Universitas Telogorejo Semarang
WEBINAR
Dalam rangka menambah wawasan kita untuk mengurangi Stigma Negatif terhadap tenaga kesehatan maupun penderita Covid-19 ,
Program Studi S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang kembali menyelenggarakan WEBINAR dengan judul " STOP STIGMA PADA TENAGA KESEHATAN DAN PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19" . Narasumber webinar kali ini adalah Ns. Laura Khattrine N, M.Kep., Sp.Kep.J.
Webinar ini akan diselenggarakan pada hari Jumat , 19 Februari 2021 pukul 10.00 WIB
Jangan lupa , daftarkan diri anda di http://bit.ly/webinarstopstigmacovid19
Salam Sehat , I CARE
The 2nd International Conference on Health practice and Research
STIKES Telogorejo mempunyai visi yaitu “Menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dengan memberikan pendidikan kesehatan terbaik untuk masyarakatâ€Â. Salah satu upaya yang dilakukan oleh STIKES Telogorejo adalah dengan menyelenggarakan International Conference bagi professional kesehatan, mahasiswa dan para akademisi mengenai peningkatan pengetahuan dan pemahaman tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup  manusia melalui pengembangan ilmu kesehatan.
Ini adalah kali kedua STIKES Telogorejo Semarang menyelenggarakan konferensi Internasional bagi para profesional kesehatan dan akademisi. Kegiatan yang dilakukan secara Virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom pada tanggal 30 Januari 2021 pukul 07.00 -16.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 1058 peserta yang berasal dari Indonesia, Filipina, Malaysia dan Italia. Narasumber pada
International Conference ini yaitu Lester Raimundo L. Lintao, PsyD (Philliphines), Ns. Ni Made Ayu W, M.Kep (Indonesia), AP. DR. Santosh R Fattepur, Ph.D (Pharmacology), M. Pharm, RPh (Malaysia), Ali Imron, SMPh., S.Sos (Indonesia) dan Aileen Gay Gaa Vinoya RN RM LPT MAN (Philliphines). Kegiatan ini memfokuskan pada peningkatan kualitas Hidup Pasien “Covid-19â€Â. Selain meningkatkan peran para professional kesehatan (perawat, bidan, farmasis dan fisioterapis) dan akademisi dalam pelayanan kesehatan terhadap “Covid-19â€Â, kegiatan ini juga memfasilitasi publikasi ilmiah / hasil riset para akademisi dan praktisi di bidang kesehatan.
Adanya wabah pandemi Covid - 19 ini telah berdampak pada kehidupan dunia. Pendekatan secara terintegrasi baik dari pemerintah, tenaga kesehatan, peneliti dan masyarakat sangat dibutuhkan. Vaksin yang kita harapkan tentunya bukan menjadi satu-satunya penolong, namun penyelesaian sepenuhnya ada ditangan masyarakat. Dengan tetap menggunakan masker, selalu mencuci tangan, menjaga jarak 1,5 meter , makan makanan bergizi serta mengkonsumsi vitamin adalah senjata kita untuk melawan Covid-19. Nah bagi masyarakat yang ingin melihat dan mendapatkan pengetahuan tentang webinar ini, silakan kunjungi Youtube STIKES Telogorejo Semarang.
Stay Safe, Stay Healthy, Salam I-CARE
STRES KERJA? APAKAH BERBAHAYA?
Oleh Ns. Prita Adisty Handayani, M.Kep (Dosen STIKES Telogorejo Semarang)
Mengenal dari istilah stress kerja. Stres kerja bukan berarti mengalami gangguan kejiwaan. Stres kerja sendiri mungkin saat ini sudah banyak dialami oleh para pekerja namun, mereka tidak sadar bahwa saat ini mereka sedang mengalaminya.
