Back

Artikel

HomeArtikelPage 10
Manfaat Air Kelapa Bagi Ibu Hamil, Benarkah Bikin Kulit Bayi Bersih dan Putih?
Artikel 05 Apr 2019

Manfaat Air Kelapa Bagi Ibu Hamil, Benarkah Bikin Kulit Bayi Bersih dan Putih?

Oleh: Maya Cobalt Angio S, Dosen STIKES Telogorejo Semarang

Pasti Anda pernah mendengar salah satu manfaat air kelapa bagi ibu hamil yaitu membuat kulit bayi menjadi bersih dan putih. Pernyataan tersebut bisa saja hanya sebuah mitos atau mungkin benar adanya. Berikut akan dibahas mengenai manfaat air kelapa bagi ibu hamil.

Pertama, air kelapa membantu fungsi ginjal dengan mencegah terjadinya infeksi saluran kencing. Air kelapa bekerja seperti obat diuretik yang membantu mempercepat ibu hamil membuang air kencing. Dengan sering membuang air kencing, maka akan terhindar dari infeksi saluran kencing.

Kedua, air kelapa berfungsi sebagai sumber elektrolit tubuh. Kejadian mual muntah yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil di pagi hari dapat menyebabkan berkurangnya elektrolit didalam tubuh. Selanjutnya kondisi tersebut dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi.

Ketiga, air kelapa membantu memperlancar sirkulasi darah. Air kelapa banyak mengandung kalium yang berperan dalam pompa jantung. Dengan demikian, sirkulasi darah dari jantung ke seluruh tubuh juga akan mensuplai janin Anda.

Keempat, air kelapa membantu mengembalikan stamina tubuh. Air kelapa mengandung glukosa yang berperan sebagai sumber energi. Sehingga dengan cukupnya asupan glukosa, maka tubuh dapat melakukan aktivitas sehari – hari dengan maksimal.

Meskipun air kelapa memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil, namun sebaiknya sebelum mengkonsumsi Anda harus berkonsultasi dengan dokter kandungan. Semoga bermanfaat, ya! (*)

Sumber :http://jateng.tribunnews.com/2019/03/21/manfaat-air-kelapa-bagi-ibu-hamil-benarkah-bikin-kulit-bayi-bersih-dan-putih.

Cegah Diabetes Melitus Dengan Perilaku Hidup Sehat
Artikel 12 Mar 2019

Cegah Diabetes Melitus Dengan Perilaku Hidup Sehat

Oleh Ns. Ismonah, M.Kep, Sp. MB
Dosen STIKES Telogorejo Semarang

Penyakit Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang menyebabkan kematian terbesar di dunia. Data terbaru WHO bahwa Indonesia menduduki peringkat keempat terbesar dalam jumlah penyandang DM di dunia, setelah India, Cina, dan Amerika Serikat. Gaya dan pola hidup yang tidak sehat saat ini menjadi faktor risiko utama meningkatnya angka kejadian DM.

Langkah utama pencegahan dan pengendalian DM, saat ini masih difokuskan pada pemahaman dan pencegahan faktor risiko DM.

Pemahaman terkait faktor risiko DM sangat dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif, karena masih banyak yang menganggap bahwa riwayat keluarga dengan DM menjadi faktor yang pasti menentukan seseorang mengalami DM.

Faktor risiko terpenting yang dapat dimodifikasi untuk mengurangi risiko DM, adalah berkaitan dengan gaya dan pola hidup.

Gaya hidup tidak sehat yang dimaksud adalah jarang beraktivitas atau olah raga secara rutin, kebiasaan merokok, mengonsumsi makanan yang berlebihan dan obesitas.

Himbauan  dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam pencegahan DM adalah membentuk upaya-upaya pengendalian DM.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menghimbau untuk selalu melakukan aksi CERDIK, yaitu; Cek kesehatan secara teratur untuk mengontrol berat badan, Enyahkan asap rokok dan jangan merokok, Rajin melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, Diet yang seimbang dan menekan konsumsi sumber karbohidrat (gula), Istirahat yang cukup, serta Kendalikan stres dengan baik.

Tentunya upaya ini tidak luput dari kesadaran kita semua untuk bisa menerapkan gaya hidup sehat agar dapat menurunkan risiko Diabetes Melitus.

Selain itu pengendalian DM juga dilaksanakan secara terintegrasi dalam program pengendalian penyakit tidak menular, dengan penerapan program PATUH, yaitu PERIKSA kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, ATASI penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, TETAP diet sehat dengan gizi seimbang, UPAYAKAN beraktivitas fisik secara aman, HINDARI rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya.

Sedangkan bagi penyandang DM, beberapa tindakan yang bisa dilakukan guna mencegah terjadinya komplikasi DM, adalah dengan melaksanakan pilar penatalaksnaaan DM, meliputi  pengontrolan kadar gula darah secara teratur dengan mengecek gula darah secara periodik, melakukan pengaturan pola makan dengan tepat dan memperhatikan diet yang dianjurkan; melakukan olah raga secara rutin dengan jenis dan ritme serta durasi yang teratur; minum obat yang dianjurkan secara teratur; melakukan pengontrolan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala; pengelolaan stres dengan baik; memperhatikan pola tidur dan istirahat, serta pembatasan aktivitas fisik yang berlebihan. Dengan pengendalian yang baik, menjaga kadar gula darah berada dalam kategori normal, maka komplikasi akibat DM dapat dicegah.

