Back

Universitas Telogorejo Semarang

HomeAuthor: Universitas Telogorejo SemarangPage 9
UNTS Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universitas Negeri Surabaya
BeritaNews 08 Dec 2025

UNTS Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universitas Negeri Surabaya

Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) terus memperkuat jejaring dan kolaborasi antarperguruan tinggi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan naskah kerja sama antara UNTS dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Penandatanganan berlangsung dalam suasana penuh antusiasme, menandai komitmen kedua institusi dalam membangun kolaborasi yang saling menguatkan. Perjanjian kerja sama ini mencakup berbagai bidang, mulai dari pengembangan kurikulum, pertukaran dosen dan mahasiswa, kolaborasi riset, hingga pelaksanaan kegiatan akademik dan non-akademik yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, UNTS berharap dapat membuka peluang lebih luas bagi sivitas akademika untuk berinovasi dan mengembangkan kompetensi, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dengan UNESA juga menjadi langkah strategis bagi UNTS untuk memperluas jaringan mitra dan memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi kesehatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing nasional.

Dengan terjalinnya kemitraan ini, Universitas Telogorejo Semarang terus menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berdampak.

Dosen Universitas Telogorejo Semarang Raih Jabatan Fungsional Akademik Lektor Kepala
BeritaNews 08 Dec 2025

Dosen Universitas Telogorejo Semarang Raih Jabatan Fungsional Akademik Lektor Kepala

Universitas Telogorejo Semarang kembali menorehkan prestasi di bidang akademik melalui pencapaian salah satu dosen terbaiknya. Assoc. Prof. Ns. Sri Hartini, MA., M.Kep., Sp.Kep.An resmi meraih Jabatan Fungsional Akademik Lektor Kepala, sebuah jenjang bergengsi yang menunjukkan kompetensi, dedikasi, serta kontribusi dosen dalam dunia pendidikan tinggi dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen beliau dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kenaikan jabatan ini juga menjadi bukti kualitas SDM yang terus ditingkatkan oleh Universitas Telogorejo Semarang dalam upaya mewujudkan institusi pendidikan yang unggul dan berdaya saing.

Segenap Civitas Akademika Universitas Telogorejo Semarang menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Assoc. Prof. Ns. Sri Hartini, MA., M.Kep., Sp.Kep.An. Diharapkan capaian ini menjadi motivasi bagi para dosen lainnya untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan kampus.

Prestasi ini juga menjadi langkah penting bagi Universitas Telogorejo Semarang dalam memperkuat reputasinya sebagai perguruan tinggi kesehatan yang berkomitmen mencetak tenaga profesional dan akademisi berkualitas.

Universitas Telogorejo Semarang Umumkan Dosen Berprestasi Raih Jabatan Lektor Kepala
BeritaNews 05 Dec 2025

Universitas Telogorejo Semarang Umumkan Dosen Berprestasi Raih Jabatan Lektor Kepala

Universitas Telogorejo Semarang kembali menorehkan prestasi melalui salah satu dosen terbaiknya. Assoc. Prof. Dr. Bdn. Ellyzabeth Sukmawati, S.ST., M.Keb, dinyatakan lulus dan resmi menyandang Jabatan Fungsional Akademik Lektor Kepala, salah satu dosen terbaiknya. Assoc. Prof. Dr. Bdn. Ellyzabeth Sukmawati, S.ST., M.Keb, dinyatakan lulus dan resmi menyandang Jabatan Fungsional Akademik Lektor Kepala, universitas Telogorejo Semarang untssebuah jenjang akademik bergengsi yang menunjukkan peningkatan kompetensi dan kontribusi dalam dunia pendidikan tinggi. Gelaran jabatan ini menjadi pengakuan atas rekam jejak beliau dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat. Selama berkarier, Dr. Ellyzabeth dikenal aktif terlibat dalam peningkatan mutu proses pembelajaran, pengembangan kurikulum, serta kegiatan akademik lainnya di lingkungan kampus. Pencapaian ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Telogorejo Semarang dalam mendukung peningkatan karier para dosen, serta memperkuat kualitas akademik institusi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Universitas Telogorejo Semarang berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh dosen dan civitas akademika u.ntuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Fasilitas Laboratorium
Uncategorized 03 Dec 2025

