Back

News

HomeNewsPage 5
PEMBELAJARAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN AI “MANFAAT DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI”
ArtikelNews 24 Jul 2025

PEMBELAJARAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN AI “MANFAAT DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI”

Disusun Oleh : Dwi Yogo Budi Prabowo ( Dosen Prodi S1 Keperawatan dan Ners Universitas Telogorejo Semarang ) Pembelajaran keperawatan merupakan bagian yang sangat penting dari pendidikan kesehatan yang mempunyai tujuan untuk membentuk perawat-perawat profesional yang kompeten dengan kemampuan berpikir dan kemampuan ketrampilan klinis yang baik. Pembelajaran keperawatan yang berkualitas akan menghasilkan luaran yang juga berkualiats. Untuk itu dalam pembelajaran keperawatan harus bersifat dinamis mengikuti perkembangan dan perubahan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap tahunya agar mampu mempunyai eksistensi dalam Pembangunan Pendidikan di Indonesia.  Seiring perkembangan teknologi saat ini juga terjadi perubahan signifikan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI). Kecerdasan buatan (AI) ialah suatu teknologi yang dapat memungkinkan mesin untuk meniru kemampuan manusia dalam berpikir, belajar, beradaptasi, dan penyelesaian tugas-tugas tertentu. Sebenarnya untuk perkembangan AI sudah muncul sekitar tahun 1950-an sebagai disiplin ilmu formal. Alan Turing seorang  matematikawan Inggris, mengajukan pertanyaan tentang apakah mesin dapat berpikir seperti manusia dalam makalahnya yang terkenal "Computing Machinery and Intelligence." Pada tahun 1956, konferensi Dartmouth dianggap sebagai awal mula AI, di mana para peneliti berkumpul untuk melakukan diskusi tentang bagaiamana potensi mesin cerdas. Setelah masa optimisme awal, AI menghadapi suatu masa yang sulit pada tahun 1970-an yang  dikenal sebagai "musim dingin AI" karena tantangan teknis dan kurangnya kemajuan. Namun pada tahun awal 2000-an AI mengalami kebangkitan karena adanya kemajuan teknologi komputer, seperti pemprosesan yang lebih cepat dan kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Perkembangan pembelajaran mesin dan akses ke big data mendorong kebangkitan AI. Saat ini AI telah menjadi suatu bidang penelitian dengan perkembangan yang  pesat dalam beberapa dekade terakhir dan terus mengalami kemajuan yang signifikan. Teknologi ini telah menciptakan penemuan aplikasi di berbagai sektor termasuk Pendidikan, kesehatan, bisnis, transportasi, dan masih banyak lagi. Teknologi AI telah membawa peluang baru yang sangat menarik dalam pendidikan keperawatan karena dapat mempengaruhi bagaimana perawat masa depan belajar dan berlatih. AI dalam pendidikan keperawatan dapat memberikan manfaat yang sangat penting seperti personalisasi dalam pembelajaran yang di mana materi dan metode pengajaran dapat dilakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing mahasiswa. Hal lain yang bisa dilakuakn AI yaitu memungkinkan mahasiwa melakukan simulasi klinis yang realistis dan aman, sehingga mahasiswa mampu belajar dan berlatih  dalam lingkungan yang terkendali yang akan meminimalisir suatu kesalahan fatal sebelum dihadapkan dalam kondisi nyata yang ada dilapangan, AI juga mempunyai manfaat dalam menyediakan akses cepat ke informasi medis dan keperawatan terbaru sehingga akan membantu mahasiswa tetap up-to-date dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. AI juga dapat memeberikan feed back otomatis pada tugas-tugas dan latihan sehingga hal ini dapat memberikan  kemudahan bagi mahasiswa untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja mahasiswa  secara efisien. Hal tersebut akan membantu mahasiswa dalam melakukan perbaikan keterampilan dan pengetahuan secara cepat. Salah satu contoh penggunaan AI dalam pembelajaran keperawatan saat ini ialah simulasi pasien virtual. Institusi pendidikan keperawatan menggunakan simulasi pasien virtual berbasis AI dengan tujuan agar dapat memberikan pengalaman klinis nyata bagi mahasiswa. Pasien virtual ini mampu melakukan interaksi dengan mahasiswa , memperlihatkan kondisi tanda dan  gejala penyakit, dan melakukan respon terhadap tindakan yang dilakukan mahasiswa sehingga hal ini dapat meningkatkan kemampuan ketrampilan klinis mahasiwa sebelum dihadapkan dengan pasien nyata. Penggunaan lain AI dalam keperawatan yaitu untuk menyediakan asisten pengajaran virtual yang dapat memberikan bantuan terhadap mahasiswa tentang  pertanyaan medis, sumber referensi, dan informasi terkait tugas ataupun materi pembelajaran sehingga hal ini dapat meningkatkan efisiensi belajar mahasiswa dan memberikan akses cepat ke informasi medis. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran keperawatan telah membuka peluang besar untuk dapat membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan untuk menghasilkan perawat yang kompeten di masa depan. Namun, seperti halnya teknologi lainya, AI juga menghadirkan beberapa tantangan yang harus diatasi agar dalam pengunuaan dan perapan AI dalam pembelajaran keperawatan dapat memberikan manfaat. Tantangan prioritas dalam pembejalaran keperawatan menggunakan AI adalah ketergantungan yang berlebih pada teknologi. Mahasiswa keperawatan mungkin akan sangat terlalu bergantung pada AI untuk berlatih dan mempelajari keterampilan klinis, sehingga mereka kurang mendapatkan pengalaman penting dalam interaksi langsung dengan pasien. Oleh karena itu, sangat penting bagi institusi pendidikan keperawatan agar menjaga keseimbangan antara penggunaan AI dan pengalaman klinis nyata. Selain itu ketergantungan teknologi yang berlebih juga akan menimbulkan kekhawatiran terhadap kemampuan berpikir mahasiswa, untuk itu institusi Pendidikan perlu untuk menekankan kepada mahasiwa bahwa AI bukan jawaban utama dari permasalahan yang harus diterima mentah-mentah tetapi AI hanya sebagai alat bantu atau bisa dikatakan sebagai teman dalam melaksanakan diskusi untuk menemukan jawaban  permasalahan yang dihadapi. Kualitas data merupakan faktor penting lainnya. AI membutuhkan data yang mempunyai kualitas tinggi untuk dapat memberikan hasil yang valid dan akurat serta kredibel. Data yang kurang atau bahkan cenderung tidak lengkap ataupun tidak akurat akan menyebabkan kesalahan dalam simulasi atau analisis, yang berpengaruh terhadap pembelajaran mahasiswa karena pembacaan hasil yang salah oleh AI. Oleh karena hal itu, institusi harus  memastikan bahwa data yang digunakan dalam sistem AI merupakan data yang valid dan representatif. Tantangan lain yang harus dihadapi yaitu penggunaan AI dalam pendidikan keperawatan sering kali membutuhkan akses ke data pasien dan mahasiswa, yang bisa memunculkan risiko privasi dan keamanan. Untuk menghindari hal tersebut Institusi harus mengambil langkah-langkah dalam perlindungan  data sensitif agar tetap aman. Tantangan lain pastinya terkait dengan biaya, enggunaan  AI dalam pembelajaran keperawatan memerlukan investasi untuk menyiapkan perangkat keras, perangkat lunak, dan pelatihan instruktur. Institusi harus mempertimbangkan apakah mempunyai sumber daya yang cukup untuk menerapkan AI secara efektif. Selain itu, kesiapan untuk instruktur menjadi faktor yang menentukan dalam  keberhasilan penggunaan AI. Instruktur harus mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang kompeten karena diperlukan untuk menggunakan AI dengan baik dalam pembelajaran. Ketidaksiapan instruktur dapat menjadikan hambatan dalam  penerapan AI yang sukses. Salah satu tantangan yang lebih kompleksitas ialah bias algoritma. AI dapat mewarisi bias dari data pembelajaran dan pelatihan, yang memungkinkan terjadinya  diskriminasi atau hasil yang tidak adil. Institusi perlu sadar terhadap resiko tersebut  sehingga harus  memastikan bahwa AI yang diguanakan sesuai dengan standar etis dan adil. Pengurangan terhadap keterampilan praktis mungkin juga akan terjadi apabila mahasiswa terlalu bergantung pada simulasi AI. Mereka mungkin akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan situasi medis yang aktual. Oleh karena itu, pengalaman klinis nyata tetap penting bagi mahasiswa keperawatan. Selain itu, kompleksitas etika muncul dalam penggunaan AI dalam pengambilan keputusan medis otomatis. Pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab atas keputusan AI dapat menjadi sumber perdebatan. Terakhir, institusi perlu melakukan penyesuaian kurikulum mereka agar ada keselarasan dengan perkembangan AI dalam pembelajaran keperawatan. Hal ini juga mencakup pengembangan modul khusus mengenai AI dalam keperawatan untuk memastikan bahwa mahasiswa memahami peran dan tantangan teknologi ini. Meskipun tantangan dalam penggunaan AI cukup banyak, namun institusi sebaiknya tidak perlu khawatir dan takut untuk menggunakan AI dalam pembelajaran keperawatan karena dengan pendekatan yang bijaksana dan berimbang, institusi pendidikan keperawatan dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa dan mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi perawat yang kompeten dan siap terjun dalam dunia kerja.
PENGARUH KECEMASAN DAN IMUNITAS DALAM TUBUH
ArtikelNews 24 Jul 2025

