Back

Artikel

HomeArtikelPage 4
DETEKSI DINI STROKE, MENYELAMATKAN NYAWA
ArtikelNews 07 Oct 2024

DETEKSI DINI STROKE, MENYELAMATKAN NYAWA

Disusun Oleh : Ns. Sri Puguh K, M.Kep, Sp.MB ( Dosen Program Studi Pendidikan Profesi Ners STIKES Telogorejo Semarang )
   
Stroke dikenal dengan brain attack atau serangan otak, merupakan sindrom klinis dengan gejala berupa gangguan fungsi otak secara fokal maupun global, yang dapat menimbulkan kematian atau kecacatan yang menetap, lebih dari 24 jam, tanpa penyebab lain kecuali gangguan vaskuler (Donkor, 2018).   Angka kejadian stroke di Indonesia cukup tinggi. Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa prevalensi stroke meningkat dari 7% di tahun 2013 menjadi 10,9% di tahun 2018. Melihat tingginya angka tersebut, perlu adanya upaya pencegahan agar angka kejadian stroke dapat ditekan, salah satunya dengan deteksi dini stroke.   Deteksi dini dapat dilakukan dengan cara mengenali faktor risiko terjadinya stroke berdasarkan Stroke Risk Scorecard. Stroke Risk Scorecard adalah alat skrining stroke yang memiliki tujuan utama meningkatkan kewaspadaan terjadinya stroke berdasarkan kondisi yang dialami individu, sesuai dengan gambar-1 di bawah ini Individu dapat mengidentifikasi kondisi yang dialami meliputi tekanan darah, riwayat penyakit jantung, riwayat  merokok, kadar kolesterol, riwayat  Diabetes  Mellitus  (DM), aktifitas/olahraga, Body Mass Index  (BMI), dan riwayat  stroke  di  keluarga. Intepretasi dari data yang ditemukan:
  1. Kategori berisiko tinggi, apabila terdapat tiga atau lebih faktor risiko dalam boks merah
  2. Kategori berisiko sedang/waspada, terdapat kurang dari tiga dalam boks merah atau berapapun nilai dalam boks kuning, namun ada 1 atau 2 nilai yang berada dalam boks merah
  3. Kategori berisiko rendah, apabila semua faktor risiko ada di boks hijau atau hanya 1 atau 2 faktor risiko saja yang berada di boks kuning
  Tips mudah mengenali gejala dan tanda-tanda stroke, dengan mengingat slogan SeGeRa Ke RS yang merupakan akronim dari:
  1. SEnyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba
  2. GErak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba
  3. BicaRA pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara atau tidak mengerti kata-kata atau bicara tidak nyambung
  4. KEbas atau baal atau kesemutan separuh tubuh
  5. Rabun, pandangan satu mata kabur terjadi tiba-tiba
  6. Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan seperti terasa berputar, Gerakan sulit dikoordinasi
Jika serangan stroke dapat dikenali lebih dini dan mendapat pertolongan sesegera mungkin, maka dampak buruk dari penyakit ini dapat diminimalkan. Periode emas penanganan stroke adalah 3 sampai 4,5 jam setelah terjadi serangan untuk mengurangi risiko kematian dan kecacatan permanen. Oleh karena itu jika muncul gejala yang mengarah ke penyakit stroke, jangan tunggu sampai kondisinya menjadi parah, segera ke rumah sakit agar mendapat penanganan yang cepat dan tepat. Selain mengetahui cara deteksi dini terjadinya serangan stroke, pencegahan stroke dapat dilakukan dengan cara melakukan diet yang sehat, makan makanan yang dianjurkan berupa makanan rendah lemak dan tinggi serat, seperti buah dan sayur. Lakukan aktivitas fisik dengan olahraga ringan minimal 30 menit perhari. Hindari rokok dan minuman beralkohol.       BAHAN BACAAN Donkor ES. Stroke in the 21st Century: A Snapshot of the Burden, Epidemiology, and Quality of Life. Stroke Res Treat. 2018 Nov 27;2018:3238165. doi: 10.1155/2018/3238165. PMID: 30598741; PMCID: PMC6288566.   Kemkes RI. (2017). Waspada Stroke Mengincar Anda.  http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stroke/waspada-stroke-mengincar-anda.   Rukmi, D. K., Hidayati, R. W., & Sukmawati, A. S. (2022). Implementasi SRSC (Stroke Risk Score Card) pada Profesi Guru Di SMPN 1 Ngaglik, Sleman, Yogyakarta: SRSC (Stroke Risk Score Card) Implementation in Teachers of Ngaglik I Junior High School, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan, 2(1), 31–40. Retrieved from https://jurnal.stikes-notokusumo.ac.id/index.php/JPKMK/article/view/16   Tan C, Zhao L, Dai C, Liang Y, Liu H, Zhong Y, Liu G, Mo L, Den F, Liu X, Chen L. Risk factors related to early neurological deterioration in lacunar stroke and its influence on functional outcome. Int J Stroke. 2023 Jul;18(6):681-688. doi: 10.1177/17474930221145259. Epub 2022 Dec 21. PMID: 36461792.
Mengapa Service Excellent Itu Penting? Simak Alasannya!
ArtikelNews 07 Oct 2024

Mengapa Service Excellent Itu Penting? Simak Alasannya!

