Back

Universitas Telogorejo Semarang

HomeAuthor: Universitas Telogorejo SemarangPage 62
Visi dan Misi Program Studi D3 Keperawatan
Info Campus 29 Dec 2021

Visi dan Misi Program Studi D3 Keperawatan

Program Studi D3 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :

Visi

“Menghasilkan perawat vokasi yang unggul dan bertaraf internasional, menjunjung tinggi integritas, responsif, adaptif, dan inovatif dalam keperawatan gerontik secara holistik untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.”

Misi :

  1. Menyelenggarakan pendidikan vokasi keperawatan yang unggul dalam keperawatan gerontik secara holistik untuk menghasilkan perawat vokasi yang kompeten, berkarakter “I-CARE”, dan mampu bersaing di tingkat global.
  2. Melaksanakan penelitian di bidang keperawatan gerontik secara holistik sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan hasil penelitian yang berfokus pada keperawatan gerontik guna meningkatkan kualitas hidup manusia.
  4. Mengembangkan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat peran dan daya saing lulusan vokasi keperawatan yang berkeunggulan gerontik.
  5. Melaksanakan tata kelola program studi yang baik dan berkelanjutan melalui penguatan sumber daya.

Salam sehat- ICARE

PERAN KELUARGA DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
Artikel 24 Dec 2021

PERAN KELUARGA DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

Oleh Ns. Maya Cobalt Angio S., M.Kep - Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Keluarga atau orangtua berfungsi untuk memastikan bahwa anaknya sehat dan aman, memberikan sarana dan prasana untuk mengembangkan kemampuan sebagai bekal di kehidupan sosial, serta sebagai media dalam menanamkan nilai sosial dan budaya sedini mungkin. Orangtua memberikan kasih sayang, penerimaan, penghargaan, pengakuan, dan arahan kepada anaknya.

Perkembangan anak yang optimal, seperti membangun sebuah rumah yang harus memiliki pondasi kuat. Orangtua diharapkan dapat mempersiapkannya secara menyeluruh sehingga anak akan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik di lingkungannya. Dua hal penting yang harus diperhatikan dalam proses tumbuh kembang anak, yaitu perkembangan dan pertumbuhan.

Peran orangtua dalam pengasuhan sangatlah penting. Beberapa prinsip pokok pengasuhan dalam proses perkembangan anak yang perlu orangtua lakukan, yaitu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Berilah kesempatan pada anak untuk mengekspresikan harapannya agar merasa dihargai dan diterima. Perhatikan perbedaan kondisi dan potensi tiap-tiap anak, deteksi dini kemampuan anak, lakukan evaluasi perkembangan anak, tekankan pentingnya proses dengan meminimalkan pengalaman dan perasaan gagal pada anak, mendorong pengalaman dan perasaan berhasil pada anak.

Keberhasilan tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Peran keluarga utamanya orangtua sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pengertian. Peran keluarga utamanya orangtua sangat penting. Lingkungan paparan pertama dan tersering bagi anak-anak adalah keluarga. Pembentukan karakter dan proses tumbuh kembang pertama kali dimulai dari sini. Anak-anak harus dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi penentu kehidupannya nanti. Harus dipersiapkan untuk bisa membuat keputusan sendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang kompeten di masyarakat. Proses ini dapat didapatkan sedini mungkin tergantung pada lingkungan tempat tinggal anak dibesarkan.

Hubungan antara orangtua dan anak sangat penting untuk membangun kepercayaan terhadap orang lain dan diri sendiri. Selain itu juga dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif pada anak. Penelitian menyebutkan bahwa hubungan antara orangtua dan anak yang hangat, terbuka dan komunikatif, terdapat batas yang wajar antar usia, menyampaikan alasan terkait hal-hal yang tidak boleh dilakukan anak, akan meningkatkan rasa percaya diri dan juga performa di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Kondisi yang optimal di rumah, pemenuhan nutrisi yang cukup, dan interaksi antar orangtua maupun dengan anak sangat mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak. Orangtua bertanggungjawab untuk menyediakan lingkungan yang aman, memantau aktivitas anak, membantu mengembangkan emosi sosial dan kognitif, serta menyediakan arahan dan panduan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyediakan lingkungan rumah yang aman dan kondusif, anak akan senang bermain, mengeksplorasi hingga menemukan berbagai hal baru yang dapat meningkatkan level perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Harapannya kelak dapat menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan produktif.

