Artikel
Tips Perawatan tali pusat bayi baru lahir
Disusun Oleh : dr. Vira Ari Nindia Dewi, Sp.A ( Dosen S1 Kebidanan Unibersitas Telogorejo Semarang )
Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya infeksi. Tali pusat yang belum lepas adalah area yang sensitif sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan higienis. Prinsip utama dalam perawatan tali pusat adalah menjaga agar tetap bersih dan kering hingga akhirnya mengering dan terlepas dengan sendirinya.Ibu atau pengasuh harus selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh tali pusat. Hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya kuman yang dapat menyebabkan infeksi. Tali pusat tidak perlu diberikan ramuan atau bahan tradisional, cukup dibersihkan jika kotor menggunakan air bersih dan dikeringkan dengan kain atau kasa steril.
Selain itu, penting untuk menjaga agar tali pusat tetap kering dengan cara tidak menutupinya terlalu rapat. Popok bayi sebaiknya dilipat di bawah tali pusat agar tidak terkena urin atau feses. Jika tali pusat terkena kotoran, segera bersihkan dan keringkan dengan lembut.
Bayi tetap boleh dimandikan, namun perlu diperhatikan agar tali pusat segera dikeringkan setelah terkena air. Hindari penggunaan alkohol atau antiseptik tanpa anjuran tenaga kesehatan karena dapat memperlambat proses pengeringan.
Orang tua juga perlu mengenali tanda-tanda infeksi pada tali pusat, seperti kemerahan di sekitar pangkal tali pusat, bau tidak sedap, keluar cairan bernanah, atau bayi tampak demam dan rewel. Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan perawatan yang benar, tali pusat biasanya akan mengering dan lepas dengan sendirinya dalam waktu sekitar 5–14 hari setelah kelahiran. Perawatan yang baik akan membantu mencegah infeksi dan mendukung kesehatan bayi secara keseluruhan.
Cara Tepat Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir
Perawatan tali pusat bayi baru lahir tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada cara-cara tertentu agar anggota tubuh bayi yang satu ini tetap bersih dan kering. Cara-cara tersebut meliputi:
Menjaga tali pusat tetap bersih
Sebelum melakukan perawatan tali pusat bayi, jangan lupa untuk mencuci tangan Anda terlebih dahulu. Tali pusat tidak perlu dibersihkan dengan alkohol. Cukup bersihkan dengan air, jika memang tali pusat kotor. Tali pusat juga harus dikeringkan menggunakan kain yang lembut atau dengan mengipasinya hingga kering.
Penelitian terbaru menyebutkan bahwa tali pusat kemungkinan lebih cepat sembuh jika dibiarkan saja. Membasuhnya dengan alkohol, sabun, atau cairan antiseptik justru dapat mengiritasi kulit di sekitar tali pusat dan membuatnya sembuh lebih lama. Hindari juga memberikan minyak, bedak, jamu, atau obat herba tertentu di sekitar tali pusat
Menjaga tali pusat tetap kering
Biarkan tali pusat dalam kondisi terbuka tanpa ditutup dengan kasa kering maupun tertutup popok. Saat memakaikan popok bayi, usahakan tali pusat tidak tertutup popok. Hal ini bertujuan agar tali pusat tidak terkena air seni dan tinja bayi yang dapat menyebabkan infeksi.
Bayi juga perlu mengenakan pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat, sehingga sirkulasi udara berjalan dengan baik di kulitnya. Hindari juga memakaikan baju model bodysuit (yang menutupi seluruh tubuh) pada Si Kecil.
Biarkan tali pusat terlepas secara alami
Membiarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya adalah salah satu cara perawatan tali pusat yang benar. Jangan memaksa melepas tali pusat dengan menariknya karena dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi.
Selama tali pusat masih menempel, mandikan bayi dengan cara membasuh badannya menggunakan washlap atau spons mandi. Hindari merendam bayi di dalam bak mandi hingga tali pusat puput.
Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Perawatan Tali Pusat Bayi
Anda tak perlu khawatir jika melihat perubahan warna pada tali pusat bayi selama proses penyembuhannya.
Di masa awal setelah bayi dilahirkan, tali pusat biasanya berwarna kekuningan dan mengkilap. Seiring waktu, tali pusat akan mengering dan menyusut sampai akhirnya puput. Biasanya warna tali pusat akan menjadi cokelat, abu-abu, keunguan, kebiruan, lalu menjadi hitam.
