Artikel
Dari Positif hingga Jadi Candu, Berikut Penjelasan Stikes Telogorejo Tentang Dampak Internet
Oleh : Ni Made Ayu Wulan Sari, Dosen STIKES Telogorejo Semarang
Di Era digital menyebabkan setiap orang tidak dapat lepas dari pengaruh gadget. Setiap orang mempunyai satu atau lebih gadget yang tersambung internet. Penggunaan internet didominasi dengan akses sosial media seperti WhatsApp, LINE, Facebook dan Instagram. Sosial media ini menjadi sebuah kebutuhan.
Kebutuhan dasar tidak hanya makan, minum, udara tetapi juga internet. Internet juga dapat membuat orang lebih tidak peka dengan lingkungan sekitar dan menjadi lebih anti sosial. Orang akan lebih disibukkan dengan meng update status pada sosial media dibandingkan berkomunikasi dengan orang disekitarnya.
Penggunaan internet berlebihan dengan tujuan yang tidak positif dapat menyebabkan kecanduan, misalnya adalah Cybersexual addiction, Cyber-relational addiction dan Net Compulsion.
Cybersexual addiction yang berarti orang – orang yang terlalu berlebihan melihat, mendownload dan mengakses pornografi online termasuk dalam chatting dengan tema pornografi; Cyber-relational addiction adalah seseorang yang berlebihan dalam menjalin hubungan online atau mungkin masuk kedalam dunia virtual.
Dunia virtual lebih penting daripada pernikahan dan keluarga; Net Compulsion adalah seseorang yang melakukan judi online, shopping online, biasanya berakibat kehilangan finansial, relasi dan pekerjaan; information overload merupakan seseorang yang lupa waktu dalam menjelajah, mengumpulkan dan menyusun informasi dari dunia maya; computer addiction merupakan seseorang yang kecanduan dalam bermain game sehingga melupakan pekerjaan dan keluarga (Shaw & Black, 2008).
Adanya internet juga mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positif antara lain penggunaan untuk belajar seperti mengakses email, membaca artikel jurnal, mengakses materi perkuliahan (Graham, 2015).
Dampak negatif penggunaan internet antara lain menjadi tidak peka dengan lingkungan, dapat meningkatkan depresi dan menurunkan harga diri seseorang (Wang, et.al., 2013).
Oleh karena itu, adanya internet perlu dengan bijak dalam mempergunakannya supaya mendapatkan manfaat yang maksimal dan terhindar dari kecanduan internet. (*)
Ramuan Jahe untuk Mengurangi Nyeri Asam Urat
Oleh Ns. Siti Juwariyah, M.Kep, Dosen Stikes Telogorejo
PENYAKIT asam urat terjadi pada sekitar 1 dari 200 orang dewasa lebih diperberat ketika lansia.
Kondisi ini dapat mempengaruhi semuaorang, tanpa memandang usia dan jenis kelamin, tetapi pria lebih mungkin mengalaminya daripada wanita.
Penyakit asam urat adalah penyakit arthritis yang menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit yang datang secara tiba-tiba pada sendi tubuh.
Jempol kaki merupakan bagian yang paling sering terkena asam urat , tetapi penyakit ini dapat mempengaruhi sendi lain di kaki, seperti lutut, pergelangan kaki, telapak kaki.
Asam urat juga kadang di lengan, tangan, pergelangan tangan dan siku.
Tulang belakang juga bisa terkena meskipun jarang.
Penyakit asam urat dapat menjadi kronis, kondisi ini bisa disembuhkan dan dicegah agar tidak kambuh. Kondisi ini dapat dikelola dengan mengurangi beberapa faktor gaya hidup.
Jangan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin contohnya jeroan, daging, ikan teri, sarden.
Cara mengobati penyakit asam urat dengan cepat secara alami dapat dilakukan dengan bahan-bahan alami.
Penyakit asam urat biasaya akan membuat penderita merasa sakit dan tidak nyaman pada bagian persendian di sekitar kaki, tangan dan lutut.
Penderita asam urat yang sudah parah bahkan bisa merasakan sakit yang luar biasa disertai dengan pembengkakan di bagian sendi.
