Back

Campuspedia

HARI DIABETES SEDUNIA
BeritaCampuspedia 14 Nov 2022

HARI DIABETES SEDUNIA

Kami segenap civitas akademika STIKES Telogorejo Semarang mengucapkan

SELAMAT HARI DIABETES SEDUNIA

Jangan biarkan diabetes merusak hidup dan kebahagian kita. Mari terapkan pola hidup sehat dengan menjaga pola makan, berolahraga secara teratur dan rutin untuk periksa gula darah.

Salam Sehat - ICARE

Mengenal Lebih Jauh Kanker Serviks, Mimpi Buruk para Wanita
ArtikelCampuspedia 11 Nov 2022

Mengenal Lebih Jauh Kanker Serviks, Mimpi Buruk para Wanita

Oleh : Mudy Oktiningrum, S.SiT., M.Keb, Dosen Prodi S-1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang

Di antara sekian banyak jenis kanker, kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang hanya menyerang wanita. Kanker serviks sendiri terbentuk pada jaringan serviks—organ yang menghubungkan antara rahim dan vagina. Gejala kanker serviks biasanya tidak akan langsung muncul saat seseorang mengalaminya. Namun, dengan skrining rutin lewat tes Pap reguler, sel kanker bisa ditemukan.

Apa saja tanda-tanda kanker serviks? Untuk memahami lebih jauh tentang kanker serviks termasuk cara pengobatan dan pencegahannya, simak pembahasan berikut ini!

Penyebab Utama dan Faktor Risiko Kanker Serviks

Penyebab kanker serviks yang paling umum ditemukan adalah karena jenis human papillomavirus (HPV) jenis tertentu. Anda bisa tertular HPV dengan berbagai cara termasuk kontak kulit ke kulit di area genital, aktivitas seksual baik secara vaginal, anal, maupun oral, dan lain sebagainya.

Semua orang yang memiliki organ serviks berisiko mengalami kanker serviks. Namun, beberapa faktor bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker ini. Beberapa faktor tersebut antara lain adalah:

  • Berusia di bawah 45 tahun, kanker serviks lebih sering menyerang orang yang berusia muda.
  • Memiliki kekebalan tubuh yang lemah (misalnya saja menderita HIV atau AIDS).
  • Memiliki riwayat melahirkan banyak anak atau pernah melahirkan di usia dini (di bawah 17 tahun).
  • Ibu Anda pernah mengonsumsi obat hormonal dietilstilbestrol (DES) saat hamil.
  • Pernah menderita kanker vagina, vulva, ginjal, atau kandung kemih sebelumnya.

Meski pada stadium awal kanker serviks tidak menunjukkan tanda-tanda, pada stadium lanjut, pasien mungkin akan mengalami sejumlah gejala seperti:

  • Perdarahan vagina setelah berhubungan seksual, di antara periode menstruasi atau setelah memasuki usia menopause.
  • Keputihan berair atau berdarah yang berat dan berbau busuk.
  • Nyeri panggul atau rasa sakit saat berhubungan intim.

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala di atas, jangan ragu berkonsultasi pada dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Jumlah Kasus Kanker Serviks di Indonesia dan Dunia

Dengan predikat sebagai pembunuh wanita nomor satu di Indonesia, kasus kanker serviks cukup banyak ditemukan. Menurut data dari Kemenkes per Januari 2019, ada 23,4 kasus kanker serviks per 100.000 penduduk. Sementara itu, rata-rata kematian tercatat hingga 13,9 kasus per 100.000 penduduk.

Dilansir dari laman resmi WHO, kanker serviks adalah kanker paling umum nomor empat yang menyerang wanita secara global. Pada tahun 2020, tercatat ada 604.000 kasus baru kanker serviks yang terdiagnosis dengan 342.000 kematian di tahun yang sama. Sebanyak 90% dari kasus kematian kanker serviks dunia tahun 2020 terjadi di negara dengan penghasilan rendah hingga menengah.

