pasien yang melampaui harapan pasien itu. Harapan pasien ini biasanya terbentuk dari pengalaman-pengalaman di masa lampau terhadap jasa atau produk tertentu dan juga berdasarkan informasi layanan yang diterima pasien dari berbagai sumber.
Tujuan Service Excellent
Apa tujuan dari service excellent ini? Tujuan utamanya adalah untuk membangun rasa kepercayaan dan kepuasan dari pelanggan. Kepercayaan dan kepuasan dari pelanggan akan membuat mereka menjadi setia dan akan menggunakan kembali jasa kita ketika mereka membutuhkannya. Pelayanan yang bermutu tinggi juga bertujuan untuk menghindari adanya tuntutan-tuntutan yang tidak perlu di kemudian hari.
Ketika penyedia jasa memberikan jasa dan layanan bermutu tinggi, maka citra penyedia jasa tersebut pun akan naik. Pelanggan yang puas juga akan lebih mungkin merekomendasikan penyedia jasa tersebut pada orang lain yang dikenalnya.
Komponen Service Excellent
Ada beberapa komponen service excellent yang harus dipenuhi untuk memberikan pelayanan yang prima:
- Kemampuan (Ability)
Kemampuan di sini meliputi keahlian dari jasa yang ditawarkan dan komunikasi yang efektif.
- Sikap (Attitude)
Sikap yang positif dan selalu menghargai pelanggan, serta logis.
- Penampilan (Appearance)
Penampilan fisik yang layak dan tepat yang bisa merefleksikan kepercayaan diri dan kredibilitas.
- Perhatian (Attention)
Kepedulian penuh pada kebutuhan pelanggan dan menghargai saran dan kritiknya serta usaha mencurahkan perhatian terhadap keinginan dan kebutuhan pelanggan.
- Tindakan (Action)
Tindakan mencakup segala aksi atau aktivitas nyata yang dilakukan dalam memberikan pelayanan pada pelanggan.
- Tanggung jawab (Accountability)
Tanggung jawab (accountability) yang dimaksud di sini merupakan sikap keberpihakan yang ditujukan kepada pelanggan sebagai wujud kepedulian untuk menghindarkan atau menimbulkan kerugian/ketidakpuasan pengguna jasa.
Penerapan Service Excellent dalam Bidang Kesehatan
Contoh penerapan materi service excellent dalam bidang pelayanan kesehatan antara lain:
- Mengutamakan pasien dengan menyusun SOP yang mendukung kemudahan dan kenyamanan bagi pasien.
- Sistem yang efektif.
- Menunjukkan nilai semangat melayani dengan hati.
- Menerapkan perbaikan berkelanjutan.
- Memberdayakan pasien dengan menawarkan jenis-jenis layanan pendukung yang dapat membantu pasien menyelesaikan masalahnya sehari-hari.
- Pelayanan dengan prioritas pengembangan yang terencana dengan baik.
Menerapkan service excellent dalam pelayanan kesehatan dapat berupa tindakan nyata seperti:
- Tersenyum, menyapa dan memberi salam kepada pasien
- Cepat dan juga tepat waktu dalam memberi tindakan pada pasien
- Mendengarkan dengan sabar dan aktif keluhan pasien tanpa menghakimi
- Berpenampilan rapi dan bersih
- Menerangkan apa yang sedang Anda lakukan
- Mengucapkan terima kasih
- Mengingat nama pasien
- Memperlakukan sejawat dengan hormat

Memberikan service excellent bukan hanya perkara soal apakah pasien akan puas dengan pelayanan yang didapatnya dan menaikkan citra tenaga/fasilitas kesehatan yang dikunjunginya. Melainkan juga, ini sebagai upaya dalam membantu pasien untuk mendapatkan dukungan dan akses mencapai kesembuhan.
Alur dan sistem yang efektif tentunya juga akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan prosedur medis dan rasa stres yang dirasakan oleh pasien. Makin efektif pelayanan, makin sedikit pula waktu yang terbuang sia-sia saat pasien menggunakan suatu layanan kesehatan. Tenaga kesehatan yang menjalankan service excellent pun akan mendapatkan tempat istimewa di hati pasien serta membantu pasien lebih semangat untuk sembuh dan berobat.