Mari berperilaku hidup sehat, agar terhindar dari penyakit DM, dan bagi yang sudah menderita DM untuk tetap melakukan perawatan dan pengelolaan dengan baik agar tercegah dari berbagai komplikasi, sehingga tetap mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik dan senantiasa produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.(*)



Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/03/08/cegah-diabetes-melitus-dengan-perilaku-hidup-sehat.

Kenali Delirium: Penyebab, Dampak, dan Pencegahannya
Artikel 04 Mar 2019

Kenali Delirium: Penyebab, Dampak, dan Pencegahannya

Oleh Arlies Zenitha Victoria
Dosen STIKES Telogorejo Semarang

Delirium. Tidak banyak orang mengenal istilah tersebut, namun kondisi ini sangat rentan terjadi pada setiap pasien yang dirawat inap di Rumah Sakit.

Delirium merupakan kondisi yang cukup umum ditemui, khususnya pada penderita usia lanjut yang dirawat di rumah sakit.

Delirium adalah keadaan yang yang bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak, dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berfikir secara jernih.Prevalensi kejadian delirium saat ini berada di kisaran 23% untuk pasien rawat inap.

Faktor resiko penyebab delirium pada pasien rawat inap digolongkan dalam 2 jenis, yaitu faktor pendukung dan faktor pencetus

Faktor pendukung yang menyebabkan delirium biasanya disebabkan karena adanya gangguan otak organik, seperti demensia (pikun), stroke, penyakit parkinson, usia lanjut, gangguan sensorik, dan gangguan multipel.

Sementara itu, faktor pencetus delirium yang sering ditemui antara lain penggunaan obat lebih, infeksi, kurang cairan, keterbatasann gerak atau aktivitas, malnutrisi, dan pemakaian selang urine.

Delirium dapat diawali dengan berbagai gejala, dan kasus yang ringan mungkin sulit untuk dikenali.

Tingkah laku seseorang yang mengalami delirium bervariasi, tetapi kira-kira sama seperti orang yang sedang mengalami mabuk berat.

Ciri utama dari delirium adalah tidak mampu memusatkan perhatian, penderita tidak dapat berkonsentrasi, sehingga mereka memiliki kesulitan dalam mengolah informasi yang baru dan tidak dapat mengingat peristiwa yang baru saja terjadi.

Hampir semua penderita mengalami disorientasi waktu dan bingung dengan tempat dimana mereka berada.

Fikiran mereka kacau, mengigau dan terjadi inkoherensia. Pada kasus yang berat, penderita tidak mengetahui diri mereka sendiri.

Beberapa penderita mengalami paranoia dan delusi (percaya bahwa sedang terjadi hal-hal yang aneh).

Sindrom delirium mempunyai dampak buruk, diantaranya adalah pemanjangan masa perawatan di RS, hingga beresiko kematian.

Hampir setengah pasien delirium keluar dari kondisi rawatan akut rumah sakit dengan gejala persisten dan 20-40% diantaranya masih mengalami delirium hingga 12 bulan keluar dari rumah sakit.

Pencegahan delirium dapat dilakukan dengan menghindari berbagai faktor risiko yang meningkatkan risiko delirium.

Orang berusia lanjut (di atas 60 tahun) memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami delirium.Hindari penggunaan obat yang meningkatkan risiko deliritum, seperti ranitidin, digoksin, ciprofloxacin, kodein, amitriptilin (antidepresan), benzodiazepine.

Selain itu, beberapa latihan dapat dilakukan untuk menghindari delirium, seperti latihan rentang gerak, stimulasi pengihatan & pendengaran, latih kemampuan kognitif, dan selalu orientasikan pasien atau keluarga yang sakit terhadap orang, tempat, dan waktu. (*)

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/01/31/kenali-delirium-penyebab-dampak-dan-pencegahannya?page=2.

Pengaruh Tumbuh Kembang Terhadap Kasus LGBT
Artikel 25 Feb 2019

Pengaruh Tumbuh Kembang Terhadap Kasus LGBT

Oleh Ni Made Ayu Wulan Sari
Dosen STIKES Telogorejo Semarang

LGBT (Lesbian, gay, bisexual dan transgender) merupakan fenomena yang terjadi di Indonesia pada saat ini. Hal tersebut tidak hanya berdampak secara fisik tetapi juga secara psikis/ mental, baik bagi individu yang mengalaminya maupun bagi anggota keluarga maupun masyarakat disekitarnya.

LGBT dianggap sebagai penyimpangan sosial yang akan berdampak buruk bagi penerus bangsa. Negara Amerika Serikat telah melegalkan LGBT dengan mengijinkan pernikahan sesama jenis. Pelegalan tersebut menimbulkan kontroversi baik secara hukum maupun agama (Suherry, dkk., 2016).