Penanganan dan Pencegahan terhadap Kanker Serviks

Seperti jenis kanker lain, kanker serviks juga dapat ditangani dengan berbagai cara. Makin dini perawatan dilakukan, makin besar harapan hidup serta peluang kesembuhan pasien. Beberapa opsi pengobatan yang mungkin akan diberikan oleh dokter antara lain adalah:

  • Pembedahan. Kanker serviks pada stadium awal biasanya ditangani dengan operasi atau pembedahan, baik untuk membuang kanker atau mengangkat serviks dan uterus.
  • Radiasi. Terapi radiasi menggunakan sinar bertenaga tinggi untuk membunuh sel kanker.
  • Kemoterapi. Kemoterapi merupakan pengobatan kanker dengan menggunakan obat-obatan tertentu untuk membunuh sel kanker.

Selain ketiga metode pengobatan di atas, ada juga cara pengobatan targeted therapy, imunoterapi, dan perawatan suportif (paliatif). Tenaga medis mungkin akan memadukan beberapa jenis terapi untuk memperoleh hasil pengobatan yang maksimal.

Meskipun Anda memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks, ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengurangi risiko dan mencegah kanker ini, yakni:

  • Melakukan vaksinasi HPV agar tidak terinfeksi virusnya.
  • Melakukan Pap tes secara rutin. Kebanyakan organisasi kesehatan menyarankan Pap tes dilakukan sejak usia 21 tahun.
  • ●       Melakukan aktivitas seksual yang aman (menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan).
  • Berhenti merokok.

Dengan berbagai cara mencegah kanker serviks di atas, Anda bisa terhindar dari risiko kanker serviks yang menjadi mimpi buruk para wanita. Siap untuk melakukan perubahan saat ini juga?

Sumber:

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancerhttps://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501

OMICRON MENGANCAM ANAK KANKER:TANTANGAN DAN TIPS BAGI ORANGTUA AGAR ANAK DAPAT SURVIVE

OMICRON MENGANCAM ANAK KANKER:TANTANGAN DAN TIPS BAGI ORANGTUA AGAR ANAK DAPAT SURVIVE

Oleh:  Ns. Siti Lestari, M.Kep., Sp.Kep.An - Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Covid-19 varian omicron dengan code B.1.1.529 kini telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Varian ini dinilai lebih menular kepada anak-anak karena cakupan vaksin covid-19 pada anak yang belum merata dan saat ini masih terus diupayakan pelaksanaannya baik di sekolah, rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Kasus omicron yang terus meningkat menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi orangtua anak penderita kanker. World Health Organization menyebutkan bahwa Jumlah anak yang terdiagnosis kanker pada tahun 2021 sekitar 400.000. Jumlah tersebut belum termasuk pasien lama yang telah terdiagnosis pada tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari Indonesia Cancer Care Community (ICCC) Jenis kanker yang sering menyerang pada anak diantaranya leukemia (kanker darah), retinoblastoma (kanker mata), osteosarkoma (kanker tulang), tumor otak, dan limfoma (kelenjar getah bening), kanker tersebut dapat menyerang anak dari rentang usia 6 bulan hingga lebih dari 10 tahun.

Banyaknya jumlah anak penderita kanker menunjukkan bahwa banyak pula orangtua yang menghadapi tantangan terhadap covid-19 varian omicron, mengingat anak kanker memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan anak sehat. Terlebih, anak penderita kanker di Indonesia umumnya dibawa ke rumah sakit pada stadium lanjut. Hal tersebut terjadi karena rendahnya pengetahuan orangtua dalam mengenali tanda dan gejala penyakit kanker secara dini. Kanker pada stadium lanjut juga meningkatkan risiko penularan yang lebih besar terhadap omicron.

Anak penderita kanker berisiko tertular omicron dari keluarga terdekat, saudara atau teman yang berkunjung, dan dari tenaga kesehatan yang memberikan penanganan selama di rumah sakit maupun di rumah.

Berikut ini adalah tips anak agar terhindar dari penularan covid-19 varian omicron:

  1. Segerakan anak untuk mendapatkan vaksin.

Saat ini vaksin pada anak dapat diberikan mulai usia 6 tahun. Bagi anak penderita kanker, diharapkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien untuk memastikan apakah anak dalam kondisi stabil dan tidak ada kontraindikasi sehingga aman untuk mendapatkan vaksin. Vaksin tidak dapat diberikan pada anak penderita kanker yang sedang menjalankan kemoterapi, radiasi, atau obat imunosupresan.