PENGARUH KECEMASAN DAN IMUNITAS DALAM TUBUH

Disusun Oleh : Ns. Ni Made Ayu Wulansari, M.Kep ( Dosen S-1 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang ) Semakin meningkatnya konsumsi makanan yang tidak sehat, menyebabkan meningkatkannya penyakit akibat pola hidup yang tidak baik. Selain itu, kondisi ekonomi yang sedang bergejolak menambah beban pemikiran sehingga semakin meningkatnya kecemasan yang dirasakan pada Masyarakat. Kecemasan masyarakat di Indonesia telah diteliti oleh Megatsari, et. all (2020), menemukan pada golongan usia 20-29 tahun dan 40-49 mengalami kecemasan lebih tinggi disbanding kelompok usia diatas 50 tahun.  Selain itu, responden perempuan lebih merasa cemas dibandingkan laki-laki. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa kecemasan merupakan kasus nyata yang dialami masyarakat dalam masa pandemi Tidak hanya kecemasan psikologis yang dirasakan, menurut Mann, Krueger dan Vohas (2020) masyarakat juga mengalami kecemasan ekonomi atau dalam artikel ini disebut Economic anxiety.  Kecemasan ekonomi merupakan distress psikososial, misal pada studi 2008 menemukan bahwa kesulitan ekonomi menyebabkan perceraian. Selain itu, kesulitan ekonomi juga meningkatkan gangguan mental dan percobaan bunuh diri. Hasil studi Mann, et. All ini menemukan bahwa kesulitan ekonomi berpotensi menyebabkan masyarakat kesullitan dalam menghadapi masa perholakan ekonomi. Kecemasan Psikologis dan ekonomi menimbulkan dampak yang signifikan pada masyarakan di amsa pandemik. Terdapat banyak kabar bahwa kondisi psikologis merupakan faktor yang mempengaruhi system imun. System imun merupakan factor penting dalam menghadapi covid-19. Menurut penjelasan dalam penelitian Mazza, et all (2020), menjelskan bahawa kecemasan dan depresi berperan dalam predictor klinis dan inflamasi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa semakin buruk inflamasi yang terjadi , semakin buruk pula depresi yang dialami. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan kecemasan agar imunitas tetap terjaga. Penanganan kecemasan paling sederhana adalah dengan relaksasi napas dalam. Menarik napas dan mengeluarkan secara perlahan dengan sikap duduk yang tenang serta dengan didampingi music yang menenangkan. Hal ini dapat membantu menangani kecemasan. References: Gambar: https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fwww.apa.org%2Fimages%2Farticle-covid-19_tcm7-277085_w1024_n.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.apa.org%2Fpubs%2Fhighlights%2Fcovid-19-articles&tbnid=4of8UrLd6vNH-M&vet=12ahUKEwirjejh4qHuAhVDNHIKHbKWAw0QMygTegUIARCIAQ..i&docid=iZSP-z4x5ELdHM&w=450&h=300&q=download%20free%20picture%20anxiety%20covid&safe=strict&ved=2ahUKEwirjejh4qHuAhVDNHIKHbKWAw0QMygTegUIARCIAQ Gennaro Mazza, M., De Lorenzo, R., Conte, C., Poletti, S., Vai, B., Bollettini, I., … Benedetti, F. (2020). Anxiety and depression in COVID-19 survivors: role of inflammatory and clinical predictors. Brain, Behavior, and Immunity. doi:10.1016/j.bbi.2020.07.037 Mann, F. D., Krueger, R. F., & Vohs, K. D. (2020). Personal economic anxiety in response to COVID-19. Personality and Individual Differences, 110233. doi:10.1016/j.paid.2020.110233 Menzies, R. E., & Menzies, R. G. (2020). Death anxiety in the time of COVID-19: theoretical explanations and clinical implications. The Cognitive Behaviour Therapist, 1–24. doi:10.1017/s1754470x20000215
KENALI METODE PILLEX (PILLATES EXERCISE) UNTUK MENGATASI  NYERI DISMENORE
ArtikelNews 24 Jul 2025

