Artikel
Meningkatkan Sinergi dan Interaksi Antarmahasiswa Melalui SINTESA 2025 dengan Tema: Pharmatreads (Weaving Harmony, Growing Together)
Disusun Oleh : Sirelia Caesar Anggi Batista Kefi (Mahasiswi Semester 3 S-1 Farmasi UNTS)
Himpunan Mahasiswa Farmasi bersama Program Studi S-1 Farmasi Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan kegiatan SINTESA (Sinergi dan Interaksi Antarmahasiswa) dengan tema Pharmathreads: Weaving Harmony, Growing Together. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi tingkat 1, 2, dan 3 dengan tujuan mempererat hubungan, kebersamaan, dan solidaritas antar mahasiswa Farmasi lintas angkatan, sekaligus menciptakan suasana yang harmonis dan saling mendukung dalam proses perkuliahan di lingkungan kampus.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, dibentuk Program Kakak Asuh yang terdiri dari 23 kelompok dengan nama obat dari berbagai golongan sebagai representasi bidang farmasi, di mana setiap kelompok beranggotakan sekitar 19–20 mahasiswa dari tingkat 1, 2, dan 3. Setiap kelompok juga membentuk grup chat yang digunakan sebagai media komunikasi dan sharing seputar perkuliahan Farmasi, termasuk diskusi materi, pengalaman akademik, serta tips dan strategi belajar. Melalui program ini, diharapkan terjalin interaksi yang berkelanjutan, dinamis, dan saling mendukung antar mahasiswa lintas angkatan Program Studi S-1 Farmasi Universitas Telogorejo Semarang.
Kegiatan SINTESA 2025 ini diselenggarakan pada hari Jumat, 19 Desember 2025 di Bukit Alam Bandungan. Berbeda dengan kegiatan SINTESA tahun sebelumnya yang diselenggarakan di Kampus, tentu pada kegiatan tahun ini menghadirkan suasana baru. Kegiatan ini didampingi dengan Bapak/Ibu Dosen S-1 Farmasi ini diawali dengan berkumpul bersama di Auditorium Lantai 4 Universitas Telogorejo Semarang untuk doa dan pengarahan sebelum berangkat. Transportasi yang digunakan yaitu 9 armada bus yang siap mengantarkan seluruh peserta beserta Bapak/Ibu dosen. Pemberangkatan dimulai dari Bus 1 pukul 06.15 dilanjutkan bus lainnya hingga tiba di lokasi pada pukul
08.00. Setibanya disana peserta diarahkan untuk mengumpulkan tas di pendopo Flamboyan untuk kemudian persiapan untuk pembukaan kegiatan SINTESA.
Sambutan Pembuka
Pada sesi pembukaan kegiatan SINTESA dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh apt. Rizky Budi Santoso, M. Farm kemudian dilanjutkan sambutan, sambutan diawali oleh Ketua Pelaksana, Solavide Asrinindiva B.P., yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini serta apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kaprodi S1 Farmasi, apt. Dra. Tunik Saptawati, M.Si.Med, yang diwakilkan oleh Pembimbing Kemahasiswaan, apt. Ranatri Puruhita, M.Farm. Dalam sambutannya, beliau kembali menegaskan tujuan utama kegiatan SINTESA sebagai wadah untuk mempererat hubungan, kebersamaan, dan solidaritas antar mahasiswa Farmasi lintas angkatan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun jaringan dukungan yang kuat melalui proses saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta tips belajar antara kakak tingkat dan adik tingkat. Di akhir sambutan, disampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, diikuti secara aktif oleh peserta, serta memberikan manfaat dan kesan positif bagi seluruh mahasiswa Farmasi yang terlibat, disertai ucapan terima kasih atas partisipasi semua pihak.Sesi Pertama: Games