Era globalisasi menyebabkan kehidupan dan dinamika kehidupan masyarakat modern mengalami perubahan yang berdampak positif maupun negatif. Fenomena LGBT juga terjadi di Indonesia.

Awal mula LGBT menurut laporan pertemuan LGBT di Bali 13-14 Juni tahun 2013 dengan judul Hidup Sebagai LGBT di Asia: Laporan Nasional Indonesia; Tinjauan dan Analisa Partisipatif tentang Lingkungan Hukum dan Sosial bagi orang dan Masyarakat Madani Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) menjelaskan pada akhir tahun 1960-an dengan didirikan Himpunan Wadam Djakarta (Hiward) oleh Gubernur DKI Jakarta, Jenderal Marinir Ali Sadikin. Pada tahun 1982 kalangan pria homoseksual merintis usaha pengorganisasian dengan mendirikan Lambda Indonesia (Oetomo, 2013). 

Fenomena LGBT di Indonesia diatas, menimbulkan pertanyaan mengenai pengelompokan LGBT. LGBT berdasarkan kelompoknya yaitu, kelompok pertama, lesbian yang dapat diartikan sebagai golongan indvidu yang dilahirkan secara biologis sebagai wanita, namun tertarik kepada wanita yang lain dari segi kecenderungan perasaannya maupun keinginan seksualnya.

Kelompok dua, gay adalah golongan yang dilahirkan secara biologis sebagai laki-laki, namun tertarik kepada sesame laki-laki yang lain. Bbaik dari segi kecenderungan perasaannya maupun keinginan seksualnya. 

Kelompok ketiga, biseksual adalah seseorang yang mempunyai kecenderungan untuk tertarik kepada laki-laki maupun perempuan pada saat bersamaan. Sehingga kaum biseksual dapat menjalankan aktivitas seksual dengan dua orang yang berlainan kelamin tanpa merasa risih dan terganggu dengan indentitasnya.

Kelompok empat, transgender berbeda dengan golongan gay, lesbian dan biseksual. Golongan transgender tidak berorientasi pada dominasi kecenderungan perasaan maupun seksual pada sesama jenis, melainkan lebih kepada aspek identitas diri (Nugraha, 2017).

LGBT dapat terjadi apabila memahami tumbuh kembang manusia yang dipengaruhi oleh seksualitas, hal ini karena seksualitas merupakan dorongan utama dalam kehidupan manusia (Noviandy, 2012). Tetapi fenomena LGBT tidak sepenuhnya terjadi karna gangguan pada tumbuh kembang seksualitas.

Hal ini karena LGBT dipengaruhi faktor-faktor lain yaitu faktor prinsip hidup, faktor lingkungan, faktor kebebasan seksual, faktor genetik, faktor hormon dan faktor ketidakpuasan seks dengan pasangan, sehingga LGBT bukan suatu kelaian merupakan aktivitas manusia secara psikologis bersifat wajar.

Hal tersebut didukung Drescher (2015), awalnya homoseksual dianggap bukanlah sesuatu gangguan penyakit pada kesehatan jiwa. Hal ini didasari oleh pernyataan Freud yang menyatakan bahwa perilaku homoseksual disebabkan oleh  adanya sesuatu yang terperangkap pada saat tahap perkembangan psikoseksual (tumbuh kembang seksualitas). Orang yang mengalami homoseksual tidak mengalami penurunan pada fisik sehingga tidak diklasifikasikan pada penyakit.

Tetapi pada tahun 1939, generasi psikoanalisis melihat homoseksual sebagai suatu penyakit. Pandangan ini berdasarkan teori Sandor Rado. Rado menyatakan bahwa didunia ini tidak ada biseksual dan homoseksual tetapi yang ada adalah heteroseksual. Seseorang dapat menjadi homoseksual dikarenakan ketidakadekuatan pola asuh orang tua.

Hal ini juga dijelaskan Bennett dan Douglas (2013) menjelaskan terjadinya LGBT. Menurutnya, LGBT terjadi karena adanya gangguan pada tahap adolescence yaitu saat identity versus role confusion. Pada tahap ini seseorang mengembangkan kesadaran identitasnya secara individu dan anggota dari kelompok masyarakat. seseorang akan menyadari bahwa dia LGBT pada tahap ini.

Pembentukan seseorang menjadi LGBT terjadi pada tahap initiative versus guilt saat umur 3-6 tahun. Pada tahap ini tugasnya adalah mengembangkan ketegasan interaksi dengan seseorang di lingkungan. Dampak tugas perkembangan yang tidak terlaksana low esteem, kesalahan perilaku seksual atau penegasan identitas LGBT.

LGBT di Indonesia menurut Saleh dan Arif, (2018), semua agama memandang bahwa LGBT adalah perilaku seksual yang menyimpang dan tidak dapat diterima seluruh agama yang ada khususnya Indonesia. Hal tersebut menyebabkan munculnya dampak sosial yang negatif di masyarakat yaitu munculnya berbagai penyakit kelamin maupun psikis/mental.

Menurut Russell dan Patrick (2018), terdapat 2 faktor yang dapat memperparah terjadinya masalah mental pada LGBT terutama remaja. Pertama faktor universal seperti konflik keluarga, penganiayaan, penggunaan narkoba dan pelecehan sexual. Kedua adalah faktor spesifik seperti stigma, diskriminasi, serta stres sehari-hari.