  • Menerapkan protokol kesehatan selama di rumah maupun di rumah sakit

Orangtua memberikan perhatian ekstra kepada anak penderita kanker ketika keluar rumah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebaiknya hindari keluar rumah kecuali jika akan berangkat ke rumah sakit untuk menjalankan program terapi.

  • Menggunakan masker baik di rumah maupun di rumah sakit

Selalu gunakan masker baik di rumah maupun di rumah sakit. Jika anak berada dalam satu ruang rawat tersendiri, anak diwajibkan mengenakan masker saat petugas kesehatan datang. Jangan ijinkan saudara atau teman untuk menjenguk secara langsung.

  • Lakukan tes swab secara rutin

Tes swab PCR secara rutin dapat mengidentifikasi secara dini kemungkinan terpapar omicron meskipun tanpa tanda gejala

  • Pertahankan rumah dengan ventilasi yang baik

Ventilasi yang baik selain membantu anak penderita kanker untuk mendapatkan oksigen yang cukup juga membantu menurunkan risiko terpapar omicron

Bagaimana jika omicron telah menyerang anak penderita kanker?

Apabila omicron sudah menginfeksi anak, maka dibutuhkan kesiapan orangtua dalam merawat dan mendampingi anaknya. Tentu hal ini akan lebih melelahkan. Orangtua menghadapi anak menderita kanker saja sudah pasti menguras tenaga, mengorbankan waktu yang panjang, dan mengeluarkan biaya yang banyak untuk perawatan anaknya. Apalagi anak penderita kanker juga terinfeksi oleh omicron. Orangtua memerlukan effikasi diri yang baik dan membutuhkan dukungan dari orang-orang sekitarnya.

Efikasi diri merupakan tingkat kepercayaan seseorang terhadap kemampuan dirinya untuk melakukan tindakan sehingga mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dengan kata lain, orang tua harus yakin dan percaya pada diri sendiri bahwa dirinya mampu merawat anaknya yang sakit, dan mampu melewati masa-masa sulit dengan baik. Orangtua yang memiliki efikasi diri yang tinggi mampu menjalankan tugasnya dalam merawat anak penderita kanker yang terinfeksi omicron secara baik.

Sementara dukungan sosial adalah sumber daya yang disediakan oleh orang lain, diantaranya keluarga, tetangga, teman dekat, dan tenaga kesehatan. Segala bentuk dukungan dan bantuan yang diberikan baik berupa informasi, keahlian, pikiran, tenaga, waktu, materi, doa, hingga bantuan dana yang diberikan oleh orang-orang disekitar, semua itu merupakan dukungan sosial. 

Hasil penelitian yang telah penulis lakukan terhadap orangtua anak penderita kanker di seluruh cabang Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia pada Januari 2022, memperoleh hasil bahwa effikasi diri dan dukungan sosial berpengaruh terhadap kualitas hidup anak kanker pada masa pandemi covid-19. Semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki orangtua, maka semakin meningkat kualitas hidup yang dimiliki oleh sang anak. Demikian pula mengenai dukungan sosial, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima oleh orangtua, maka semakin meningkat kualitas hidup anak.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan agar orangtua anak penderita kanker dapat meningkatkan efikasi dirinya. Bagaimana cara meningkatkan efikasi diri? Berikut ini tips agar orangtua mampu meningkatkan efikasi diri:

  1. Senantiasa membangun afirmasi atau pikiran positif, bahwa dirinya bisa dan mampu
  2. Ikhlas menerima kondisi anak
  3. Menemani perawatan anak dengan perasaan syukur
  4. Memperbanyak membaca buku atau sumber pengetahuan lainnya mengenai kanker dan mengenai penatalaksanaan omicron pada anak kanker
  5. Berdiskusi dengan tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat atau rohaniawan yang disediakan oleh rumah sakit

Survive dan Kesembuhan adalah idaman bagi semua orangtua, anak penderita kanker membutuhkan perawatan jangka panjang apalagi di tengah ancaman penularan omicron. Anak membutuhkan orangtua yang tangguh dan memiliki efikasi diri yang tinggi. Peran serta dukungan orang-orang di sekitar juga sangat berarti bagi orangtua dan anak penderita kanker.

