Artikel
TERAPI KETUKAN DI TITIK TUBUH DAPAT MENGATASI MASALAH FISIK DAN MENTAL
Oleh: Ns. Resa Nirmala Jona, M.Kep – Dosen D3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
World Health Organization (WHO mengemukakan bahwa kesehatan merupakan kondisi fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan sekedar tidak adanya penyakit atau kelemahan. Kesehatan fisik yang buruk dapat meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan mental. Demikian pula, kesehatan mental yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik. Pikiran yang mengganggu bisa memengaruhi fungsi-fungsi tubuh yang lainnya. Akibatnya, kita pun rentan mengalami berbagai masalah fisik tertentu.
Masalah kesehatan fisik contohnya migrain, nyeri menstruasi, jantung, diabetes, darah tinggi, maag, stroke, kanker dan lain-lain. Sedangkan untuk masalah kesehatan mental, contohnya adalah perubahan kepribadian, stress, marah, cemas, gelisah, phobia, trauma, kecanduan, dan lainnya. Salah satu terapi yang dapat diberikan untuk masalah kesehatan fisik dan mental ini yaitu spiritual emotional freedom technique (SEFT). SEFT adalah salah satu terapi yang mudah, praktis dan efektif yang dikembangkan oleh Bapak Ahmad Faiz Zainuddin dengan menggabungkan kekuatan do’a (spiritual) dan ketukan (tapping) sederhana di 18 titik meridian tubuh.
Ada 3 langkah dalam terapi SEFT. Langkah pertama set up, yaitu melafalkan do’a yang intinya adalah menyampaikan masalahnya, ikhlas dan pasrahkan kesembuhan hanya kepada-Nya sambil menekan titik “sore spot†dibagian dada atau titik “karate chopâ€Â. Selanjutnya pada langkah yang kedua tune in, yaitu fokuskan pikiran dan rasakan rasa sakitnya. Yang perlu dilakukan pada langkah ketiga adalah tapping, yaitu melakukan ketukan sederhana pada 18 titik meridian tubuh.
Lima kondisi hati untuk SEFT yang efektif, yaitu yakin, khusyu’, ikhlas, pasrah dan syukur.
Let’s practice!!!....
HOLISTIC YOGA PROGRAM UNTUK MENGATASI POST TRAUMATIC STRESS DISORDER (PTSD)
Oleh : Ns. Vivi Sovianti, S.Kep.,M.Kep, Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Salah satu bentuk dampak psikologis yang sering ditemui pada masyarakat korban bencana alam adalah post traumatic stress disorder (PTSD). Post traumatic stress disorder adalah sindrom yang dialami oleh seseorang yang mengalami kejadian yang traumatis dan individu tersebut tidak mampu menghilangkan ingatan akan kejadian tersebut dari pikirannya. PTSD adalah gangguan kecemasan yang dialami oleh individu yang melihat atau mengalami kejadian yang berbahaya.
Seperti masalah kesehatan mental pada umumnya, kombinasi beberapa faktor yang kompleks mungkin menjadi penyebab PTSD, yaitu: Pengalaman yang menakutkan, termasuk jumlah dan tingkat keparahan trauma yang telah dialami dalam hidup, Mewarisi risiko kesehatan mental, seperti riwayat gangguan kecemasan dan depresi dalam keluarga, Ciri-ciri kepribadian, seperti kecenderungan temperamental dan Cara otak mengatur bahan kimia dan hormon yang dilepaskan tubuh sebagai respons terhadap stres.
