Tak Berkategori
Kegawatan Yang di Timbulkan Oleh Depresi

Disusun Oleh : Ns. Vivi Sovianti, M.Kep, Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan peran penting pada kesehatan mental dalam mencapai tujuan pembangunan global, seperti yang diilustrasikan dengan dimasukkannya kesehatan mental dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Depresi adalah salah satu gangguan mental yang banyak dialami oleh individu (World Health Organization, 2022b). Depresi adalah penyakit umum di seluruh dunia, dengan perkiraan 3,8% dari populasi yang terkena depresi, termasuk 5,0% pada orang dewasa dan 5,7% pada lanjut usia dari usia 60 tahun (Casey, 2017). Sekitar 280 juta orang di dunia mengalami depresi (Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), 2020).
Apa Dampak Dari Depresi ?
Dampak negatifnya, depresi dapat menyebabkan perilaku bunuh diri. Lebih dari 700.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun (World Health Organization, 2022b). Bunuh diri adalah penyebab utama kematian keempat didunia dengan rentang usia 15-29 tahun. Orang yang mengalami depresi berat berisiko dua kali lebih besar untuk melakukan bunuh diri karena kondisi fisik dan psikologi yang tidak dapat dikelola dengan baik (Conejero et al., 2018). Selama mengalami depresi, seseorang akan mengalami suasana hati yang tertekan seperti (merasa sedih, mudah marah, dan kosong) atau kehilangan kesenangan atau minat dalam aktivitas, hampir sepanjang hari dan hampir setiap hari, setidaknya selama dua minggu. Beberapa gejala lain juga muncul, seperti sulit berkonsentrasi, perasaan bersalah yang berlebihan atau harga diri yang rendah, keputusasaan tentang masa depan, pikiran tentang kematian atau bunuh diri, gangguan tidur, perubahan nafsu makan atau berat badan, dan merasa sangat lelah (Stanley et al., 2018).
Dalam beberapa konteks budaya, beberapa orang mungkin mengungkapkan perubahan suasana hati mereka lebih mudah dalam bentuk gejala fisik (misalnya nyeri, kelelahan, kelemahan). Namun, gejala fisik ini bukan karena kondisi medis lain. Selama depresi, seseorang mengalami kesulitan yang signifikan dalam fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan, dan/atau fungsi penting lainnya. Depresi dibagi menjadi tiga kategori yaotu ringan, sedang, atau berat tergantung pada jumlah dan keparahan gejala, serta dampaknya terhadap fungsi individu.

Faktor Penyebab Depresi
Faktor penyebab depresi dapat di sebabkan oleh tidak efektif nya interaksi yang sosial dan koping individu yang non efektif. Faktor lain yang menyebabkan depresi adalah faktor psikologis, dan biologis. Kecemasan berat yang dialami oleh individu, akan mengakibat depresi yang berlanjut (Tiller, 2012). Depresi juga dapat sisebabkan karena mengalami trauma atau peristiwa kehidupan yang merugikan seperti (pengangguran, kehilangan, peristiwa traumatis) lebih mungkin mengalami depresi.
Intervensi mengatasi depresi
Tergantung pada tingkat keparahan depresi, penyedia layanan kesehatan dapat menawarkan perawatan psikologis seperti terpai kognitif dan perilaku (CBT) (Simhi et al., 2021), terapi perilaku kognitif dan psikoterapi interpersonal, dan/atau obat antidepresan seperti inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) dan antidepresan trisiklik. TCA), terapi meditasi yoga (Shohani et al., 2017), mindfulness (Hearn & Cross, 2020) dan aroma terapi lavender (Kim et al., 2021). Pengobatan farmakologi yang dapat di berikan adalah obat, namun obat yang digunakan disesuaikan dengan jenis depresi yang dialami. Salah satu jenias obat yang dibunakan adalah antidepresan, Antidepresan bukanlah pengobatan lini pertama untuk depresi ringan. Mereka tidak boleh digunakan untuk mengobati depresi pada anak-anak dan bukan pengobatan lini pertama pada remaja, di antaranya harus digunakan dengan sangat hati-hati (World Health Organization, 2022).
Daftar Pustaka
Casey, D. A. (2017). Depression in Older Adults: A Treatable Medical Condition. Primary Care - Clinics in Office Practice, 44(3), 499–510. https://doi.org/10.1016/j.pop.2017.04.007
Conejero, I., Olié, E., Calati, R., Ducasse, D., & Courtet, P. (2018). Psychological Pain, Depression, and Suicide: Recent Evidences and Future Directions. Current Psychiatry Reports, 20(5). https://doi.org/10.1007/s11920-018-0893-z
Hearn, J. H., & Cross, A. (2020). Mindfulness for pain, depression, anxiety, and quality of life in people with spinal cord injury: A systematic review. BMC Neurology, 20(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12883-020-1619-5
Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME). (2020). Global Burden of Disease Collaborative Network. https://vizhub.healthdata.org/gbd-results/
Kim, M., Nam, E. S., Lee, Y., & Kang, H. J. (2021). Effects of Lavender on Anxiety, Depression, and Physiological Parameters: Systematic Review and Meta-Analysis. Asian Nursing Research, 15(5), 279–290. https://doi.org/10.1016/j.anr.2021.11.001
Shohani, M., Badfar, G. N., Parizad, MarziehKaikhavani, S., Rahmati, S., Modmeli, Y., Soleymani, A., & Azami, M. (2017). The Effect of Yoga on Stress, Anxiety, and Depression in Women Abstract. International Journal of Preventive Medicine, 8, 1–3. https://doi.org/10.4103/ijpvm.IJPVM
Simhi, M., Sarid, O., Rowe, H., Fisher, J., & Cwikel, J. (2021). A cognitiveâ€â€behavioral intervention for postpartum anxiety and depression: Individual phone vs. group format. Journal of Clinical Medicine, 10(24). https://doi.org/10.3390/jcm10245952
Stanley, I. H., Boffa, J. W., Rogers, M. L., Hom, M. A., & Chu, C. (2018). Supplemental Material for Anxiety Sensitivity and Suicidal Ideation/Suicide Risk: A Meta-Analysis. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 86(11), 946–960. https://doi.org/10.1037/ccp0000342.supp
Tiller, J. W. G. (2012). Depression and anxiety. Medical Journal of Australia, 1(October), 28–32. https://doi.org/10.5694/mjao12.10628
World Health Organization. (2022a). Depression. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/depression
World Health Organization. (2022b). Mental healt. https://www.who.int/westernpacific/health-topics/mental-health#tab=tab_1
BREAKING NEWS – GELOMBANG 2 DIPERPANJANG

Ada kabar menggembarkan untu PMB STIKES Telogorejo Semarang!
Kabar baik untuk kalian adalah
Promo dan Biaya Gelombang 2 DIPERPANJAANG !!!
Dapatkan :
- Biaya Daftar 0 Rp
- Potongan Uang Gedung 50% up
- Beasiswa Khusus
✨Berlaku sampai 31 MEI 2023✨
ALOKASI TERBATAS !
Salam Sehat - ICARE
? official.universitastelogorejo.ac.id
YouTube STIKES Telogorejo
TikTok @stikestelogorejo
? @info.stikestelogorejo
SINAU BARENG S-1 Kebidanan ” Pengenalan Alat Laboratorium Kebidanan & Tindakan Asuhan Kebidanan “

Hallo Adik-adi SMA dan SMK sederajat
STIKES Telogorejo akan mengadakan SINAU BARENG S-1 Kebidanan " Pengenalan Alat Laboratorium Kebidanan & Tindakan Asuhan Kebidanan "
Sinau Bareng akan dilaksanakan di Kampus STIKES Telogorejo Semarang loh. Kalian akan berkesempatan untuk mengenal alat dan bisa praktik penggunaan alatnya juga.
Mari ikuti kegiatan Sinau Bareng Kebidanan yang akn dilaksanakan pada :
? Sabtu, 27 Mei 2023
â° 09.00 WIB - selesai
?STIKES Telogorejo Semarang
Pendaftaran Paling Lambat 24 Mei 2023
GRATIS TANPA DIPUNGUT BIAYA
KUOTA TERBATAS !
Jangan lupa share dan ajak temannya ya ?
Salam Sehat - ICARE
? official.universitastelogorejo.ac.id
YouTube STIKES Telogorejo
TikTok @stikestelogorejo
? @info.stikestelogorejo
RESIKO JATUH PADA LANSIA

Disusun Oleh : Ns. Siti Juwariyah, M.Kep Dosen D3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Menua atau menjadi tua adalah proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang di derita.
Tubuh memiliki mekanisme untuk mempertahankan postur tetap tegak saat duduk, berdiri atau pun beraktifitas. Berjalan bukan proses yang secara otomotis. Tetapi Berjalan membutuhkan integrasi dari semua sensorik posisi tubuh terhadap sekeliling dan kemampuan memberikan respons motorik untuk mengontrol pergerakan. Berjalan membutuhkan kontrol keseimbangan yang baik seperti bangkit dari kursi, berputar arah ketika berjalan dan naik turun tangga.
Kejadian jatuh pada lanjut usia sangat berdampak serius mulai dari cedera ringan hingga mengaalami kecacatan dan disabilitas. Menurut penelitian Nugraha S (2019), lansia yang menderita penyakit degeneratif lebih dari satu berisiko mengalami jatuh 2 kali di bandingkan lansia yang tidak mengalami penyakit tersebut.

Apa Dampak Pasien Geriatik Setelah Jatuh ?
Cedera yang dialami oleh pasien geriatrik setelah jatuh memiliki dampak yang buruk yaitu membentuk disabilitas, menyebabkan ketergantungan dengan orang lain dan meningkatkan mortalitas. Oleh karena itu, setiap pasien jatuh memerlukan pemeriksaan menyeluruh yang mencakup analisa faktor resiko yang perlu di modifikasi.
Beberapa hal lain yang menjadi faktor resiko jatuh adalah adanya nyeri hebat dan penyakit kronis, dimana pada wanita penyebab yang sering ditemukan adalah inkontinensia dan kerapuhan, sedangkan pada pria seringkali ditemukan faktor depresi, usia yang lebih tua, dan keseimbangan yang buruk.
Intervensi olahraga merupakan intervensi yang sudah sering digunakan dan diteliti. Terdapat enam kategori untuk intervensi olahraga yaitu; latihan gait dan keseimbangan, latihan kekuatan (strength training), fleksibilitas, gerakan seperti tai chi atau menari, aktivitas fisik umum dan stamina (endurance). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa latihan olahraga menurunkan jumlah jatuh dan resiko jatuh.
Intervensi multifaktorial memiliki jangkauan yang luas, yang menganalisa berbagai komponen komprehensif seperti keseimbangan, gait, penglihatan, kesehatan kardiovaskular, pengobatan, lingkungan, fungsi kognitif, dan kesehatan psikologis. Tata laksana yang diberikan sesuai dengan analisis faktor risiko per individual, tatalaksana multifaktorial ini dapat mencakup olah raga, intervensi psikologis, terapi nutrisi, edukasi, pemberian pengobatan, tatalaksana inkontinensia urin, modifikasi lingkungan, dan rujukan ke berbagai terapis atau dokter spesialis.
Berbeda dengan intervensi olahraga dan intervensi multifaktorial, rekomendasi terbaru mengenai vitamin D sangat berubah dengan tahun-tahun sebelumnya. Hasil- hasil penelitian yang ditemukan mengenai asosiasi vitamin D dan jatuh inkonsisten. Dari 7 penelitian heterogen, satu uji klinis menemukan dosis tinggi vitamin D meningkatkan jumlah jatuh dan cidera, satu uji klinis lain menunjukkan pengurangan frekuensi jatuh, dan uji klinis lainnya tidak menemukan hasil yang signifikan.
Tanda-tanda lansia beresiko jatuh memilik tanda-tanda beberapa seperti gangguan pola berjalan dengan diseret, menghendak, berayun, gangguan pendengaran atu penglihatan, vertigo, mudah pusing atau pingsan pada posisi tegak, buang air kecil atau besar yang tidak terkontrol, delirium atau kebingungan terhadap kondisi sekitar, konsumsi obat-obat berisiko tinggi, riwayat jatuh dalam waktu 12 bulan terakhir, usia 70 tahun ke atas.
Tips untuk mencegah jatuh perlu diantisipasi dengan beberapa tindakan sebagai berikut :
- Menggunakan alas kaki yang tidak licin
- Menjaga lantai agar tidak licin atau basah
- Menggunakan alas pijakan karet di kamar mandi.
Yuk Lansia harus aktif dan produktif.
TUJUH MAHASISWA STIKES TELOGOREJO BERANGKAT INTERSHIP KE JEPANG
STIKES Telogorejo Semarang bekerjasama dengan JACESS Jepang dalam Program internship ke Jepang. Program magang ( internship ) dilaksanakan dalam rangka menyiapkan mahasiswa untuk lebih siap dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus menjadi Perawat dan meningkatkan wawasan serta pengetahuan terutama di bidang Kesehatan, mengingat bahwa Jepang merupakan salah satu negara dengan layanan Kesehatan terbaik di dunia.

Sebanyak 7 mahasiswa STIKES Telogorejo Semarang akan melaksanakan program intership ke Jepang selama satu tahun.
Para mahasiswa tersebut dilepas secara resmi di Ruang Theater 603 Gedung Utama STIKES Telogorejo Semarang pada Jum’at, 12 Mei 2023.
Pelepasan tersebut dipimpin oleh Ketua STIKES Telogorejo Semarang dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D. dan dihadiri oleh Nana Noviada Kwartawaty, S.E., M.M selaku Wakil Keua III, Ns. Sri Puguh K, M.Kep, Sp.MB selaku Kaprodi S-1 Keperawatan dan Ners serta perwakilan dosen dan staff STIKES Telogorejo Semarang.
Terdapat beberapa proses seleksi kegiatan intership meliputi tes tulis, psikotes, wawancara internal dan wawancara eksternal.
Sebanyak 72 mahasiswa yang mengikuti tahap pertama dan pada akhirnya terdapat 7 mahasiswa yang lolos intership ke Jepang.

dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D berpesan untuk mahasiswa “ Belajarlah yang banyak dari hal positif dan jadilah petangguh yang kuat serta berani. Lihatlah setipa kendala itu adalah peluang kita untuk majuâ€Â. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada JACESS telah memberikan jalan dan membimbing mahasiswa STIKES Telogorejo Semarang untuk intership di Jepang.
Keberangkatan 7 mahasiswa di bagi menjadi 3 kloter yaitu kloter pertama berangkat pada Minggu, 14 Mei 2023, kloter ke dua berangkat pada Minggu, 28 Mei 2023 dan kloter terakhir akan berangkap pada bulan Juni 2023.
“Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses. Semangat!†ujar Ns. Laura Khattrine Noviyanti, M.Kep, Sp.Kep. J. selaku Kabag Kemahasiswaan dan Kerjasama.
Manfaat dan Jenis Gerakan Yoga Nifas Pasca Melahirkan

Disusun Oleh : Kristina Maharani, S.ST.Keb., M.Tr.Keb ( Dosen S-1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang )
Meta desc: Ingin mengembalikan kebugaran dan kekuatan tubuh setelah melahirkan? Yuk, mulai latihan yoga nifas! Simak manfaat yoga nifas serta caranya di sini!
Yoga nifas atau postpartum yoga dirancang untuk membantu memulihkan tenaga dan pikiran Anda setelah melahirkan. Tak dapat dimungkiri bahwa tubuh banyak mengalami perubahan pascapersalinan. Postpartum yoga merupakan latihan intensitas rendah yang berfokus untuk menyeimbangkan emosional, mental, fisik, dan spiritual. Latihan ini dapat dilakukan beberapa minggu setelah melahirkan. Postpartum yoga menawarkan banyak manfaat dan membantu Anda melewati tahap baru dalam hidup secara perlahan.
Manfaat Yoga Nifas
Tak sedikit ibu melahirkan mengalami gejala depresi yang berdampak buruk pada kesehatan tubuh dan mental. Mulanya, gejala ini tampak ringan kemudian berkembang cepat dalam beberapa minggu atau setahun setelah melahirkan. Gejalanya, meliputi:
- Perubahan suasana hati yang parah
- Menangis tak terkendali
- Masalah ikatan dengan bayi
- Menarik diri dari keluarga dan teman
- Nafsu makan berkurang atau meningkat drastis
- Insomnia atau tidur berlebihan
- Kelelahan ekstrem
- Mudah marah
- Cemas berlebih
- Overthinking
Apabila Anda merasakan gejala tersebut, mulailah berlatih postpartum yoga. Yoga nifas dapat meningkatkan suasana hati, melepas ketegangan tubuh, dan meringankan gejala depresi. Tak hanya itu saja, postpartum yoga juga menawarkan sederet manfaat berikut ini.
- Meningkatkan rasa tenang
- Mengembalikan energi
- Menurunkan tingkat kecemasan dan depresi
- Mengurangi iritabilitas dan kemarahan
- Mengurangi ketegangan otot

Tetap Sehat Setelah Melahirkan Dengan Gerakan Yoga Nifas
Setelah melahirkan, tak sedikit wanita yang kurang percaya diri akan bentuk tubuhnya. Latihan postpartum yoga dapat mengembalikan bentuk tubuh dan meningkatkan kekuatan di sekitar otot perut. Latihan rutin akan berdampak baik pada kesehatan tubuh dan jiwa Anda. Adapun gerakan yoga yang aman dilakukan setelah melahirkan, sebagai berikut.
Plank Pose
Plank pose mirip dengan push up, hanya saja gerakan ini bertumpu pada lengan bawah. Plank pose efektif memperkuat otot bagian inti dan perut. Untuk memulainya:
- Siapkan tubuh dalam posisi telungkup dengan siku di bawah bahu, lengan dan ujung kaki menyentuh lantai atau matras, serta pandangan ke lantai.
- Tarik napas kemudian angkat tubuh secara perlahan hingga membentuk garis lurus dari kepala hingga ujung kaki.
- Pertahankan posisi tersebut selama 10 detik dan lakukan beberapa kali. Tambahkan durasi pertahanan posisi secara bertahap menjadi 30 detik, 40 detik, hingga 60 detik.
Fish Pose
Fish pose merupakan gerakan meregangkan bagian perut, leher, serta tenggorokan yang efektif mengurangi rasa lelah dan meningkatkan energi. Untuk memulainya:
- Baringkan tubuh di matras atau lantai dengan lutut ditekuk.
- Tarik nafas, tekan lengan bawah dan siku ke lantai sehingga bagian dada dan kepala terangkat.
- Lempar kepala ke belakang secara perlahan hingga menyentuh lantai. Pertahankan posisi ini selama 15 hingga 30 detik dan ulangi beberapa kali.
Eagle Pose
Eagle pose dapat meningkatkan keseimbangan tubuh serta mengencangkan pergelangan kaki dan paha. Untuk memulainya:
- Berdiri dalam posisi mountain pose. Tangan di bagian pinggul, lutut ditekuk, dan pinggul sedikit duduk. Tekan jari ke lantai.
- Angkat kaki kiri kemudian silangkan ke paha kanan. Kaitkan jari kaki kiri ke betis kanan.
- Tarik napas lalu angkat kedua tangan dan tekuk hingga 90o dengan posisi siku terpisah dan sejajar bahu.
- Silangkan lengan kiri, angkat tangan di atas wajah, dan jaga bahu tetap sejajar dengan pinggang. Lakukan selama 10 tarikan napas.
Mountain Pose
Gerakan mountain pose tergolong sederhana, tetapi sangat baik untuk memperbaiki postur tubuh. Untuk memulainya:
- Tempatkan kaki pada posisi tepat. Berdiri dengan tumit terpisah dan ujung jari menyentuh matras. Goyangkan tubuh ke kanan dan ke kiri secara perlahan untuk merasakan keseimbangan tubuh.
- Angkat bagian atas tulang dada ke atas, lebarkan tulang selangka, dan lengan di samping tubuh dengan telapak menghadap atas. Tarik napas dan hembuskan perlahan. Ulangi gerakan ini sebanyak sepuluh kali.
Bridge Pose
Gerakan ini dapat meningkatkan kekuatan tulang belakang dan melatih otot perut. Untuk memulainya:
- Baringkan tubuh. Tangan di sisi tubuh dan menyentuh matras.
- Tekuk lutut, dekatkan tumit ke pantat, dan telapak kaki rata menyentuh matras.
- Tekan kaki dan lengan kemudian angkat bokong secara perlahan hingga paha sejajar dengan matras. Tahan selama 60 detik kemudian turunkan tubuh perlahan dan ulangi sebanyak sepuluh kali.
Demikianlah informasi mengenai manfaat dan gerakan yoga nifas yang dapat Anda coba di rumah. Yuk, kembalikan kebugaran tubuh dengan rutin melakukan yoga!
HEALTHY MOVE WITH PEANUT BALL                                                                                                                                                ÂÂ

Disusun Oleh : Widya Mariyana,S.ST.,M.Kes ( Dosen S-1 Kebidanan STIKES Telogorejo Semarang )
Fase dalam persalinan dibagi menjadi 4 kala. Kala 1 Persalinan inilah fase
dimana terjadi penurunan bagian terbawah janin yang diikuti dengan bertambahnya
kontraksi uterus. Pada kala I persalinan ibu mengalami kontraksi yang menyebabkan rasa
nyeri dengan waktu yang lama. Peanut ball adalah bola yang digunakan dalam terapi
fisik atau latihan sederhana yang berbentuk seperti kacang dan tepat di antara kaki wanita
sehingga kedua kaki dapat membuka otot panggul untuk meningkatkan kemajuan
persalinan dan memfasilitasi penurunan kepala janin. Peanut ball juga mempunyai variasi ukuran dan tinggi badan sdisesuaikan dengan konsisi pasien seperti :
- Jika tinggi Anda adalah 160 cm kebawah, gunakanlah peanut ball berukuran 40 cm;
- Jika tinggi Anda diantara 160 cm sampai 170 cm, gunakanlah peanut ball berukuran 50 cm;
- Jika tinggi Anda lebih dari 170 cm, gunakanlah peanut ball berukuran 60 cm.
Peanut ball juga tersedia dalam ukuran 70cm, namun peanut ball jenis ini hanya dapat digunakan dalam posisi duduk. Sangatlah penting untuk memilih ukuran peanut ball yang tepat karena peanut ball yang terlalu besar justru akan menekan persendian di panggul.

Apa kegunaan peanut ball dalam persalinan ?
Seperti yang kita ketahui, tetap aktif dan berada di posisi tegak dapat membantu proses persalinan dan memfasilitasi si kecil untuk turun ke jalan lahir. Kita juga mengetahui bahwa berbaring terlentang dapat memperlambat proses persalinan karena akan kehilangan gravitasi, dan kurangnya gerakan dari tidak membantu bayi untuk turun ke jalan lahir.
Berdasarkan suatu penelitian yang dilakukan oleh Tussey dan Botsois (2011), mereka menemukan bahwa ada tiga manfaat utama yang ditemukan pada para ibu yang menggunakan peanut ball saat proses persalinan. Manfaat tersebut yaitu:
- Memperpendek proses persalinan: para ibu yang menggunakan peanut ball saat proses persalinan rata rata mengalami fase pertama persalinan selama 90 menit. Mereka menemukan bahwa “peanut ball dalam proses persalinan untuk pasien dengan epidural, dibandingkan dengan intervensi standar yang seringkali dilakukan, terbukti dapat mengurangi lama proses persalinan tanpa adanya efek yang merugikan baik bagi bayi maupun sang ibu.â€Â
- Memperpendek fase mengejan: para ibu yang menggunakan peanut ball tersebut terbukti mengalami fase mengejan selama 23 menit lebih pendek dibandingkan para ibu yang tidak menggunakan peanut ball.
- Mengurangi tingkat sesar: tingkat operasi sesar di dalam kelompok yang menggunakan peanut ball 13% lebih kecil dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakan peanut ball. Hal ini sangatlah menguntungkan, mengingat bahwa operasi sesar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pemulihan dan lebih berpotensi untuk terjadinya komplikasi.
Penelitian ini dilakukan kepada para ibu yang mendapatkan epidural. Namun, bagaimanapun juga, menggunakan peanut ball akan menjadi sangat berguna untuk ibu manapun yang diharuskan atau ingin berbaring saat proses persalinan.
Bagaimana cara menggunakannya ?
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menggunakan peanut ball. Cobalah berbagai posisi yang paling cocok, namun cobalah untuk bergerk setidaknya setiap 20 sampai 60 menit agar sirkulasi darah tetap bagus dan dapat mendapatkan hasil yang maksimal.

Side-lying position
Berbaring dengan posisi miring ke kanan atau kiri, lalu :
- Letakkan peanut bal diantara paha dan letakkan kaki disekelilingnya, membuka panggul
- pastikan kaki agak tertekuk
- jika ingin mencoba sesuatu yang agak berbeda, juga dapat menekuk kaki lebih tinggi ke arah perut sehingga berada di posisi squat di tempat tidur.
Lunge position
Ikuti instruksi yang sama seperti side-lying position, namun naikkan sandaran tempat tidur rumah sakit menjadi sekitar 45 derajat. Dari posisi ini:
- Putar tubuh bagian atas untuk membuka panggul.
- Posisikan bola secara horizontal di bawah kaki atas sehingga berada dalam posisi lunge
Posisi ini dapat membuka panggul ke arah yang berbeda dan dapat menjadi variasi yang baik untuk dicoba.
Fire hydrant
Untuk posisi yang satu ini:
- Letakkan tangan di kasur dengan salah satu lutut berada dalam posisi berlutut.
- Letakkan lutut dan kaki yang lain diatas peanut ball.
- Jika memungkinkan, pastikan bahwa bola berada di bagian bawah tempat tidur dan turunkan sedikit.
Posisi ini dapat membatu bayi berputar ketika mereka bergerak melalui jalan lahir.
Pushing
Ada dua cara utama untuk menggunakan peanut ball saat mengejan. Pertama adalah dalam side-lying position:
- Lakukan side-lying position.
- Naikkan sandaran tempat tidur rumah sakit menjadi sekitar 45 derajat untuk membantu menurunkan bayi ke jalan lahir.
Kedua adalah dalam foward-leaning position:
- Bertumpulah pada tangan dan lutut
- Gunakan peanut ball sebagai bantal untuk tubuh bagian atas
RECRUTMENT RS AWAL BROS BATAM
Hallo Telogorejo Muda,
RS Awal Bros Batam akan melakukan perekrutan karyawan di STIKES Telogorejo Semarang pada :
Hari : Kamis, 11 Mei 2023
Pukul : 08.00 WIB - selesai
Tempat : R. 509 STIKES Telogorejo Semarang
Untuk Persyaratan dan Ketentuan :
- Alumni lulusan D-3 Keperawatan / Profesi Ners
- Sudah memiliki STR
- Bersedia penempatan di Riau, Sumatra dan Batam
Dokumen yang perlu di bawa :
- Surat Lamaran
- CV
- Fotocopy KTP
- Fotocopy Ijazah & Transkip
- Pas foto 3 x 4 ( 1 Lembar )
- Sertifikat pendukung
Yuk Telogorejo Muda ikuti dan siapkan dirimu untuk mengikuti Recrutment RS Awal Bros Batam!
Untuk lebih jelasnya bisa menghubungi career center
