Artikel
PANIK KARENA COVID-19 CEGAH DENGAN MINDFUL LIVING
Waspada Covid-19 sudah didekat keluarga dan lingkungan sekitar kita bukan, dalam pikiran kita sudah berselancar bagaimana ini kalau menimpa kita dan keluarga. Setiap hari diberikan berita pasien Covid-19 semakin mencapai rekor tertinggi. Data terakhir 14 Januari 2021 kasus positif bertambah 11.557 menjadi 869.600. Penambahan kasus di Jawa Tengah sendiri 1.497 dimana masih menduduki ranking ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Kondisi ini membuat kepanikan masyarakat, bagi masyarakat yang kena tracking karena kontak erat dengan pasien yang sudah terkonfirmasi Covid-19 harus mempersiapkan fisik dan psikisnya saat menjalani pemeriksaan baik test rapid antigen atau antibody. Gejala yang ditimbulkan setiap individu yang akan menjalan ipemeriksaan bisa mengalami tiba-tiba pusing, sakit tenggorokan, badan tidak enak bahkan bolak-balik BAK serta bisa juga perut terasa tidak enak.
Kondisi tersebut sudah menggambarkan kalau kita mengalami kondisi panik dan kecemasan sedang, kalau masalah ini tidak segera kita atasi akibat fatal yang terjadi kita bisa menjadi depresi. Belum lagi setelah pemeriksaan hasilnya reaktif berarti terpapar Covid-19, hal pertama apa yang harus dilakukan, bagaimana keluarga dan lingkungan sekitar menerima kondisi kita.
Bagaimana pengelolaan panik yang harus dilakukan ?????
Persiapkan mental kita apapun hasilnya, Langkah-langkah apa yang akan dilakukan, Ketika cemas mulai datang ambil sikap duduk siap dan Tarik nafas Panjang keluarkan secara perlahan dan percaya dengan kekuatan Tuhan yang akan memberikan perlindungan. Selanjutnya yakin bahwa reaksi kita pertama terhadap hasil yang tidak sesuai harapan akan kecewa tetapi yakin dengan kekuatan do'a kita kan baik-baik saja dan percaya yang lebih kita lakukan saat ini adalah meningkatkan imunitas kita supaya keluarga dan lingkungan sekitar kita tetap aman terjaga.
Apa itu MINDFUL LIVING ?????
Suatu rangkaian kegiatan yang bisa kita lakukan untuk mengatasi panik yang bisa terjadi pada keluarga dan lingkungan sekitar kita.
Langkah pertama adalah melakukan meditasi Ketika beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya misalnya saat melaksanakan sholat jangan lupa berzikir selalu meminta ampunan dan pertolongan Allah SWT.
Langkah kedua adalah meditasi nafas atau detak jantung dengan posisi duduk atau rileks setiap Tarik nafas dalam selalu meyebutkan nama Allah SWT
Langkah ketiga adalah hadir fisik dan batin selalu focus apa yang sedang dilakukan saat ini, hadir sepenuhnya dan rileks
Beberapa Langkah tersebut akan membangun emosi positif kita sehingga akan meningkatkan imunitas kita sehingga akan mempengaruhi Kesehatan.
Yang tidakkalah penting dalam tulisan terakhir kita juga harus bereaksi positif dengan cara stop berita hoak, cari berita terpercaya, sebarkan berita positif dan terakhir berikan pil semangat setiap hari secara lisan dalam tubuh kita dan keluarga serta lingkungan sekitar kita
Salam sehat salam Tangguh buat kita semua lawan Corona dengan Bahagia….
EMPON – EMPON PENANGKAL CORONA
Oleh Ns. Danny Putri Sulistyaningrum, M.Kep., Sp.Kep.MB (Dosen STIKES Telogorejo Semarang)
Dewasa ini masyarakat Indonesia diharuskan untuk mampu hidup berdampingan dengan covid 19. Masyarakat diharapkan mampu melakukan rutinitas hariannya dengan menerapkan adaptasi baru melalui protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Protokol kesehatan yang terdiri dari 7M, diantaranya Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak, Makan bergizi, Mengolahragakan diri, Mengistirahatkan diri, danMendoakan diri. Selain 7M, masyarakat juga dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin maupun suplemen herbal, misalnya empon – empon.
