Back

keperawatan

Surveilen BAN-PT dalam Rangka Penyesuaian Akreditasi  Universitas Telogorejo Semarang
BeritaNews 03 Dec 2025

Surveilen BAN-PT dalam Rangka Penyesuaian Akreditasi Universitas Telogorejo Semarang

Semarang, 3 Desember 2025 — Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) melaksanakan kegiatan Surveilen BAN-PT sebagai bagian dari proses penyesuaian akreditasi institusi. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh pimpinan universitas, dekan, ketua program studi, dosen, tim penjaminan mutu serta tenaga pendidik. Surveilen ini bertujuan untuk memastikan bahwa UNTS secara konsisten memenuhi standar mutu perguruan tinggi sesuai ketentuan BAN-PT, sekaligus meninjau pengembangan terbaru yang telah dilakukan universitas dalam bidang akademik, tata kelola, dan layanan kemahasiswaan. Dalam kesempatan tersebut, tim asesor BAN-PT melakukan peninjauan terhadap dokumen-dokumen pendukung, pencapaian kinerja institusi, serta implementasi standar mutu di berbagai unit kerja. Selain itu, sesi diskusi bersama pimpinan universitas dan stakeholder internal dilakukan untuk memberikan klarifikasi dan memperkuat laporan kinerja UNTS. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata keseriusan UNTS dalam memperkuat tata kelola dan mutu institusi, sejalan dengan visi Universitas Telogorejo Semarang Menjadi Perguruan Tinggi yang Unggul, Berintegritas, Responsif, Adaptif, dan Inovatif dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia. Dengan terlaksananya surveilen BAN-PT ini, UNTS berharap dapat memperoleh hasil terbaik berupa penyesuaian akreditasi yang mendukung pengembangan institusi menuju kualitas pendidikan tinggi yang lebih maju dan berkelanjutan.
Pendidikan Profesi Apoteker
Uncategorized 02 Dec 2025

Pendidikan Profesi Apoteker

PROGRAM STUDI  PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER

Visi

Menjadi Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker berintegritas, responsif, adaptif, inovatif dan berdaya saing secara global, unggul dalam praktik kefarmasian dan mendukung budaya lokal untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan profesi apoteker yang berkualitas dengan keunggulan farmasi klinis dan komunitas didukung dengan pengembangan bahan alam, guna menghasilkan apoteker profesional dan berkarakter “I-CARE”.

  2. Mengembangkan ilmu dan praktik kefarmasian melalui penelitian farmasi sesuai perkembangan sains dan teknologi, dengan meningkatkan peran budaya lokal.

  3. Memberikan dampak peningkatan kualitas hidup manusia melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu dan praktik kefarmasian, dengan melibatkan budaya lokal.

  4. Memperkuat peran dan daya saing lulusan dengan keunggulan praktik kefarmasian dan mendukung budaya lokal, melalui pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.

  5. Menerapkan tata kelola program studi yang baik dan benar serta berkelanjutan melalui penguatan sumber daya.

PRESIM 2025: Pengalaman Internasional Mahasiswa Farmasi UT di Trinity University of Asia, Filipina
BeritaNews 30 Nov 2025

PRESIM 2025: Pengalaman Internasional Mahasiswa Farmasi UT di Trinity University of Asia, Filipina