Gejala PTSD pada umumnya dibagi menjadi 4 tipe, yaitu ingatan intrusif, avoidance atau menghindar,  perubahan negative pada cara berpikir, mood, serta perubahan reaksi fisik dan emosional. Dampak dari PTSD sendiri dapat mengganggu kehidupan seseorang kedepannya,  bahkan dampaknya bisa terasa dalam jangka waktu yang lama (Xiao et al., 2020). PTSD akan mengganggu kualitas hidup.  Gangguan ini akan membuat kamu sulit untuk memercayai, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah.  Ini dapat menyebabkan masalah dalam hubungan dengan teman, pasangan, keluarga, dan rekan kerja. Selain itu,  gangguan ini juga dapat memengaruhi kesehatan fisik seperti dapat meningkatkan risiko penyakit jantung atau gangguan pencernaan.ÂÂ
Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang  menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana  seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca indranya dan tubuhnya secara keseluruhan. Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, olah tubuh dan meditasi, yang  telah dikenal dan dipraktikkan selama lebih dari 5000 tahun. Holistic Yoga Program dibuat oleh terapis yoga  untuk mengatasi gejala hyperarousal PTSD. Saat orientasi, peserta  HYP dibiasakan dengan dukungan praktik berupa DVD, perangkat audio, dan handout untuk di rumah. Kelas yoga  dipimpin oleh instruktur dan dihadiri setiap minggu selama satu  jam. Walaupun belum bisa dikatakan sebagai solusi utama dari permasalahan saat ini, namun yoga dapat menjadi solusi tambahan atau pilihan alternatif yang  dampaknya jelas berpengaruh secara signifikan dalam penurunan skor PTSD, yang  juga didukung dengan pelaksanaannya yang relative mudah dan aman
Sumber gambar : yogaclicks.com
JAGA DIRI DENGAN KENALI REPRODUKSI SAAT REMAJA
Oleh : Widya Mariyana,S.ST.,M.Kes - Dosen S-1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang
Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa kritis.
Memasuki masa remaja yang diawali dengan terjadinya kematangan seksual, maka remaja akan dihadapkan pada keadaan yang memerlukan penyesuaian untuk dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi. Kematangan seksual dan terjadinya perubahan bentuk tubuh sangat berpengaruh pada kehidupan kejiwaan remaja. Selain itu kematangan seksual juga mengakibatkan remaja mulai tertarik terhadap anatomi fisiologi tubuhnya. Selain tertarik kepada dirinya, juga mulai muncul perasaan tertarik kepada teman sebaya yang berlawanan jenis.
Pengaruh informasi global (paparan media audio-visual) yang semakin mudah diakses justru memancing anak dan remaja untuk mengadaptasi kebiasaan-kebiaasaan tidak sehat seperti merokok, minum minuman berakohol, penyalahgunaan obat dan suntikan terlarang, perkelahian antar-remaja atau tawuran. Pada akhirnya, secara kumulatif kebiasaan-kebiasaan tersebut akan mempercepat usia awal seksual aktif serta mengantarkan mereka pada kebiasaan berperilaku seksual yang berisiko tinggi, karena kebanyakan remaja tidak memiliki pengetahuan yang akurat mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas serta tidak memiliki akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi, termasuk kontrasepsi.
Keterbatasan akses dan informasi mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi
bagi remaja di Indonesia ’bisa dipahami’ karena masyarakat umumnya masih menganggap seksualitas sebagai sesuatu yang tabu dan tidak untuk dibicarakan secara terbuka. Orang tua biasanya enggan untuk memberikan penjelasan masalah-masalah seksualitas danreproduksi kepada remajanya, dan anak pun cenderung malu bertanya secara terbuka kepada orang tuanya.
BAGAIMANA CARA KITA MENJELASKAN TENTANG SEKSUALITAS?
Memberikan pendidikan life skill, menunda pernikahan dan kehamilan semasa
remaja dan cegah HIV dan AIDS serta memberikan informasi yang benar merupakan upaya untuk meningkatkan perilaku hidup sehat, mengingat remaja adalah kelompok usia yang tergolong sangat rawan terhadap berbagai hal yang berhubungan dengan kecakapan hidup sehat.
APA SAJA HAK-HAK REMAJA TERKAIT DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI?
Selain kebutuhan-kebutuhan tersebut, remaja juga memiliki hak-hak mendasar terkait
kesehatan reproduksinya. Hak-hak itu juga harus terpenuhi sebagai kebutuhan dasar
mereka. Hak-hak itu adalah :
- Hak hidup. Ini adalah hak dasar setiap individu tidak terkecuali remaja, untuk terbebasdari resiko kematian karena kehamilan, khususnya bagi remaja perempuan.