Stres kerja dapat dilihat melalui 3 aspek yaitu aspek perilaku, aspek fisik, dan aspek psikologis. Saat mengalami stress kerja biasanya pekerja akan mengalami tanda gejala seperti kepala pusing, badan tremor, dan leher terasa tegang. Selain itu pekerjadalam melakukan aktivitasnya tidak berkonsentrasi dan mudah tersinggung. Itulah beberapa dari tanda gejala stress kerja yang sedang timbul pada pekerja. Lalu apakah ini berbahaya? Ya pasti.
Dampak dari individu yang mengalami stress kerja secara terus menerus akan mempengaruhi fungsi tubuhnya dan sangat memungkinkan menimbulkan berbagai macam penyakit seperti salah satunya adalah hipertensi. Selain itu, dampak stress yang dapat terjadi adalah timbulnya kecelakaan kerja.
Kecelakaan kerja dapat terjadi karena kurangnya konsentrasi pekerja saat melakukan pekerjaannya dan posisi kerja yang tidak ergonomis. Oleh karena itu untuk menghindari stress kerja, pekerja perlu menyeimbangkan antara beban kerja, kapasitas kerja dan lingkungan kerja. Selain itu disela-sela jam bekerja perlu adanya peregangan atau olahraga ringan untuk merilekskan kembali kondisi tubuh setelah bekerja. Pekerja yang sehat merupakan pondasi bagi perusahaan dan keluarga. Dengan pekerja yang sehat, produktivitas akan meningkat. Dengan pekerja yang sehat pula, keluarga akan hidup sejahtera.
Sarana Laboratorium Lengkap
Salah satu penunjang pembelajaran di STIKES Telogorejo yaitu Laboratorium dengan kelengkapan alat yang memadai, bahkan boleh dikata STIKES Telogorejo mempunyai miniatur Hospital. Hal tersebut berguna bagi mahasiswa, sehingga pada saat praktik atau bekerja di Rumah Sakit sudah mempunyai kompetensi yang tidak diragukan lagi






MENGENAL “STUNTINGâ€Â
Oleh Suci Amalia Firdaus (Dosen STIKES Telogorejo Semarang)
Periode usia dibawah lima tahun merupakan periode emas atau golden age, karena dalam usia tersebut terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Oleh karena itu,diperlukan nutrisi yang memadai untuk memastikan pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas anak dalam kehidupan di masa dewasanya. Anak-anak yang kekurangan gizi dalam waktu cukup lama yang gagal mencapai tinggi normal untuk usia mereka sesuai standar internasional disebut stunting atau anak kerdil.
Mungkin tidak semua orang akrab dengan istilah stunting. Padahal, saat ini permasalahan stunting sedang menjadi perhatian dunia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat prevalensi stunting nasional menurun dari tahun 2013 (37,2%) tetapi presentasenya masih diatas 30%. Artinya, pertumbuhan tak maksimal diderita oleh satu dari tiga anak Indonesia. Selain itu, masyarakat belum menyadari anak pendek merupakan suatu masalah, karena anak pendek di masyarakat terlihat sebagai anak-anak dengan aktivitas yang normal, tidak seperti anak kurus yang harus segera ditanggulangi.
Stunting menjadi permasalahan karena dapat menimbulkan dampak jangka pendek dan jangka panjang pada anak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa stunting menimbulkan dampak merugikan di masa depan pada pencapaian prestasi sekolah anak. Anak yang stunting memiliki kemungkinan terlambat untuk usia mereka mendaftar sekolah dan mencapai tingkat prestasi akademik yang lebih buruk. Anak yang bertubuh pendek pada usia kanak-kanak memiliki permasalah perilaku, lebih terhambat dan kurang perhatian serta menunjukkan gangguan tingkah laku. Oleh karena itu, stunting merupakan buruknya kualitas sumber daya manusia yang selanjutnya akan berpengaruh pada pengembangan potensi bangsa. Waktu terbaik untuk mencegah stunting adalah sejak masa kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan. Fokus pada gerakan perbaikan gizi kepada kelompok 1000 hari pertama kehidupan, yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusi, dan Anak 0-23 bulan. Stunting bisa dicegah dengan cara berikut: memperbaiki gizi dan kesehatan Ibu hamil serta mendapat tablet tambah darah, persalinan dengan dokter atau bidan yang ahli dan begitu bayi lahir melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), berikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia 6 bulan, melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, pantau pertumbuhan balita di posyandu terdekat, berikan imuniasi dasar lengkap dan vitamin A, dan berikan Makanan pendamping ASI untuk bayi diatas 6 bulan hingga 2 tahun.