Program Studi Farmasi Universitas Telogorejo Semarang mengikuti kegiatan PRESIM 2025 (Pharmacy Ready Student Immersion) yang diselenggarakan pada 25–27 November 2025 bertempat di Trinity University of Asia (TUA), Filipina. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran internasional bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan farmasi global, memahami keragaman budaya, hingga mengasah keterampilan praktis melalui kegiatan akademik dan non-akademik. Selama tiga hari, kegiatan berlangsung dengan rangkaian acara yang padat dan interaktif, mulai dari upacara pembukaan, pertunjukan budaya, kelas memasak, praktikum animal handling, kuliah internasional, hingga city tour ke destinasi bersejarah di Filipina. Keikutsertaan delegasi UNTS memperkuat komitmen universitas dalam mencetak lulusan farmasi yang kompeten dan berdaya saing internasional. Hari pertama diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung meriah pada 25 November. Delegasi Universitas Telogorejo Semarang disambut hangat oleh seluruh mahasiswa dan civitas Trinity University of Asia. Suasana semakin meriah dengan hadirnya drum band besar yang mengiringi kedatangan delegasi, menciptakan atmosfer penuh antusiasme. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti parade keliling kampus, yang dipimpin tim protokol TUA. Parade ini memperkenalkan area kampus sekaligus menjadi momen interaksi awal antar peserta dari berbagai negara. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan resmi dari Ketua Yayasan Trinity University of Asia, diikuti penghormatan terhadap lagu kebangsaan Filipina dan menyanyikan Hymne Pharmacy bersama seluruh delegasi. Sesi pembukaan ditutup dengan foto bersama menggunakan pakaian adat, di mana delegasi UNTS tampil memukau dengan busana adat Indonesia yang kaya warna dan makna. Culture Performance Masih di hari pertama, delegasi Universitas Telogorejo Semarang tampil pada sesi pertunjukan budaya. Mahasiswa UNTS mempersembahkan medley lagu-lagu daerah Indonesia, seperti Ampar-Ampar Pisang, Sinanggar Tulo, Kampuang Nan Jauh di Mato, Nyok Kita Nonton Ondel-Ondel, Manuk Dadali, serta beberapa lagu tradisional lainnya. Penampilan ini mendapat apresiasi besar dari peserta internasional karena memperlihatkan keragaman budaya Nusantara dalam satu sajian yang harmonis. Sebelum memasuki rangkaian culture performance, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang diadakan oleh panitia Trinity University of Asia. Sesi ini dirancang untuk mencairkan suasana sekaligus mempererat hubungan antar delegasi yang berasal dari tiga negara, yaitu Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Ice breaking dilakukan dengan permainan “sambung kata”, sebuah permainan yang menguji kekompakan dan kreativitas tim. Peserta dari masing-masing negara dibagi secara acak dan diminta bekerja sama untuk menyambung kata-kata yang diberikan menjadi rangkaian kalimat yang bermakna. Cooking Class: Memahami Tradisi Kuliner Filipina ada 26 November, kegiatan berlanjut ke sesi cooking class, yaitu kelas memasak makanan tradisional Filipina. Mahasiswa diperkenalkan dengan tiga hidangan khas, yakni:
  1. Arroz Caldo – bubur ayam dengan cita rasa khas Filipina, memadukan jahe, bawang putih, dan kaldu yang gurih.
  2. Turon – camilan manis berupa irisan pisang yang dibungkus kulit lumpia kemudian digoreng hingga renyah dan diberi lapisan gula karamel.
  3. Halo-Halo – hidangan penutup berupa es serut dengan campuran buah, kacang-kacangan, jeli, susu, dan gula.
Kegiatan memasak ini tidak hanya menjadi ajang belajar kuliner, tetapi juga sarana pertukaran budaya yang menyenangkan. Peserta saling bertukar cerita mengenai makanan khas negara masing-masing, sehingga tercipta interaksi positif dan keakraban antar delegasi. Animal Handling: Pembelajaran Farmakologi dengan Pendekatan Praktis Masih pada hari kedua, peserta melanjutkan kegiatan animal handling sebagai bagian dari pembelajaran farmakologi. Pada sesi ini, mahasiswa mempelajari teknik penanganan hewan uji berupa mencit, termasuk cara:
  • mengambil darah dari berbagai rute,
  • melakukan observasi tanda biologis, dan
  • melakukan penyuntikan secara intraperitoneal.
Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang penelitian preklinik, karena memberikan pengalaman langsung dengan standar laboratorium internasional. Peserta dari UNTS mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai etika penggunaan hewan uji, teknik handling yang benar, serta prinsip keselamatan laboratorium. Menjelang akhir hari kedua, kegiatan ditutup dengan International Lecture yang disampaikan oleh dosen UNTS, apt. Silvy Aldila, M.Farm. Beliau membawakan materi penelitian berjudul “Optimization of Sodium Alginate and Calcium Chloride; Nanogel of Celery.” Dalam sesi ini, apt. Silvy menjelaskan proses optimasi kombinasi sodium alginate dan calcium chloride dalam formulasi nanogel berbahan dasar seledri. Materi tersebut disambut antusias oleh peserta, karena mengangkat topik inovasi bahan alam yang sangat relevan dalam pengembangan obat. Diskusi berlangsung interaktif, dan banyak mahasiswa yang tertarik untuk mengetahui potensi lanjutan penelitian tersebut. Best National Costume: Apresiasi Atas Kekayaan Budaya Indonesia Pada 27 November, delegasi UNTS kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih penghargaan Best National Costume. Busana adat Indonesia—mulai dari adat Batak, Jawa, hingga NTT—yang dikenakan delegasi berhasil memukau para juri karena keindahan motif, kekayaan makna filosofis, serta cara penyajiannya yang elegan. Tidak hanya sekadar mengenakan pakaian adat, para mahasiswa UNTS juga mampu menampilkan kepercayaan diri, sikap hormat, dan pembawaan yang mencerminkan nilai budaya Indonesia sehingga menjadikan mereka layak mendapatkan penghargaan tersebut. Selain unggul dalam kategori kostum, PRESIM 2025 juga memberikan penghargaan Best Participant kepada salah satu delegasi UNTS. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap sikap aktif, keterlibatan penuh dalam setiap kegiatan, kemampuan berkomunikasi lintas budaya, serta kontribusi positif selama berlangsungnya program. Delegasi UNTS tersebut menunjukkan performa luar biasa, tidak hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga dalam berinteraksi, bekerja sama dengan peserta dari Filipina dan Vietnam, serta menjaga nama baik Indonesia di kancah internasional. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNTS mampu bersaing dan tampil unggul dalam forum internasional. Closing Ceremony & City Tour: Menggali Sejarah Filipina Kegiatan PRESIM 2025 diakhiri dengan closing ceremony dan dilanjutkan dengan city tour ke berbagai titik bersejarah di Filipina. Peserta diajak mengunjungi (a) Museum Rizal, yang menampilkan kisah hidup dan perjuangan Jose Rizal, pahlawan nasional Filipina; (b) Katedral tua di pusat kota, sebagai salah satu ikon arsitektur colonial, dan (c) Mall of Asia, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Asia. Melalui city tour ini, mahasiswa mendapatkan peluang untuk memahami sejarah, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Filipina secara lebih dekat. Penutup Keikutsertaan Universitas Telogorejo Semarang dalam PRESIM 2025 pada 25–27 November di Trinity University of Asia merupakan pengalaman berharga yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa, baik dari segi akademik maupun personal. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, mahasiswa tidak hanya memperkuat kemampuan praktis dan teoritis dalam bidang farmasi, tetapi juga memperluas wawasan internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi antarbudaya, serta mempererat hubungan persahabatan lintas negara. Program ini sekaligus memperkokoh posisi UNTS sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen terhadap internasionalisasi dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing global, serta siap menghadapi tantangan dunia profesional farmasi.  
Seminar Series Farmasi: Pendekatan Terpadu dalam Pharmaceutical Care Infeksi Cacing dan Inovasi Terapi Cacing Berbasis Bahan Alam
BeritaNews 29 Nov 2025

