Campuspedia
Pemeriksaan Kesehatan Berkala di STIKES Telogorejo Semarang

Kamis, 22 Desember 2022 terselenggara kegiatan pemeriksaan kesehatan diadakan setiap 3 bulan sekali dengan tujuan untuk memonitoring kesehatan dosen dan karyawan stikes Telogorejo Semarang.
Pada kegiatan ini melibatkan mahasiswa STIKES Telogorejo Semarang untuk melakukan pengecekan kesehatan meliputi tekanan darah, berat badan, tinggi badan, cek gula darah kolesterol dan asam urat.
Salam Sehat - ICARE
STIKES TELOGOREJO LULUSKAN 233 WISUDAWAN DAN 25 % DITERIMA KERJA SEBELUM LULUS

STIKES Telogorejo Semarang menyeleggarakan Wisuda dan Angkat Sumpah untuk Ahli Madya Keperawatan, Sarjana Farmasi, dan Ners Tahun 2021/2022 di Patra Semarang Hotel & Convention pada Rabu, 21 Desember 2022. Peserta Kegiatan ini terdiri dari 122 wisudawan Profesi Ners, 49 wisudawan Sarjana Farmasi dan 62 wisudawan Ahli Madya Keperawatan.
Pada acara wisuda dan angkat sumpah ini, diberikan penghargaan kepada lulusan terbaik masing-masih program studi.. Lulusan terbaik dari wisudawaan Ahli Madya Keperawatan yaitu Wendy Dwi Hastuti dengan IPK 3.89, wisudahan Sarjana Farmasi yaitu Lailatul Istiadzah dengan IPK 3.92 dan 3 wisudawan Profesi Ners yang meperoleh IPK 4.00 yaitu Christina Sri Tanjung Sudewi, Feni Salsabila dan Indah Handayani Sukarno.

Salah satu keunggulan STIKES Telogorejo yaitu adanya kerjasama institusi baik diluar maupun dalam negeri. Dengan adanya kerjasama institusi tersebut, maka mahasiswa dan alumni mendapat fasilitas perekrutan karyawan. Hal ini dikelola oleh unit Career Center. STIKESTelogorejo Semarang merupakan institusi Pendidikan yang menghasilkan lulusan siap kerja sebagai tenaga Kesehatan yang kompeten. Hal ini terbukti dengan, sebanyak 25% dari wisudawan sebelum lulus sudah diterima kerja di beberapa rumah sakit diantaranya RS Mardi Rahayu Kudus, Keluarga Sehat Hospital Pati dan RS Awal Bross. Selain itu terdapat 76% alumni sudah diterima kerja di Rumah Sakit yang tersebar di seluruh Indonesia.
Adapun Kerjasama dengan institusi luar negeri selalu ditingkatkan baik jumlah mitra kerja sama maupun ruang lingkup kerjasamanya. Implementasi Kerjasama terus dilakukan guna mendukung dan meningkatkan kegiatan Tri darma Perguruan Tinggi. Beberapa implementasi Kerjasama dengan luar ngeri yang sangat bermanfaat bagi para mahasiswa dan lulusan/alumni diantaranya adalah : Japan Association of Career Course and Employment Support ( JACCES ) terkait magang kerja mahasiswa program studi S1 Keperawatan. Selanjurnya, Universitas Teknologi MARA ( UiTM ) Shah Alam, Malaysia terkait beasiswa studi lanjut Dan Ph.D di bidang farmasi. STIKES Telogorejo bekerja sama dengan Huangkang University terkait kegiatan Summer Progam. Selanjutnya bekerja sama dengan, Centro Escolar University ( CEU ) terkait credit transfer untuk program studi S1 Keperawatan.
STIKES Telogorejo memiliki 5 Program Studi terdiri dari S-1 Keperawatan dan Profesi Ners, D-3 Keperawatan, S-1 Kebidanan dan Profesi Bidan, S-1 Farmasi dan S-1 Fisioterapi. STIKES Telogorejo siap menerima mahasiswa untuk di didik menjadi tenaga Kesehatan yang profesional. Mari daftar di STIKES Telogorjo Semarang!
Pengaruh Resiliensi Pada Pasien TB Paru untuk Mencapai Kualitas Hidup Lebih Baik
Oleh : Ns. Suksi Riani, M. Kep, Dosen S1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Pandemi COVID-19 yang berlangsung hampir 3 tahun belakangan membuat pasien TB paru hidup dalam ketakutan. Hal ini tentu saja membuat kualitas hidup mereka menurun sehingga risiko tertular pun semakin besar. Ditambah stigma sosial terhadap pasien TB, tidak heran bila angka kematian akibat penyakit ini cukup tinggi.