Kemampuan adaptasi yang baik pada anak, diantaranya kemampuan dalam mengatasi masalah, regulasi diri, menata pikiran, dan berperilaku dengan baik. Stimulasi yang orangtua berikan juga harus mengacu pada tahap perkembangan anak, tentunya dengan memerhatikan perbedaan individu dan berbasis interaksi pada lingkungan sekitar anak. Rumah sebagai tempat berlindung dan belajar diharapkan bisa memberikan rasa aman, nyaman, penuh penerimaan, dan penghargaan bagi seluruh anggota keluarga, terutama bagi anak. Selain itu, pentingnya memanfaatkan lingkungan rumah menjadi tempat belajar dan bermain bagi anak, khususnya di masa pandemi ini. Keluarga harus menciptakan lingkungan yang aman agar anak bisa berinteraksi.

Proses perkembangan anak bersifat sangat individual, tidak semua karakter anak sama dan masing-masing memerlukan pendampingan khusus. Salah satu pesan dalam pengasuhan anak adalah jangan membandingkan anak dengan anak lain, sebab hal ini akan sangat menyakitkan bagi seorang anak. Pengalaman buruk di masa kecil yang terjadi berulangkali, bisa berdampak pada masa depan anak. Hal ini bisa terjadi karena anak merasa diabaikan, adanya kekerasan di lingkungan rumah. Inilah pentingnya orangtua untuk terus belajar terkait proses pengasuhan dan pematangan diri. Menjadi orangtua adalah sebuah proses sepanjang hayat, kita harus terus belajar dan introspeksi diri, dalam setiap tahapan perkembangan anak.

UNICEF bersama dengan komunitas lain memberdayakan keluarga dan komunitas di lingkungan sekitarnya untuk membantu setiap anak mendapatkan awal yang baik di kehidupannya. Salah satu bentuk upaya UNICEF untuk membantu mencapai tumbuh kembang anak yang optimal dan meningkatkan taraf hidup anak adalah program kerjasama dengan WHO, Care for Child Development. Dalam program ini lebih difokuskan pada kerjasama orangtua dan keluarga dalam merawat dan mendidik anak secara efektif. Program ini sudah terbukti memiliki hasil yang baik pada keluarga maupun anaknya sendiri.

Pada Family and community practice that promote child survival, growth and development terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak diantaranya imunisasi, pemberian ASI, makanan pelengkap selain ASI, micronutrients, kebersihan, asupan makanan dan minuman, perawatan di rumah, stimulation, antenatal care. Untuk dapat menjalankan faktor-faktor tersebut membutuhkan peran orangtua, keluarga, komunitas, hingga pemerintah setempat agar dapat terlaksana dengan baik. Sehingga tumbuh kembang anak bisa optimal dan angka harapan hidup khususnya pada anak pun bisa meningkat. Keluarga atau orangtua harus terus memberikan stimulus melalui berbagai media di sekitar anak, seperti lingkungan alam sebagai potensi Indonesia yang seharusnya menjadikan kita kuat dan percaya diri. Anak Indonesia harus menjadi pribadi yang unggul di masa depan. Mari berikan dan lakukan yang terbaik demi pengasuhan keluarga untuk tumbuh kembang anak.

DEBAT CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN BEM STIKES TELOGOREJO

DEBAT CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN BEM STIKES TELOGOREJO

Telah dilaksanakan Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM STIKES Telogorejo Periode 2022/2023 pada hari Kamis, 23 Desember 2021

Kira-kira paslon mana nih yang menjadi pilihan kamu? :)

Kta tunggu pengumuman berikutnyaaaaa....

PENTINGNYA PENERAPAN K3 DI DUNIA KERJA PADA MASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019
Artikel 16 Nov 2021

PENTINGNYA PENERAPAN K3 DI DUNIA KERJA PADA MASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019

Oleh Ns. Prita Adisty Handayani, M.Kep., RN/ Kep. Komunitas (K3) - Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Corona Virus Disease 2019 atau yang sering kita sebut dengan COVID-19 pada Januari 2021 ini memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya control atau kesadaran diri dari setiap individu terhadap protocol kesehatan. Penyebaran virus ini tidak menutup kemungkinan dapat terjadi secara masif di area dunia  kerja. Oleh karena itu Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)  perlu ditingkatkan guna mencegah penyebaran COVID-19 di klaster tempat kerja.