- Hak atas pelayanan dan perlindungan kesehatan. Termasuk dalam hal ini adalah perlindungan privasi, martabat, kenyamanan, dan kesinambungan.
- Hak atas kerahasiaan pribadi. Artinya, pelayanan kesehatan reproduksi bagi remaja dan setiap individu harus menjaga kerahasiaan atas pilihan-pilihan mereka.
- Hak atas informasi dan pendidikan. Ini termasuk jaminan kesehatan dan kesejahteraan perorangan maupun keluarga dengan adanya informasi dan pendidikan Kesehatan reproduksi yang memadai tersebut.
- Hak atas kebebasan berpikir. Ini termasuk hak kebebasan berpendapat, terbebas dari penafsiran ajaran yang sempit, kepercayaan, tradisi, mitos-mitos, dan filosofi yang dapat membatasi kebebasan berpikir tentang pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual.
- Hak berkumpul dan berpartisipasi dalam politik. Hal ini termasuk mendesak pemerintah dan parlemen agar menempatkan masalah kesehatan reproduksi menjadi prioritas kebijakan negara.
- Hak terbebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk. Hal ini terutama bagi anak-anak dan remaja untuk mendapatkan perlindungan dari eksploitasi, pelecehan, perkosaan, penyiksaan, dan kekerasan seksual.
- Hak mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan terbaru. Yaitu hak mendapatkan pelayan kesehatan reproduksi yang terbaru, aman, dan dapat diterima.
- Hak memutuskan kapan punya anak, dan punya anak atau tidak.
- Hak atas kesetaraan dan bebas dari segala bentuk diskriminasi. Ini berarti setiap individu dan juga remaja berhak bebas dari segala bentuk diskriminasi termasuk kehidupan keluarga, reproduksi, dan seksual.
- Hak untuk memilih bentuk keluarga. Artinya, mereka berhak merencanakan, membangun, dan memilih bentuk keluarga (hak untuk menikah atau tidak menikah).
- Hak atas kebebasan dan keamanan. Remaja berhak mengatur kehidupan seksual dan reproduksinya, sehingga tidak seorang pun dapat memaksanya untuk hamil, aborsi, ber-KB dan sterilisasi.
APA SAJA MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA?
Kuatnya norma sosial yang menganggap seksualitas adalah tabu akan berdampak
pada kuatnya penolakan terhadap usulan agar pendidikan seksualitas terintegrasikan kedalam kurikulum pendidikan. Sekalipun sejak reformasi bergulir hal ini telah diupayakanoleh sejumlah pihak seperti organisasi-organisasi non pemerintah (NGO), dan jugaPemerintah sendiri (khususnya Departemen Pendidikan Nasional), untuk memasukkanseksualitas dalam mata pelajaran ’Pendidikan Reproduksi Remaja’; namun hal ini belum sepenuhnya mampu mengatasi problem riil yang dihadapi remaja.
Faktanya, masalah terkait seksualitas dan kesehatan reproduksi masih banyak
dihadapi oleh remaja. Masalah-masalah tersebut antara lain :
1. Perkosaan.
2. Free sex.
3. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD).
4. Aborsi.
5. Perkawinan dan kehamilan dini.
BAGAIMANA PENANGANAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA?
Ruang lingkup masalah kesehatan reproduksi perempuan dan laki-laki menggunakan pendekatan siklus kehidupan. Berdasarkan masalah yang terjadi pada setiap fase kehidupan, maka upaya-upaya penanganan masalah kesehatan reproduksi remaja sebagai berikut :