Mengenal Penyakit TB Paru
Tuberkulosis atau TBC disebabkan oleh bakteri (mycobacterium tubercolusis) dan menimbulkan infeksi. Sampai detik ini, TB masih menjadi penyakit paling berbahaya di dunia dan menjadi penyebab kematian terbesar di beberapa negara. Menurut data WHO, setiap tahunsekitar 1,5 juta orang meninggal karena penyakit ini.
Sebagian besar penyakit TB menyerang paru-paru. Pasien yang dideteksi memiliki penyakit ini biasanya akan mengalami batuk, demam, berkeringat di malam hari, kehilangan nafsu makan, berat badan turun, dan mengalami kelelahan akut. TB sendiri termasuk penyakit yang bisa diobati.
Namun jika TB terjadi pada pasien HIV positif, harapan hidup pasien tersebut cenderung rendah dan memiliki risiko kematian sangat tinggi. Dalam proses penanganan secara medis, TB membutuhkan terapi dan pengobatan secara intensif. Bahkan ketika sebuah kasus TB ditemukan, pihak-pihak terkait harus segera melakukan penanganan untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Kegiatan penemuan orang-orang yang tertular biasanya terdiri dari penjaringan terduga, diagnosa, bagaimana cara penularan TBC, penentuan klasifikasi TB, dan tipe penderita. Proses ini tidak boleh diabaikan dan tidak bisa dieliminasi salah satunya, terutama ketika pasien yang terlibat adalah penderita TB tipe menular.
Stigma Sosial Pasien TB Paru
Dalam kehidupan bermasyarakat, posisi TB sebagai penyakit masih dianggap sebelah mata. Penyakit ini identik dengan masalah masyarakat menengah ke bawah. Banyak yang menganggap bahwa TB disebabkan oleh kurangnya gizi dan buruknya sirkulasi udara tempat tinggal warga tidak mampu.
Inilah mengapa banyak yang ragu bahkan enggan melakukan pemeriksaan TB ketika mengalami gejala. Padahal sama seperti penyakit lain, TB bisa menyerang siapapun. Bakteri mycobacterium tubercolusis bisa berkembang di mana saja termasuk di lingkungan yang bersih dan memiliki sirkulasi udara baik
Stigma negatif membuat penanganan isu TB semakin sulit. Tidak hanya lingkungan sosial, stigma negatif tentang penyakit TB paru juga masih sering terjadi di lingkungan kerja dan sekolah. Situasi ini adalah penghambat eksternal dan internal bagi pasien TB untuk mendapatkan hak atau mengakses layanan kesehatan tepat.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah memiliki enam strategi pembangunan kesehatan nasional dalam upayanya mengeliminasi TBC pada tahun 2030. Salah satu poinnya menyebutkan bahwa akses layanan TB bermutu dan berpihak pada pasien harus ditingkatkan.
Diakui atau tidak, upaya tersebut cukup membantu proses pemulihan pasien dan meningkatkan kemampuan resiliensi mereka.