LGBT dapat terjadi, salah satu penyebabnya adalah masalah yang menghambat pada saat tumbuh kembang sehingga pentingnya orang tua untuk memaham ibagaimana cara mendidik anak secara dini. Selain itu, pentingnya memilih lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang anak.(*)

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/02/01/pengaruh-tumbuh-kembang-terhadap-kasus-lgbt?page=all.

Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan Pendekatan Keluarga
Artikel 10 Feb 2019

Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan Pendekatan Keluarga

Asti Nuraeni/ Community Health Nursing
Dosen STIKES Telogorejo Semarang

GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) merupakan tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat guna meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melakukan aktivitas fisik, makan sayur dan buah, cek kesehatan secara rutin, tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol, membersihkan lingkungan tempat tinggal dan menggunakan jamban.

Germas dilakukan oleh setiap individu dalam keluarga di lingkungan masyarakat dengan cara melakukan praktek pola hidup sehari-hari. Dalam program ini, pemerintah berperan sebagai penyedia layanan/ sarana dan prasarana kesehatan sekaligus menggerakkan institusi dan organisasi masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang sehat.

Terlaksananya gerakan masyarakat hidup sehat agar sesuai indikator dapat kita evaluasi di setiap keluarga dengan cara pendekatan keluarga. Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga.

Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung, melainkan juga keluar gedung dengan mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya. Keluarga sebagai fokus dalam pendekatan pelaksanaan program Indonesia Sehat karena menurut Friedman (1998), terdapat lima fungsi keluarga.

Pertama, fungsi afektif (The Affective Function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga.

Kedua adalah fungsi sosialisasi yaitu proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu yang menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam lingkungan sosialnya. Sosialisasi dimulai sejak lahir. Fungsi ini berguna untuk membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan dan meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.

Ketiga adalah fungsi reproduksi (The Reproduction Function) adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga. Keempat adalah fungsi ekonomi (The Economic Function) yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Terakhir, fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan (The Health Care Function) untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas yang tinggi. Fungsi ini dikembangkan menjadi tugas keluarga di bidang kesehatan.

Sedangkan tugas-tugas keluarga dalam pemeliharaan kesehatan adalah mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggota keluarganya, mengambil keputusan untuk tindakan kesehatan yang tepat, memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit, mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan untuk kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarganya, mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan fasilitas kesehatan.

Pendekatan keluarga salah satu kegiatan kunjungan rumah yang dilakukan kader germas untuk menilai apakah setiap keluarga dalam 1 bulan terakhir melakukan aktifitas fisik, makan buah dan sayur serta cek kesehatan berkala. Kunjungan rumah yang dilakukan digunakan dalam memonitoring terlaksananya Germas selama 1 bulan.

Peran serta anggota masyarakat dan tokoh masyarakat yang ada juga merupakan kunci keberhasilan program ini sehingga pemberdayaan masyarakat diperlukan. Salah satu yang sudah dilakukan oleh STIKES Telogorejo adalah memberikan pelatihan kepada kader Germas dalam monitoring dan evaluasi kegiatan Germas.

Langkah yang dilakukan pertama kali adalah kegiatan sosialisasi yang kemudian kegiatan berikutnya adalah pelatihan kader germas. Hasil akhir pelatihan kader melakukan kunjungan rumah dengan melakukan monitoring evaluasi kegiatan germas yang sudah dilakukan keluarga selama 1 bulan terakhir.

Hasil yang dilakukan kader germas ini dapat menumbuhkan gerakan hidup sehat sehingga tujuan akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Akhirnya pendekatan keluarga salah satu upaya yang efektif dalam membiaakn masyarakat untuk hidup sehat. (*)

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/01/24/germas-atau-gerakan-masyarakat-hidup-sehat-dengan-pendekatan-keluarga.

Lotus Birth, Metode Melahirkan yang Mulai Dilirik Ibu-Ibu Hamil
Artikel 04 Feb 2019

Lotus Birth, Metode Melahirkan yang Mulai Dilirik Ibu-Ibu Hamil

Oleh Kristina Maharani
Dosen STIKES Telogorejo Semarang

MELAHIRKAN dengan metode lotus birth mulai di lirik ibu-ibu hamil karena dianggap lebih alami dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi. Namun secara ilmu kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversi karena belum terbukti secara ilmiah.

Kelahiran Lotus jarang dipraktekkan di rumah sakit, tetapi lebih sering terjadi di pusat-pusat kelahiran dan kelahiran di rumah. Di dunia  kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversial dan belum ada penelitiannya secara ilmiah.

Metode lotus birth dapat menambah kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, nutrisi dan antibodi.

Metode ini diyakini dapat menambah kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, makanan dan antibodi. Plasenta bisa memproduksi antibodi hanya bila masih berada di dalam tubuh ibu.