Setelah sesi pembukaan, rangkaian kegiatan Sesi 1 dilanjutkan dengan games Pharma Glam yang diawali dengan kompetisi make-up berpasangan dan diteruskan dengan fashion show untuk menampilkan hasil riasan sesuai tema yang telah ditentukan oleh panitia, dengan penilaian langsung oleh tiga dosen S1 Farmasi berdasarkan kesesuaian tema, kerapian, kreativitas, dan teknik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan Musical Chairs yang berlangsung meriah, diawali oleh peserta dan dilanjutkan dengan sesi kejutan pada babak kedua di mana panitia turut berpartisipasi dengan berjoget sambil memperebutkan kursi serta mengajak peserta untuk bergoyang bersama, sehingga menciptakan suasana yang hangat, penuh tawa, dan mempererat kebersamaan antar mahasiswa Farmasi lintas angkatan. Setelah seluruh rangkaian games pada Sesi 1 selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan ISHOMA (istirahat, salat, dan makan), di mana peserta laki-laki yang beragama Islam melaksanakan salat Jumat di masjid terdekat, sementara peserta lainnya beristirahat dan menikmati makan siang sebelum kegiatan dilanjutkan ke sesi berikutnya.Sesi Kedua: Outbond
Pada sesi kedua , kegiatan dilanjutkan dengan outbond yang dikemas dalam beberapa perlombaan kelompok, yaitu Liquid Stability Race , Ball and Blind , The Safety Circle , Pantomime Chain , dan The Alignment Labyrinth Challenge . Seluruh permainan dirancang untuk melatih kerja sama tim, komunikasi efektif, kepercayaan, ketelitian, serta kemampuan peserta dalam menghadapi dan menyelesaikan tantangan secara kolektif. Melalui rangkaian lomba ini, peserta dituntut untuk aktif berpartisipasi, menyusun strategi bersama, mengelola peran masing-masing anggota, serta saling mendukung demi mencapai hasil yang optimal. Kegiatan outbond ini secara khusus menjadi media implementasi nilai ICARE sebagai dasar pembentukan karakter mahasiswa Farmasi. Nilai Integrity diwujudkan melalui permainan Ball and Blind , di mana peserta harus menjunjung kejujuran, presisi instruksi, serta rasa saling percaya antara pemandu dan peserta yang menutup matanya. Nilai Compassionate to Customer diimplementasikan dalam Pantomime Chain , yang menuntut empati, kepekaan, dan pemahaman komunikasi nonverbal agar pesan dapat tersampaikan dengan baik. Nilai Alignment for Result tercermin dalam The Alignment Labyrinth Challenge , yang menekankan pentingnya keselarasan gerak, koordinasi, dan sinergi seluruh anggota tim untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu, nilai Responsive to Changes diwujudkan melalui Liquid Stability Race , di mana peserta dituntut peka terhadap perubahan kondisi, menjaga stabilitas, serta mampu menyesuaikan strategi secara cepat dan tepat. Adapun nilai Excellent through Innovation yang diimplementasikan dalam The Safety Circle , yang mendorong peserta untuk berpikir kreatif, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi keterbatasan ruang. Dengan demikian, sesi outbond ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berperan sebagai pembelajaran aplikatif dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan solidaritas mahasiswa Farmasi lintas angkatan.Penutup
Setelah seluruh rangkaian outbond selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan foto per angkatan, yaitu angkatan 1, 2, dan 3. Selanjutnya, peserta diberikan waktu untuk berganti pakaian dan melakukan persiapan pulang. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba video edukasi serta pemenang dari setiap games dan perlombaan yang telah dilaksanakan, disertai pemberian hadiah yang diserahkan oleh Ibu Untsa Alfiyaturakhma, M.Farm. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, doa dipimpin oleh Bapak apt. Rizky Budi Santoso, M.Farm., sebelum seluruh peserta melakukan persiapan kepulangan dan melanjutkan perjalanan kembali menggunakan bus. Rombongan akhirnya tiba di Kampus Universitas Telogorejo Semarang pada pukul 17.45 WIB dalam keadaan aman dan tertib, menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan SINTESA.
PEMBELAJARAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN AI “MANFAAT DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI”
Pembelajaran keperawatan merupakan bagian yang sangat penting dari pendidikan kesehatan yang mempunyai tujuan untuk membentuk perawat-perawat profesional yang kompeten dengan kemampuan berpikir dan kemampuan ketrampilan klinis yang baik. Pembelajaran keperawatan yang berkualitas akan menghasilkan luaran yang juga berkualiats. Untuk itu dalam pembelajaran keperawatan harus bersifat dinamis mengikuti perkembangan dan perubahan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap tahunya agar mampu mempunyai eksistensi dalam Pembangunan Pendidikan di Indonesia. Seiring perkembangan teknologi saat ini juga terjadi perubahan signifikan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI).
Kecerdasan buatan (AI) ialah suatu teknologi yang dapat memungkinkan mesin untuk meniru kemampuan manusia dalam berpikir, belajar, beradaptasi, dan penyelesaian tugas-tugas tertentu. Sebenarnya untuk perkembangan AI sudah muncul sekitar tahun 1950-an sebagai disiplin ilmu formal. Alan Turing seorang matematikawan Inggris, mengajukan pertanyaan tentang apakah mesin dapat berpikir seperti manusia dalam makalahnya yang terkenal "Computing Machinery and Intelligence." Pada tahun 1956, konferensi Dartmouth dianggap sebagai awal mula AI, di mana para peneliti berkumpul untuk melakukan diskusi tentang bagaiamana potensi mesin cerdas. Setelah masa optimisme awal, AI menghadapi suatu masa yang sulit pada tahun 1970-an yang dikenal sebagai "musim dingin AI" karena tantangan teknis dan kurangnya kemajuan. Namun pada tahun awal 2000-an AI mengalami kebangkitan karena adanya kemajuan teknologi komputer, seperti pemprosesan yang lebih cepat dan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
Perkembangan pembelajaran mesin dan akses ke big data mendorong kebangkitan AI. Saat ini AI telah menjadi suatu bidang penelitian dengan perkembangan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir dan terus mengalami kemajuan yang signifikan. Teknologi ini telah menciptakan penemuan aplikasi di berbagai sektor termasuk Pendidikan, kesehatan, bisnis, transportasi, dan masih banyak lagi. Teknologi AI telah membawa peluang baru yang sangat menarik dalam pendidikan keperawatan karena dapat mempengaruhi bagaimana perawat masa depan belajar dan berlatih.
AI dalam pendidikan keperawatan dapat memberikan manfaat yang sangat penting seperti personalisasi dalam pembelajaran yang di mana materi dan metode pengajaran dapat dilakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing mahasiswa. Hal lain yang bisa dilakuakn AI yaitu memungkinkan mahasiwa melakukan simulasi klinis yang realistis dan aman, sehingga mahasiswa mampu belajar dan berlatih dalam lingkungan yang terkendali yang akan meminimalisir suatu kesalahan fatal sebelum dihadapkan dalam kondisi nyata yang ada dilapangan, AI juga mempunyai manfaat dalam menyediakan akses cepat ke informasi medis dan keperawatan terbaru sehingga akan membantu mahasiswa tetap up-to-date dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. AI juga dapat memeberikan feed back otomatis pada tugas-tugas dan latihan sehingga hal ini dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja mahasiswa secara efisien.
