Back

stikestelogorejo

Training Resilience Mahasiswa Semester II: Bekal Ketahanan Mental di Universitas Telogorejo Semarang
Berita 29 Sep 2025

Training Resilience Mahasiswa Semester II: Bekal Ketahanan Mental di Universitas Telogorejo Semarang

Universitas Telogorejo Semarang kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada penguasaan akademik, tetapi juga pengembangan softskill mahasiswa. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Training Resilience yang diperuntukkan bagi mahasiswa semester II dan diselenggarakan secara luring di kawasan alam Tinjomoyo, Semarang. Kegiatan ini dirancang dengan suasana outdoor yang mendukung pembentukan karakter, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Mahasiswa diajak untuk lebih memahami pentingnya resilience atau daya lenting, yaitu kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi saat menghadapi tantangan maupun tekanan dalam kehidupan perkuliahan. Melalui rangkaian agenda yang interaktif, mahasiswa mengikuti berbagai sesi mulai dari pelatihan mental, dinamika kelompok, hingga aktivitas outbound. Setiap sesi dirancang untuk menumbuhkan kerja sama tim, memperkuat komunikasi efektif, serta melatih keterampilan dalam mengelola stres. Dengan adanya Training Resilience ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap mahasiswa semester II semakin siap menghadapi dinamika akademik, lebih percaya diri, serta memiliki ketahanan mental yang kuat untuk menapaki perjalanan menuju tenaga kesehatan profesional di masa depan.
Hari Pertama Matrikulasi Universitas Telogorejo Semarang Tahun Akademik 2025/2026
Berita 02 Sep 2025

Hari Pertama Matrikulasi Universitas Telogorejo Semarang Tahun Akademik 2025/2026

Universitas Telogorejo Semarang resmi memulai rangkaian kegiatan Matrikulasi Tahun Akademik 2025/2026 pada tanggal 2 September 2025. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 25 September 2025 dan menjadi pintu gerbang awal perjalanan akademik bagi seluruh mahasiswa baru. Di hari pertama, suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat dari para mahasiswa yang disambut dengan hangat oleh civitas akademika. Kehadiran dua narasumber istimewa turut memberikan warna tersendiri, yaitu Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang. Dengan mengusung tema “Sinergi Multidisiplin: Membentuk Generasi Berkarakter, Berilmu, dan Berwawasan Lingkungan dalam Mendukung Transformasi Universitas Telogorejo Semarang”, kegiatan matrikulasi tahun ini dirancang tidak hanya sebagai pengenalan akademik, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan wawasan mahasiswa baru. Rektor Universitas Telogorejo Semarang menyampaikan bahwa melalui kegiatan matrikulasi ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun sinergi lintas disiplin ilmu, memiliki kesadaran lingkungan, serta siap menghadapi tantangan global. Hal ini selaras dengan arah transformasi universitas untuk terus mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Matrikulasi bukan hanya sekadar kegiatan penyambutan, tetapi juga awal dari proses pembelajaran dan transformasi diri. Dengan semangat baru, Universitas Telogorejo Semarang mengajak seluruh mahasiswa untuk melangkah bersama menuju masa depan yang penuh inspirasi, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Image Accordion #1

Image Accordion content goes here!

Image Accordion #2

Image Accordion content goes here!

Image Accordion #3

Image Accordion content goes here!

Image Accordion #4

Image Accordion content goes here!
PKKMB Universitas Telogorejo Semarang 2025 Sambut 621 Mahasiswa Baru   Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul PKKMB Universitas Telogorejo Semarang 2025 Sambut 621 Mahasiswa
BeritaUncategorized 29 Aug 2025

PKKMB Universitas Telogorejo Semarang 2025 Sambut 621 Mahasiswa Baru Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul PKKMB Universitas Telogorejo Semarang 2025 Sambut 621 Mahasiswa