Disusun Oleh : Nana Noviada, S.E., M.M ( Wakil ketua III STIKES Telogorejo Semarang ) Metadeskripsi: Service excellent adalah hal yang penting dimiliki oleh semua bisnis. Apa itu service excellent? Mengapa Anda membutuhkannya? Dalam lanskap bisnis yang penuh dengan puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan pesaing yang menawarkan produk atau layanan serupa, keberhasilan sebuah bisnis terletak pada kemampuannya untuk tidak hanya memenuhi, tetapi juga melampaui ekspektasi pelanggan melalui penyediaan layanan unggulan. Jeff Bezos menggambarkan pelanggan sebagai tamu pesta, sementara bisnis berperan sebagai tuan rumahnya. Tugas utama adalah terus meningkatkan setiap aspek pengalaman pelanggan agar menjadi lebih baik setiap harinya. Fakta menunjukkan bahwa perusahaan dengan service excellent/service excellence memiliki kinerja finansial yang superior dibandingkan dengan pesaing mereka, mencapai 73% menurut penelitian.

Apa Itu Service Excellent?

Service excellent atau service excellence adalah standar pelayanan yang melampaui harapan pelanggan dengan konsisten memberikan pengalaman luar biasa. Ini melibatkan pemberian layanan yang efisien, ramah, dan relevan dengan kebutuhan pelanggan. Bisnis yang mencapai service excellence fokus pada pemahaman mendalam terhadap keinginan pelanggan, memberikan solusi yang inovatif, dan menciptakan hubungan yang kuat, menciptakan kepuasan pelanggan yang berkelanjutan.

Mengapa Service Excellent Itu Penting?

Memastikan bisnis Anda menyediakan customer excellence akan memberikan sejumlah keuntungan sebagai berikut:

Membangun Basis Pelanggan yang Loyal

Mengeluarkan uang untuk mendapatkan pelanggan baru biayanya lima kali lebih besar daripada mempertahankan pelanggan laman. Service excellence adalah kunci untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Berdasarkan survei dari SalesForce sebanyak 91% konsumen cenderung berbelanja lagi karena service excellence yang diberikan oleh bisnis tempat mereka berbelanja. Tindakan sederhana seperti pelayanan yang ramah, pengiriman email tindak lanjut adalah beberapa langkah yang bisa Anda ambil untuk meningkatkan retensi pelanggan. Peningkatan retensi pelanggan sebanyak 5% saja bisa meningkatkan keuntungan sebanyak 25% karena pelanggan tetap cenderung berbelanja 300% lebih banyak.

Meningkatkan Citra Brand

Citra brand atau citra merek mencerminkan persepsi masyarakat terhadap bisnis Anda. Berinvestasi dalam service excellent dapat menjadi kunci dalam hal ini. Menurut survei dari XM Institute, sebanyak 90% konsumen percaya pada perusahaan yang memiliki rating “sangat baik”. Service excellent juga sangat penting bagi perusahaan ketika bisnis Anda menghadapi situasi kritis. Menurut SalesForce, sebanyak 78% konsumen cenderung memaafkan kesalahan perusahaan yang memiliki excellent service. Keunggulan layanan menciptakan pengalaman positif, meningkatkan citra merek, dan memperkuat kepercayaan pelanggan.

Membangun Reputasi Bisnis

Suka atau tidak, orang-orang akan membicarakan bisnis Anda. Ketimbang pengalaman yang positif, orang-orang justru lebih suka membicarakan pengalaman yang negatif. Karena itu, penting bagi Anda untuk memberikan layanan terbaik untuk membantu Anda mengendalikan apa yang orang-orang katakana tentang bisnis Anda. Ketika pelanggan membicarakan bisnis Anda kepada teman, kolega, dan orang lain, hal itu disebut sebagai pemasaran dari mulut ke mulut. Ini adalah alat pemasaran yang ampuh dan gratis yang mempengaruhi 20-50% dari seluruh keputusan pembelian. Menurut XM Institute, sebanyak 94% konsumen akan merekomendasikan perusahaan atau merek yang mereka beri rating “sangat baik”. Sebanyak 72% pelanggan yang puas dengan sebuah merek juga akan merekomendasikan merek tersebut kepada setidaknya 6 orang atau lebih. Sebanyak 90% pelanggan potensial juga merasa bahwa review yang baik akan memengaruhi keputusan mereka dalam membeli. Karena itulah, penting untuk mempertahankan service excellent dalam bisnis.

Memberikan Keuntungan Kompetitif pada Bisnis

Dalam serbuan iklan bisnis serupa, apa yang membedakan bisnis Anda dan menarik pelanggan? Apakah ada elemen khusus dalam merek Anda yang menonjol, memengaruhi pelanggan untuk memilih bisnis Anda? Setiap bisnis memiliki proposisi penjualan unik, seperti harga terjangkau, kualitas premium, atau efisiensi logistik. Jika belum dimiliki, keunggulan layanan alias service excellent dapat menjadi pembeda yang signifikan. Pelayanan terbaik tidak hanya membuat pelanggan merasa dihargai, tetapi juga mendatangkan lebih banyak pelanggan untuk memperkuat citra merek Anda. Dengan berbagai manfaat di atas, masih ragu membangun service excellent untuk bisnis Anda?
Jadi Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Fakta Kanker Payudara
ArtikelCampuspedia 19 Jan 2023

Jadi Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Fakta Kanker Payudara

Oleh : Ns. Anis Ardiyanti, M.Kep, Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Sebagai salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, kanker payudara menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan edukasi tentang penyakit ini pun banyak digalakkan oleh berbagai pihak. Namun hingga kini, penyakit tersebut masih menjadi penyebab kematian terbesar. Oleh karena itu, upaya terus ditingkatkan terutama sasarannya ditambahkan pada usia dini sehingga harapan kesadaran perempuan dapat meningkat.

Kasus Kanker Payudara di Indonesia

Tidak hanya di dunia, di Indonesia kasus kanker ini juga cukup mengkhawatirkan. Menurut data Globocan tahun 2020, tercatat ada 68.858 kasus di Indonesia dengan jumlah kematian mencapai 22.000 jiwa. Jumlah tersebut termasuk tinggi dan mendapat perhatian banyak pihak.