OBAT DAN PUASA
Oleh : apt. Yovita Dwi Arini, M.Sc (Dosen Prodi S1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang)
Percakapan yang sering kita dengar pada bulan Ramadhan, sedang menjalankan ibadah puasa namun kebingungan dalam menggunakan obat.
A: Kamu puasa hari ini?
B: Iya saya berpuasa,. Kenapa?
A: Mata kamu merah, iritasi ya?
B: Sepertinya iritasi, tadi pagi terasa gatal, sempat dikucek sih, ingin pakai obat tetes mata, takut puasa nya batal. Apalagi kalo pakai tetes mata bisa setiap 4 jam kita meneteskan obat.
A: Aku juga kurang paham, boleh atau tidak ya pakai tetes mata.
Saat puasa, kadang halangan berupa sakit datang tak terduga. Ada keraguan saat harus minum atau menggunakan obat. Pertanyaan yang sering muncul ketika akan menggunakan obat saat berpuasa adalah sebagai berikut :
- Kapan waktu yang tepat untuk meminum atau menggunakan obat selama berpuasa?
- Apakah obat yang saya minum akan membatalkan puasa?
- Apakah ada obat yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang diderita tetapi tidak membatalkan puasa?
Berikut ini adalah penjelasan tentang beberapa hal mengenai penggunaan obat pada saat orang berpuasa, sehingga orang dapat menggunakan obat dengan benar dan menghasilkan efek terapi yang diharapkan.
Waktu minum obat selama berpuasa
Perubahan jadwal minum obat dan dosis obat yang diberikan dapat mempengaruhi efek terapi obat. Agar tetap didapatkan efek obat yang optimal, perlu kehati-hatian jika diperlukan perubahan. Berikut panduan dalam meminum obat yang tepat saat puasa:
- Minum obat 1 kali sehari
Obat yang diminum 1 kali sehari, dapat diminum saat pagi ketika sahur atau malam hari ketika berbuka puasa.
2. Minum obat 2 kali sehari
Obat yang diminum dua kali sehari, dapat diminum saat sahur dan saat berbuka. Ketentuan ini sebenarnya tidak jauh beda dengan aturan minum obat 2 kali sehari pada hari biasa.
3. Minum obat 3 kali sehari
Jika awalnya kita bisa leluasa meminum obat selama 24 jam dengan interval 8 jam sekali, sementara pada saat puasa kita hanya punya waktu minum obat selama 10,5 jam dari buka puasa sampai sahur. Disarankan untuk konsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker apakah ada alternatif obat sejenis yang bisa diminum 1 atau 2 kali sehari. Anda juga dapat menanyakan mengenai ketersediaan obat yang sama tapi memiliki sistem pelepasan obat secara lepas lambat (pelepasan perlahan) atau memiliki aktivitas obat yang panjang atau pelepasannya terkontrol. Jika tetap harus diminum sesuai aturan 3 kali sehari, obat tersebut tetap dapat diminum sesuai aturan awal, namun dengan pembagian jam yang berbeda, yaitu diberi rentang setiap 5 jam. Untuk obat yang diminum tiga kali sehari, maka dapat diminum saat sahur, saat berbuka dan tengah malam sebelum tidur sekitar jam 10-11 malam.