Ketika tali pusar puput, mungkin akan ada sedikit darah di pusar Si Kecil. Jangan khawatir, hal ini juga normal. Selain itu, terkadang ada cairan bening atau kuning dan sisa jaringan di pusar yang disebut umbilical granulomas. Cairan ini dapat hilang dengan sendirinya.
Kondisi yang perlu diwaspadai dan perlu penanganan dokter adalah jika tali pusar bayi menunjukan tanda-tanda infeksi, seperti:
- Nanah di tali pusar
- Bayi demam
- Kulit di sekitar area tali pusat bengkak dan berwarna kemerahan
- Tali pusat berwarna kekuningan atau berbau tidak sedap
- Tali pusat mengalami perdarahan yang banyak dan terus-menerus
- Bayi menangis setiap kali tali pusat atau kulit di sekitarnya tersentuh
Perawatan tali pusat bayi baru lahir umumnya tidak terlalu sulit, hanya saja diperlukan kesabaran dalam merawatnya sampai tali pusat benar-benar puput. Jangan pernah memaksa melepasnya meski sudah tampak sembuh. Hal yang paling penting adalah merawat tali pusat bayi dengan benar, sehingga pelepasan tali pusat dan penyembuhannya bisa lebih cepat.
Namun, Si Kecil perlu diperiksa ke dokter anak jika tali pusatnya belum puput setelah 3–6 minggu. Pasalnya, hal ini bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan, seperti infeksi atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
Kesimpulannya, perawatan tali pusat bayi baru lahir harus dilakukan dengan prinsip kebersihan dan menjaga kondisi tetap kering agar terhindar dari risiko infeksi. Langkah-langkah sederhana seperti mencuci tangan sebelum perawatan, menjaga tali pusat tetap bersih dan tidak lembap, serta menghindari penggunaan bahan atau ramuan tanpa anjuran tenaga kesehatan merupakan kunci utama dalam perawatan yang benar.
Selain itu, penting bagi orang tua untuk selalu memantau kondisi tali pusat dan mengenali tanda-tanda infeksi sejak dini agar dapat segera ditangani. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, tali pusat akan mengering dan lepas secara alami, sehingga kesehatan bayi tetap terjaga dengan optimal.
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
Mudik Lebaran dan Ancaman Penularan Campak pada Anak
Ns. Siti Lestari, M.Kep., Sp.Kep.An ( Dosen S-1 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang )
Menjelang musim mudik dan pertemuan keluarga pada perayaan Lebaran, kewaspadaan terhadap penyakit menular pada anak perlu kembali ditingkatkan. Mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode tersebut berpotensi mempercepat penyebaran berbagai penyakit infeksi, salah satunya campak. Hingga saat ini, infeksi virus campak masih menjadi persoalan kesehatan anak di berbagai wilayah Indonesia dan bahkan menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus dalam satu tahun terakhir.
Situasi epidemiologi campak di Indonesia menunjukkan perkembangan yang patut menjadi perhatian serius. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium serta 69 kasus kematian. Memasuki awal tahun 2026, tren peningkatan kasus masih terus terjadi. Hingga minggu ke-7 tahun 2026 dilaporkan 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian, disertai penetapan 21 kejadian luar biasa (KLB) di berbagai daerah.
Data surveilans nasional menunjukkan bahwa hingga minggu ke-8 tahun 2026 jumlah kasus meningkat menjadi sekitar 10.453 kasus suspek dengan sedikitnya 6 kematian. Angka tersebut menandakan bahwa penularan campak masih aktif terjadi di masyarakat dan berpotensi meningkat apabila upaya pencegahan tidak segera diperkuat. Perkembangan kasus pada anak bahkan masih terus bertambah pada awal Maret 2026.
Peningkatan kasus ini tidak dapat dilepaskan dari menurunnya cakupan imunisasi campak-rubela dalam beberapa tahun terakhir. Ketika jumlah anak yang belum memperoleh kekebalan semakin besar, virus campak yang memiliki daya tular sangat tinggi akan dengan mudah menemukan kelompok anak yang rentan terinfeksi.
Dari Ruang Rawat Anak: Gambaran Kasus di Rumah Sakit Rujukan
Peningkatan kasus campak juga tercermin dalam praktik pelayanan kesehatan anak di berbagai rumah sakit rujukan. Di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, kasus campak pada anak masih rutin ditemukan baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap.