Fasilitas Laboratorium

Laboratorium Keperawatan - Nursing Anne Simulator
Laboratorium Keperawatan
Laboratorium Farmasi
Laboratorium Fisioterapi
Laboratorium Fisioterapi
Laboratorium Kebidanan - Pantom Koken
Laboratorium Kebidanan
Perpustakaan
Pepustakaan
Laboratorium CBT ( Computer-Based Test )
Surveilen BAN-PT dalam Rangka Penyesuaian Akreditasi  Universitas Telogorejo Semarang
BeritaNews 03 Dec 2025

Surveilen BAN-PT dalam Rangka Penyesuaian Akreditasi Universitas Telogorejo Semarang

Semarang, 3 Desember 2025 — Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) melaksanakan kegiatan Surveilen BAN-PT sebagai bagian dari proses penyesuaian akreditasi institusi. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh pimpinan universitas, dekan, ketua program studi, dosen, tim penjaminan mutu serta tenaga pendidik. Surveilen ini bertujuan untuk memastikan bahwa UNTS secara konsisten memenuhi standar mutu perguruan tinggi sesuai ketentuan BAN-PT, sekaligus meninjau pengembangan terbaru yang telah dilakukan universitas dalam bidang akademik, tata kelola, dan layanan kemahasiswaan. Dalam kesempatan tersebut, tim asesor BAN-PT melakukan peninjauan terhadap dokumen-dokumen pendukung, pencapaian kinerja institusi, serta implementasi standar mutu di berbagai unit kerja. Selain itu, sesi diskusi bersama pimpinan universitas dan stakeholder internal dilakukan untuk memberikan klarifikasi dan memperkuat laporan kinerja UNTS. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata keseriusan UNTS dalam memperkuat tata kelola dan mutu institusi, sejalan dengan visi Universitas Telogorejo Semarang Menjadi Perguruan Tinggi yang Unggul, Berintegritas, Responsif, Adaptif, dan Inovatif dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia. Dengan terlaksananya surveilen BAN-PT ini, UNTS berharap dapat memperoleh hasil terbaik berupa penyesuaian akreditasi yang mendukung pengembangan institusi menuju kualitas pendidikan tinggi yang lebih maju dan berkelanjutan.
Pendidikan Profesi Apoteker
Uncategorized 02 Dec 2025

Pendidikan Profesi Apoteker

PROGRAM STUDI  PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER

Visi

Menjadi Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker berintegritas, responsif, adaptif, inovatif dan berdaya saing secara global, unggul dalam praktik kefarmasian dan mendukung budaya lokal untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan profesi apoteker yang berkualitas dengan keunggulan farmasi klinis dan komunitas didukung dengan pengembangan bahan alam, guna menghasilkan apoteker profesional dan berkarakter “I-CARE”.

  2. Mengembangkan ilmu dan praktik kefarmasian melalui penelitian farmasi sesuai perkembangan sains dan teknologi, dengan meningkatkan peran budaya lokal.

  3. Memberikan dampak peningkatan kualitas hidup manusia melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu dan praktik kefarmasian, dengan melibatkan budaya lokal.

  4. Memperkuat peran dan daya saing lulusan dengan keunggulan praktik kefarmasian dan mendukung budaya lokal, melalui pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.