Empon – empon adalah jenis – jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai jamu tradisional. Empon – empon yang paling mudah ditemukan diantaranya jahe, kunyit, kencur, sereh, dan temulawak. Adapun manfaatnya sebagai berikut :
Jahe, khususnya jare merah memiliki kandungan senyawa antioksidan tinggi yang mampu mencegah radikal bebas.Selain itu, kandungan anti inflamasi pada jahe merah mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari virus dan bakteri pada masa pandemi covid 19.
Kunyit memiliki manfaat sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Selain itu kandungan khas pada kunyit adalah adanya imunomodulator yang berpotensi meningkatkan imunitas tubuh dalam menangkal virus corona
Kencur mengandung antioksidan dan antiinflamasi sama halnya dengan jahe dan kunyit dalam meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Namun kencur ini ternyata juga mengandung vitamin C yang berguna dalam menangkal virus.
Sereh merupakan salah satu jenis empon – empon yang berbentuk seperti rumput. Namun siapa yang menyangka bahwa tanaman ini mampu menguatkan sistem kekebalan tubuh karena memiliki efek anti inflamasi, mampu menjaga sistem pencernaan dengan baik, serta mampu membunuh sel kanker.
Temulawak merupakan tanaman tradisional yang paling sering digunakan sebagai jamu. Kandungan kurkumin pada temulawak berfungsi sebagai anti virus, anti bakteri, dan anti peradangan sehingga sangat cocok dijadikan jamu di masa pandemi seperti ini.
Cara membuat minuman tradisional menggunakan empon – empon diatas sangatlah mudah. Empon – empon tinggal ditumbuk, rebus bersama air hingga mendidih, kemudian disaring. Sajikan dalam keadaan hangat, bisa tambahkan gula aren atau gula merah sesuai selera. SELAMAT MENCOBA dan TERAPKAN 7M !
Oleh: Ns. Suksi Riani., M.Kep
Dosen Prodi S1 Keperawatan Stikes Telogorejo
Pandemi Covid-19 sudah melanda dunia termasuk Indonesia selama 1 tahun lebih sejak akhir tahun 2019 yang terjadi pertama kali di Wuhan China. Pandemi ini mempengaruhi semua aspek kehidupan seperti kesehatan, ekonomi, sosial, pendidikan, transportasi, pariwisata, industri, hukum, keagamaan, dan lain-lain. Perubahan kondisi masyarakat di masa pandemi membutuhkan upaya penyesuaian diri untuk tetap bertahan. Kemampuan seseorang untuk bertahan dalam kondisi sulit, berusaha, dan beradaptasi untuk bangkit menjadi tangguh dan kreatif mencari solusi disebut dengan resiliensi.
Pemerintah Indonesia dalam menghadapi efek pandemi tersebut mengeluarkan peraturan perundang-undangan seperti Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar dan sektor pendidikan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 tentang pencegahan dan penanganan covid-19 di lingkungan Kemendikbud. Kondisi ini membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, bekerja dari rumah, beribadah dari rumah dan belajar dari rumah.
Belajar dari rumah dengan sistem daring dapat dipilih sebagai solusi proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Lecture harus kerja keras untuk menyusun strategi dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan ketahanan emosional (resiliensi) students karena mahasiswa yang memiliki resiliensi tinggi akan optimis dan mampu bertahan dalam situasi yang sulit.
Pandemi Covid-19 masih belum dapat dipastikan kapan berakhir, sehingga mahasiswa juga akan mengalami stress karena kondisi ini. Semakin lama students akan kehilangan pertahanan dengan mengeluh banyak tugas, kuota mahal, koneksi internet tidak stabil bahkan students sudah mulai bosan berada di rumah. Sehingga kemampuan resiliensi students akan menurun karena kondisi tersebut. Resiliensi mencakup regulasi emosi, impulse control, optimisme, causal analisys, reaching out, self efficacy dan empati.
Peran lecture sangat penting untuk meningkatkan resiliensi students dengan menerapkan beberapa metode seperti konseling rational emotive bahaviour yang dirancang untuk membantu meminimalisir gangguan emosi dan perilaku merusak diri serta mendorong untuk hidup lebih bermakna dan bahagia. Selain itu terapi yang berfokus pada solusi (brief solution focused) lebih efektif untuk meningkatkan resiliensi mahasiswa dengan pengalaman yang pernah mengalami kegagalan akademik.
