Tak Berkategori
Pendaftaran Kelas Bahasa Inggris S-1 Keperawatan
Hallo Telogorejo Muda,
Cita - cita menjadi Perawat di Rumah Sakit Internasional / Luar Negeri ?
Yuk kuliah S-1 Keperawatan Kelas Bahasa Inggris di STIKES Telogorejo Semarang
STIKES Telogorejo Semarang telah BUKA Penerimaan Mahasiswa Baru Program Kelas Bahasa Inggris S-1 Keperawatan Tahun Akademik 2024/2025. Keunggulan Kelas Bahasa Inggris adalah :
- Pembalajaran menggunakan Bahasa Inggris
- Mampu mengembangkan bahasa asing
- Pelayanan akademik yang excellent dan sistem mentoring
- Pengalaman multi cultural
- Pembekalan bahasa inggris
- Pembelajaran dengan native speaker
- Kesempata praktik dan magang di Rumah Sakit Internasional
- Berpeluang bekerja di Rumah Sakit Internasional dan Luar Negeri
- Berpeluangan Registered Nurse
- Kesempatan mengikuti kegiatan Internasional

HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1445 HIJRIAH
Pimpinan dan segenap sivitas akademka STIKES Telogorejo Semarang mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah,
Mari kita rayakan dengan penuh kegembiraan dan penuh dengan makna. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkahi kita semua dengan rahmat dan hidayah-Nya. Amin.

BEASISWA KEMENANGAN UNTUKMU !
Hallo Telogorejo Muda
BEASISWA KEMENANGAN UNTUK KALIAN !????????
Menyambut Hari Raya Idul Fitri, STIKES Telogorejo Semarang memberikan BEASISWA KEMENANGAN untuk kalian yang mendaftar di program studi :
- D-3 Keperawatan
- S-1 Kebidanan
Beasiswa Kemengangan meliputi :
✅ Biaya Pendaftran Rp. 0
✅ Potongan Biaya Uang Gedung 100%
Promo ini berlaku sampai 30 April 2024 dan yang pasti ALOKASI TERBATAS.
yuk yuk buruan daftar, link pendaftaran di pmb.official.universitastelogorejo.ac.id ????????

GELOMBANG 2 PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2024/2025 TELAH DI BUKA !
PMB 2024/2025 STIKES TELOGOREJO GELOMBANG 2 TELAH DI BUKA !
Masih Bingun lanjut kuliah dimana ?
STIKES TELOGOREJO SEMARANG salah satu kampus kesehatan favorit di Jawa Tengah yang menyediakan fasilitas unggulan yaitu Program Perekrutan Karyawan Rumah Sakit, Student Exchange dan Magang di Luar Negeri Selama 1 Tahun.
apalagi di Bulan ini banyak PROMO MENARIK, yaitu :
☑︠Biaya Pendaftaran Rp. 0,-
☑︠Potongan Beasiswa SPI 60 % up
☑︠Fasilitas perekrutan karyawan
Gimana ? Masih Ragu ? Buruan daftar aja yuk, kuota terbatas yah â¤â¤â¤
Biaya di bawah berlaku sampai dengan 30 April 2024





HATI-HATI TEKANAN DARAH TINGGI PADA IBU HAMIL, BAGAIMANA CARA MENGATASINYA?
Disusun Oleh Ns. Rinda Intan Sari, M.Kep ( Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )
Angka kematian ibu (AKI) masih menjadi permasalahan dunia termasuk Indonesia dengan jumlah yang cenderung tinggi Salah satu penyebab kematian ibu dan janin yaitu tekanan darah tinggi selama kehamilan atau bisa disebut juga dengan preeklampsia. Preeklampsia adalah peningkatan tekanan darah ibu hamil >140/90mmHg pada usia kehamilan >20 minggu. Preeklampsia dapat mengakibatkan kondisi yang berbahaya bagi ibu dan janin dapat terjadi gagal nafas, perdarahan dan infeksi. Keadaan yang lebih berbahaya yaitu kejang atau dapat disebut dengan eklampsia. Dampak pada bayi dapat terjadi saat ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi antara lain prematur, berat bayi lahir rendah, pertumbuhan janin yang terhambat, dan komplikasi pada janin serta kematian.
Di masa pandemi covid 19 ini dapat mencetuskan kecemasan akibat dari kondisi global terhadap infeksi corona virus tersebut. Ibu hamil yang merupakan kelompok rentan juga meningkatkan kecemasan ibu, kecemasan terjangkit infeksi tersebut, penularan melalui kunjungan ke RS, metode perlindungan covid19, pesan di media social, keselamatan bayi, pengaruh covid19 pada janin, kondisi bayi lahir dan keamanan menyusui saat nifas di saat pendemi. Selain itu, Ibu hamil dengan preeklampsia dapat mengalami peningkatan kecemasan akibat dari komplikasi yang dialaminya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa tingkat kecemasan ibu hamil yang mengalami preeklampsia sebesar 86.7%. Ibu hamil dengan preeklamsia, memiliki peningkatan kecemasan sebesar 7,84 kali. Kecemasan yang berlangsung secara terus menerus akan berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan kecemasan sangat mempengaruhi bayi yang dilahirkan antara lain yaitu masalah emosi, gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), atau gangguan perkembangan kognitif. Selain itu juga dapat terjadi komplikasi persalinan dan bayi lahir rendah. Banyaknya dampak negatif dari kecemasan, maka diperlukan penanganan baik pencegahan maupun perawatannya khususnya di masa pandemi Covid-19.