Seminar Series Farmasi: Pendekatan Terpadu dalam Pharmaceutical Care Infeksi Cacing dan Inovasi Terapi Cacing Berbasis Bahan Alam

Program Studi Farmasi Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan kegiatan Seminar Series Farmasi dengan tema “Pendekatan Terpadu dalam Pharmaceutical Care Infeksi Cacing dan Inovasi Terapi Cacing Berbasis Bahan Alam.” Kegiatan ini menjadi wadah ilmiah untuk memperkuat pemahaman mahasiswa dan tenaga kesehatan mengenai infeksi cacing, penatalaksanaan terapeutik yang rasional, serta pengembangan terapi berbasis bahan alam sebagai alternatif yang potensial. Seminar ini dilaksanakan pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh total 409 peserta, baik secara luring di Auditorium Universitas Telogorejo Semarang maupun daring melalui zoom meeting. Seminar tidak hanya dihadiri oleh sivitas akademika Universitas Telogorejo Semarang, tetapi juga peserta dari berbagai perguruan tinggi luar, seperti UNIKAL, UNIKA, STIFERA, dan STIFAR Yayasan Pharmasi Semarang. Kehadiran peserta lintas institusi ini mencerminkan tingginya perhatian terhadap isu infeksi cacing dan inovasi terapi antelmintik. Untuk memperluas jangkauan publikasi dan manfaat kegiatan, panitia juga menjalin kerja sama dengan beberapa universitas, yaitu Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA). Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong penyebaran informasi ilmiah yang lebih luas sekaligus mempererat jejaring akademik di bidang farmasi dan kesehatan.  