Tentu saja ini akan membuat aktivita menjadi tidak nyaman dan lansia sering merasa lebih menderita.
Salah satu pengobatan alami dan sederhana untuk penderita asam urat dengan menggunakan jahe.
Jahe merupakan jenis tanaman obat yang bisa membantu mengatasi peradangan dan mengurangi rasa sakit ketika kadar asam urat dalam tubuh sangat tinggi.
Jahe juga mengandung zat gingerol yang membantu menenangkan rasa sakit.
Ramuan jahe juga akan mengurangi asam urat yang tinggi dan menghilangkan rasa sakit secara alami.
Caranya campurkan satu ruas jahe dengan satu gelas (200 ml) air hangat.
Minum air jahe itu setiap dua kali sehari bisa ditambahkan satu sendok kunyit bubuk.
Bisa juga satu ruas jahe di parut kemudian parutan jahe itu di tempelkan ke bagian tubuh yang nyeri selama 10-15 menit.
Yang tidak kalah penting tetep lakukan aktifitas fisik ringan terutama pada lansia karena gerakan tubuh akan membantu menurunkan kadar asam urat dan mengontrol berat badan.
TETAP SEMANGAT DAN TETAP SEHAT!
Yuk, Kenali Arti Berbagai Tangisan Bayi Anda!
Oleh Dian Kusumaningtyas,
Dosen STIKES Telogorejo Semarang
SERING kali kita mendengar bayi menangis, terlebih lagi pada bayi baru lahir. Bayi menangis merupakan bentuk komunikasi dari si bayi dengan orang-orang di sekitarnya. Bayi menyampaikan apa yang ia inginkan dan apa yang ia butuhkan, sehingga tangisan bayi ini memiliki banyak arti.
Rintihan bayi ketika menangis mungkin akan terdengar sama pada awalnya, tetapi jika kita mendengarkan dengan lebih cermat, tangisan tersebut ternyata berbeda dan memiliki arti tertentu.
Mari kita kenali arti tangisan bayi:
1. Tangis bayi yang lapar
Lapar adalah alasan yang paling umum mengapa bayi menangis. Saat bayi merasa lapar, tangisan bayi akan lebih keras dari biasanya dan juga tangisan rewel pada bayi berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama, makin lama makin keras.
Bagaimana ciri tangisan bayi yang sedang lapar?
Tangis lapar biasanya berirama, ia menangis lalu berhenti sejenak untuk mengambil nafas lalu menangis kembali, begitu seterusnya sampai bayi mendapatkan susu. Tangisan bayi lapar biasanya disertai tendangan kaki ke udara sambil menghisap jari-jarinya. Begitu kita menggendongnya, bayi akan membuka mulutnya dan berusaha mencari payudara ibu.
Solusi untuk mengatasi tangis bayi yang lapar ini adalah segera susui bayi agar tangisannya tidak semakin hebat. Sebab, jika bayi menangis terlalu keras danlama, maka udara akan ikut terhisap dan akan menyebabkan kembung. Sebenarnya, kita dapat mengenali tanda-tanda bayi mulai lapar sebelum ia menangis.
Perhatikan apakah bayi memegang mulutnya, memasukkan jari-jari tangannya ke mulut, menghisap jari-jarinya atau terlihat tidak tenang.
2. Tangis bayi yang tidak nyaman
Banyak hal yang membuat bayi tidak nyaman. Bagaimana cara bayi menyampaikan ketidaknyamanan yang dirasakannya?
Tangisan yang melengking, nafas agak tersendat, tangis yang terus menerus dan makin lama makin keras bunyinya adalah bentuk ungkapan ketidaknyamanan bayi. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, misalnya popoknya basah, merasa gerah, gatal, kedinginan atau kepanasan, dan lain sebagainya.
Tips untuk mengatasi tangis bayi yang tidak nyaman ini adalah dengan mencari tahu ketidaknyamanan apa yang membuat dia menangis. Ganti popok segera apabila popoknya basah, beri kehangatan apabila bayi kedinginan, atau atasi ketidaknyamanan bayi sesuai dengan penyebabnya.
