Artikel
JANTUNG “MENARIâ€Â
Oleh : Ns. Siti Juwariyah, M.Kep
Dosen Prodi D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Menurut laporan Kemenkes RI, penyakit jantung menjadi penyebab kematian kedua di Indonesia setelah penyakit stroke. Banyak yang menganggap penyakit jantung hanya menyerang orang tua, namun gaya hidup yang tidak sehat, bisa membuat penyakit ini menyerang pada usia muda.
Jantung manusia adalah organ tubuh yang sangat vital, jantung menjadi pusat sistem peredaran darah. Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Darah yang jantung pompa akan membawa oksigen dan nutrisi penting yang sel, organ, jaringan dalam tubuh butuhkan agar bisa berfungsi dengan normal. Hal ini berarti Ketika jantung mengalami masalah maka kelangsungan hidup manusia akan terancam. Maka wajib kita perlu tahu cara menjaga kesehatan jantung.
Penyakit jantung sering muncul tiba-tiba dan tak jarang merenggut nyawa penderitanya. Setiap orang berisiko menderita penyakit jantung, namun peluang mengidap penyakit ini menjadi lebih tinggi apabila seseorang menderita kolesterol tinggi atau hipertensi, perokok, kelebihan berat badan atau obesitas, kurang bergerak dan jarang berolahraga, tidak menjalankan pola makan sehat, Wanita berusia di atas 55 tahun dan pria di atas usia 45 tahun, berasal dari keluarga penderita penyakit jantung.
Menjaga Kesehatan jantung dapat dilakukan dengan Langkah sederhana, seperti menjaga gaya hidup dan pola makan sehat, rutin berolah raga, menjaga berat badan ideal, dan tidak merokok. Langkah-langkah tersebut merupakan metode yang efektif untuk menjaga Kesehatan jantung.
Untuk memeriksa ada tidaknya risiko serangan jantung, kita bisa memeriksa denyut jantung di pagi hari karena pada saat itu jantung telah selesai istirahat. Mengukur denyut jantung bisa dilakukan dengan tangan sendiri. Dengan cara MENARI (MEraba NAdi sendiRI). Bagaimanakah caranya? Langkah yang harus dilakukan yaitu GENGGAM pergelangan tangan anda, RABALAH dengan jari telunjuk tengah dan manis tonjolan tulang di bagian bawah pangkal ibu jari, GESER sedikit kea rah tengah pergelangan, RASAKAN denyutan dan hitung dalam 30 detik, jika denyutan tidak teratur atau jumlah denyutan diatas 50 atau di bawah 30 maka WASPADA gangguan irama jantung. Ayo mulai sekarang kita mulai perubahan kecil pada kebiasaan-kebiasaan hidup yang kita jalani bisa memberikan peran yang besar dalam menjaga Kesehatan jantung. Yuk mulai atur pola hidup sehat sejak sekarang!
EFEKTIVITAS JUS STAR FRUIT UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA LANSIA
Oleh : Ns. I’ien Noer’aini, M.Kep – Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Hipertensi merupakan penyakit dengan prevalensi yang semakin meningkat karena perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit non infeksi atau degeneratif. Hal ini terjadi seiring terjadinya perubahan sosial ekonomi, lingkungan dan perubahan struktur penduduk. Hipertensi hingga saat ini masih menjadi permasalahan utama dibidang kesehatan, tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia.
World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa prevalensi hipertensi diperkirakan akan terus meningkat, diprediksi pada tahun 2025 sebanyak 29% orang diseluruh dunia menderita hipertensi. Sementara itu, Indonesia memiliki angka kejadian hipertensi cukup tinggi, terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia berusia 18 tahun keatas mengalami hipertensi pada tahun 2014
Penyakit hipertensi merupakan penyebab kematian nomor tiga di Indonesia setelah stroke yaitu mencapai 6,8% dari populasi kematian di Indonesia. Fenomena ini disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakat secara global, seperti semakin mudahnya mendapatkan makanan siap saji membuat konsumsi segar dan serat berkurang, konsumsi garam, lemak, gula, dan kalori yang terus meningkat sehingga berperan besar dalam meningkatkan angka kejadian hipertensi dan diabetes .
Terapi herbal banyak digunakan oleh masyarakat dalam menangani penyakit hipertensi dikarenakan memiliki efek samping yang sedikit (Sustrani, 2007). Masyarakat lebih memilih untuk terapi non farmakologis karena di samping untuk biayanya murah dan mudah untuk di dapatkan. Efek yang ditimbulkan sedikit di bandingkan dengan terapi farmakologis dengan obat kimianya.
