Tak Berkategori
PENGUMUMAN KEGIATAN PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS MAHASISWA BARU ( PKKMB ) 2023/2024
Melahirkan dengan Gentle Birth, Siapa Takut?

Disusun Oleh : Qomariyah, S.ST., M.Kes ( Dosen S-1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang )
Metadeskripsi: Apa itu pengertian gentle birth? Apa konsep-konsep yang harus dipahami tentang gentle birth dan bagaimana mempersiapkan diri untuk gentle birth?
Persalinan merupakan prosedur yang terdengar menakutkan bagi sebagian besar wanita. Tak heran jika kemudian muncul berbagai teknologi dan cara untuk membuat proses ini jadi terdengar lebih menenangkan. Salah satu cara yang belakangan semakin banyak digunakan adalah teknik gentle birth.
Menunggu kelahiran si kecil memang merupakan saat-saat yang menegangkan. Perasaan cemas dan takut ini adalah hal yang wajar selama itu tidak berlebihan. Pasalnya, rasa takut yang berlebihan malah bisa memicu rasa sakit yang tidak tertahankan saat persalinan. Untuk itulah konsep gentle birth hadir agar memudahkan para ibu yang akan melahirkan. Simak penjelasan lengkap mengenai gentle birth berikut ini!

Apa Itu Gentle Birth?
Gentle birth merupakan konsep dalam persalinan yang dilakukan dengan tenang. Tujuannya adalah untuk meminimalisasi rasa sakit yang dirasakan oleh ibu yang sedang melahirkan. Biasanya gentle birth dilakukan dengan menggunakan metode hypnobirthing. Ini adalah metode yang memadukan teknik hipnosis untuk membantu relaksasi. Pada akhirnya, ini bisa mengurangi rasa cemas, takut serta sakit selama prosedur persalinan.
Meski gentle birth identik dengan persalinan normal, namun ternyata ini juga bisa digunakan pada persalinan dengan C-section atau operasi Caesar. Konsep ini banyak dipakai di luar negeri dan sering disebut sebagai gentle cesarean birth.
Jika Anda tertarik melakukan persalinan dengan gentle cesarean birth, pastikan penyedia layanan kesehatan yang Anda gunakan sudah mendukung konsep ini. Dalam prosesnya, ibu bisa memilih dan memutuskan sendiri apa yang paling baik untuk dirinya dan si kecil.
Misalnya saja, Anda diperbolehkan untuk memutar musik tertentu selama prosedur operasi dilakukan. Ini akan membuat suasana ruang operasi jadi lebih santai sampai kelahiran si kecil. Bisa juga dengan meminta dokter memberikan kesempatan skin-to-skin contact segera setelah kelahiran dan melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini).
Konsep dalam Gentle Birth
Dilansir dari laman Made for Mums, konsep gentle birth pertama kali dikembangkan oleh seorang dokter kandungan bernama dr. Gowri Motha pada tahun 1980-an. Karena melihat banyak wanita yang tidak siap melahirkan, dia ingin membantu mereka agar prosesnya jadi lebih mudah dan tenang. Ada beberapa keuntungan dari proses persalinan dengan gentle birth antara lain:
- Menciptakan suasana yang tenang dan relaks saat persalinan
- Jika dilakukan dengan benar bisa mengurangi ketegangan dan rasa sakit saat proses persalinan
- Mengurangi stres saat menghadapi proses persalinan
- Mempersingkat durasi persalinan serta proses pemulihan setelahnya.
Tips Mempersiapkan Diri untuk Gentle Birth
Agar proses gentle birth yang dilakukan sesuai harapan, tidak hanya ibu yang harus bersiap-siap. Dukungan dari orang terdekat dan pusat layanan kesehatan juga penting. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk gentle birth adalah:
- Ciptakan suasana persalinan yang sesuai dengan keinginan. Konsultasikan hal ini pada pihak rumah sakit jauh-jauh hari agar dokter maupun Anda bisa mengetahui hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama persalinan nanti
- Sugesti positif. Pemberian sugesti positif atau hypnobirthing sangat penting dalam persalinan gentle birth. Dengan cara ini Anda memberikan sugesti pada tubuh Anda bahwa proses persalinan ini akan berlangsung dengan lancar dari awal sampai akhir. Sugesti ini akan membangkitkan rasa percaya diri ibu sehingga proses melahirkan akan jadi lebih mudah
- Belajar lebih dulu. Teknik melahirkan dengan gentle birth tentu tak bisa dipelajari sehari sebelum persalinan. Anda maupun pasangan perlu mempelajari setiap langkah-langkahnya sejak dini. Hal ini penting agar saat hari persalinan tiba, Anda sudah tahu apa saja yang harus dilakukan. Ada banyak situs yang bisa diakses sebagai sumber informasi
- Keamanan adalah hal utama. Sebelum proses persalinan, setiap ibu harus memastikan tidak ada risiko atau komplikasi kehamilan yang akan membahayakan dirinya maupun si kecil. Usahakan untuk tetap siap sedia seandainya ada situasi darurat yang memaksa ibu dibawa ke rumah sakit dengan perawatan yang lebih intensif. Bicarakan ini dengan pasangan dan keluarga agar Anda bisa sama-sama mempersiapkannya.
Perlu diingat bahwa proses gentle birth tetap mempertimbangkan prosedur keamanan, baik bagi ibu maupun bayi. Karena itu, tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan metode apa yang ingin Anda pilih, ya!
Sehat di Era New Normal, Pertahankan Kebiasaan Baik Ini!

Disusun Oleh : Ns. I'ien Noeraini, M.Kep Dosen D3 – Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Metadeskripsi: Bagaimana mempertahankan kesehatan di era new normal agar tak mudah sakit? Simak beberapa tips penting berikut ini!
Selama pandemi, ada banyak kebiasaan dalam keseharian kita yang berubah. Karena khawatir terinfeksi virus, banyak orang yang kemudian berusaha menerapkan gaya hidup sehat. Selain menghindari aktivitas di luar rumah yang menyebabkan kontak dengan orang lain, kebiasaan olahraga dan konsumsi makanan sehat juga meningkat.
Setelah pandemi mulai mereda dan kita memasuki era new normal, muncul pertanyaan baru: kebiasaan apa saja yang sebaiknya kita pertahankan agar bisa tetap sehat di era new normal? Berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Makan yang Menyehatkan
Salah satu kebiasaan baik yang muncul selama pandemi adalah memasak makanan sendiri di rumah. Selain karena banyak restoran yang tutup atau membatasi kunjungan, memasak sendiri di rumah memungkinkan Anda merancang menu yang sehat untuk keluarga.
Karena virus masih ada di luar sana, pertahankan pola makan yang sehat dan seimbang dengan berbagai jenis makanan sehat. Belilah bahan makanan yang masih segar dari pasar terdekat di kota Anda. Mencoba menu baru di akhir pekan juga bisa menjadi pilihan agar masak di rumah tidak terasa membosankan.
2. Lebih Sering Berolahraga
Bukan rahasia lagi kalau berolahraga secara rutin sangat baik bagi tubuh. Selama pandemi, banyak orang yang tidak bisa berangkat ke gym atau pusat kebugaran langganan mereka. Ini sebenarnya bukan masalah karena Anda bisa tetap melakukan berbagai jenis latihan di rumah. Yoga atau senam dengan gerakan yang simpel bisa jadi pilihan sederhana dan menyehatkan untuk dilakukan di rumah.
Tentu saja Anda juga bisa memacu detak jantung dengan melakukan olahraga di luar ruangan. Jogging keliling komplek rumah atau di taman kota akan menjadi cara yang ampuh membakar kalori. Pastikan Anda mengenakan pakaian dan sepatu olahraga yang nyaman serta melakukan pemanasan dan pendinginan yang benar, ya!

3. Latihan Pernapasan dan Stretching Secara Rutin
Kalau Anda hanya punya sedikit waktu luang yang bisa disisihkan untuk berolahraga, coba sediakan setidaknya 10 sampai 20 menit dalam sehari untuk melakukan latihan pernapasan dan stretching (peregangan). Melakukan dua aktivitas ini akan membantu Anda menjernihkan pikiran dari stres yang Anda alami hari itu.
Stretching juga bisa membantu mencegah sakit otot dan sendi akibat duduk terlalu lama. Ini sangat penting, terutama bagi Anda yang bekerja dari rumah (Work from Home). Agar aktivitas ini semakin seru dan menyenangkan, libatkan seluruh anggota keluarga. Ini adalah cara yang sederhana untuk menumbuhkan kesehatan mental dan fisik.
Tidak hanya bagi orang dewasa, latihan pernapasan dan peregangan ini juga bermanfaat untuk anak-anak. Gunakan waktu ini untuk beristirahat dari kesibukan sembari mempererat bonding dengan orang-orang terdekat Anda.
4. Banyak Habiskan Waktu di Luar Ruangan
Karena PPKM, banyak di antara kita yang harus membatasi diri dari aktivitas sosialisasi terutama di tempat-tempat umum. Tak heran jika area yang luas dan hijau di alam terbuka kerap jadi pilihan untuk menyegarkan kembali pikiran. Taman, jalan setapak atau sekadar padang rumput di perkampungan jadi tujuan untuk sekadar melepaskan penat.
Jika Anda sering duduk santai di alam terbuka selama pandemi, tetap jadikan hal tersebut sebagai kebiasaan sehat di era new normal. Berpiknik sore hari di taman akan menjadi cara yang menyenangkan untuk quality time dengan keluarga dan teman.
5. Pelajari Skill Baru
Di awal pandemi, banyak di antara kita yang kemudian memiliki waktu luang lebih banyak dari biasanya. Alhasil, kita pun berusaha mencari beragam kegiatan dan hobi baru untuk mengisi kekosongan tersebut. Mulai dari mencoba resep-resep baru atau sekadar berkebun di belakang rumah.
Meskipun sudah berada di era new normal, jangan tinggalkan kebiasaan baik ini. Manfaatkan waktu Anda untuk mencoba hal-hal baru yang bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun mental Anda. Misalnya saja dengan melakukan hiking atau bersepeda.
Itulah beberapa aktivitas sehat di era new normal yang bisa Anda terapkan. Ajak keluarga untuk bersama-sama melakukannya agar lebih bersemangat, ya!
UPAYA PENANGANAN DENGAN METODE PEACE & LOVE PADA CEDERA OTOT GASTROCNEMIUS

Disusun Oleh : Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H Dosen S-1 Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang
Kaki merupakan alat gerak bagian bawah yang mempunyai peran penting untuk melakukan aktivitas sehari hari. Bahkan hampir 70% aktivitas yang kita lakukan sering kali dilakukan oleh anggota ekstremitas bawah. Maka apa yang terjadi jika secara tiba-tiba bagian kaki kita terasa mendadak seperti tersengat lebah pada bagian otot betis ( Gastrocnemius muscle ) yang menyebabkan nyeri yang sangat hebat? Tentu nya aktivitas kita akan terhambat salah satunya aktivitas berjalan. Cedera yang terjadi pada otot betis sering kali dijumpai di kalangan masyarakat misalkan para atlet, atau seseorang yang sedang melakukan olahraga, hal tersebut maka tidak bisa terhindari hari cedera tersebut.
Beberapa cedera bisa terjadi pada saat masyarakat melakukan aktivitas fisik. Misalkan cedera saat melakukan olahraga, hal tersebut mungkin sangat sering dijumpai di kalangan masyarakat, dengan kurangnya durasi peregangan pada tubuh yang dilakukan maka akan menimbulkan cedera ringan sampai cedera barat yang akan menyebabkan terganggunya fungsional dari anggota gerak tubuh kita. Oleh hal itu perlunya kita mengetahui intensitas, dan durasi yang tepat dan jenis peregangan agar tidak menimbulkan daya otot menjadi kaget dan akhirnya menyebabkan ketegangan pada otot yang sering kita sebut sebagai kram.
Adapun beberapa faktor yang menyebabkan cedera pada otot betis yaitu :
- Kurang melakukan pemanasan saat berolahraga
- Kurang melakukan aktivitas fisik
- Kurang melakukan Latihan peregangan pada anggota tubuh gerak
Pada hal ini fisioterapi memiliki peranan dalam memberikan penanganan terhadap cedera yang terjadi, baik dalam kondisi cedera akut maupun kondisi kronis. Masing- masing cedera yang terjadi tentu memiliki beberapa penanganan berbeda sesuai dengan lama waktu cedera, perubahan kondisi fisik , dan dampak yang ditimbulkan dari cedera tersebut. Penanganan fisioterapi yang sedang ramai di bicarakan yaitu penanganan PEACE & LOVE. Penanganan ini fisioterapis berasal Italia yaitu Blaise dan Jean – Francous Esculier, sehingga tidak berhenti di fase healing atau perbaikan jaringan saja akan tetapi juga memperhatikan aspek pemulihan cedera. di fase pemugaran jaringan menggunakan prinsip PEACE, sedangkan pemulihan menggunakan prinsip LOVE.

P – Protection ( Proteksi )
Hindari tumpuan dan batasi selama 1 – 3 hari setelah cedera untuk meminimalisir perdarahan yang memperburuk penyembuhan jaringan. Istirahat juga harus diminimalisir dan dibatasi karena terlalu lama beristirahat dapat merugikan kekuatan dan kualitas jaringan.
E – Elevation ( Elevasi )
Mengangkat bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung sesering mungkin yang bisa dilakukan. Meskipun belum ada bukti yang kuat yang mendukung elevasi ini, namun masih direkomendasikan karena jika dinilai untung-ruginya, tidak memberikan resiko yang tinggi yang berdampak buruk.
A – Avoid Anti Inflamatory ( Hindari Anti Inflamasi )
Hindari penggunaan obat anti inflamasi dan kompres es. Meskipun masih banyak digunakan, namun belum ada bukti yang berkualitas yang menunjukkan efektifitas es dan obat anti inflamasi dalam penyembuhan jaringan lunak. Studi terkini lebih banyak mengkritisi penggunaan es dalam pengobatan cedera akut, dimana penggunaan es dapat mengganggu peredaran darah yang mengangkut zat-zat alami penting dalam penyembuhan jaringan. Sedangkan obat anti inflamasi, jika digunakan secara berlebihan, akan mengganggu regenerasi jaringan lunak.
C – Compression ( Kompresi )
Gunakan elastic bandage atau kinesiotape untuk mengurangi pembengkakakan.
Meskipun masih dalam perdebatan namun kompresi seteleh cedera ankle dapat mengurangi pembengkakan sendi dan perdarahan jaringan.
E – Education ( Edukasi )
Berikan edukasi kepada pasien untuk terlibat aktif dalam pemulihan dan hindari penggunaan modalitas pasif (elektoterapi, manual terapi atau akupuntur ) secara berlebihan.
Edukasi tentang nyeri dan fase pemulihan jaringan juga dapat menghindari efek nocebo yang seringkali berujung overtreatment, baik penggunaan obat dan injeksi yang berlebihan atau tindakan operasi yang bisa dicegah.
Kemudian dilanjutkan dengan istilah LOVE
L – Loading ( Pembebanan )
Lakukan pembebanan secara bertahap dengan menggunakan toleransi nyeri sebagai petunjuk dosis. Pendekatan aktif dengan gerakan dan latihan berdampak positif bagi pasien dengan gangguan muskuloskeletal. Pembebanan dan gerakan harus dilakukan sesegera mungkin setelah kondisi memungkinkan. Pembebanan yang optimal tanpa menimbulkan nyeri dapat membantu proses penyembuhan, remodeling jaringan dan membangun toleransi dan kapasitas tendon, otot dan ligamen.
O – Optimism ( Optimis )
Kondisikan pikiran untuk senantiasa positif dan percaya diri. Otak memainkan peranan penting dalam proses pemulihan. Faktor psikis negatif seperti ketakutan, kecemasan dan depresi dapat menghambat pemulihan secara signifikan. Karena pesimisme akan memperburuk dan memperlambat proses pemulihan, maka klinisi harus memberikan motivasi optimisme asal masih dalam kerangka realistis.
V – Vascularisation ( Vaskularisasi )
Lakukan latihan kardiovaskuler untuk memperlancar perdaran darah.
Aktivitas fisik termasuk komponen kardiovaskuler yang penting dalam pemulihan cedera muskuloskeletal, meskipun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, berapa hari setelah cedera sebaiknya latihan fisik mulai dilakukan untuk memperlancar aliran darah ke jaringan yang cedera.
E – Exercise ( Latihan )
Lakukan latihan seperti strenghtening, stretching, dan propioception untuk pemulihan. Latihan akan membantu memulihkan mobilitas, kekuatan dan proprioception setelah cedera.
Proses penanganan tersebut pula memberikan jumplah prognosis yang cukup baik untuk penanganan pada proses cedera tersebut. Oleh sebab itu pentingnya menjaga peregangan pada tubuh sebelum melakukan aktivitas fisik maupun olahraga menjadi point sangat penting untuk meminimalisir terjadinya cedera pada anggota gerak.
PENUTUPAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) PROGRAM STUDI S-1 FARMASI

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu momen yang sangat berarti bagi mahasiswa dalam menjalankan misi sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Namun, seperti setiap awal memiliki akhir, begitu pula dengan KKN. Saat tiba waktunya untuk menutup perjalanan KKN, banyak kenangan dan pelajaran berharga yang akan dikenang sepanjang hayat. Tidak hanya bagi masyarakat, KKN juga memberikan dampak yang besar bagi mahasiswa itu sendiri. Mereka mengalami pertumbuhan pribadi, pengembangan keterampilan sosial, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang realitas sosial. Melalui KKN, mahasiswa belajar untuk bekerja sama dalam tim, menghadapi tantangan, dan beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda. Semua pengalaman ini akan membentuk mereka menjadi individu yang lebih matang, tangguh, dan peka terhadap masalah sosial.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) S-1 Farmasi tahun 2023 di Kelurahan Krobokan telah selesai. Acara penutupan berlangsung pada Minggu, 2 Juli 2023 di Kantor Kelurahan Krobokan, Semarang. Penutupan KKN S-1 Farmasi ini dilakukan dengan senam bersama antara mahasiswa dengan seluruh warga pada Kelurahan Krobokan Semarang. Penutupan KKN berlangsung secara meriah dengan antusias dari mahasiswa dan warga Kelurahan Krobokan yang sangat memukau. Penutupan KKN S-1 Farmasi juga berkolaborasi dengan Program Studi S-1 Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang untuk memandu senam sehat bersama ini. Kegiatan senam dimulai pukul 07.00 dan dilanjutkan dengan pembagian banyak door prize. Hadiah yang diberikan beranekaragam seperti dispenser, kompor gas dan masih banyak lagi. Kegiatan diselingi dengan live music dari pihak mahasiswa maupun warga dan peserta KKN menyediakan Snack dan air minum untuk semua peserta kegiatan.

Program kerja KKN S-1 Farmasi pada tahun 2023 adalah kegiatan toga. Tujuan kegiatan tiga ini adalah untuk mengajak mahasiswa terlibat dalam kegiatan penanaman, pemeliharaan, dan penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA) di masyarakat. Melalui KKN ini, mahasiswa dapat berperan aktif dalam memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat serta penggunaan tanaman obat tradisional dalam upaya menjaga kesehatan. Peserta KKN diberi sepetak lahan taman kota di Kelurahan Krobokan untuk dapat kita kelola sebagai taman toga STIKES Telogorejo Semarang. Pada taman toga ini peserta KKN menanam berbagai macam tumbuhan obat seperti jahe, kunyit, temulawak, kencur, sirih, kemangi, sambiloto, binahong, daun kumis kucin, dan lain sebagainya. Peserta KKN menghias taman toga dengan sangat rajin dan rapih, mengecat dengan warna yang menarik, serta dibuatkan pagar pembatas taman toga.
Akhir pada acara penutupan dilakukan dengan penarikan kembali mahasiswa oleh pihak kampus STIKES Telogorejo Semarang kepada Kelurahan Krobokan Semarang, pemberian kenang kenangan, penandatangannan berita acara, sertifikat dan kegiatan foto bersama.
KUNJUNGAN STUDI BANDING KE UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Studi Banding merupakan sebuah konsep belajar yang dilakukan di lokasi dan lingkungan berbeda yang merupakan kegiatan yang lazim dilakukan untuk maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan peraturan perundangan, dan lain-lan.
Rabu, 21 Juni 2023 STIKES Telogorejo Semarang berkunjung ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia.

Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk menjalin silaturahmi dan studi banding Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia.
STIKES Telogorejo Semarang mendelegasikan 4 orang yaitu dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D. ( Ketua STIKES Telogorejo Semarang ), Waket I, Waket II, Kaprodi S-1 Farmasi, Dosen S-1 Farmasi dan Ka. UPT.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menguatkan jaringan kerja sama antar kedua belah pihak terutama dalam peningkatan mutu.
KUNJUNGAN & PENANDATANGANAN MOU KERJA SAMA J-ACCES

Japan Association Of Career Course and Employment Support ( J-ACCES ) atau disebut juga sebagai Asosiasi Pelatihan Karir dan Ketenagakerjaan Jepang terkait magang kerja mahasiswa ke Negeri Matahari Terbit tersebut.
Kunjungan ini di hadiri oleh tiga perwakilan dari J-ACCES yaitu Mr.kazumasa nakamura, Mr. Hiroyuki Iramina dan Mr. Hari Sutopo ( perwakilan JACCES di Indonesia ). Kunjungan pihak J-ACCES di sambut oleh dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D. (Ketua STIKES Telogorejo Semarang) dengan didampingi Waket II serta tim Kerja sama STIKES Telogorejo.

Dalam kunjungan kali ini, pihak J-ACCES melakukan penandatanganan MOU kerja sama dengan STIKES Telogorejo Semarang dan dilanjutkan pemaparan sosialisasi terkait program-program J-ACCES meliputi prosedur pendaftaran serta hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh mahasiswa.
Harapan dengan adanya kunjungan ini, mahasiswa dapat temotivasi untuk lebih berkembang dan nantinya banyak mahasiswa STIKES Telogorejo Semarang yang mendapat kesempatan mengikuti program magang ke Jepang.
PERGAULAN SEHAT DI KALANGAN MAHASISWA & PENYAKIT SERTA TERAPI GANGGUAN SISTEM UROGENITAL
Disusun Oleh : Anak Agung Pradnya Paramitha Vidiani ( Dosen S-1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang)

Program Studi S-1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo Semarang dalam rangka meimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mengadakan kegiatan praktisi mengajar pada hari Jumat 9 Juni 2023 di Ruang Auditorium STIKES Telogorejo Semarang. Kegiatan ini menghadirkan dua praktisi yaitu psikolog dari Lembaga Psikologi Taman Bintang dan dokter spesialis Kulit dan Kelamin dari Rumah sakit Primaya Semarang. Praktisi yang membawakan materi pertama yaitu CVR Abimanyu, S.Psi., M.Psi., dengan tema pergaulan sehat di kalangan mahasiswa lalu dilanjutkan oleh praktisi kedua yaitu dr. Ricsky Erika Pratami, SpDV. yang membawakan materi yaitu Penyakit dan Terapi gangguan Sistem Urogenital. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa program studi farmasi dari semester dua sampai dengan semester delapan.
Praktisi mengajar merupakan salah satu program yang melibatkan praktisi dalam perkuliahan. Praktisi yang telah berpengalaman di bidangnya dapat memperkaya pembelajaran untuk para mahasiswa. Selama proses perkuliahan, praktisi dapat menghadirkan contoh kasus atau perkembangan terkini dari dunia usaha dan dunia industri. Program Praktisi Mengajar merupakan salah satu program untuk mengakselerasi penguasaan pengetahuan para mahasiswa terkait berbagai bidang ilmu dan keterampilan dunia industri.
Kegiatan praktisi mengajar ini diawali dengan sambutan oleh ketua program studi S-1 Farmasi STIKES Telogorejo Semarang yaitu apt. Dra. Tunik Saptawati, M.Si. Med. Dalam sambutannya beliau menyampaikan berharap mahasiswa dapat menambah ilmu, informasi, serta dapat mengetahui terkait materi yang disampaikan oleh kedua praktisi. Disampaikan pula bahwa tujuan dari kegiatan praktisi mengajar ini adalah untuk menambah wawasan mahasiswa tentang pergaulan sehat dan kekinian sehingga tidak sampai terjerumus pada pergaulan yang membawa efek negatif. Dari sisi ilmu farmasi khususnya farmakoterapi, kegiatan ini bertjuan untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa tentang infeksi menular seksual utamnya tentang terapi dan kasus-kasus infeksi menular seksual.

Materi pertama diawali oleh CVR Abimanyu, S.Psi., M.Psi., atau yang disapa dengan panggilan Abi. Abi melakukan diskusi interaktif terhadap mahasiswa dengan menanyakan seberapa sehat pergaulan mereka. Tantangan untuk melakukan pergaulan sehat sangat besar di kota besar. Di kota besar seperti Semarang banyak sekali tempat hiburan malam yang dapat memfasilitasi anak-anak muda melakukan pergaulan bebas seperti minum alkohol, menggunakan obat terlarang dan seks bebas. Hal ini merupakan tantangan bagi mahasiswa untuk mempertahankan pergaulan sehat yang selama ini sudah dilakukan
Abi menjelaskan bahwa seks bebas dan menggunakan obat terlarang merupakan hal kuno bukan hal kekinian yang harus dibanggakan. Selain itu Abi juga menjelaskan bahwa tempat seseorang tumbuh akan menentukan seseorang tersebut berbuat seperti apa maka dari itu Abi memperingatkan mahasiswa untuk bisa lebih bijak dalam menyikapi tantangan di kota besar. Pergaulan sehat ini didasarkan oleh lima pilar yaitu sehat fisik, sehat emosi, sehat finansial, sehat sosial dan sehat seksual.
Materi kedua dibawakan oleh dr. Ricsky Erika Pratami Sp.DV atau yang biasa disapa dengan panggilan dr. Ricsky ini memaparkan penyakit sistem urogenitalis yang berfokus pada Infeksi Menular Seksual (IMS). IMS merupakan penyakit yang semakin berkembang, dengan penularan lebih dari 1 juta setiap tahunnya.
dr. Ricsky menjelaskan sebutan dari IMS diawali dengan penyakit kelamin lalu seiring berjalannya waktu dapat dikatakan menjadi penyakit menular seksual namun karena penyakit menular seksual ini mayoritas disebabkan karena infeksi maka disebutkan IMS. IMS dapat berasal dari bakteri, virus, jamur, protozoa dan ektoparasit. Namun angka tertinggi IMS disebabkan karena bakteri dan virus. IMS pendekatan dengan sindrom seperti Urethiris gonore, urethritis non spesifik, infeksi genital non spesifik, trikomoniasis vaginalis, herpes dijelaskan terperinci berdasarkan gejalanya. Selain itu cara pemeriksaan laboratorium, pengambilan sekret di paparkan oleh dr. Ricsky. Tatalaksana terapi dari IMS dijelaskan terperinci oleh dr. Ricsky. Hal ini berhubungan dengan mata kuliah mahasiswa Farmasi untuk penatalaksanaan terkait tataterapi IMS. Selain itu dr. Ricsky mengingatkan mahasiswa dampak dalam seks bebas terhadap penyakit IMS ini.

Para mahasiswa sangat tertarik dengan kegiatan ini ditandai dengan respon pertanyaan materi yang disampaikan oleh kedua praktisi ini. Banyak sekali manfaat dan pengetahuan yang diperoleh para mahasiswa dalam praktisi mengajar ini. Satu hal yang harus dipahami oleh mahasiswa yang disampaikan narasumber “Pergaulan sehat akan berlangsung selamanya. Keberadaan diri anda tidak bergantung pada jumlah like anda disosial mediaâ€Â
