Artikel
Mengenal Lebih Jauh Kanker Serviks, Mimpi Buruk para Wanita
Oleh : Mudy Oktiningrum, S.SiT., M.Keb, Dosen Prodi S-1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang
Di antara sekian banyak jenis kanker, kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang hanya menyerang wanita. Kanker serviks sendiri terbentuk pada jaringan serviksâ€â€organ yang menghubungkan antara rahim dan vagina. Gejala kanker serviks biasanya tidak akan langsung muncul saat seseorang mengalaminya. Namun, dengan skrining rutin lewat tes Pap reguler, sel kanker bisa ditemukan.
Apa saja tanda-tanda kanker serviks? Untuk memahami lebih jauh tentang kanker serviks termasuk cara pengobatan dan pencegahannya, simak pembahasan berikut ini!

Penyebab Utama dan Faktor Risiko Kanker Serviks
Penyebab kanker serviks yang paling umum ditemukan adalah karena jenis human papillomavirus (HPV) jenis tertentu. Anda bisa tertular HPV dengan berbagai cara termasuk kontak kulit ke kulit di area genital, aktivitas seksual baik secara vaginal, anal, maupun oral, dan lain sebagainya.
Semua orang yang memiliki organ serviks berisiko mengalami kanker serviks. Namun, beberapa faktor bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker ini. Beberapa faktor tersebut antara lain adalah:
- Berusia di bawah 45 tahun, kanker serviks lebih sering menyerang orang yang berusia muda.
- Memiliki kekebalan tubuh yang lemah (misalnya saja menderita HIV atau AIDS).
- Memiliki riwayat melahirkan banyak anak atau pernah melahirkan di usia dini (di bawah 17 tahun).
- Ibu Anda pernah mengonsumsi obat hormonal dietilstilbestrol (DES) saat hamil.
- Pernah menderita kanker vagina, vulva, ginjal, atau kandung kemih sebelumnya.
Meski pada stadium awal kanker serviks tidak menunjukkan tanda-tanda, pada stadium lanjut, pasien mungkin akan mengalami sejumlah gejala seperti:
- Perdarahan vagina setelah berhubungan seksual, di antara periode menstruasi atau setelah memasuki usia menopause.
- Keputihan berair atau berdarah yang berat dan berbau busuk.
- Nyeri panggul atau rasa sakit saat berhubungan intim.
Jika Anda mengalami salah satu dari gejala di atas, jangan ragu berkonsultasi pada dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Jumlah Kasus Kanker Serviks di Indonesia dan Dunia
Dengan predikat sebagai pembunuh wanita nomor satu di Indonesia, kasus kanker serviks cukup banyak ditemukan. Menurut data dari Kemenkes per Januari 2019, ada 23,4 kasus kanker serviks per 100.000 penduduk. Sementara itu, rata-rata kematian tercatat hingga 13,9 kasus per 100.000 penduduk.
Dilansir dari laman resmi WHO, kanker serviks adalah kanker paling umum nomor empat yang menyerang wanita secara global. Pada tahun 2020, tercatat ada 604.000 kasus baru kanker serviks yang terdiagnosis dengan 342.000 kematian di tahun yang sama. Sebanyak 90% dari kasus kematian kanker serviks dunia tahun 2020 terjadi di negara dengan penghasilan rendah hingga menengah.
Penanganan dan Pencegahan terhadap Kanker Serviks
Seperti jenis kanker lain, kanker serviks juga dapat ditangani dengan berbagai cara. Makin dini perawatan dilakukan, makin besar harapan hidup serta peluang kesembuhan pasien. Beberapa opsi pengobatan yang mungkin akan diberikan oleh dokter antara lain adalah:
- Pembedahan. Kanker serviks pada stadium awal biasanya ditangani dengan operasi atau pembedahan, baik untuk membuang kanker atau mengangkat serviks dan uterus.
- Radiasi. Terapi radiasi menggunakan sinar bertenaga tinggi untuk membunuh sel kanker.
- Kemoterapi. Kemoterapi merupakan pengobatan kanker dengan menggunakan obat-obatan tertentu untuk membunuh sel kanker.