Dalam Rencana Aksi Nasional Kanker 2022, pemerintah menyebutkan bahwa strategi penanganan penyakit ini di Indonesia mencakup 3 pilar yaitu promosi kesehatan, deteksi dini, dan tatalaksana kasus. Tujuan utama ketiga pilar ini adalah mengurangi angka kematian kanker di payudara.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah Indonesia mendapat dukungan dari yayasan terkait dan beberapa lembaga lain, termasuk salah satunya YKPI atau Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Upaya tersebut tentu tidak sia-sia. Pada rentang waktu tahun 2016 – 2021, YKPI berhasil mengadakan sosialisasi screening dan deteksi dengan jumlah peserta mencapai 150.000

Penyebab Kanker Payudara

Melihat upaya yang dilakukan pemerintah tentang kasus kanker di payudara, tentu dibutuhkan dukungan masyarakat seperti kita untuk mencegah peningkatan kasus. Hal tersebut bisa dimulai dengan mengenali penyebab kanker payudara. Secara umum, kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan abnormal sel-sel di daerah payudara.

Hal ini bisa disebabkan oleh mutasi gen atau beberapa faktor eksternal lain. Di antara faktor tersebut, beberapa menjadi salah satu penyebab mayoritas yaitu:

  • Paparan radiasi (komputer, gadget, atau alat elektronik lainnya)
  • Penggunaan alat kontrasepsi hormon setelah menopause
  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol
  • Makan makanan tidak sehat
  • Obesitas
  • Memiliki payudara padat dengan banyak jaringan ikat
  • Belum pernah hamil

Namun dalam banyak kasus, penyakit ini termasuk hereditary. Artinya, jika sebelumnya keluarga baik jauh maupun dekat ada yang mengidap penyakit ini maka kemungkinan kita terkena kanker payudara pun semakin besar. Penyakit ini sendiri memiliki risiko kematian tinggi ketika mencapai tahap akut. Untuk mengantisipasi, deteksi dini kanker perlu dilakukan.

Cara Mencegah Kanker Sejak Dini

Ada beberapa gejala kanker di payudara yang bisa dijadikan patokan sebelum kita melakukan screening atau upaya pencegahan lain, yaitu:

  • Terdapat benjolan atau pengerasan pada payudara yang berbeda dari jaringan sekitar pada perempuan yang tidak menyusui
  • Puting payudara mengeluarkan darah
  • Pori-pori kulit payudara menyerupai kulit jeruk
  • Perubahan payudara perempuan yang tidak menyusui seperti pembengkakan payudara, bentuk, ukuran, tampilan dari payudara berubah
  • Puting payudara mengalami pengelupasan kulit
  • Kulit payudara berubah warna seperti cekungan
  • Retraksi atau inversi pada puting
  • Terdapat benjolan di bawah ketiak

Jika gejala di atas kita alami, jangan ragu untuk melakukan screening untuk mengetahui apa kita terkena kanker atau tidak. Untuk mencegah kanker payudara sejak dini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Olahraga rutin
  • Makan makanan bergizi
  • Istirahat cukup
  • Pemeriksaan rutin SADARI
  • Tidak merokok dan minum-minuman keras
  • Serta pengelolaan stres yang baik

Cara Meningkatkan Kesiapan Mental Pasien Kanker Payudara

Penyakit ini tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik pasien tetapi juga kesehatan psikis penderitanya. Jadi tidak perlu heran apabila pasien kanker di payudara kerap mengalami depresi atau stres yang disebabkan oleh ketidaksiapan mental, kurangnya dukungan orang terdekat, atau kurangnya edukasi tentang penyakit yang tengah diderita. Hal ini juga biasanya diperparah pleh pengaruh obat.

Inilah mengapa pasien kanker payudara membutuhkan dukungan keluarga dan orang-orang di dekat mereka. Dukungan tersebut sangat berpengaruh dalam kestabilan kondisi psikis sehingga fisik pasien lebih kuat saat harus menjalani terapi atau upaya pengobatan medis.

Selain itu, pasien juga perlu rajin berkonsultasi dan membaca banyak referensi tentang penyakit mereka. Dukungan penuh keluarga dan edukasi memadai tentang kanker akan sangat membantu pasien memasuki tahapan acceptance atau menerima kondisi mereka.

Itulah ulasan tentang fakta kanker payudara termasuk soal penyebab kanker payudara dan pencegahan. Semoga bermanfaat.

Referensi:

MENGENAL TANDA DAN BAHAYA KEHAMILAN DENGAN PRE EKLAMSIA
ArtikelCampuspedia 13 Jan 2023

MENGENAL TANDA DAN BAHAYA KEHAMILAN DENGAN PRE EKLAMSIA

Disusun oleh Ns. Rusmiyati, S.Kp. M.Si. Med. – Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Apa itu Preeklamsia ?

Preeklamsia adalah kondisi akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol pada ibu hamil. Kondisi preeklamsia pada ibu hamil harus segera ditangani. Jika tidak, kondisi preeklamsia dapat berkembang menjadi eklampsia dan memiliki komplikasi yang fatal baik bagi ibu maupun bagi janinnya. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengenali berbagai tanda bahaya saat hamil agar bisa mewaspadainya.

Kondisi preeklamsia dapat terjadi akibat plasenta janin yang tidak berfungsi dengan baik. Biasanya plasenta yang tidak berfungsi dengan baik disebabkan oleh kelainan. Selain itu, masalah kesehatan seperti gizi buruk, kadar lemak tubuh yang tinggi, tidak cukupnya aliran darah ke rahim dan genetik mungkin bisa menyebabkan preeklamsia.