Program konseling rational emotive bahaviour dan brief solution focused dalam institusi pendidikan merupakan intervensi untuk membantu mahasiswa agar mampu bertahan dalam situasi yang sulit seperti pandemi covid-19. Selain itu institusi akademik menyediakan lingkungan belajar yang positif, menerapkan metode pembelajaran yang sesuai, memfasilitasi keberhasilan akademik dan sosial mahasiswa. Oleh karena itu peran institusi pendidikan sangat penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa di masa pandemi. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Peran Lecture Meningkatkan Resiliensi Students di Masa Pandemi Covid-19, https://jateng.tribunnews.com/2021/05/04/peran-lecture-meningkatkan-resiliensi-students-di-masa-pandemi-covid-19.
Editor: abduh imanulhaq
KECEPATAN DALAM KESEHATAN = “TIME IS BRAIN†F.A.S.T
Oleh Ns. Sri Puguh K, M.Kep.,Sp.MB , Dosen STIKES Telogorejo Semarang
Kata fast atau cepat tidak hanya digunakan bagi para pembalap, namun dalam dunia kesehatan juga diperlukan. Kecepatan dalam bidang kesehatan menitikberatkan pada pengenalan tanda-gejala dan penanganan. Selain cepat, tepat dan cermat perlu dipadu-padankan dalam mengenali masalah kesehatan karena berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan jiwa seseorang. Hal ini tidak hanya tugas dari petugas kesehatan atau tim medis namun tugas semua orang demi menolong orang lain khususnya keluarga dan orang terdekat.
Salah satu penyakit yang membutuhkan waktu yang cepat dalam mengenali tanda gejala serta penanganannya yaitu stroke. Menurut American Heart Association (2007); Cool & Clemen (2012) stroke adalah suatu gangguan fungsi sistem saraf yang mendadak karena adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak dengan tanda gejala stroke yang paling khas adalah kelumpuhan anggota gerak, wajah merot, dankesulitan bicara. Biasanya penderita stroke sudah dalam keadaan terjatuh atau tidak sadarkan diri baik di kamar tidur, kamar mandi maupun sedang beraktifitas.
Stroke dapat menyerang siapa saja, dimana saja dan kapan saja serta tidak memandang usia, jenis kelamin maupun status ekonomi. Apabila tidak ditangani, stroke dapat berakhir pada kelumpuhan menetap bahkan hingga kematian.
Oleh sebab itu, pengenalan tanda dan gejala serta penanganan stroke dibutuhkan kecepatan karena semakin cepat penanganan, maka semakin cepat pemulihan. Beberapa rumah sakit mencatat bahwa sebagian penderita stroke baru dibawa ke RS telah memasuki 48-72 jam setelah serangan. Padahal menurut Lestari (2007) penanganan stroke harus kurang dari 3 jam setelah serangan agar pemulihannya cepat dan optimal.
Untuk menghindari terjadinya kecacatan bahkan kematian akibat stroke, diperlukan penilaian suatu metode yang sangat mudah digunakan untuk menilai tanda dan gejala stroke yaitu menggunakan FAST (yang berarti cepat). FAST adalah akronim dari Face (Wajah), Arm (Tangan atau lengan), Speech (Bicara) dan Time (Waktu).
F huruf pertama dari FAST memiliki arti face yang dalam bahasa Indonesia adalah wajah. Wajah orang yang terserang stroke perlu diperhatikan, kita meminta penderita tersenyum dan perhatikan apakah wajahnya berubah menjadi tidak simetris atau “jatuh†ke satu sisi atau “perot/merotâ€Â.
Huruf kedua dari FAST adalah Ayang artinya Arm atau lengan dimana penderita stroke akan sulit mengangkat kedua tangan atau kelemahan salah satu maupun kedua anggota gerak. Kita meminta penderita untuk mengangkat kedua tangannya ke atas dan amati, apakah satu tangan jatuh atau tidak terangkat sepenuhnya. Hal ini dapat digunakan pula untuk menilai kedua kaki dengan cara yang sama.