Belimbing mengandung flavonoid bisa digunakan untuk terapi tekanan darah tinggi, karena flavonoid dapat menghambat enzim pengubah angiotensin. Selain itu juga mengandung kadar kalium yang tinggi serta natrium yang rendah sebagai obat hipertensi.
Belimbing juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Melancarkan proses pencernaan kerena belimbing memiliki kandungan serat yang baik. Kandungan nutrisi lain yang terdapat pada buah belimbing ini adalah protein, karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C (Hernani 2009).
Pada dasarnya buah belimbing mengandung kadar kalium yang tinggi serta natrium yang rendah sebagai obat anti hipertensi. Kandungan kalium (potassium) dalam satu buah belimbing (127 gram) adalah sebesar 207 mg.
Hal ini menunjukkan bahwa kalium dalam buah belimbing mempunyai jumlah yang paling banyak dari jumlah mineral yang ada dalam kandungan 1 buah belimbing (Afrianti , 2010)
Kalium yang terkandung dalam belimbing manis ( Averrhoe Carambolalinn ) berfungsi sebagai diuretik , sehingga pengeluaran natrium cairan meningkat , hal tersebut dapat membantu menurunkan tekanan darah. Kalium juga berguna untuk menghambat rennin dalam sistem angiotensin dimana angiotensinogen tidak dapat membentuk angiotensin I.Selain mengandung kalium, belimbing manis juga mengandung flavonoid catechin yang dapat menyebabkan efek antihipertensi. Flavonoid menghambat kerja dari angiotensin converting enzyme, sehingga angiotensin I tidak dapat diubah menjadi angiotensin II dan menyebabkan berkurangnya efek vasokonstriksi dan sekresi aldosteron untuk reabsorbsi natrium dan air sehingga tekanan darah akan turun ( Wirakusumah 2006 ).
Selain itu juga Flavonoid bisa digunakan untuk terapi tekanan darah tinggi, ini karena Flavonoid dapat menghambat enzim pengubah angiotensin dan memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh.
Belimbing manis mengandung pectin yang mampu mengikat kolesterol dan asam empedu yang terdapat dalam usus dan membantu pengeluaranya. Belimbing manis juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, melancarkan proses pencernaan karena belimbing memiliki kandungan serat yang baik. Kandungan nutrisi lain yang terdapat pada buah belimbing ini adalah protein , karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C ( Hernani , 2009 ) Diharapkan dari informasi ini dapat dijadikan masukan untuk menambah wawasan serta sebagai bahan informasi bagi ilmu pengetahuan mengenai keefektifan jus belimbing terhadap  menurunkan tekanan darah lansia ,Sehingga masyarakat mampu melakukan pengobatan dan pencegahan secara mandiri di rumah dengan terapi non farmakologi dan pengobatan farmakologi hanya sebagai pendamping untuk mendapatkan efek pengobatan yang lebih baik.
Sumber Foto : klikdokter.com
Dukungan Keluarga Dalam Keberhasilan Penatalaksanaan Perawatan Diabetes Mellitus
Oleh : Ns. Ismonah, M.Kep., Sp.MB - Dosen prodi S1 keperawatan STIKES Telogorejo
Diabetes Melitus (DM) diartikan sebagai suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (tingginya kadar gula darah) yang terjadi karena kelainan sekresi (pengeluaran) insulin, kerja insulin atau keduanya. Jumlah penyandang Diabetes Melitus diperkirakan terus bertambah, Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20 – 79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 dan diprediksi pada tahun 2045 akan meningkat menjadi 700 juta penyandang.
Tingginya angka kejadian DM berdampak terhadap fisik dan psikologi bagi penyandang DM. Dampak yang terjadi adalah komplikasi, cacat kerja, kualitas hidup yang buruk, timbul kecemasan atau depresi. Kecemasan atau anxiety adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas penyebabnya. Bagi penyandang DM, munculnya kecemasan ini karena menderita atau mengalami suatu penyakit yang berkepanjangan. Bahwa kecemasan terjadi karena merasakan adanya kekhawatiran terhadap penyakitnya, karena mengalami kenaikan gula darah atau munculnya komplikasi.
