Tak Berkategori
SPESIAL HARI LAHIR PANCASILA, PROMO BIAYA GELOMBANG 2 DIPERPANJANG SAMPAI 30 JUNI 2023

Kami berikan kesempatan untuk mendapatkan promo khusus yang dapat dipilih sebagai berikut:
- Gratis biaya daftar
- Potongan uang gedung 50%
- Beasiswa khusus
Dapatkan pula Beasiswa Yayasan Kesehatan Telogorejo Semarang
Berlaku sampai 30 Juni 2023
Link Pendaftaran silahkan klik ?? http://pmb.official.universitastelogorejo.ac.id
Buruan daftar! Jangan sampai ketinggalan !!
PRESTASI DOSEN STIKES TELOGOREJO

Segenap sivitas akademika STIKES Telogorejo Semarang mengucapkan Selamat & Sukses kepada
- Ns. Kristianto Dwi Nugroho, M.Kep dengan judul " Efektifitas Pembelajaran Gawat Darurat Menggunakan Metode Virtual Reality pada Mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang"
- Ns. Sri Hartini. MA, M.Kep, Sp.Kep.An dengan judul " Penerapan Model Intervensi Keperawatan Terpadu (MKT) untuk Pencegahan Perilaku Bulying pada Remaja Tahun 2023 "
Telah mendapatkan AINEC RESEARCH AWARD Tahun 2023
Semoga sukses dan lancar prosesnya, serta hasilnya dapat bermanfaat bagi kita semua ?
KONFERENSI NASIONAL, LOMBA ORAL PRESENTASI & POSTER

Hallo!??
Ada kabar gembira untuk kita semua, nih. STIKES Telogorejo mengadakan KONFERENSI NASIONAL dengan Tema “ Peningkatan Kualitas Hidup untuk Pasien dengan Gangguan Neuromuskular †yang akan diadakan pada:
?︠: Rabu, 14 Juni 2023
â° : 08.00 WIB - selesai
Keynote Speaker: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
Webinar ini akan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya dengan materi yang sangat menarik!
?Narasumber:
- Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis,Ftr.,M.Kes ( Universitas Muhammadiyah Surakarta )
- Deasy Virka Sari, S.Fis. M.Fis, ( STIKES Telogorejo Semarang )
- Nurul Jannah, M.Tr.Keb ( Ketua DPC Prahipti )
- Agnes Isti Harjanti, S.Sit,M.Kes ( STIKES Telogorejo Semarang )
- Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt. ( Universitas Gadjah Mada )
- Apt. Gilang Rizki Al Farizi, M.Far ( STIKES Telogorejo Semarang )
- MG. Enny Mulyatsih, M.Kep., Sp.KMB ( Ketua HIPENI )
?ï¸ÂBenefit:
• E-sertifikat (SKP)
• Ilmu & wawasan
• Memperluas jaringan relasi
• Terbuka untuk umum
• Doorprize
? BIAYA PENDAFTARAN
Seminar:
Mahasiswa (IDR 25.000)
Umum (IDR 50.000)
Lomba:
POSTER (IDR 30.000)
ORAL PRESENTASI (IDR 150.000)
REKENING PEMBAYARAN
- CIMB NIAGA, 800-12-3194-000, Yayasan Kesehatan Telogorejo
LINK REGRISTASI KONFERSENSI NASIONAL
LINK REGRISTASI ORAL PRESENTASI & PPOSTER
Kalender AkademiK TA 2023/2024 Genap
Program Studi S1 Farmasi Klik disini
Program Studi S1 Keperawatan Klik disini
Program Studi S1 Kebidanan Klik disini
Program Studi D3 Keperawatan Klik disini
Program Studi Pendidikan Profesi Ners Klik disini
Program Studi S1 Fisioterapi Klik disini
Kegawatan Yang di Timbulkan Oleh Depresi