Selanjutnya yaitu huruf S atau Speech yang berarti bicara, pada penderita stroke biasanya mengalami kesulitan berbicara. Kita meminta penderita untuk mengucapkan nama atau meminta menyebutkan kembali beberapa kata yang kita ucapkan. Perhatikan apakah penderita mampu berbicara seperti biasanya atau kesulitan untuk mengulangi.
Yang terakhir adalah T yang dimaksud adalah Time atau Waktu dimana dibutuhkan respons cepat untuk memanggil bantuan medis (118 atau 119) atau membawa penderita ke rumah sakit terdekat. Sehingga minimal kita perlu mengetahui nomor darurat rumah sakit terdekat, sebagai contoh daerah Semarang yang dekat dengan SMC RS Telogorejo dapat menghubungi nomor (024) 86466000. Semakin cepat memperoleh pertolongan, maka akan semakin banyak sel-sel otak yang diselamatkan sehingga tidak berujung pada kecacatan atau kematian.
FAST ini telah diuji dengan beberapa penelitiandan sudah terbukti efektif, sangat mudah digunakan serta mudah diingat khususnya bagi orang yang bukan di bidang kesehatan untuk mendeteksi stroke secara cepat. FAST dapat digunakan lingkup keluarga maupun masyarakat. Apabila kita mengenali salah satu tanda tersebut, kita harus curiga bahwa orang tersebut terkena stroke. Kita tidak boleh ragu untuk segera membawanya ke rumah sakit karena “time is brainâ€Â. Kecepatanlah yang menentukan sel-sel otak dapat pulih kembali.
KEBUGARAN LANSIA
Oleh : Deasy Virka Sari, S.Fis., M.Fis . Dosen STIKES Telogorejo Semarang
Lansia banyak yang kita temukan mengalami banyak perubahan seiring dengan bertambahnya usia, baik perubahan struktur dan fungsi, tubuh, kemampuan kognitif maupun perubahan status mental.struktur dan fungsi yang terus menerus mengalami perubahan pada lansia ini terjadi hamper di semua sistem tubuh. Lansia memerlukan penyesuaian terhadap beban fisik yang diberika kepadanya agar tidak menimbulkan kelelahan. Pada umumnya, kondisi fisik yang baik dapat mencerminkan penampilan dari fisik seorang lansia. Maka dari itu lansia juga butuh olahraga untuk membantu fisik lansia harus tetap bugar dan sehat.
Kebugaran adalah aktivitas olahraga yang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kekuatan otot, serta melatih kelenturan dan keseimbangan. Maka dari itu olahraga yang efektif dapat membakar kalori dan menurunkan resiko terjadinya sejumlah penyakit.
Manfaat Olahraga bagi Lansia Apa Si ???
Seseorang yang sudah berusia lanjut dan selama ini belum perna melakukan aktivitas fisik atau olahraga rutin, tidak ada kata terlambat untuk berolahraga mulai sekarang
- Memperkuat sendi
- Memperkuat otot
- Mengurangi risiko terjadi penyakit penyerta lainnya ( jantung, struk, dan diabetes tpie 2)
- Menjaga fungsi dan kesehatan otak agar tidak terjadi demensia kronis
- Melancarkan peredaran darah
- Mengurang stress dan risiko gangguan mental
Olahraga apa si yang baik untuk lansia ???
- Bersepeda
Salah olahraga yang aman buat lansia adalah bersepeda. Bersepeda ini juga membantu meningkatkan kekuatan tulang dan sendi, serta menjaga kesehatan jantung.
- Berjalan
Olahraga yang kedua yang aman buat lansia adalah berjalan, kenapa berjalan karena berjalan ini salah satu aktivitas fisik paling sederhana dan baik untuk lansia. Aktivitas ini dapat menambah stamina, membakar kalori berlebihan dan menguatkan otot jantung.
- Berenang
Berenang ini olahraga ketiga yang baik untuk lansia, karena olahraga ini meningkatkan kekuatan otot dan sendi, jantung, otak, dan paru-paru.