Hal tersebut akan membantu mahasiswa dalam melakukan perbaikan keterampilan dan pengetahuan secara cepat. Salah satu contoh penggunaan AI dalam pembelajaran keperawatan saat ini ialah simulasi pasien virtual. Institusi pendidikan keperawatan menggunakan simulasi pasien virtual berbasis AI dengan tujuan agar dapat memberikan pengalaman klinis nyata bagi mahasiswa. Pasien virtual ini mampu melakukan interaksi dengan mahasiswa , memperlihatkan kondisi tanda dan gejala penyakit, dan melakukan respon terhadap tindakan yang dilakukan mahasiswa sehingga hal ini dapat meningkatkan kemampuan ketrampilan klinis mahasiwa sebelum dihadapkan dengan pasien nyata. Penggunaan lain AI dalam keperawatan yaitu untuk menyediakan asisten pengajaran virtual yang dapat memberikan bantuan terhadap mahasiswa tentang pertanyaan medis, sumber referensi, dan informasi terkait tugas ataupun materi pembelajaran sehingga hal ini dapat meningkatkan efisiensi belajar mahasiswa dan memberikan akses cepat ke informasi medis.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran keperawatan telah membuka peluang besar untuk dapat membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan untuk menghasilkan perawat yang kompeten di masa depan. Namun, seperti halnya teknologi lainya, AI juga menghadirkan beberapa tantangan yang harus diatasi agar dalam pengunuaan dan perapan AI dalam pembelajaran keperawatan dapat memberikan manfaat. Tantangan prioritas dalam pembejalaran keperawatan menggunakan AI adalah ketergantungan yang berlebih pada teknologi. Mahasiswa keperawatan mungkin akan sangat terlalu bergantung pada AI untuk berlatih dan mempelajari keterampilan klinis, sehingga mereka kurang mendapatkan pengalaman penting dalam interaksi langsung dengan pasien. Oleh karena itu, sangat penting bagi institusi pendidikan keperawatan agar menjaga keseimbangan antara penggunaan AI dan pengalaman klinis nyata. Selain itu ketergantungan teknologi yang berlebih juga akan menimbulkan kekhawatiran terhadap kemampuan berpikir mahasiswa, untuk itu institusi Pendidikan perlu untuk menekankan kepada mahasiwa bahwa AI bukan jawaban utama dari permasalahan yang harus diterima mentah-mentah tetapi AI hanya sebagai alat bantu atau bisa dikatakan sebagai teman dalam melaksanakan diskusi untuk menemukan jawaban permasalahan yang dihadapi.
Kualitas data merupakan faktor penting lainnya. AI membutuhkan data yang mempunyai kualitas tinggi untuk dapat memberikan hasil yang valid dan akurat serta kredibel. Data yang kurang atau bahkan cenderung tidak lengkap ataupun tidak akurat akan menyebabkan kesalahan dalam simulasi atau analisis, yang berpengaruh terhadap pembelajaran mahasiswa karena pembacaan hasil yang salah oleh AI. Oleh karena hal itu, institusi harus memastikan bahwa data yang digunakan dalam sistem AI merupakan data yang valid dan representatif. Tantangan lain yang harus dihadapi yaitu penggunaan AI dalam pendidikan keperawatan sering kali membutuhkan akses ke data pasien dan mahasiswa, yang bisa memunculkan risiko privasi dan keamanan. Untuk menghindari hal tersebut Institusi harus mengambil langkah-langkah dalam perlindungan data sensitif agar tetap aman. Tantangan lain pastinya terkait dengan biaya, enggunaan AI dalam pembelajaran keperawatan memerlukan investasi untuk menyiapkan perangkat keras, perangkat lunak, dan pelatihan instruktur. Institusi harus mempertimbangkan apakah mempunyai sumber daya yang cukup untuk menerapkan AI secara efektif. Selain itu, kesiapan untuk instruktur menjadi faktor yang menentukan dalam keberhasilan penggunaan AI. Instruktur harus mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang kompeten karena diperlukan untuk menggunakan AI dengan baik dalam pembelajaran. Ketidaksiapan instruktur dapat menjadikan hambatan dalam penerapan AI yang sukses. Salah satu tantangan yang lebih kompleksitas ialah bias algoritma. AI dapat mewarisi bias dari data pembelajaran dan pelatihan, yang memungkinkan terjadinya diskriminasi atau hasil yang tidak adil. Institusi perlu sadar terhadap resiko tersebut sehingga harus memastikan bahwa AI yang diguanakan sesuai dengan standar etis dan adil.