PKKMB Universitas Telogorejo tahun 2025 dilaksanakan selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Agustus 2025. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi, mengenal sistem pembelajaran, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan cinta almamater. Tidak hanya itu, PKKMB juga menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengasah karakter, meningkatkan kedisiplinan, dan mempersiapkan diri menghadapi dinamika kehidupan akademik maupun sosial di dunia kampus. Materi pertama disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Telogorejo, Dr. Ns. Ismonah, M.Kep., Sp.MB. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa baru mengenai sistem pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk kebijakan, kurikulum, serta peran mahasiswa dalam menjawab tantangan global. Sesi berikutnya menghadirkan perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Bp. Adhrial Refaddin, S.IP., M.P.P. Ia membahas perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri. Kegiatan semakin menarik ketika Irwan Hidayat, Presiden Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, memberikan kuliah umum mengenai peluang dan tantangan membangun bisnis bagi kaum muda serta kiat menghadapinya. Dengan gaya yang inspiratif, ia berbagi pengalaman perjalanan bisnisnya dan menekankan pentingnya integritas, kerja keras, serta keberanian dalam mengambil peluang. Sebagai penutup, Ns. Prita Adisty Handayani, M.Kep., dari tim K3 Universitas Telogorejo, membawakan materi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ia mengingatkan pentingnya kesadaran mahasiswa akan kesehatan pribadi dan lingkungan kampus yang aman. Rangkaian PKKMB Universitas Telogorejo tahun ini akan ditutup dengan inagurasi pada 28 Agustus, sebagai penanda berakhirnya seluruh kegiatan pengenalan kampus. Inagurasi tersebut diharapkan menjadi momen berkesan bagi mahasiswa baru sekaligus awal perjalanan mereka menempuh pendidikan tinggi dengan penuh semangat.

Image Accordion #1

Image Accordion content goes here!

Image Accordion #2

Image Accordion content goes here!

Image Accordion #3

Image Accordion content goes here!

Image Accordion #4

Image Accordion content goes here!

Accordion item title

Accordion content goes here!
S-1 Farmasi
Menu 08 Aug 2025

S-1 Farmasi

PROGRAM STUDI S-1 FARMASI

Visi

Menjadi Program Studi Sarjana Farmasi yang unggul dan berdaya saing secara global, berintegritas, responsif, adaptif dan inovatif, mengembangkan sains dan teknologi kefarmasian dalam mendukung praktik kefarmasian serta budaya lokal untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi farmasi yang berkualitas meliputi farmasi klinis–komunitas, sains-teknologi farmasi dan manajemen farmasi guna menghasilkan sarjana farmasi yang kompeten, dan berkarakter I-CARE.

  2. Mengembangkan ilmu kefarmasian melalui penelitian farmasi sesuai perkembangan sains dan teknologi, dengan meningkatkan peran budaya lokal.

  3. Memberikan dampak peningkatan kualitas hidup manusia melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu kefarmasian, dengan melibatkan budaya lokal.

  4. Memperkuat peran dan daya saing lulusan dengan keunggulan sains dan teknologi kefarmasian serta mendukung budaya lokal, melalui pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.

  5. Menerapkan tata kelola program studi yang baik dan benar serta berkelanjutan, melalui penguatan sumber daya.

Dua Mahasiswa Universitas Telogorejo Semarang Ikuti Summer Program di Hungkuang University, Taiwan
BeritaNews 01 Aug 2025

Dua Mahasiswa Universitas Telogorejo Semarang Ikuti Summer Program di Hungkuang University, Taiwan