Pengontrolan gula darah dan pencegahan komplikasi DM dapat dikendalikan dengan empat pilar penatalaksanaan DM, yaitu edukasi, diet, latihan jasmani, dan pengobatan. Efektifitas atau keberhasilan terhadap pengelolaan atau penatalaksanaan DM di rumah sangat dipengaruhi oleh dukungan dan peran serta keluarga. Dukungan keluarga yang tinggi akan mendukung keberhasilan penatalaksanaan DM, menurunkan mortalitas, meningkatkan fungsi kognitif, kesehatan fisik dan emosi. Manfaat lain dukungan keluarga adalah terjadi penyesuaian individu terhadap stress, dalam bentuk dukungan emosional. Dukungan emosional ini sangat penting dan diperlukan bagi penyandang DM, dalam bentuk perhatian, rasa cinta, empati dan perasaan positif lainnya. Hal ini bertujuan untuk membantu memulihkan keadaan dan membantu mengontrol emosi. Keikutsertaan anggota keluarga dalam memandu pengobatan, diet, latihan jasmani dan pengisian waktu luang yang positif merupakan bentuk peran serta aktif bagi keberhasilan penatalaksanaan DM.
Banyak orang yang berasumsi jika penyakit diabetes mellitus adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehinga hal tersebut membuat stress lebih meningkat, yang dapat meningkatkan glukosa darah dan memicu terjadinya komplikasi. Ya, memang benar, DM tidak bisa disembuhkan, namun jangan khawatir DM dapat dikendalikan dengan pengontrolan glukosa darah dan mencegah komplikasi. Melaui pengaturan diet, latihan fisik atau olah raga, pengobatan secara teratur, serta rajin melakukan monitoring terhadap gukosa darah, tekanan darah, kolesterol, berat badan, dan stresor. Jadi prinsipnya adalah gula darah terkontrol, sehingga penyandang DM dapat terus aktif dalam menjalani kehidupan dengan bahagia serta tercegah dari berbagai komplikasi.
Ayok tetap dengan semangat tinggi, kita cegah, kontrol, dan lawan diabetes mellitus.
Sumber foto : kompas.com
PERAN KELUARGA DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
Oleh Ns. Maya Cobalt Angio S., M.Kep - Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Keluarga atau orangtua berfungsi untuk memastikan bahwa anaknya sehat dan aman, memberikan sarana dan prasana untuk mengembangkan kemampuan sebagai bekal di kehidupan sosial, serta sebagai media dalam menanamkan nilai sosial dan budaya sedini mungkin. Orangtua memberikan kasih sayang, penerimaan, penghargaan, pengakuan, dan arahan kepada anaknya.
Perkembangan anak yang optimal, seperti membangun sebuah rumah yang harus memiliki pondasi kuat. Orangtua diharapkan dapat mempersiapkannya secara menyeluruh sehingga anak akan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik di lingkungannya. Dua hal penting yang harus diperhatikan dalam proses tumbuh kembang anak, yaitu perkembangan dan pertumbuhan.
Peran orangtua dalam pengasuhan sangatlah penting. Beberapa prinsip pokok pengasuhan dalam proses perkembangan anak yang perlu orangtua lakukan, yaitu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Berilah kesempatan pada anak untuk mengekspresikan harapannya agar merasa dihargai dan diterima. Perhatikan perbedaan kondisi dan potensi tiap-tiap anak, deteksi dini kemampuan anak, lakukan evaluasi perkembangan anak, tekankan pentingnya proses dengan meminimalkan pengalaman dan perasaan gagal pada anak, mendorong pengalaman dan perasaan berhasil pada anak.
Keberhasilan tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Peran keluarga utamanya orangtua sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pengertian. Peran keluarga utamanya orangtua sangat penting. Lingkungan paparan pertama dan tersering bagi anak-anak adalah keluarga. Pembentukan karakter dan proses tumbuh kembang pertama kali dimulai dari sini. Anak-anak harus dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi penentu kehidupannya nanti. Harus dipersiapkan untuk bisa membuat keputusan sendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang kompeten di masyarakat. Proses ini dapat didapatkan sedini mungkin tergantung pada lingkungan tempat tinggal anak dibesarkan.
Hubungan antara orangtua dan anak sangat penting untuk membangun kepercayaan terhadap orang lain dan diri sendiri. Selain itu juga dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif pada anak. Penelitian menyebutkan bahwa hubungan antara orangtua dan anak yang hangat, terbuka dan komunikatif, terdapat batas yang wajar antar usia, menyampaikan alasan terkait hal-hal yang tidak boleh dilakukan anak, akan meningkatkan rasa percaya diri dan juga performa di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Kondisi yang optimal di rumah, pemenuhan nutrisi yang cukup, dan interaksi antar orangtua maupun dengan anak sangat mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak. Orangtua bertanggungjawab untuk menyediakan lingkungan yang aman, memantau aktivitas anak, membantu mengembangkan emosi sosial dan kognitif, serta menyediakan arahan dan panduan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyediakan lingkungan rumah yang aman dan kondusif, anak akan senang bermain, mengeksplorasi hingga menemukan berbagai hal baru yang dapat meningkatkan level perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Harapannya kelak dapat menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan produktif.
Kemampuan adaptasi yang baik pada anak, diantaranya kemampuan dalam mengatasi masalah, regulasi diri, menata pikiran, dan berperilaku dengan baik. Stimulasi yang orangtua berikan juga harus mengacu pada tahap perkembangan anak, tentunya dengan memerhatikan perbedaan individu dan berbasis interaksi pada lingkungan sekitar anak. Rumah sebagai tempat berlindung dan belajar diharapkan bisa memberikan rasa aman, nyaman, penuh penerimaan, dan penghargaan bagi seluruh anggota keluarga, terutama bagi anak. Selain itu, pentingnya memanfaatkan lingkungan rumah menjadi tempat belajar dan bermain bagi anak, khususnya di masa pandemi ini. Keluarga harus menciptakan lingkungan yang aman agar anak bisa berinteraksi.
Proses perkembangan anak bersifat sangat individual, tidak semua karakter anak sama dan masing-masing memerlukan pendampingan khusus. Salah satu pesan dalam pengasuhan anak adalah jangan membandingkan anak dengan anak lain, sebab hal ini akan sangat menyakitkan bagi seorang anak. Pengalaman buruk di masa kecil yang terjadi berulangkali, bisa berdampak pada masa depan anak. Hal ini bisa terjadi karena anak merasa diabaikan, adanya kekerasan di lingkungan rumah. Inilah pentingnya orangtua untuk terus belajar terkait proses pengasuhan dan pematangan diri. Menjadi orangtua adalah sebuah proses sepanjang hayat, kita harus terus belajar dan introspeksi diri, dalam setiap tahapan perkembangan anak.
UNICEF bersama dengan komunitas lain memberdayakan keluarga dan komunitas di lingkungan sekitarnya untuk membantu setiap anak mendapatkan awal yang baik di kehidupannya. Salah satu bentuk upaya UNICEF untuk membantu mencapai tumbuh kembang anak yang optimal dan meningkatkan taraf hidup anak adalah program kerjasama dengan WHO, Care for Child Development. Dalam program ini lebih difokuskan pada kerjasama orangtua dan keluarga dalam merawat dan mendidik anak secara efektif. Program ini sudah terbukti memiliki hasil yang baik pada keluarga maupun anaknya sendiri.
Pada Family and community practice that promote child survival, growth and development terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak diantaranya imunisasi, pemberian ASI, makanan pelengkap selain ASI, micronutrients, kebersihan, asupan makanan dan minuman, perawatan di rumah, stimulation, antenatal care. Untuk dapat menjalankan faktor-faktor tersebut membutuhkan peran orangtua, keluarga, komunitas, hingga pemerintah setempat agar dapat terlaksana dengan baik. Sehingga tumbuh kembang anak bisa optimal dan angka harapan hidup khususnya pada anak pun bisa meningkat. Keluarga atau orangtua harus terus memberikan stimulus melalui berbagai media di sekitar anak, seperti lingkungan alam sebagai potensi Indonesia yang seharusnya menjadikan kita kuat dan percaya diri. Anak Indonesia harus menjadi pribadi yang unggul di masa depan. Mari berikan dan lakukan yang terbaik demi pengasuhan keluarga untuk tumbuh kembang anak.
PENTINGNYA PENERAPAN K3 DI DUNIA KERJA PADA MASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019
Oleh Ns. Prita Adisty Handayani, M.Kep., RN/ Kep. Komunitas (K3) - Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Corona Virus Disease 2019 atau yang sering kita sebut dengan COVID-19 pada Januari 2021 ini memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya control atau kesadaran diri dari setiap individu terhadap protocol kesehatan. Penyebaran virus ini tidak menutup kemungkinan dapat terjadi secara masif di area dunia kerja. Oleh karena itu Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) perlu ditingkatkan guna mencegah penyebaran COVID-19 di klaster tempat kerja.
Seperti yang kita ketahui bahwa risiko bahaya kerjadi bagi menjadi 5 yaitu bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial. COVID-19 ini termasuk dalam risiko bahaya kerja biologi dan bahaya ini tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di semua sector tempat kerja. Pekerja yang kurang pemahaman mengenai COVID- 19 atau kurang mawas diri sehingga tidak menerapkan protocol kesehatan 3M, merupakan salah satu masalah besar di tempatkerja. Masalah ini dapat terjadi karena pekerja tanpa disadari dapat menularkan ke pekerja lainnya dengan perilaku seperti tidak melakukan cuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, membuka masker saat berbicara, dan tidak membatasi jarak dengan rekan kerjanya. Hal ini tentunya sangat berisiko apabila tidak segera diberikan penanganan secara tepat.
Penyelesaian masalah di tempat kerja khususnya di bidang kesehatan dapat dilakukan dengan beberapa tipe pencegahan yaitu pencegahan primer, sekunder dan tersier. Pencegahan primer dapat dilakukan dengan kegiatan peningkatan pengetahuan pekerja melalui kegiatan penyuluhan tentang COVID-19 di masing-masing sector kerja. Jenis penyuluhan yang dapat dilakukan seperti mengenalkan tentang COVID-19, bagaimana cara penularannya dan bagaimana cara mencegahnya. Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengans creening kesehatan para pekerja secara berkala dan pengobatan bagi yang sudah terpapar COVID-19, sedangkan pencegahan tersier dapat berupa rehabilitasi bagi pekerja yang sudah terpapar COVID-19.
Penerapan dari program K3 ini sangatlah penting karena harapannya dengan pengetahuan pekerja yang  meningkat dapat merubah perilaku pekerja menjadi lebih baik untuk mencegah bahaya risiko kerja. Tim K3 sebagai pelaksana wajib memantau jalannya proses identifikasi masalah bahaya risiko kerja yang masih mungkin terjadi, melakukan analisis dan  manajemen risiko sehingga dapat menghasilkan intervensi yang sesuai untuk mengatasi bahaya risiko kerja yang muncul. Marilah kita bersama-sama berupaya untuk mencegah penularan COVID-19  mulai dari diri kita sendiri terutama sebagai pekerja. Patuhi segala protocol kesehatan dan peraturan yang  telah ditetapkan ditempat kerja. Dengan penerapan program K3, pekerja dapat bekerja secara produktif dan terhindar dari segala bahaya risiko kerja.
Sumber gambar : google.com
Manfaat “Emotional Chatarsis†Ketika Frustasi
Oleh Ns. Laura Khattrine Noviyanti., M.Kep., Sp.Kep.J - Dosen S1-Keperawatan Peminatan Keperawatan Jiwa
Lebih dari satu tahun kita merasakan situasi yang terjadi akibat Covid-19 di Indonesia. Serangkaian kejadian yang tidak menyenangkan disituasi tersebut menyebabkan bergejolaknya perasaan yang menumpuk. Pada akhirnya kita mencapai titik dimana begitu banyak emosi yang didalam diri kita yang terkurung sehingga menjadi dampak buruk yang akhirnya “meledakâ€Âsehingga kesehatan mental seseorang terganggu. Oleh karena itu butuh adanya pelepasan, agar seseorang merasakan kelegaan didalam dirinya. Ibarat sebuah panci yang berisi air yang mencapai titik didih kemudian mengendap, begitu pula emosi harus dibangun dalam intensitas dan perlu melakukan pembersihan emosional sehingga emosi negatif bisa berkurang dalam diri seseorang. Pengalaman tersebut diatas merupakan bagian dari fenomena yang biasanya disebut dengan emotional chatarsis.
Katarsis berasal dari bahasa yunani yaitu “pembersihanâ€Â. Biasanya didalam dunia psikologi, katarsis dikaitkan dengan membuang hal negatif dalam diri seperti stres, cemas atau ketakutan yang berlebihan. Istilah Katarsis dipakai oleh Josef Breuerpertama kali untuk mengobati pasien yang mengalami permasalahan yang buruk dengan sebutan â€Âterapi Katarsisâ€Â, hal ini pun dilakukan pula dengan teori psikoanalisa oleh Sigmund Freud. Manfaat Emosional Katarsis menurut Josef Breuer adalah ketika seseorang dapat dengan bebas mengeskpresikan emosinya yang dikaitkan dengan pengalaman yang tidak menyenangkan, mereka akan mengalami pembersihan tersebut.
