Back

News

HomeNewsPage 5
Mudik Lebaran dan Ancaman Penularan Campak pada Anak
ArtikelNews 03 Mar 2026

Mudik Lebaran dan Ancaman Penularan Campak pada Anak

Disusn Oleh : Ns. Siti Lestari, M.Kep., Sp.Kep.An ( Dosen S1 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang )

Menjelang musim mudik dan pertemuan keluarga pada perayaan Lebaran, kewaspadaan terhadap penyakit menular pada anak perlu kembali ditingkatkan. Mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode tersebut berpotensi mempercepat penyebaran berbagai penyakit infeksi, salah satunya campak. Hingga saat ini, infeksi virus campak masih menjadi persoalan kesehatan anak di berbagai wilayah Indonesia dan bahkan menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus dalam satu tahun terakhir.

Situasi epidemiologi campak di Indonesia menunjukkan perkembangan yang patut menjadi perhatian serius. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium serta 69 kasus kematian. Memasuki awal tahun 2026, tren peningkatan kasus masih terus terjadi. Hingga minggu ke-7 tahun 2026 dilaporkan 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian, disertai penetapan 21 kejadian luar biasa (KLB) di berbagai daerah.

Data surveilans nasional menunjukkan bahwa hingga minggu ke-8 tahun 2026 jumlah kasus meningkat menjadi sekitar 10.453 kasus suspek dengan sedikitnya 6 kematian. Angka tersebut menandakan bahwa penularan campak masih aktif terjadi di masyarakat dan berpotensi meningkat apabila upaya pencegahan tidak segera diperkuat. Perkembangan kasus pada anak bahkan masih terus bertambah pada awal Maret 2026.

Peningkatan kasus ini tidak dapat dilepaskan dari menurunnya cakupan imunisasi campak-rubela dalam beberapa tahun terakhir. Ketika jumlah anak yang belum memperoleh kekebalan semakin besar, virus campak yang memiliki daya tular sangat tinggi akan dengan mudah menemukan kelompok anak yang rentan terinfeksi.

Dari Ruang Rawat Anak: Gambaran Kasus di Rumah Sakit Rujukan

Peningkatan kasus campak juga tercermin dalam praktik pelayanan kesehatan anak di berbagai rumah sakit rujukan. Di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, kasus campak pada anak masih rutin ditemukan baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap.

Fenomena serupa juga dilaporkan di RSUP Dr. Kariadi, RSUP Dr. Sardjito, serta RSUD Dr. Soetomo. Dalam praktik pelayanan pediatri di rumah sakit rujukan tersebut, sebagian besar anak yang dirawat karena campak diketahui memiliki riwayat imunisasi yang tidak lengkap atau bahkan belum pernah menerima vaksin campak.

Tidak sedikit anak yang datang ke rumah sakit dalam kondisi telah mengalami komplikasi. Komplikasi yang paling sering ditemukan adalah pneumonia atau radang paru, yang menjadi alasan utama anak memerlukan perawatan di rumah sakit. Selain itu, beberapa anak juga mengalami komplikasi lain seperti diare berat, dehidrasi, serta gangguan nutrisi.

Temuan klinis tersebut menunjukkan bahwa campak bukan sekadar penyakit ringan pada anak. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi infeksi serius yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Mengenali Tanda dan Gejala Campak pada Anak

Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Tingkat penularannya sangat tinggi; satu anak yang terinfeksi dapat menularkan penyakit kepada sekitar 8–12 anak lain yang belum memiliki kekebalan.

Gejala campak umumnya muncul 7–14 hari setelah anak terpapar virus. Pada tahap awal, keluhan sering menyerupai infeksi saluran napas biasa sehingga orang tua kerap terlambat mengenalinya.

Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • demam tinggi hingga lebih dari 39 °C
  • batuk dan pilek yang menetap
  • mata merah dan berair
  • penurunan nafsu makan serta anak tampak lemas
  • munculnya bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spot
  • Setelah beberapa hari demam, biasanya muncul ruam kemerahan pada kulit yang dimulai dari wajah dan belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, badan, hingga seluruh tubuh. Ruam tersebut merupakan tanda khas campak dan umumnya masih disertai demam yang cukup tinggi.