Secara persalinan normal, ketika bayi baru lahir maka tali pusar langsung diklem (dijepit) dan dipotong, sehingga terpisah dari plasenta atau ari-ari. Bila melahirkan dengan metode lotus birth, tali pusar tidak akan diklem sehingga masih ada hubungan antara plasenta dan bayi.

Plasenta dibiarkan terhubung dengan bayi hingga akhirnya kering dan puput (terlepas) dengan sendirinya dalam 3-4 hari. Kelebihan cairan yang keluar dari plasenta, yang kemudian ditempatkan dalam sebuah mangkuk terbuka atau dibungkus kain permeabel dan disimpan di dekat bayi yang baru lahir.

Air dialirkan di sekitar plasenta untuk mengeringkannya, dan untuk menghindari berbau busuk yang terjadi. Biasanya untuk menghilangkan bau, plasenta yang sudah ditempatkan di dalam baskom atau mangkok besar dibiarkan kering dan diberi garam, bunga atau rempah-rempah yang mengeluarkan wewangian seperti lavender herbal, bubuk, seperti goldenseal atau neem.

Pemberian tersebut diharapkan untuk mempercepat pengeringan, untuk menetralkan bau dekomposisi, dan sifat antibakteri.

Budaya Lotus Birth sudah lama dilakukan di  Tibet dan Zen Buddhisme untuk menggambarkan para guru spiritual seperti Buddha Gautama dan Padmasambhava (Lien-hua Sen). Kepercayaan ini menganalogkan mereka masuk ke dunia secara utuh sebagai anak-anak kudus.

Referensi untuk kelahiran itu juga  ditemukan dalam Hinduisme termasuk di daerah Bali atau suku Aborigin seperti kung, misalnya dalam kisah kelahiran Wisnu.

Praktek kesehatan ini pertama kali di dunia Barat dipopulerkan oleh  Jeannine Parvati Baker, penulis buku pertama tentang yoga prenatal di prenatal yoga in the West, Prenatal Yoga & Natural Childbirth. Buku itu menggambarkan pengalaman persalinannya sendiri sebanyak dua kali.

Proses persalinan tersebut diilhami nilai yoga ahimsa serta yoga pengajaran inti yang melekat dalam proses ikatan primal.

Manfaat penundaan pemotongan tali pusat dalam penelitian yang dilakukan di Swedia  terhadap 400 bayi diperoleh hasil bayi-bayi yang tali pusatnya ditunda dipotong selama 3 menit memiliki kadar zat besi lebih tinggi di usia empat bulan dibandingkan dengan bayi yang tali pusatnya langsung dipotong beberapa detik pasca lahir.

Penelitian yang dimuat dalam British Medical Journal itu menyebutkan penundaan memotong tali pusat bayi selama 3 menit cukup efektif untuk mencegah anemia. Penundaan memotong tali pusat pun seharusnya dipertimbangkan sebagai standar dalam kelahiran cukup bulan.

Analisis menemukan bahwa bayi yang baru lahir pada kelompok penundaan-klem memiliki lebih besar  zat besi dalam darah mereka. Jumlah zat besi dalam darah saat lahir dapat mempengaruhi kesehatan, terutama risiko seorang bayi untuk anemia pada bulan-bulan pertama kehidupan.

Namun, studi ini juga menemukan bahwa bayi dalam kelompok tertunda-klem lebih rentan terhadap penyakit kuning. Banyak bayi mendapatkan bentuk ringan dari penyakit kuning saat lahir karena hati belum matang dan tidak bisa memproses bilirubin.

Hanya karena tali pusat telah berhenti berdenyut  tidak berarti tali pusat menjadi tidak berguna lagi. Ada yang masih mengalir ke dalam darah bayi. Setelah mencapai volume darah optimal pada bayi, sisa dari jaringan akan menutup secara aktif.

Penutupan semua jaringan TIDAK terjadi ketika tali pusat tampak berhenti berdenyut. Tali pusat dapat terus berdenyut sekitar 2 hingga 3 jam.(*)


Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/01/17/lotus-birth-metode-melahirkan-yang-mulai-dilirik-ibu-ibu-hamil?page=all

Fenomena Melambungnya Harga Ciplukan
Artikel 14 Jan 2019

Fenomena Melambungnya Harga Ciplukan

Oleh Novita Dwi Dahliyanti
Dosen STIKES Telogorejo Semarang

Siapa yang menyangka, ciplukan yang dulu keberadaan tak bernilai sekarang menjadi  barang premium yang cukup tinggi diburu banyak orang untuk mendapatkanya.

Pada era tahun 90an, ciplukan ini masih banyak kita jumpai menjadi  mainan  anak-anak ataupun terkadang  menjadi cemilan mereka yang sedang asyik bermain di sawah, dipinggir jalan maupun di pelataran rumah, bahkan para petani masih banyak mengganggapnya sekedar hama.

Ciplukan merupakan tanaman semak liar yang terutama banyak dapat dijumpai di daerah dataran rendah dan agak lembab. Sekarang tak jarang kita dapat melihat ciplukan ini dipajang untuk dijual dimall, disupermakat maupun di pasar buah dengan harga yang fantastis, berkisar Rp 300 ribu-500 ribu per kilonya.

