Universitas Telogorejo Semarang
NGOBROL SANTAI
Halo semua
Sudah pernah dengar Pelvic Floor Excercise belum ?
Kali ini, program studi S1 Fisioterapi ingin mengenalkan kepada teman-teman tentang Pelvic Floor Excercise. Bagi teman-teman yang penasaran, gabung yuk!!!
Rabu 24/2/2021 jam 09.00
Hanya di IGTV
@stikestelogorejo.official
@stikestelogorejo_smg
Salam sehat - ICARE
Penandatanganan naskah kerjasama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Direktur RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo (dr. Tri Kuncoro, MMR) dengan Ketua STIKES Telogorejo Semarang yang dalam hal ini diwakilkan oleh Ka.Prodi S1 Keperawatan,( Ns. Sri Puguh Kristyawati, M.Kep.,Sp. MB).
PERAN FISIOTERAPI DALAM MENINGKATKAN AKTIFITAS FISIK PADA LANSIA
Oleh Sri Gunda Fahriana Fahruddin, S.Ft., M.Fis ( Dosen Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang)
Lansia adalah seseorang yang sudah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lansia dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu lansia potensial dan lansia tidak potensial. Lansia potensial adalah Lansia yang masih mampu untuk melakukan pekerjaan atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang/jasa. Lansia tidak potensial adalah lansia yang tidak berdaya mencari nafkah sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain. Seiring bertambahnya usia mengakibatkan penurunan aktifitas fisik pada lansia. Kurangnya aktifitas fisik dapat menyebabkan lansia rentan terkena penyakit atau mengalami cedera.
Berbagai permasalahan yang terjadi pada lansia seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, penurunan sistem kekebalan tubuh, gangguan pola tidur, dan menurunnya fleksibilitas mengakibatkan lansia tersebut kurang bergerak. Perubahan-perubahan yang terjadi terkait penuaan tidak dapat dihindari, karena proses penuaan atau menua merupakan salah satu siklus kehidupan yang akan dialami oleh setiap manusia. Secara biologis, lansia akan mengalami proses penuaan secara terus menerus yang ditandai dengan penurunan daya tahan fisik.
Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan memodifikasi gaya hidup seperti melakukan aktifitas fisik, memenuhi asupan nutrisi dan memanajemen stress. Aktifitas fisik pada lansia dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, obesitas, diabetes serta mudah jatuh. Selain itu aktifitas fisik juga dapat meningkatkan kemamampuan fungsional, kemandirian, dan meningkatkan kesehatan mental.
Nah, apa sih yang bisa dilakukan fisioterapi dalam meningkatkan aktifitas fisik? Fisioterapis dapat membuat program latihan berupa latihan penguatan dan latihan keseimbangan. Program latihan penguatan dapat dilakukan 3 kali seminggu dengan jeda 1 hari diantara latihan, dan latihan keseimbangan dapat dilakukan setiap hari.
Beberapa latihan penguatan otot yang dapat dilakukan seperti: Latihan Jinjit, Berdiri menggunakan 1 kaki dan berdiri dengan bertumpu pada Tumit.
Latihan ini dapat dilakukan dengan kombinasi latihan pernafasan, ulangi setiap gerakan selama 8-10 kali. Latihan ini bertujuan untuk memperkuat otot-otot paha depan, paha belakang, paha samping dan otot-otot tungkai bawah seperti betis.
Latihan keseimbangan seperti menekuk lutut, berjalan mundur, jalan berputar membentuk angka 8, berdiri 1 kaki selama 10 detik, dan berjalan naik tangga.
Latihan-latihan tersebut sangat efektif dalam meningkatkan aktifitas fisik pada lansia. Latihan tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan aktifitas fisik tetapi juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan dan mengurangi resiko jatuh pada lansia.
Kalian harus tahu bahwa STIKES Telogorejo mempunyai program studi yang spesial dan hanya ada satu-satunya di Kota Semarang
Program Studi S-1 Fisioterapi
Mumpung masih banyak PROMO di bulan Februari ini ,yuk segera hubungi admin yaaaa ???
Sekar (+62 896-9131-3166)
Anne (+62 856-0261-4262)
Salam sehat- I CARE
Yayasan Kesehatan Telogorejo Peduli Korban Banjir di Semarang
Beberapa waktu lalu Kota Semarang sempat tergenang banjir hingga banyak warga yang terdampak baik secara ekonomi maupun kesehatan.
Menyikapi hal tersebut, Yayasan Kesehatan Telogorejo memberikan bantuan untuk korban banjir melalui Pemerintah Kota Semarang. Bantuan ini secara simbolik diberikan oleh Wakil Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan Telogorejo Drs. Djoko Sudjadi , MM kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Ir. Iswar Aminuddin, MT.
Besar harapan kami agar bantuan ini dapat bermanfaat bagi korban banjir.
Salam sehat - ICARE
Ngobrol Santai
Pada sesi kali ini, kami ingin mengajak teman-teman mengenal lebih jauh tentang kesempatan berkarir bagi Lulusan D-3 Keperawatan
Jangan Lupa,
Rabu 17 Februari 2021 Pukul 09.00
Live IGTV
@stikestelogorejo.official dan @stikestelogorejo_smg
Jangan Lupa yaaa, banyak doorprise menarik buat teman-teman
Amankah Menyimpan Obat dalam Waktu Lama?