1. Gizi seimbang.
2. Informasi tentang kesehatan reproduksi.
3. Pencegahan kekerasan, termasuk seksual.
4. Pencegahan terhadap ketergantungan NAPZA.
5. Pernikahan pada usia wajar.
6. Pendidikan dan peningkatan ketrampilan.
7. Peningkatan penghargaan diri.
8. Peningkatan pertahanan terhadap godaan dan ancaman. Perlu diingat bahwa diri kita sendiri yang bertanggung jawab terhadap organ reproduksi kita, mari jaga dan sayangi organ reproduksi kita mulai sejak dini agar terhidar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sumber gambar :
Dukungan Keluarga Dalam Keberhasilan Penatalaksanaan Perawatan Diabetes Mellitus
Oleh : Ns. Ismonah, M.Kep., Sp.MB - Dosen prodi S1 keperawatan STIKES Telogorejo
Diabetes Melitus (DM) diartikan sebagai suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (tingginya kadar gula darah) yang terjadi karena kelainan sekresi (pengeluaran) insulin, kerja insulin atau keduanya. Jumlah penyandang Diabetes Melitus diperkirakan terus bertambah, Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20 – 79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 dan diprediksi pada tahun 2045 akan meningkat menjadi 700 juta penyandang.
Tingginya angka kejadian DM berdampak terhadap fisik dan psikologi bagi penyandang DM. Dampak yang terjadi adalah komplikasi, cacat kerja, kualitas hidup yang buruk, timbul kecemasan atau depresi. Kecemasan atau anxiety adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas penyebabnya. Bagi penyandang DM, munculnya kecemasan ini karena menderita atau mengalami suatu penyakit yang berkepanjangan. Bahwa kecemasan terjadi karena merasakan adanya kekhawatiran terhadap penyakitnya, karena mengalami kenaikan gula darah atau munculnya komplikasi.
Pengontrolan gula darah dan pencegahan komplikasi DM dapat dikendalikan dengan empat pilar penatalaksanaan DM, yaitu edukasi, diet, latihan jasmani, dan pengobatan. Efektifitas atau keberhasilan terhadap pengelolaan atau penatalaksanaan DM di rumah sangat dipengaruhi oleh dukungan dan peran serta keluarga. Dukungan keluarga yang tinggi akan mendukung keberhasilan penatalaksanaan DM, menurunkan mortalitas, meningkatkan fungsi kognitif, kesehatan fisik dan emosi. Manfaat lain dukungan keluarga adalah terjadi penyesuaian individu terhadap stress, dalam bentuk dukungan emosional. Dukungan emosional ini sangat penting dan diperlukan bagi penyandang DM, dalam bentuk perhatian, rasa cinta, empati dan perasaan positif lainnya. Hal ini bertujuan untuk membantu memulihkan keadaan dan membantu mengontrol emosi. Keikutsertaan anggota keluarga dalam memandu pengobatan, diet, latihan jasmani dan pengisian waktu luang yang positif merupakan bentuk peran serta aktif bagi keberhasilan penatalaksanaan DM.
Banyak orang yang berasumsi jika penyakit diabetes mellitus adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehinga hal tersebut membuat stress lebih meningkat, yang dapat meningkatkan glukosa darah dan memicu terjadinya komplikasi. Ya, memang benar, DM tidak bisa disembuhkan, namun jangan khawatir DM dapat dikendalikan dengan pengontrolan glukosa darah dan mencegah komplikasi. Melaui pengaturan diet, latihan fisik atau olah raga, pengobatan secara teratur, serta rajin melakukan monitoring terhadap gukosa darah, tekanan darah, kolesterol, berat badan, dan stresor. Jadi prinsipnya adalah gula darah terkontrol, sehingga penyandang DM dapat terus aktif dalam menjalani kehidupan dengan bahagia serta tercegah dari berbagai komplikasi. Ayok tetap dengan semangat tinggi, kita cegah, kontrol, dan lawan diabetes mellitus
JANTUNG “MENARIâ€Â
Oleh : Ns. Siti Juwariyah, M.Kep
Dosen Prodi D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Menurut laporan Kemenkes RI, penyakit jantung menjadi penyebab kematian kedua di Indonesia setelah penyakit stroke. Banyak yang menganggap penyakit jantung hanya menyerang orang tua, namun gaya hidup yang tidak sehat, bisa membuat penyakit ini menyerang pada usia muda.
Jantung manusia adalah organ tubuh yang sangat vital, jantung menjadi pusat sistem peredaran darah. Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Darah yang jantung pompa akan membawa oksigen dan nutrisi penting yang sel, organ, jaringan dalam tubuh butuhkan agar bisa berfungsi dengan normal. Hal ini berarti Ketika jantung mengalami masalah maka kelangsungan hidup manusia akan terancam. Maka wajib kita perlu tahu cara menjaga kesehatan jantung.