Pengaruh Resiliensi Pada Pasien TB Paru
Secara bahasa, resiliensi merupakan kemampuan untuk kembali pulih dari suatu kondisi dan mampu beradaptasi dengan hal tersebut. Dalam kasus TB, penderita yang mengidap penyakit ini perlu memiliki resiliensi untuk kembali sehat selain upaya medis.
Sebuah penelitian menyebutkan, keinginan kuat dalam diri seseorang untuk bisa sembuh dari penyakitnya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi cepat tidaknya mereka pulih dari penyakit tersebut. Inilah mengapa resiliensi pada pasien TB dianggap mampu meningkatkan kualitas hidup.
Selain resiliensi, dibutuhkan pula dukungan keluarga dan lingkungan. Hal ini bisa dimulai dengan mengabaikan stigma negatif tentang TB. Meskipun tidak mudah, sosialisasi tentang cara penularan TBC perlu dilakukan supaya masyarakat tidak lagi memandang pasien TB sebelah mata.
Dukungan masyarakat kepada pasien TB akan jadi salah satu cara mengobati TBC efektif. Bagaimana tidak, ketika stigma negatif berkurang pasien TB akan lebih percaya diri untuk mengakui penyakitnya dan mendapatkan layanan kesehatan yang tepat untuk penyembuhan.
Dari sini efek domino pun tercipta. Pasien yang mengakui bahwa mereka menderita TB dan mendapat perawatan medis akan menjadi sumber informasi penting untuk pemerintah. Hal ini akan membuat penyebaran TB di lingkungan sosial pasien bisa dicegah atau bahkan ditanggulangi dengan baik.
Pada dasarnya, semua penyakit dapat disembuhkan termasuk TB paru. Jadi bukan saatnya lagi memandang pasien TBC sebagai aib dan dukung mereka agar memiliki resiliensi yang membuat kualitas hidup pasien semakin membaik.
Semoga bermanfaat
Referensi:
- https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiLqo_ghff4AhWq43MBHZHQAU8QFnoECAgQAQ&url=http%3A%2F%2Frepository.unmuhjember.ac.id%2F3564%2F12%2Fmanuscrip%2520Artikel.pdf&usg=AOvVaw3bexBJwpQlYxEJJYzj8Slb
- https://jobseeker.id/post/view/10002-pengertian-resiliensi.html
- https://rs.uns.ac.id/gejala-tb-paru-dan-pencegahannya/
Tidak Hanya untuk Bumil, Ini Manfaat Kegel untuk Lansia
Oleh : Ragil Aidil Fitriasari A, S.Ftr., MKM, Dosen S1 Fisioterapi STIKES Telogorejo
Ketika memasuki usia lanjut, manusia akan mengalami perubahan dan penurunan kemampuan fisik terutama di bagian otot panggul. Untuk mengatasinya ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan melakukan senam kegel.