Kita juga dapat menyanyikan lagu pada bayi agar tenang.
3. Tangisan bayi yang lelah
Bayi yang lelah biasanya adalah tanda ia ingin tidur atau sedang mengantuk. Bayi yang menangis karena lelah biasanya ia tampak gelisah, rengekan dengan suara berat yang terus menerus, mata tertutup tapi tidak tidur, atau mata terbuka namun berlinang air mata dan kemerahan.
Ia mungkin akan menggosok-gosokkan tangan di matanya dan menggerakkan kaki serta tangannya. Apabila bayi menangis karena lelah, cobalah untuk menggendongnya lalu menidurkannya ketika sudah mulai menguap. Peluklah bayi sambil menyanyikan lagu yang menenangkan.
4. Tangisan bayi yang kesepian
Terkadang, bayi yang ditinggalkan sendiri akan menangis karena kesepian. Bayi membutuhkan ikatan yang kuat dengan orang tuanya. Tidak heran kadang bayi menangis hanya karena ingin disentuh atau diperhatikan. Cobalah untuk menggendong dan memeluk bayi saat menangis.
Jika bayi berhenti menangis begitu kita menggendongnya, berarti ia hanya ingin merasakan detak jantung dan nafas ibu ayahnya, merasa lebih hangat, dan mungkin dia juga senang dengan aroma tubuh ibu ayahnya.
5. Tangisan bayi yang kesakitan
Biasanya bayi akan menangis dan menjerit dengan suara yang sangat keras memekakkan telinga, saat ia merasakan sakit yang datang tiba-tiba (atau disertai dengan rasa terkejut). Dalam kondisi ini, biasanya saat menangis mata bayi tertutup, dahi mengkerut dan mulut tetap terbuka.
Cobalah untuk memeriksa tangan atau kakinya, apakah terjepit bantal atau guling, atau mungkin digigit nyamuk atau semut.
6. Tangisan bayi yang masuk angin/kolik
Kolik adalah keadaan perut yang nyeri/sakit yang disebabkan oleh bayi karena teralalu banyak menelan udara pada saat air minum atau menyusui, akibat pada kolik adalah mengganggu normalnya sistem pencernaan pada bayi.
Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang tidak diberi ASI memiliki risiko terkena kolik 2 kali lebih tinggi dibanding bayi ASI Eksklusif. Tangisan bayi yang mengalami kolik ini kurang lebih sama dengan tangisan sakit, yang ditambah dengan muka bayi yang sedikit agak memerah, perutnya tegang, menarik kaki ke dada, dan juga mengepalkan tangan. Bila ini terjadi, baringkan bayi dalam keadaan telentang, angkat kakinya ke arah perut dengan gerakan memutar.
Lakukan perlahan sambil mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan. (*)
Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/04/25/yuk-kenali-arti-berbagai-tangisan-bayi-anda?page=all.
Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Fungsi Ginjal
Oleh : Danny Putri Sulistyaningrum
Dosen Stikes Telogorejo Semarang
GINJAL merupakan salah satu organ tubuh yang penting bagi kesehatan. Ginjal berfungsi sebagai penyaring sampah didalam tubuh dan dibuang melalui air kencing. Fungsi ginjal dapat rusak apabila seseorang sering melakukan kebiasaan buruk.
Berikut ini beberapa kebiasaan buruk yang dapat merusak fungsi ginjal.
1. Menahan buang air kencing
Menahan kencing dalam waktu yang lama meningkatkan bakteri didalam saluran kencing sehingga dapat menyebabkan infeksi saluran kencing maupun infeksi ginjal.
2. Duduk lama
Duduk dalam waktu lama meningkatkanresiko terjadinya diabetes mellitus dan obesitas yang akan berdampak terhadap penurunan fungsi ginjal.
3. Jarang mengkonsumsi air putih
Kekurangan cairan dapat dilihat pada air kencing yaitu berwarna keruh atau kuning pekat. Kekurangan cairan menghambat kerja ginjal dalam membuang sampah tubuh sehingga akan menumpuk dan menimbulkan potensi masalah kesehatan. Maka sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih kurang lebih 2 liter setiap hari.