Dari Positif hingga Jadi Candu, Berikut Penjelasan Stikes Telogorejo Tentang Dampak Internet
Oleh : Ni Made Ayu Wulan Sari, Dosen STIKES Telogorejo Semarang
Di Era digital menyebabkan setiap orang tidak dapat lepas dari pengaruh gadget. Setiap orang mempunyai satu atau lebih gadget yang tersambung internet. Penggunaan internet didominasi dengan akses sosial media seperti WhatsApp, LINE, Facebook dan Instagram. Sosial media ini menjadi sebuah kebutuhan.
Kebutuhan dasar tidak hanya makan, minum, udara tetapi juga internet. Internet juga dapat membuat orang lebih tidak peka dengan lingkungan sekitar dan menjadi lebih anti sosial. Orang akan lebih disibukkan dengan meng update status pada sosial media dibandingkan berkomunikasi dengan orang disekitarnya.
Penggunaan internet berlebihan dengan tujuan yang tidak positif dapat menyebabkan kecanduan, misalnya adalah Cybersexual addiction, Cyber-relational addiction dan Net Compulsion.
Cybersexual addiction yang berarti orang – orang yang terlalu berlebihan melihat, mendownload dan mengakses pornografi online termasuk dalam chatting dengan tema pornografi; Cyber-relational addiction adalah seseorang yang berlebihan dalam menjalin hubungan online atau mungkin masuk kedalam dunia virtual.
Dunia virtual lebih penting daripada pernikahan dan keluarga; Net Compulsion adalah seseorang yang melakukan judi online, shopping online, biasanya berakibat kehilangan finansial, relasi dan pekerjaan; information overload merupakan seseorang yang lupa waktu dalam menjelajah, mengumpulkan dan menyusun informasi dari dunia maya; computer addiction merupakan seseorang yang kecanduan dalam bermain game sehingga melupakan pekerjaan dan keluarga (Shaw & Black, 2008).
Adanya internet juga mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positif antara lain penggunaan untuk belajar seperti mengakses email, membaca artikel jurnal, mengakses materi perkuliahan (Graham, 2015).
Dampak negatif penggunaan internet antara lain menjadi tidak peka dengan lingkungan, dapat meningkatkan depresi dan menurunkan harga diri seseorang (Wang, et.al., 2013).
Oleh karena itu, adanya internet perlu dengan bijak dalam mempergunakannya supaya mendapatkan manfaat yang maksimal dan terhindar dari kecanduan internet. (*)
Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2021
Keluarga besar Stikes Telogorejo Semarang mengucapkan selamat Hari natal dan tahun baru 2021, mari tebar cinta kasih pada sesama, tetap jaga protokol kesehatan guna mmemutus mata rantai penyebaran covid-19, tuhan memberkati
Visi dan Misi S-1 Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang
- Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang dapat menghasilkan fisioterapi profesional dengan keunggulan pada fisioterapi geriatri.
- Melaksanakan penelitian di bidang fisioterapi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya fisioterapi geriatri yang sesuai kebutuhan masyarakat.
- Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di bidang fisioterapi untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
- Mengembangkan sumber daya manusia profesional dan fasilitas pendidikan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan melalui pendidikan kesehatan khususnya di bidang fisioterapi.
- Mengupayakan pengembangan dan pertumbuhan program studi yang berkesinambungan.