  5. Menerapkan tata kelola program studi yang baik dan benar serta berkelanjutan melalui penguatan sumber daya.

PRESIM 2025: Pengalaman Internasional Mahasiswa Farmasi UT di Trinity University of Asia, Filipina
BeritaNews 30 Nov 2025

PRESIM 2025: Pengalaman Internasional Mahasiswa Farmasi UT di Trinity University of Asia, Filipina

Program Studi Farmasi Universitas Telogorejo Semarang mengikuti kegiatan PRESIM 2025 (Pharmacy Ready Student Immersion) yang diselenggarakan pada 25–27 November 2025 bertempat di Trinity University of Asia (TUA), Filipina. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran internasional bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan farmasi global, memahami keragaman budaya, hingga mengasah keterampilan praktis melalui kegiatan akademik dan non-akademik. Selama tiga hari, kegiatan berlangsung dengan rangkaian acara yang padat dan interaktif, mulai dari upacara pembukaan, pertunjukan budaya, kelas memasak, praktikum animal handling, kuliah internasional, hingga city tour ke destinasi bersejarah di Filipina. Keikutsertaan delegasi UNTS memperkuat komitmen universitas dalam mencetak lulusan farmasi yang kompeten dan berdaya saing internasional. Hari pertama diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung meriah pada 25 November. Delegasi Universitas Telogorejo Semarang disambut hangat oleh seluruh mahasiswa dan civitas Trinity University of Asia. Suasana semakin meriah dengan hadirnya drum band besar yang mengiringi kedatangan delegasi, menciptakan atmosfer penuh antusiasme. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti parade keliling kampus, yang dipimpin tim protokol TUA. Parade ini memperkenalkan area kampus sekaligus menjadi momen interaksi awal antar peserta dari berbagai negara. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan resmi dari Ketua Yayasan Trinity University of Asia, diikuti penghormatan terhadap lagu kebangsaan Filipina dan menyanyikan Hymne Pharmacy bersama seluruh delegasi. Sesi pembukaan ditutup dengan foto bersama menggunakan pakaian adat, di mana delegasi UNTS tampil memukau dengan busana adat Indonesia yang kaya warna dan makna. Culture Performance Masih di hari pertama, delegasi Universitas Telogorejo Semarang tampil pada sesi pertunjukan budaya. Mahasiswa UNTS mempersembahkan medley lagu-lagu daerah Indonesia, seperti Ampar-Ampar Pisang, Sinanggar Tulo, Kampuang Nan Jauh di Mato, Nyok Kita Nonton Ondel-Ondel, Manuk Dadali, serta beberapa lagu tradisional lainnya. Penampilan ini mendapat apresiasi besar dari peserta internasional karena memperlihatkan keragaman budaya Nusantara dalam satu sajian yang harmonis. Sebelum memasuki rangkaian culture performance, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang diadakan oleh panitia Trinity University of Asia. Sesi ini dirancang untuk mencairkan suasana sekaligus mempererat hubungan antar delegasi yang berasal dari tiga negara, yaitu Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Ice breaking dilakukan dengan permainan “sambung kata”, sebuah permainan yang menguji kekompakan dan kreativitas tim. Peserta dari masing-masing negara dibagi secara acak dan diminta bekerja sama untuk menyambung kata-kata yang diberikan menjadi rangkaian kalimat yang bermakna. Cooking Class: Memahami Tradisi Kuliner Filipina ada 26 November, kegiatan berlanjut ke sesi cooking class, yaitu kelas memasak makanan tradisional Filipina. Mahasiswa diperkenalkan dengan tiga hidangan khas, yakni:
  1. Arroz Caldo – bubur ayam dengan cita rasa khas Filipina, memadukan jahe, bawang putih, dan kaldu yang gurih.
  2. Turon – camilan manis berupa irisan pisang yang dibungkus kulit lumpia kemudian digoreng hingga renyah dan diberi lapisan gula karamel.
  3. Halo-Halo – hidangan penutup berupa es serut dengan campuran buah, kacang-kacangan, jeli, susu, dan gula.
Kegiatan memasak ini tidak hanya menjadi ajang belajar kuliner, tetapi juga sarana pertukaran budaya yang menyenangkan. Peserta saling bertukar cerita mengenai makanan khas negara masing-masing, sehingga tercipta interaksi positif dan keakraban antar delegasi. Animal Handling: Pembelajaran Farmakologi dengan Pendekatan Praktis Masih pada hari kedua, peserta melanjutkan kegiatan animal handling sebagai bagian dari pembelajaran farmakologi. Pada sesi ini, mahasiswa mempelajari teknik penanganan hewan uji berupa mencit, termasuk cara:
  • mengambil darah dari berbagai rute,
  • melakukan observasi tanda biologis, dan
  • melakukan penyuntikan secara intraperitoneal.
Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang penelitian preklinik, karena memberikan pengalaman langsung dengan standar laboratorium internasional. Peserta dari UNTS mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai etika penggunaan hewan uji, teknik handling yang benar, serta prinsip keselamatan laboratorium. Menjelang akhir hari kedua, kegiatan ditutup dengan International Lecture yang disampaikan oleh dosen UNTS, apt. Silvy Aldila, M.Farm. Beliau membawakan materi penelitian berjudul “Optimization of Sodium Alginate and Calcium Chloride; Nanogel of Celery.” Dalam sesi ini, apt. Silvy menjelaskan proses optimasi kombinasi sodium alginate dan calcium chloride dalam formulasi nanogel berbahan dasar seledri. Materi tersebut disambut antusias oleh peserta, karena mengangkat topik inovasi bahan alam yang sangat relevan dalam pengembangan obat. Diskusi berlangsung interaktif, dan banyak mahasiswa yang tertarik untuk mengetahui potensi lanjutan penelitian tersebut. Best National Costume: Apresiasi Atas Kekayaan Budaya Indonesia Pada 27 November, delegasi UNTS kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih penghargaan Best National Costume. Busana adat Indonesia—mulai dari adat Batak, Jawa, hingga NTT—yang dikenakan delegasi berhasil memukau para juri karena keindahan motif, kekayaan makna filosofis, serta cara penyajiannya yang elegan. Tidak hanya sekadar mengenakan pakaian adat, para mahasiswa UNTS juga mampu menampilkan kepercayaan diri, sikap hormat, dan pembawaan yang mencerminkan nilai budaya Indonesia sehingga menjadikan mereka layak mendapatkan penghargaan tersebut. Selain unggul dalam kategori kostum, PRESIM 2025 juga memberikan penghargaan Best Participant kepada salah satu delegasi UNTS. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap sikap aktif, keterlibatan penuh dalam setiap kegiatan, kemampuan berkomunikasi lintas budaya, serta kontribusi positif selama berlangsungnya program. Delegasi UNTS tersebut menunjukkan performa luar biasa, tidak hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga dalam berinteraksi, bekerja sama dengan peserta dari Filipina dan Vietnam, serta menjaga nama baik Indonesia di kancah internasional. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNTS mampu bersaing dan tampil unggul dalam forum internasional. Closing Ceremony & City Tour: Menggali Sejarah Filipina Kegiatan PRESIM 2025 diakhiri dengan closing ceremony dan dilanjutkan dengan city tour ke berbagai titik bersejarah di Filipina. Peserta diajak mengunjungi (a) Museum Rizal, yang menampilkan kisah hidup dan perjuangan Jose Rizal, pahlawan nasional Filipina; (b) Katedral tua di pusat kota, sebagai salah satu ikon arsitektur colonial, dan (c) Mall of Asia, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Asia. Melalui city tour ini, mahasiswa mendapatkan peluang untuk memahami sejarah, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Filipina secara lebih dekat. Penutup Keikutsertaan Universitas Telogorejo Semarang dalam PRESIM 2025 pada 25–27 November di Trinity University of Asia merupakan pengalaman berharga yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa, baik dari segi akademik maupun personal. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, mahasiswa tidak hanya memperkuat kemampuan praktis dan teoritis dalam bidang farmasi, tetapi juga memperluas wawasan internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi antarbudaya, serta mempererat hubungan persahabatan lintas negara. Program ini sekaligus memperkokoh posisi UNTS sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen terhadap internasionalisasi dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing global, serta siap menghadapi tantangan dunia profesional farmasi.  
Seminar Series Farmasi: Pendekatan Terpadu dalam Pharmaceutical Care Infeksi Cacing dan Inovasi Terapi Cacing Berbasis Bahan Alam
BeritaNews 29 Nov 2025

Seminar Series Farmasi: Pendekatan Terpadu dalam Pharmaceutical Care Infeksi Cacing dan Inovasi Terapi Cacing Berbasis Bahan Alam

Program Studi Farmasi Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan kegiatan Seminar Series Farmasi dengan tema “Pendekatan Terpadu dalam Pharmaceutical Care Infeksi Cacing dan Inovasi Terapi Cacing Berbasis Bahan Alam.” Kegiatan ini menjadi wadah ilmiah untuk memperkuat pemahaman mahasiswa dan tenaga kesehatan mengenai infeksi cacing, penatalaksanaan terapeutik yang rasional, serta pengembangan terapi berbasis bahan alam sebagai alternatif yang potensial. Seminar ini dilaksanakan pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh total 409 peserta, baik secara luring di Auditorium Universitas Telogorejo Semarang maupun daring melalui zoom meeting. Seminar tidak hanya dihadiri oleh sivitas akademika Universitas Telogorejo Semarang, tetapi juga peserta dari berbagai perguruan tinggi luar, seperti UNIKAL, UNIKA, STIFERA, dan STIFAR Yayasan Pharmasi Semarang. Kehadiran peserta lintas institusi ini mencerminkan tingginya perhatian terhadap isu infeksi cacing dan inovasi terapi antelmintik. Untuk memperluas jangkauan publikasi dan manfaat kegiatan, panitia juga menjalin kerja sama dengan beberapa universitas, yaitu Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA). Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong penyebaran informasi ilmiah yang lebih luas sekaligus mempererat jejaring akademik di bidang farmasi dan kesehatan.  

Sambutan Pembuka

Pada sesi pembukaan, sambutan yang semula dijadwalkan disampaikan oleh Rektor Universitas Telogorejo Semarang tidak dapat terlaksana karena beliau berhalangan hadir. Sambutan kemudian digantikan oleh Dekan Universitas Telogorejo, yaitu Ibu Ns. Sri Puguh Kristiyawati, M.Kep., Sp.MB. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini dan menekankan pentingnya kolaborasi antara ilmu klinik, farmasi, dan penelitian bahan alam dalam menjawab persoalan infeksi cacing yang masih banyak dijumpai di masyarakat. Beliau juga berharap kegiatan ini mampu memperkaya wawasan peserta sekaligus mendorong kontribusi nyata farmasis dalam pelayanan kesehatan berbasis bukti.  

Sesi Pertama: Penguatan Pemahaman Klinis dan Farmakoterapi

Sesi pertama menghadirkan dua narasumber yang membahas aspek klinis serta pendekatan farmakoterapi dalam penanganan infeksi cacing.
  1. Andre Damardana Tahitoe, Sp.PD, FINASIM, AIFO-K – Patofisiologi dan Manifestasi Klinis Infeksi Cacing pada Tubuh Manusia
Andre memaparkan secara komprehensif mengenai patofisiologi serta manifestasi klinis dari berbagai jenis infeksi cacing pada manusia. Beliau menjelaskan bahwa infeksi cacing dapat disebabkan oleh beragam spesies, dengan gejala yang tidak selalu terbatas pada gangguan saluran cerna. Pada bagian penutup, beliau menegaskan bahwa infeksi cacing, termasuk infeksi multipel, masih ditemukan di masyarakat dan perlu mendapat perhatian serius. Untuk mencapai target pengendalian penyakit, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan melalui penjagaan higienitas dan sanitasi lingkungan. Kasus-kasus infeksi cacing dapat dicegah dengan pola hidup bersih dan sehat agar tidak terjadi infeksi ulang. dr. Andre juga mengingatkan bahwa infeksi cacing bukan hanya menimbulkan keluhan perut, tetapi dapat menyebabkan komplikasi berat seperti meningitis, radang otak, serta sekuela yang berkelanjutan. Dengan demikian, infeksi cacing dapat menjadi kondisi berbahaya jika tidak ditangani secara tepat.
  1. Yovita Dwi Arini, M.Sc – Pendekatan Farmakoterapi dalam Penatalaksanaan Infeksi Cacing: Kombinasi, Dosis Optimal, dan Resistensi Obat
apt. Yovita menjelaskan strategi farmakoterapi yang rasional dalam penatalaksanaan infeksi cacing, termasuk pilihan obat, kombinasi terapi, pertimbangan dosis optimal, durasi, serta frekuensi penggunaan yang tepat. Beliau menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap resistensi obat akibat penggunaan yang tidak sesuai aturan. Beliau menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih baik dibandingkan pengobatan. Peserta diingatkan untuk selalu memastikan bahwa obat antelmintik digunakan sesuai dosis, durasi, frekuensi, dan indikasi yang tepat. Penggunaan obat yang tidak rasional berisiko meningkatkan kejadian resistensi, baik pada pasien maupun di lingkungan sekitarnya. Dalam konteks ini, peran apoteker sangat penting untuk memastikan terapi diberikan secara benar, terutama pada penyakit tropis, melalui pendekatan pelayanan farmasi yang terintegrasi.  

Sesi Kedua: Farmakoepidemiologi dan Inovasi Berbasis Bahan Alam

Sesi kedua melanjutkan pembahasan dari perspektif populasi dan pengembangan terapi alternatif, dengan dua narasumber ahli.
  1. Pramitha Esha Nirmala Dewi, M.Sc, Ph.D – Tinjauan Farmakoepidemiologi terhadap Penggunaan Obat Anthelmintik: Pola, Efektivitas, dan Tantangan Resistensi di Populasi
apt. Pramitha menyampaikan bahwa prevalensi penyakit akibat infeksi helminth masih tinggi di Asia Tenggara. Obat antelmintik tetap menjadi pilihan utama terapi dalam penanganan kondisi ini, namun efektivitasnya perlu terus dievaluasi melalui kajian farmakoepidemiologi. Beliau menekankan bahwa tenaga kesehatan mempunyai peran penting dalam memantau keberhasilan terapi di tingkat populasi. Fokus utama meliputi evaluasi efek samping, tingkat   keparahan pasien, pola penggunaan obat, serta efektivitas terapi yang dihasilkan. Upaya ini menjadi kewajiban baik bagi praktisi maupun akademisi, terutama karena Indonesia termasuk salah satu negara dengan kasus tinggi di kawasan Asia Tenggara. Beliau berharap penelitian dan pengembangan terkait terapi antelmintik terus dilakukan secara berkelanjutan.
  1. Madyo Adrianto, M.Farm – Potensi Bahan Alam sebagai Alternatif atau Pendukung Terapi Anthelmintik: Bukti Ilmiah dan Arah Pengembangan
Sebagai narasumber terakhir, Apt. Madyo memaparkan peluang besar pengembangan bahan alam sebagai alternatif ataupun pendukung terapi antelmintik. Beliau menjelaskan bahwa berbagai tanaman, khususnya yang mengandung minyak atsiri, berpotensi dikembangkan menjadi terapi antelmintik yang efektif berdasarkan bukti ilmiah. Beliau menegaskan bahwa sebagai seorang farmasis, penting untuk terus mengembangkan senyawa aktif dari tanaman sebagai sumber obat antelmintik yang lebih aman dan terjangkau. Potensi ini sangat relevan untuk wilayah pedesaan yang kaya keanekaragaman hayati, sehingga pengembangannya dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penutup

Seminar Series Farmasi ini memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai infeksi cacing, mulai dari aspek klinis, farmakoterapi rasional, kajian populasi, hingga inovasi terapi berbahan alam. Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap isu kesehatan tropis dan peran strategis farmasis dalam pelayanan kesehatan. Melalui seminar ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap peserta tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga terdorong untuk menerapkan prinsip pelayanan pharmaceutical care yang tepat serta aktif mendukung riset pengembangan terapi antelmintik berbasis bahan alam di masa mendatang.