Fenomena serupa juga dilaporkan di RSUP Dr. Kariadi, RSUP Dr. Sardjito, serta RSUD Dr. Soetomo. Dalam praktik pelayanan pediatri di rumah sakit rujukan tersebut, sebagian besar anak yang dirawat karena campak diketahui memiliki riwayat imunisasi yang tidak lengkap atau bahkan belum pernah menerima vaksin campak.
Tidak sedikit anak yang datang ke rumah sakit dalam kondisi telah mengalami komplikasi. Komplikasi yang paling sering ditemukan adalah pneumonia atau radang paru, yang menjadi alasan utama anak memerlukan perawatan di rumah sakit. Selain itu, beberapa anak juga mengalami komplikasi lain seperti diare berat, dehidrasi, serta gangguan nutrisi.
Temuan klinis tersebut menunjukkan bahwa campak bukan sekadar penyakit ringan pada anak. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi infeksi serius yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Mengenali Tanda dan Gejala Campak pada Anak
Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Tingkat penularannya sangat tinggi; satu anak yang terinfeksi dapat menularkan penyakit kepada sekitar 8–12 anak lain yang belum memiliki kekebalan.
Gejala campak umumnya muncul 7–14 hari setelah anak terpapar virus. Pada tahap awal, keluhan sering menyerupai infeksi saluran napas biasa sehingga orang tua kerap terlambat mengenalinya.
Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- demam tinggi hingga lebih dari 39 °C
- batuk dan pilek yang menetap
- mata merah dan berair
- penurunan nafsu makan serta anak tampak lemas
- munculnya bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spot
- Setelah beberapa hari demam, biasanya muncul ruam kemerahan pada kulit yang dimulai dari wajah dan belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, badan, hingga seluruh tubuh. Ruam tersebut merupakan tanda khas campak dan umumnya masih disertai demam yang cukup tinggi.
Penanganan Awal Campak pada Anak
Hingga saat ini belum tersedia terapi antivirus khusus untuk menyembuhkan campak. Oleh karena itu, penanganan penyakit ini bersifat suportif, yaitu membantu tubuh anak melawan infeksi sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.
Pada kasus campak ringan, anak umumnya dapat dirawat di rumah dengan beberapa langkah sederhana, antara lain:
- memastikan anak memperoleh istirahat yang cukup
- memenuhi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi
- memberikan makanan bergizi guna menunjang proses pemulihan
- menurunkan demam menggunakan obat penurun panas sesuai anjuran tenaga kesehatan
Dalam praktik pelayanan kesehatan anak, pemberian vitamin A juga sering dilakukan karena terbukti dapat membantu menurunkan risiko komplikasi pada anak dengan campak. Anak yang sedang mengalami campak sebaiknya tetap beristirahat di rumah dan tidak melakukan kontak dengan anak lain hingga sekitar empat hari setelah ruam muncul, guna mencegah penularan.
Peran Keluarga dalam Mencegah Komplikasi
Peran keluarga sangat penting dalam proses pemulihan anak yang mengalami campak. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan perawatan yang tepat, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memantau perkembangan gejala setiap hari.
Perlu diketahui bahwa infeksi campak dapat menurunkan daya tahan tubuh anak selama beberapa minggu bahkan hingga beberapa bulan setelah sembuh. Pada masa tersebut, anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain sehingga pemenuhan nutrisi yang baik serta pemantauan kondisi kesehatan tetap diperlukan.
Orang tua juga perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, kejang, anak tidak mau minum atau makan, atau demam tinggi yang tidak kunjung turun.
Menjelang Lebaran 2026: Waspada Penularan Saat Mudik
Perayaan Lebaran selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat melalui tradisi mudik dan pertemuan keluarga besar. Perjalanan jarak jauh, kepadatan di transportasi umum, serta interaksi antaranggota keluarga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi, termasuk campak.
Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan menjelang musim mudik. Orang tua perlu memastikan anak telah memperoleh imunisasi campak secara lengkap sebelum melakukan perjalanan, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kontak dengan individu yang sedang sakit.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menghimbau pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di wilayah yang memiliki risiko tinggi. Dalam program tersebut, anak usia 9 hingga 59 bulan dianjurkan memperoleh vaksin campak booster guna meningkatkan kekebalan dan memutus rantai penularan di masyarakat.