Penyakit jantung sering muncul tiba-tiba dan tak jarang merenggut nyawa penderitanya. Setiap orang berisiko menderita penyakit jantung, namun peluang mengidap penyakit ini menjadi lebih tinggi apabila seseorang menderita kolesterol tinggi atau hipertensi, perokok, kelebihan berat badan atau obesitas, kurang bergerak dan jarang berolahraga, tidak menjalankan pola makan sehat, Wanita berusia di atas 55 tahun dan pria di atas usia 45 tahun, berasal dari keluarga penderita penyakit jantung.
Menjaga Kesehatan jantung dapat dilakukan dengan Langkah sederhana, seperti menjaga gaya hidup dan pola makan sehat, rutin berolah raga, menjaga berat badan ideal, dan tidak merokok. Langkah-langkah tersebut merupakan metode yang efektif untuk menjaga Kesehatan jantung.
Untuk memeriksa ada tidaknya risiko serangan jantung, kita bisa memeriksa denyut jantung di pagi hari karena pada saat itu jantung telah selesai istirahat. Mengukur denyut jantung bisa dilakukan dengan tangan sendiri. Dengan cara MENARI (MEraba NAdi sendiRI). Bagaimanakah caranya? Langkah yang harus dilakukan yaitu GENGGAM pergelangan tangan anda, RABALAH dengan jari telunjuk tengah dan manis tonjolan tulang di bagian bawah pangkal ibu jari, GESER sedikit kea rah tengah pergelangan, RASAKAN denyutan dan hitung dalam 30 detik, jika denyutan tidak teratur atau jumlah denyutan diatas 50 atau di bawah 30 maka WASPADA gangguan irama jantung. Ayo mulai sekarang kita mulai perubahan kecil pada kebiasaan-kebiasaan hidup yang kita jalani bisa memberikan peran yang besar dalam menjaga Kesehatan jantung. Yuk mulai atur pola hidup sehat sejak sekarang!
EFEKTIVITAS JUS STAR FRUIT UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA LANSIA
Oleh : Ns. I’ien Noer’aini, M.Kep – Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Hipertensi merupakan penyakit dengan prevalensi yang semakin meningkat karena perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit non infeksi atau degeneratif. Hal ini terjadi seiring terjadinya perubahan sosial ekonomi, lingkungan dan perubahan struktur penduduk. Hipertensi hingga saat ini masih menjadi permasalahan utama dibidang kesehatan, tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia.
World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa prevalensi hipertensi diperkirakan akan terus meningkat, diprediksi pada tahun 2025 sebanyak 29% orang diseluruh dunia menderita hipertensi. Sementara itu, Indonesia memiliki angka kejadian hipertensi cukup tinggi, terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia berusia 18 tahun keatas mengalami hipertensi pada tahun 2014
Penyakit hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga di Indonesia setelah stroke yaitu mencapai 6,8% dari populasi kematian di Indonesia. Fenomena ini disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakat secara global, seperti semakin mudahnya mendapatkan makanan siap saji membuat konsumsi segar dan serat berkurang, konsumsi garam, lemak, gula, dan kalori yang terus meningkat sehingga berperan besar dalam meningkatkan angka kejadian hipertensi dan diabetes .
Terapi herbal banyak digunakan oleh masyarakat dalam menangani penyakit hipertensi dikarenakan memiliki efek samping yang sedikit (Sustrani, 2007). Masyarakat lebih memilih untuk terapi non farmakologis karena di samping untuk biayanya murah dan mudah untuk di dapatkan. Efek yang ditimbulkan sedikit di bandingkan dengan terapi farmakologis dengan obat kimianya.
Belimbing mengandung flavonoid bisa digunakan untuk terapi tekanan darah tinggi, karena flavonoid dapat menghambat enzim pengubah angiotensin. Selain itu juga mengandung kadar kalium yang tinggi serta natrium yang rendah sebagai obat hipertensi.