Pengurangan terhadap keterampilan praktis mungkin juga akan terjadi apabila mahasiswa terlalu bergantung pada simulasi AI. Mereka mungkin akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan situasi medis yang aktual. Oleh karena itu, pengalaman klinis nyata tetap penting bagi mahasiswa keperawatan. Selain itu, kompleksitas etika muncul dalam penggunaan AI dalam pengambilan keputusan medis otomatis. Pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab atas keputusan AI dapat menjadi sumber perdebatan. Terakhir, institusi perlu melakukan penyesuaian kurikulum mereka agar ada keselarasan dengan perkembangan AI dalam pembelajaran keperawatan. Hal ini juga mencakup pengembangan modul khusus mengenai AI dalam keperawatan untuk memastikan bahwa mahasiswa memahami peran dan tantangan teknologi ini. Meskipun tantangan dalam penggunaan AI cukup banyak, namun institusi sebaiknya tidak perlu khawatir dan takut untuk menggunakan AI dalam pembelajaran keperawatan karena dengan pendekatan yang bijaksana dan berimbang, institusi pendidikan keperawatan dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa dan mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi perawat yang kompeten dan siap terjun dalam dunia kerja.PENGARUH KECEMASAN DAN IMUNITAS DALAM TUBUH
Kecemasan Psikologis dan ekonomi menimbulkan dampak yang signifikan pada masyarakan di amsa pandemik. Terdapat banyak kabar bahwa kondisi psikologis merupakan faktor yang mempengaruhi system imun. System imun merupakan factor penting dalam menghadapi covid-19. Menurut penjelasan dalam penelitian Mazza, et all (2020), menjelskan bahawa kecemasan dan depresi berperan dalam predictor klinis dan inflamasi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa semakin buruk inflamasi yang terjadi , semakin buruk pula depresi yang dialami.
Oleh karena itu, perlu adanya penanganan kecemasan agar imunitas tetap terjaga. Penanganan kecemasan paling sederhana adalah dengan relaksasi napas dalam. Menarik napas dan mengeluarkan secara perlahan dengan sikap duduk yang tenang serta dengan didampingi music yang menenangkan. Hal ini dapat membantu menangani kecemasan.
References:
Gambar: https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fwww.apa.org%2Fimages%2Farticle-covid-19_tcm7-277085_w1024_n.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.apa.org%2Fpubs%2Fhighlights%2Fcovid-19-articles&tbnid=4of8UrLd6vNH-M&vet=12ahUKEwirjejh4qHuAhVDNHIKHbKWAw0QMygTegUIARCIAQ..i&docid=iZSP-z4x5ELdHM&w=450&h=300&q=download%20free%20picture%20anxiety%20covid&safe=strict&ved=2ahUKEwirjejh4qHuAhVDNHIKHbKWAw0QMygTegUIARCIAQ
Gennaro Mazza, M., De Lorenzo, R., Conte, C., Poletti, S., Vai, B., Bollettini, I., … Benedetti, F. (2020). Anxiety and depression in COVID-19 survivors: role of inflammatory and clinical predictors. Brain, Behavior, and Immunity. doi:10.1016/j.bbi.2020.07.037
Mann, F. D., Krueger, R. F., & Vohs, K. D. (2020). Personal economic anxiety in response to COVID-19. Personality and Individual Differences, 110233. doi:10.1016/j.paid.2020.110233
Menzies, R. E., & Menzies, R. G. (2020). Death anxiety in the time of COVID-19: theoretical explanations and clinical implications. The Cognitive Behaviour Therapist, 1–24. doi:10.1017/s1754470x20000215
KENALI METODE PILLEX (PILLATES EXERCISE) UNTUK MENGATASI NYERI DISMENORE
Apa itu Dismenore? Dysmenorrhea atau dismenore adalah rasa nyeri dan kram pada perut bagian bawah yang dialami oleh wanita sebelum ataupun selama siklus menstruasi. Kondisi ini tergolong normal jika menimbulkan gejala yang ringan. Namun, pada beberapa kasus, dismenore dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab Dismenore
Penyebab utama dismenore adalah perubahan hormon yang memicu rahim untuk berkontraksi untuk meluruhkan lapisannya. Berdasarkan penyebabnya, dismenore juga dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu:
- Dismenore Primer
- Dismenore Sekunder
- Wanita berusia di bawah 30 tahun.
- Terdapat riwayat keluarga yang sering mengalami nyeri haid.