Apabila anak mengalami demam yang disertai ruam kemerahan setelah perjalanan atau setelah menghadiri pertemuan keluarga, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Menjelang Lebaran 2026, upaya pencegahan menjadi semakin penting. Melalui imunisasi lengkap, kewaspadaan orang tua terhadap gejala awal penyakit, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, risiko penularan campak dapat ditekan. Kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci penting untuk melindungi anak-anak Indonesia dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Inovasi Model Bisnis: Kompas Strategis bagi UMKM di Arus Ekonomi Digital
Oleh: Ahmad Hafiyyan Shibghatalloh, S.E, M.M ( Dosen S-1 Kewirausahaan
Universitas Telogorejo Semarang )
Di tengah deru digitalisasi yang kian kencang, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merasa bahwa cukup dengan memiliki akun media sosial atau terdaftar di pasar daring, mereka telah berhasil melakukan transformasi digital. Namun, realitas yang sering kali tersembunyi di balik layar gawai adalah fenomena stagnasi bisnis yang tetap terjadi meski infrastruktur teknologi telah tersedia. Masalah mendasarnya bukanlah pada ketidaktahuan menggunakan alat digital, melainkan pada ketidakmampuan untuk merombak arsitektur nilai dalam bisnis itu sendiri. Inilah titik kruisial di mana inovasi model bisnis menjadi penentu apakah sebuah usaha akan sekadar bertahan hidup atau justru melesat naik kelas.
Dalam perspektif akademik dan praktis, inovasi model bisnis merujuk pada cara sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai tambah bagi konsumennya. Berbeda dengan inovasi produk yang hanya fokus pada barang fisik, inovasi model bisnis menuntut perubahan cara berpikir mengenai bagaimana seluruh elemen dalam bisnis saling terhubung—mulai dari kemitraan kunci hingga cara menjaring pendapatan. Bagi UMKM, tantangan terbesar bukanlah keterbatasan modal finansial, melainkan sering kali terjebak dalam model bisnis konvensional yang kaku. Padahal, ekonomi digital menawarkan ruang yang sangat luas bagi mereka yang berani mendobrak cara-cara lama yang kini mulai usang melalui pendekatan technopreneurship.
Pelaku UMKM masa kini perlu menyadari bahwa teknologi hanyalah sebuah pengungkit, sementara mesin penggeraknya adalah karakter wirausaha yang kuat dan cerdas secara bisnis. Karakter ini melibatkan kemampuan untuk melihat peluang di tengah krisis dan kesediaan untuk melakukan eksperimentasi secara terus-menerus. Di sinilah integrasi antara prinsip akuntansi untuk pengambilan keputusan dan insting kewirausahaan bertemu. Seorang pelaku usaha yang mumpuni tidak hanya melihat angka di atas kertas sebagai laporan beban, tetapi sebagai instrumen untuk memvalidasi apakah sebuah model bisnis baru layak dijalankan atau perlu segera diputar haluannya demi efisiensi jangka panjang.
Lebih jauh lagi, pemanfaatan matematika bisnis dalam pengambilan keputusan menjadi instrumen navigasi yang tidak boleh diabaikan. Seringkali, kegagalan UMKM dalam berinovasi disebabkan oleh keputusan yang hanya berdasar pada intuisi tanpa dukungan data yang presisi. Dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen digital, pelaku usaha dapat merancang skenario bisnis yang lebih tangguh terhadap fluktuasi pasar. Kemampuan untuk menerjemahkan angka menjadi strategi adalah kompetensi inti yang harus dimiliki agar UMKM tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya arus modal asing di platform digital.
Keindahan dari era ekonomi digital saat ini adalah rendahnya hambatan masuk bagi inovasi-inovasi yang bersifat disruptif. Seorang pelaku UMKM kini dapat membangun ekosistem bisnis yang ramping dengan memaksimalkan kolaborasi digital, tanpa harus memiliki aset fisik yang membebani neraca keuangan. Yang dibutuhkan adalah entrepreneurial mindset: sebuah cara berpikir yang mampu mengubah keterbatasan sumber daya menjadi keunggulan kompetitif. Proses ini sejatinya adalah sebuah perjalanan pencarian jati diri bisnis yang otentik, di mana setiap kegagalan dalam uji coba pasar bukan dianggap sebagai akhir, melainkan sebagai data berharga untuk menyempurnakan strategi ke depan.
Dukungan ekosistem pendidikan tinggi juga memegang peranan vital melalui model pembelajaran seperti flipped classroom yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menyerap teori, tetapi langsung mempraktikkan inovasi di lapangan. Sinergi antara dunia kampus dan pelaku usaha mikro diharapkan mampu melahirkan solusi kreatif atas problematika klasik seperti akses pasar dan rantai pasok. Ketika pengetahuan akademis tentang manajemen bisnis dan akuntansi diimplementasikan secara tepat guna, UMKM akan memiliki daya tahan yang jauh lebih tinggi terhadap guncangan ekonomi global.
Pada akhirnya, menaikkan kelas UMKM di Indonesia bukan sekadar memberikan bantuan modal atau pelatihan teknis secara sporadis. Diperlukan sinergi yang mendalam antara kebijakan pemerintah dan pendampingan akademis yang fokus pada penguatan fondasi model bisnis dan karakter wirausaha. Ketika pelaku UMKM sudah mampu merancang model bisnis yang adaptif dan inovatif, maka digitalisasi bukan lagi sekadar tren yang diikuti secara ikut-ikutan, melainkan menjadi senjata ampuh untuk memenangkan persaingan di pasar global yang semakin kompetitif.
Mudik Lebaran dan Ancaman Penularan Campak pada Anak
Disusn Oleh : Ns. Siti Lestari, M.Kep., Sp.Kep.An ( Dosen S1 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang )

Menjelang musim mudik dan pertemuan keluarga pada perayaan Lebaran, kewaspadaan terhadap penyakit menular pada anak perlu kembali ditingkatkan. Mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode tersebut berpotensi mempercepat penyebaran berbagai penyakit infeksi, salah satunya campak. Hingga saat ini, infeksi virus campak masih menjadi persoalan kesehatan anak di berbagai wilayah Indonesia dan bahkan menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus dalam satu tahun terakhir.
Situasi epidemiologi campak di Indonesia menunjukkan perkembangan yang patut menjadi perhatian serius. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium serta 69 kasus kematian. Memasuki awal tahun 2026, tren peningkatan kasus masih terus terjadi. Hingga minggu ke-7 tahun 2026 dilaporkan 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian, disertai penetapan 21 kejadian luar biasa (KLB) di berbagai daerah.
Data surveilans nasional menunjukkan bahwa hingga minggu ke-8 tahun 2026 jumlah kasus meningkat menjadi sekitar 10.453 kasus suspek dengan sedikitnya 6 kematian. Angka tersebut menandakan bahwa penularan campak masih aktif terjadi di masyarakat dan berpotensi meningkat apabila upaya pencegahan tidak segera diperkuat. Perkembangan kasus pada anak bahkan masih terus bertambah pada awal Maret 2026.
Peningkatan kasus ini tidak dapat dilepaskan dari menurunnya cakupan imunisasi campak-rubela dalam beberapa tahun terakhir. Ketika jumlah anak yang belum memperoleh kekebalan semakin besar, virus campak yang memiliki daya tular sangat tinggi akan dengan mudah menemukan kelompok anak yang rentan terinfeksi.
Dari Ruang Rawat Anak: Gambaran Kasus di Rumah Sakit Rujukan
Peningkatan kasus campak juga tercermin dalam praktik pelayanan kesehatan anak di berbagai rumah sakit rujukan. Di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, kasus campak pada anak masih rutin ditemukan baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap.
Fenomena serupa juga dilaporkan di RSUP Dr. Kariadi, RSUP Dr. Sardjito, serta RSUD Dr. Soetomo. Dalam praktik pelayanan pediatri di rumah sakit rujukan tersebut, sebagian besar anak yang dirawat karena campak diketahui memiliki riwayat imunisasi yang tidak lengkap atau bahkan belum pernah menerima vaksin campak.
Tidak sedikit anak yang datang ke rumah sakit dalam kondisi telah mengalami komplikasi. Komplikasi yang paling sering ditemukan adalah pneumonia atau radang paru, yang menjadi alasan utama anak memerlukan perawatan di rumah sakit. Selain itu, beberapa anak juga mengalami komplikasi lain seperti diare berat, dehidrasi, serta gangguan nutrisi.