Seperti yang kita ketahui bahwa risiko bahaya kerjadi bagi menjadi 5 yaitu bahaya fisik,  kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial. COVID-19  ini termasuk dalam risiko bahaya kerja biologi dan bahaya ini tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di  semua sector tempat kerja. Pekerja yang kurang pemahaman mengenai COVID- 19 atau kurang mawas diri sehingga tidak menerapkan protocol kesehatan 3M, merupakan salah satu masalah besar di  tempatkerja.  Masalah ini dapat terjadi karena pekerja tanpa disadari dapat menularkan ke pekerja lainnya dengan perilaku seperti  tidak melakukan cuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, membuka masker saat berbicara, dan  tidak membatasi jarak dengan rekan kerjanya. Hal ini tentunya sangat berisiko apabila tidak segera diberikan penanganan secara tepat.

Penyelesaian masalah di tempat kerja khususnya di  bidang kesehatan dapat dilakukan dengan beberapa tipe pencegahan yaitu pencegahan primer, sekunder dan tersier. Pencegahan primer dapat dilakukan dengan kegiatan peningkatan pengetahuan pekerja melalui kegiatan penyuluhan tentang COVID-19 di masing-masing sector kerja. Jenis penyuluhan yang dapat dilakukan seperti mengenalkan tentang COVID-19, bagaimana cara penularannya dan  bagaimana cara mencegahnya.  Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengans creening kesehatan para pekerja secara berkala dan pengobatan bagi yang sudah terpapar COVID-19,  sedangkan pencegahan tersier dapat berupa rehabilitasi bagi pekerja yang sudah terpapar  COVID-19.

Penerapan dari program K3 ini sangatlah penting karena harapannya dengan pengetahuan pekerja yang  meningkat dapat merubah perilaku pekerja menjadi lebih baik untuk mencegah bahaya risiko kerja. Tim K3 sebagai pelaksana wajib memantau jalannya proses identifikasi masalah bahaya risiko kerja yang masih mungkin terjadi, melakukan analisis dan  manajemen risiko sehingga dapat menghasilkan intervensi yang sesuai untuk mengatasi bahaya  risiko kerja yang muncul. Marilah kita bersama-sama berupaya untuk mencegah penularan COVID-19  mulai dari diri kita sendiri terutama sebagai pekerja. Patuhi segala protocol kesehatan dan peraturan yang  telah ditetapkan ditempat kerja. Dengan penerapan program K3, pekerja dapat bekerja secara produktif dan terhindar dari segala bahaya risiko kerja.

Sumber gambar : google.com

Selamat Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2021
Berita 10 Nov 2021

Selamat Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2021

Mari kita perkuat persatuan demi membangun bangsa


Dan STIKES Telogorejo membantu mencetak tenaga kesehatan yang profesional agar menjadi pahlawan kesehatan yang hebat dan membantu meningkatkan kualitas kesehatan di INDONESIA


Salam sehat - ICARE

Manfaat “Emotional Chatarsis” Ketika Frustasi
Artikel 02 Nov 2021

Manfaat “Emotional Chatarsis” Ketika Frustasi

Oleh Ns. Laura Khattrine Noviyanti., M.Kep., Sp.Kep.J - Dosen S1-Keperawatan Peminatan Keperawatan Jiwa

Lebih dari satu tahun kita merasakan situasi yang terjadi akibat Covid-19 di Indonesia. Serangkaian kejadian yang tidak menyenangkan disituasi tersebut menyebabkan bergejolaknya perasaan yang menumpuk. Pada akhirnya kita mencapai titik dimana begitu banyak emosi yang didalam diri kita yang terkurung sehingga menjadi dampak buruk yang akhirnya “meledak”sehingga kesehatan mental seseorang terganggu. Oleh karena itu butuh adanya pelepasan, agar seseorang merasakan kelegaan didalam dirinya. Ibarat sebuah panci yang berisi air yang mencapai titik didih kemudian mengendap, begitu pula emosi harus dibangun dalam intensitas dan perlu melakukan pembersihan emosional sehingga emosi negatif bisa berkurang dalam diri seseorang. Pengalaman tersebut diatas merupakan bagian dari fenomena yang biasanya disebut dengan emotional chatarsis.

Katarsis berasal dari bahasa yunani yaitu “pembersihan”. Biasanya didalam dunia psikologi, katarsis dikaitkan dengan membuang hal negatif dalam diri seperti stres, cemas atau ketakutan yang berlebihan. Istilah Katarsis dipakai oleh Josef Breuerpertama kali untuk mengobati pasien yang mengalami permasalahan yang buruk dengan sebutan ”terapi Katarsis”, hal ini pun dilakukan pula dengan teori psikoanalisa oleh Sigmund Freud. Manfaat Emosional Katarsis menurut Josef Breuer adalah ketika seseorang dapat dengan bebas mengeskpresikan emosinya yang dikaitkan dengan pengalaman yang tidak menyenangkan, mereka akan mengalami pembersihan tersebut.