4. Sering mengkonsumsi garam
Konsumsi garam berlebih meningkatkan kerja ginjal yang lama kelamaan akan merusak fungsi ginjal.
5. Sering mengkonsumsi rokok, kopi, dan alkohol
Konsumsi rokok, kopi, dan alkohol menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi yang mengakibatkan tingginya beban ginjal. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini akan merusak fungsi ginjal. Beberapa kebiasaan buruk diatas akan merusak fungsi ginjal dan meningkatkan resiko terjadinyabatu ginjal maupun gagal ginjal. Dengan mengubah pola hidup dan menghindari kebiasaan buruk akan membantu menjaga kesehatan ginjal Anda.
Sayangilah ginjal Anda! (*)
Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/03/28/kebiasaan-buruk-yang-dapat-merusak-fungsi-ginjal?page=all.
Manfaat Air Kelapa Bagi Ibu Hamil, Benarkah Bikin Kulit Bayi Bersih dan Putih?
Oleh: Maya Cobalt Angio S, Dosen STIKES Telogorejo Semarang
Pasti Anda pernah mendengar salah satu manfaat air kelapa bagi ibu hamil yaitu membuat kulit bayi menjadi bersih dan putih. Pernyataan tersebut bisa saja hanya sebuah mitos atau mungkin benar adanya. Berikut akan dibahas mengenai manfaat air kelapa bagi ibu hamil.
Pertama, air kelapa membantu fungsi ginjal dengan mencegah terjadinya infeksi saluran kencing. Air kelapa bekerja seperti obat diuretik yang membantu mempercepat ibu hamil membuang air kencing. Dengan sering membuang air kencing, maka akan terhindar dari infeksi saluran kencing.
Kedua, air kelapa berfungsi sebagai sumber elektrolit tubuh. Kejadian mual muntah yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil di pagi hari dapat menyebabkan berkurangnya elektrolit didalam tubuh. Selanjutnya kondisi tersebut dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi.
Ketiga, air kelapa membantu memperlancar sirkulasi darah. Air kelapa banyak mengandung kalium yang berperan dalam pompa jantung. Dengan demikian, sirkulasi darah dari jantung ke seluruh tubuh juga akan mensuplai janin Anda.
Keempat, air kelapa membantu mengembalikan stamina tubuh. Air kelapa mengandung glukosa yang berperan sebagai sumber energi. Sehingga dengan cukupnya asupan glukosa, maka tubuh dapat melakukan aktivitas sehari – hari dengan maksimal.
Meskipun air kelapa memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil, namun sebaiknya sebelum mengkonsumsi Anda harus berkonsultasi dengan dokter kandungan. Semoga bermanfaat, ya! (*)
Sumber :http://jateng.tribunnews.com/2019/03/21/manfaat-air-kelapa-bagi-ibu-hamil-benarkah-bikin-kulit-bayi-bersih-dan-putih.
Cegah Diabetes Melitus Dengan Perilaku Hidup Sehat
Oleh Ns. Ismonah, M.Kep, Sp. MB
Dosen STIKES Telogorejo Semarang
Penyakit Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang menyebabkan kematian terbesar di dunia. Data terbaru WHO bahwa Indonesia menduduki peringkat keempat terbesar dalam jumlah penyandang DM di dunia, setelah India, Cina, dan Amerika Serikat. Gaya dan pola hidup yang tidak sehat saat ini menjadi faktor risiko utama meningkatnya angka kejadian DM.
Langkah utama pencegahan dan pengendalian DM, saat ini masih difokuskan pada pemahaman dan pencegahan faktor risiko DM.
Pemahaman terkait faktor risiko DM sangat dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif, karena masih banyak yang menganggap bahwa riwayat keluarga dengan DM menjadi faktor yang pasti menentukan seseorang mengalami DM.
Faktor risiko terpenting yang dapat dimodifikasi untuk mengurangi risiko DM, adalah berkaitan dengan gaya dan pola hidup.