KENALI METODE PILLEX (PILLATES EXERCISE) UNTUK MENGATASI NYERI DISMENORE

Disusun Oleh : Widya Mariyana,S.St., M.Kes ( Dosen S-1 Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang )   Dysmenorrhea atau dismenore adalah istilah medis dari kondisi nyeri haid atau kram perut yang terjadi setiap kali saat menstruasi. Kondisi ini sangat umum terjadi karena adanya perubahan hormon yang memicu kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisannya sebelum ataupun selama masa menstruasi. Kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasi dismenore melalui ulasan berikut ini. Apa itu Dismenore? Dysmenorrhea atau dismenore adalah rasa nyeri dan kram pada perut bagian bawah yang dialami oleh wanita sebelum ataupun selama siklus menstruasi. Kondisi ini tergolong normal jika menimbulkan gejala yang ringan. Namun, pada beberapa kasus, dismenore dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebab Dismenore Penyebab utama dismenore adalah perubahan hormon yang memicu rahim untuk berkontraksi untuk meluruhkan lapisannya. Berdasarkan penyebabnya, dismenore juga dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu:
  1. Dismenore Primer
Dismenore primer merupakan kondisi yang terjadi karena adanya perubahan hormon prostaglandin, yaitu hormon yang diproduksi oleh lapisan rahim. Hormon tersebut dapat memicu rahim untuk meluruhkan lapisannya melalui kontraksi rahim sehingga bisa menimbulkan rasa nyeri pada perut bagian bawah. Dismenore primer bisa datang setiap kali saat menstruasi, namun tidak disebabkan oleh penyakit atau penyebab medis lainnya. Nyeri akibat dismenore primer ini biasanya terjadi selama 2–3 hari dan dapat mereda setelah siklus menstruasi berakhir.
  1. Dismenore Sekunder
Dismenore sekunder adalah nyeri haid yang dapat dipicu oleh masalah pada organ reproduksi, seperti: Endometriosis,  Penyakit radang panggu,  Fibroid Rahim, Adenomiosis, Stenosis serviks, PCOS dan Perlengketan pada bagian dalam rahim. Dismenore sekunder dapat menimbulkan rasa nyeri yang lebih parah dan lebih lama dibandingkan dengan dismenore primer. Bahkan, pada beberapa kasus, nyeri akibat dismenore sekunder ini tetap dirasakan meski siklus menstruasi sudah berakhir.   Faktor Risiko Dismenore Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko wanita mengalami dismenore adalah sebagai berikut:
  • Wanita berusia di bawah 30 tahun.
  • Terdapat riwayat keluarga yang sering mengalami nyeri haid.
  • Mendapatkan siklus menstruasi pertama pada usia yang sangat muda, yaitu di bawah 11 tahun (pubertas dini).
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Kebiasaan merokok.
  • Terjadi perdarahan yang berlebihan selama menstruasi.
  • Belum pernah melahirkan.
Gejala Dismenore Gejala utama dismenore adalah rasa nyeri terus menerus pada perut bagian bawah yang dapat terjadi sebelum atau selama siklus menstruasi. Rasa nyeri tersebut bisa menyebar hingga ke pinggang, punggung bagian bawah, dan paha. Selain itu, sejumlah gejala umum dari dismenore adalah sebagai berikut:
  • Mual yang dapat disertai ataupun tanpa disertai muntah.
  • Nyeri kepala.
  • Perut kembung.
  • Lesu atau tidak bertenaga.
Cara Mengatasi Dismenore Jika menimbulkan gejala yang ringan, dismenore dapat diatasi dengan melakukan perawatan mandiri di rumah, seperti:
  • Mengompres hangat perut bagian bawah.
  • Melakukan olahraga ringan, seperti yoga, jalan kaki, atau pilates.
  • Mandi air hangat.
  • Beristirahat yang cukup.
  • Menghindari konsumsi alkohol dan merokok.
  • Olah raga ( Pilates exercise, Yoga dll)
Salah satu cara mengatasi Dismenorea dengan PILLATES EXERCISE Pilates adalah metode binaraga yang mengutamakan kekuatan otot-otot bagian tengah tubuh, terutama otot perut bagian depan dan belakang. Otot perut dianggap sebagai otot yang memainkan peran penting dalam mengkoordinasikan, menstabilkan, dan menyeimbangkan gerakan di berbagai bagian tubuh. Pilates pertama kali dikembangkan pada tahun 1920 oleh Joseph Hubert Pilates, seorang pelatih pendidikan jasmani (binaraga, tinju, gulat, yoga, senam, seni bela diri) di Studio Pilates di New York. Berikut ini manfaat lain melakukan pilates, simak ya!
  1. Mengurangi nyeri haid
Dismenore merupakan suatu kondisi ketika perut menjadi kram yang sangat menyakitkan di saat periode menstruasi. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri haid tersebut adalah dengan melakukan pilates. Manfaat pilates yang mampu mengurangi dismenore ini telah dibuktikan dalam penelitian berjudul Effect of Pilates Exercise on Primary Dysmenorrhea.
  1. Meningkatkan gairah seks
Pilates itu merupakan olahraga yang membangun daya tahan, kekuatan, mobilitas, dan fleksibilitas tubuh. Bukan hanya itu saja, pilates juga efektif meningkatkan bermanfaat kekuatan dan fungsi dasar panggul. Harus diketahui bahwa semua hal tersebut berkorelasi dengan peningkatan kenikmatan seksual.
  1. Meningkatkan suasan hati
Berlatih pilates itu dapat meningkatkan suasana hati.Sebab, ketika melakukan pilates, hormon endorfin akan keluar.Hormon endorfin merupakan zat kimia seperti morfin yang dapat dihasilkan secara alami oleh tubuh dan berperan dalam membantu mengurangi rasa sakit serta memicu perasaan positif. Mengetahui hal tersebut, dengan melakukan pilates maka seseorang bisa mengurangi kecemasan, kelelahan, gejala depresi, dan bia melepaskan pola pikir negatif.
  1. Meningkatkan fungsi kognitif
Studi berjudul Impact of Pilates on Anxiety Attention, Motivation, Cognitive function and Achievement of Students: Structural Modeling membuktikan bahwa setelah berlatih pilates akan ada peningkatan fungsi kognitif. Setelah pilates akan ada pengembangan neuron baru, aliran darah ke otak, meningkatkan neurotransmiter, dan umur panjang neuron. Semua hal tersebut bertanggung jawab untuk belajar, memori yang lebih baik, dan membuat seseorang untuk berpikir lebih jernih.
  1. Meningkatkan kualitas tidur
Banyak olahraga yang berdampak baik pada peningkatan kualitas tidur, tentunya hal ini termasuk pilates. Berdasarkan studi Effect of Pilates on Sleep Quality: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials, pilates dapat berdampak kualitas tidur yang lebih baik terutama pada orang di bawah usia 40. Bahkan perempuan pascamelahirkan yang rutin melakukan pilates akan merasakan kualitas tidur yang lebih baik pula. Hal tersebut dibuktikan dalam The effects of Pilates exercise on sleep quality in postpartum women.
Universitas Telogorejo Semarang Selenggarakan 2nd Summer Program dan 1st Immersion Program bersama Trinity University of Asia
BeritaNews 22 Jul 2025

Universitas Telogorejo Semarang Selenggarakan 2nd Summer Program dan 1st Immersion Program bersama Trinity University of Asia

Universitas Telogorejo Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama internasional dan memperluas wawasan budaya global dengan menyelenggarakan 2nd Summer Program dan 1st Immersion Program with Trinity University of Asia. Mengusung tema “Unity in Diversity: Culture, Care, and Connection.” Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 22 hingga 27 Juli 2025 untuk program Summer Camp dan 22 hingga 24 Juli 2025 untuk program Immersion, dengan melibatkan peserta dari berbagai negara. Acara bergengsi ini diikuti oleh 21 mahasiswa asing, terdiri atas 2 mahasiswa dari Hungkuang University (Taiwan), 1 mahasiswa dari Tzu Chi University (Taiwan), 3 mahasiswa Timor Leste dari Universitas Telogorejo Semarang, dan 15 mahasiswa dari Trinity University of Asia (Filipina). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pertukaran budaya dan ilmu pengetahuan antarbangsa, serta mempererat relasi internasional antar perguruan tinggi. Opening Ceremony dilaksanakan pada Selasa, 22 Juli 2025 pukul 10.00 WIB bertempat di Ruang Teater Lantai 6 Universitas Telogorejo Semarang. Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor Universitas Telogorejo Semarang, disusul oleh perwakilan pendamping dari Trinity University of Asia. Suasana semakin semarak dengan penampilan seni budaya dari mahasiswa Universitas Telogorejo Semarang, antara lain pertunjukan tari tradisional, pencak silat, wushu, dan penampilan grup vokal mahasiswa. Para peserta juga secara simbolis menerima ID Card, serta memperkenalkan satu per satu dalam suasana akrab dan hangat. Selama program berlangsung, para peserta akan menjalani berbagai agenda yang dirancang untuk memberikan pengalaman kultural, akademik, dan sosial yang menyeluruh. Di antaranya:
  • Campus Tour dan Indonesian Course, memperkenalkan lingkungan kampus dan dasar-dasar bahasa Indonesia.
  • Sinau Bareng, yaitu sesi interaktif mengenal dan mempraktikkan pembelajaran dari berbagai program studi yang ada di Universitas Telogorejo Semarang.
  • Sport Session dan Traditional Dance Lesson, untuk membangun kebersamaan dan memperkenalkan olahraga serta seni gerak tradisional Indonesia.
  • Belajar Angklung, Sulam, dan Membatik, sebagai sarana pengenalan seni dan kriya khas Nusantara.
  • Perkenalan Jajanan Tradisional dan Pembuatan Teh Herbal, mengenalkan kekayaan kuliner dan rempah Indonesia.
  • Seminar Farmasi
  • Festival Lomba Internasional, yang meliputi kompetisi menyanyi, storytelling, dan pharmacy games, sebagai bentuk kolaborasi akademik antar mahasiswa lintas negara.
Kegiatan budaya juga akan dilaksanakan di luar kampus, seperti kunjungan ke Desa Wisata Lerep, Ungaran, untuk menanam padi, membuat teh herbal, dan belajar membuat wayang suket. Selain itu, peserta juga akan mengikuti kelas gamelan, wisata ke Lawang Sewu dan Kota Lama Semarang, serta turut merayakan momen perpisahan dalam acara Farewell Party dan Cultural Exchange. Melalui program ini, Universitas Telogorejo Semarang menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam menjembatani pemahaman lintas budaya dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan global. “Program ini menjadi cerminan nyata dari semangat Unity in Diversity yang kami bawa, di mana para peserta dari berbagai negara bisa saling belajar, berbagi, dan tumbuh bersama,” ujar Rektor Universitas Telogorejo Semarang dalam sambutannya. Dengan penyelenggaraan 2nd Summer Program dan 1st Immersion Program ini, Universitas Telogorejo Semarang terus membangun jembatan global yang menghubungkan ilmu, budaya, dan persahabatan antarbangsa—menghidupkan semboyan bahwa pendidikan adalah jembatan menuju dunia yang lebih toleran dan penuh empati.
Universitas Telogorejo Semarang Gelar Capping Day 2025: Simbol Kesiapan Mahasiswa Menuju Praktik Klinik

Universitas Telogorejo Semarang Gelar Capping Day 2025: Simbol Kesiapan Mahasiswa Menuju Praktik Klinik

Semarang, 10 Juli 2025 — Universitas Telogorejo Semarang dengan khidmat melaksanakan acara Capping Day 2025 bagi mahasiswa Program Studi D-3 Keperawatan, S-1 Keperawatan, dan S-1 Kebidanan. Bertempat di Auditorium Lantai 4 Gedung A, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 252 mahasiswa semester dua yang akan segera memasuki dunia praktik klinik di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Capping Day adalah seremoni akademik yang menjadi tradisi penting dalam dunia pendidikan kesehatan. Dalam acara ini, mahasiswa menerima pemasangan kap profesi dan mengucapkan janji profesi, sebagai bentuk komitmen terhadap standar etika dan tanggung jawab profesi keperawatan dan kebidanan.

Rektor Universitas Telogorejo Semarang, Assoc. Prof. dr. Swanny Trikajanti W., M.Kes., Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjunjung tinggi nilai-nilai profesi keperawatan dan kebidanan dalam menjalankan praktik yang sesuai dengan standar profesi dan kode etik, serta memastikan mahasiswa mampu mengaplikasikan teori dalam memberikan asuhan keperawatan dan kebidanan secara profesional dan empatik.

Sebagai bagian dari kegiatan akademik, Capping Day 2025 juga menghadirkan sesi Kuliah Pakar yang disampaikan oleh Fabiola Audrey Najoan, M.Psi., Psikolog, dengan tema: “Penguatan Mental Perawat dan Bidan”

Kuliah ini memberikan bekal psikologis dan penguatan mental kepada para mahasiswa untuk menghadapi tantangan di dunia praktik kesehatan yang kerap menuntut ketahanan emosi, empati, serta kemampuan komunikasi yang baik dalam merawat pasien secara holistik.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Telogorejo Semarang, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan orang tua mahasiswa. Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi, yang tidak hanya menandai awal perjalanan praktik klinik, tetapi juga mempertegas komitmen Universitas Telogorejo Semarang dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, tangguh, dan berintegritas.

Capping Day juga memperkuat internalisasi nilai-nilai ICARE yang menjadi fondasi budaya profesional di lingkungan Universitas Telogorejo Semarang.

STIKES Telogorejo Semarang Resmi Bertransformasi Menjadi Universitas Telogorejo Semarang

STIKES Telogorejo Semarang Resmi Bertransformasi Menjadi Universitas Telogorejo Semarang