Ada banyak cara untuk melepaskan emosi hingga mencapai Emosional katarsis. Situs psikologi (www. betterhelp.com) menjelaskan ada Sembilan cara melakukan Emosional Katarsis antara lain, Pertama dengan musik, musik membantuseseorang untuk mengatasi emosi, jadi jika seseorang merasakan sedih, mendengarkan lagu yang sedih akan merasa lebih baik. Kedua dengan memfasilitasi dengan punching bag, bila seseorang tidak mampu meluapkan amarah ada fasilitas psikolog dengan menyediakan samsak, dengan harapan ketika meluapkan emosi tersebur amarah atau emosi negatif bisa dilepaskan. Ketigadengan Seni, setiap media seni membantu untuk melepaskan emosi, contoh nya dengan melukis, ketika seseorang memercikkan cat di atas kanvas saat sedang marah membantu untuk melepaskan emosi tersebut.

Keempat dengan Menulis, menulismerupakanhal yang terapeutik, ketika seseorang menulis secara langsung tentang pengalaman di dalam sebuah bukau ataupun puisi sehingga mengespresikan emosi seseorang tersebut. Kelima dengan Membaca dan menonton Film, ketikaseseorang membacasebuah buku novel kemungkinan bisa memunculkan perasan yang telah lama terkubur, hal ini pun sama pula ketika menonton film sehingga perasaan tertuang ataupun tergali ketika menonton film. Keenam dengan Religiusitas , hampir sebagian besar seseorang menggunakan riltual untuk menangani maslah mental dan emosional.

Ketujuh dengan humor, humor membantu seseorang melepaskan emosinya ketika memunculkan ledakan tawa, sehingga sesorang tersebut benar – benar mengalami “katarsis”. Kedelapan dengan pengungkapan, dengan menceritakan kisah hidup seseorang dengan semua pikiran ke orang lain, tindakan dan pengalaman dapat melepaskan emosi. Serta Kesembilan dengan olahraga, meskipun katarsis adalah pelepasan emosional, ini juga membawa banyak perubahan dalam tubuh. Sistem kardiovaskuler, pernapasan, gastrointestinal dan muskuloskletal semuanya berpengaruh saat emosi terpendam terlepaskan lewat olahraga. Cobalah untuk menangani frustasi dengan mempraktikkan melakukan emosional katarsis pada diri sendiri. Akan tetapi jika seseorang merasakan sering kewalahan dan membuat tambah cemas serta tidak ada dari tehnik diatas membantu dalam mengurangi emosi, segeralah menghubungi konselor sehingga dapat membantu memberikan terapi selanjutnya.

Selamat mencoba !!!!!

Sumber Foto : www.e-counseling.com

Pentingnya Pemeriksaan dan Protokol Kesehatan Bagi Ibu Hamil
Artikel 27 Oct 2021

Pentingnya Pemeriksaan dan Protokol Kesehatan Bagi Ibu Hamil

Oleh Ns. Anis Ardiyanti, M.Kep - Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang Peminatan Keperawatan Maternitas

Corona virus disease 2019 atau disebut dengan Covid-19 merupakan penyakit infeksi pernapasan akut yang penyebarannya cepat dan dalam waktu singkat. Sampai sekarang wabah ini masih terus meningkat kasusnya. WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa covid-19 sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia. Covid-19 ini dapat dialami oleh semua usia termasuk kelompok rentan, dalam hal ini adalah ibu hamil. Pada masa kehamilan secara normal terjadi beberapa adaptasi fisik maupun secara psikologis, sehingga sebagai ibu hamil perlu adanya persiapan agar dapat beradaptasi dengan baik dengan kehamilannya. Namun, pada masa pandemi covid-19 ini, membuat ibu hamil mempunyai adaptasi tambahan yaitu dengan mencegah tertularnya virus corona. Masa inilah yang menimbulkan perasaan cemas bagi ibu hamil. Seperti yang kita kehatui bahwa, kecemasan dapat menimbulkan imunitas turun sehingga perlu dilakukan penanganan. Salah satu yang dapat dilakukan petugas kesehatan untuk menurunkan kecemasan pada ibu adalah edukasi dengan tetap menerapkan protokal kesehatan secara offline atau dengan cara virtual. Selain itu, petugas kesehatan juga dapat memberikan konsultasi virtual terkait perasaan cemas pada ibu hamil. Berdasarkan beberapa penelitian, metode ini dapat menurunkan kecemasan pada ibu hamil. Pada masa pandemi covid-19, kita harus meningkatkan imunitas agar tidak tertular oleh covid-19.

