Back

Universitas Telogorejo Semarang

HomeAuthor: Universitas Telogorejo SemarangPage 58
STUDI BANDING
Berita 14 Mar 2022

STUDI BANDING

Studi Banding STIKES Telogorejo ke Universitas Sultan Agung Semarang dalam rangka proses pendirian Program Studi Pendidikan Apoteker pada Selasa, 8 Maret 2022

Salam sehat - ICARE

Reading
Business 11 Mar 2022

Reading

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using 'Content here, content here', making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for 'lorem ipsum' will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like). There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don't look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn't anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc. The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.
Learning
Design / Branding 07 Mar 2022

Learning

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using 'Content here, content here', making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for 'lorem ipsum' will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like). There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don't look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn't anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet. It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc. The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.
Hari Raya Nyepi tahun 2022
Berita 03 Mar 2022

Hari Raya Nyepi tahun 2022

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 bagi teman-teman yang sedang merayakan

Semoga Sang Hyang Widhi senantiasa melimpahkan wara nugrahaNya kepada semua makhluk dan alam semesta

Tetap jaga protokol kesehatan dimana pun anda berada dan stay safe everyone ?

Salam sehat - ICARE

Memperingati Isra Miraj 2022 M/1443 H
Berita 28 Feb 2022

Memperingati Isra Miraj 2022 M/1443 H

Selamat memperingati Isra Miraj 1443 H untuk semua umat muslim diseluruh dunia. Semoga keberkahan dan keberkahan senantiasa menyertai kita
Dan tetaplah perbanyak ibadah dan amal baik

Jangan lupa, patuhi protokol kesehatan dimana pun anda berada, stay safe everyone?

Salam sehat - ICARE

Dosen STIKES Telogorejo Berlisensi Internasional???
BeritaInfo Campus 24 Feb 2022

Dosen STIKES Telogorejo Berlisensi Internasional???

Tenaga pengajar profesional STIKES Telogorejo, beberapa diantaranya telah meraih Lisensi Internasional salah satunya adalah Ns. Prita Adisty.

Dosen yang akrab disapa Bu Prita ini telah mendapatkan Lisensi Internasional Qatar-RN pada tahun 2020 lalu

Jadi ,apakah kalian ingin seperti beliau mendapatkan lisensi internasional dan bisa bekerja di Luar Negeri ?atau kalian ingin belajar bagaimana tips and tricknya supaya lolos uji Prometrixnya??

Salam sehat -ICARE

JAGA DIRI DENGAN KENALI REPRODUKSI SAAT REMAJA
Artikel 22 Feb 2022

JAGA DIRI DENGAN KENALI REPRODUKSI SAAT REMAJA

Oleh : Widya Mariyana,S.ST.,M.Kes - Dosen S-1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang

Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa kritis.

Memasuki masa remaja yang diawali dengan terjadinya kematangan seksual, maka remaja akan dihadapkan pada keadaan yang memerlukan penyesuaian untuk dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi. Kematangan seksual dan terjadinya perubahan bentuk tubuh sangat berpengaruh pada kehidupan kejiwaan remaja. Selain itu kematangan seksual juga mengakibatkan remaja mulai tertarik terhadap anatomi fisiologi tubuhnya. Selain tertarik kepada dirinya, juga mulai muncul perasaan tertarik kepada teman sebaya yang berlawanan jenis.

Pengaruh informasi global (paparan media audio-visual) yang semakin mudah diakses justru memancing anak dan remaja untuk mengadaptasi kebiasaan-kebiaasaan tidak sehat seperti merokok, minum minuman berakohol, penyalahgunaan obat dan suntikan terlarang, perkelahian antar-remaja atau tawuran. Pada akhirnya, secara kumulatif kebiasaan-kebiasaan tersebut akan mempercepat usia awal seksual aktif serta mengantarkan mereka pada kebiasaan berperilaku seksual yang berisiko tinggi, karena kebanyakan remaja tidak memiliki pengetahuan yang akurat mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas serta tidak memiliki akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi, termasuk kontrasepsi.

Keterbatasan akses dan informasi mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi

bagi remaja di Indonesia ’bisa dipahami’ karena masyarakat umumnya masih menganggap seksualitas sebagai sesuatu yang tabu dan tidak untuk dibicarakan secara terbuka. Orang tua biasanya enggan untuk memberikan penjelasan masalah-masalah seksualitas danreproduksi kepada remajanya, dan anak pun cenderung malu bertanya secara terbuka kepada orang tuanya.

BAGAIMANA CARA KITA MENJELASKAN TENTANG SEKSUALITAS?

Memberikan pendidikan life skill, menunda pernikahan dan kehamilan semasa

remaja dan cegah HIV dan AIDS serta memberikan informasi yang benar merupakan upaya untuk meningkatkan perilaku hidup sehat, mengingat remaja adalah kelompok usia yang tergolong sangat rawan terhadap berbagai hal yang berhubungan dengan kecakapan hidup sehat.

APA SAJA HAK-HAK REMAJA TERKAIT DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI?