Preeklamsia yang sudah parah dan diikuti kejang dapat berkembang menjadi eklampsia. Preeklampsia dan eklampsia yang terjadi saat atau sesaat setelah kehamilan dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius bagi ibu. Bahkan bisa mengakibatkan kematian. Wanita hamil dengan tekanan darah normal pun dapat mengalami preeklampsia. Umumnya gejala preeklampsia bisa terlihat saat memasuki usia kehamilan 20 minggu. Agar ibu hamil lebih waspada, berikut ini beberapa tanda dan gejala preeklamsia yang perlu diperhatikan :

  • Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi selama hamil adalah kondisi yang sangat bahaya dan dapat menjadi tanda preeklampsia. Bahkan, meskipun bukan sebagai gejala preeklamsia, tekanan darah tinggi juga menjadi masalah lain. Batas atas tekanan darah tinggi yaitu 140/90 mmHG yang diukur dua kali dalam keadaan dan jeda waktu berbeda. Namun pada preeklampsia berat, tekanan darah bisa sampai >160/110 mmHg.

  • Urine mengandung protein (proteinuria)

Proteinuria adalah tanda preeklampsia yang bisa ditemukan dengan pemeriksaan medis. Kondisi ini artinya, hasil protein yang biasanya hanya ada di darah, tumpah ke dalam urine. Cara memeriksa tanda preeklampsia ini :

Perawat akan mencelupkan strip ke dalam sampel urine, cara kerjanya mirip test pack. Bila strip mengeluarkan hasil 1+ itu tanda preeklampsia ringan sedang dialami. Sementara itu bila hasilnya >2+  mengalami preeklampsia berat. Apabila kadar protein dalam darah menunjukkan hasil +1, maka mengalami preeklampsia meski tekanan darah ibu hamil di bawah 140/90 mmHg.

  • Pembengkakan (edema) di kaki

Kondisi kaki bengkak selama kehamilanah merupakan hal yang wajar. Namun, bisa menjadi tidak wajar bila cairan di kaki sangat banyak sampai membuat bengkak parah. Ini salah satu gejala preeklamsia yang sering disepelekan karena dianggap wajar. Edema atau pembengkakan ini terjadi karena cairan berlebih di dalam tubuh. Biasanya terjadi di kaki, wajah, mata, dan tangan.

  • Sakit kepala

Gejala preeklamsia berikutnya yang perlu diperhatikan adalah sakit kepala yang berdenyut sangat parah. Kadang, rasa sakitnya mirip dengan migrain yang sering sulit hilang.

  • Mual dan muntah

Bila dipertengahan kehamilan mengalami mual sampai muntah, itu gejala preeklamsia yang harus diwaspadai. Morning sickness hanya akan terjadi di trimester pertama dan menghilang di trimester dua dan tiga.  Yang perlu di waspadai ketika mual dan muntah di pertengahan kehamilan karena bisa menjadi gejala preeklamsia. Segera lakukan pemeriksaan tekanan darah dan proteinuria di urine.

  • Nyeri area perut dan bahu

Nyeri di area ini disebut nyeri epigastrik yang biasanya terasa di bawah tulang rusuk sisi kanan. Gejala preeklamsia yang satu ini biasanya tersamarkan dengan rasa mulas, gangguan pencernaan, atau rasa sakit karena tendangan bayi. Perbedaan nyeri bahu biasa dengan gejala preeklamsi yaitu, rasanya seperti ada yang mencubit di sepanjang tali bra atau di leher. Terkadang kondisi seperti ini membuat sakit ketika berbaring ke sisi kanan. Gejala nyeri ini salah satu tanda sindrom HELLP atau ada  masalah di hati (liver).

  • Nyeri punggung bawah

Nyeri punggung bawah merupakan keluhan hamil yang paling umum dan sering diabaikan sebagai gejala preeklamsia. Padahal, ini menunjukkan tanda preeklampsia yang patut diwaspadai.

  • Berat badan naik 3-5 kilogram dalam waktu seminggu\

Bila ibu hamil mengalami berat badan naik 3-5 kilogram hanya dalam waktu seminggu, itu merupakan indikator gejala preeklamsia. Kenaikan berat badan ini dihasilkan dari air di jaringan tubuh yang rusak, kemudian tidak melewati ginjal untuk dikeluarkan.

Gejala preeklamsia pada janin

Komplikasi kehamilan preeklamsia bisa membahayakan janin di dalam kandungan. Salah satunya menyebabkan pertumbuhan janin terlambat atau janin tidak berkembang. Hal ini disebabkan oleh suplai darah yang membawa oksigen terhambat dan tidak sampai ke plasenta bayi. Janin yang mendapat suplai darah yang sedikit, umumnya juga akan mendapat nutrisi dan makanan yang sedikit di dalam kandungan.

Kapan Ibu hamil periksa ?

Ibu hamil bisa segera datang ke pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala-gejala pre eklamsia. Seperti  sakit kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri perut hebat, dan sesak nafas.

Penyebab preeklampsia

Terdapat beberapa penyebab dari pembuluh darah yang abnormal pada ibu Pre Eklamsia antara lain:

  • Tidak cukupnya aliran darah menuju rahim.
  • Kerusakan pada pembuluh darah.
  • Masalah pada sistem imunitas.
  • Beberapa gen.