Manfaat Senam Kegel untuk Lansia
Selama ini kegel mungkin dikenal sebagai salah satu gerakan senam yang biasanya dilakukan oleh perempuan baik sebelum atau sesudah melahirkan. Padahal dalam kegel, ada banyak sekali gerakan yang bermanfaat untuk kesehatan lansia. Lalu, apa saja manfaat senam kegel bagi lansia?
1. Memperbaiki Fungsi Kandung Kemih
Seiring bertambahnya usia dan berat badan, otot panggul yang berfungsi menopang kandung kemih akan melemah. Kondisi ini membuat seseorang kerap tidak sadar mengeluarkan urine saat bersin, batuk, atau bahkan tertawa. Apalagi jika memasuki usia lanjut, ketika hampir semua organ dan tulang mengalami masalah.
Untuk mengatasinya, melakukan gerakan kegel sederhana akan membantu menguatkan kembali otot-otot terutama di bagian panggul. Semakin kuat otot, semakin kecil pula peluang mengalami gangguan fungsi kandung kemih pada lansia.
2. Meminimalisasi Risiko Gangguan Tulang Panggul
Fokus dari gerakan kegel adalah menguatkan otot-otot yang ada di daerah panggul. Inilah mengapa selain membantu mengatasi masalah kandung kemih, kegel juga bermanfaat dalam mengatasi berbagai masalah panggul yang biasanya dialami lansia seperti nyeri, encok, dan lain sebagainya.
Melakukan senam kegel rutin akan membuat otot semakin kuat sehingga ketika harus melakukan aktivitas yang membutuhkan kekuatan otot panggul seperti berjongkok atau bersujud, lansia tidak akan mengalami masalah dan melakukan semuanya dengan mudah.
3. Meningkatkan Performa Seksual untuk Pria
Diakui atau tidak, banyak lansia yang masih aktif secara seksual. Sayangnya, usia dan penurunan stamina membuat mereka tidak bisa maksimal dalam hal ini. Melakukan gerakan kegel secara rutin dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Penguatan otot panggul di sekitar kelamin akan membantu meningkatkan performa seksual pria.
Olahraga ini juga dapat mengatasi berbagai masalah disfungsi ereksi dan ejakulasi dini yang berhubungan dengan panggul. Jadi meskipun telah memasuki usia lansia, seorang pria tetap bisa memiliki performa seksual yang baik dan memuaskan pasangan mereka.

Gangguan Berkemih pada Lansia
Gangguan berkemih merupakan salah satu masalah yang banyak dialami oleh lansia. Meskipun kelihatannya sepele, nyatanya masalah ini akan menjadi pemicu munculnya masalah kesehatan lain seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit di sekitar kelamin, gangguan tidur, dekubitus, dan ruam.
Dalam beberapa kasus, gangguan berkemih juga akan menimbulkan masalah sosial seperti dihindari banyak orang karena senantiasa mengeluarkan bau pesing. Di luar negeri, masalah gangguan berkemih pada lansia mendapat perhatian lebih. Sementara di Indonesia, penderita gangguan ini masih kurang diperhatikan.
Meskipun begitu, upaya untuk mengurangi risiko gangguan kemih pada lansia mulai sering disosialisasikan. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan gerakan kegel dan mengadakan penyuluhan tentang hal ini di sejumlah lembaga kesehatan yang ada di Indonesia.
Sebagaimana yang sempat dibahas sebelumnya, gerakan kegel bermanfaat untuk mengatasi gangguan berkemih pada lansia. Dalam praktiknya, kegel untuk lansia sedikit berbeda dengan gerakan kegel secara umum meskipun tujuannya sama.
Gerakan Kegel Aman untuk Lansia
Mengingat kondisi fisik lansia tidak sebaik ketika mereka muda dulu, gerakan kegel untuk lansia cenderung lebih sederhana. Berikut salah satu langkah atau cara senam kegel yang aman untuk lansia:
- Tangan direntangkan lalu ditarik ke atas sambil menarik nafas
- Selanjutnya hempaskan tangan ke bawah sambil membuang nafas pelan-pelan
- Lalu letakkan tangan di pinggang sambil menekan pinggul ke depan kemudian bungkukkan badan
Gerakan di atas dapat dilakukan secara berulang selama 10 – 15 kali setiap sesi dengan memberi jeda setiap gerakan selama 10 detik. Untuk memperoleh hasil efektif, cara senam kegel sederhana di atas bisa dilakukan secara teratur dan hasilnya akan terlihat setelah 8 – 12 minggu latihan rutin.
Nah, itulah ulasan tentang manfaat senam kegel dan bagaimana gerakan ini mampu mengatasi masalah gangguan berkemih pada lansia. Semoga bermanfaat.
Referensi:
Metode Psikoterapi untuk Mengatasi Gangguan Emosional pada Remaja
Oleh : Ns. Vivi Sovianti, M.Kep, Dosen Prodi D3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Isu kesehatan mental memang bukan hal baru di masyarakat kita. Sayangnya masih banyak yang belum menyadari bahwa kasus ini tidak bisa diabaikan. Apalagi jika masalah mental seperti gangguan emosional dialami oleh remaja. Sikap yang dihasilkan dari gangguan tersebut hanya dianggap sebagai reaksi pembangkangan terhadap orang dewasa di sekitar.
Padahal jika dibiarkan, masalah mental bisa mempengaruhi perkembangan fisik dan mental di usia tersebut. Mendatangi psikolog dan ahli merupakan solusi dalam mengatasi gangguan mental emosional pada remaja. Dalam prosesnya, psikolog biasanya menggunakan metode psikoterapi.