Selain kebutuhan-kebutuhan tersebut, remaja juga memiliki hak-hak mendasar terkait

kesehatan reproduksinya. Hak-hak itu juga harus terpenuhi sebagai kebutuhan dasar

mereka. Hak-hak itu adalah :

  1. Hak hidup. Ini adalah hak dasar setiap individu tidak terkecuali remaja, untuk terbebasdari resiko kematian karena kehamilan, khususnya bagi remaja perempuan.
  2. Hak atas pelayanan dan perlindungan kesehatan. Termasuk dalam hal ini adalah perlindungan privasi, martabat, kenyamanan, dan kesinambungan.
  3. Hak atas kerahasiaan pribadi. Artinya, pelayanan kesehatan reproduksi bagi remaja dan setiap individu harus menjaga kerahasiaan atas pilihan-pilihan mereka.
  4. Hak atas informasi dan pendidikan. Ini termasuk jaminan kesehatan dan kesejahteraan perorangan maupun keluarga dengan adanya informasi dan pendidikan Kesehatan reproduksi yang memadai tersebut.
  5. Hak atas kebebasan berpikir. Ini termasuk hak kebebasan berpendapat, terbebas dari penafsiran ajaran yang sempit, kepercayaan, tradisi, mitos-mitos, dan filosofi yang dapat membatasi kebebasan berpikir tentang pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual.
  6. Hak berkumpul dan berpartisipasi dalam politik. Hal ini termasuk mendesak pemerintah dan parlemen agar menempatkan masalah kesehatan reproduksi menjadi prioritas kebijakan negara.
  7. Hak terbebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk. Hal ini terutama bagi anak-anak dan remaja untuk mendapatkan perlindungan dari eksploitasi, pelecehan, perkosaan, penyiksaan, dan kekerasan seksual.
  8. Hak mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan terbaru. Yaitu hak mendapatkan pelayan kesehatan reproduksi yang terbaru, aman, dan dapat diterima.
  9. Hak memutuskan kapan punya anak, dan punya anak atau tidak.
  10. Hak atas kesetaraan dan bebas dari segala bentuk diskriminasi. Ini berarti setiap individu dan juga remaja berhak bebas dari segala bentuk diskriminasi termasuk kehidupan keluarga, reproduksi, dan seksual.
  11. Hak untuk memilih bentuk keluarga. Artinya, mereka berhak merencanakan, membangun, dan memilih bentuk keluarga (hak untuk menikah atau tidak menikah).
  12. Hak atas kebebasan dan keamanan. Remaja berhak mengatur kehidupan seksual dan reproduksinya, sehingga tidak seorang pun dapat memaksanya untuk hamil, aborsi, ber-KB dan sterilisasi.

APA SAJA MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA?

Kuatnya norma sosial yang menganggap seksualitas adalah tabu akan berdampak

pada kuatnya penolakan terhadap usulan agar pendidikan seksualitas terintegrasikan kedalam kurikulum pendidikan. Sekalipun sejak reformasi bergulir hal ini telah diupayakanoleh sejumlah pihak seperti organisasi-organisasi non pemerintah (NGO), dan jugaPemerintah sendiri (khususnya Departemen Pendidikan Nasional), untuk memasukkanseksualitas dalam mata pelajaran ’Pendidikan Reproduksi Remaja’; namun hal ini belum sepenuhnya mampu mengatasi problem riil yang dihadapi remaja.

Faktanya, masalah terkait seksualitas dan kesehatan reproduksi masih banyak

dihadapi oleh remaja. Masalah-masalah tersebut antara lain :

1. Perkosaan.

2. Free sex.

3. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD).

4. Aborsi.

5. Perkawinan dan kehamilan dini.

BAGAIMANA PENANGANAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA?

Ruang lingkup masalah kesehatan reproduksi perempuan dan laki-laki menggunakan pendekatan siklus kehidupan. Berdasarkan masalah yang terjadi pada setiap fase kehidupan, maka upaya-upaya penanganan masalah kesehatan reproduksi remaja sebagai berikut :

1. Gizi seimbang.

2. Informasi tentang kesehatan reproduksi.

3. Pencegahan kekerasan, termasuk seksual.

4. Pencegahan terhadap ketergantungan NAPZA.

5. Pernikahan pada usia wajar.

6. Pendidikan dan peningkatan ketrampilan.

7. Peningkatan penghargaan diri.

8. Peningkatan pertahanan terhadap godaan dan ancaman. Perlu diingat  bahwa diri kita sendiri yang bertanggung jawab terhadap organ reproduksi kita, mari jaga dan sayangi organ reproduksi kita mulai sejak dini agar terhidar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sumber gambar :

Tahukah kamu ?
Info Campus 21 Feb 2022

Tahukah kamu ?

TENS = Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation

Merupakan alat yang dapat menghasilkan beberapa macam arus listrik yang berfungsi untuk merangsang saraf yang bermasalah melalui permukaan kulit (saraf sensoris). Alat ini berguna untuk mengatasi permasalahan nyeri dan stimulasi saraf motorik yang bermasalah.

Kamu juga akan belajar menggunakan alat ini ketika kamu sudah bergabung dengan prodi S1 Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang

Salam sehat - ICARE