Penanganan Awal Campak pada Anak

Hingga saat ini belum tersedia terapi antivirus khusus untuk menyembuhkan campak. Oleh karena itu, penanganan penyakit ini bersifat suportif, yaitu membantu tubuh anak melawan infeksi sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.

Pada kasus campak ringan, anak umumnya dapat dirawat di rumah dengan beberapa langkah sederhana, antara lain:

  • memastikan anak memperoleh istirahat yang cukup
  • memenuhi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi
  • memberikan makanan bergizi guna menunjang proses pemulihan
  • menurunkan demam menggunakan obat penurun panas sesuai anjuran tenaga kesehatan

Dalam praktik pelayanan kesehatan anak, pemberian vitamin A juga sering dilakukan karena terbukti dapat membantu menurunkan risiko komplikasi pada anak dengan campak. Anak yang sedang mengalami campak sebaiknya tetap beristirahat di rumah dan tidak melakukan kontak dengan anak lain hingga sekitar empat hari setelah ruam muncul, guna mencegah penularan.

Peran Keluarga dalam Mencegah Komplikasi

Peran keluarga sangat penting dalam proses pemulihan anak yang mengalami campak. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan perawatan yang tepat, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memantau perkembangan gejala setiap hari.

Perlu diketahui bahwa infeksi campak dapat menurunkan daya tahan tubuh anak selama beberapa minggu bahkan hingga beberapa bulan setelah sembuh. Pada masa tersebut, anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain sehingga pemenuhan nutrisi yang baik serta pemantauan kondisi kesehatan tetap diperlukan.

Orang tua juga perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, kejang, anak tidak mau minum atau makan, atau demam tinggi yang tidak kunjung turun.

Menjelang Lebaran 2026: Waspada Penularan Saat Mudik

Perayaan Lebaran selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat melalui tradisi mudik dan pertemuan keluarga besar. Perjalanan jarak jauh, kepadatan di transportasi umum, serta interaksi antaranggota keluarga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi, termasuk campak.

Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan menjelang musim mudik. Orang tua perlu memastikan anak telah memperoleh imunisasi campak secara lengkap sebelum melakukan perjalanan, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kontak dengan individu yang sedang sakit.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menghimbau pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di wilayah yang memiliki risiko tinggi. Dalam program tersebut, anak usia 9 hingga 59 bulan dianjurkan memperoleh vaksin campak booster guna meningkatkan kekebalan dan memutus rantai penularan di masyarakat.

Apabila anak mengalami demam yang disertai ruam kemerahan setelah perjalanan atau setelah menghadiri pertemuan keluarga, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Menjelang Lebaran 2026, upaya pencegahan menjadi semakin penting. Melalui imunisasi lengkap, kewaspadaan orang tua terhadap gejala awal penyakit, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, risiko penularan campak dapat ditekan. Kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci penting untuk melindungi anak-anak Indonesia dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.

Inovasi Pelayanan Farmasi: Kompas Dunia Digital Bidang Farmasi
ArtikelNews 24 Feb 2026