Psikoterapi untuk Gangguan Emosional
Psikoterapi merupakan metode terapi kesehatan mental yang melibatkan aktivitas komunikasi antara pasien dengan terapis. Menurut American Psychological Association (APA), psikoterapi menggunakan pendekatan verbal. Namun, tidak menutup kemungkinan ada obat medis yang digunakan dalam proses terapi.
Dalam melakukan pendekatan verbal, psikolog yang menggunakan metode psikoterapi memanfaatkan beberapa variasi metode terapi sesuai dengan latar belakang, masalah, dan teknik yang dirasa tepat dalam mengatasi masalah mental pada pasien.
Berikut ulasannya,
1. Cognitive Therapy (CT)
Cognitive Therapy atau Terapi Kognitif merupakan salah satu metode psikoterapi yang berfokus pada gagasan bahwa pikiran memiliki pengaruh kuat terhadap kesehatan mental. Inilah mengapa dalam prosesnya, pasien yang diterapi dengan metode ini akan diajak untuk bertukar pikiran tentang hal-hal yang membuat suasana hati mereka tidak baik.
2. Cognitive Behavioural Therapy (CBT)
Terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioural Therapy (CBT) merupakan salah satu metode psikoterapi yang kerap digunakan psikolog untuk mengatasi gangguan emosional pada remaja.
Dalam prosesnya, CBT akan membantu pasien untuk memahami perasaan dan pikiran yang mempengaruhi perilaku mereka. Jika pasien mulai memahami akar masalah mereka, psikolog akan menggunakan pendekatan kognitif dan perilaku untuk membantu pasien mengubah pola pikir.
3. Interpersonal Therapy
Pada terapi interpersonal, pasien akan diajak untuk lebih memahami lingkungan mereka. Mereka yang menerapkan terapi ini percaya, bahwa cara pasien dalam mengatasi berbagai masalah sosial di kehidupan mereka berpengaruh terhadap perbaikan gejala psikologi yang sedang dialami.
Artinya, semakin baik dan efektif pasien dalam mengatasi masalah di lingkungan sosial mereka semakin besar pula harapan untuk mengatasi masalah mental yang sedang dihadapi.
4. Psychodinamic Therapy
Dalam pelaksanaannya, Psychodinamic Therapy menggunakan pendekatan yang berkaitan dengan semua metode terapi termasuk metode yang digunakan Freud, Jung, Adler, Rank, dan Klein. Hal ini membuat terapi dilakukan secara mendalam dan menggunakan berbagai teori sebagai dasar analisisnya.
Inilah mengapa hasil analisis dari teori psikodinamis biasanya akan membantu psikolog menemukan akar masalah yang sebelumnya mungkin tidak terlalu dominan. Metode ini sendiri dapat diterapkan untuk berbagai jenis gangguan mental emosional pada remaja.
5. Psychoanalytic Therapy
Disebut Psychoanalitic Therapy karena terapi ini dilakukan berdasarkan teori psikoanalisis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Dalam praktiknya, psikolog akan melakukan pendekatan melalui alam bawah sadar pasien yang diyakini memiliki pengaruh terhadap pikiran, perasaan, dan perilaku mereka.
Untuk melakukan pendekatan, terapis biasanya menggunakan teknik hipnotis. Pada prosesnya, teknik ini membuat pasien bisa bernostalgia dengan masa lalu yang diyakini menjadi sebab munculnya gangguan mental.