Sambutan Pembuka

Pada sesi pembukaan, sambutan yang semula dijadwalkan disampaikan oleh Rektor Universitas Telogorejo Semarang tidak dapat terlaksana karena beliau berhalangan hadir. Sambutan kemudian digantikan oleh Dekan Universitas Telogorejo, yaitu Ibu Ns. Sri Puguh Kristiyawati, M.Kep., Sp.MB. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini dan menekankan pentingnya kolaborasi antara ilmu klinik, farmasi, dan penelitian bahan alam dalam menjawab persoalan infeksi cacing yang masih banyak dijumpai di masyarakat. Beliau juga berharap kegiatan ini mampu memperkaya wawasan peserta sekaligus mendorong kontribusi nyata farmasis dalam pelayanan kesehatan berbasis bukti.  

Sesi Pertama: Penguatan Pemahaman Klinis dan Farmakoterapi

Sesi pertama menghadirkan dua narasumber yang membahas aspek klinis serta pendekatan farmakoterapi dalam penanganan infeksi cacing.
  1. Andre Damardana Tahitoe, Sp.PD, FINASIM, AIFO-K – Patofisiologi dan Manifestasi Klinis Infeksi Cacing pada Tubuh Manusia
Andre memaparkan secara komprehensif mengenai patofisiologi serta manifestasi klinis dari berbagai jenis infeksi cacing pada manusia. Beliau menjelaskan bahwa infeksi cacing dapat disebabkan oleh beragam spesies, dengan gejala yang tidak selalu terbatas pada gangguan saluran cerna. Pada bagian penutup, beliau menegaskan bahwa infeksi cacing, termasuk infeksi multipel, masih ditemukan di masyarakat dan perlu mendapat perhatian serius. Untuk mencapai target pengendalian penyakit, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan melalui penjagaan higienitas dan sanitasi lingkungan. Kasus-kasus infeksi cacing dapat dicegah dengan pola hidup bersih dan sehat agar tidak terjadi infeksi ulang. dr. Andre juga mengingatkan bahwa infeksi cacing bukan hanya menimbulkan keluhan perut, tetapi dapat menyebabkan komplikasi berat seperti meningitis, radang otak, serta sekuela yang berkelanjutan. Dengan demikian, infeksi cacing dapat menjadi kondisi berbahaya jika tidak ditangani secara tepat.
  1. Yovita Dwi Arini, M.Sc – Pendekatan Farmakoterapi dalam Penatalaksanaan Infeksi Cacing: Kombinasi, Dosis Optimal, dan Resistensi Obat
apt. Yovita menjelaskan strategi farmakoterapi yang rasional dalam penatalaksanaan infeksi cacing, termasuk pilihan obat, kombinasi terapi, pertimbangan dosis optimal, durasi, serta frekuensi penggunaan yang tepat. Beliau menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap resistensi obat akibat penggunaan yang tidak sesuai aturan. Beliau menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih baik dibandingkan pengobatan. Peserta diingatkan untuk selalu memastikan bahwa obat antelmintik digunakan sesuai dosis, durasi, frekuensi, dan indikasi yang tepat. Penggunaan obat yang tidak rasional berisiko meningkatkan kejadian resistensi, baik pada pasien maupun di lingkungan sekitarnya. Dalam konteks ini, peran apoteker sangat penting untuk memastikan terapi diberikan secara benar, terutama pada penyakit tropis, melalui pendekatan pelayanan farmasi yang terintegrasi.  