- Tai Chi
Olahraga tai chi ini adalah salah satu jenis olahraga yang berasal dari tiongkok. Gerakan tai chi hamper serupa dengan senam biasa, hanya saja memiliki ritme yang lebih lambat. Olahraga ini baik untuk meningkatkan kelentura, keseimbangan, dan kekuatan tubuh.
- Latiahan keseimbangan
Memasuki lansia, tubuh lansia biasanya mengalami penurunan keseimbangan sehingga meningkatka risiko cedera. Latihan keseimbangan melatih risiko jatuh saat berjalan atau ketika melakukan aktivitas lainnya. Latihan ini dapat dilakukan dengan berdiri di atas satu kaki atau jinjit.
Baik, itulah yang bisa saya sampaikan sedikit untuk mendapat pengetahuan tentang bagaimana pentingnya menjaga kebugaran dan kesehatan saat sudah usia senja.
Semoga artikel yang saya buat bermanfaat bagi pembaca…
Selamat membaca……
Salam sehat ……. Salam sapa dari saya ……
PERAN FISIOTERAPI DALAM MENINGKATKAN AKTIFITAS FISIK PADA LANSIA
Oleh Sri Gunda Fahriana Fahruddin, S.Ft., M.Fis ( Dosen Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang)
Lansia adalah seseorang yang sudah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lansia dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu lansia potensial dan lansia tidak potensial. Lansia potensial adalah Lansia yang masih mampu untuk melakukan pekerjaan atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang/jasa. Lansia tidak potensial adalah lansia yang tidak berdaya mencari nafkah sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain. Seiring bertambahnya usia mengakibatkan penurunan aktifitas fisik pada lansia. Kurangnya aktifitas fisik dapat menyebabkan lansia rentan terkena penyakit atau mengalami cedera.
Berbagai permasalahan yang terjadi pada lansia seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, penurunan sistem kekebalan tubuh, gangguan pola tidur, dan menurunnya fleksibilitas mengakibatkan lansia tersebut kurang bergerak. Perubahan-perubahan yang terjadi terkait penuaan tidak dapat dihindari, karena proses penuaan atau menua merupakan salah satu siklus kehidupan yang akan dialami oleh setiap manusia. Secara biologis, lansia akan mengalami proses penuaan secara terus menerus yang ditandai dengan penurunan daya tahan fisik.
Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan memodifikasi gaya hidup seperti melakukan aktifitas fisik, memenuhi asupan nutrisi dan memanajemen stress. Aktifitas fisik pada lansia dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, obesitas, diabetes serta mudah jatuh. Selain itu aktifitas fisik juga dapat meningkatkan kemamampuan fungsional, kemandirian, dan meningkatkan kesehatan mental.
Nah, apa sih yang bisa dilakukan fisioterapi dalam meningkatkan aktifitas fisik? Fisioterapis dapat membuat program latihan berupa latihan penguatan dan latihan keseimbangan. Program latihan penguatan dapat dilakukan 3 kali seminggu dengan jeda 1 hari diantara latihan, dan latihan keseimbangan dapat dilakukan setiap hari.
Beberapa latihan penguatan otot yang dapat dilakukan seperti: Latihan Jinjit, Berdiri menggunakan 1 kaki dan berdiri dengan bertumpu pada Tumit.
Latihan ini dapat dilakukan dengan kombinasi latihan pernafasan, ulangi setiap gerakan selama 8-10 kali. Latihan ini bertujuan untuk memperkuat otot-otot paha depan, paha belakang, paha samping dan otot-otot tungkai bawah seperti betis.
Latihan keseimbangan seperti menekuk lutut, berjalan mundur, jalan berputar membentuk angka 8, berdiri 1 kaki selama 10 detik, dan berjalan naik tangga.
Latihan-latihan tersebut sangat efektif dalam meningkatkan aktifitas fisik pada lansia. Latihan tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan aktifitas fisik tetapi juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan dan mengurangi resiko jatuh pada lansia.
STRES KERJA? APAKAH BERBAHAYA?
Oleh Ns. Prita Adisty Handayani, M.Kep (Dosen STIKES Telogorejo Semarang)
Mengenal dari istilah stress kerja. Stres kerja bukan berarti mengalami gangguan kejiwaan. Stres kerja sendiri mungkin saat ini sudah banyak dialami oleh para pekerja namun, mereka tidak sadar bahwa saat ini mereka sedang mengalaminya.