- Mendapatkan siklus menstruasi pertama pada usia yang sangat muda, yaitu di bawah 11 tahun (pubertas dini).
- Siklus menstruasi yang tidak teratur.
- Kebiasaan merokok.
- Terjadi perdarahan yang berlebihan selama menstruasi.
- Belum pernah melahirkan.
- Mual yang dapat disertai ataupun tanpa disertai muntah.
- Nyeri kepala.
- Perut kembung.
- Lesu atau tidak bertenaga.
- Mengompres hangat perut bagian bawah.
- Melakukan olahraga ringan, seperti yoga, jalan kaki, atau pilates.
- Mandi air hangat.
- Beristirahat yang cukup.
- Menghindari konsumsi alkohol dan merokok.
- Olah raga ( Pilates exercise, Yoga dll)
Salah satu cara mengatasi Dismenorea dengan PILLATES EXERCISE
Pilates adalah metode binaraga yang mengutamakan kekuatan otot-otot bagian tengah tubuh, terutama otot perut bagian depan dan belakang. Otot perut dianggap sebagai otot yang memainkan peran penting dalam mengkoordinasikan, menstabilkan, dan menyeimbangkan gerakan di berbagai bagian tubuh. Pilates pertama kali dikembangkan pada tahun 1920 oleh Joseph Hubert Pilates, seorang pelatih pendidikan jasmani (binaraga, tinju, gulat, yoga, senam, seni bela diri) di Studio Pilates di New York.
Berikut ini manfaat lain melakukan pilates, simak ya!
- Mengurangi nyeri haid
- Meningkatkan gairah seks
- Meningkatkan suasan hati
- Meningkatkan fungsi kognitif
- Meningkatkan kualitas tidur
STIKES Telogorejo Semarang Terima Kunjungan Tamu Istimewa dari Tzu Chi University
Pada hari Senin, 14 April 2025, STIKES Telogorejo Semarang menerima kunjungan istimewa dari delegasi Tzu Chi University, Taiwan. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Diskusi 602 dan merupakan bagian dari agenda kunjungan serta diskusi kerja sama antara kedua institusi.
Kunjungan ini menjadi momen penting dalam upaya memperluas jejaring internasional STIKES Telogorejo Semarang, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua belah pihak saling bertukar informasi mengenai sistem pendidikan masing-masing institusi serta membahas potensi kolaborasi di masa mendatang.
Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan baik antar lembaga pendidikan tinggi lintas negara. Diharapkan, dari kunjungan ini akan terjalin kerja sama yang berkelanjutan, baik dalam bentuk program pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, maupun kegiatan akademik lainnya.
STIKES Telogorejo Semarang menyambut baik inisiatif ini dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan dari Tzu Chi University. Semoga langkah awal ini menjadi jembatan bagi kolaborasi yang bermanfaat dan berdampak luas di masa depan.
Keluarga Sehat Hospital Pati Gelar Rekrutmen Karyawan di STIKES Telogorejo Semarang
Semarang, 8 April 2025  Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati mengadakan kegiatan rekrutmen karyawan yang ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni dari Program Studi D3 Keperawatan, Profesi Ners, dan Profesi Bidan STIKES Telogorejo Semarang. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 8 April 2025, mulai pukul 08.00 WIB di ruang teater lantai 6 kampus STIKES Telogorejo Semarang.
Rekrutmen ini terdiri dari dua tahap seleksi, yaitu tes tulis dan wawancara. Kedua tahapan tersebut dilaksanakan langsung oleh tim Human Resource Development (HRD) dari KSH Pati, yang hadir secara khusus untuk menjaring calon tenaga kesehatan profesional yang siap bergabung dengan rumah sakit yang telah lama dikenal memiliki pelayanan kesehatan berkualitas tersebut.