Inovasi Pelayanan Farmasi: Kompas Dunia Digital Bidang Farmasi

Oleh: apt. Rizky Budi Santoso., M.Farm ( Dosen Farmasi Universitas Telogorejo Semarang ) Telekonsultasi pasien dalam pelayanan telefarmasi merupakan tahap awal yang sangat penting dalam memastikan akses dan kualitas layanan kefarmasian secara jarak jauh. Alur pelayanan ini dirancang untuk mereplikasi pengalaman konsultasi langsung di apotek melalui media digital, dengan tetap mempertahankan prinsip keamanan, akurasi informasi, dan interaksi profesional antara apoteker dan pasien. Telekonsultasi umumnya dilakukan melalui berbagai platform teknologi seperti aplikasi layanan kesehatan, video conferencing, atau fitur chat interaktif yang tersedia dalam sistem pelayanan digital. Tujuan utamanya adalah memberikan layanan yang cepat, efisien, dan berbasis kebutuhan pasien, tanpa mengorbankan mutu asuhan farmasi. Dalam sistem pelayanan kesehatan digital, proses registrasi dan verifikasi pasien memegang peranan krusial untuk menjamin integritas data, perlindungan privasi, serta kelancaran interaksi klinis. Transformasi digital mengharuskan sistem informasi kesehatan memiliki mekanisme identifikasi yang akurat dan efisien guna mendukung proses pelayanan yang tepat sasaran dan aman. Registrasi dan verifikasi menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan antara pasien dan penyedia layanan. Registrasi pasien dilakukan melalui platform daring yang mengintegrasikan formulir identitas, riwayat medis, dan data demografis. Informasi yang dikumpulkan meliputi nama, tanggal lahir, alamat, serta nomor identitas resmi. Sistem ini memungkinkan pencatatan data awal secara sistematis yang dapat diakses oleh berbagai tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan lintas sektor. Kemudahan registrasi digital juga meningkatkan aksesibilitas layanan, terutama bagi populasi dengan keterbatasan mobilitas Transformasi digital dalam sistem pelayanan farmasi turut mencakup mekanisme penyerahan obat kepada pasien secara daring. Melalui integrasi e-dispensing dan layanan logistik, proses ini dapat dilakukan secara efisien tanpa mengabaikan aspek keselamatan, edukasi, dan standar kualitas farmasi. Apoteker tetap memegang peran sentral dalam memastikan bahwa obat diserahkan secara tepat, sesuai dengan kebutuhan klinis pasien. Setelah konsultasi daring, resep yang diberikan oleh dokter akan diverifikasi oleh apoteker melalui sistem e-dispensing. Tahapan ini mencakup pemeriksaan keabsahan resep, kesesuaian dosis, kemungkinan interaksi obat, serta identifikasi pasien. Edispensing memungkinkan proses validasi resep dilakukan secara tersistem dan terekam, sehingga meningkatkan keamanan dan akuntabilitas pelayanan farmasi. Dalam era digitalisasi layanan kesehatan, dokumentasi menjadi elemen penting yang tidak hanya merekam aktivitas pelayanan, tetapi juga menjamin kesinambungan terapi dan aspek legal. Dalam konteks telepharmacy, seluruh interaksi antara apoteker dan pasien, termasuk konsultasi daring, pemberian informasi obat, dan edukasi, harus dicatat secara sistematis dalam rekam medis elektronik kefarmasian. Teknik ini memperkuat akuntabilitas layanan serta memungkinkan pemantauan longitudinal terhadap efektivitas dan keamanan penggunaan obat Dokumentasi yang akurat juga menjadi dasar bagi evaluasi mutu layanan farmasi, penelusuran insiden medikasi, serta perencanaan intervensi farmakoterapi lanjutan. Di sisi lain, sertifikasi platform digital menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa aplikasi atau sistem yang digunakan telah memenuhi standar keamanan, validitas informasi, serta fitur yang mendukung pharmaceutical care. Sertifikasi ini juga memberikan kepercayaan lebih kepada pengguna dan apoteker dalam mengandalkan layanan daring secara profesional
Dua Dosen Universitas Telogorejo Semarang Terima SK Lektor Kepala dari LLDIKTI Wilayah VI
BeritaNews 24 Feb 2026

Dua Dosen Universitas Telogorejo Semarang Terima SK Lektor Kepala dari LLDIKTI Wilayah VI

Universitas Telogorejo Semarang kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Dua dosen terbaiknya resmi menerima Surat Keputusan (SK) Jabatan Fungsional Lektor Kepala dari LLDIKTI Wilayah VI pada tahun 2026. Adapun dosen yang menerima SK Lektor Kepala tersebut adalah Assoc. Professor Qomariyah, S.S.T., M.Kes dan Assoc. Professor Ns. Iien Noer’aini, M.Kep. Penyerahan SK ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi, kompetensi, serta kontribusi keduanya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pencapaian jabatan akademik Lektor Kepala merupakan salah satu tahapan penting dalam jenjang karier dosen. Proses yang dilalui tidaklah singkat, karena harus memenuhi berbagai persyaratan administratif maupun akademik, termasuk publikasi ilmiah, karya penelitian, serta kontribusi profesional yang berkelanjutan. Diharapkan, peningkatan jabatan akademik ini dapat semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus serta mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya di bidang kesehatan.

Dengan bertambahnya dosen bergelar Lektor Kepala, Universitas Telogorejo Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, profesional, dan berdampak bagi masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan institusi dan bangsa.

Seminar Kesehatan dengan tema “Guru BK di Era Tantangan Mental Health: Strategi Psikologis Mendampingi Siswa Masa Kini”
BeritaNews 12 Feb 2026

Seminar Kesehatan dengan tema “Guru BK di Era Tantangan Mental Health: Strategi Psikologis Mendampingi Siswa Masa Kini”

Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan Seminar Kesehatan dengan tema “Guru BK di Era Tantangan Mental Health: Strategi Psikologis Mendampingi Siswa Masa Kini” sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung penguatan kesehatan mental di lingkungan pendidikan, khususnya di tingkat sekolah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional di bidang psikologi, Prof. Dr. Christin Wibhowo, M.Psi., Psikolog, yang dikenal luas atas kepakarannya dalam psikologi pendidikan dan kesehatan mental. Seminar ini diikuti oleh 88 Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang berasal dari berbagai wilayah, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Salatiga, Kudus, Grobogan, dan Kendal. Dalam paparannya, Prof. Dr. Christin Wibhowo menekankan bahwa tantangan kesehatan mental siswa di era saat ini semakin kompleks, dipengaruhi oleh faktor akademik, sosial, keluarga, hingga perkembangan teknologi digital. Guru BK memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendampingi siswa agar mampu menghadapi tekanan psikologis secara sehat dan adaptif. Seminar kesehatan ini bertujuan untuk:
  1. Meningkatkan pemahaman Guru BK mengenai tantangan kesehatan mental yang dihadapi siswa di era saat ini.
  2. Membekali Guru BK dengan strategi dan pendekatan psikologis yang efektif dalam mendampingi siswa secara profesional.
  3. Menguatkan peran Guru BK sebagai pendamping utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara mental dan emosional.
  4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan tenaga profesional dalam penanganan kesehatan mental siswa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap Guru BK dapat semakin siap dan percaya diri dalam menjalankan perannya, tidak hanya sebagai konselor akademik, tetapi juga sebagai pendamping psikologis yang berkontribusi langsung pada kesejahteraan mental dan emosional peserta didik. Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif dan kolaboratif sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan mental masyarakat.
Waspada Hipertensi dalam Kehamilan: Dampak bagi Ibu dan Janin
ArtikelNews 10 Feb 2026

Waspada Hipertensi dalam Kehamilan: Dampak bagi Ibu dan Janin

Disusun Oleh : Edi Wibowo , SpOG ( Dosen S-1 Kebidanan Universitas Teloorejo Semarang  ) Hipertensi dalam kehamilan bisa membahayakan ibu hamil dan janin. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab hipertensi dalam kehamilan agar kondisi ini dapat dicegah dan ditangani dengan tepat. Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi ketika tekanan darah ibu hamil berada di atas angka 140/90 mmHg. Diperkirakan sekitar 8–10% ibu hamil di seluruh dunia mengalami hipertensi dalam kehamilan. Kondisi ini biasanya muncul saat usia kehamilan sekitar 20 minggu, tetapi bisa juga muncul lebih awal. Tingginya tekanan darah selama kehamilan bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Berikut ini adalah penjelasannya: Hipertensi kronis Hipertensi kronis merupakan tekanan darah tinggi yang sudah terjadi sebelum hamil atau sebelum usia kehamilan memasuki 20 minggu. Kondisi ini sering kali tidak bergejala, sehingga banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi kronis. Hipertensi kronis pada ibu hamil biasanya baru terdeteksi ketika ibu hamil menjalani pemeriksaan kandungan. Hipertensi kronis dengan preeklamsia Jika hipertensi kronis tidak ditangani dengan baik, ibu hamil dapat mengalami preeklamsia. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi yang disertai adanya protein dalam urine. Hipertensi kronis dengan preeklamsia ini biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Hipertensi gestasional Hipertensi gestasional merupakan peningkatan tekanan darah yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Peningkatan tekanan darah ini umumnya tidak disertai dengan adanya protein dalam urine atau kerusakan organ tubuh. Pada ibu hamil yang mengalami kondisi ini, tekanan darah biasanya dapat kembali normal setelah merlahirkan. Preeklamsia Hipertensi dalam kehamilan yang tidak terkontrol dengan baik bisa berkembang menjadi preeklamsia. Selain adanya protein dalam urine, preeklamsia juga dapat disertai dengan kerusakan beberapa organ, seperti ginjal, hati, paru-paru, retina mata, atau otak. Meskipun jarang terjadi, preeklamsia juga dapat dialami wanita setelah melahirkan atau disebut juga preeklamsia postpartum. Eklamsia Eklamsia merupakan kelanjutan dari preeklamsia yang tidak terkontrol atau tidak tertangani dengan baik. Eklamsia merupakan jenis hipertensi dalam kehamilan yang paling parah. Selain tekanan darah tinggi, ibu hamil dengan kondisi ini juga mengalami kejang, bahkan bisa sampai koma. Berbagai Bahaya Hipertensi dalam Kehamilan Hipertensi dalam kehamilan yang tidak ditangani dengan baik tidak hanya membahayakan ibu hamil, tetapi juga janin. Berikut ini adalah berbagai dampak hipertensi dalam kehamilan yang perlu diwaspadai: Pertumbuhan janin terhambat Saat aliran darah ke plasenta berkurang, janin tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan berat badan lahir rendah. Kelahiran prematur                                                                                Jika kondisi hipertensi dalam kehamilan semakin memburuk, dokter akan menyarankan kelahiran bayi secara prematur dengan jalan induksi atau operasi caesar. Hal ini dilakukan untuk mencegah eklamsia dan komplikasi lainnya. Solusio plasenta Solusio plasenta adalah kondisi ketika plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum proses persalinan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan plasenta dan perdarahan hebat. Penyakit kardiovaskular Preeklamsia dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular setelah melahirkan, seperti penyakit jantung dan stroke. Risiko ini akan lebih tinggi jika ibu melahirkan secara prematur. Namun, risiko ini dapat dikurangi dengan pengobatan rutin dan gaya hidup sehat. Selain itu, hipertensi dalam kehamilan yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan hati. Dalam kasus yang parah, kondisi ini juga dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi. Cara Menangani Hipertensi dalam Kehamilan Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi yang harus terus mendapat pemantauan dari dokter. Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan sesuai jadwal. Untuk menangani kondisi hipertensi dalam kehamilan, dokter akan memberikan obat penurun tekanan darah. Obat yang dipilih dokter umumnya sudah disesuaikan dengan kondisi kehamilan agar tidak berdampak pada janin. Saat mendapatkan pengobatan hipertensi dari dokter, ingatlah untuk mengonsumsi obat tersebut sesuai dosis dan petunjuk dokter. Jangan berhenti mengonsumsi atau mengganti dosis tanpa pengawasan dari dokter. Bumil juga dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan bergiziminum jus penurun darah tinggi, istirahat cukup, dan mengelola stres dengan baik. Selain itu, hindari pula merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Agar berbagai dampak hipertensi dalam kehamilan dapat dicegah, penting bagi Bumil untuk rutin menjalani pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu, kondisi kesehatan Bumil dan janin bisa terus terpantau.
Morning Sickness pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
ArtikelNews 09 Feb 2026

Morning Sickness pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Mual dan muntah dalam kehamilan sering disebut juga morning sickness, meskipun hal ini bisa saja terjadi sepanjang hari. Biasanya hal ini dialami pada trimester pertama. Namun, bisa saja berlanjut sampai trimester kedua, bahkan ada pula ibu yang mengalaminya sampai menjelang persalinan. Selama ini, gangguan kehamilan yang paling sering disebut-sebut adalah morning sick, yaitu merasa pusing, mual dan muntah di pagi hari. Bahkan, itu dianggap sebagai tanda-tanda utama seorang perempuan apabila mengalami kehamilan. Mengapa demikian? Hampir sebagian besar perempuan hamil selalu mengeluhkan pusing, mual, dan muntah di pagi hari. Sebenarnya, gangguan ini tidak hanya timbul di pagi hari. Rasa pusing, mual, dan muntah dapat timbul kapan saja, bahkan dapat juga sepanjang hari, hingga muncul istilah all day sick. Sepanjang hari ibu hamil akan merasakan gangguan yang tak jarang berdampak hebat. Apabila tidak segera ditangani, all day sick akan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh, antara lain dehidrasi, berat badan menurun, alkalosis, hingga hipokalemia.   Penyebab Mual Muntah Saat Hamil Mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan disebabkan oleh peningkatan hormon hCG yang umumnya terjadi pada awal kehamilan (minggu ke 6-8), memuncak pada minggu ke 12-14, dan membaik pada minggu ke-22, hingga tubuh sang calon ibu dapat beradaptasi dengan peningkatan produksi hormon tersebut. Mual dan muntah biasanya dapat memburuk di pagi hari karena perut yang kosong atau jika ibu hamil tidak makan dalam porsi yang cukup. Hal ini biasanya terjadi pada 80 – 85 persen kehamilan selama trimester pertama. Cara Mengatasi Mual dan Muntah Saat Hamil Beberapa tips untuk mengatasi gejala mual dan muntah:
  1. Makan dalam Porsi Kecil dan Sering
Lambung yang kosong akan memperburuk keluhan mual. Makan dalam porsi kecil dan sering dapat membantu mempertahankan kadar gula darah, misalnya dengan makanan ringan setiap 2-3 jam sekali. Makanlah secara perlahan dan kunyah makanan dengan sempurna. Sediakan pula cemilan kecil untuk dikonsumsi sepanjang hari.
  1. Konsumsi Makanan Tinggi Protein
Untuk mengurangi mual, sebaiknya Anda mengkonsumsi makanan tinggi protein dan kaya akan vitamin B. Hindari makanan pedas, berlemak, dan gorengan, karena dapat memicu rasa mual.
  1. Jangan Lupa Sarapan
Pada saat Anda bangun dengan perut kosong, rasa mual akan bertambah. Sebaiknya konsumsi sarapan ringan seperti roti atau biskuit atau buah sebelum bangun dari tempat tidur.
  1. Minum yang Cukup
Jangan lupa cukupi asupan cairan sepanjang hari agar Anda tidak dehidrasi selama kehamilan. Bila Anda merasa mual saat minum, hindari minum dalam jumlah banyak sekaligus. Makanlah makanan yang mengandung banyak cairan, atau coba minum minuman yang dingin, seperti jus buah apel atau anggur.
  1. Istirahat Cukup
Stres dan kelelahan dapat memperburuk keluhan mual muntah selama kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya cukup beristirahat.
  1. Tambahkan Lemon dalam Minuman Anda
Aroma lemon dapat membantu mengurangi rasa mual.
  1. Konsumsi Jahe atau Mint
Jahe atau mint dikenal dapat mengurangi rasa mual. Anda dapat mencoba mengonsumsi air jahe, susu jahe, permen jahe, atau teh dengan aroma mint.
  1. Konsumsi Multivitamin
Multivitamin kehamilan dapat mengurangi rasa mual, juga memastikan kecukupan harian asam folat, vitamin B6, dan vitamin D dalam tubuh Anda. Cara Alternatif untuk Mengatasi Mual Saat Hamil Berbagai pengobatan alternatif berikut ini juga bisa menjadi cara yang tepat untuk mengatasi mual saat hamil. Caranya antara lain:
  • Akupresur. Gelang akupresur tersedia tanpa resep di sebagian besar apotek. Studi tentang gelang akupresur memiliki hasil yang beragam, tetapi beberapa wanita tampaknya menganggap gelang itu bisa membantu.
  • Akupunktur. Dengan akupunktur, seorang praktisi terlatih memasukkan jarum setipis rambut ke kulit. Akupunktur bukanlah cara yang terbukti untuk mengobati mual di pagi hari, tetapi beberapa wanita tampaknya merasa terbantu.
  • Jahe. Suplemen jahe herbal juga diduga meringankan mual di pagi hari bagi sebagian wanita hamil. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat digunakan dengan aman selama kehamilan, tetapi ada beberapa kekhawatiran bahwa jahe dapat memengaruhi hormon seks janin sehingga sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
  • Hipnosis. Meskipun hanya ada sedikit penelitian tentang metode ini, beberapa ibu hamil telah menemukan perbaikan gejala mual melalui hipnosis.
  • Aromaterapi. Bukti ilmiah akan metode ini juga sedikit, tetapi ibu bisa mencoba wewangian tertentu, yang biasanya dibuat menggunakan minyak esensial (aromaterapi), untuk membantu mengatasi mual saat hamil.
  Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik. Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
175 Mahasiswa S1 Farmasi Laksanakan KKL ke RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Atsiri
BeritaNews 05 Feb 2026

175 Mahasiswa S1 Farmasi Laksanakan KKL ke RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Atsiri

Sebanyak 175 mahasiswa Program Studi S1 Farmasi bersama dosen pendamping melaksanakan kegiatan Kunjungan Kuliah Lapangan (KKL) pada Selasa, 28 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di RSUP Dr. Sardjito melalui unit UPF Yankestrad serta dilanjutkan ke Rumah Atsiri Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Farmasi Bahan Alam.

Pada kunjungan pertama di UPF Yankestrad RSUP Dr. Sardjito, mahasiswa mendapatkan pemahaman secara langsung mengenai pelayanan kesehatan tradisional yang terintegrasi dengan sistem medis modern. Materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan bahan alam sebagai obat, proses pengolahan, standarisasi produk, hingga penerapan pengobatan tradisional yang aman dan berbasis eviden. Mahasiswa juga diajak untuk memahami bagaimana peran farmasis dalam mendukung layanan kesehatan tradisional yang berkualitas dan terstandar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Rumah Atsiri Indonesia, sebuah pusat edukasi dan produksi minyak atsiri. Di lokasi ini, mahasiswa memperoleh wawasan mendalam mengenai proses produksi minyak atsiri, mulai dari pemilihan bahan baku tanaman obat, teknik penyulingan, hingga pemanfaatannya dalam bidang farmasi dan kesehatan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai rantai produksi bahan alam dari hulu hingga hilir.

Melalui kegiatan KKL ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta minat mahasiswa dalam pengembangan obat berbasis bahan alam. KKL menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon tenaga kefarmasian yang kompeten, profesional, dan berwawasan luas di bidang farmasi bahan alam.

Seminar Series Farmasi 11 : Sinergi Bahan Alam untuk Sediaan Topikal dan Telefarmasi dalam Penatalaksanaan Infeksi Kulit dan Kelamin
BeritaNews 04 Feb 2026

Seminar Series Farmasi 11 : Sinergi Bahan Alam untuk Sediaan Topikal dan Telefarmasi dalam Penatalaksanaan Infeksi Kulit dan Kelamin

Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan Seminar Series Farmasi dengan tema “Sinergi Bahan Alam untuk Sediaan Topikal dan Telefarmasi dalam Penatalaksanaan Infeksi Kulit dan Kelamin.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan akademik mahasiswa dan tenaga kesehatan mengenai penatalaksanaan infeksi kulit dan kelamin melalui pendekatan multidisipliner yang mencakup aspek klinis, terapi farmakologis berbasis bukti ilmiah, pemanfaatan telefarmasi, serta inovasi sediaan topikal berbasis bahan alam. Infeksi kulit dan kelamin masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang relatif tinggi, terutama pada kelompok usia produktif. Faktor risiko seperti kebersihan personal yang kurang optimal, perilaku berisiko, serta kondisi imunitas yang menurun berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian penyakit tersebut. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif menjadi landasan penting dalam upaya pencegahan, diagnosis dini, dan penatalaksanaan yang efektif. Kegiatan ini diselenggarakan pada 31 Januari 2026 oleh HIMAFA Universitas Telogorejo Semarang dan dihadiri oleh 405 peserta yang hadir secara luring (offline) di Auditorium Lantai 4 Universitas Telogorejo Semarang serta peserta yang hadir secara daring (online) melalui media Zoom Meeting, sehingga memungkinkan akses keilmuan yang lebih luas bagi peserta dari berbagai daerah. Seminar Series Farmasi dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Telogorejo Semarang, dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ilmiah seperti seminar memiliki peran strategis dalam menjembatani teori akademik dengan praktik pelayanan kesehatan di lapangan. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara kearifan lokal, inovasi sains, dan perkembangan teknologi dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan di era digital. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pemikiran kritis, sikap profesional, serta integritas sebagai calon tenaga kefarmasian di masa depan. SESI I Patofisiologi Infeksi Kulit Area Genital: dari Invasi Patogen hingga Manifestasi Klinis
  1. Irma Yasmin, Sp.KK
  2. Irma Yasmin, Sp.KK memaparkan materi mengenai patofisiologi infeksi kulit area genital yang mencakup mekanisme invasi patogen, respons sistem imun, serta manifestasi klinis yang muncul. Infeksi kulit dan kelamin dapat ditularkan melalui hubungan seksual maupun jalur nonseksual, seperti kontak cairan tubuh dan transmisi vertikal dari ibu ke janin.
Beberapa infeksi menular seksual (IMS) yang dibahas meliputi gonore, sifilis, ulkus mole, herpes genitalis, kandidiasis, serta infeksi kulit lainnya seperti skabies dan tinea. Pemahaman patofisiologi menjadi dasar penting dalam penegakan diagnosis dan penentuan terapi yang tepat, sehingga dapat mencegah komplikasi serta menurunkan risiko penularan lanjutan. Terapi Farmakologis dalam Penatalaksanaan Infeksi Kulit dan Kelamin: Evidence-Based Practice apt. Gilang Rizki Al-Farizi, M.Farm Apt. Gilang Rizki Al-Farizi, M.Farm menyampaikan materi mengenai terapi farmakologis berbasis evidence-based practice. Pemilihan terapi harus mempertimbangkan jenis patogen, tingkat keparahan penyakit, serta kondisi individual pasien. Beliau menekankan pentingnya penggunaan obat secara rasional, kepatuhan pasien terhadap terapi, serta kewaspadaan terhadap resistensi antibiotik. Dalam hal ini, apoteker memiliki peran strategis dalam memastikan keamanan, efektivitas, dan keberhasilan terapi melalui edukasi serta pemantauan penggunaan obat. Telefarmasi dalam Manajemen Infeksi Kulit dan Kelamin: Akses, Konseling, dan Tindak Lanjut Pasien apt. Yovita Dianae Titiesari, M.Sc Apt. Yovita Dianae Titiesari, M.Sc membahas telefarmasi sebagai bagian dari telemedicine yang berperan dalam meningkatkan akses dan kesinambungan pelayanan kefarmasian. Telefarmasi mencakup konseling obat jarak jauh, telaah resep elektronik, serta tindak lanjut terapi pasien. Pendekatan ini dinilai mampu mengatasi hambatan akses dan stigma pada pasien dengan infeksi kulit dan kelamin, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan, khususnya pada kondisi dermatologi yang bersifat kronis. Integrasi telefarmasi diharapkan dapat mendukung continuity of care dengan tetap mengedepankan prinsip care before cure. Potensi Bahan Alam untuk Sediaan Topikal dalam Mengatasi Infeksi Kulit dan Kelamin: Bukti Ilmiah & Inovasi Formulasi apt. Farah Destiyana, M.Farm Apt. Farah Destiyana, M.Farm memaparkan potensi bahan alam sebagai alternatif sediaan topikal dalam penatalaksanaan infeksi kulit dan kelamin. Berbagai tanaman obat diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin yang memiliki aktivitas antimikroba dan antiinflamasi. Namun, efektivitas bahan alam tidak hanya ditentukan oleh kandungan senyawa aktif, tetapi juga oleh inovasi formulasi. Faktor stabilitas, kemampuan penetrasi kulit, serta kenyamanan penggunaan menjadi aspek penting agar sediaan topikal berbasis bahan alam dapat diaplikasikan secara optimal dalam praktik klinis. PENUTUP Seminar Series Farmasi ini memberikan pemahaman yang terintegrasi mengenai penatalaksanaan infeksi kulit dan kelamin dari aspek klinis, terapi farmakologis, pemanfaatan teknologi layanan kefarmasian, hingga inovasi bahan alam. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi serta peran aktif mahasiswa dan tenaga kefarmasian dalam memberikan pelayanan kesehatan yang rasional, aman, dan berorientasi pada pasien.