Meski penyebab preeklampsia belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang diduga sebagai pemicu preeklampsia antara lain:

  • Riwayat penyakit ginjal, diabetes, hipertensi, penyakit autoimun, dan gangguan darah
  • Riwayat preeklampsia sebelumnya
  • Riwayat preeklampsia dalam keluarga
  • Kehamilan pertama
  • Kehamilan selanjutnya setelah jeda kurang dari 2 tahun atau lebih dari 10 tahun
  • Hamil di usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun
  • Mengandung bayi kembar
  • Obesitas saat hamil
  • Kehamilan yang sedang dijalani merupakan hasil metode bayi tabung (in vitro fertilization)

Upaya apa untuk mengatasi preeklampsia pada ibu hamil?

  1. Perbanyak istirahat. Cara berbaring yang benar adalah ke sisi kiri untuk mengambil beban dari bayi, angkat dan istirahatkan kaki beberapa kali dalam sehari.
  2. Hindari konsumsi alkohol dan dan hindari minuman yang mengandung kafein
  3. Lebih sering untuk memeriksa kehamilan.
  4. Kurangi konsumsi garam selama kehamilan.
  5. Minum air putih 6 – 8 gelas per hari.
  6. Hindari gorengan dan junk food
  7. Lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan protein dan vitamin yang diresepkan oleh dokter
PERILAKU NEGATIF TERHADAP PERAWAT
ArtikelCampuspedia 06 Jan 2023

PERILAKU NEGATIF TERHADAP PERAWAT

Disusun oleh : Ns. Ratnasari, M.Kep. Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Apa yang dimaksud Perilaku Negatif ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata negatif adalah kurang baik, menyimpang dari ukuran umum. Perilaku negatif merupakan seperangkat perbuatan atau tindakan seseorang dalam melalukan respon terhadap sesuatu dan kemudian dijadikan kebiasaan karena adanya nilai yang diyakini. Perilaku manusia pada hakekatnya adalah tindakan atau aktivitas dari manusia baik yang diamati maupun tidak dapat diamati oleh interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan. Perilaku negatif dapat disimpulkan sebagai seperangkat perbuatan atau tindakan seseorang dalam melalukan respon terhadap sesuatu yang kurang baik atau menyimpang terhadap norma yang berlaku.

Di Indonesia, perilaku negatif pasien dengan kekerasan terkait pekerjaan di kalangan perawat dilaporkan sebagai penyerangan fisik, kekerasan verbal, pelecehan seksual, intimidasi, dan ancaman tuntutan hukum yang sebagian besar dilakukan oleh pasien dan keluarganya. Pada bulan april 2021 lalu, publik dihebohkan dengan  berita kekerasan yang dialami perawat oleh keluarga pasien di RS Siloam Palembang, Sumatera Selatan. Perawat tersebut diduga mendapatkan perilaku kekerasan berupa tonjokan, tendangan, dan jambakan. Hal tersebut langsung mendapatkan perhatian dari Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) serta mengutuk keras atas tindakan kekerasan tersebut. DPP PPNI berpendapat bahwa tindak kekerasan terhadap perawat yang sedang menjalankan tugas profesinya merupakan ancaman terhadap keamanan di tempat kerja dan sistem pelayanan  Kesehatan.

Bentuk-bentuk Perilaku Negatif:

  1. Bullying (Penindasan)

Menurut Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak RI, Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai (penindasan/ risak) merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Terdapat banyak definisi mengenai bullying, terutama yang terjadi dalam konteks lain seperti di rumah, tempat kerja, masyarakat, komunitas virtual.

2. Fisik (kekerasan non verbal)

Menurut Pasal 6 Undang-undang No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Kekerasan Fisik adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau  luka berat. Kekerasan non verbal / fisik adalah segala bentuk tindakan langsung yang menggunakan kekuatan fisik atau menggunakan senjata secara sengaja untuk melukai korban. Beberapa contoh bentuk kekerasan fisik yang pernah terjadi misalnya memukul, menampar, menjambak, menendang, menusuk, membakar, menyabet, menyulut dengan rokok, melemparkan benda yang mengarah pada anggota tubuh korban, dan sebagainya. Kekerasan fisik tersebut bisa dilakukan baik dengan tangan kosong maupun dengan alat.

3. Verbal Abuse (kekerasan verbal)

Kekerasan verbal atau verbal abuse bisa diartikan sebagai bentuk kekerasan non fisik yang umumnya berupa kata-kata. Seperti membentak, menghina, mempermalukan, atau memaki dengan menggunakan kata-kata yang tidak pantas seperti bodoh, nakal, kurang ajar, tidak tahu diri. Kekerasan verbal sering kali terabaikan oleh kita dan orang-orang di sekitar kita, karena tidak ada bukti terlihat mata atas kekerasan yang dilakukan oleh pelaku.

Kekerasan verbal secara garis besar merupakan tindakan untuk membatasi, mengisolasi, menuduh, dan segala upaya yang membuat korban terserang secara emosional. Tindakan ini tidak selalu dibarengi dengan kekerasan secara fisik, bisa saja pelaku melakukannya dengan cara yang sangat halus dan memanipulasi bahkan membuat korban merasa bersalah.

4. Pelecahan seksual

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Immanuel (2016), menjelaskan bahwa pelecehan seksual merupakan bentuk pembedaan dari kata kerja melecehkan yang berarti menghinakan, memandang rendah, mengabaikan. Sedangkan seksual memiliki arti hal yang berkenaan dengan seks atau jenis kelamin, hal yang berkenaan dengan perkara persetubuhan antara laki-laki dan perempuan.

5. Diskriminasi (Pelecahan SARA)

Menurut Badan Pusat Statistik (2022) Diskriminasi adalah perlakuan yang membedakan individu warga negara dalam hak dan kewajiban yang dimiliki, dimana perbedaan tersebut didasarkan pada alasan gender, agama, suku/ras, umur, status kerentanan semisal ODHA, orientasi seksual maupun hambatan fisik. Sedangkan dalam pengertian spesifiknya, diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tidak langsung didasarkan atas pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, yang berakibat pengurangan, penyimpangan, atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya dan aspek kehidupan lainnya.