Ada banyak cara untuk melepaskan emosi hingga mencapai Emosional katarsis. Situs psikologi (www. betterhelp.com) menjelaskan ada Sembilan cara melakukan Emosional Katarsis antara lain, Pertama dengan musik, musik membantuseseorang untuk mengatasi emosi, jadi jika seseorang merasakan sedih, mendengarkan lagu yang sedih akan merasa lebih baik. Kedua dengan memfasilitasi dengan punching bag, bila seseorang tidak mampu meluapkan amarah ada fasilitas psikolog dengan menyediakan samsak, dengan harapan ketika meluapkan emosi tersebur amarah atau emosi negatif bisa dilepaskan. Ketigadengan Seni, setiap media seni membantu untuk melepaskan emosi, contoh nya dengan melukis, ketika seseorang memercikkan cat di atas kanvas saat sedang marah membantu untuk melepaskan emosi tersebut.
Keempat dengan Menulis, menulismerupakanhal yang terapeutik, ketika seseorang menulis secara langsung tentang pengalaman di dalam sebuah bukau ataupun puisi sehingga mengespresikan emosi seseorang tersebut. Kelima dengan Membaca dan menonton Film, ketikaseseorang membacasebuah buku novel kemungkinan bisa memunculkan perasan yang telah lama terkubur, hal ini pun sama pula ketika menonton film sehingga perasaan tertuang ataupun tergali ketika menonton film. Keenam dengan Religiusitas , hampir sebagian besar seseorang menggunakan riltual untuk menangani maslah mental dan emosional.
Ketujuh dengan humor, humor membantu seseorang melepaskan emosinya ketika memunculkan ledakan tawa, sehingga sesorang tersebut benar – benar mengalami “katarsisâ€Â. Kedelapan dengan pengungkapan, dengan menceritakan kisah hidup seseorang dengan semua pikiran ke orang lain, tindakan dan pengalaman dapat melepaskan emosi. Serta Kesembilan dengan olahraga, meskipun katarsis adalah pelepasan emosional, ini juga membawa banyak perubahan dalam tubuh. Sistem kardiovaskuler, pernapasan, gastrointestinal dan muskuloskletal semuanya berpengaruh saat emosi terpendam terlepaskan lewat olahraga. Cobalah untuk menangani frustasi dengan mempraktikkan melakukan emosional katarsis pada diri sendiri. Akan tetapi jika seseorang merasakan sering kewalahan dan membuat tambah cemas serta tidak ada dari tehnik diatas membantu dalam mengurangi emosi, segeralah menghubungi konselor sehingga dapat membantu memberikan terapi selanjutnya.
Selamat mencoba !!!!!
Sumber Foto : www.e-counseling.com
Pentingnya Pemeriksaan dan Protokol Kesehatan Bagi Ibu Hamil
Oleh Ns. Anis Ardiyanti, M.Kep - Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang Peminatan Keperawatan Maternitas
Corona virus disease 2019 atau disebut dengan Covid-19 merupakan penyakit infeksi pernapasan akut yang penyebarannya cepat dan dalam waktu singkat. Sampai sekarang wabah ini masih terus meningkat kasusnya. WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa covid-19 sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia. Covid-19 ini dapat dialami oleh semua usia termasuk kelompok rentan, dalam hal ini adalah ibu hamil. Pada masa kehamilan secara normal terjadi beberapa adaptasi fisik maupun secara psikologis, sehingga sebagai ibu hamil perlu adanya persiapan agar dapat beradaptasi dengan baik dengan kehamilannya. Namun, pada masa pandemi covid-19 ini, membuat ibu hamil mempunyai adaptasi tambahan yaitu dengan mencegah tertularnya virus corona. Masa inilah yang menimbulkan perasaan cemas bagi ibu hamil. Seperti yang kita kehatui bahwa, kecemasan dapat menimbulkan imunitas turun sehingga perlu dilakukan penanganan. Salah satu yang dapat dilakukan petugas kesehatan untuk menurunkan kecemasan pada ibu adalah edukasi dengan tetap menerapkan protokal kesehatan secara offline atau dengan cara virtual. Selain itu, petugas kesehatan juga dapat memberikan konsultasi virtual terkait perasaan cemas pada ibu hamil. Berdasarkan beberapa penelitian, metode ini dapat menurunkan kecemasan pada ibu hamil. Pada masa pandemi covid-19, kita harus meningkatkan imunitas agar tidak tertular oleh covid-19.
Berdasarkan beberapa artikel, covid-19 pada ibu hamil mayoritas memiliki gejala klinis yang ringan seperti demam, batuk dan sesak napas. Gejala klinis ini tidak dipengaruhi oleh usia kehamilan dan gejala klinis yang dialaminya pun sama dengan orang yang tidak hamil. Pada ibu hamil dengan covid-19 beresiko menularkan ke janinnya dan juga penolong persalinan. Sehingga perlu mendapatkan perhatian, apalagi janin yang sudah terinfeksi akan menyebabkan ARDS (acute respiratory distress syndrome) sehingga kondisi ini akan membahayakan nyawanya. Oleh karena itu, protokol kesehatan sangat penting untuk dipatuhi mengingat penyebarannya yang cepat. Pencegahan yang bisa dilakukan ibu hamil yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, makan makanan yang bergizi, melakukan olahraga, mengistirahatkan diri, dan mendokan diri. Dengan pencegahan tersebut, harapannya dapat menurunkan resiko tertularnya corona virus. Di sisi lain, ibu hamil juga harus melakukan pemeriksaan kehamilannya. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan untuk ibu hamil adalah memodifikasi kunjungan pemeriksaan antenatal dengan mengurangi jumlah dan waktu kunjungan, serta memfasilitasi konsultasi secara virtual.
Kunjungan pada saat kehamilan merupakan hal yang penting untuk memantau kesehatan ibu dan janin. Meskipun sedang masa pandemi tidak menjadikan alasan ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan kehamilannya. Modifikasi pemeriksaan kehamilan dengan kunjungan dan juga konsultasi secara virtual menjadi pilihan guna menekan adanya kontak fisik. Kunjungan pemeriksaan yang disarankan bagi ibu hamil yang melakukan pemeriksaan yaitu sebanyak 6 kali selama hamil. 6 kali kunjungan ini dibagi menjadi satu kali pada trimester pertama, dua kali kunjungan pada trimester kedua, dan tiga kali pada trimester ketiga. Mengapa pada trimester pertama perlu kunjungan dan hanya sekali? Jawabannya adalah untuk skrining faktor risiko yang terjadi pada ibu hamil, contohnya HIV, sifilis, hepatitis B. Nah, selanjutnya pada kunjungan trimester kedua dapat dilakukan saat usia ibu hamil 20-24 minggu dan saat kehamilan ibu usia 28 minggu. Kunjungan pada trimester kedua ini untuk melakukan USG guna skrining preeklampsia dan juga adanya kelainan bawaan. Kunjungan pada trimester 3 ini dilakukan skrining covid-19, hal ini dilakukan sebagai persiapan persalinan. Apabila ibu hamil mengalami positif covid-19 dengan maupun tanpa gejala klinik kunjungan dapat ditunda sampai 14 hari. Namun, apabila terdapat kegawatan seperti persalinan sebelum waktunya, gerak janin berkurang, perdarahan, mual dan muntah atau ibu hamil mengalami sesak dan syok maka segera datang ke rumah sakit. Kepatuhan ibu hamil terhadap protokol kesehatan dan pemeriksaan kehamilan merupakan satu kesatuhan yang penting, mengingat covid-19 ini dapat diderita oleh semua usia. Selain itu, kedua hal ini untuk kesehatan dan keselamatan ibu hamil, janin, maupun penolong kesehatan. Tentunya hal ini perlu adanya dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya ibu hamil dan petugas kesehatan. Melainkan tugas kita bersama, keluarga ibu hamil maupun masyarakat.
HATI-HATI BAGI GENERASI MICIN: APAKAH MICIN ATAU MSG DAPAT MEMICU KANKER?
Oleh Ns. Dwi Fitriyanti, M.Kep - Dosen STIKES Telogorejo Semarang
Kanker adalah salah satu jenis penyakit yang mempunyai kompleksitas sangat tinggi, dengan tanda dan gejala tergantung dimana kanker tersebut tumbuh. Kanker menyebabkan peningkatan kematian dan dapat terjadi pada manusia dari semua kelompok tanpa memandang usia. Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2017, sekitar 9 juta kematian disebabkan oleh kanker.