Ciplukan sebutan tanaman ini oleh jawa, cecendet oleh orang Sunda dan lelentokan oleh orang Minahasa. Ciplukan atau dalam bahas latin Physalis angulata L. buah asli Benua Amerika dan sekarang tersebar luas di negara-negara berilkim tropis, salah satunya Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu negara  tropis,sehingga memiliki dua musim saja yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Karakteristik iklim tropis inilah sehingga Indonesia memiliki hujan sepanjang tahun, yang artinya hujan dapat sewaktu-waktu turun di setiap tahunya walaupun pada musin kemarau sekalipun.

Selain memiliki iklim tropis, Indonesia juga terletak di garis khatulistiwa, sehinggan berdampak Indonesia mendapatkan suplai sinar matahari yang konstan. Dari hal tersebutlah di Indonesia dapat banyak dijumpai hutan rimba yang lebat dengan banyaknya tumbuh tanaman-tanaman.

Hasil penelitian amelilinda dkk (UGM) menyebutkan ciplukan disinyalir mengandung senyawa fisalin sebagai anti kanker yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Hasil beberapa penelitian lain juga  menyebutkan kandungan ciplukan juga banyak mengandung senyawa seperti asam sitart, asam malat, asam askorbat, tannin, kriptoxantin, glukosa fisalin, lipid, mineral dan vitamin.

Senyawa-senyawa inilah yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita, antara lain untuk menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah tinggi, sakit jantung, stroke menjaga kestabilan gula darah penderita diabetes dan bahkan dapat menambah kecerdasan pada anak. Masyarakat pedasaan di Negara Peru menggunakan daun ciplukan ini untuk penyakit hati, malaria dan hepatitis.

Sedangkan masyarakat di Amazon menggunakan jus ciplukan ini sebagai obat alami untuk penenang, meredakan sakit telinga maupun anti rematik. Bahkan masyarakat di Negara Afrika Barat mempercayai ciplukan dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit kanker. Merujuk pada tulisan Muhammad arief dihalaman mediskus.com, menyebut bahwa buah ciplukan dapat dikonsumsi langsung sebanyak 5-10 butir tiap harinya.

Sedangkan untuk daunnya dapat dibuat ramuan dengan cara merebus 15-20 lembar ke dalam 3 gelas air, rebus hingga tersisa 1 gelas air, kemudian saring dan dapat diminum sehari sekali. Setelah banyak orang mengetahui fakta manfaat ciplukan ini, sehingga menyebabkan  harga ciplukan yang dulu bisa dibilang tak bernilai, sekarang bernilai jual dan melambung.

Melambungnya nilai jual ciplukan ini selain banyaknya manfaat, juga disebabkan banyak diminati orang serta  sudah sangat jarangnya kita jumpai keberadaan tanamannya baik diperkotaan maupun dipedesaan. Ciplukanpun bisa dibilang susah dalam pembudidayaanya, sehingga para petani, lebih banyak mendapatkanya dari hasil tumbuh liar.

Apakah anda akan mencoba membudidayakan tanaman ini?

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2018/09/13/fenomena-melambungnya-harga-ciplukan.

Pernah Coba Gurah Vagina?  Cara Ampuh Mencegah Infeksi Miss V
Artikel 06 Jan 2019

Pernah Coba Gurah Vagina? Cara Ampuh Mencegah Infeksi Miss V

Oleh Agnes Isti Harjanti
Dosen STIKES Telogorejo Semarang

Gurah vagina adalah perawatan dengan penguapan di daerah kewanitaan yang ramuannya disebut ratus. Ramuan ratus ini terdiri dari tumbuhan herbal, rempah dan akar tumbuh-tumbuhan seperti teh hijau, cempaka, mawar, melati, yang kemudian dikeringkan. Manfaat Gurah Vagina bukan saja membersihkan dan mengharumkan, gurah vagina juga bisa untuk menghilangkan keputihan. Asal tahu saja keputihan adalah salah satu penyebab timbulnya bau tidak sedap.Keputihan antara lain disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, dan virus.

Ada juga keputihan akibat menopause.

Keputihan yang parah diduga menjadi salah penyebab kanker rahim. Ramuan rempah-rempah untuk gurah tersebut akan mengeluarkan wewangian sampai ke dalam vagina dan merangsang daerah vagina. Melakukan gurah dengan penguap hangat tersebut akan merangsang pori-pori untuk membesar dan mengeluarkan racun serta kotoran dari dalam vagina dan menyerap aroma dari rempah-rempah tersebut. Jika ingin melakukan gurah vagina, sebaiknya melakukan massage lebih dulu sehingga tubuh akan merasa lebih rileks dan lebih bersih, lalu mandi seperti biasa. Perawatan ini harus dilakukan dalam keadaan tubuh yang bersih.Biasanya gurah vagina dilakukan sebulan sekali jika untuk perawatan saja, namun jika mengalami keputihan yang parah bisa juga dilakukan 2 minggu sekali.