Tanggal 15 Februari 2022 merupakan hari anak kanker internasional, momentum tersebut dapat digunakan untuk saling menguatkan dan memberi dukungan agar para survivor kanker dapat mempertahankan kualitas hidup yang baik.  

UJIAN KOMPETENSI NASIONAL DI STIKES TELOGOREJO
BeritaCampuspedia 06 Nov 2022

UJIAN KOMPETENSI NASIONAL DI STIKES TELOGOREJO

Sabtu, 29 Oktober 2022 sampai dengan Minggu, 31 Oktober 2022 berlangsung Ujian Kompetensi ( UKOM ) Profesi pertama di STIKES Telogorejo Semarang. UKOM dibagi menjadi dua meliputi Ujian CBT dan Ujian OSCE. Pada dua hari tersebut dilaksanakan UKOM CBT yang bertempat di Ruang CBT lantai 5 STIKES Telogorejo Semarang.

Pelaksanaan UKOM dibagi menjadi dua shift yaitu pagi dan siang. Sesampainya di kampus STIKES Telogorejo Semarang, mahasiswa dikumpulkan di R. Karantina sebelum masuk keruang CBT. Panitia yang bertugas menyampaikan peraturan-peraturan yang berlaku pada saat UKOM kepada mahasiswa. Kurang lebih 30 menit di R. Karantina, mahasiswa berbaris untuk regristasi online dan

masuk ruang CBT.

Ingin tau bagaimana pelakasanaan UKOM Mahasiswa Prodi S-1 Keperawatan ?

Yuk tonton di Youtube kami https://www.youtube.com/watch?v=BCqU6vFJgTs&t=6s

SAYANGI LANSIA HINDARI DEMENSIA
ArtikelCampuspedia 29 Oct 2022

SAYANGI LANSIA HINDARI DEMENSIA

Oleh : Ns. Siti Juwariyah, M.Kep – Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Demensia pada lansia biasa disebut pikun. Namun itu berbeda, pikun merupakan perubahan kemampuan berpikir dan mengingat yang biasa dialami seiring pertambahan usia, yang menyebabkan sesorang bergantung pada orang lain. Sedangkan demensia adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir juga akan berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi, hingga aktifitas sehari-hari penderitanya. Sehingga sering mengakibatkan penderita sangat bergantung pada orang lain.

Apakah Damenisa termasuk Penyakit ?

Demensia bukan penyakit, namun merupakan sindrom atau kumpulan gejala-gejala yang terjadi pada seseorang. Sindrom ini mempengaruhi daya ingat, proses berpikir dan kemampuan yang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Demensia umumnya terjadi pada kelompok lansia. Sindrom ini bukan proses penuaan yang normal terjadi. Kondisi ini umumnya penyebab disabilitas dan ketergantungan pada orang lain bagi lansia di seluruh dunia.

Faktor yang berisiko demensia adalah pertambahan usia, adanya riwayat demensia dalam keluarga, pola makan tidak sehat, merokok, jarang olahraga, kecanduan alkohol dan bisa juga karena penyakit tertentu misalnya sindrom down, depresi, sleppapnea, kolesterol tinggi, obesitas, hipertensi dan diabetes.

Gejala umum demensia pada lansia ada beberapa,

  1. Gangguan Daya Ingat

Kondisi ini sering disebut dengan pikun. Hal ini membuat lansia sulit mengingat sejumlah hal seperti nama orang atau benda.

  • Sering Mengalami Kebingungan

Sering mengalami kebingungan, atau disebut sebagai disorientasi. Kebingungan akan semakin bertambah seiring dengan penyakit yang bertambah parah, yang sering disebut juga dengan penyakit Alzheimer.

  • Mengalami Kesulitan Berpikir

Mereka tidak bisa melakukan sejumlah aktivitas secara mandiri, seperti Menyusun rencana, mengatur keuangan, dan sebagainya. 

  • Kesulitan Untuk Focus

Hilangnya focus akan menyulitkan mereka untuk melakukan kegiatan sehari-hari bahkan termasuk yang sederhana.

  • Mengalami Delusi Dan Halusinasi,

Lansia yang mengalami ini adalah yang sudah Alzheimer tahap lanjut, dalam kondisi ini lansia perlu di damping dalam melakukan kegiatan sehari-hari karena sering dapat membahaayakan dirinya sendiri.