Temuan klinis tersebut menunjukkan bahwa campak bukan sekadar penyakit ringan pada anak. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi infeksi serius yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Mengenali Tanda dan Gejala Campak pada Anak
Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Tingkat penularannya sangat tinggi; satu anak yang terinfeksi dapat menularkan penyakit kepada sekitar 8–12 anak lain yang belum memiliki kekebalan.
Gejala campak umumnya muncul 7–14 hari setelah anak terpapar virus. Pada tahap awal, keluhan sering menyerupai infeksi saluran napas biasa sehingga orang tua kerap terlambat mengenalinya.
Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- demam tinggi hingga lebih dari 39 °C
- batuk dan pilek yang menetap
- mata merah dan berair
- penurunan nafsu makan serta anak tampak lemas
- munculnya bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spot
- Setelah beberapa hari demam, biasanya muncul ruam kemerahan pada kulit yang dimulai dari wajah dan belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, badan, hingga seluruh tubuh. Ruam tersebut merupakan tanda khas campak dan umumnya masih disertai demam yang cukup tinggi.
Penanganan Awal Campak pada Anak
Hingga saat ini belum tersedia terapi antivirus khusus untuk menyembuhkan campak. Oleh karena itu, penanganan penyakit ini bersifat suportif, yaitu membantu tubuh anak melawan infeksi sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.
Pada kasus campak ringan, anak umumnya dapat dirawat di rumah dengan beberapa langkah sederhana, antara lain:
- memastikan anak memperoleh istirahat yang cukup
- memenuhi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi
- memberikan makanan bergizi guna menunjang proses pemulihan
- menurunkan demam menggunakan obat penurun panas sesuai anjuran tenaga kesehatan
Dalam praktik pelayanan kesehatan anak, pemberian vitamin A juga sering dilakukan karena terbukti dapat membantu menurunkan risiko komplikasi pada anak dengan campak. Anak yang sedang mengalami campak sebaiknya tetap beristirahat di rumah dan tidak melakukan kontak dengan anak lain hingga sekitar empat hari setelah ruam muncul, guna mencegah penularan.
Peran Keluarga dalam Mencegah Komplikasi
Peran keluarga sangat penting dalam proses pemulihan anak yang mengalami campak. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan perawatan yang tepat, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memantau perkembangan gejala setiap hari.
Perlu diketahui bahwa infeksi campak dapat menurunkan daya tahan tubuh anak selama beberapa minggu bahkan hingga beberapa bulan setelah sembuh. Pada masa tersebut, anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain sehingga pemenuhan nutrisi yang baik serta pemantauan kondisi kesehatan tetap diperlukan.
Orang tua juga perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, kejang, anak tidak mau minum atau makan, atau demam tinggi yang tidak kunjung turun.
Menjelang Lebaran 2026: Waspada Penularan Saat Mudik
Perayaan Lebaran selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat melalui tradisi mudik dan pertemuan keluarga besar. Perjalanan jarak jauh, kepadatan di transportasi umum, serta interaksi antaranggota keluarga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi, termasuk campak.
Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan menjelang musim mudik. Orang tua perlu memastikan anak telah memperoleh imunisasi campak secara lengkap sebelum melakukan perjalanan, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kontak dengan individu yang sedang sakit.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menghimbau pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di wilayah yang memiliki risiko tinggi. Dalam program tersebut, anak usia 9 hingga 59 bulan dianjurkan memperoleh vaksin campak booster guna meningkatkan kekebalan dan memutus rantai penularan di masyarakat.