Pemahaman masyarakat terkait penyakit kanker perlu ditingkatkan dengan memberikan informasi yang jelass dan akurat. Seperti saat ini yang masih menjadi pertanyaan bagi masyarakat tentang MSG atau biasa dsebut micin. MSG adalah garam natrium dari asam glutamat, asam amino yang ditemukan dalam tubuh dan sebagian besar makanan. Ini adalah aditif makanan populer karena meningkatkan rasa yang lebih enak dan gurih.Aditif ini populer di masakan Asia dan digunakan di berbagai makanan olahan di Barat. Asupan MSG harian rata-rata adalah 0,55-0,58 gram di AS dan Inggris dan 1,2-1,7 gram di Jepang dan Korea.
Dosis ambang batas yang menyebabkan gejala tampaknya sekitar 3 gram per makan. Namun, perlu diingat bahwa 3 gram adalah dosis yang sangat tinggi, sekitar enam kali rata-rata asupan harian di AS. Secara keseluruhan, tidak ada bukti kuat bahwa MSG bertindak sebagai eksitotoksin ketika dikonsumsi dalam jumlah normal.Tidak jelas mengapa ini terjadi, tetapi beberapa peneliti berspekulasi bahwa dosis besar MSG memungkinkan sejumlah kecil asam glutamat untuk melintasi penghalang darah-otak dan berinteraksi dengan neuron, yang menyebabkan pembengkakan dan cedera otak.
Penelitian terkait MSG selama bertahun-tahun masih menjadi kontroversi, bukti secara jelas dan pasti yang menunjukkan bahwa MSG memiliki kemampuan menyebabkan kanker, atau bahwa mengonsumsi MSG meningkatkan risiko kanker, masih kurang. Tentu saja, jika seorang individu merasa sensitif terhadap MSG, yang terbaik adalah menghindarinya dengan memeriksa label makanan.
Masih menjadi sebuah Misteri
Dalam keadaan normal, sel-sel di dalam tubuh manusia membelah secara terkendali, dengan sel-sel baru menggantikan yang lama.Namun, sel kanker, memiliki kemampuan untuk lolos dari kematian dan terus tumbuh dengan cara yang tidak terkendali. Sel-sel ekstra dapat terus membentuk massa atau tumor. Sel kanker dapat menyerang organ dan jaringan lain juga. Ada lebih dari 100 jenis kanker. Penyebab pasti kanker masih belum diketahui. Para ilmuwan telah mengidentifikasi berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan perkembangan kanker, 5-10 persen merupakan faktor genetik dan 90-95 persen merupakan faktor lingkungan termasuk life style.
Aditif yang gurih
MSG adalah garam natrium dari asam amino dan asam glutamat yang ditemukan secara alami dalam beberapa makanan dan ditambahkan ke makanan lain. Sebagai tambahan, MSG meningkatkan rasa makanan menjadi gurih. MSG diproduksi dari proses fermentasi pati, gula, tebu atau molase dan ditambahkan berbagai makanan yang gurih. Beberapa orang telah melaporkan sensitivitas terhadap MSG, dengan gejala seperti sakit kepala, otot tegang, mati rasa, kesemutan, lemah, nyeri dada, dan jantung berdebar. Administrasi Makanan dan Obat-obatan A.S. Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) menegaskan bahwa MSG yang dikonsumsi pada tingkat yang wajar adalah aman.
Kanker dan MSG
Dr. Russel Blaylock, seorang peneliti "Excitotoxins: The Taste That Kills," menegaskan bahwa konsumsi glutamat berlebihan mendorong pertumbuhan kanker, dan ia menekankan perlunya penelitian yang diteliti dengan baik di bidang ini. Meskipun keamanan MSG telah menjadi bahan perdebatan selama bertahun-tahun, hubungan antara MSG dan kanker didasarkan pada bukti anekdotal, yang tidak memberikan bukti ilmiah, menurut American Institute for Cancer Research.Sementara menurut Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp. PD-KHOM, selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menjelaskan bahwa MSG tidak terbukti menyebabkan kanker. Hal ini sesuai penelitian yang dilakukan oleh Food Standards Australia New Zealand (FSANZ).
Jika Anda bereaksi negatif atau sensitif terhadap MSG, maka lebih baik Anda tidak memakannya. Jika Anda tidak mengalami efek samping terhadap MSG, tidak ada alasan kuat untuk menghindarinya. Perlu diingat bahwa MSG umumnya ditemukan dalam makanan olahan, berkualitas rendah yang harus Anda hindari atau batasi. Jika Anda sudah makan makanan seimbang dengan banyak makanan yang sehat dan bernilai gizi tinggi, maka Anda tidak perlu khawatir tentang asupan MSG.
AVOID CANCER WITH A HEALTHY LIFESTYLE!!!
Sumber gambar : suara.com