6. Ancaman

Ancaman merupakan perilaku tanpa menggunakan kekuatan fisik yang menyebabkan ketakutan akan adanya cedera fisik, seksual, psikologis, atau konsekuensi negatif lain terhadap individu atau kelompok yang dikehendaki. Ancaman  merupakan suatu usaha yang dilakukan secara konsepsional yang diperkirakan akan menimbulkan kesulitan atau bahaya yang disampaikan baik secara lisan di hadapan khalayak, secara lisan melalui telepon, SMS, atau melalui tulisan. Bentuk ancaman dapat berupa verbal (kata-kata) maupun bahasa tubuh (gesture). Ancaman tidak harus berupa ucapan yang mengancam, bahkan tindakan pelarangan sudah termasuk kategori ancaman

Sehat di Era New Normal, Pertahankan Kebiasaan Baik Ini!
ArtikelCampuspedia 28 Dec 2022

Sehat di Era New Normal, Pertahankan Kebiasaan Baik Ini!

Disusun Oleh : Ns. I'ien Noeraini, M.Kep Dosen D3 – Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Metadeskripsi: Bagaimana mempertahankan kesehatan di era new normal agar tak mudah sakit? Simak beberapa tips penting berikut ini!

Selama pandemi, ada banyak kebiasaan dalam keseharian kita yang berubah. Karena khawatir terinfeksi virus, banyak orang yang kemudian berusaha menerapkan gaya hidup sehat. Selain menghindari aktivitas di luar rumah yang menyebabkan kontak dengan orang lain, kebiasaan olahraga dan konsumsi makanan sehat juga meningkat.

Setelah pandemi mulai mereda dan kita memasuki era new normal, muncul pertanyaan baru: kebiasaan apa saja yang sebaiknya kita pertahankan agar bisa tetap sehat di era new normal? Berikut ini ulasan lengkapnya.

1.     Makan yang Menyehatkan

Salah satu kebiasaan baik yang muncul selama pandemi adalah memasak makanan sendiri di rumah. Selain karena banyak restoran yang tutup atau membatasi kunjungan, memasak sendiri di rumah memungkinkan Anda merancang menu yang sehat untuk keluarga.

Karena virus masih ada di luar sana, pertahankan pola makan yang sehat dan seimbang dengan berbagai jenis makanan sehat. Belilah bahan makanan yang masih segar dari pasar terdekat di kota Anda. Mencoba menu baru di akhir pekan juga bisa menjadi pilihan agar masak di rumah tidak terasa membosankan.

2.     Lebih Sering Berolahraga

Bukan rahasia lagi kalau berolahraga secara rutin sangat baik bagi tubuh. Selama pandemi, banyak orang yang tidak bisa berangkat ke gym atau pusat kebugaran langganan mereka. Ini sebenarnya bukan masalah karena Anda bisa tetap melakukan berbagai jenis latihan di rumah. Yoga atau senam dengan gerakan yang simpel bisa jadi pilihan sederhana dan menyehatkan untuk dilakukan di rumah.

Tentu saja Anda juga bisa memacu detak jantung dengan melakukan olahraga di luar ruangan. Jogging keliling komplek rumah atau di taman kota akan menjadi cara yang ampuh membakar kalori. Pastikan Anda mengenakan pakaian dan sepatu olahraga yang nyaman serta melakukan pemanasan dan pendinginan yang benar, ya!

3.     Latihan Pernapasan dan Stretching Secara Rutin

Kalau Anda hanya punya sedikit waktu luang yang bisa disisihkan untuk berolahraga, coba sediakan setidaknya 10 sampai 20 menit dalam sehari untuk melakukan latihan pernapasan dan stretching (peregangan). Melakukan dua aktivitas ini akan membantu Anda menjernihkan pikiran dari stres yang Anda alami hari itu.

Stretching juga bisa membantu mencegah sakit otot dan sendi akibat duduk terlalu lama. Ini sangat penting, terutama bagi Anda yang bekerja dari rumah (Work from Home). Agar aktivitas ini semakin seru dan menyenangkan, libatkan seluruh anggota keluarga. Ini adalah cara yang sederhana untuk menumbuhkan kesehatan mental dan fisik.

Tidak hanya bagi orang dewasa, latihan pernapasan dan peregangan ini juga bermanfaat untuk anak-anak. Gunakan waktu ini untuk beristirahat dari kesibukan sembari mempererat bonding dengan orang-orang terdekat Anda.

4.     Banyak Habiskan Waktu di Luar Ruangan

Karena PPKM, banyak di antara kita yang harus membatasi diri dari aktivitas sosialisasi terutama di tempat-tempat umum. Tak heran jika area yang luas dan hijau di alam terbuka kerap jadi pilihan untuk menyegarkan kembali pikiran. Taman, jalan setapak atau sekadar padang rumput di perkampungan jadi tujuan untuk sekadar melepaskan penat.

Jika Anda sering duduk santai di alam terbuka selama pandemi, tetap jadikan hal tersebut sebagai kebiasaan sehat di era new normal. Berpiknik sore hari di taman akan menjadi cara yang menyenangkan untuk quality time dengan keluarga dan teman.

5.     Pelajari Skill Baru

Di awal pandemi, banyak di antara kita yang kemudian memiliki waktu luang lebih banyak dari biasanya. Alhasil, kita pun berusaha mencari beragam kegiatan dan hobi baru untuk mengisi kekosongan tersebut. Mulai dari mencoba resep-resep baru atau sekadar berkebun di belakang rumah.