Gaya hidup tidak sehat yang dimaksud adalah jarang beraktivitas atau olah raga secara rutin, kebiasaan merokok, mengonsumsi makanan yang berlebihan dan obesitas.
Himbauan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam pencegahan DM adalah membentuk upaya-upaya pengendalian DM.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menghimbau untuk selalu melakukan aksi CERDIK, yaitu; Cek kesehatan secara teratur untuk mengontrol berat badan, Enyahkan asap rokok dan jangan merokok, Rajin melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, Diet yang seimbang dan menekan konsumsi sumber karbohidrat (gula), Istirahat yang cukup, serta Kendalikan stres dengan baik.
Tentunya upaya ini tidak luput dari kesadaran kita semua untuk bisa menerapkan gaya hidup sehat agar dapat menurunkan risiko Diabetes Melitus.
Selain itu pengendalian DM juga dilaksanakan secara terintegrasi dalam program pengendalian penyakit tidak menular, dengan penerapan program PATUH, yaitu PERIKSA kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, ATASI penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, TETAP diet sehat dengan gizi seimbang, UPAYAKAN beraktivitas fisik secara aman, HINDARI rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya.
Sedangkan bagi penyandang DM, beberapa tindakan yang bisa dilakukan guna mencegah terjadinya komplikasi DM, adalah dengan melaksanakan pilar penatalaksnaaan DM, meliputi pengontrolan kadar gula darah secara teratur dengan mengecek gula darah secara periodik, melakukan pengaturan pola makan dengan tepat dan memperhatikan diet yang dianjurkan; melakukan olah raga secara rutin dengan jenis dan ritme serta durasi yang teratur; minum obat yang dianjurkan secara teratur; melakukan pengontrolan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala; pengelolaan stres dengan baik; memperhatikan pola tidur dan istirahat, serta pembatasan aktivitas fisik yang berlebihan. Dengan pengendalian yang baik, menjaga kadar gula darah berada dalam kategori normal, maka komplikasi akibat DM dapat dicegah.
Mari berperilaku hidup sehat, agar terhindar dari penyakit DM, dan bagi yang sudah menderita DM untuk tetap melakukan perawatan dan pengelolaan dengan baik agar tercegah dari berbagai komplikasi, sehingga tetap mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik dan senantiasa produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.(*)
Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/03/08/cegah-diabetes-melitus-dengan-perilaku-hidup-sehat.
Kenali Delirium: Penyebab, Dampak, dan Pencegahannya
Oleh Arlies Zenitha Victoria
Dosen STIKES Telogorejo Semarang
Delirium. Tidak banyak orang mengenal istilah tersebut, namun kondisi ini sangat rentan terjadi pada setiap pasien yang dirawat inap di Rumah Sakit.
Delirium merupakan kondisi yang cukup umum ditemui, khususnya pada penderita usia lanjut yang dirawat di rumah sakit.
Delirium adalah keadaan yang yang bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak, dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berfikir secara jernih.Prevalensi kejadian delirium saat ini berada di kisaran 23% untuk pasien rawat inap.
Faktor resiko penyebab delirium pada pasien rawat inap digolongkan dalam 2 jenis, yaitu faktor pendukung dan faktor pencetus
Faktor pendukung yang menyebabkan delirium biasanya disebabkan karena adanya gangguan otak organik, seperti demensia (pikun), stroke, penyakit parkinson, usia lanjut, gangguan sensorik, dan gangguan multipel.
Sementara itu, faktor pencetus delirium yang sering ditemui antara lain penggunaan obat lebih, infeksi, kurang cairan, keterbatasann gerak atau aktivitas, malnutrisi, dan pemakaian selang urine.
Delirium dapat diawali dengan berbagai gejala, dan kasus yang ringan mungkin sulit untuk dikenali.
Tingkah laku seseorang yang mengalami delirium bervariasi, tetapi kira-kira sama seperti orang yang sedang mengalami mabuk berat.
Ciri utama dari delirium adalah tidak mampu memusatkan perhatian, penderita tidak dapat berkonsentrasi, sehingga mereka memiliki kesulitan dalam mengolah informasi yang baru dan tidak dapat mengingat peristiwa yang baru saja terjadi.