Belimbing juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Melancarkan proses pencernaan kerena belimbing memiliki kandungan serat yang baik. Kandungan nutrisi lain yang terdapat pada buah belimbing ini adalah protein, karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C (Hernani 2009).
Pada dasarnya buah belimbing mengandung kadar kalium yang tinggi serta natrium yang rendah sebagai obat anti hipertensi. Kandungan kalium (potassium) dalam satu buah belimbing (127 gram) adalah sebesar 207 mg.
Hal ini menunjukkan bahwa kalium dalam buah belimbing mempunyai jumlah yang paling banyak dari jumlah mineral yang ada dalam kandungan 1 buah belimbing (Afrianti , 2010)
Kalium yang terkandung dalam belimbing manis ( Averrhoe Carambolalinn ) berfungsi sebagai diuretik , sehingga pengeluaran natrium cairan meningkat , hal tersebut dapat membantu menurunkan tekanan darah. Kalium juga berguna untuk menghambat rennin dalam sistem angiotensin dimana angiotensinogen tidak dapat membentuk angiotensin I.Selain mengandung kalium, belimbing manis juga mengandung flavonoid catechin yang dapat menyebabkan efek antihipertensi. Flavonoid menghambat kerja dari angiotensin converting enzyme, sehingga angiotensin I tidak dapat diubah menjadi angiotensin II dan menyebabkan berkurangnya efek vasokonstriksi dan sekresi aldosteron untuk reabsorbsi natrium dan air sehingga tekanan darah akan turun ( Wirakusumah 2006 ).
Selain itu juga Flavonoid bisa digunakan untuk terapi tekanan darah tinggi, ini karena Flavonoid dapat menghambat enzim pengubah angiotensin dan memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh.
Belimbing manis mengandung pectin yang mampu mengikat kolesterol dan asam empedu yang terdapat dalam usus dan membantu pengeluaranya. Belimbing manis juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, melancarkan proses pencernaan karena belimbing memiliki kandungan serat yang baik. Kandungan nutrisi lain yang terdapat pada buah belimbing ini adalah protein , karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C ( Hernani , 2009 ) Diharapkan dari informasi ini dapat dijadikan masukan untuk menambah wawasan serta sebagai bahan informasi bagi ilmu pengetahuan mengenai keefektifan jus belimbing terhadap  menurunkan tekanan darah lansia ,Sehingga masyarakat mampu melakukan pengobatan dan pencegahan secara mandiri di rumah dengan terapi non farmakologi dan pengobatan farmakologi hanya sebagai pendamping untuk mendapatkan efek pengobatan yang lebih baik.
Sumber Foto : klikdokter.com
Dukungan Keluarga Dalam Keberhasilan Penatalaksanaan Perawatan Diabetes Mellitus
Oleh : Ns. Ismonah, M.Kep., Sp.MB - Dosen prodi S1 keperawatan STIKES Telogorejo
Diabetes Melitus (DM) diartikan sebagai suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (tingginya kadar gula darah) yang terjadi karena kelainan sekresi (pengeluaran) insulin, kerja insulin atau keduanya. Jumlah penyandang Diabetes Melitus diperkirakan terus bertambah, Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20 – 79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 dan diprediksi pada tahun 2045 akan meningkat menjadi 700 juta penyandang.
Tingginya angka kejadian DM berdampak terhadap fisik dan psikologi bagi penyandang DM. Dampak yang terjadi adalah komplikasi, cacat kerja, kualitas hidup yang buruk, timbul kecemasan atau depresi. Kecemasan atau anxiety adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas penyebabnya. Bagi penyandang DM, munculnya kecemasan ini karena menderita atau mengalami suatu penyakit yang berkepanjangan. Bahwa kecemasan terjadi karena merasakan adanya kekhawatiran terhadap penyakitnya, karena mengalami kenaikan gula darah atau munculnya komplikasi.