Apabila anak mengalami demam yang disertai ruam kemerahan setelah perjalanan atau setelah menghadiri pertemuan keluarga, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Menjelang Lebaran 2026, upaya pencegahan menjadi semakin penting. Melalui imunisasi lengkap, kewaspadaan orang tua terhadap gejala awal penyakit, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, risiko penularan campak dapat ditekan. Kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci penting untuk melindungi anak-anak Indonesia dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Inovasi Pelayanan Farmasi: Kompas Dunia Digital Bidang Farmasi
Dalam sistem pelayanan kesehatan digital, proses registrasi dan verifikasi pasien memegang peranan krusial untuk menjamin integritas data, perlindungan privasi, serta kelancaran interaksi klinis. Transformasi digital mengharuskan sistem informasi kesehatan memiliki mekanisme identifikasi yang akurat dan efisien guna mendukung proses pelayanan yang tepat sasaran dan aman. Registrasi dan verifikasi menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan antara pasien dan penyedia layanan. Registrasi pasien dilakukan melalui platform daring yang mengintegrasikan formulir identitas, riwayat medis, dan data demografis. Informasi yang dikumpulkan meliputi nama, tanggal lahir, alamat, serta nomor identitas resmi. Sistem ini memungkinkan pencatatan data awal secara sistematis yang dapat diakses oleh berbagai tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan lintas sektor. Kemudahan registrasi digital juga meningkatkan aksesibilitas layanan, terutama bagi populasi dengan keterbatasan mobilitas
Transformasi digital dalam sistem pelayanan farmasi turut mencakup mekanisme penyerahan obat kepada pasien secara daring. Melalui integrasi e-dispensing dan layanan logistik, proses ini dapat dilakukan secara efisien tanpa mengabaikan aspek keselamatan, edukasi, dan standar kualitas farmasi. Apoteker tetap memegang peran sentral dalam memastikan bahwa obat diserahkan secara tepat, sesuai dengan kebutuhan klinis pasien. Setelah konsultasi daring, resep yang diberikan oleh dokter akan diverifikasi oleh apoteker melalui sistem e-dispensing. Tahapan ini mencakup pemeriksaan keabsahan resep, kesesuaian dosis, kemungkinan interaksi obat, serta identifikasi pasien. Edispensing memungkinkan proses validasi resep dilakukan secara tersistem dan terekam, sehingga meningkatkan keamanan dan akuntabilitas pelayanan farmasi.
Dalam era digitalisasi layanan kesehatan, dokumentasi menjadi elemen penting yang tidak hanya merekam aktivitas pelayanan, tetapi juga menjamin kesinambungan terapi dan aspek legal. Dalam konteks telepharmacy, seluruh interaksi antara apoteker dan pasien, termasuk konsultasi daring, pemberian informasi obat, dan edukasi, harus dicatat secara sistematis dalam rekam medis elektronik kefarmasian. Teknik ini memperkuat akuntabilitas layanan serta memungkinkan pemantauan longitudinal terhadap efektivitas dan keamanan penggunaan obat Dokumentasi yang akurat juga menjadi dasar bagi evaluasi mutu layanan farmasi, penelusuran insiden medikasi, serta perencanaan intervensi farmakoterapi lanjutan. Di sisi lain, sertifikasi platform digital menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa aplikasi atau sistem yang digunakan telah memenuhi standar keamanan, validitas informasi, serta fitur yang mendukung pharmaceutical care. Sertifikasi ini juga memberikan kepercayaan lebih kepada pengguna dan apoteker dalam mengandalkan layanan daring secara profesional
Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya dengan Langkah Lintas Diare
- Rehidrasi dengan Cairan Rehidrasi Oral Formula Baru
- Zinc Diberikan Selama 10 Hari Berturut-turut
- Pemberian ASI dan Makanan Tetap Diteruskan
- Antibiotik Selektif
- Edukasi Orang Tua
Waspada Hipertensi dalam Kehamilan: Dampak bagi Ibu dan Janin
Tingginya tekanan darah selama kehamilan bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Berikut ini adalah penjelasannya: Hipertensi kronis Hipertensi kronis merupakan tekanan darah tinggi yang sudah terjadi sebelum hamil atau sebelum usia kehamilan memasuki 20 minggu. Kondisi ini sering kali tidak bergejala, sehingga banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi kronis. Hipertensi kronis pada ibu hamil biasanya baru terdeteksi ketika ibu hamil menjalani pemeriksaan kandungan. Hipertensi kronis dengan preeklamsia Jika hipertensi kronis tidak ditangani dengan baik, ibu hamil dapat mengalami preeklamsia. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi yang disertai adanya protein dalam urine. Hipertensi kronis dengan preeklamsia ini biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Hipertensi gestasional Hipertensi gestasional merupakan peningkatan tekanan darah yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Peningkatan tekanan darah ini umumnya tidak disertai dengan adanya protein dalam urine atau kerusakan organ tubuh. Pada ibu hamil yang mengalami kondisi ini, tekanan darah biasanya dapat kembali normal setelah merlahirkan. Preeklamsia Hipertensi dalam kehamilan yang tidak terkontrol dengan baik bisa berkembang menjadi preeklamsia. Selain adanya protein dalam urine, preeklamsia juga dapat disertai dengan kerusakan beberapa organ, seperti ginjal, hati, paru-paru, retina mata, atau otak. Meskipun jarang terjadi, preeklamsia juga dapat dialami wanita setelah melahirkan atau disebut juga preeklamsia postpartum. Eklamsia Eklamsia merupakan kelanjutan dari preeklamsia yang tidak terkontrol atau tidak tertangani dengan baik. Eklamsia merupakan jenis hipertensi dalam kehamilan yang paling parah. Selain tekanan darah tinggi, ibu hamil dengan kondisi ini juga mengalami kejang, bahkan bisa sampai koma. Berbagai Bahaya Hipertensi dalam Kehamilan Hipertensi dalam kehamilan yang tidak ditangani dengan baik tidak hanya membahayakan ibu hamil, tetapi juga janin. Berikut ini adalah berbagai dampak hipertensi dalam kehamilan yang perlu diwaspadai: Pertumbuhan janin terhambat Saat aliran darah ke plasenta berkurang, janin tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan berat badan lahir rendah. Kelahiran prematur Jika kondisi hipertensi dalam kehamilan semakin memburuk, dokter akan menyarankan kelahiran bayi secara prematur dengan jalan induksi atau operasi caesar. Hal ini dilakukan untuk mencegah eklamsia dan komplikasi lainnya. Solusio plasenta Solusio plasenta adalah kondisi ketika plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum proses persalinan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan plasenta dan perdarahan hebat. Penyakit kardiovaskular Preeklamsia dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular setelah melahirkan, seperti penyakit jantung dan stroke. Risiko ini akan lebih tinggi jika ibu melahirkan secara prematur. Namun, risiko ini dapat dikurangi dengan pengobatan rutin dan gaya hidup sehat. Selain itu, hipertensi dalam kehamilan yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan hati. Dalam kasus yang parah, kondisi ini juga dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi. Cara Menangani Hipertensi dalam Kehamilan Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi yang harus terus mendapat pemantauan dari dokter. Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan sesuai jadwal. Untuk menangani kondisi hipertensi dalam kehamilan, dokter akan memberikan obat penurun tekanan darah. Obat yang dipilih dokter umumnya sudah disesuaikan dengan kondisi kehamilan agar tidak berdampak pada janin. Saat mendapatkan pengobatan hipertensi dari dokter, ingatlah untuk mengonsumsi obat tersebut sesuai dosis dan petunjuk dokter. Jangan berhenti mengonsumsi atau mengganti dosis tanpa pengawasan dari dokter. Bumil juga dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi, minum jus penurun darah tinggi, istirahat cukup, dan mengelola stres dengan baik. Selain itu, hindari pula merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Agar berbagai dampak hipertensi dalam kehamilan dapat dicegah, penting bagi Bumil untuk rutin menjalani pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu, kondisi kesehatan Bumil dan janin bisa terus terpantau.
Morning Sickness pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
- Makan dalam Porsi Kecil dan Sering
- Konsumsi Makanan Tinggi Protein
- Jangan Lupa Sarapan
- Minum yang Cukup
- Istirahat Cukup
- Tambahkan Lemon dalam Minuman Anda
- Konsumsi Jahe atau Mint
- Konsumsi Multivitamin
- Akupresur. Gelang akupresur tersedia tanpa resep di sebagian besar apotek. Studi tentang gelang akupresur memiliki hasil yang beragam, tetapi beberapa wanita tampaknya menganggap gelang itu bisa membantu.
- Akupunktur. Dengan akupunktur, seorang praktisi terlatih memasukkan jarum setipis rambut ke kulit. Akupunktur bukanlah cara yang terbukti untuk mengobati mual di pagi hari, tetapi beberapa wanita tampaknya merasa terbantu.
- Jahe. Suplemen jahe herbal juga diduga meringankan mual di pagi hari bagi sebagian wanita hamil. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat digunakan dengan aman selama kehamilan, tetapi ada beberapa kekhawatiran bahwa jahe dapat memengaruhi hormon seks janin sehingga sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
- Hipnosis. Meskipun hanya ada sedikit penelitian tentang metode ini, beberapa ibu hamil telah menemukan perbaikan gejala mual melalui hipnosis.
- Aromaterapi. Bukti ilmiah akan metode ini juga sedikit, tetapi ibu bisa mencoba wewangian tertentu, yang biasanya dibuat menggunakan minyak esensial (aromaterapi), untuk membantu mengatasi mual saat hamil.
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.