Semarang, 9 Juni 2025 — Dengan bangga kami mengumumkan bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo Semarang kini resmi bertransformasi menjadi Universitas Telogorejo Semarang, melalui SK. Menteri Pendidikan Tinggi Sains , Teknologi Nomer 474/B/O/2025 Tanggal 25 Juni2025. Transformasi ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan institusi kami untuk menjawab tantangan zaman dan kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin kompleks dan multidisipliner. Perubahan bentuk ini tidak hanya memperluas lingkup akademik kami, tetapi juga menegaskan komitmen Universitas Telogorejo Semarang dalam meningkatkan kolaborasi antar disiplin ilmu, memperkuat penelitian lintas sektor, serta memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari langkah strategis ini, Universitas Telogorejo Semarang akan membuka beberapa program studi baru  rumpun ilmu  sosio humaniora, sebagai upaya memperkaya perspektif kemanusiaan, sosial, dan budaya dalam membentuk masyarakat yang inklusif dan berkeadaban di luar bidang kesehatan, yaitu:
  • Bisnis Digital, untuk mencetak lulusan yang adaptif terhadap transformasi digital dan inovasi teknologi dalam dunia usaha dan kewirausahaan.
  • Kewirausahaan, yang bertujuan membuka mindset kemandirian dalam penciptaan lapangan kerja, menumbuhkan keberanian dalam mengelola risiko dan pengambilan keputusan. Program studi ini sekaligus dirancang sebagai pelengkap untuk memperkuat kompetensi lulusan profesi, khususnya bagi mereka yang berkeinginan berwirausaha secara mandiri atau menjalankan praktik mandiri di bidang kesehatan maupun sektor lainnya.
Ketua Yayasan Kesehatan Telogorejo Ir.Hendro Sutantyo menyampaikan, “Transformasi ini tidak hanya menandai pertumbuhan institusional, tetapi juga mempertegas tekad kami untuk menjadi pusat unggulan pendidikan tinggi yang mampu mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan bidang-bidang lain yang saling menunjang.” Selain perubahan bentuk institusi, Yayasan Kesehatan Telogorejo tengah menyiapkan Masterplan Universitas. Target jangka menengahnya Yayasan Kesehatan Telogorejo akan mempersiapkan pembangunan kampus Universitas Telogorejo Semarang sebagai wujud komitmen kami terhadap mutu pendidikan. Fasilitas dan infrastruktur universitas akan dilengkapi dengan berbagai laboratorium berstandar global dan standar gedung yang green building ditengah lahan 4,6 hektare guna mendukung praktik pembelajaran mahasiswa serta aktivitas riset yang berkualitas tinggi. Universitas Telogorejo Semarang di lokasi yang baru direncanakan akan mulai beroperasi penuh pada tahun 2027. Dengan status baru sebagai universitas, Telogorejo siap menjadi ruang kolaboratif lintas ilmu, mendukung ekosistem riset yang integratif, dan memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat, baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional. Harapan kami kedepan Universitas ini juga akan memperkuat keberadaan SMC RS. Telogorejo, dan dapat memberikan sumbangsih pada   inovasi dan kemajuan metode pengobatan, dan dapat berkolaborasi dengan Clinical Research Unit yang dibentuk RS. Pihak kami saat ini juga terus memperluas kerjasama dengan universitas-universitas terkemuka dalam dan luar negeri untuk penelitian kolaboratif maupun benchmark untuk peningkatan kurikulum  untuk kualitas lulusan yang siap bersaing dikancah international , sebagai hasilnya banyak industri dari luar negeri seperti RS dari Uni Emirat Arab, RS Jepang dan yang terakhir jerman , mencari lulusan kami dengan tawaran pekerjaan yang sangat menjanjikan. Semoga kolaborasi yang positif dengan industri calon pengguna lulusan, dan stake holder lainnya dapat terus ditingkatkan dimasa masa yang akan datang.
PELANTIKAN PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA KEPERAWATAN
BeritaNews 19 Jun 2025

PELANTIKAN PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA KEPERAWATAN

Hallo Telogorejo Muda 🫶🏻 Telah berlangsung Pelantikan Pengurus HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Keperawatan) STIKES Telogorejo Semarang Periode Tahun 2025 bertempat di Ruang Teater Lantai 6. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketau, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, Ka. LPMAK, Kaprodi, perwakilan dosen dan staf, pengurus BEM, HIMA Fisioterapi serta HIMA Farmasi. Para pengurus yang baru secara resmi dikukuhkan untuk mengemban amanah organisasi dalam satu tahun ke depan. Semoga HIMAKA semakin solid, kreatif, dan berdampak positif bagi seluruh mahasiswa keperawatan serta membawa harum nama kampus STIKES Telogorejo Semarang. Mari bersama melangkah, berinovasi, dan berkontribusi untuk kemajuan HIMAKA dan STIKES Telogorejo! 🔥
PRESTASI MAHASISWA – JUARA 3 LOMBA POSTER
BeritaNews 19 Jun 2025

PRESTASI MAHASISWA – JUARA 3 LOMBA POSTER

Hallo Telogorejo Muda Segenap Civitas Akademika STIKES Telogorejo Semarang mengucapkan selamat dan sukses kepada Mahasiswa S-1 Keperawatan: ▪️May W ▪️Vorella H.A Atas prestasinya meraih Juara 3 Lomba Poster pada acara DKAVJA Vol.6 yang diselenggarakan oleh DIII Keperawatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) dengan tema: "Increase the Creativity of Digital Native Amidst the Treat of Mental Health Crisis" 👏 Terus berkarya dan harumkan nama almamater tercinta! Salam Sehat - ICARE 🌐 official.universitastelogorejo.ac.id YouTube STIKES Telogorejo TikTok @stikestelogorejo 📷 @info.@info.stikestelogorejo