Selain ketiga metode pengobatan di atas, ada juga cara pengobatan targeted therapy, imunoterapi, dan perawatan suportif (paliatif). Tenaga medis mungkin akan memadukan beberapa jenis terapi untuk memperoleh hasil pengobatan yang maksimal.
Meskipun Anda memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks, ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengurangi risiko dan mencegah kanker ini, yakni:
- Melakukan vaksinasi HPV agar tidak terinfeksi virusnya.
- Melakukan Pap tes secara rutin. Kebanyakan organisasi kesehatan menyarankan Pap tes dilakukan sejak usia 21 tahun.
- Melakukan aktivitas seksual yang aman (menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan).
- Berhenti merokok.
Dengan berbagai cara mencegah kanker serviks di atas, Anda bisa terhindar dari risiko kanker serviks yang menjadi mimpi buruk para wanita. Siap untuk melakukan perubahan saat ini juga?
Sumber:
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancerhttps://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501
PERTOLONGAN PERTAMA PADA TERSEDAK
Oleh: Ns. Bagus Ananta Tanujiarso, M.Kep - Dosen S1 Keperawatan STIKES Telogorejo
Semarang
Tersedak adalah suatu kondisi masuknya benda asing kedalam saluran pernafasan dan
menyumbat saluran nafas bagian atas. Tersedak termasuk keadaan emergensi yang
membutuhkan tindakan cepat dan tepat oleh siapa pun yang berada di dekat penderitanya.
Tersedak sumbatan total jalan napas bisa saja mengakibatkan oksigen tidak dapat memasuki
paru-paru. Beberapa benda yang sering membuat tersedak pada anak yaitu potongan makanan
kecil (kacang, duri ikan), baterai yang berukuran kecil (baterai pada jam tangan), dan mainan
yang berukuran kecil (roda mobil-mobilan), sedangkan pada orang dewawa biasanya makanan
seperti bakso, cilok, biji salak bahkan terkadang uang koin.

Tersedak dapat berakibat fatal bahkan bisa menyebabkan kematian apabila tidak segera
tertangani. Sumbatan benda asing pada saluran nafas bagian atas menyebakan oksigen tidak bisa
masuk ke paru-paru dan seluruh tubuh. Padahal kita tahu, bahwa otak sangat sensitif terhadap
kekurangan oksigen. Apabila dalam kurun waktu 4-6 menit korban tidak segera tertangani maka
akan berakibat korban mengalami penurunan kesadaran bahkan sampai mengalami kematian.
Penting bagi kita mengetahui seseorang sedang mengalami tersedak. Tanda atau gejala universal
yang muncul ketika seseorang tersedak adalah kedua tangan yang memegangi di leher atau
tenggorokan, wajah tambak kemerahan, kesulitan bicara dan bernafas, tampak panic dan
memberikan isyarat minta bantuan, batuk tiba-tiba, bibir kebiruan, dan tampak lemas bahkan
sampai mengalami penurunan kesadaran.

Pertolongan pertama yang dapat kita lakukan pada bayi yang mengalami tersedak dengan back
blow sebanyak 5 kali dan dilanjutkan chest trust sebanyak 5 kali.
Cara melakukan back blow sebagai berikut:
- Bayi diposisikan tengkurap dan diletakkan pangkuan atau di paha penolong dengan posisi
kepala bayi lebih rendah dari dada - Satu tangan penolong menyangga atau menopang dada bayi dan leher agar tidak terjatuh
- Satu tangan lainnya memberikan hentakan atau dorongan pada area scapula/tulang belikat
(punggung) bayi menggunakan pangkal telapak tangan sebanyak 5 kali dorongan (hentakan) - Apabila sumbatan atau benda asing belum keluar dapat dilanjutkan dengan melakukan chest
trust
Cara melakukan chest trust pada bayi: - Pangku bayi di paha penolong dengan posisikan bayi telentang dengan kepala menghadap ke
atas dan posisi kepala lebih rendah dari dada bayi - Satu tangan penolong menyangga punggung dan leher bayi
- Satu tangan lainnya menentukan titik tengah tulang dada bayi, kemudian dengan dua jari (jari
tengah dan jari telunjuk) penolong memberikan hentakan pada bagian tengah tulang dada
bayi - Berikan hentakan 2 jari sebanyak 5 kali
- Apabila cara tersebut belum berhasil mengeluarkan sumbatan atau benda asing, maka
penolong harus segera menelepon ambulance atau PSC 119 atau bahkan segera dibawa ke
RS terdekat serta mengulangi back blow dan chest trust terus menerus sampai ambulance
datang