Untuk menangani kecemasan antara lain :
- Mencari informasi yang tepat
Informasi yang tepat didapatkan dengan sumber yang tepat pula. Pesan di media social pun juga harus diambil dari sumber yang tepat seperti pesan/informasi dari website resmi fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit ataupun Lembaga kesehatan lainnya seperti dari dinas kesehatan atau kementrian kesehatan. Petugas kesehatan pun telah dilatih untuk memberikan edukasi kepada pasien sehingga akan sangat terbuka bagi pasien untuk meminta informasi ke petugas kesehatan yang ada dengan tujuan dapat mengurangi kecemasan pada ibu hamil preeklamsia. Apabila membutuhkan pendampingan selama kehamilan, ibu dapat mengunjungi fasilitas kesehatan ataupun melalui tele medikasi atau konsultasi melalui aplikasi komunikasi.
- Aromaterapi dan Terapi Musik
Terapi kecemasan dengan aromaterapi memang telah terbukti efektif. Mekanisme terapi musik dapat menurunkan kecemasan adalah rangsangan musik tampak mengaktivasi jalur-jalur spesifik didalam beberapa area otak, seperti sistem Limbik yang berhubungan dengan perilaku emosioanal. Dengan mendengarkan musik, sistem limbic ini teraktivasi dan ibu menjadi rileks. Saat keadaan rileks cemas menurun. Alunan musik dapat menstimulasi tubuh untuk memproduksi molekul yang disebu nitric oxide (NO). Molekul ini bekerja pada tonus pembuluh darah sehingga dapat mengurangi kecemasan. Kesesuaian irama atau ritme tubuh dengan irama atau ritme musik akan menyebabkan adanya respon yang harmonis dalam tubuh. Apabila irama tubuh sesuai dengan irama internal tubuh manusia, maka musik akan menimbulkan kesan yang menyenangkan, dan sebaliknya kalau musik tidak seirama dengan irama internal tubuh maka akan menyebabkan adanya kesan yang kurang menyenangkan.
- Terapi lainnya
Terapi yang dapat digunakan yaitu terapi hypnosis lima jari, terapi dzikir dan murrotal dapat mengurangi kecemasan ibu hamil dengan preeklamsia. Selain itu ada terapi relaksasi napas dalam juga dapat menurunkan kecemasan pada ibu dengan preeklamsia. Penanganan harus dilakukan karena kecemasan dapat memperparah komplikasi ibu dengan preeklamsia salah satunya menambah peningkatan denyut jantung dan semakin meningkatkan tekanan darah. Maka dari itu, diperlukan penanganan kecemasan secara komprehensif dengan berbagai pilihan yang dapat digunakan oleh ibu hamil secara mandiri.
Salam sehat.
Penanganan Psikologi bagi Lansia, Seberapa Penting?
Disusun Oleh : Devina Puspa Wulandari, M.Psi., Psikolog. ( Psikolog Klinis STIKES Telogorejo Semarang )