Kesimpulan
Selain 5 metode psikoterapi di atas, masih ada beberapa metode lain yang digunakan psikolog untuk mengatasi gangguan emosional pada remaja. Berdasarkan ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa masalah mental yang dialami remaja biasanya bersumber dari lingkungan mereka, terutama lingkungan rumah dan sosial.
Inilah mengapa kebanyakan pendekatan serta terapi yang dilakukan melalui proses pengenalan terhadap diri sendiri, masa lalu, serta lingkungan. Dalam praktiknya, selain secara verbal, penerapan terapi juga terkadang didampingi dengan pengobatan medis untuk menekan gejolak emosi yang diyakini memiliki pengaruh besar dalam perbaikan masalah mental yang sedang dijalani.
Apa pun metode yang digunakan, masalah mental pada remaja bisa diatasi dengan baik apabila ada dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial. Masalah mental bukanlah aib. Jadi ketika hal ini dialami oleh orang terdekat kita, daripada menjauhi mereka cobalah untuk memahami dan mendukung secara moral supaya kondisi mereka menjadi lebih baik.
Itulah ulasan tentang beberapa metode psikoterapi untuk mengatasi gangguan emosional pada remaja. Semoga bermanfaat.
Referensi:
SELAMAT DATANG TIM ASESOR LAM-PTKes

SELAMAT DATANG
TIM ASESOR LAM-PTKes
Anshar, S.Pd, S.FT, Physio, M.Kes dan
Dr. Ni Wayan Tianing, S.Si., M.Kes
Pada visitasi akreditasi Program Studi S-1 Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang yang akan berlangsung pada Selasa, 6 Desember sampai dengan Kamis, 8 Desember 2022.
Salam Sehat - ICARE
Kecemasan Kesehatan Ibu Hamil yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya
Oleh : Nella Vallen Ika Puspita, SST., MPH, Dosen Prodi S1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang
Kehamilan kadang bukanlah masa yang mudah dan menyenangkan bagi semua wanita. Selama mengandung, seorang ibu akan mengalami berbagai transformasi yang akan berpengaruh secara umum pada kesehatan ibu hamil.

Stres, Masalah Kesehatan Ibu Hamil yang Paling Umum
Menjaga kesehatan saat hamil tidak hanya berlaku untuk fisik saja, melainkan juga mental. Perubahan hormonal kadang membuat seorang ibu (atau calon ibu) mengalami kesulitan secara emosional. Tekanan emosional ini akan semakin besar jika seorang ibu memiliki peran ganda. Misalnya saja ikut bekerja untuk mencari nafkah.
Menurut beberapa penelitian, sebagian besar wanita yang hamil untuk pertama kali cenderung mengalami ketakutan. Masalah kesehatan mental dan fisik juga lebih sering terjadi pada ibu hamil dibanding populasi secara umum. Sumber rasa cemas yang dialami oleh ibu hamil cenderung bervariasi, tergantung pada trimesternya.
Misalnya pada trimester pertama, rasa takut akan kehilangan bayi lebih sering terjadi. Sementara itu, pada trimester ketiga, seorang ibu cenderung akan mulai merasa takut akan proses persalinan.
Masalah Kecemasan yang Biasa Dihadapi Semasa Kehamilan
Ada banyak sekali sumber kecemasan yang kerap dirasakan oleh ibu yang sedang mengandung. Kecemasan ini bahkan bisa bertambah parah jika Anda mengalami masalah kesehatan fisik. Beberapa ketakutan yang umum dialami oleh ibu hamil antara lain adalah:
Cemas akan Kehilangan Bayi dalam Kandungan dan Bayi yang Tidak Sehat
Takut akan kehilangan bayi atau khawatir bayi yang dikandung tidak sehat adalah kecemasan paling umum yang dialami oleh ibu hamil. Sebagian wanita merasa khawatir kehamilannya tidak berjalan baik atau mereka takut telah melakukan kesalahan yang bisa membahayakan kesehatan janin mereka.
Jika ibu hamil mengalami keguguran, melahirkan bayi prematur, atau memiliki masalah kesuburan, ia mungkin khawatir tubuhnya tidak akan mampu membawa kehamilan sampai cukup bulan. Menunggu hasil tes kesehatan saat hamil juga bisa membuat sebagian besar ibu merasa makin gugup.
Cemas Tidak Akan Bisa Mengembalikan Kondisi Tubuh Seperti Sebelum Hamil
Banyak wanita yang mungkin punya kecemasan terkait penampilan fisiknya. Mereka khawatir proses kehamilan dan persalinan akan membuat mereka tidak menarik lagi jika mengalami kenaikan berat badan terlalu banyak.
Kehamilan mayoritas berkaitan dengan pengalaman fisik dan rasa takut kehilangan kendali akan perubahan tubuh ini sangat meresahkan bagi banyak wanita. Tidak perlu terlalu keras pada diri sendiri karena bagaimanapun semua orang butuh waktu untuk kembali pulih. Tetap konsumsi makanan sehat untuk ibu hamil untuk memastikan bayi dan ibu dalam keadaan baik hingga persalinan tiba.