Penolongan pertama tersedak pada anak dan dewasa dapat dilakukan dengan cara Heimlich
maneuver. Langkah-langkah untuk melakukan Heimlich maneuver sebagai berikut:
- Bantu dan jaga posisi korban agar tetap berdiri.
- Posisikan tubuh penolong berada di belakang badan korban
- Buka kedua tangan korban dibuka kearah samping
- Lingkarkan kedua lengan penolong seperti hendak memeluk korban dari belakang.
- Setelah itu, kepalkan salah satu tangan penolong dengan ibu cari didalam serta tangan
satunya menggenggam kepalan tangan. Posisikan sisi luar dari ibu jari menghadap perut
korban. Posisikan kepalan tangan penolong di bagian tengah perut korban, yakni di antara
ulu hati dan pusar. - Berikan hentakkan kepalan tangan penolong ke perut korban sambil menarik tubuh korban ke
belakang sebanyak 5 kali. Hindari melakukan hentakan yang terlalu keras untuk menghindari
cedera.

Jika korban tersedak adalah wanita hamil atau orang dewasa yang terlalu gemuk (obesitas) kita
bisa melakukan pilihan lain dengan melakukan “chest thrust†yaitu dengan meletakkan kepalan
tangan Penolong di tengah-tengah tulang dada. Posisi penolong ada dibelakan korban, dan
hentakan dengan kepalan tangan pada tengah-tengah tulang dada sebanyak 5 kali dan dilakukan
secara berulang sampai sumbatan keluar.
Lalu apakah kita bisa melakukan pertolongan secara mandiri apabila tersedak? Tentu saja, kita
bisa melakukan pertolongan secara mandiri pada diri kita apabila tidak ada penolong lain
disekitar kita. Langkah-langkah pertolongan mandiri apabila diri kita tersedak:
- Buat kepalan satu tangan dan tangan satunya menggenggam kepalan tangan tersebut
- Letakkan kepalan tersebut di antara pusar dan ulu hati
- Cari benda keras seperti meja
- Condongkan badan ke arah meja dan berikan tekanan atau hentakan pada kepalan dengan
tumpuan di meja sebanyak 5 kali - Lakukan berulang sampai sumbatan atau benda asing keluar
BAHAGIANYA MENG-ASI-HI
Oleh : Ns. Anis Ardiyanti, M.Kep - Dosen S1 - Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
ASI merupakan nutrisi alami terbaik bagi bayi yang diproduksi oleh ibu. Ibu dapat memberikan ASI nya tanpa dibarengi makanan tambahan maupun minuman lainnya selama 6 bulan yang disebut pemberian ASI ekslusif. ASI sangat mudah didapatkan dan selalu dalam keadaan segar karena langsung diproduksi ibu saat bayi menyusu.
Bayi yang diberikan ASI mempunyai peluang lebih besar terhindar dari bakteri sehingga gangguan pencernaan tidak terjadi. Selain itu, bayi ASI sangat jarang mengalami alergi dibandingkan dengan bayi susu formula. ASI mempunyai kandungan antibodi yang tidak terdapat pada susu formula. Hal inilah yang menjadikan bayi lebih sehat karena dari awal sudah mempunyai antibodi yang diberikan ibu melalui ASI.