Sesi Kedua: Farmakoepidemiologi dan Inovasi Berbasis Bahan Alam

Sesi kedua melanjutkan pembahasan dari perspektif populasi dan pengembangan terapi alternatif, dengan dua narasumber ahli.
  1. Pramitha Esha Nirmala Dewi, M.Sc, Ph.D – Tinjauan Farmakoepidemiologi terhadap Penggunaan Obat Anthelmintik: Pola, Efektivitas, dan Tantangan Resistensi di Populasi
apt. Pramitha menyampaikan bahwa prevalensi penyakit akibat infeksi helminth masih tinggi di Asia Tenggara. Obat antelmintik tetap menjadi pilihan utama terapi dalam penanganan kondisi ini, namun efektivitasnya perlu terus dievaluasi melalui kajian farmakoepidemiologi. Beliau menekankan bahwa tenaga kesehatan mempunyai peran penting dalam memantau keberhasilan terapi di tingkat populasi. Fokus utama meliputi evaluasi efek samping, tingkat   keparahan pasien, pola penggunaan obat, serta efektivitas terapi yang dihasilkan. Upaya ini menjadi kewajiban baik bagi praktisi maupun akademisi, terutama karena Indonesia termasuk salah satu negara dengan kasus tinggi di kawasan Asia Tenggara. Beliau berharap penelitian dan pengembangan terkait terapi antelmintik terus dilakukan secara berkelanjutan.
  1. Madyo Adrianto, M.Farm – Potensi Bahan Alam sebagai Alternatif atau Pendukung Terapi Anthelmintik: Bukti Ilmiah dan Arah Pengembangan
Sebagai narasumber terakhir, Apt. Madyo memaparkan peluang besar pengembangan bahan alam sebagai alternatif ataupun pendukung terapi antelmintik. Beliau menjelaskan bahwa berbagai tanaman, khususnya yang mengandung minyak atsiri, berpotensi dikembangkan menjadi terapi antelmintik yang efektif berdasarkan bukti ilmiah. Beliau menegaskan bahwa sebagai seorang farmasis, penting untuk terus mengembangkan senyawa aktif dari tanaman sebagai sumber obat antelmintik yang lebih aman dan terjangkau. Potensi ini sangat relevan untuk wilayah pedesaan yang kaya keanekaragaman hayati, sehingga pengembangannya dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penutup

Seminar Series Farmasi ini memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai infeksi cacing, mulai dari aspek klinis, farmakoterapi rasional, kajian populasi, hingga inovasi terapi berbahan alam. Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap isu kesehatan tropis dan peran strategis farmasis dalam pelayanan kesehatan. Melalui seminar ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap peserta tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga terdorong untuk menerapkan prinsip pelayanan pharmaceutical care yang tepat serta aktif mendukung riset pengembangan terapi antelmintik berbasis bahan alam di masa mendatang.  
SEGER WARAS: Langkah HIMAFISIO UNTS Wujudkan Lansia Aktif dan Sehat
BeritaNews 24 Nov 2025

SEGER WARAS: Langkah HIMAFISIO UNTS Wujudkan Lansia Aktif dan Sehat

Himpunan Mahasiswa Fisioterapi (HIMAFISIO) yang bernaung di bawah program studi S-1 Fisioterapi, Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) berhasil lolos pendanaan pada Program Peningkatan Kapasistas organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dari 295 sub proposal yang lolos seleksi. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras HIMAFISIO dalam mengikuti PPK Ormawa 2025 di bawah bimbingan Ibu Deasy Virka Sari, S.Fis., Ftr., M.Fis selaku Dosen Pembimbing. Program Penguatan Kapasistas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) merupakan program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh Perguruan Tinggi (PT) yang di implementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Slamet, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Tim HIMAFISIO mengangkat topik bebas dengan judul “SEGER WARAS (Senam Geriatri Warga Sehat) Sport Geriatric sebagai Upaya Pemberdayaan Lansia dengan Mencegah Penyakit Degeneratif dan Meningkatkan Kebugaran Lansia”. Topik tersebut terinspirasi dari kondisi dusun Slamet yang memiliki lansia dengan keluahan penyakit degeneratif yang menyebabkan banyak lansia yang merasakan ketidaknyamanan saat bergerak dan masih banyak lansia di dusun tersebut yang masih tidak paham mengenai penyakit degeneratif ini. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim pelaksana PPK Ormawa HIMAFISIO akan mengupayakan inovasi pelatihan lansia dengan cara adanya program senam lansia, Jalan Sehat, Ultalaktif, Konsultasi dan intervensi fisioterapi. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Masyarakat Dusun Slamet dan mampu mengurangi masalah penyakit degeneratif pada lansia Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia, tim PPK Ormawa HIMAFISIO Universitas Telogorejo Semarang melaksanakan rangkaian program kerja yang terdiri atas empat kegiatan utama, yaitu screening kesehatan, senam geriatri, permainan ULTALAKTIF, dan jalan sehat. Seluruh kegiatan dirancang untuk mendukung kebugaran fisik serta mengoptimalkan fungsi tubuh lansia, dimulai dengan pelaksanaan screening kesehatan sebagai tahap awal guna mengetahui kondisi masing-masing individu sehingga program dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam geriatri yang rutin dilaksanakan untuk menjaga aktivitas fisik serta mengurangi risiko penurunan kekuatan otot, dan diakhiri dengan program jalan sehat yang mengajak para lansia bergerak aktif sambil menikmati suasana lingkungan dusun Slamet. Salah satu program inovatif yang dijalankan adalah permainan ULTALAKTIF. Permainan ini merupakan modifikasi dari ular tangga yang disesuaikan dengan kondisi lansia. Setiap kotak permainan berisi instruksi latihan fisioterapi ringan, sehingga lansia dapat berolahraga sambil bermain dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Melalui kegiatan ini, lansia didorong untuk tetap aktif dan menjaga mobilitas tubuh tanpa merasa terbebani.   Setelah dinyatakan lolos pendanaan PPK Ormawa, tim PPKO HIMAFISIO dari Universitas Telogorejo Semarang memulai rangkaian program kerja dengan melakukan screening kesehatan kepada para lansia. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pelaksanaan senam lansia yang telah beberapa kali dilakukan selama program berlangsung. Senam tersebut sangat bermanfaat karena membantu lansia tetap aktif bergerak dan mengurangi penurunan kekuatan otot. Selain itu, tim juga mengadakan permainan ULTALAKTIF, yaitu inovasi dari permainan ular tangga yang dimodifikasi agar sesuai dan menarik bagi lansia, sekaligus memberikan efek latihan fisioterapi melalui beberapa kotak permainan yang berisi instruksi exercise. Dengan begitu, lansia dapat berolahraga sambil bermain dan bahkan melakukannya kembali di rumah. Program terakhir yang dilaksanakan adalah jalan sehat, di mana lansia diajak berjalan mengelilingi lingkungan Dusun Slamet. Untuk menambah semangat dan keseruan kegiatan, tim turut menyediakan doorprize kecil bagi warga dusun Slamet. Dari kegiatan yang sudah dilaksanakan, terlihat hasil yang baik bagi kesehatan para lansia. Setelah rutin mengikuti senam, permainan ULTALAKTIF, dan jalan sehat, banyak lansia melaporkan bahwa keluhan seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), nyeri sendi akibat osteoartritis, serta sakit pinggang (low back pain) mulai berkurang. Para lansia juga merasa tubuh mereka lebih bugar dan lebih nyaman untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa program yang dijalankan benar-benar membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Dengan semangat Kolaborasi, HIMAFISIO UNTS terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program yang dijalankan. Prestasi yang diraih HIMAFISIO Universitas Telogorejo Semarang dalam program PPK Ormawa menjadi langkah awal yang membanggakan untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi, HIMAFISIO UNTS diharapkan dapat mempertahankan capaian ini serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk ikut berperan aktif dalam mewujudkan perubahan positif di lingkungan sekitar. Berikut nama-nama tim pelaksana program PPK Ormawa:
1.      Evan Nazhir Nandana (724024)
2.      Bernadeta Titis Heralsa (723008)
3.      Maria Dinda Putri Artyanto (723021)
4.      Tabitha Devi Sriyanto (723038)
5.      Alloysia Dyah Ayu Ferdianti (724007)
6.      Aulia Teza Kirani (724014)
7.      Brigitta Laura Wallong (724015)
8.      Erlangga Dika Kurniawan (124061)
9.      Lintang Gendis Nulisandi (724038)
10.  Misael Stevano Ryan Nugroho (724044)
11.  Naila Cahya Safitri (724051)
12.  Shafiq Ananda Firdaus (724068)
13.  Zulfia Samiyyatunnadya (724080)
7th International Conference on Health Practice and Research
Berita 23 Oct 2025