Kekhawatiran akan Proses Persalinan
Semua wanita hamil pasti merasakan kecemasan saat waktu persalinan makin dekat. Sebanyak 20% wanita mengaku mereka merasa takut melahirkan. Bahkan, 6 dari 10 wanita memiliki fobia persalinan. Untuk mengatasi rasa takut ini, Anda bisa mempelajari seluruh proses dalam melahirkan. Jika perlu, berkonsultasi pada bidan atau dokter kandungan akan sangat membantu menjawab semua pertanyaan dan rasa khawatir Anda.
Kekhawatiran Tidak Bisa Menjadi Ibu yang Baik
Tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir mereka tidak akan mampu merawat dan mencintai anak mereka. Namun, percayalah bahwa proses membangun ikatan dengan anak akan terjadi secara bertahap. Seiring dengan makin banyak waktu yang Anda habiskan dengan si kecil, bonding akan makin terbangun.
Bagi seorang ibu, ikatan khusus dengan bayi bahkan sudah dibangun sejak si kecil berada dalam kandungan. Ibu-ibu yang baru melahirkan pertama kali mungkin akan takut kewalahan dengan peran baru mereka. Ini adalah hal yang normal. Jika perasaan itu terlalu mengganggu, pastikan Anda mendapatkan bantuan dari keluarga terdekat maupun tenaga profesional.
Kapan Harus Meminta Bantuan Profesional Mengenai Kecemasan Saat Kehamilan?
Masalah kesehatan ibu hamil yang terjadi baik secara fisik maupun mental adalah sesuatu yang umum. Jika keluhan yang Anda alami sampai membuat Anda kesulitan melakukan aktivitas, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.
Menjaga kesehatan selama masa kehamilan sangat penting bagi ibu dan bayi. Dengan menerapkan pola hidup sehat ibu hamil muda hingga menjelang waktu persalinan, Anda akan lebih mudah menjalani semua prosesnya. Jangan lupa untuk meminta dukungan dan bantuan orang-orang di sekitar agar segalanya berjalan lebih mudah, ya!
Sumber:
SELAMAT HUT SMC RS TELOGOREJO SEMARANG

Segenap Civitas Akademika STIKES Telogorejo Semarang mengucapkan
SELAMAT HARI ULANG TAHUN
SMC RS TELOGOREJO KE 71
Semoga SMC RS Telogorejo semakin jaya, terus memberikan pelayanan kesahatan terbaik dan tetap menjadi Rumah Sakit pilihan masyarakat
Salam Sehat - ICARE
