Back

Berita

HomeBeritaPage 4
Universitas Telogorejo Semarang Jajaki Kolaborasi Internasional dengan College of Pharmacy Kaohsiung Medical University Taiwan
BeritaNews 11 Mar 2026

Universitas Telogorejo Semarang Jajaki Kolaborasi Internasional dengan College of Pharmacy Kaohsiung Medical University Taiwan

Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) terus memperluas jaringan kerja sama internasional dengan melakukan penjajakan kolaborasi akademik bersama College of Pharmacy, Kaohsiung Medical University (KMU), Taiwan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di bidang farmasi dan kesehatan. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan di masa mendatang. Beberapa bidang yang menjadi fokus dalam penjajakan kolaborasi tersebut antara lain pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, pengembangan kurikulum, serta kegiatan akademik internasional. Universitas Telogorejo Semarang memandang kerja sama internasional sebagai salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas wawasan global bagi mahasiswa dan dosen. Dengan adanya jejaring akademik global, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas serta meningkatkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional. College of Pharmacy, Kaohsiung Medical University sendiri dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Taiwan yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan pendidikan farmasi, riset kesehatan, dan inovasi di bidang ilmu farmasi. Melalui penjajakan kerja sama ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan dan penelitian, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas lulusan. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Telogorejo Semarang dalam mendukung program internasionalisasi perguruan tinggi, sekaligus mempersiapkan mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global. Ke depan, Universitas Telogorejo Semarang akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan di dalam maupun luar negeri guna memperkuat kualitas akademik serta memperluas jaringan kerja sama global.
Universitas Telogorejo Semarang Jalin Kerja Sama Internasional dengan Wenzao Ursuline University Taiwan
BeritaNews 11 Mar 2026

Universitas Telogorejo Semarang Jalin Kerja Sama Internasional dengan Wenzao Ursuline University Taiwan

Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan dengan menjalin kerja sama akademik bersama Wenzao Ursuline University, Taiwan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen UNTS dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas jaringan global bagi mahasiswa dan dosen. Kerja sama tersebut mencakup berbagai bentuk kolaborasi strategis di bidang akademik, di antaranya pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan penelitian bersama, hingga peluang penguatan kapasitas akademik dalam skala internasional. Rektor Universitas Telogorejo Semarang menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran global bagi sivitas akademika. Dengan adanya kolaborasi internasional ini, mahasiswa diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan wawasan, keterampilan, serta pengalaman lintas budaya. Wenzao Ursuline University sendiri dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi di Taiwan yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan pendidikan internasional dan kolaborasi lintas negara. Melalui kerja sama ini, Universitas Telogorejo Semarang menegaskan komitmennya dalam mendukung program internasionalisasi perguruan tinggi serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Kehadiran kolaborasi ini juga diharapkan mampu memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkembang, Universitas Telogorejo Semarang aktif membuka peluang kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri, guna meningkatkan mutu pendidikan serta memperluas jaringan akademik global. Dengan adanya kolaborasi ini, Universitas Telogorejo Semarang semakin mempertegas posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak lulusan berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
Universitas Telogorejo Semarang Sukses Selenggarakan Lomba Bantuan Hidup Dasar dan Response Time Tingkat SMA/SMK Se-Jawa Tengah
BeritaNews 09 Mar 2026

Universitas Telogorejo Semarang Sukses Selenggarakan Lomba Bantuan Hidup Dasar dan Response Time Tingkat SMA/SMK Se-Jawa Tengah

Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) sukses menyelenggarakan Lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Response Time tingkat SMA/SMK/MA sederajat se-Jawa Tengah pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang teater Lantai 6 Universitas Telogorejo Semarang dan diikuti oleh berbagai tim siswa dari sekolah menengah di Jawa Tengah. Lomba ini menjadi ajang edukatif sekaligus kompetitif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis. Melalui kegiatan ini, para peserta dilatih untuk memahami dan mempraktikkan Bantuan Hidup Dasar (BHD) secara tepat dan cepat, serta mampu bekerja sama dalam tim saat menghadapi simulasi kasus darurat. Dalam kompetisi ini, setiap sekolah mengirimkan tim yang terdiri dari empat orang siswa, dengan satu orang bertugas sebagai team leader dan tiga orang sebagai anggota tim. Para peserta diuji melalui simulasi kasus kegawatdaruratan yang menilai berbagai aspek penting, seperti pemeriksaan keamanan (3A), pengecekan kesadaran korban, stabilisasi kepala dan leher, penghentian perdarahan, pemasangan neck collar, tindakan CPR tanpa AED, penanganan fraktur, hingga proses evakuasi korban. Selain ketepatan tindakan, kecepatan respon (response time) juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi situasi darurat. Remaja tingkat SMA/SMK dinilai memiliki potensi besar sebagai first responder di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan adanya lomba ini, diharapkan para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan memberikan pertolongan pertama secara tepat. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menetapkan 6 tim pemenang, yaitu Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Juara Harapan 1, 2, dan 3, dengan total hadiah sebesar Rp10.000.000. Selain uang pembinaan, para pemenang juga mendapatkan trophy, sertifikat, serta kesempatan beasiswa pendidikan apabila melanjutkan studi di Universitas Telogorejo Semarang. Pada akhir kompetisi, panitia menetapkan 6 tim pemenang dengan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp10.000.000, disertai trophy dan sertifikat. Berikut daftar pemenang lomba: Juara 1 Tim WONG SUKSES – SMA Negeri 3 Surakarta Juara 2 Tim Gemilang – SMK 17 Temanggung Juara 3 Tim Tim GFG – SMA Krista Mitra Juara Harapan 1 Tim PMR WIRA SMANSAGU – SMA Negeri 1 Guntur Juara Harapan 2 Tim Tim Aksi Merah – SMA N 1 Toroh Juara Harapan 3 Tim Cicacuw – SMAN 1 Gubug Melalui kegiatan ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi kegawatdaruratan di kalangan pelajar serta membentuk generasi muda yang tanggap, sigap, dan peduli terhadap keselamatan sesama.
WhatsApp Image 2026-03-07 at 15.20.58 (1)
WhatsApp Image 2026-03-07 at 15.20.58
WhatsApp Image 2026-03-07 at 15.20.57 (1)
UNIVERSITAS TELOGOREJO SEMARANG JALIN KERJA SAMA INTERNASIONAL DENGAN TZU CHI UNIVERSITY TAIWAN UNTUK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPERAWATAN
BeritaNews 07 Mar 2026

UNIVERSITAS TELOGOREJO SEMARANG JALIN KERJA SAMA INTERNASIONAL DENGAN TZU CHI UNIVERSITY TAIWAN UNTUK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPERAWATAN

Universitas Tzu Chi telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) di Indonesia. Kedua universitas memiliki dasar pendidikan keperawatan yang kuat, dan berharap melalui pertukaran guru dan mahasiswa serta kerja sama akademik, secara bertahap mendorong berbagai rencana kerja sama, serta bersama-sama berupaya untuk pengembangan pendidikan keperawatan internasional. Universitas Telogorejo Semarang sebelumnya dikenal sebagai STIKES, sebuah institut ilmu kesehatan terkenal. Pada tahun 2025, institusi ini naik status menjadi universitas dan memiliki kerja sama yang erat dengan Rumah Sakit Telogorejo yang terkenal di daerah tersebut, kaya pengalaman dalam pendidikan klinis dan keperawatan, serta merupakan basis penting bagi pembinaan tenaga keperawatan di Indonesia. Rektor Universitas Tzu Chi, Liu Yi-jun, menyatakan bahwa di masa depan, kerja sama kedua belah pihak akan memprioritaskan dimulai dari bidang keperawatan, melalui pertukaran akademik dan pengembangan sumber daya manusia, untuk bersama-sama melahirkan generasi baru tenaga keperawatan yang memiliki kemampuan profesional sekaligus kepedulian kemanusiaan. Rektor Universitas Telogorejo Semarang, Swanny Trikajant Widyaatmadja, juga berharap kedua universitas dapat melalui kerja sama penelitian dan pertukaran akademik, membuka hubungan kerja sama jangka panjang yang bermakna. Saat ini ada alumni yang sedang melanjutkan studi di Universitas Tzu Chi, berharap di bawah bimbingan profesor Tzu Chi mendapatkan pengalaman akademik dan praktis yang kaya, untuk kemudian kembali dan membantu perkembangan jurusan keperawatan. Abigail Sharon, yang memperoleh beasiswa dari Universitas Telogorejo Semarang untuk belajar di Tzu Chi, sedang menempuh program magister keperawatan. Dia berbagi bahwa di Tzu Chi dia belajar kemampuan pendidikan keperawatan seperti perancangan kurikulum dan pengajaran interaktif, serta belajar bagaimana menjadi pendidik keperawatan di masa depan. Dia juga berpartisipasi dalam layanan sukarela, merawat lansia dan mempromosikan pendidikan kesehatan. Dia mendorong adik-adiknya untuk memanfaatkan kesempatan bertukar belajar di Tzu Chi, dia berkata: "Tzu Chi tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan." Saat ini, Universitas Tzu Chi bekerja sama dengan Yayasan Tzu Chi Indonesia dan berbagai perusahaan dalam mendorong program beasiswa, terus membina talenta Indonesia. Sekolah juga terus memperluas kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Taiwan. Saat ini, terdapat sekitar 118 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di kampus. Kerja sama kali ini dengan Universitas Telogorejo Semarang tidak hanya memberikan lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk kembali ke tanah air untuk pertukaran dan pelayanan, tetapi juga memungkinkan mahasiswa Taiwan untuk melalui pertukaran lintas budaya, mengembangkan wawasan internasional.
Dua Dosen Universitas Telogorejo Semarang Terima SK Lektor Kepala dari LLDIKTI Wilayah VI
BeritaNews 24 Feb 2026