Meskipun sudah berada di era new normal, jangan tinggalkan kebiasaan baik ini. Manfaatkan waktu Anda untuk mencoba hal-hal baru yang bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun mental Anda. Misalnya saja dengan melakukan hiking atau bersepeda.

Itulah beberapa aktivitas sehat di era new normal yang bisa Anda terapkan. Ajak keluarga untuk bersama-sama melakukannya agar lebih bersemangat, ya!

Pengaruh Resiliensi Pada Pasien TB Paru untuk Mencapai Kualitas Hidup Lebih Baik
ArtikelCampuspedia 17 Dec 2022

Pengaruh Resiliensi Pada Pasien TB Paru untuk Mencapai Kualitas Hidup Lebih Baik

Oleh : Ns. Suksi Riani, M. Kep, Dosen S1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Pandemi COVID-19 yang berlangsung hampir 3 tahun belakangan membuat pasien TB paru hidup dalam ketakutan. Hal ini tentu saja membuat kualitas hidup mereka menurun sehingga risiko tertular pun semakin besar. Ditambah stigma sosial terhadap pasien TB, tidak heran bila angka kematian akibat penyakit ini cukup tinggi.

Mengenal Penyakit TB Paru

Tuberkulosis atau TBC disebabkan oleh bakteri (mycobacterium tubercolusis) dan menimbulkan infeksi. Sampai detik ini, TB masih menjadi penyakit paling berbahaya di dunia dan menjadi penyebab kematian terbesar di beberapa negara. Menurut data WHO, setiap tahunsekitar 1,5 juta orang meninggal karena penyakit ini.

Sebagian besar penyakit TB menyerang paru-paru. Pasien yang dideteksi memiliki penyakit ini biasanya akan mengalami batuk, demam, berkeringat di malam hari, kehilangan nafsu makan, berat badan turun, dan mengalami kelelahan akut. TB sendiri termasuk penyakit yang bisa diobati.

Namun jika TB terjadi pada pasien HIV positif, harapan hidup pasien tersebut cenderung rendah dan memiliki risiko kematian sangat tinggi. Dalam proses penanganan secara medis, TB membutuhkan terapi dan pengobatan secara intensif. Bahkan ketika sebuah kasus TB ditemukan, pihak-pihak terkait harus segera melakukan penanganan untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

Kegiatan penemuan orang-orang yang tertular biasanya terdiri dari penjaringan terduga, diagnosa, bagaimana cara penularan TBC, penentuan klasifikasi TB, dan tipe penderita. Proses ini tidak boleh diabaikan dan tidak bisa dieliminasi salah satunya, terutama ketika pasien yang terlibat adalah penderita TB tipe menular.

Stigma Sosial Pasien TB Paru

Dalam kehidupan bermasyarakat, posisi TB sebagai penyakit masih dianggap sebelah mata. Penyakit ini identik dengan masalah masyarakat menengah ke bawah. Banyak yang menganggap bahwa TB disebabkan oleh kurangnya gizi dan buruknya sirkulasi udara tempat tinggal warga tidak mampu.

Inilah mengapa banyak yang ragu bahkan enggan melakukan pemeriksaan TB ketika mengalami gejala. Padahal sama seperti penyakit lain, TB bisa menyerang siapapun. Bakteri mycobacterium tubercolusis bisa berkembang di mana saja termasuk di lingkungan yang bersih dan memiliki sirkulasi udara baik

Stigma negatif membuat penanganan isu TB semakin sulit. Tidak hanya lingkungan sosial, stigma negatif tentang penyakit TB paru juga masih sering terjadi di lingkungan kerja dan sekolah. Situasi ini adalah penghambat eksternal dan internal bagi pasien TB untuk mendapatkan hak atau mengakses layanan kesehatan tepat.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah memiliki enam strategi pembangunan kesehatan nasional dalam upayanya mengeliminasi TBC pada tahun 2030. Salah satu poinnya menyebutkan bahwa akses layanan TB bermutu dan berpihak pada pasien harus ditingkatkan.

Diakui atau tidak, upaya tersebut cukup membantu proses pemulihan pasien dan meningkatkan kemampuan resiliensi mereka.

Pengaruh Resiliensi Pada Pasien TB Paru

Secara bahasa, resiliensi merupakan kemampuan untuk kembali pulih dari suatu kondisi dan mampu beradaptasi dengan hal tersebut. Dalam kasus TB, penderita yang mengidap penyakit ini perlu memiliki resiliensi untuk kembali sehat selain upaya medis.

Sebuah penelitian menyebutkan, keinginan kuat dalam diri seseorang untuk bisa sembuh dari penyakitnya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi cepat tidaknya mereka pulih dari penyakit tersebut. Inilah mengapa resiliensi pada pasien TB dianggap mampu meningkatkan kualitas hidup.

Selain resiliensi, dibutuhkan pula dukungan keluarga dan lingkungan. Hal ini bisa dimulai dengan mengabaikan stigma negatif tentang TB. Meskipun tidak mudah, sosialisasi tentang cara penularan TBC perlu dilakukan supaya masyarakat tidak lagi memandang pasien TB sebelah mata.

Dukungan masyarakat kepada pasien TB akan jadi salah satu cara mengobati TBC efektif. Bagaimana tidak, ketika stigma negatif berkurang pasien TB akan lebih percaya diri untuk mengakui penyakitnya dan mendapatkan layanan kesehatan yang tepat untuk penyembuhan.

Dari sini efek domino pun tercipta. Pasien yang mengakui bahwa mereka menderita TB dan mendapat perawatan medis akan menjadi sumber informasi penting untuk pemerintah. Hal ini akan membuat penyebaran TB di lingkungan sosial pasien bisa dicegah atau bahkan ditanggulangi dengan baik.