Stres kerja dapat dilihat melalui 3 aspek yaitu aspek perilaku, aspek fisik, dan aspek psikologis. Saat mengalami stress kerja biasanya pekerja akan mengalami tanda gejala seperti kepala pusing, badan tremor, dan leher terasa tegang. Selain itu pekerjadalam melakukan aktivitasnya tidak berkonsentrasi dan mudah tersinggung. Itulah beberapa dari tanda gejala stress kerja yang sedang timbul pada pekerja. Lalu apakah ini berbahaya? Ya pasti.
Dampak dari individu yang mengalami stress kerja secara terus menerus akan mempengaruhi fungsi tubuhnya dan sangat memungkinkan menimbulkan berbagai macam penyakit seperti salah satunya adalah hipertensi. Selain itu, dampak stress yang dapat terjadi adalah timbulnya kecelakaan kerja.
Kecelakaan kerja dapat terjadi karena kurangnya konsentrasi pekerja saat melakukan pekerjaannya dan posisi kerja yang tidak ergonomis. Oleh karena itu untuk menghindari stress kerja, pekerja perlu menyeimbangkan antara beban kerja, kapasitas kerja dan lingkungan kerja. Selain itu disela-sela jam bekerja perlu adanya peregangan atau olahraga ringan untuk merilekskan kembali kondisi tubuh setelah bekerja. Pekerja yang sehat merupakan pondasi bagi perusahaan dan keluarga. Dengan pekerja yang sehat, produktivitas akan meningkat. Dengan pekerja yang sehat pula, keluarga akan hidup sejahtera.
MENGENAL “STUNTINGâ€Â
Oleh Suci Amalia Firdaus (Dosen STIKES Telogorejo Semarang)
Periode usia dibawah lima tahun merupakan periode emas atau golden age, karena dalam usia tersebut terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Oleh karena itu,diperlukan nutrisi yang memadai untuk memastikan pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas anak dalam kehidupan di masa dewasanya. Anak-anak yang kekurangan gizi dalam waktu cukup lama yang gagal mencapai tinggi normal untuk usia mereka sesuai standar internasional disebut stunting atau anak kerdil.
Mungkin tidak semua orang akrab dengan istilah stunting. Padahal, saat ini permasalahan stunting sedang menjadi perhatian dunia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat prevalensi stunting nasional menurun dari tahun 2013 (37,2%) tetapi presentasenya masih diatas 30%. Artinya, pertumbuhan tak maksimal diderita oleh satu dari tiga anak Indonesia. Selain itu, masyarakat belum menyadari anak pendek merupakan suatu masalah, karena anak pendek di masyarakat terlihat sebagai anak-anak dengan aktivitas yang normal, tidak seperti anak kurus yang harus segera ditanggulangi.
Stunting menjadi permasalahan karena dapat menimbulkan dampak jangka pendek dan jangka panjang pada anak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa stunting menimbulkan dampak merugikan di masa depan pada pencapaian prestasi sekolah anak. Anak yang stunting memiliki kemungkinan terlambat untuk usia mereka mendaftar sekolah dan mencapai tingkat prestasi akademik yang lebih buruk. Anak yang bertubuh pendek pada usia kanak-kanak memiliki permasalah perilaku, lebih terhambat dan kurang perhatian serta menunjukkan gangguan tingkah laku. Oleh karena itu, stunting merupakan buruknya kualitas sumber daya manusia yang selanjutnya akan berpengaruh pada pengembangan potensi bangsa. Waktu terbaik untuk mencegah stunting adalah sejak masa kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan. Fokus pada gerakan perbaikan gizi kepada kelompok 1000 hari pertama kehidupan, yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusi, dan Anak 0-23 bulan. Stunting bisa dicegah dengan cara berikut: memperbaiki gizi dan kesehatan Ibu hamil serta mendapat tablet tambah darah, persalinan dengan dokter atau bidan yang ahli dan begitu bayi lahir melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), berikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia 6 bulan, melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, pantau pertumbuhan balita di posyandu terdekat, berikan imuniasi dasar lengkap dan vitamin A, dan berikan Makanan pendamping ASI untuk bayi diatas 6 bulan hingga 2 tahun.