Dua Dosen Universitas Telogorejo Semarang Terima SK Lektor Kepala dari LLDIKTI Wilayah VI

Universitas Telogorejo Semarang kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Dua dosen terbaiknya resmi menerima Surat Keputusan (SK) Jabatan Fungsional Lektor Kepala dari LLDIKTI Wilayah VI pada tahun 2026. Adapun dosen yang menerima SK Lektor Kepala tersebut adalah Assoc. Professor Qomariyah, S.S.T., M.Kes dan Assoc. Professor Ns. Iien Noer’aini, M.Kep. Penyerahan SK ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi, kompetensi, serta kontribusi keduanya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pencapaian jabatan akademik Lektor Kepala merupakan salah satu tahapan penting dalam jenjang karier dosen. Proses yang dilalui tidaklah singkat, karena harus memenuhi berbagai persyaratan administratif maupun akademik, termasuk publikasi ilmiah, karya penelitian, serta kontribusi profesional yang berkelanjutan. Diharapkan, peningkatan jabatan akademik ini dapat semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus serta mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya di bidang kesehatan.

Dengan bertambahnya dosen bergelar Lektor Kepala, Universitas Telogorejo Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, profesional, dan berdampak bagi masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan institusi dan bangsa.

Seminar Kesehatan dengan tema “Guru BK di Era Tantangan Mental Health: Strategi Psikologis Mendampingi Siswa Masa Kini”
BeritaNews 12 Feb 2026

Seminar Kesehatan dengan tema “Guru BK di Era Tantangan Mental Health: Strategi Psikologis Mendampingi Siswa Masa Kini”

Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan Seminar Kesehatan dengan tema “Guru BK di Era Tantangan Mental Health: Strategi Psikologis Mendampingi Siswa Masa Kini” sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung penguatan kesehatan mental di lingkungan pendidikan, khususnya di tingkat sekolah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional di bidang psikologi, Prof. Dr. Christin Wibhowo, M.Psi., Psikolog, yang dikenal luas atas kepakarannya dalam psikologi pendidikan dan kesehatan mental. Seminar ini diikuti oleh 88 Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang berasal dari berbagai wilayah, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Salatiga, Kudus, Grobogan, dan Kendal. Dalam paparannya, Prof. Dr. Christin Wibhowo menekankan bahwa tantangan kesehatan mental siswa di era saat ini semakin kompleks, dipengaruhi oleh faktor akademik, sosial, keluarga, hingga perkembangan teknologi digital. Guru BK memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendampingi siswa agar mampu menghadapi tekanan psikologis secara sehat dan adaptif. Seminar kesehatan ini bertujuan untuk:
  1. Meningkatkan pemahaman Guru BK mengenai tantangan kesehatan mental yang dihadapi siswa di era saat ini.
  2. Membekali Guru BK dengan strategi dan pendekatan psikologis yang efektif dalam mendampingi siswa secara profesional.
  3. Menguatkan peran Guru BK sebagai pendamping utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara mental dan emosional.
  4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan tenaga profesional dalam penanganan kesehatan mental siswa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap Guru BK dapat semakin siap dan percaya diri dalam menjalankan perannya, tidak hanya sebagai konselor akademik, tetapi juga sebagai pendamping psikologis yang berkontribusi langsung pada kesejahteraan mental dan emosional peserta didik. Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif dan kolaboratif sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan mental masyarakat.
175 Mahasiswa S1 Farmasi Laksanakan KKL ke RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Atsiri
BeritaNews 05 Feb 2026