Pengontrolan gula darah dan pencegahan komplikasi DM dapat dikendalikan dengan empat pilar penatalaksanaan DM, yaitu edukasi, diet, latihan jasmani, dan pengobatan. Efektifitas atau keberhasilan terhadap pengelolaan atau penatalaksanaan DM di rumah sangat dipengaruhi oleh dukungan dan peran serta keluarga. Dukungan keluarga yang tinggi akan mendukung keberhasilan penatalaksanaan DM, menurunkan mortalitas, meningkatkan fungsi kognitif, kesehatan fisik dan emosi. Manfaat lain dukungan keluarga adalah terjadi penyesuaian individu terhadap stress, dalam bentuk dukungan emosional. Dukungan emosional ini sangat penting dan diperlukan bagi penyandang DM, dalam bentuk perhatian, rasa cinta, empati dan perasaan positif lainnya. Hal ini bertujuan untuk membantu memulihkan keadaan dan membantu mengontrol emosi. Keikutsertaan anggota keluarga dalam memandu pengobatan, diet, latihan jasmani dan pengisian waktu luang yang positif merupakan bentuk peran serta aktif bagi keberhasilan penatalaksanaan DM.
Banyak orang yang berasumsi jika penyakit diabetes mellitus adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehinga hal tersebut membuat stress lebih meningkat, yang dapat meningkatkan glukosa darah dan memicu terjadinya komplikasi. Ya, memang benar, DM tidak bisa disembuhkan, namun jangan khawatir DM dapat dikendalikan dengan pengontrolan glukosa darah dan mencegah komplikasi. Melaui pengaturan diet, latihan fisik atau olah raga, pengobatan secara teratur, serta rajin melakukan monitoring terhadap gukosa darah, tekanan darah, kolesterol, berat badan, dan stresor. Jadi prinsipnya adalah gula darah terkontrol, sehingga penyandang DM dapat terus aktif dalam menjalani kehidupan dengan bahagia serta tercegah dari berbagai komplikasi.
Ayok tetap dengan semangat tinggi, kita cegah, kontrol, dan lawan diabetes mellitus.
Sumber foto : kompas.com
PERAN KELUARGA DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
Oleh Ns. Maya Cobalt Angio S., M.Kep - Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Keluarga atau orangtua berfungsi untuk memastikan bahwa anaknya sehat dan aman, memberikan sarana dan prasana untuk mengembangkan kemampuan sebagai bekal di kehidupan sosial, serta sebagai media dalam menanamkan nilai sosial dan budaya sedini mungkin. Orangtua memberikan kasih sayang, penerimaan, penghargaan, pengakuan, dan arahan kepada anaknya.
Perkembangan anak yang optimal, seperti membangun sebuah rumah yang harus memiliki pondasi kuat. Orangtua diharapkan dapat mempersiapkannya secara menyeluruh sehingga anak akan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik di lingkungannya. Dua hal penting yang harus diperhatikan dalam proses tumbuh kembang anak, yaitu perkembangan dan pertumbuhan.
Peran orangtua dalam pengasuhan sangatlah penting. Beberapa prinsip pokok pengasuhan dalam proses perkembangan anak yang perlu orangtua lakukan, yaitu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Berilah kesempatan pada anak untuk mengekspresikan harapannya agar merasa dihargai dan diterima. Perhatikan perbedaan kondisi dan potensi tiap-tiap anak, deteksi dini kemampuan anak, lakukan evaluasi perkembangan anak, tekankan pentingnya proses dengan meminimalkan pengalaman dan perasaan gagal pada anak, mendorong pengalaman dan perasaan berhasil pada anak.
Keberhasilan tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Peran keluarga utamanya orangtua sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pengertian. Peran keluarga utamanya orangtua sangat penting. Lingkungan paparan pertama dan tersering bagi anak-anak adalah keluarga. Pembentukan karakter dan proses tumbuh kembang pertama kali dimulai dari sini. Anak-anak harus dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi penentu kehidupannya nanti. Harus dipersiapkan untuk bisa membuat keputusan sendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang kompeten di masyarakat. Proses ini dapat didapatkan sedini mungkin tergantung pada lingkungan tempat tinggal anak dibesarkan.