Pada dasarnya, semua penyakit dapat disembuhkan termasuk TB paru. Jadi bukan saatnya lagi memandang pasien TBC sebagai aib dan dukung mereka agar memiliki resiliensi yang membuat kualitas hidup pasien semakin membaik.

Semoga bermanfaat

Referensi:

Tidak Hanya untuk Bumil, Ini Manfaat Kegel untuk Lansia
ArtikelCampuspedia 17 Dec 2022

Tidak Hanya untuk Bumil, Ini Manfaat Kegel untuk Lansia

Oleh : Ragil Aidil Fitriasari A, S.Ftr., MKM, Dosen S1 Fisioterapi STIKES Telogorejo

Ketika memasuki usia lanjut, manusia akan mengalami perubahan dan penurunan kemampuan fisik terutama di bagian otot panggul. Untuk mengatasinya ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan melakukan senam kegel.

Manfaat Senam Kegel untuk Lansia

Selama ini kegel mungkin dikenal sebagai salah satu gerakan senam yang biasanya dilakukan oleh perempuan baik sebelum atau sesudah melahirkan. Padahal dalam kegel, ada banyak sekali gerakan yang bermanfaat untuk kesehatan lansia. Lalu, apa saja manfaat senam kegel bagi lansia?

1. Memperbaiki Fungsi Kandung Kemih

Seiring bertambahnya usia dan berat badan, otot panggul yang berfungsi menopang kandung kemih akan melemah. Kondisi ini membuat seseorang kerap tidak sadar mengeluarkan urine saat bersin, batuk, atau bahkan tertawa. Apalagi jika memasuki usia lanjut, ketika hampir semua organ dan tulang mengalami masalah.

Untuk mengatasinya, melakukan gerakan kegel sederhana akan membantu menguatkan kembali otot-otot terutama di bagian panggul. Semakin kuat otot, semakin kecil pula peluang mengalami gangguan fungsi kandung kemih pada lansia.

2. Meminimalisasi Risiko Gangguan Tulang Panggul

Fokus dari gerakan kegel adalah menguatkan otot-otot yang ada di daerah panggul. Inilah mengapa selain membantu mengatasi masalah kandung kemih, kegel juga bermanfaat dalam mengatasi berbagai masalah panggul yang biasanya dialami lansia seperti nyeri, encok, dan lain sebagainya.

Melakukan senam kegel rutin akan membuat otot semakin kuat sehingga ketika harus melakukan aktivitas yang membutuhkan kekuatan otot panggul seperti berjongkok atau bersujud, lansia tidak akan mengalami masalah dan melakukan semuanya dengan mudah.

3. Meningkatkan Performa Seksual untuk Pria

Diakui atau tidak, banyak lansia yang masih aktif secara seksual. Sayangnya, usia dan penurunan stamina membuat mereka tidak bisa maksimal dalam hal ini. Melakukan gerakan kegel secara rutin dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Penguatan otot panggul di sekitar kelamin akan membantu meningkatkan performa seksual pria.

Olahraga ini juga dapat mengatasi berbagai masalah disfungsi ereksi dan ejakulasi dini yang berhubungan dengan panggul. Jadi meskipun telah memasuki usia lansia, seorang pria tetap bisa memiliki performa seksual yang baik dan memuaskan pasangan mereka.

Gangguan Berkemih pada Lansia

Gangguan berkemih merupakan salah satu masalah yang banyak dialami oleh lansia. Meskipun kelihatannya sepele, nyatanya masalah ini akan menjadi pemicu munculnya masalah kesehatan lain seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit di sekitar kelamin, gangguan tidur, dekubitus, dan ruam.

Dalam beberapa kasus, gangguan berkemih juga akan menimbulkan masalah sosial seperti dihindari banyak orang karena senantiasa mengeluarkan bau pesing. Di luar negeri, masalah gangguan berkemih pada lansia mendapat perhatian lebih. Sementara di Indonesia, penderita gangguan ini masih kurang diperhatikan.

Meskipun begitu, upaya untuk mengurangi risiko gangguan kemih pada lansia mulai sering disosialisasikan. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan gerakan kegel dan mengadakan penyuluhan tentang hal ini di sejumlah lembaga kesehatan yang ada di Indonesia.

Sebagaimana yang sempat dibahas sebelumnya, gerakan kegel bermanfaat untuk mengatasi gangguan berkemih pada lansia. Dalam praktiknya, kegel untuk lansia sedikit berbeda dengan gerakan kegel secara umum meskipun tujuannya sama.

Gerakan Kegel Aman untuk Lansia

Mengingat kondisi fisik lansia tidak sebaik ketika mereka muda dulu, gerakan kegel untuk lansia cenderung lebih sederhana. Berikut salah satu langkah atau cara senam kegel yang aman untuk lansia:

  • Tangan direntangkan lalu ditarik ke atas sambil menarik nafas
  • Selanjutnya hempaskan tangan ke bawah sambil membuang nafas pelan-pelan
  • Lalu letakkan tangan di pinggang sambil menekan pinggul ke depan kemudian bungkukkan badan

Gerakan di atas dapat dilakukan secara berulang selama 10 – 15 kali setiap sesi dengan memberi jeda setiap gerakan selama 10 detik. Untuk memperoleh hasil efektif, cara senam kegel sederhana di atas bisa dilakukan secara teratur dan hasilnya akan terlihat setelah 8 – 12 minggu latihan rutin.

Nah, itulah ulasan tentang manfaat senam kegel dan bagaimana gerakan ini mampu mengatasi masalah gangguan berkemih pada lansia. Semoga bermanfaat.

Referensi: