Tak Berkategori
PELATIHAN BTCLS UNTUK MAHASISWA KEPERAWATAN

Kecelakaan atau bencana dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Tenaga Kesehatan sebagai lini terdepan dalam pelayanan gawat darurat harus mampu menangani masalah yang diakibatkan kecelakaan atau bencana secara cepat dan tepat.
Oleh karena itu perawat dituntut untuk memiliki kompetensi dalam mengangani masalah kegawat daruratan akibat trauma dan ganguan kardiovaskuler.
Salah satu upaya dalam peningkatan kompetensi tersebut dilakukan melalui pelatihan.
Basic Trauma Caridac Life Support (BTCLS) merupakan salah satu pelatihan dasar bagi perawat dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardioviskuler.
Penanganan masalah tersebut ditujukan untuk memberikan bantuan hidup dasar sehingga dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalisirkan kerusakan organ serta kecacatan penderita.

STIKES Telogorejo Semarang bekerja sama dengan PT. Smart Emergency Services Indonesia mengadakan Pelatihan BTCLS untuk mahasiswa S-1 Keperawatan dan D-3 Keperawatan pada 17 Juli 2023 samapi dengan 29 Juli 2023.
Pelatihan ini dibentuk untuk meningkatkan kompetensi perawat khususnya di bidang kegawat daruratan medis. Meningkatnya baik kualitas maupun kuantitas kegawatan yang terjadi baik kegawatan sehari-hari maupun bencana menuntut perawat harus selalu aktif dan selalu berusaha meningkatkan kemampuannya.
Pelatihan BTCLS bertujuan untuk membekali mahasiswa dan para perawat untuk menangani kegawat daruratan. Materi yang di berikan pada pelatihan ini meliputi penanganan pasien trauma, gangguan pernafasan, kegawat daruratan kardiovaskuler, RJP pada anak dan dewasa.
MENGENAL TANDA DAN BAHAYA KEHAMILAN DENGAN PRE EKLAMSIA

Disusun oleh Ns. Rusmiyati, S.Kp. M.Si. Med. ( Dosen S-1 Keoerawatan STIKES Telogorejo
Semarang )
Apa itu Preeklamsia ?
Preeklamsia adalah kondisi akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol pada ibu hamil. Kondisi preeklamsia pada ibu hamil harus segera ditangani. Jika tidak, kondisi preeklamsia dapat berkembang menjadi eklampsia dan memiliki komplikasi yang fatal baik bagi ibu maupun bagi janinnya.
Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengenali berbagai tanda bahaya saat hamil agar bisa mewaspadainya.
Kondisi preeklamsia dapat terjadi akibat plasenta janin yang tidak berfungsi dengan baik. Biasanya plasenta yang tidak berfungsi dengan baik disebabkan oleh kelainan, selain itu, masalah kesehatan seperti gizi buruk, kadar lemak tubuh yang tinggi, tidak cukupnya aliran darah ke rahim, dan genetik mungkin juga bisa menyebabkan preeklamsia.
Preeklamsia yang sudah parah dan diikuti kejang dapat berkembang menjadi eklampsia. Preeklampsia dan eklampsia yang terjadi saat atau sesaat setelah kehamilan dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius bagi ibu, bahkan bisa mengakibatkan kematian.
Wanita hamil dengan tekanan darah normal pun dapat mengalami preeklampsia. Umumnya gejala preeklampsia bisa terlihat saat memasuki usia kehamilan 20 minggu

Agar ibu hamil lebih waspada, berikut ini beberapa tanda dan gejala preeklamsia yang perlu diperhatikan :
Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi selama hamil adalah kondisi yang sangat bahaya dan dapat menjadi tanda preeklampsia.Bahkan, meskipun bukan sebagai gejala preeklamsia, tekanan darah tinggi juga menjadi masalah lain. Batas atas tekanan darah tinggi yaitu 140/90 mmHG yang diukur dua kali dalam keadaan dan jeda waktu berbeda.
Namun pada preeklampsia berat, tekanan darah bisa sampai >160/110 mmHg.
Urine mengandung protein (proteinuria)
Proteinuria adalah tanda preeklampsia yang bisa ditemukan dengan pemeriksaan medis. Kondisi ini artinya, hasil protein yang biasanya hanya ada di darah, tumpah ke dalam urine.
Cara memeriksa tanda preeklampsia ini :
Perawat akan mencelupkan strip ke dalam sampel urine, cara kerjanya mirip test pack. Bila strip mengeluarkan hasil 1+ itu tanda preeklampsia ringan sedang dialami. Sementara itu bila hasilnya >2+ mengalami preeklampsia berat. Bila kadar protein dalam darah menunjukkan hasil +1, maka tetap mengalami preeklampsia meski tekanan darah ibu hamil di bawah 140/90 mmHg.
Pembengkakan (edema) di kaki
Kondisi kaki bengkak selama kehamilanah merupakan hal yang wajar. Namun, bisa menjadi tidak wajar bila cairan di kaki sangat banyak sampai membuat bengkak parah. Ini salah satu gejala preeklamsia yang sering disepelekan karena dianggap wajar. Edema atau pembengkakan ini terjadi karena cairan berlebih di dalam tubuh. Biasanya terjadi di kaki, wajah, mata, dan tangan.
Sakit kepala
Gejala preeklamsia berikutnya yang perlu diperhatikan adalah sakit kepala yang berdenyut sangat parah. Kadang, rasa sakitnya mirip dengan migrain yang sering sulit hilang.
Mual dan muntah
Bila di pertengahan kehamilan mengalami mual sampai muntah, itu gejala preeklamsia yang harus diwaspadai. morning sickness hanya akan terjadi di trimester pertama dan menghilang di trimester dua dan tiga. Yang perlu di waspadai ketika mual dan muntah di pertengahan kehamilan karena bisa menjadi gejala preeklamsia. Segera lakukan pemeriksaan tekanan darah dan proteinuria di urine.
Nyeri area perut dan bahu
Nyeri di area ini disebut nyeri epigastrik yang biasanya terasa di bawah tulang rusuk sisi kanan. Gejala preeklamsia yang satu ini biasanya tersamarkan dengan rasa mulas, gangguan pencernaan, atau rasa sakit karena tendangan bayi. Perbedaan nyeri bahu biasa dengan gejala preeklamsi yaitu, rasanya seperti ada yang mencubit di sepanjang tali bra atau di leher.
Terkadang kondisi seperti ini membuat sakit ketika berbaring ke sisi kanan. Gejala nyeri ini salah satu tanda sindrom HELLP atau ada masalah di hati (liver).
Nyeri punggung bawah
Nyeri punggung bawah merupakan keluhan hamil yang paling umum dan sering diabaikan sebagai gejala preeklamsia. Padahal, ini menunjukkan tanda preeklampsia yang patut diwaspadai.
Berat badan naik 3-5 kilogram dalam waktu seminggu
Bila ibu hamil mengalami berat badan naik 3-5 kilogram hanya dalam waktu seminggu, itu merupakan indikator gejala preeklamsia. Kenaikan berat badan ini dihasilkan dari air di jaringan tubuh yang rusak, kemudian tidak melewati ginjal untuk dikeluarkan.
Gejala preeklamsia pada janin
Komplikasi kehamilan preeklamsia bisa membahayakan janin di dalam kandungan. Salah satunya menyebabkan pertumbuhan janin terlambat atau janin tidak berkembang. Hal ini disebabkan oleh suplai darah yang membawa oksigen terhambat dan tidak sampai ke plasenta bayi. Janin yang mendapat suplai darah yang sedikit, umumnya juga akan mendapat nutrisi dan makanan yang sedikit di dalam kandungan.
Kapan Ibu hamil periksa ?
Ibu hamil bisa segera datang ke pelayanan kesehatan bila mengalami gejala-gejala pre eklamsia seperti sakit kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri perut hebat, dan sesak nafas.
Penyebab preeklampsia
Terdapat beberapa penyebab dari pembuluh darah yang abnormal pada ibu Pre Eklamsia antara lain:
- Tidak cukupnya aliran darah menuju rahim.
- Kerusakan pada pembuluh darah.
- Masalah pada sistem imunitas.
- Beberapa gen.

Meski penyebab preeklampsia belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang diduga sebagai pemicu preeklampsia antara lain:
- Riwayat penyakit ginjal, diabetes, hipertensi, penyakit autoimun, dan gangguan darah
- Riwayat preeklampsia sebelumnya
- Riwayat preeklampsia dalam keluarga
- Kehamilan pertama
- Kehamilan selanjutnya setelah jeda kurang dari 2 tahun atau lebih dari 10 tahun
- Hamil di usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun
- Mengandung bayi kembar
- Obesitas saat hamil
- Kehamilan yang sedang dijalani merupakan hasil metode bayi tabung (in vitro fertilization)
Upaya apa untuk mengatasi preeklampsia pada ibu hamil?
- Perbanyak istirahat dan cara berbaring yang benar adalah ke sisi kiri untuk mengambil beban dari bayi, angkat dan istirahatkan kaki beberapa kali dalam sehari.
- Hindari konsumsi alkohol dan dan hindari minuman yang mengandung kafein
- Lebih sering untuk memeriksa kehamilan.
- Kurangi konsumsi garam selama kehamilan.
- Minum air putih 6 – 8 gelas per hari.
- Hindari gorengan dan junk food
- Lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan protein dan vitamin yang diresepkan oleh dokter
NATURAL THERAPY  MASSAGE BABY DENGAN PIJAT BATUK PILEK (COMMOND COLD MASSAGE)

Disusun oleh Widya Mariyana,S.ST.,M.Kes ( Dosen S-1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang )
Penyakit flu disertai batuk pilek (commond cold) merupakan masalah kesehatan yang sering dialami bayi dan balita. Pendidikan tentang penanganan commond cold seharusnya diberikan sejak dini sebagai salah satu upaya preventif agar tidak berlanjut menjadi pneumonia.
Commond cold adalah bagian dari ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) hal ini di sebabkan kerena bakteri, virus, jamur dan ricketssia. ISPA merupakan penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran pernafasan mulai dari hidung hingga alveoli termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tenga dan pelura, gejala umumnya sering terjadi pada balita seperti demam, sesak nafas, batuk kering, sakit kepala, nyeri di seluruh tubuh, letih dan lesu, sesak nafas, batuk berlendir dan demam tinggi.

Pada musim hujan ini bayi dan balita mudah sekali terserang penayakit flu dsertai batuk pilek, gejala yang sering dialami bayi dan balita commond cold adalah bersin-bersin, hidung tersumbat, suara serak, demam, mata berair, hilang nafsu makan tetapi sangat jarang yang mengalami sesak nafas. Hal ini membuat masyarakat takut datang ke tenaga Kesehatan Ketika anaknya mengalami commond cold atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) non spesifik untuk mendapatkan pengobatan pengobatan secara farmakologi , sehingga beralih ke pengobatan non farmakologi. Adapun upaya non farmakologi untuk menangani commond cold adalah melakukan pijat commond cold. Salah satu Gerakan commond cold massage tehrapy dengan menepuk-nepuk dan menggetarkan dada serta punggung untuk membawa lender kesaluran besar sehingga anak akan otomatis batuk-batuk dan lender akan keluar. Pada anak biasanya lendiar akan keluar bersama kotoran. Commond cold massage therapy sangat efektif untuk bayi atau anak yang menderita batuk pilek. Pendidikan tentang upaya non farmakologi berupa pijat commond cold untuk menanagni batuk pilek perlu diberikan sebagai salah satu usaha mandiri orang tua sebelum datang ke pelayanan Kesehatan
KULIAH TAMU DARI HUNGKUANG UNIVERSITY

Program Studi S-1 Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang mengadak kuliah tamu dan workshop dengan mendatangkan narasumber dari Taiwan. Kuliah tamu dan workshop diadakan pada Rabu, 12 Juli 2023 sampai dengan Jum’at, 14 Juli 2023 yang bertempat di Ruang Auditorium lantai 4 STIKES Telogorejo Semarang. Narasumber acara ini adalah Chih Ming Chen, PT, MBA dari Hungkuang University, Taiwan. Peserta pada kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa S-1 Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang.
Kuliah tamu dan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai kebugaran pada komunitas geriatri, mengimplementasikan kerja sama antara Hungkuang University dan STIKES Telogorejo Semarang serta melatih softskill komunikasi berbahasa asing mahasiswa.

Kuliah pakar hari pertama, Chih Ming Chen, PT, MB menyampaikam materi Health Promotion and Functional Fitness For Elderly. Hari kedua dilanjutkan dengan workshop dengan materi Functional Fitness Evaluation dan pada hari terakhir memaparkan materi tentang Exercise Practice For Elderly. Chih Ming Chen, PT, MB menyampiakan “ Lansia juga harus bergerak atau berolahraga , sebagai fisioterapi maka harus dimulai dari sekarang. Dalam sehari harus 10.000 langkah supaya fisik kita bugar.â€Â
Deasy Virka Sari, S.Fis., M.Fis selaku Ketua Program Studi S-1 Fisioterapi menyampaikan kegiatan kuliah tamu ini tidak akan berhenti sampai sini saja. Kedepannya akan diadakan setiap tahun sebagai bentuk kerja sama. Semoga kedepannya banyak kerja sama dengan luar negeri sehingga mahasiswa mendapat banyak wawasan mengenai fisioterapi. Dengan berakhirnya kuliah tamu dan worksho ini, untuk mahasiswa jangan ikut berhenti samapi disini tetapi harus di terapkan di komunitas.
PENGUMUMAN KEGIATAN PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS MAHASISWA BARU ( PKKMB ) 2023/2024
Melahirkan dengan Gentle Birth, Siapa Takut?

Disusun Oleh : Qomariyah, S.ST., M.Kes ( Dosen S-1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang )
Metadeskripsi: Apa itu pengertian gentle birth? Apa konsep-konsep yang harus dipahami tentang gentle birth dan bagaimana mempersiapkan diri untuk gentle birth?
Persalinan merupakan prosedur yang terdengar menakutkan bagi sebagian besar wanita. Tak heran jika kemudian muncul berbagai teknologi dan cara untuk membuat proses ini jadi terdengar lebih menenangkan. Salah satu cara yang belakangan semakin banyak digunakan adalah teknik gentle birth.
Menunggu kelahiran si kecil memang merupakan saat-saat yang menegangkan. Perasaan cemas dan takut ini adalah hal yang wajar selama itu tidak berlebihan. Pasalnya, rasa takut yang berlebihan malah bisa memicu rasa sakit yang tidak tertahankan saat persalinan. Untuk itulah konsep gentle birth hadir agar memudahkan para ibu yang akan melahirkan. Simak penjelasan lengkap mengenai gentle birth berikut ini!

Apa Itu Gentle Birth?
Gentle birth merupakan konsep dalam persalinan yang dilakukan dengan tenang. Tujuannya adalah untuk meminimalisasi rasa sakit yang dirasakan oleh ibu yang sedang melahirkan. Biasanya gentle birth dilakukan dengan menggunakan metode hypnobirthing. Ini adalah metode yang memadukan teknik hipnosis untuk membantu relaksasi. Pada akhirnya, ini bisa mengurangi rasa cemas, takut serta sakit selama prosedur persalinan.
Meski gentle birth identik dengan persalinan normal, namun ternyata ini juga bisa digunakan pada persalinan dengan C-section atau operasi Caesar. Konsep ini banyak dipakai di luar negeri dan sering disebut sebagai gentle cesarean birth.
Jika Anda tertarik melakukan persalinan dengan gentle cesarean birth, pastikan penyedia layanan kesehatan yang Anda gunakan sudah mendukung konsep ini. Dalam prosesnya, ibu bisa memilih dan memutuskan sendiri apa yang paling baik untuk dirinya dan si kecil.
Misalnya saja, Anda diperbolehkan untuk memutar musik tertentu selama prosedur operasi dilakukan. Ini akan membuat suasana ruang operasi jadi lebih santai sampai kelahiran si kecil. Bisa juga dengan meminta dokter memberikan kesempatan skin-to-skin contact segera setelah kelahiran dan melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini).
Konsep dalam Gentle Birth
Dilansir dari laman Made for Mums, konsep gentle birth pertama kali dikembangkan oleh seorang dokter kandungan bernama dr. Gowri Motha pada tahun 1980-an. Karena melihat banyak wanita yang tidak siap melahirkan, dia ingin membantu mereka agar prosesnya jadi lebih mudah dan tenang. Ada beberapa keuntungan dari proses persalinan dengan gentle birth antara lain:
- Menciptakan suasana yang tenang dan relaks saat persalinan
- Jika dilakukan dengan benar bisa mengurangi ketegangan dan rasa sakit saat proses persalinan
- Mengurangi stres saat menghadapi proses persalinan
- Mempersingkat durasi persalinan serta proses pemulihan setelahnya.
Tips Mempersiapkan Diri untuk Gentle Birth
Agar proses gentle birth yang dilakukan sesuai harapan, tidak hanya ibu yang harus bersiap-siap. Dukungan dari orang terdekat dan pusat layanan kesehatan juga penting. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk gentle birth adalah:
- Ciptakan suasana persalinan yang sesuai dengan keinginan. Konsultasikan hal ini pada pihak rumah sakit jauh-jauh hari agar dokter maupun Anda bisa mengetahui hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama persalinan nanti
- Sugesti positif. Pemberian sugesti positif atau hypnobirthing sangat penting dalam persalinan gentle birth. Dengan cara ini Anda memberikan sugesti pada tubuh Anda bahwa proses persalinan ini akan berlangsung dengan lancar dari awal sampai akhir. Sugesti ini akan membangkitkan rasa percaya diri ibu sehingga proses melahirkan akan jadi lebih mudah
- Belajar lebih dulu. Teknik melahirkan dengan gentle birth tentu tak bisa dipelajari sehari sebelum persalinan. Anda maupun pasangan perlu mempelajari setiap langkah-langkahnya sejak dini. Hal ini penting agar saat hari persalinan tiba, Anda sudah tahu apa saja yang harus dilakukan. Ada banyak situs yang bisa diakses sebagai sumber informasi
- Keamanan adalah hal utama. Sebelum proses persalinan, setiap ibu harus memastikan tidak ada risiko atau komplikasi kehamilan yang akan membahayakan dirinya maupun si kecil. Usahakan untuk tetap siap sedia seandainya ada situasi darurat yang memaksa ibu dibawa ke rumah sakit dengan perawatan yang lebih intensif. Bicarakan ini dengan pasangan dan keluarga agar Anda bisa sama-sama mempersiapkannya.
Perlu diingat bahwa proses gentle birth tetap mempertimbangkan prosedur keamanan, baik bagi ibu maupun bayi. Karena itu, tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan metode apa yang ingin Anda pilih, ya!
Sehat di Era New Normal, Pertahankan Kebiasaan Baik Ini!

Disusun Oleh : Ns. I'ien Noeraini, M.Kep Dosen D3 – Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Metadeskripsi: Bagaimana mempertahankan kesehatan di era new normal agar tak mudah sakit? Simak beberapa tips penting berikut ini!
Selama pandemi, ada banyak kebiasaan dalam keseharian kita yang berubah. Karena khawatir terinfeksi virus, banyak orang yang kemudian berusaha menerapkan gaya hidup sehat. Selain menghindari aktivitas di luar rumah yang menyebabkan kontak dengan orang lain, kebiasaan olahraga dan konsumsi makanan sehat juga meningkat.
Setelah pandemi mulai mereda dan kita memasuki era new normal, muncul pertanyaan baru: kebiasaan apa saja yang sebaiknya kita pertahankan agar bisa tetap sehat di era new normal? Berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Makan yang Menyehatkan
Salah satu kebiasaan baik yang muncul selama pandemi adalah memasak makanan sendiri di rumah. Selain karena banyak restoran yang tutup atau membatasi kunjungan, memasak sendiri di rumah memungkinkan Anda merancang menu yang sehat untuk keluarga.
Karena virus masih ada di luar sana, pertahankan pola makan yang sehat dan seimbang dengan berbagai jenis makanan sehat. Belilah bahan makanan yang masih segar dari pasar terdekat di kota Anda. Mencoba menu baru di akhir pekan juga bisa menjadi pilihan agar masak di rumah tidak terasa membosankan.
2. Lebih Sering Berolahraga
Bukan rahasia lagi kalau berolahraga secara rutin sangat baik bagi tubuh. Selama pandemi, banyak orang yang tidak bisa berangkat ke gym atau pusat kebugaran langganan mereka. Ini sebenarnya bukan masalah karena Anda bisa tetap melakukan berbagai jenis latihan di rumah. Yoga atau senam dengan gerakan yang simpel bisa jadi pilihan sederhana dan menyehatkan untuk dilakukan di rumah.
Tentu saja Anda juga bisa memacu detak jantung dengan melakukan olahraga di luar ruangan. Jogging keliling komplek rumah atau di taman kota akan menjadi cara yang ampuh membakar kalori. Pastikan Anda mengenakan pakaian dan sepatu olahraga yang nyaman serta melakukan pemanasan dan pendinginan yang benar, ya!

3. Latihan Pernapasan dan Stretching Secara Rutin
Kalau Anda hanya punya sedikit waktu luang yang bisa disisihkan untuk berolahraga, coba sediakan setidaknya 10 sampai 20 menit dalam sehari untuk melakukan latihan pernapasan dan stretching (peregangan). Melakukan dua aktivitas ini akan membantu Anda menjernihkan pikiran dari stres yang Anda alami hari itu.
Stretching juga bisa membantu mencegah sakit otot dan sendi akibat duduk terlalu lama. Ini sangat penting, terutama bagi Anda yang bekerja dari rumah (Work from Home). Agar aktivitas ini semakin seru dan menyenangkan, libatkan seluruh anggota keluarga. Ini adalah cara yang sederhana untuk menumbuhkan kesehatan mental dan fisik.
Tidak hanya bagi orang dewasa, latihan pernapasan dan peregangan ini juga bermanfaat untuk anak-anak. Gunakan waktu ini untuk beristirahat dari kesibukan sembari mempererat bonding dengan orang-orang terdekat Anda.
4. Banyak Habiskan Waktu di Luar Ruangan
Karena PPKM, banyak di antara kita yang harus membatasi diri dari aktivitas sosialisasi terutama di tempat-tempat umum. Tak heran jika area yang luas dan hijau di alam terbuka kerap jadi pilihan untuk menyegarkan kembali pikiran. Taman, jalan setapak atau sekadar padang rumput di perkampungan jadi tujuan untuk sekadar melepaskan penat.
Jika Anda sering duduk santai di alam terbuka selama pandemi, tetap jadikan hal tersebut sebagai kebiasaan sehat di era new normal. Berpiknik sore hari di taman akan menjadi cara yang menyenangkan untuk quality time dengan keluarga dan teman.
5. Pelajari Skill Baru
Di awal pandemi, banyak di antara kita yang kemudian memiliki waktu luang lebih banyak dari biasanya. Alhasil, kita pun berusaha mencari beragam kegiatan dan hobi baru untuk mengisi kekosongan tersebut. Mulai dari mencoba resep-resep baru atau sekadar berkebun di belakang rumah.
Meskipun sudah berada di era new normal, jangan tinggalkan kebiasaan baik ini. Manfaatkan waktu Anda untuk mencoba hal-hal baru yang bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun mental Anda. Misalnya saja dengan melakukan hiking atau bersepeda.
Itulah beberapa aktivitas sehat di era new normal yang bisa Anda terapkan. Ajak keluarga untuk bersama-sama melakukannya agar lebih bersemangat, ya!
UPAYA PENANGANAN DENGAN METODE PEACE & LOVE PADA CEDERA OTOT GASTROCNEMIUS

Disusun Oleh : Mianti Nurrizky Sutejo,S.Fis.,M.P.H Dosen S-1 Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang
Kaki merupakan alat gerak bagian bawah yang mempunyai peran penting untuk melakukan aktivitas sehari hari. Bahkan hampir 70% aktivitas yang kita lakukan sering kali dilakukan oleh anggota ekstremitas bawah. Maka apa yang terjadi jika secara tiba-tiba bagian kaki kita terasa mendadak seperti tersengat lebah pada bagian otot betis ( Gastrocnemius muscle ) yang menyebabkan nyeri yang sangat hebat? Tentu nya aktivitas kita akan terhambat salah satunya aktivitas berjalan. Cedera yang terjadi pada otot betis sering kali dijumpai di kalangan masyarakat misalkan para atlet, atau seseorang yang sedang melakukan olahraga, hal tersebut maka tidak bisa terhindari hari cedera tersebut.
Beberapa cedera bisa terjadi pada saat masyarakat melakukan aktivitas fisik. Misalkan cedera saat melakukan olahraga, hal tersebut mungkin sangat sering dijumpai di kalangan masyarakat, dengan kurangnya durasi peregangan pada tubuh yang dilakukan maka akan menimbulkan cedera ringan sampai cedera barat yang akan menyebabkan terganggunya fungsional dari anggota gerak tubuh kita. Oleh hal itu perlunya kita mengetahui intensitas, dan durasi yang tepat dan jenis peregangan agar tidak menimbulkan daya otot menjadi kaget dan akhirnya menyebabkan ketegangan pada otot yang sering kita sebut sebagai kram.
Adapun beberapa faktor yang menyebabkan cedera pada otot betis yaitu :
- Kurang melakukan pemanasan saat berolahraga
- Kurang melakukan aktivitas fisik
- Kurang melakukan Latihan peregangan pada anggota tubuh gerak
Pada hal ini fisioterapi memiliki peranan dalam memberikan penanganan terhadap cedera yang terjadi, baik dalam kondisi cedera akut maupun kondisi kronis. Masing- masing cedera yang terjadi tentu memiliki beberapa penanganan berbeda sesuai dengan lama waktu cedera, perubahan kondisi fisik , dan dampak yang ditimbulkan dari cedera tersebut. Penanganan fisioterapi yang sedang ramai di bicarakan yaitu penanganan PEACE & LOVE. Penanganan ini fisioterapis berasal Italia yaitu Blaise dan Jean – Francous Esculier, sehingga tidak berhenti di fase healing atau perbaikan jaringan saja akan tetapi juga memperhatikan aspek pemulihan cedera. di fase pemugaran jaringan menggunakan prinsip PEACE, sedangkan pemulihan menggunakan prinsip LOVE.

P – Protection ( Proteksi )
Hindari tumpuan dan batasi selama 1 – 3 hari setelah cedera untuk meminimalisir perdarahan yang memperburuk penyembuhan jaringan. Istirahat juga harus diminimalisir dan dibatasi karena terlalu lama beristirahat dapat merugikan kekuatan dan kualitas jaringan.
E – Elevation ( Elevasi )
Mengangkat bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung sesering mungkin yang bisa dilakukan. Meskipun belum ada bukti yang kuat yang mendukung elevasi ini, namun masih direkomendasikan karena jika dinilai untung-ruginya, tidak memberikan resiko yang tinggi yang berdampak buruk.
A – Avoid Anti Inflamatory ( Hindari Anti Inflamasi )
Hindari penggunaan obat anti inflamasi dan kompres es. Meskipun masih banyak digunakan, namun belum ada bukti yang berkualitas yang menunjukkan efektifitas es dan obat anti inflamasi dalam penyembuhan jaringan lunak. Studi terkini lebih banyak mengkritisi penggunaan es dalam pengobatan cedera akut, dimana penggunaan es dapat mengganggu peredaran darah yang mengangkut zat-zat alami penting dalam penyembuhan jaringan. Sedangkan obat anti inflamasi, jika digunakan secara berlebihan, akan mengganggu regenerasi jaringan lunak.
C – Compression ( Kompresi )
Gunakan elastic bandage atau kinesiotape untuk mengurangi pembengkakakan.
Meskipun masih dalam perdebatan namun kompresi seteleh cedera ankle dapat mengurangi pembengkakan sendi dan perdarahan jaringan.
E – Education ( Edukasi )
Berikan edukasi kepada pasien untuk terlibat aktif dalam pemulihan dan hindari penggunaan modalitas pasif (elektoterapi, manual terapi atau akupuntur ) secara berlebihan.
Edukasi tentang nyeri dan fase pemulihan jaringan juga dapat menghindari efek nocebo yang seringkali berujung overtreatment, baik penggunaan obat dan injeksi yang berlebihan atau tindakan operasi yang bisa dicegah.
Kemudian dilanjutkan dengan istilah LOVE
L – Loading ( Pembebanan )
Lakukan pembebanan secara bertahap dengan menggunakan toleransi nyeri sebagai petunjuk dosis. Pendekatan aktif dengan gerakan dan latihan berdampak positif bagi pasien dengan gangguan muskuloskeletal. Pembebanan dan gerakan harus dilakukan sesegera mungkin setelah kondisi memungkinkan. Pembebanan yang optimal tanpa menimbulkan nyeri dapat membantu proses penyembuhan, remodeling jaringan dan membangun toleransi dan kapasitas tendon, otot dan ligamen.
O – Optimism ( Optimis )
Kondisikan pikiran untuk senantiasa positif dan percaya diri. Otak memainkan peranan penting dalam proses pemulihan. Faktor psikis negatif seperti ketakutan, kecemasan dan depresi dapat menghambat pemulihan secara signifikan. Karena pesimisme akan memperburuk dan memperlambat proses pemulihan, maka klinisi harus memberikan motivasi optimisme asal masih dalam kerangka realistis.
V – Vascularisation ( Vaskularisasi )
Lakukan latihan kardiovaskuler untuk memperlancar perdaran darah.
Aktivitas fisik termasuk komponen kardiovaskuler yang penting dalam pemulihan cedera muskuloskeletal, meskipun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, berapa hari setelah cedera sebaiknya latihan fisik mulai dilakukan untuk memperlancar aliran darah ke jaringan yang cedera.
E – Exercise ( Latihan )
Lakukan latihan seperti strenghtening, stretching, dan propioception untuk pemulihan. Latihan akan membantu memulihkan mobilitas, kekuatan dan proprioception setelah cedera.
Proses penanganan tersebut pula memberikan jumplah prognosis yang cukup baik untuk penanganan pada proses cedera tersebut. Oleh sebab itu pentingnya menjaga peregangan pada tubuh sebelum melakukan aktivitas fisik maupun olahraga menjadi point sangat penting untuk meminimalisir terjadinya cedera pada anggota gerak.