4. Minum obat 4 kali sehari
Sama halnya dengan minum obat 3 kali sehari, anjuran minum obat 4 kali sehari pada saat puasa menjadi sedikit berbeda dengan hari biasa. Jika pada hari biasa, obat ini bisa diminum sebanyak 4 kali dengan interval 6 jam sekali, pada saat puasa tentu tidak bisa demikian karena tak boleh makan dan minum pada siang hari. Obat yang diminum 4 kali sehari pada saat puasa dapat diminum dengan interval waktu 4 jam sekali, yaitu jam 04.00 pagi (saat sahur), jam 06.00 sore saat berbuka puasa, jam 10.00 malam dan jam 01.00 dini hari. Obat yang tidak disarankan pemberiannya sampai 4 kali sehari selama berpuasa adalah jenis antibiotik
5. Minum obat sebelum dan setelah/ sesudah makan
Pada saat puasa, untuk obat yang dikehendaki diminum sebelum makan, dapat diminum 30 menit sebelum makan sahur atau 30 menit sebelum makan saat berbuka puasa. Begitu juga untuk obat yang diminum setelah makan. Obat ini dapat diminum 5 sampai 10 menit setelah makan sahur atau berbuka puasa. Apabila ada obat yang dikehendaki diminum tengah malam sesudah makan, maka dapat mengisi perut terlebih dahulu dengan cemilan seperti roti terlebih dahulu. Beberapa orang sering kali takut menggunakan obat karena mengira dapat membatalkan puasa. Padahal tidak semua obat dapat berimplikasi tersebut. Obat-obatan yang digunakan untuk obat luar dan obat yang tidak masuk melalui saluran cerna tidaklah akan membatalkan puasa.
Penggunaan obat yang tidak membatalkan puasa
Ternyata tidak semua obat bisa membatalkan puasa. Kini Anda tak perlu resah, sebagai pegangan, Anda bisa merujuk rilis dari Kementerian Kesehatan RI tentang jenis obat yang tidak membatalkan puasa. Rilis tersebut merujuk pada hasil konferensi An Islamic View of Certain Contemporary Medical Issues, yang digelar di Maroko pada tahun 1997. Berikut adalah bentuk-bentuk sediaan obat yang dapat digunakan saat berpuasa, seperti dilansir dari Kementerian Kesehatan RI:
- Obat yang diserap melalui kulit seperti salep, krim, plester, dan koyo,
Obat-obatan tersebut digunakan secara lokal, dan kerap diindikasikan dipakai pada bagian yang sakit saja. Obat tersebut bekerja/ diserap tubuh melalui kulit dan tidak sampai ke saluran pencernaan, karena efek yang ditimbulkan adalah efek lokal (disekitar tempat obat diberikan);
- Obat tetes mata, tetes telinga, atau tetes/ semprot hidung, karena pemberiannya sudah jelas tidak ditelan dan tidak melalui saluran cerna;
- Obat sublingual, obat yang digunakan dengan menyelipkan/ meletakkan di bagian bawah lidah. Obat yang digunakan dengan cara ini tidak membatalkan puasa meskipun dimasukan melalui mulut karena tidak ditelan dan tidak melalui saluran cerna. Obat jenis ini diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah yang terletak dibawah lidah. Contoh obat yang sering digunakan adalah nitrogliserin/ isosorbide dinitrat untuk pengobatan nyeri dada saat serangan jantung;
- Obat inhalasi untuk gangguan pernapasan diberikan saat sesak napas, biasanya untuk penderita asma dan penyakit paru lain. Obat ini dihirup dan langsung menuju saluran pernapasan;
- Obat kumur, selama tidak ditelan. Meskipun obat kumur digunakan melalui mulut, tetapi obat tersebut tidak untuk ditelan sehingga tidak membatalkan puasa
- Obat suntik/ injeksi lewat kulit, otot, atau vena, di mana suntik/injeksi tidak membatalkan puasa, karena tidak melalui mulut/lubang terbuka lainnya, contoh obat yang sering digunakan adalah insulin, yang digunakan pada pasien diabetes mellitus.
- Cairan infus, pemberian asupan cairan secara intravena (melalui pembuluh darah vena) memang tidak dilakukan lewat lubang tubuh yang terbuka. Tetapi jika infus yang diberikan berupa nutrisi/ makanan melalui infus (nutrisi parenteral) sebagai pengganti makanan, infus ini dapat membatalkan puasa.
- Obat suppositoria, ovula, rectal tube, berbentuk padat, digunakan langsung ke dalam tubuh melalui saluran kencing, alat kelamin perempuan, atau anus/ dubur. Jenis obat ini akan meleleh atau larut oleh suhu tubuh, lalu masuk ke sel-sel yang diberi obat ini; dan
- Oksigen, diberikan saat tubuh mengalami gangguan pernapasan, yang menyebabkan saturasi oksigen di tubuh berkurang
Semoga dapat menjadi informasi kesehatan bagi masyarakat, sehingga paham tentang waktu yang tepat untuk minum obat. Tanyakan kepada apoteker terkait obat yang digunakan serta pastikan anda mendapat informasi yang sesuai dan anda butuhkan.
Ingat “Tanya Obat, Tanya Apoteker_â€Â
Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, , semoga puasa kali ini membawa berkah untuk kita semua..
INFO KEJUARAAN MAHASISWA




SELAMAT DAN SUKSES
Untuk mahasiswa STIKES Telogorejo yang telah memenangkan beberapa kompetisi dalam rangka Dies Natalis ke-14 STIKES Elizabeth Semarang
?Lomba Fotografi
Juara 1 : Hernanda Adhe N
Juara 2 : Helda Delia
?Lomba Promosi Kesehatan
Juara 2 : Khoirunnisa D Kurnia
?Lomba Kompetisi Askep Nasional
Juara 1 dengan anggota :
- Risa Nadia Indraswari
- Natalia Nadia Azalia
- Melia Viva Norma
Wuihhh kalian kerenn???
Yuk terus tingkatkan prestasi kalian ?
Salam sehat- ICARE
Memperingati Hari Kartini
Selamat memperingati hari Kartini bagi seluruh perempuan-perempuan hebat di Indonesia ?
Untuk kalian generasi muda, jadilah penerus ibu kita Kartini salah satunya dengan menjadi tenaga kesehatan profesional ?
Kamu pengen jadi ???
Perawat
Bidan
Fisioterapis
Dan Farmasi
Yuk gabung di STIKES Telogorejo Semarang
Pendaftaran mahasiswa baru masih terbuka ?
Salam sehat - ICARE
Benarkah Metode Gentle Birth Mengurangi Rasa Sakit?
Oleh : Desi Soraya, S.Tr.Keb, M.Keb – Dosen S-1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang
Melahirkan adalah proses yang identik dengan rasa sakit. Walau begitu, selama beberapa tahun belakangan ini, santer terdengar sebuah metode baru melahirkan yang disebut dengan metode gentle birth.
Melahirkan dengan gentle birth ini digadang-gadang akan memberikan ibu pengalaman melahirkan yang minim trauma dan rasa sakit. Tapi sebenarnya apa itu gentle birth dan benarkah bisa mengurangi rasa sakit melahirkan? Simak fakta-faktanya berikut ini.
Pengertian Gentle Birth
Gentle birth adalah sebuah filosofi dalam proses melahirkan, di mana proses melahirkan itu tenang, penuh kelembutan, serta memanfaatkan semua unsur alami dalam tubuh manusia[1]. Penolong yang terlibat dalam proses persalinan harus membantu dengan menggunakan suara lembut dan tenang, sehingga ketika bayi lahir, ia disambut dengan suasana penuh kedamaian.
Berbeda dengan metode konvensional, metode gentle birth menggunakan pendekatan proses kelahiran yang alami . Proses kelahiran ini membutuhkan bantuan pendamping yang kooperatif dan persiapan fisik dan mental yang matang dari calon ibu.
Prinsip Melahirkan dengan Gentle Birth
Dalam bukunya “Gentle Birth, Melahirkan Nyaman Tanpa Sakitâ€Â, bidan Yessi Aprillia dan Ritchmond menyebutkan beberapa prinsip yang harus dipenuhi, yaitu:
- Proses melahirkan dilihat sebagai momen yang harus diselebrasi dengan penuh rasa hormat, damai, dan sakral oleh semua pihak yang terlibat,
- Terdapat peran keluarga, khususnya suami, yang dapat memberikan dukungan mental ataupun spiritual kepada ibu yang hendak melakukan persalinan,
- Rasa mulas dan nyeri yang dirasakan calon ibu dipandang sebagai mekanisme alami yang dilalui tubuh dalam membantu proses kelahiran bayi,
- Proses persalinan tidak harus dilakukan di rumah.