Berdasarkan beberapa artikel, covid-19 pada ibu hamil mayoritas memiliki gejala klinis yang ringan seperti demam, batuk dan sesak napas. Gejala klinis ini tidak dipengaruhi oleh usia kehamilan dan gejala klinis yang dialaminya pun sama dengan orang yang tidak hamil. Pada ibu hamil dengan covid-19 beresiko menularkan ke janinnya dan juga penolong persalinan. Sehingga perlu mendapatkan perhatian, apalagi janin yang sudah terinfeksi akan menyebabkan ARDS (acute respiratory distress syndrome) sehingga kondisi ini akan membahayakan nyawanya. Oleh karena itu, protokol kesehatan sangat penting untuk dipatuhi mengingat penyebarannya yang cepat. Pencegahan yang bisa dilakukan ibu hamil yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, makan makanan yang bergizi, melakukan olahraga, mengistirahatkan diri, dan mendokan diri. Dengan pencegahan tersebut, harapannya dapat menurunkan resiko tertularnya corona virus. Di sisi lain, ibu hamil juga harus melakukan pemeriksaan kehamilannya. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan untuk ibu hamil adalah memodifikasi kunjungan pemeriksaan antenatal dengan mengurangi jumlah dan waktu kunjungan, serta memfasilitasi konsultasi secara virtual.

Kunjungan pada saat kehamilan merupakan hal yang penting untuk memantau kesehatan ibu dan janin. Meskipun sedang masa pandemi tidak menjadikan alasan ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan kehamilannya. Modifikasi pemeriksaan kehamilan dengan kunjungan dan juga konsultasi secara virtual menjadi pilihan guna menekan adanya kontak fisik. Kunjungan pemeriksaan yang disarankan bagi ibu hamil yang melakukan pemeriksaan yaitu sebanyak 6 kali selama hamil. 6 kali kunjungan ini dibagi menjadi satu kali pada trimester pertama, dua kali kunjungan pada trimester kedua, dan tiga kali pada trimester ketiga. Mengapa pada trimester pertama perlu kunjungan dan hanya sekali? Jawabannya adalah untuk skrining faktor risiko yang terjadi pada ibu hamil, contohnya HIV, sifilis, hepatitis B. Nah, selanjutnya pada kunjungan trimester kedua dapat dilakukan saat usia ibu hamil 20-24 minggu dan saat kehamilan ibu usia 28 minggu. Kunjungan pada trimester kedua ini untuk melakukan USG guna skrining preeklampsia dan juga adanya kelainan bawaan. Kunjungan pada trimester 3 ini dilakukan skrining covid-19, hal ini dilakukan sebagai persiapan persalinan. Apabila ibu hamil mengalami positif covid-19 dengan maupun tanpa gejala klinik kunjungan dapat ditunda sampai 14 hari. Namun, apabila terdapat kegawatan seperti persalinan sebelum waktunya, gerak janin berkurang, perdarahan, mual dan muntah atau ibu hamil mengalami sesak dan syok maka segera datang ke rumah sakit. Kepatuhan ibu hamil terhadap protokol kesehatan dan pemeriksaan kehamilan merupakan satu kesatuhan yang penting, mengingat covid-19 ini dapat diderita oleh semua usia. Selain itu, kedua hal ini untuk kesehatan dan keselamatan ibu hamil, janin, maupun penolong kesehatan. Tentunya hal ini perlu adanya dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya ibu hamil dan petugas kesehatan. Melainkan tugas kita bersama, keluarga ibu hamil maupun masyarakat.

INFORMASI WEBINAR
Berita 26 Oct 2021

INFORMASI WEBINAR

Program Studi S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo kembali menghadirkan seminar online yang akan diadakan pada :

?Hari/tgl : Kamis, 28 Oktober 2021
⏰Waktu : 10.00-12.00 WIB
?Registrasi (free)
https://bit.ly/pendaftaranwebinarsanemia

? Via Zoom
https://bit.ly/webinarkenalianemia

?️Speaker
? Ns. Niken Wulan Hasthi Murti., M.Kep
Dosen Keperawatan Medikal Bedah Program Studi S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

? MC & Moderator
Ns. Suksi Riani., M. Kep

Fasilitas yang didapat:
?E-Sertifikat
?Doorprize menarik
Let's join us ???