Hampir semua penderita mengalami disorientasi waktu dan bingung dengan tempat dimana mereka berada.
Fikiran mereka kacau, mengigau dan terjadi inkoherensia. Pada kasus yang berat, penderita tidak mengetahui diri mereka sendiri.
Beberapa penderita mengalami paranoia dan delusi (percaya bahwa sedang terjadi hal-hal yang aneh).
Sindrom delirium mempunyai dampak buruk, diantaranya adalah pemanjangan masa perawatan di RS, hingga beresiko kematian.
Hampir setengah pasien delirium keluar dari kondisi rawatan akut rumah sakit dengan gejala persisten dan 20-40% diantaranya masih mengalami delirium hingga 12 bulan keluar dari rumah sakit.
Pencegahan delirium dapat dilakukan dengan menghindari berbagai faktor risiko yang meningkatkan risiko delirium.
Orang berusia lanjut (di atas 60 tahun) memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami delirium.Hindari penggunaan obat yang meningkatkan risiko deliritum, seperti ranitidin, digoksin, ciprofloxacin, kodein, amitriptilin (antidepresan), benzodiazepine.
Selain itu, beberapa latihan dapat dilakukan untuk menghindari delirium, seperti latihan rentang gerak, stimulasi pengihatan & pendengaran, latih kemampuan kognitif, dan selalu orientasikan pasien atau keluarga yang sakit terhadap orang, tempat, dan waktu. (*)
Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/01/31/kenali-delirium-penyebab-dampak-dan-pencegahannya?page=2.
Pengaruh Tumbuh Kembang Terhadap Kasus LGBT
Oleh Ni Made Ayu Wulan Sari
Dosen STIKES Telogorejo Semarang
LGBT (Lesbian, gay, bisexual dan transgender) merupakan fenomena yang terjadi di Indonesia pada saat ini. Hal tersebut tidak hanya berdampak secara fisik tetapi juga secara psikis/ mental, baik bagi individu yang mengalaminya maupun bagi anggota keluarga maupun masyarakat disekitarnya.
LGBT dianggap sebagai penyimpangan sosial yang akan berdampak buruk bagi penerus bangsa. Negara Amerika Serikat telah melegalkan LGBT dengan mengijinkan pernikahan sesama jenis. Pelegalan tersebut menimbulkan kontroversi baik secara hukum maupun agama (Suherry, dkk., 2016).
Era globalisasi menyebabkan kehidupan dan dinamika kehidupan masyarakat modern mengalami perubahan yang berdampak positif maupun negatif. Fenomena LGBT juga terjadi di Indonesia.
Awal mula LGBT menurut laporan pertemuan LGBT di Bali 13-14 Juni tahun 2013 dengan judul Hidup Sebagai LGBT di Asia: Laporan Nasional Indonesia; Tinjauan dan Analisa Partisipatif tentang Lingkungan Hukum dan Sosial bagi orang dan Masyarakat Madani Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) menjelaskan pada akhir tahun 1960-an dengan didirikan Himpunan Wadam Djakarta (Hiward) oleh Gubernur DKI Jakarta, Jenderal Marinir Ali Sadikin. Pada tahun 1982 kalangan pria homoseksual merintis usaha pengorganisasian dengan mendirikan Lambda Indonesia (Oetomo, 2013).ÂÂ
Fenomena LGBT di Indonesia diatas, menimbulkan pertanyaan mengenai pengelompokan LGBT. LGBT berdasarkan kelompoknya yaitu, kelompok pertama, lesbian yang dapat diartikan sebagai golongan indvidu yang dilahirkan secara biologis sebagai wanita, namun tertarik kepada wanita yang lain dari segi kecenderungan perasaannya maupun keinginan seksualnya.
Kelompok dua, gay adalah golongan yang dilahirkan secara biologis sebagai laki-laki, namun tertarik kepada sesame laki-laki yang lain. Bbaik dari segi kecenderungan perasaannya maupun keinginan seksualnya.