Manfaat ASI tidak hanya dirasakan oleh bayi, namun ibu juga merasakan manfaatnya. Ibu yang memberikan ASI kepada bayinya akan mempercepat masa pemulihan selama nifas dimana organ reproduksinya akan lebih cepat kembali seperti sebelum hamil. Selain itu, dengan meng-ASI-hi membantu kontraksi uterus sehingga kemungkinan kecil terjadi perdarahan. Pemberian ASI juga dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara dan apabila ibu memberikan ASI ekslusif dapat menunda kehamilan.
Nah, banyak bukan manfaat memberikan ASI. Jadi, yuk mom semangat untuk meng-ASI-hi ya.
Bagi ibu bekerja, jangan merasa sedih karena tidak dapat memberikan ASI secara langsung. Ibu bekerja tetap dapat memberikan ASInya, hanya saja tidak secara langsung. Ibu dapat memompa ASI dimanapun ibu berada dengan cara diperah kemudian disimpan sementara di cooler bag sebelum diberikan ke bayi menggunakan botol atau juga bisa disimpan di freezer dalam jangka waktu lebih lama. Jadi, ibu bekerja tetap bisa memberikan kasih sayangnya melalui ASI kepada bayinya dengan cara ASI perah.

Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan sistem syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Berdasarkan hasil penelitian pemberian ASI Eksklusif memiliki kemungkinan 3 kali lebih besar bayi memiliki tingkat kecerdasan. Pemberian ASI ekslusif, selain mempengaruhi kecerdasan anak, juga dikenal ekonomis karena ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyediakan nutrisi bayi sampai berusia 6 bulan. Oleh karena itu, semua kalangan dapat meng-ASI-hi dengan bahagia karena hemat.
Produksi ASI ibu dipengaruhi beberapa hal, antara lain gizi, ketenangan jiwa dan pikiran, penggunaan alat kontrasepsi (AKDR disarankan), perawatan payudara, anatomi payudara, faktor fisiologis, pola istirahat, faktor hisapan anak atau frekuensi menyusui, berat lahir bayi, umur kehamilan saat melahirkan, merokok, serta teknik menyusui. Faktor-faktor tersebut juga perlu dukungan oleh orang-orang tersayang terutama suami agar ibu tidak merasa sendiri dan selalu bahagia. Oleh karena itu, meng-ASI-hi kunci utamanya adalah bahagia dan nyaman karena dalam memproduksi ASI, hormon yang diproduksi tubuh adalah prolaktin dan oksitosin.
Tips Sehat Penting agar Jadi Lansia Sehat dan Hebat
Oleh : Ns. Siti Juwariyah, M.Kep, - Dosen D3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Menjaga kesehatan adalah hal yang wajib dilakukan, tidak peduli berapa pun usia Anda. Namun, ketika Anda memasuki usia lanjut (sekitar 60 tahun ke atas menurut WHO), Anda mungkin akan mulai merasakan beragam keluhanâ€â€mulai dari nyeri sendi hingga flu yang bisa berkembang menjadi komplikasi masalah pernapasan seperti pneumonia atau bronkitis. Kalau Anda punya masalah kesehatan seperti asma dan diabetes, gangguan pernapasan bisa membuat kondisi Anda makin parah.
Lebih dari sekadar mengajarkan anak-anak muda tentang bagaimana cara merawat lansia, kita juga perlu mempersiapkan diri menghadapi masa tua agar tetap fit dan mandiri. Beberapa tips kesehatan lansia berikut ini bisa membantu Anda untuk menjadi lansia sehat dan hebat!

Tetap Bergerak Aktif: Kunci Kesehatan Lansia
Aktivitas fisik mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Makin banyak Anda bergerak, makin kuat kemampuan tubuh dalam melawan radang dan infeksi. Anda tidak harus melakukan aktivitas berat. Olahraga seperti bersepeda, berjalan kaki, atau aerobik ringan bisa jadi pilihan. Lakukan olahraga dengan intensitas sedang ini selama 20 sampai 30 menit per hari.
Konsumsi Suplemen Sesuai Kebutuhan
Selain olahraga, konsumsi suplemen atau multivitamin tertentu juga bisa membantu mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat. Anda bisa mengonsumsi kalsium, vitamin B6, vitamin B12, atau vitamin D. Jangan lupa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan suplemen apa yang Anda butuhkan.