Oleh apt. Gilang Rizki, S.Farm., M.Farm (Dosen S-1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang)
Pernahkan anda menjumpai disekitar anda produk obat racikan baik berupa sirup atau puyer atau produk obat-obatan lainnya yang anda dapatkan di apotek, puskesmas atau toko obat berlisensi? Pernahkah anda berpikir, apakah jika gejala atau keluhan sakit sudah berkurang obat tersebut masih bisa disimpan? kapan masa berlaku obat tersebut habis setelah kemasan obat dibuka? tentu anda merasa sayang jika obat tersebut dibuang karena suatu saat bisa digunakan kembali tapi anda juga khawatir jika menyimpan dalam waktu lama akan mempengaruhi kualitas dan kemanan obat tersebut. Disini saya akan menguraikan satu persatu pertanyaan dan masalah tersebut agar masyarakat tidak mengalami kebingungan mengenai masalah penyimpanan obat.
Obat adalah sebuat substansi kimia yang digunakan untuk mengobati, menyembuhkan, mencegah, mendiagnosa penyakit atau untuk meningkatkan kesehatan. Untuk mendapatkan efek maksimal dari obat yang digunakan, perlu diperhatikan dalam penyimpanan dan penggunaannya. Namun, ada waktunya obat tersebut mengalami penurunan efektivitas dan kualitasnya dan mungkin ada beberapa obat yang mengalami perubahan warna atau bentuk. Untuk mengetahui hal tersebut, sebelum disalurkan atau diedarkan kepada apotek atau instansi pelayanan kesehatan, pihak industri farmasi telah melakukan pencegahan agar pasien tidak menggunakan obat yang telah mengalami penurunan efektivitas atau kualitas. Salah satu pencegahannya dengan penambahan keterangan tanggal kadaluarsa atau expired date pada kemasan obat. Tetapi, apa itu kadaluarsa atau Expired Date?
Tanggal kadaluarsa atau Expired Date adalah tanggal terakhir dimana keefektifan dan keamanan produk obat masih terjamin untuk dikonsumsi atau digunakan oleh konsumen. Setelah tanggal tersebut, maka keefektifan dan keamanan obat tersebut akan berkurang sehingga disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat tersebut. Tanggal kadaluarsa telah ditentukan oleh industri farmasi sebelum proses pengemasan sediaan obat yang sering ditulis dalam kemasan obat dengan istilah “Exp atau EDâ€Â. Biasanya masa berlaku ED dalam suatu obat berkisar 3-5 tahun setelah obat tersebut diproduksi, artinya bisa digunakan selama penyimpanan obatnya juga sesuai. Namun, dalam bidang farmasi terdapat juga istilah “BUD atau Beyond Use dateâ€Â, yang mungkin bagi sebagian masyarakat masih terasa asing. terdapat perbedaan mendasar bagi kedua istilah tersebut.
Beyond Use Date atau BUD merupakan tenggat masa pemakaian obat setelah obat tersebut diracik atau dicampur menjadi bentuk sediaan obat lainnya contohnya seperti tablet yang dibuat dalam sediaan puyer atau kapsul, sirup kering yang mengandung antibiotik, salep dan tetes mata. Jangka waktu untuk obat tersebut bermacam-macam tergantung jenis sediaan obat, serta jangka waktu Beyond Use Date pun lebih pendek daripada tanggal kadaluarsa obat itu sendiri. Untuk sediaan obat yang diminum yang mengandung air (water containing oral formulations) seperti sirup kering jangka waktu tidak lebih dari 14 hari jika disimpan pada suhu 2-8OC pada lemari pendingin, sediaan racikan oles/topikal untuk kulit yang mengandung air seperti krim, suspensi, gel dan sediaan racikan yang tidak mengandung air seperti puyer dan kapsul penyimpanan tidak lebih dari 30 hari jika disimpan pada suhu 2-8OC pada lemari pendingin, namun jika penyimpanan dilakukan pada suhu lebih dari 8OC atau dalam kondisi suhu ruangan maka jangka waktu obat tersebut dapat digunakan kembali akan menjadi lebih singkat. Dari artikel diatas dapat disimpulkan bahwa hampir sebagian besar obat tentu memiliki masa simpan yang tidak sama lagi seperti ED nya ketika sudah digunakan, atau dengan kata lain masa simpannya menjadi BUD. Oleh karena itu, selalu baca dan perhatikan kemasan setiap obat untuk mengetahui kondisi penyimpanan yang tepat sehingga kualitas dan keamanan obat dapat tetap terjamin. Tak lupa, konsultasikan dengan Apoteker anda sebelum menggunakan obat-obatan anda. Tanya Obat? Tanya Apoteker!
Keluarga Besar STIKES Telogorejo Semarang mengucapkan "Selamat Tahun Baru Imlek 2021 ,Tahun Kerbau Logam"
Semoga kedamaian dan Kebahagiaan selalu menyertai kita