Dalam ritus perawatan tubuh secara tradisional, penguapan hangat biasa digunakan untuk vagina.Meski begitu, penguapan jelas tidak efektif membunuh mikroorganisme. Penguapan ini menggunakan ramuan wewangian sehingga mengharumkan vagina, selain menghangatkan. Karena itu, selayaknya cara ini dilakukan seperti kita menggunakan parfum badan. Tidak ada alasan selain alasan kosmetik. Meski penguapan disebut sebagai salah satu cara merawat vagina, langkah ini bukan untuk mencegah penyakit, apalagi menghilangkan gangguan..

Spa Vagina ini metode perawatan alat reproduksi wanita yang menggabungkan berbagai terapi kuno. Ada teknik pengasapan atau penguapan. Ada juga teknik pijat akupresur pada seluruh tubuh dan terutama vagina.Ada juga meditasi gerak atau semacam kegel khusus untuk vagina. Cara melakukan gurah vagina yang disebut ratus adalah dengan ratus dituangkan di atas mangkuk pembakar yang dibawahnya terdapat pembakaran arang. Kemudian duduk di atas kursi berlobang yang dirancang khusus, ramuan ratus yang sudah mengeluarkan asap (dibakar) diletakan didalam kursi, sehingga uap(asap) ramuan akan menguapi kedaerah vagina, dengan mengenakan kain penutup.

Model penguapan yang diarahkan ke organ kewanitaan.

 Dapat dilakukan sekitar 15-20 menit, tergantung seberapa tahan Anda berada di atas uapnya, dan diharapkan uap tadi dapat mengeluarkan keputihan dari dalam vagina dn menimbulkan bau harum. Selain dengan cara ratus vagina, ada juga dengan menggunakan tongkat vagina. Semakin berkembangnya teknologi modern maka ada berbagai cara yang dilakukan untuk perawatan organ kewanitaan yang dianggap lebih praktis, seperti:

Tongkat Gurah Vagina

untuk memudahkan penggunaan gurah vagina maka bahan - bahan tersebut diolah dan dicetak menjadi seperti tongkat dengan panjang lebih kurang 12 cm. Selanjutnya sering disebut Tongkat Gurah Vagina (TGV). Manfaat gurah mengeluarkan lendir-lendir kotor yang merugikan mengeluarkan lendir-lendir berlebih dari sehingga menjadi bersih, bebas jamur yang mengakibatkan keputihan menjadikan lebih peret, legit, berdenyut, membuat daya cengkram otot-otot lebih kencang dan kuat kembali layaknya masih perawan sehingga mampu membuat hubungan seks tambah nikmat, mesra dan harmonis seperti penganten baru .

Cara pemakaian (dapat melakukan sendirian tanpa bantuan orang lain) :

Pegang ujung tongkat gurah vagina kemudian masukkan pelan - pelan TGV kedalam vagina Diamkan selama 2 menit (jangan lebih dari 2 menit !!).

Kemudian tarik TGV dari vagina pelan - pelan (setelah ditarik di TGV akan banyak   lendir -lendir yang menempel , itulah lendir yang kotor dan tidak bermanfaat) .

Setelah itu cuci TGV dengan air bersih.Simpan ditempat yang kering (TGV tidak perlu dijemur).

Bagi anda yang mengalami keputihan lakukan kegiatan ini 2 kali sehari pagi dan sore dengan TGV yang sama sampai sembuh dan jika hanya untuk menjaga agar vagina tetap sehat dan peret lakukan seminggu sekali Zat yang terkandung dalam clerodendron serratum akan membunuh bakteri, jamur yang ada didalam vagina. TGV dapat dipergunakan selama 1 - 2 tahun sehingga TGV dapat anda pergunakan selama diperlukan. Bagi Anda yang mengalami keputihan gunakan TGV - 2 kali sehari (pagi dan sore) sampai sembuh dan jika hanya untuk menjaga agar tetap sehat dan peret lakukan seminggu sekali.

Cairan pembersih khusus digunakan dengan cara menyemprotkannya ke dalam vagina.

Berisi bahan aktif yang mampu melumpuhkan bakteri, kuman, serta jamur.

Cairan ini bisa digunakan dalam beberapa menit.

Penggunaannya harus dengan pengawasan dokter. Karena itu, selain cairan pembilas, obatan untuk mengatasi gangguan yang ada juga akan diberikan. Tidak semua gangguan bisa diselesaikan dengan cairan ini.

Paling hanya dapat mengatasi keputihan.ladi, tidak akan mampu mengatasi penyakit kelamin, apalagi penyakit menular seksual (PMS). Penggunaan sinar laser diperlukan karena penggunaan obat pembunuh kuman di vagina biasanya butuh waktu lama, apalagi kalau terjadi resistensi obat.

Laser yang digunakan biasanya jenis level rendah atau low level laser therapy. Formulasi dari sinar inframerah clan ultra violet ini mampu membersihkan bakteri, jamur, dan virus dalam waktu relatif cepat.

Untuk gangguan ringan, penembakan biasanya dilakukan selama 15 menit sekali. Bila gangguan sudah berat, butuh puluhan menit dengan beberapa kali tembakan dalam beberapa hari.Obat juga kerap diberikan oleh dokter setelah penembakan laser. Meskipun tak sedikit yang tertarik mencobanya, gurah vagina masih diragukan banyak orang tentang efektivitasnya.