Dalam sambutannya, perwakilan HRD KSH Pati menyampaikan apresiasi terhadap STIKES Telogorejo Semarang sebagai mitra institusional yang telah menjalin kerja sama erat sejak tahun 2020. “Kami merasa bangga bisa terus menjalin sinergi dengan STIKES Telogorejo. Sudah banyak lulusan dari sini yang bergabung dan menjadi bagian dari tim KSH Pati. Mereka menunjukkan kinerja yang baik dan profesional,†ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KSH Pati untuk merekrut tenaga kesehatan muda yang kompeten, sekaligus menjadi sarana pengembangan karier bagi lulusan STIKES Telogorejo Semarang. Kehadiran rumah sakit sebagai mitra dunia kerja juga menjadi bentuk dukungan nyata dalam menciptakan lulusan yang siap pakai dan mampu bersaing di dunia pelayanan kesehatan.
Tips SUKSES ASI eksklusif ibu bekerja
Keuntungan ASI Eksklusif.........
Menyusui merupakan salah satu investasi terbaik untuk kelangsungan hidup dan meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, serta ekonomi individu. Angka kematian bayi menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui derajat kesehatan di suatu negara, dan bahkan untuk mengukur tingkat kemajuan suatu bangsa. Salah satu cara untuk menekan angka kematian bayi adalah dengan memberikan makanan terbaik, yaitu air susu ibu (ASI). Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dapat mengurangi hingga 13 persen angka kematian balita. Keuntungan ASI Eksklusif diantaranya yaitu ASI tidak berbayar dan merupakan makanan sempurna bagi bayi, meningkatkan bounding attachment kepada ibu dan bayi, bayi yang diberikan ASI lebih kuat dan terhindar dari beragam penyakit, ASI lebih mudah dicerna oleh bayi, pemberian ASI ramah lingkungan, ASI mengurangi risiko obesitas pada si kecil, membantu perkembangan otak dan fisik bayi, dan mencegah kanker payudara.
Tips Sukses ASI Eksklusif Ibu Bekerja …………………
ASI adalah cairan yang mengandung protein, laktosa, dan garam-garam organik yang diproduksi dari kelenjar payudara ibu setelah melahirkan dan berguna sebagai sumber nutrisi bayi. ASI mengandung nutrisi sempurna yang dibutuhkan bayi yang tidak didapatkan dari sumber makanan lain. Mitra sehat, mengingat betapa pentingnya ASI eksklusif, maka segala upaya akan dilakukan untuk membantu ibu mencapai keberhasilan dalam menyusui bayinya. Berikut tips dan trik agar sukses memberikan ASI eksklusif bagi ibu bekerja: memberikan sugesti pada diri sendiri bahwa mampu memberi ASI eksklusif dengan menanamkan manfaat ASI eksklusif bagi ibu dan bayi, hindari stress psikologis, buatlah diri nyaman saat memberikan ASI, perlunya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar, menyiapkan ASI cadangan bagi ibu yang bekerja, dan rutin melakukan pemeriksaan nifas agar mendapatkan informasi seputar asi eksklusif demi kesehatan ibu dan bayi.
Pemerahan dan Penyimpanan ASI Ibu Bekerja.........