7th International Conference on Health Practice and Research

  🌐✨ 7th ICHPR 2025 ✨🌐 International Conference on Health Practice and Research 🎯 Transforming Healthcare with Technology for Better Quality of Life 📅 11–12 Desember 2025 📍 Universitas Telogorejo Semarang | Auditorium Lt. 4 💻 Hybrid via Zoom 🎙️ Keynote Speaker: Dr. Prasandhya Astagiri Yusuf, S.T., M.Sc., Ph.D. Universitas Indonesia 🌍 Invited Speakers dari Jepang 🇯🇵, Brunei 🇧🇳, Malaysia 🇲🇾, Australia 🇦🇺, Filipina 🇵🇭 💡 Kesempatan Publikasi: Jurnal terindeks Sinta & Scopus 📚 💰 Fee: 🎤 Oral Presentation – Rp250K 📄 Poster – Rp200K 🎓 Conference – Rp100K 🗓️ Deadline Pendaftaran: 13 Okt – 30 Nov 2025 🔗 Daftar sekarang! 👉 https://ichpr7.universitastelogorejo.ac.id 📞 CP: Innes – 0856 4055 7792 Arin – 0896 2353 2471 Ylen – 0812 2901 909 Mahas – 0822 2111 5473 #ICHPR2025 #UniversitasTelogorejo #HealthConference #NursingConference #HealthcareInnovation #HIMAKA #telogorejosemarang
Ketika Penampilan Menentukan Pelayanan: Sebuah Pengalaman Membeli Laptop
BeritaNews 09 Oct 2025

Ketika Penampilan Menentukan Pelayanan: Sebuah Pengalaman Membeli Laptop

Disusun Oleh : Dr. Nana Noviada K, SE, MM Pernahkah Anda merasa dipandang sebelah mata hanya karena penampilan? Itulah pengalaman yang saya alami ketika membeli sebuah laptop di salah satu mall besar. Hari itu saya sedang terburu-buru. Saya masuk ke sebuah toko laptop hanya dengan baju seadanya dan sandal biasa. Tidak ada yang istimewa. Namun, sejak awal saya sudah merasakan tatapan berbeda dari para penjaga toko. Pertanyaan saya soal laptop hanya dijawab seadanya. Bahkan ada yang tidak berusaha menatap saya sama sekali. Rasanya seperti sedang diuji: “Benarkah orang dengan penampilan seperti ini mampu membeli laptop yang harganya fantastis?” Puncaknya, seorang penjaga toko dengan enteng berkata, “Ibu kalau mau pakai pembayaran card harus punya plafon besar di kartunya, ya.” Saya hanya bisa tersenyum dalam hati dan berkata pelan pada diri sendiri, “Aman, Mbak.” Namun begitu saya akhirnya memilih laptop yang saya inginkan, lengkap dengan perangkat pendukung seperti USB portabel dan program resmi Microsoft Word, semuanya berubah. Senyum yang tadinya hilang mendadak hadir. Pelayanan yang tadinya dingin, tiba-tiba jadi hangat. Ramah sekali, seakan lupa dengan sikap awal mereka. Dari pengalaman ini, saya belajar satu hal: penampilan memang seringkali menentukan pelayanan. Namun, seharusnya tidak begitu. Karena pakaian sederhana tidak selalu berarti seseorang tidak mampu membeli barang mahal. Sebaliknya, pelanggan justru bisa merasa lebih dihargai jika dilayani dengan tulus, apa pun penampilannya. Pesan saya sederhana: jangan menilai dompet orang lain dari sandal jepit atau baju yang dipakainya. Karena uang tidak punya seragam. Siapa tahu, justru di balik penampilan sederhana, tersimpan kemampuan yang luar biasa.
Universitas Telogorejo Semarang Gelar Pengembangan Soft Skill untuk Mahasiswa Semester 6
Berita 29 Sep 2025

Universitas Telogorejo Semarang Gelar Pengembangan Soft Skill untuk Mahasiswa Semester 6

Universitas Telogorejo Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan penunjang yang kuat. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan kegiatan pengembangan soft skill bagi mahasiswa semester 6 dari Program Studi S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Farmasi, dan S1 Fisioterapi. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Pusat Pendidikan (Pusdik) Penerbangan TNI AD (Penerbad) Kota Semarang dengan menggandeng kerja sama Diklat SMC RS Telogorejo Semarang dan Pusdik Penerbad. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dilatih untuk mengasah kemampuan kerja sama, kepemimpinan, dan komunikasi, tetapi juga diajak untuk beradaptasi dalam lingkungan yang penuh tantangan. Sinergi dengan institusi militer dan rumah sakit ini memberikan nuansa pembelajaran yang berbeda sekaligus memperkuat karakter mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan profesional. Melalui pelatihan ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap mahasiswa semester 6 semakin siap menghadapi dunia kerja, memiliki daya juang tinggi, serta mampu berkontribusi optimal di tengah masyarakat.