Apalagi apabila yang menanganinya jelas-jelas bukan dokter.

Tindakan gurah vaginayang kurang tepat ternyata bisa membuat semua mikrooganisme yang merugikan maupun yang normal akan mati dan hilang dari vagina. Akibatnya, vagina justru berisiko terganggu, namun apabila dilakukan dengan tepat dengan menggunakan cairan yang tidak merusak flora alam daerah kewanitaan maka mampu mencegah infeksi bahkan sekalipun seorang wanita tersebut telah terdeteksi displasia ringan, setelah dilakukan gurah hasil pengambilan jaringan dinyatakan displasia sembuh.

Dr., Mulyadi Tedjapranata, MD, dari Klinik Medizone, menyebutkan bahwa metode penggunaan terapi ozon ini layaknya menggunakan cairan pembersih. Dengan alat yang disebut vaginal insufflations, ozon dimasukkan ke organ kewanitaan dengan dosis sesuai kasus.

"Prinsipnya ozon ini berfungsi sebagai disinfektan yang bisa membunuh kuman.Tujuannya untuk mencegah masuknya kuman penyebab penyakit," ujarnya. Dengan periode waktu tertentu pula (tergantung kasus), ozon diperlukan agar kebersihan vagina terjaga.Agar pengobatan efektif, biasanya terapi ini dikombinasi dengan obat-obatan.

Namun, ozon tidak bisa digunakan untuk mengatasi penyakit seksual atau PMS. Dan yang jelas, terapi ini harus dilakukan oleh dokter yang ahli dalam hal ini. Jika tidak digunakan secara tepat, memasukkan ozon ke organ kewanitaan hanya akan menyebabkan berkembangbiaknya bakteri yang malah merugikan vagina.

Beberapa terapi tersebut cukup aman.

"Terapi spa sebenarnya umum digunakan dalam perawatan kesehatan, hanya kali ini.khusus diterapkan untuk bagian vagina saja," ungkap Hj. Worro Harry Soeharman, M.Ph, MKA, penggagas terapi V-spa. Kuras Vagina ini adalah pengontrolan dan pembersihan vagina sampai ke mulut serta rongga rahim. Langkah ini menjadi tindakan awal agar jamur atau kuman tidak merembet ke rongga rahim atau saluran telur, yang bisa mengakibatkan kemandulan atau infeksi yang bisa memicu kanker.

Wanita yang menderita keputihan hendaknya tidak menunda pengobatan.

Supaya tidak repot, penderita bisa mendatangi klinik semacam Klinik Pasutri atau Pusat Pelayanan Keluarga yang memberi pelayanan, mulai dari wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta membersihkan vagina sampai ke rongga rahim hingga pengobatannya tuntas.

Caranya, ujung vagina sampai rongga rahim diteropong dengan speculum. Dengan alat penjepit kain kasa (gaas) yang terlebih dulu direndam dalam betadin ini, tindakan "kuras" dilakukan. Tidak perlu takut, karena tindakan ini sederhana dan ticlak menyiksa. Usai hasil laboratorium diketahui, dokter akan memberikan obat yang tepat.

Bisa berupa obat minum atau tablet yang dimasukkan ke lubang vagina. Setelah tiga bulan, pasien diharapkan kembali untuk cek ulang. Gurah vagina sebagai salah satu langkah membersihkan areal di daerah vagina makin diminati wanita. Padahal, jika dilakukan terus-menerus, gurah vagina menyebabkan infeksi karena mematikan bakteri yang berfungsi melindungi vagina.

Tak hanya gurah vagina, penggunaan parfum dan bedak di areal seputaran vagina, diakuinya, mampu menjadi pemicu timbulnya kanker ovarium.

Parfum mengandung zat kimia yang membuat alergi dan radang di daerah vagina. Berdasarkan cara pemakaian tongkat gurah vagina yang telah di paparkan dapat dilihat proses pemakaian yang kurang higienis. Hal ini dapat memicu timbulnya infeksi dan berbagai penyakit kelamin lainnya.

Penelitian yang dilakukan di Zaire melaporkan bahwa penggunaan daun-daunan, bubuk batu-batuan, bahan-bahan kimia seperti bedak, Vicks, alum, dan obat-obatan vagina serta kain yang dimasukkan dalam vagina dapat menimbulkan rasa sakit yang meningkat dan kemungkinan infeksi karena terjadinya gesekan-gesekan pada vagina yang dapat menyebabkan luka.

The National Women’s Information Centre, sebuah organisasi yang sangat gencar mempromosikan kesehatan perempuan, dikatakan bahwa secara medis sudah terbukti bahwa vagina mempunyai mekanisme untuk menjaga keseimbangan keadaan kimiawinya yang dapat membersihkan secara alamiah.

Oleh karena itu, yang terbaik adalah membiarkan vagina untuk melakukan pembersihan alamiah dengan mengeluarkan sekresi-sekresi lendir. Dengan demikian vagina tidak memerlukan perawatan khusus dengan menggunakan berbagai produk khusus vagina yang diperdagangkan secara komersial.

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2018/09/20/pernah-coba-gurah-vagina-cara-ampuh-mencegah-infeksi-miss-v