Memerah ASI dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan tangan dan menggunakan alat bantu/pompa ASI. Ibu dianjurkan memerah ASI sesering bayi minum, yaitu setiap 2-3 jam sekali. ASI yang telah diperah dapat disimpan dan diberikan kepada bayi saat ibu bekerja. Saat ibu pulang dari bekerja, utamakan untuk menyusui bayi secara langsung dari payudara, hal ini akan meningkatkan bonding/ikatan batin antara ibu dan bayi yang tentunya akan meningkatkan produksi ASI. Hal yang menjadi catatan penting dalam memerah ASI adalah mencegah kontaminasi virus, kuman dan bakteri pada kontainer/tempat ASI perah untuk menjaga higienitas ASI yang akan dikonsumsi bayi. Adapun cara pencegahan kontaminasi saat memerah ASI adalah sebagai berikut: 1) Cuci tangan dengan benar (memakai sabun selama 20 detik) sebelum memerah ASI dan sebelum memberikan ASIP pada bayi. 2) Saat memerah ASI, posisikan duduk santai dengan mencondongkan badan sedikit ke depan dan memegang wadah atau botol tampung dan pastikan posisi sudah nyaman. 3) Pijat payudara dengan lembut dari dasar payudara ke arah puting susu. 4) Jika ibu menggunakan pompa ASI, sebaiknya gunakan pompa ASI milik pribadi/personal dan pastikan pompa ASI tersebut sesuai dengan ukuran payudara ibu sehingga tidak menimbulkan rasa nyeri/sakit saat digunakan. Jika ibu memerah dengan tangan, ikuti langkah-langkah berikut: Letakkan ibu jari di bagian atas areola (posisi jam 12) dan jari telunjuk di tepi bawah areola (posisi jam 6), jari-jari lain menopang payudara. Tekan ibu jari dan telunjuk ke arah dalam menuju dinding rongga dada (menekan) dan gerakkan ke depan, pencet areola ke arah depan/ke arah puting susu (menggulung). Memerah ASI dilakukan pada areola, bukan pada puting susu. Ulangi gerakan menekan dan menggulung secara berkesinambungan, dapat juga mengubah posisi ibu jari dan telunjuk menjadi arah jam 3 dan 9 untuk memerah ASI dari seluruh saluran ASI. Perah ASI sampai payudara menjadi lembek dan kosong. Pastikan wadah untuk menyimpan ASIP sudah sesuai standar kesehatan. Ibu dapat menggunakan botol kaca, atau jika menggunakan wadah berbahan plastik, pastikan bebas Bisophenol A (BPA-Free), tertutup rapat dan jaga kebersihan wadah yang digunakan. Pastikan bahwa pada wadah ASI telah diberi label berisi nama anak dan tanggal ASI diperah.
Cara menyimpan ASIP akan mempengaruhi kualitas ASI sehingga sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan ASIP, agar ASIP tetap dalam kondisi baik saat dikonsumsi bayi. Berikut tata cara menyimpan ASI perah : Simpanlah ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Sebaiknya menyimpan ASIP sebanyak 60-120 ml per botol/wadah atau disesuaikan kebutuhan bayi dalam sekali minum. Sisakan ruang sekitar 2,5 cm dari tutup botol karena volume ASI akan meningkat pada saat beku. Jangan langsung menyimpan ASIP ke dalam freezer, ASIP sebaiknya didinginkan terlebih dahulu di dalam lemari es /kulkas/rak bawah selama 12-24 jam sebelum dimasukkan ke dalam freezer. Di dalam ruangan dengan suhu 19-25 °C ASI dapat bertahan selama 4-8 jam. Bila ASI disimpan di dalam lemari es pada suhu 0-4 °C akan tahan selama 1-2 hari. Penyimpanan di dalam lemari pembeku (freezer) di dalam lemari es 1 pintu ASI tahan selama 2 bulan, sedangkan dalam freezer di lemari es 2 pintu (pintu freezer terpisah) tahan selama 3-4 bulan. (Sumber: IDAI) Jangan mencampurkan ASI yang telah dibekukan dengan ASI yang masih baru dalam satu wadah penyimpanan.
Banyaknya keuntungan yang diperoleh dari ASI eksklusif seharusnya membuat kita sadar akan pentingnya ASI eksklusif dan harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat agar mendukung suksesnya ASI eksklusif agar menciptakan generasi sehat dan cerdas bagi generasi selanjutnya.
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.official.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
STIKES Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan STIKES Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
Tips Menjadi Pengguna Sosial Media yang Bijak
Berdasarkan Datareportal per Oktober 2023, ada 4,9 miliar orang di dunia ini yang menggunakan sosial media. Jumlah itu setara dengan 61,4% populasi di dunia. Dan Anda yang sedang membaca artikel ini bisa jadi adalah salah satunya. Jika ya, apa yang Anda rasakan ketika menggunakan sosial media? Senang, sedih, marah atau biasa-biasa saja?
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh University of Columbia, level kebahagiaan ketika kita menggunakan Instagram, Facebook atau X (sebelumnya Twitter) itu tergantung pada bagaimana cara kita menggunakannya. Lalu, bagaimana cara menggunakan sosial media dengan cara terbaik dan bijak? Simak tipsnya berikut ini!