Hubungan antara orangtua dan anak sangat penting untuk membangun kepercayaan terhadap orang lain dan diri sendiri. Selain itu juga dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif pada anak. Penelitian menyebutkan bahwa hubungan antara orangtua dan anak yang hangat, terbuka dan komunikatif, terdapat batas yang wajar antar usia, menyampaikan alasan terkait hal-hal yang tidak boleh dilakukan anak, akan meningkatkan rasa percaya diri dan juga performa di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Kondisi yang optimal di rumah, pemenuhan nutrisi yang cukup, dan interaksi antar orangtua maupun dengan anak sangat mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak. Orangtua bertanggungjawab untuk menyediakan lingkungan yang aman, memantau aktivitas anak, membantu mengembangkan emosi sosial dan kognitif, serta menyediakan arahan dan panduan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyediakan lingkungan rumah yang aman dan kondusif, anak akan senang bermain, mengeksplorasi hingga menemukan berbagai hal baru yang dapat meningkatkan level perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Harapannya kelak dapat menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan produktif.
Kemampuan adaptasi yang baik pada anak, diantaranya kemampuan dalam mengatasi masalah, regulasi diri, menata pikiran, dan berperilaku dengan baik. Stimulasi yang orangtua berikan juga harus mengacu pada tahap perkembangan anak, tentunya dengan memerhatikan perbedaan individu dan berbasis interaksi pada lingkungan sekitar anak. Rumah sebagai tempat berlindung dan belajar diharapkan bisa memberikan rasa aman, nyaman, penuh penerimaan, dan penghargaan bagi seluruh anggota keluarga, terutama bagi anak. Selain itu, pentingnya memanfaatkan lingkungan rumah menjadi tempat belajar dan bermain bagi anak, khususnya di masa pandemi ini. Keluarga harus menciptakan lingkungan yang aman agar anak bisa berinteraksi.
Proses perkembangan anak bersifat sangat individual, tidak semua karakter anak sama dan masing-masing memerlukan pendampingan khusus. Salah satu pesan dalam pengasuhan anak adalah jangan membandingkan anak dengan anak lain, sebab hal ini akan sangat menyakitkan bagi seorang anak. Pengalaman buruk di masa kecil yang terjadi berulangkali, bisa berdampak pada masa depan anak. Hal ini bisa terjadi karena anak merasa diabaikan, adanya kekerasan di lingkungan rumah. Inilah pentingnya orangtua untuk terus belajar terkait proses pengasuhan dan pematangan diri. Menjadi orangtua adalah sebuah proses sepanjang hayat, kita harus terus belajar dan introspeksi diri, dalam setiap tahapan perkembangan anak.
UNICEF bersama dengan komunitas lain memberdayakan keluarga dan komunitas di lingkungan sekitarnya untuk membantu setiap anak mendapatkan awal yang baik di kehidupannya. Salah satu bentuk upaya UNICEF untuk membantu mencapai tumbuh kembang anak yang optimal dan meningkatkan taraf hidup anak adalah program kerjasama dengan WHO, Care for Child Development. Dalam program ini lebih difokuskan pada kerjasama orangtua dan keluarga dalam merawat dan mendidik anak secara efektif. Program ini sudah terbukti memiliki hasil yang baik pada keluarga maupun anaknya sendiri.
Pada Family and community practice that promote child survival, growth and development terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak diantaranya imunisasi, pemberian ASI, makanan pelengkap selain ASI, micronutrients, kebersihan, asupan makanan dan minuman, perawatan di rumah, stimulation, antenatal care. Untuk dapat menjalankan faktor-faktor tersebut membutuhkan peran orangtua, keluarga, komunitas, hingga pemerintah setempat agar dapat terlaksana dengan baik. Sehingga tumbuh kembang anak bisa optimal dan angka harapan hidup khususnya pada anak pun bisa meningkat. Keluarga atau orangtua harus terus memberikan stimulus melalui berbagai media di sekitar anak, seperti lingkungan alam sebagai potensi Indonesia yang seharusnya menjadikan kita kuat dan percaya diri. Anak Indonesia harus menjadi pribadi yang unggul di masa depan. Mari berikan dan lakukan yang terbaik demi pengasuhan keluarga untuk tumbuh kembang anak.