  • Perilaku dan kepribadian berubah

Muncul tanda-tanda lansia mudah cemas, lansia mudah curiga, suasana hati sering berubah-ubah, agresif. Hal ini menyebabkan stress dan depresi pada lansia dan perlu adanya dukungan dari keluarga untuk mengurangi gejala ini.

  • Sulit memahami objek visual, lansia sulit membaca, memahami gambar, dan objek-objek lain yang dilihatnya.

Pencegahan penyakit demensia adalah menghindari semua penyebab dan factor risiko yang akan terjadi, walaupun belum ada acara pasti untuk mencegah penyakit  demensia pada lansia. Beberapa cara untuk mengurangi risikonya seperti :

  • Berhenti merokok,
  • Berolahraga secra teratur,
  • Tidur yang cukup,
  • Kurangi asupan alkohol,
  • Menjaga berat badan ideal,
  • Rutin mengontrol tekanan darah, kadar gula darah dan kolesterol
  • Melatih otak secara berkala (seperti rajin membaca atau bermain teka-teki silang),
  • Segera konsultasi kedokter jika mengalami stress, depresi atau gangguan kecemasan,
  • Menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola makan sehat (dengan mengonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi serat),
  • Konsumsi vitamin otak.

Mari kita sayangi lansia dan jadikan lansia yang produktif sesuai kemampuannya.  Salam Sehat

PENYERAHAN BANTUAN SUSU BAGI ANAK DENGAN STUNTING OLEH YAYASAN KESEHATAN TELOGOREJO
BeritaCampuspedia 04 Oct 2022

PENYERAHAN BANTUAN SUSU BAGI ANAK DENGAN STUNTING OLEH YAYASAN KESEHATAN TELOGOREJO

Jum'at, 30 September 2022 telah dilaksanakan kegiatan penyerahan bantuan susu bagi anak dengan stunting di Kelurahan Tawang Mas, Semarang. Penyerahan susu kepada orang tua bagi anak dengan stunting diwakilkan oleh dr. Swanny Trikajanti W., M. Kes., Ph. D selaku Ketua STIKE Telogorejo Semarang dan Nana Noviada, S.E, M.M selaku Wakil Ketua III STIKES Telogorejo Semarang.

Pemberian bantuan susu akan berlangsung selama dua bulan kedepan dengan harapan akan adanya perubahan status gizi bagi anak yang mendapat bantuan susus tersebut. Jenis susu yang di berikan yaitu Pediacomplete 890 gram/ kaleng dan masing-masik anak mendapatkan 2 kalang susu. Kedepannya pemberian susu akan tetap sama dengan memberikan 2 kaleng setiap bulannya. Pada saat penyerahan susu juga akan di ukur ulang mengenai tinggi badan dan berat

PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2023/2024

PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2023/2024

TELAH DIBUKA!

Penerimaan Mahasiswa Baru ( PMB ) STIKES Telogorejo Semarang Tahun Akademik 2023/2024.

STIKES Telogorejo Semarang terus berkomitmen untuk mencetak tenaga kesehatan profesional di Indonesi. Kami menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap seperti

  • Rumah sakit pertaraf internasional sebagai lahan praktek
  • Karir center untuk memfasilitasi perekrutan bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni
  • Fasilitas Lab yang s

YUK MARI IKUTI PENDAFTARAN SELEKSI DAN WAWANCARA DI STIKES TELOGOREJO SEMARANG!

✨DAPATKAN POTONGAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWANYA?

Salam Sehat - ICARE

Mahasiswa STIKES Telogorejo Turut Hadir Dalam Senam PERWATUSI

Mahasiswa STIKES Telogorejo Turut Hadir Dalam Senam PERWATUSI

Jum'at, 16 September 2022 telah dilaksanakan kegiatan PERWATUSI dengan tema "Pencanangan Gerakan Jawa Tengah Melawan Osteoporosis". Kegiatan ini terlaksana di Gedung Gubernuar Jawa tengah. Pak Ganjar pranowo selaku gubernur Jawa tengah juga turut hadir dalam acara PERWATUSI.

Pada kesempatan ini, STIKES Telogorejo Semarang turut hadir dalam kegiatan senam perwatusi dengan mengirim perwakilan mahasiswa.

Salam Sehat - ICARE