Metadeskripsi: Mengapa lansia rentan terhadap masalah psikologi? Masalah psikologi apa yang umum terjadi pada lansia? Seberapa penting penanganannya?
Kesehatan tidak hanya mencakup dimensi fisik, tetapi juga psikologis. Aspek psikologis mencakup kesejahteraan mental dan emosional yang penting untuk keseimbangan holistik individu. Hal ini krusial untuk semua rentang usia, termasuk lansia, karena kesehatan psikologis dapat memengaruhi kemampuan mengatasi stres, menjaga hubungan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup.
Integrasi kesehatan fisik dan psikologis memberikan pendekatan holistik yang mendukung kesejahteraan menyeluruh, terutama dalam menghadapi tantangan yang terkait dengan penuaan. Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai masalah psikologis pada lansia dan seberapa penting penanganan psikologi bagi kelompok usia ini. Simak selengkapnya sampai tuntas!
Mengapa Lansia Rentan terhadap Masalah Psikologis?
Lansia atau lanjut usia adalah seseorang yang sudah mencapai 60 tahun ke atas. Usia ini dikatakan sebagai usia yang rentan bagi seseorang untuk mengalami masalah fisik maupun psikologis. Lansia rentan terhadap masalah psikologis karena perubahan biologis dan sosial, seperti demensia dan isolasi. Faktor-faktor ini dapat memengaruhi kesehatan mental mereka, meningkatkan risiko depresi dan gangguan psikologis lainnya.
Masalah Psikologis Apa Saja yang Umum pada Lansia?
Gangguan psikologis pada lansia adalah masalah kesehatan yang menyebabkan perubahan emosi, pikiran, dan perilaku pada orang lanjut usia. Kondisi ini dapat menghambat fungsi lansia dalam keluarga, pekerjaan, dan aktivitas sosial mereka.
Dilansir dari KlikDokter, Lebih dari 20% lansia mengalami gangguan psikologis, dengan 6,6% melaporkan gangguan mental dan neurologis. Demensia dan depresi umum dialami, masing-masing memengaruhi sekitar 5% dan 7% populasi lansia global.
Gangguan kecemasan juga mempengaruhi 3,8% lansia. Tingginya prevalensi kondisi psikologis pada lansia menekankan perlunya perhatian kesehatan mental yang lebih besar di dalam populasi ini. Simak penjelasan mengenai berbagai masalah psikologis yang umum terjadi pada lansia berikut ini!
- Depresi. Depresi adalah gangguan suasana hati, menyebabkan kesedihan berkelanjutan dan kehilangan minat
- Gangguan kecemasan (anxiety disorder). Gangguan kecemasan melibatkan kekhawatiran berlebihan dan mudah cemas terhadap hal-hal yang dianggap normal
- Bipolar disorder. Bipolar disorder menciptakan perubahan suasana hati ekstrem, dari kebahagiaan hingga depresi
- Skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan yang mengakibatkan ketidakmampuan membedakan kenyataan dan khayalan
- Demensia. Demensia pada lansia adalah gangguan psikologis yang bersifat kronis atau progresif. Ini dicirikan oleh penurunan fungsi kognitif, yaitu kemampuan memproses pikiran.
Seberapa Penting Penanganan Masalah Psikologis pada Lansia?
Dengan peningkatan peluang masalah psikologis pada lansia, memberikan perhatian dan penanganan sangatlah penting. Hal ini bisa berasal dari orang-orang di sekitar yakni keluarga. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah psikologis pada lansia sebagai berikut :
Meningkatkan Kesejahteraan Holistik
Penanganan masalah psikologis pada lansia penting untuk mencapai kesejahteraan holistik, mengingat aspek psikologis turut memengaruhi kesehatan secara menyeluruh.
Meningkatkan Kemampuan bagi Lansia untuk Mengatasi Stres
Penanganan psikologi membantu lansia mengatasi stres, yang sering kali meningkat seiring penuaan. Hal ini penting demi mempertahankan kualitas hidup yang baik.
Mencegah Munculnya Depresi dan Gangguan Psikologis Lainnya
Upaya penanganan dapat mencegah dan mengurangi tingkat depresi serta gangguan psikologis lainnya. Hal ini dapat memberikan dampak yang besar pada kesehatan mental lansia secara keseluruhan.
Membantu Mempertahankan Hubungan Sosial
Kesehatan psikologis yang baik mendukung hubungan sosial, membantu lansia tetap terhubung dengan lingkungan sekitar dan mengurangi risiko isolasi.
Mengoptimalkan Fungsi Lansia dalam Keluarga dan Pekerjaan
Penanganan masalah psikologis (termasuk dengan bantuan tenaga ahli di bidang psikologi) memungkinkan lansia untuk tetap berfungsi secara optimal dalam konteks keluarga dan pekerjaan, mendorong kemandirian dan kualitas hidup yang tinggi.
Dengan meningkatnya peluang masalah psikologis pada lansia, penanganan menjadi sangat penting. Ini bukan hanya tanggung jawab keluarga, melainkan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan holistik, mengatasi stres, mencegah depresi, dan mempertahankan hubungan sosial serta fungsi optimal lansia di usia senjanya. Jadi, jika ada lansia di sekitar Anda yang membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk mengulurkan tangan, ya!
Atasi Kelelahan dengan Konservasi Energi
Disusun oleh Ns. Suksi Riani, M.Kep ( Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )

Setiap orang pasti pernah merasakan kelelahan begitu juga dengan pasien yang sakit. Kelelahan merupakan wujud penurunan fungsi fisik dan mental yang menghasilkan berkurangnya semangat kerja sehingga mengakibatkan efektifitas dan efisiensi kerja menurun. Kelelahan disebabkan oleh beban kerja yang berlebihan, ketidakteraturan siklus siang dan malam dalam hidup, serta gejala yang timbul akibat menderita penyakit tertentu.
Kelelahan mempengaruhi kesehatan, keselamatan dan membutuhkan istirahat atau tidur untuk pemulihannya. Efek yang ditimbulkan dari kelelahan yaitu kehilangan kewaspadaan penurunan pertimbangan atau pemikiran, penurunan daya ingat dan perubahan suasana hati / mood.
Kelelahan dibagi menjadi 4 jenis berdasarkan penyebabnya yaitu kelelahan fisik, psikologis, mental dan keterampilan. Kelelahan fisik ini disebabkan kontraksi otot yang kuat menghasilkan tekanan otot sehingga menghentikan aliran darah yang mengakibatkan kelelahan otot sehingga tidak berkontraksi. Kelelahan psikologis disebabkan karena depresi, gugup, psikososial yang diperburuk dengan stress. Kelelahan mental disebabkan faktor psikis dan banyak tekanan mental. Kelelahan ketrampilan disebabkan oleh banyak tugas yang memerlukan ketelitian dan pemecahan masalah yang sulit.
Salah satu jenis penyakit yang sebagian besar mengalami kelelahan yaitu penderita PPOK dimana 50% mengalami keterbatasan dalam bekerja, 70% mengalami keterbatasan pergerakan fisik normal, 56% tidak dapat melakukan pekerjaan rumah tangga, 53% keterbatasan sosial, 50% mengalami gangguan tidur, dan 46% untuk kegiatan kekeluargaan.
Penatalaksanaan untuk kelelahan berdasarkan intervensi keperawatan meliputi manajemen energi, managemen nutrisi, manajemen latihan dan pergerakan, activity daily living, manajemen kenyamanan baik fisik maupun psikis, manajemen istirahat tidur, manajemen dukungan sosial.
Salah satu bentuk manajemen energi yaitu teknik konservasi energi dengan prinsip 4P (planning, packing, prioritizing, and potitioning). Teknik konservasi energi merupakan teknik untuk mengatur pernafasan ketika beraktivitas sehingga terjadi penghematan energi dan mencegah sesak nafas serta kelelahan (fatigue).
Konservasi energi ini merupakan bentuk evidence based nursing yang sudah dibuktikan oleh hasil-hasil penelitian terkait dapat digunakan untuk mengatasi kelelahan maupun sesak nafas. Dengan konservasi energi ini, diharapkan pasien dapat mengerjakan sesuatu dengan usaha minimal sehingga dapat mengurangi sesak saat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Teknik ini juga mengajarkan untuk menghemat energi dalam beraktivitas tanpa menimbulkan kelelahan dan sesak nafas.
Oleh karena itu, teknik konservasi energi ini dapat digunakan oleh pasien maupun semua orang yang mengalami kelelahan. Teknik yang mudah dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja ini dapat anda coba ketika mengalami kelelahan selain istirahat maupun tidur. Selamat mencoba teknik ini semoga bermanfaat untuk anda.
PERAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM PENCEGAHAN MASALAH KESEHATAN DENGAN PENDEKATAN KELUARGA
Disusun Oleh Ns. Asti Nuraeni, M.Kep., Sp.Kep.Kom ( Dosen S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang )

Indonesia saat mengalami Triple Burden atau beban tiga kali lipat masalah kesehatan. Triple Burden meliputi Penyakit infeksi New Emerging dan Re-Emerging, Penyakit Tidak Menular dan Penyakit Menular. Penyakit infeksi New Emerging dan Re-Emerging sebagai contoh penyakit COVID-19 dengan berbagai variannya. Penyakit Tidak Menular yang menjadi prioritas sesuai dengan kejadian tertinggi yaitu penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, kanker, gangguan pernafasan kronis, penyakit ginjal dan gangguan mental. Penyakit menular yang juga masih tinggi angka kejadiannya seperti ISPA, pneumonia, demam berdarah, diare, hepatitis, HIV-AIDS. Dampak dari permasalahan kesehatan yang terjadi di Masyarakat menimbulkan dampak terhadap penurunan kualitas hidup masyarakat dengan berbagai kelompok usia.
Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat salah satu pendekatan yang dilakukan adalah keluarga. Fokus utama individu yang mengalami masalah kesehatan berada di dalam keluarga. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan serta orang orang yang selalu menerima kekurangan dan kelebihan orang yang ada di sekitarnya baik buruk nya anggota keluarga. Tahap tumbuh kembang keluarga dimulai dari keluarga dengan pasangan baru, keluarga dengan anak usia balita, keluarga dengan anak usia sekolah, keluarga dengan anak usia remaja, keluarga dengan usia dewasa, dan keluarga dengan lanjut usia. Setiap tahap tumbung kembang keluarga mempunyai tugas dan fungsi perawatan kesehatan. Berlatarbelakang inilah maka upaya yang dilakukan untuk membantu mengatasi masalah kesehatan dengan pendekatan keluarga.


Level atau tingkat pencegahan kesehatan terdiri dari 3 level masalah kesehatan yaitu primer, sekunder dan tersier. Upaya pencegahan yang dilakukan dilevel keluarga lebih focus pada upaya promotive, preventif tetapi tetap memberikan untuk upaya kuratif dan rehabilitatif. Kegiatan yang dilakukan dalam upaya promotif salah satunya adalah pemberian edukasi kesehatan, mengajarkan tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan untuk upaya preventif yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi dan deteksi dini terhadap masalah kesehatan. Selanjutnya upaya kuratif dan rehabilitatif dilakukan pada keluarga yang mempunyai anggota keluarga sakit di rumah dan memerlukan perawatan kesehatan.
Mahasiswa kesehatan sesuai dengan kurikulum di semester VII di mata ajar keperawatan keluarga perlu mengaplikasi proses asuhan keperawatan keluarga dengan tahap tumbuh kembang keluarga yang mempunai masalah kesehatan. Program Studi S-1 Keperawatan mahasiswa semester VII pada tanggal 5-10 Desember 2022 melakukan praktik klinik di komunitas diwilayah binaan Kelurahan Tawang Mas. Mahasiswa melakukan pengelolaan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah kesehatan selama 1 minggu dimulai dengan melakukan pengkajian, merumuskan diagnosis, dan membuat intervensi keperawatan. Mahasiswa mengelola keluarga dengan tahap tumbuh kembang keluarga dengan usia sekolah, dewasa dan lansia dengan variasi kasus penyakit menular dan tidak menular.
Implementasi yang dilakukan mahasiswa terkait pengelolaan dimulai dengan memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang masalah kesehatan yang dialami keluarga. Pemberian edukasi kesehatan meliputi edukasi kesehatan tentang Hipertensi, Diabetes Melitus, Asam Urat dan ISPA. Keluarga sudah mengenal tentang masalah kesehatan, akibat lanjut dan cara pencegahan serta penanganan masalah kesehatan. Keluarga juga diajarkan ketrampilan untuk melakukan senam pernafasan, senam kaki, senam rematik dan juga tentang pengaturan pola makan untuk masalah kesehatan yang dialami. Hasil akhir atau evaluasi dari kunjungan keluarga yang dilakukan mahasiswa selam 1 minggu menunjukkan bahwa tingkat kemandirian keluarga yang dinilai dari awal tingkat kemandirian II yaitu keluarga aktif menerima informasi kesehatan dari tenaga kesehatan, hasil akhirnya tingkat kemandirian keluarga III yaitu keluarga mampu melakukan kembali apa yang sudah diajarkan mahasiswa secara mandiri. Demikian gambaran peran mahasiswa keperawatan dalam melakukan pencegahan masalah kesehatan dengan pendekatan keluarga.