Kelompok ketiga, biseksual adalah seseorang yang mempunyai kecenderungan untuk tertarik kepada laki-laki maupun perempuan pada saat bersamaan. Sehingga kaum biseksual dapat menjalankan aktivitas seksual dengan dua orang yang berlainan kelamin tanpa merasa risih dan terganggu dengan indentitasnya.
Kelompok empat, transgender berbeda dengan golongan gay, lesbian dan biseksual. Golongan transgender tidak berorientasi pada dominasi kecenderungan perasaan maupun seksual pada sesama jenis, melainkan lebih kepada aspek identitas diri (Nugraha, 2017).
LGBT dapat terjadi apabila memahami tumbuh kembang manusia yang dipengaruhi oleh seksualitas, hal ini karena seksualitas merupakan dorongan utama dalam kehidupan manusia (Noviandy, 2012). Tetapi fenomena LGBT tidak sepenuhnya terjadi karna gangguan pada tumbuh kembang seksualitas.
Hal ini karena LGBT dipengaruhi faktor-faktor lain yaitu faktor prinsip hidup, faktor lingkungan, faktor kebebasan seksual, faktor genetik, faktor hormon dan faktor ketidakpuasan seks dengan pasangan, sehingga LGBT bukan suatu kelaian merupakan aktivitas manusia secara psikologis bersifat wajar.
Hal tersebut didukung Drescher (2015), awalnya homoseksual dianggap bukanlah sesuatu gangguan penyakit pada kesehatan jiwa. Hal ini didasari oleh pernyataan Freud yang menyatakan bahwa perilaku homoseksual disebabkan oleh adanya sesuatu yang terperangkap pada saat tahap perkembangan psikoseksual (tumbuh kembang seksualitas). Orang yang mengalami homoseksual tidak mengalami penurunan pada fisik sehingga tidak diklasifikasikan pada penyakit.
Tetapi pada tahun 1939, generasi psikoanalisis melihat homoseksual sebagai suatu penyakit. Pandangan ini berdasarkan teori Sandor Rado. Rado menyatakan bahwa didunia ini tidak ada biseksual dan homoseksual tetapi yang ada adalah heteroseksual. Seseorang dapat menjadi homoseksual dikarenakan ketidakadekuatan pola asuh orang tua.
Hal ini juga dijelaskan Bennett dan Douglas (2013) menjelaskan terjadinya LGBT. Menurutnya, LGBT terjadi karena adanya gangguan pada tahap adolescence yaitu saat identity versus role confusion. Pada tahap ini seseorang mengembangkan kesadaran identitasnya secara individu dan anggota dari kelompok masyarakat. seseorang akan menyadari bahwa dia LGBT pada tahap ini.
Pembentukan seseorang menjadi LGBT terjadi pada tahap initiative versus guilt saat umur 3-6 tahun. Pada tahap ini tugasnya adalah mengembangkan ketegasan interaksi dengan seseorang di lingkungan. Dampak tugas perkembangan yang tidak terlaksana low esteem, kesalahan perilaku seksual atau penegasan identitas LGBT.
LGBT di Indonesia menurut Saleh dan Arif, (2018), semua agama memandang bahwa LGBT adalah perilaku seksual yang menyimpang dan tidak dapat diterima seluruh agama yang ada khususnya Indonesia. Hal tersebut menyebabkan munculnya dampak sosial yang negatif di masyarakat yaitu munculnya berbagai penyakit kelamin maupun psikis/mental.
Menurut Russell dan Patrick (2018), terdapat 2 faktor yang dapat memperparah terjadinya masalah mental pada LGBT terutama remaja. Pertama faktor universal seperti konflik keluarga, penganiayaan, penggunaan narkoba dan pelecehan sexual. Kedua adalah faktor spesifik seperti stigma, diskriminasi, serta stres sehari-hari.
LGBT dapat terjadi, salah satu penyebabnya adalah masalah yang menghambat pada saat tumbuh kembang sehingga pentingnya orang tua untuk memaham ibagaimana cara mendidik anak secara dini. Selain itu, pentingnya memilih lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang anak.(*)
Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2019/02/01/pengaruh-tumbuh-kembang-terhadap-kasus-lgbt?page=all.