175 Mahasiswa S1 Farmasi Laksanakan KKL ke RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Atsiri

Sebanyak 175 mahasiswa Program Studi S1 Farmasi bersama dosen pendamping melaksanakan kegiatan Kunjungan Kuliah Lapangan (KKL) pada Selasa, 28 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di RSUP Dr. Sardjito melalui unit UPF Yankestrad serta dilanjutkan ke Rumah Atsiri Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Farmasi Bahan Alam.

Pada kunjungan pertama di UPF Yankestrad RSUP Dr. Sardjito, mahasiswa mendapatkan pemahaman secara langsung mengenai pelayanan kesehatan tradisional yang terintegrasi dengan sistem medis modern. Materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan bahan alam sebagai obat, proses pengolahan, standarisasi produk, hingga penerapan pengobatan tradisional yang aman dan berbasis eviden. Mahasiswa juga diajak untuk memahami bagaimana peran farmasis dalam mendukung layanan kesehatan tradisional yang berkualitas dan terstandar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Rumah Atsiri Indonesia, sebuah pusat edukasi dan produksi minyak atsiri. Di lokasi ini, mahasiswa memperoleh wawasan mendalam mengenai proses produksi minyak atsiri, mulai dari pemilihan bahan baku tanaman obat, teknik penyulingan, hingga pemanfaatannya dalam bidang farmasi dan kesehatan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai rantai produksi bahan alam dari hulu hingga hilir.

Melalui kegiatan KKL ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta minat mahasiswa dalam pengembangan obat berbasis bahan alam. KKL menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon tenaga kefarmasian yang kompeten, profesional, dan berwawasan luas di bidang farmasi bahan alam.

Seminar Series Farmasi 11 : Sinergi Bahan Alam untuk Sediaan Topikal dan Telefarmasi dalam Penatalaksanaan Infeksi Kulit dan Kelamin
BeritaNews 04 Feb 2026

Seminar Series Farmasi 11 : Sinergi Bahan Alam untuk Sediaan Topikal dan Telefarmasi dalam Penatalaksanaan Infeksi Kulit dan Kelamin

Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan Seminar Series Farmasi dengan tema “Sinergi Bahan Alam untuk Sediaan Topikal dan Telefarmasi dalam Penatalaksanaan Infeksi Kulit dan Kelamin.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan akademik mahasiswa dan tenaga kesehatan mengenai penatalaksanaan infeksi kulit dan kelamin melalui pendekatan multidisipliner yang mencakup aspek klinis, terapi farmakologis berbasis bukti ilmiah, pemanfaatan telefarmasi, serta inovasi sediaan topikal berbasis bahan alam. Infeksi kulit dan kelamin masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang relatif tinggi, terutama pada kelompok usia produktif. Faktor risiko seperti kebersihan personal yang kurang optimal, perilaku berisiko, serta kondisi imunitas yang menurun berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian penyakit tersebut. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif menjadi landasan penting dalam upaya pencegahan, diagnosis dini, dan penatalaksanaan yang efektif. Kegiatan ini diselenggarakan pada 31 Januari 2026 oleh HIMAFA Universitas Telogorejo Semarang dan dihadiri oleh 405 peserta yang hadir secara luring (offline) di Auditorium Lantai 4 Universitas Telogorejo Semarang serta peserta yang hadir secara daring (online) melalui media Zoom Meeting, sehingga memungkinkan akses keilmuan yang lebih luas bagi peserta dari berbagai daerah. Seminar Series Farmasi dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Telogorejo Semarang, dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ilmiah seperti seminar memiliki peran strategis dalam menjembatani teori akademik dengan praktik pelayanan kesehatan di lapangan. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara kearifan lokal, inovasi sains, dan perkembangan teknologi dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan di era digital. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pemikiran kritis, sikap profesional, serta integritas sebagai calon tenaga kefarmasian di masa depan. SESI I Patofisiologi Infeksi Kulit Area Genital: dari Invasi Patogen hingga Manifestasi Klinis
  1. Irma Yasmin, Sp.KK
  2. Irma Yasmin, Sp.KK memaparkan materi mengenai patofisiologi infeksi kulit area genital yang mencakup mekanisme invasi patogen, respons sistem imun, serta manifestasi klinis yang muncul. Infeksi kulit dan kelamin dapat ditularkan melalui hubungan seksual maupun jalur nonseksual, seperti kontak cairan tubuh dan transmisi vertikal dari ibu ke janin.
Beberapa infeksi menular seksual (IMS) yang dibahas meliputi gonore, sifilis, ulkus mole, herpes genitalis, kandidiasis, serta infeksi kulit lainnya seperti skabies dan tinea. Pemahaman patofisiologi menjadi dasar penting dalam penegakan diagnosis dan penentuan terapi yang tepat, sehingga dapat mencegah komplikasi serta menurunkan risiko penularan lanjutan. Terapi Farmakologis dalam Penatalaksanaan Infeksi Kulit dan Kelamin: Evidence-Based Practice apt. Gilang Rizki Al-Farizi, M.Farm Apt. Gilang Rizki Al-Farizi, M.Farm menyampaikan materi mengenai terapi farmakologis berbasis evidence-based practice. Pemilihan terapi harus mempertimbangkan jenis patogen, tingkat keparahan penyakit, serta kondisi individual pasien. Beliau menekankan pentingnya penggunaan obat secara rasional, kepatuhan pasien terhadap terapi, serta kewaspadaan terhadap resistensi antibiotik. Dalam hal ini, apoteker memiliki peran strategis dalam memastikan keamanan, efektivitas, dan keberhasilan terapi melalui edukasi serta pemantauan penggunaan obat. Telefarmasi dalam Manajemen Infeksi Kulit dan Kelamin: Akses, Konseling, dan Tindak Lanjut Pasien apt. Yovita Dianae Titiesari, M.Sc Apt. Yovita Dianae Titiesari, M.Sc membahas telefarmasi sebagai bagian dari telemedicine yang berperan dalam meningkatkan akses dan kesinambungan pelayanan kefarmasian. Telefarmasi mencakup konseling obat jarak jauh, telaah resep elektronik, serta tindak lanjut terapi pasien. Pendekatan ini dinilai mampu mengatasi hambatan akses dan stigma pada pasien dengan infeksi kulit dan kelamin, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan, khususnya pada kondisi dermatologi yang bersifat kronis. Integrasi telefarmasi diharapkan dapat mendukung continuity of care dengan tetap mengedepankan prinsip care before cure. Potensi Bahan Alam untuk Sediaan Topikal dalam Mengatasi Infeksi Kulit dan Kelamin: Bukti Ilmiah & Inovasi Formulasi apt. Farah Destiyana, M.Farm Apt. Farah Destiyana, M.Farm memaparkan potensi bahan alam sebagai alternatif sediaan topikal dalam penatalaksanaan infeksi kulit dan kelamin. Berbagai tanaman obat diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin yang memiliki aktivitas antimikroba dan antiinflamasi. Namun, efektivitas bahan alam tidak hanya ditentukan oleh kandungan senyawa aktif, tetapi juga oleh inovasi formulasi. Faktor stabilitas, kemampuan penetrasi kulit, serta kenyamanan penggunaan menjadi aspek penting agar sediaan topikal berbasis bahan alam dapat diaplikasikan secara optimal dalam praktik klinis. PENUTUP Seminar Series Farmasi ini memberikan pemahaman yang terintegrasi mengenai penatalaksanaan infeksi kulit dan kelamin dari aspek klinis, terapi farmakologis, pemanfaatan teknologi layanan kefarmasian, hingga inovasi bahan alam. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi serta peran aktif mahasiswa dan tenaga kefarmasian dalam memberikan pelayanan kesehatan yang rasional, aman, dan berorientasi pada pasien.