Menjaga Pola Makan yang Sehat
Pola makan yang sehat juga merupakan kunci yang penting bagi kesehatan, termasuk Anda yang sudah lansia. Diet kaya buah-buahan, sayuran, dan daging tanpa lemak bisa membantu meningkatkan imunitas serta melindungi Anda dari virus dan bakteri berbahaya.
Buah dan sayur merupakan sumber antioksidan yang baik untuk tubuh. Antioksidan akan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan menjaga tubuh tetap sehat.
Rajin Cuci Tangan
Virus bisa menjadi sumber penyakit dan itu kerap berasal dari permukaan yang Ada sentuh. Semenjak pandemi, kita disarankan untuk membiasakan cuci tangan. Aturan ini berlaku untuk semua usia agar kita tidak mudah terpapar penyakit.
Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air hangat. Lakukan selama setidaknya 20 detik. Hindari menyentuh wajah, hidung, dan mulut dengan menggunakan tangan yang kotor. Jika kebetulan Anda tidak berada dekat dengan sumber air dan sabun, hand sanitizer bisa jadi opsi pengganti untuk menghilangkan kuman yang menempel di tangan.
Pelajari Cara Mengelola Stres
Ketika tubuh dalam keadaan stres, produksi hormon kortisol akan meningkat. Terlalu banyak kortisol di dalam tubuh bisa mengganggu berbagai sistem, termasuk sistem kekebalan tubuh.
Untuk membantu mengurangi tingkat stres, perbanyak aktivitas fisik dan beristirahat yang cukup. Jangan membuat goal yang tidak masuk akal untuk diri sendiri. Perbanyak aktivitas santai yang menyenangkan dan menenangkan bagi diri Anda.
Istirahat yang Cukup
Kurang tidur tidak hanya akan meningkatkan level stres, tetapi juga menurunkan kemampuan tubuh untuk ‘memperbaiki’ dirinya sendiri. Oleh sebab itu, kita disarankan untuk tidur yang cukup agar kekebalan tubuh meningkat. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi tubuh Anda untuk melawan virus.
Tidur juga sangat penting seiring dengan pertambahan usia. Tidur yang cukup setidaknya 7-9 jam per malam bisa membantu meningkatkan daya ingat dan konsentrasi yang kerap memburuk saat kita menua.

Lakukan Langkah Pencegahan Penyakit pada Lansia
Pencegahan juga merupakan hal yang penting bagi lansia agar tetap sehat sepanjang tahun. Selain dengan menerima vaksinasi untuk berbagai jenis penyakit, melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk pengukuran berat badan, tekanan darah, gula darah, kolesterol total darah, hingga tes yang berkaitan dengan kondisi mental seperti Geriatric Depression Scale (tes emosional lansia), tes kemandirian, dan tes mental lansia juga perlu dilakukan secara berkala.
Dengan beberapa langkah di atas, kita semua bisa mempersiapkan diri menjadi lansia hebat dan sehat di masa tua. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
Sumber:
KONSUMSI ANTIBIOTIK TIMBULKAN RESISTENSI, BAGAIMANA MENCEGAHNYA?
Oleh Apt. Anifatus Sa’adah, M.Farm – Dosen S1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang

Setiap orang sakit tidak jarang mengonsumsi obat khususnya antibiotik. Antibiotik merupakan suatu golongan obat yang dapat membunuh bakteri. Antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi yang dikarenakan virus, jamur, atau nonbakteri lainnya. Penggunaan antibiotik yang tidak wajar bisa memicu terjadinya resistensi antibiotik. Lebih dari 60% negara di Asia Tenggara dapat membeli antibiotik tanpa adanya resep. Hal ini menjadi salah satu penyebab timbulnya resistensi antibiotik. Di Indonesia sendiri kejadian resistensi masih banyak ditemukan.
Resistensi antibiotik merupakan suatu keadaan terinfeksi bakteri dimana obat antibiotik yang digunakan tidak evektif untuk pengobatan, karena bakteri tersebut tidak sensitif oleh adanya antibiotik. Keadaan ini menunjukkan bahwa bakteri telah kebal terhadap antibiotik tersebut. Bagaimana sih bisa sampai terjadi resistensi antibiotik?
Hal-hal yang menyebabkan timbulnya resistensi antibiotik antara lain yang pertama, membeli antibiotik tanpa resep dokter. Sebenarnya tidak tahu apakah sakit yang kita alami membutuhkan antibiotik atau tidak, maka perlu untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Kedua, seringkali seseorang yang mendapatkan antibiotik tidak menghabiskan obatnya, merasa sudah sembuh dari sakitnya. Sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya resistensi. Normalnya orang yang sedang sakit mendapatkan antibiotik, bakteri yang menginfeksi mati karena adanya obat tersebut. Namun, pada kondisi tertentu sebagian bakteri bermutasi dan membentuk kekebalan terhadap antibiotik.
Bahaya gak sih, jika resisten antibiotik? Resisten antibiotik dapat berakibat fatal. Penyakit infeksi yang dikarenakan bakteri resisten dapat menambah lamanya seseorang menderita suatu penyakit, meningkatkan keparahan penyakit hingga meningkatnya resiko kemadian. Yang perlu di ingat, resistensi antibiotik ini dapat menular karena berpindahnya bakteri yang kebal tadi dari satu orang ke orang lain.

Lalu bagaimana kita bisa mencegahnya?
- Jaga kebersihan, mencuci tangan secara teratur dengan benar, melakukan vaksinasi.
- Gunakan antibiotik sesuai petunjuk dokter. Maksudnya konsumsi antibiotik hanya bila diresepkan oleh dokter
- Selalu habiskan antibiotik. Saat mendapatkan antibiotik, kita harus menghabiskannya. Ketika kita menggunakan obat secara tepat, manfaatnya tidak perlu diragukan lagi. Namun jika dikonsumsi secara tidak tepat dapat menimbulkan kerugian bagi kesehatan.
- Jangan pernah gunakan antibiotik sisa. Apabila anda sakit dan memerlukan antibiotik jangan asal menggunakan antibiotik, karena indikasi setiap orang berbeda-beda.
- Jangan gunakan antibiotik bersama orang lain.
Kita harus bijak dalam menggunakan obat, tidak hanya antibiotik saja. Supaya mengurangi lamanya perawatan, biaya perawatan, penularan terhadap orang lain, angka kematian dan tentunya mencegah resistensi.
Wajib Tahu! Ini Serba-serbi Tentang Vaksin Booster ( Efek Samping, Kelebihan, dan Kekurangan)
Oleh : apt. Dra. Tunik Saptawati, Msi. Med – Dosen S1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang
Momen Idul Fitri tahun 2022 lalu, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk memperbolehkan mudik lebaran meski pandemi belum berakhir. Keputusan tersebut tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang merantau dan telah melewatkan agenda lebaran bersama keluarga selama dua tahun belakangan ini. Namun, untuk bisa pulang kampung, pemerintah mewajibkan pemudik harus sudah vaksin booster Covid-19.
Apa saja jenis vaksin booster yang bisa dipilih oleh pemudik? Bagaimana efek samping masing-masing vaksin tersebut? Simak informasinya dalam serba-serbi tentang vaksin booster berikut ini.

Serba-serbi Vaksin Booster yang Wajib Diketahui
Vaksin booster adalah bagian dari rangkaian vaksinasi Covid-19 yang disuntikkan setelah seseorang mendapatkan dosis lengkap vaksin primer. Pemberian vaksin booster ini bertujuan untuk mempertahankan kekebalan tubuh dan memperpanjang waktu perlindungan dari paparan virus Covid-19.
Vaksinasi yang diselenggarakan Pemerintah sejak Januari 2022 ini ditujukan bagi masyarakat usia 18 tahun ke atas. Pemberiannya sendiri diprioritaskan bagi penderita imunokompromais dan lansia, dengan dua mekanisme, yaitu:
- Mekanisme Homolog
Jenis vaksin yang diberikan, sama dengan jenis vaksin primer dosis lengkap yang sudah didapatkan sebelumnya. Merek vaksin yang masuk dalam kategori vaksin homolog, antara lain Pfizer, Sinovac, dan Moderna.
- Mekanisme Heterolog
Pada mekanisme ini, vaksin booster yang diberikan berbeda jenis dengan vaksin primer dosis lengkap yang didapatkan sebelumnya.
Jika sebelumnya masing-masing vaksin dapat diberikan minimal 6 bulan setelah vaksin dosis lengkap, maka berdasarkan Surat Edaran (SE) dari Kemenkes RI Nomor SR.02.06/II/ 1180 /2022 aturan tersebut berubah. Surat Edaran yang mengatur tentang Penyesuaian Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster) bagi Masyarakat Umum ini menyebutkan bahwa vaksin booster dapat diberikan minimal 3 bulan setelah pemberian vaksin dosis lengkap.