Disusun Oleh : Ns. Vivi Sovianti, M.Kep, Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan peran penting pada kesehatan mental dalam mencapai tujuan pembangunan global, seperti yang diilustrasikan dengan dimasukkannya kesehatan mental dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Depresi adalah salah satu gangguan mental yang banyak dialami oleh individu (World Health Organization, 2022b). Depresi adalah penyakit umum di seluruh dunia, dengan perkiraan 3,8% dari populasi yang terkena depresi, termasuk 5,0% pada orang dewasa dan 5,7% pada lanjut usia dari usia 60 tahun (Casey, 2017). Sekitar 280 juta orang di dunia mengalami depresi (Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), 2020).
Apa Dampak Dari Depresi ?
Dampak negatifnya, depresi dapat menyebabkan perilaku bunuh diri. Lebih dari 700.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun (World Health Organization, 2022b). Bunuh diri adalah penyebab utama kematian keempat didunia dengan rentang usia 15-29 tahun. Orang yang mengalami depresi berat berisiko dua kali lebih besar untuk melakukan bunuh diri karena kondisi fisik dan psikologi yang tidak dapat dikelola dengan baik (Conejero et al., 2018). Selama mengalami depresi, seseorang akan mengalami suasana hati yang tertekan seperti (merasa sedih, mudah marah, dan kosong) atau kehilangan kesenangan atau minat dalam aktivitas, hampir sepanjang hari dan hampir setiap hari, setidaknya selama dua minggu. Beberapa gejala lain juga muncul, seperti sulit berkonsentrasi, perasaan bersalah yang berlebihan atau harga diri yang rendah, keputusasaan tentang masa depan, pikiran tentang kematian atau bunuh diri, gangguan tidur, perubahan nafsu makan atau berat badan, dan merasa sangat lelah (Stanley et al., 2018).
Dalam beberapa konteks budaya, beberapa orang mungkin mengungkapkan perubahan suasana hati mereka lebih mudah dalam bentuk gejala fisik (misalnya nyeri, kelelahan, kelemahan). Namun, gejala fisik ini bukan karena kondisi medis lain. Selama depresi, seseorang mengalami kesulitan yang signifikan dalam fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan, dan/atau fungsi penting lainnya. Depresi dibagi menjadi tiga kategori yaotu ringan, sedang, atau berat tergantung pada jumlah dan keparahan gejala, serta dampaknya terhadap fungsi individu.

Faktor Penyebab Depresi
Faktor penyebab depresi dapat di sebabkan oleh tidak efektif nya interaksi yang sosial dan koping individu yang non efektif. Faktor lain yang menyebabkan depresi adalah faktor psikologis, dan biologis. Kecemasan berat yang dialami oleh individu, akan mengakibat depresi yang berlanjut (Tiller, 2012). Depresi juga dapat sisebabkan karena mengalami trauma atau peristiwa kehidupan yang merugikan seperti (pengangguran, kehilangan, peristiwa traumatis) lebih mungkin mengalami depresi.
Intervensi mengatasi depresi
Tergantung pada tingkat keparahan depresi, penyedia layanan kesehatan dapat menawarkan perawatan psikologis seperti terpai kognitif dan perilaku (CBT) (Simhi et al., 2021), terapi perilaku kognitif dan psikoterapi interpersonal, dan/atau obat antidepresan seperti inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) dan antidepresan trisiklik. TCA), terapi meditasi yoga (Shohani et al., 2017), mindfulness (Hearn & Cross, 2020) dan aroma terapi lavender (Kim et al., 2021). Pengobatan farmakologi yang dapat di berikan adalah obat, namun obat yang digunakan disesuaikan dengan jenis depresi yang dialami. Salah satu jenias obat yang dibunakan adalah antidepresan, Antidepresan bukanlah pengobatan lini pertama untuk depresi ringan. Mereka tidak boleh digunakan untuk mengobati depresi pada anak-anak dan bukan pengobatan lini pertama pada remaja, di antaranya harus digunakan dengan sangat hati-hati (World Health Organization, 2022).
Daftar Pustaka
Casey, D. A. (2017). Depression in Older Adults: A Treatable Medical Condition. Primary Care - Clinics in Office Practice, 44(3), 499–510. https://doi.org/10.1016/j.pop.2017.04.007
Conejero, I., Olié, E., Calati, R., Ducasse, D., & Courtet, P. (2018). Psychological Pain, Depression, and Suicide: Recent Evidences and Future Directions. Current Psychiatry Reports, 20(5). https://doi.org/10.1007/s11920-018-0893-z
Hearn, J. H., & Cross, A. (2020). Mindfulness for pain, depression, anxiety, and quality of life in people with spinal cord injury: A systematic review. BMC Neurology, 20(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12883-020-1619-5
Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME). (2020). Global Burden of Disease Collaborative Network. https://vizhub.healthdata.org/gbd-results/
Kim, M., Nam, E. S., Lee, Y., & Kang, H. J. (2021). Effects of Lavender on Anxiety, Depression, and Physiological Parameters: Systematic Review and Meta-Analysis. Asian Nursing Research, 15(5), 279–290. https://doi.org/10.1016/j.anr.2021.11.001
Shohani, M., Badfar, G. N., Parizad, MarziehKaikhavani, S., Rahmati, S., Modmeli, Y., Soleymani, A., & Azami, M. (2017). The Effect of Yoga on Stress, Anxiety, and Depression in Women Abstract. International Journal of Preventive Medicine, 8, 1–3. https://doi.org/10.4103/ijpvm.IJPVM
Simhi, M., Sarid, O., Rowe, H., Fisher, J., & Cwikel, J. (2021). A cognitiveâ€â€behavioral intervention for postpartum anxiety and depression: Individual phone vs. group format. Journal of Clinical Medicine, 10(24). https://doi.org/10.3390/jcm10245952
Stanley, I. H., Boffa, J. W., Rogers, M. L., Hom, M. A., & Chu, C. (2018). Supplemental Material for Anxiety Sensitivity and Suicidal Ideation/Suicide Risk: A Meta-Analysis. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 86(11), 946–960. https://doi.org/10.1037/ccp0000342.supp
Tiller, J. W. G. (2012). Depression and anxiety. Medical Journal of Australia, 1(October), 28–32. https://doi.org/10.5694/mjao12.10628
World Health Organization. (2022a). Depression. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/depression
World Health Organization. (2022b). Mental healt. https://www.who.int/westernpacific/health-topics/mental-health#tab=tab_1
BREAKING NEWS – GELOMBANG 2 DIPERPANJANG

Ada kabar menggembarkan untu PMB STIKES Telogorejo Semarang!
Kabar baik untuk kalian adalah
Promo dan Biaya Gelombang 2 DIPERPANJAANG !!!
Dapatkan :
- Biaya Daftar 0 Rp
- Potongan Uang Gedung 50% up
- Beasiswa Khusus
✨Berlaku sampai 31 MEI 2023✨
ALOKASI TERBATAS !
Salam Sehat - ICARE
? official.universitastelogorejo.ac.id
YouTube STIKES Telogorejo
TikTok @stikestelogorejo
? @info.stikestelogorejo
SINAU BARENG S-1 Kebidanan ” Pengenalan Alat Laboratorium Kebidanan & Tindakan Asuhan Kebidanan “

Hallo Adik-adi SMA dan SMK sederajat
STIKES Telogorejo akan mengadakan SINAU BARENG S-1 Kebidanan " Pengenalan Alat Laboratorium Kebidanan & Tindakan Asuhan Kebidanan "
Sinau Bareng akan dilaksanakan di Kampus STIKES Telogorejo Semarang loh. Kalian akan berkesempatan untuk mengenal alat dan bisa praktik penggunaan alatnya juga.
Mari ikuti kegiatan Sinau Bareng Kebidanan yang akn dilaksanakan pada :
? Sabtu, 27 Mei 2023
â° 09.00 WIB - selesai
?STIKES Telogorejo Semarang
Pendaftaran Paling Lambat 24 Mei 2023
GRATIS TANPA DIPUNGUT BIAYA
KUOTA TERBATAS !
Jangan lupa share dan ajak temannya ya ?
Salam Sehat - ICARE
? official.universitastelogorejo.ac.id
YouTube STIKES Telogorejo
TikTok @stikestelogorejo
? @info.stikestelogorejo
RESIKO JATUH PADA LANSIA

Disusun Oleh : Ns. Siti Juwariyah, M.Kep Dosen D3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Menua atau menjadi tua adalah proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang di derita.
Tubuh memiliki mekanisme untuk mempertahankan postur tetap tegak saat duduk, berdiri atau pun beraktifitas. Berjalan bukan proses yang secara otomotis. Tetapi Berjalan membutuhkan integrasi dari semua sensorik posisi tubuh terhadap sekeliling dan kemampuan memberikan respons motorik untuk mengontrol pergerakan. Berjalan membutuhkan kontrol keseimbangan yang baik seperti bangkit dari kursi, berputar arah ketika berjalan dan naik turun tangga.
Kejadian jatuh pada lanjut usia sangat berdampak serius mulai dari cedera ringan hingga mengaalami kecacatan dan disabilitas. Menurut penelitian Nugraha S (2019), lansia yang menderita penyakit degeneratif lebih dari satu berisiko mengalami jatuh 2 kali di bandingkan lansia yang tidak mengalami penyakit tersebut.

Apa Dampak Pasien Geriatik Setelah Jatuh ?
Cedera yang dialami oleh pasien geriatrik setelah jatuh memiliki dampak yang buruk yaitu membentuk disabilitas, menyebabkan ketergantungan dengan orang lain dan meningkatkan mortalitas. Oleh karena itu, setiap pasien jatuh memerlukan pemeriksaan menyeluruh yang mencakup analisa faktor resiko yang perlu di modifikasi.
Beberapa hal lain yang menjadi faktor resiko jatuh adalah adanya nyeri hebat dan penyakit kronis, dimana pada wanita penyebab yang sering ditemukan adalah inkontinensia dan kerapuhan, sedangkan pada pria seringkali ditemukan faktor depresi, usia yang lebih tua, dan keseimbangan yang buruk.
Intervensi olahraga merupakan intervensi yang sudah sering digunakan dan diteliti. Terdapat enam kategori untuk intervensi olahraga yaitu; latihan gait dan keseimbangan, latihan kekuatan (strength training), fleksibilitas, gerakan seperti tai chi atau menari, aktivitas fisik umum dan stamina (endurance). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa latihan olahraga menurunkan jumlah jatuh dan resiko jatuh.
Intervensi multifaktorial memiliki jangkauan yang luas, yang menganalisa berbagai komponen komprehensif seperti keseimbangan, gait, penglihatan, kesehatan kardiovaskular, pengobatan, lingkungan, fungsi kognitif, dan kesehatan psikologis. Tata laksana yang diberikan sesuai dengan analisis faktor risiko per individual, tatalaksana multifaktorial ini dapat mencakup olah raga, intervensi psikologis, terapi nutrisi, edukasi, pemberian pengobatan, tatalaksana inkontinensia urin, modifikasi lingkungan, dan rujukan ke berbagai terapis atau dokter spesialis.
Berbeda dengan intervensi olahraga dan intervensi multifaktorial, rekomendasi terbaru mengenai vitamin D sangat berubah dengan tahun-tahun sebelumnya. Hasil- hasil penelitian yang ditemukan mengenai asosiasi vitamin D dan jatuh inkonsisten. Dari 7 penelitian heterogen, satu uji klinis menemukan dosis tinggi vitamin D meningkatkan jumlah jatuh dan cidera, satu uji klinis lain menunjukkan pengurangan frekuensi jatuh, dan uji klinis lainnya tidak menemukan hasil yang signifikan.
Tanda-tanda lansia beresiko jatuh memilik tanda-tanda beberapa seperti gangguan pola berjalan dengan diseret, menghendak, berayun, gangguan pendengaran atu penglihatan, vertigo, mudah pusing atau pingsan pada posisi tegak, buang air kecil atau besar yang tidak terkontrol, delirium atau kebingungan terhadap kondisi sekitar, konsumsi obat-obat berisiko tinggi, riwayat jatuh dalam waktu 12 bulan terakhir, usia 70 tahun ke atas.
Tips untuk mencegah jatuh perlu diantisipasi dengan beberapa tindakan sebagai berikut :
- Menggunakan alas kaki yang tidak licin
- Menjaga lantai agar tidak licin atau basah
- Menggunakan alas pijakan karet di kamar mandi.
Yuk Lansia harus aktif dan produktif.