Saat mendampingi persalinan, penolong yang menerapkan gentle birth akan meminimalisasi intervensi medis dan membebaskan calon ibu untuk bergerak mengikuti instingnya. Ruang bersalin pun diatur suasananya sedemikian rupa, baik pencahayaan, udara, serta suhunya agar dapat memberikan ibu kenyamanan dan ketenangan.
Persalinan dengan metode gentle birth memberikan kendali persalinan pada ibu, bukan pada dokter ataupun bidan yang mendampingi. Bayi yang baru lahir pun diperlakukan secara lebih lembut dan diberikan kesempatan untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Meski pada persalinan secara sesar sekalipun, prinsip-prinsip ini masih tetap dapat dilakukan.
Tentang Rasa Sakit
Rasa sakit sebenarnya adalah sesuatu yang sangat subyektif. Anda dan saudara kandung sendiri bahkan bisa memiliki toleransi terhadap rasa sakit dengan ambang batas yang berbeda. Persepsi seseorang terhadap rasa sakit juga mempengaruhi seberapa besar rasa sakit yang dirasakan seseorang. Riset menunjukkan rasa sakit yang dirasakan seseorang bisa berkurang ketika rasa sakit dianggap sebagai sesuatu yang positif, dan sebaliknya semakin dianggap tidak berguna atau mengancam jiwa, rasa sakit akan terasa semakin kuat[2].
Dalam persalinan gentle birth, ibu diarahkan untuk mempersepsikan rasa sakit sebagai sesuatu yang akan membantunya untuk bertemu dengan sang bayi. Selain itu suasana persalinan serta pendamping yang tenang dan penuh kelembutan dapat mengurangi kecemasan dan persepsi rasa sakit ibu. Gabungan hal-hal inilah yang membuat metode gentle birth mengurangi rasa sakit juga trauma melahirkan.
Dalam sebuah studi di Amerika Serikat[3] yang melibatkan 17.000 persalinan terencana di rumah, didapatkan sebuah data yaitu Kurang dari 2% ibu yang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan manajemen rasa sakit tambahan. Ini artinya, sebanyak 98% ibu sanggup menghadapi rasa sakitnya di rumah. Selain itu, hanya 1% bayi yang lahir yang butuh diperiksa ke rumah sakit, itu pun bukan untuk kondisi yang gawat.
Kesimpulan
Metode gentle birth mengimplementasikan prinsip-prinsip persalinan yang meminimalisasi stresor lingkungan. Selain itu mendorong ibu untuk memberdayakan dirinya sebelum hingga sesudah persalinan itu sendiri. Belum ada studi khusus yang mengukur tentang rasa sakit yang dirasakan persalinan gentle birth. Singkatnya metode ini berhasil mengurangi rasa sakit ibu dan meningkatkan kepuasan persalinan.
Memperingati wafatnya Isa Almasih
Semoga besar kasih-nya selalu menyemangati kita dalam berbagi kebahagiaan terhadap sesama
Jumat, 15 April 2022
Tetap terapkan protokol kesehatan dimanapun anda berada dan jangan lupa selalu konsumsi makan-makanan bergizi ?
Salam sehat- ICARE
Mahasiswa S1 Fisioterapi Raih Juara Favorit
Selamat pagi
Mimin bawa kabar gembira lagi ???
Selamat dan Sukses atas diraihnya
?Juara Favorit
pada Lomba Videografi Pekan Ilmiah Mahasiswa Fisioterapi (PIMAF) 2022
Ayo terus dan terus tingkatkan semangatnya teman-teman untuk menjadi juara di perlombaan berikutnya?
Buat prodi keperawatan dan kebidanan, kita tunggu juga nih juaranya ???
Salam sehat - ICARE
PENGHARGAAN
Selamat kepada kampus tercinta STIKES Telogorejo Semarang yang kali ini mendapatkan langsung 2 penghargaan dari DPW PPNI Provinsi Jawa Tengah dengan kategori :
?Penghargaan atas kontribusi pengiriman relawan vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah tahun 2020-2022
?Penghargaan sebagai sentra vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah tahun 2020-2022
Bangga menjadi bagian dari STIKES Telogorejo untuk terus meningkatkan kualitas hidup manusia ?