Jenis-Jenis Vaksin Booster Serta Efek Samping, Kelebihan, dan Kekurangannya
Berbicara tentang jenis vaksin, ada banyak merek vaksin booster yang bisa dipilih masyarakat. Semua merek vaksin ini tentu memiliki efek samping berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, berikut jenis-jenis dan efek vaksin booster menurut situs resmi BPOM:
Sinovac
- Diberikan setengah dosis pada kelompok usia 18 tahun ke atas.
- Pemberian pada orang dewasa, dapat meningkatkan antibodi hingga 21- 35 kali setelah 28 hari pemberian booster ini.
- Efek samping bersifat ringan. Umumnya, penerima vaksin akan mengalami nyeri ringan, demam dan sakit kepala ringan, atau iritasi sedang.
Pfizer
- Juga diberikan sebanyak setengah dosis pada kelompok usia 18 tahun ke atas.
- Meningkatkan antibodi sebesar 3,29 kali setelah pemberian vaksin booster.
- Efek samping yang dirasakan, antara lain nyeri di tempat suntikan, demam, nyeri otot, kelelahan, nyeri sendi, dan sakit kepala.
AstraZeneca
- Dapat diberikan setengah dosis, minimal 3 bulan setelah vaksinasi primer selesai.
- Diberikan untuk usia 18 tahun ke atas.
- Dapat meningkatkan antibodi, dari 1792 menjadi 3746.
- Efek samping yang dirasakan, antara lain nyeri pada bekas suntikan, sakit kepala, merasa lelah, menggigil atau demam, mual, nyeri sendi, dan merasa lelah.
Moderna
- Diberikan setengah dosis pada kelompok usia 18 tahun ke atas.
- Pemberian booster homolog vaksin Moderna dapat meningkatkan antibodi sebesar 12,99 kali.
- Efek samping yang dilaporkan, nyeri di tempat suntik, mual, demam, dan pegal.
Zifivax
- Vaksin booster heterolog yang dapat diberikan setengah dosis setelah pemberian vaksin Sinovac atau Sinopharm.
- Ditujukan untuk usia 18 tahun ke atas.
- Peningkatan antibodi lebih dari 30 kali pada penerima vaksin yang telah mendapatkan vaksin Sinovac atau Sinopharm.
- Efek samping yang dilaporkan berupa nyeri di tempat suntikan, demam, sakit kepala, mual, batuk, diare, nyeri otot, dan kelelahan.
Sinopharm
- Vaksin booster Sinopharm hanya bisa diberikan pada seseorang yang telah menerima vaksin primer Sinopharm dengan dosis penuh (0,5 ml).
- Efek samping berupa nyeri di tempat suntik, demam, dan KTD (Kejadian Tidak Diinginkan) yang bersifat ringan.
Cara Cek Tiket Vaksin Booster
Pemberian vaksin booster telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan, dengan tata pelaksanaan berdasarkan skala prioritas. Masing-masing individu akan mendapatkan dua suntikan booster dengan rentang waktu selama 14 hari.
Untuk mengetahui apakah Anda terdaftar sebagai penerima booster, lakukan pengecekan menggunakan aplikasi. Selain cek tiket vaksin booster melalui aplikasi dan situs web, Anda juga bisa mengunjungi unit pelayanan kesehatan terdekat untuk cek jadwal vaksinasi.
Prosedur vaksin kini semakin mudah, bukan? Jadi buat anda yang belum melakukan vaksin booster, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat ya
WEBINAR “MENGENAL TANDA KEPEGAWAIAN PADA GAGAL GINJAL”
WEBINAR UPDATE
Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Jika tidak segera dideteksi dan ditangani kondisi ini memicu komplikasi yang serius.
Yuk, mengenal tanda kegawatan pada gagal ginjal.
Yuk ikut menyimak webinar pada :
? Jum'at, 26 Agustus 2022
â° 10.00 WIB
? Zoom Meet ( https://bit.ly/webinar_tandadankegawatan_gagalginjal
Dengan Narasumber Ns. Danny Putri Sulistyaningrum, M.Kep, Sp. Kep.MB ( Dosen Prodi D3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )
Daftarkan segera diri anda di https://bit.ly/Webinar_mengenaltandadankegawatan_Gagalginjal
Salam Sehat - ICARE
Solusi Meningkatkan Jumlah ASI Dengan Bahan Lokal
Oleh : Agnes Isti Harjanti,S.Si.T.,M.Kes – Dosen S1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang

Masalah keberlangsungan menyusui bayi sampai dengan 6 bulan masih menjadi permasalahan yang belum dapat diatasi secara maksimal. Dari data yang ada, jumlah wanita menysui bayinya tanpa di selingi susu formula ataupun makanan tambahan apapun masih dibawah 80% (data badan statistik). Dari hasil penelitian sebelumnya permasalahan menyusui ini paling banyak disebabkan karena produksi ASI yang menurun (Harjanti, 2020). Fenomena ini dapat dialami oleh wanita menyusui terutama yang asupan makanan dan minuman kurang, dan dialami oleh para wanita menyusui yang bekerja. Produksi ASI dipengaruhi oleh banyaknya asupam makanan yang berkualitas dan minuman yang di konsumsi setiap harinya. Makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI dan kualitas ASI tidak harus terbuat dari bahan makanan yang mahal, melainkan banyak didapatkan dari bahan-bahan lokal yang mudah didapatkan di seluruh tempat di Indonesia ini.

Bahan makanan Jagung merupakan bahan lokal yang kurang favorit di masyarakat, akan tetapi kaya vitamin yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Jagung kurang diminati karena cara pengolahan yang kurang inovatif sehingga rasanya kurang menggugah selera. Dalam 100 gram buah jagung terdapat sekitar 80-100 kalori, serta kandungan beragam zat gizi lain seperti; serat, protein 3,2 gr, karbohidrat kompleks, fosfor, zat besi, zinc, magnesium, tembaga, dan folat serta vitamin-vitamin ; B3, B5, B6 dan Vitamin C. Jagung juga mengandung antioksidan seperti; asam fenolat, zeaxhantin dan lutein. Oleh karena kandungan protein dan Karbohidrat komplek, maka buah jagung dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Kandungan protein dalam jagung dibutuhkan ibu menyusui oleh karena kebutuhan protein pada ibu menyusui lebih banyak. Protein yang ada juga berperan dalam menjaga kualitas ASI, serta sebagai sumber protein kandungan didalam ASI untuk memenuhi kebutuhan protein bayi.
Pengolahan Jagung dalam bentuk Modisco-Jagung merupakan inovasi yang dapat diberikan untuk menambah rasa dan kualitas bahan makanan sehingga bertambah nilai gizinya. Modisco singkatan dari Modified Dietetic Skim and Cotton Sheet Oil ditemukan pada tahun 1973 oleh May White Head menurut White pembuatan Modisco digunakan untuk menambah gizi pada anak-anak, Modisco Jagung merupakan modifikasi tambahan yang diberikaan untuk memperlancar ASI dan menambah nutrisi. Formula dasar Modisco terdiri dari bahan - susu skim 10 g atau full cream 12 g - gula 5 g - margarin 5 g, tambahkan 100 gr jagung serut dan tepung sagu 15 gr. Nilai Gizi Energi : 219 Kal, Protein : 6,8 g Lemak : 5 g (Sumber Instalasi Gizi RSUD )
Bahan Modisco Jagung yaitu 3 biji jagung diserut dan dicuci bersih, jagung dihaluskan. Masak susu skim bersama air 4 gelas dicampur dengan 3 sendok margarin dan gula pasir secukupnya. Untuk menambah rasa berikan vanilli bubuk 2 saset. Setelah susu mendidih campurkan jagung yang sudah dihaluskan beserta 3 sendok tepung sagu untuk mengentalkan. Cetak dalam wadah adonan yang sudah matang lalu didiamkan hingga dingin, dapat dikonsumsi 2 kali sehari.