Universitas Telogorejo Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan wawasan global dan daya saing internasional mahasiswa. Kali ini, dua mahasiswa terpilih dari Universitas Telogorejo Semarang akan diberangkatkan ke Hungkuang University, Taiwan, untuk mengikuti kegiatan Summer Program selama dua minggu. Program ini dijadwalkan berlangsung mulai 1 Agustus 2025, bertempat di kampus Hungkuang University yang berlokasi di Taichung City, Republik Tiongkok (Taiwan). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama internasional antara Universitas Telogorejo Semarang dan Hungkuang University, sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik global, khususnya di bidang pendidikan kesehatan dan teknologi terapan. Kedua mahasiswa yang mewakili Universitas Telogorejo Semarang telah melalui proses seleksi yang ketat, mempertimbangkan aspek akademik, kemampuan komunikasi internasional, serta motivasi dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan global. Selama dua minggu di Taiwan, para mahasiswa akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang meliputi kuliah umum hingga diskusi budaya. Rektor Universitas Telogorejo Semarang, dr. Swanny Trikajanti W., M.Kes., Ph.D, memberikan pesan khusus kepada para peserta program. “Dua minggu mungkin waktu yang singkat, tetapi saya yakin itu cukup untuk belajar banyak hal baru. Gunakan waktu ini sebaik-baiknya untuk mencari pengalaman, memperluas pengetahuan, dan membangun koneksi internasional. Selamat mengikuti program dengan semangat. Nikmati setiap prosesnya, dan jangan ragu untuk saling bertukar budaya, seni, dan ilmu pengetahuan dengan peserta dari negara lain,” pesan Rektor. Hungkuang University sendiri dikenal sebagai salah satu universitas terkemuka di Taiwan yang berfokus pada bidang kesehatan, ilmu terapan, dan teknologi inovatif. Kerja sama antara kedua institusi ini telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir, dan summer program ini merupakan bentuk konkret dari pertukaran akademik yang terus diperluas. Diharapkan setelah mengikuti program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru, tetapi juga mampu menjadi duta budaya dan akademik yang memperkenalkan potensi Indonesia, khususnya dari Universitas Telogorejo Semarang, di kancah internasional. Program summer ke Taiwan ini juga menjadi langkah strategis Universitas Telogorejo dalam membangun atmosfer internasionalisasi di lingkungan kampus serta mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mobilitas mahasiswa ke luar negeri.  
PEMBELAJARAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN AI “MANFAAT DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI”
ArtikelNews 24 Jul 2025

PEMBELAJARAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN AI “MANFAAT DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI”

Disusun Oleh : Dwi Yogo Budi Prabowo ( Dosen Prodi S1 Keperawatan dan Ners Universitas Telogorejo Semarang ) Pembelajaran keperawatan merupakan bagian yang sangat penting dari pendidikan kesehatan yang mempunyai tujuan untuk membentuk perawat-perawat profesional yang kompeten dengan kemampuan berpikir dan kemampuan ketrampilan klinis yang baik. Pembelajaran keperawatan yang berkualitas akan menghasilkan luaran yang juga berkualiats. Untuk itu dalam pembelajaran keperawatan harus bersifat dinamis mengikuti perkembangan dan perubahan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap tahunya agar mampu mempunyai eksistensi dalam Pembangunan Pendidikan di Indonesia.  Seiring perkembangan teknologi saat ini juga terjadi perubahan signifikan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI). Kecerdasan buatan (AI) ialah suatu teknologi yang dapat memungkinkan mesin untuk meniru kemampuan manusia dalam berpikir, belajar, beradaptasi, dan penyelesaian tugas-tugas tertentu. Sebenarnya untuk perkembangan AI sudah muncul sekitar tahun 1950-an sebagai disiplin ilmu formal. Alan Turing seorang  matematikawan Inggris, mengajukan pertanyaan tentang apakah mesin dapat berpikir seperti manusia dalam makalahnya yang terkenal "Computing Machinery and Intelligence." Pada tahun 1956, konferensi Dartmouth dianggap sebagai awal mula AI, di mana para peneliti berkumpul untuk melakukan diskusi tentang bagaiamana potensi mesin cerdas. Setelah masa optimisme awal, AI menghadapi suatu masa yang sulit pada tahun 1970-an yang  dikenal sebagai "musim dingin AI" karena tantangan teknis dan kurangnya kemajuan. Namun pada tahun awal 2000-an AI mengalami kebangkitan karena adanya kemajuan teknologi komputer, seperti pemprosesan yang lebih cepat dan kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Perkembangan pembelajaran mesin dan akses ke big data mendorong kebangkitan AI. Saat ini AI telah menjadi suatu bidang penelitian dengan perkembangan yang  pesat dalam beberapa dekade terakhir dan terus mengalami kemajuan yang signifikan. Teknologi ini telah menciptakan penemuan aplikasi di berbagai sektor termasuk Pendidikan, kesehatan, bisnis, transportasi, dan masih banyak lagi. Teknologi AI telah membawa peluang baru yang sangat menarik dalam pendidikan keperawatan karena dapat mempengaruhi bagaimana perawat masa depan belajar dan berlatih. AI dalam pendidikan keperawatan dapat memberikan manfaat yang sangat penting seperti personalisasi dalam pembelajaran yang di mana materi dan metode pengajaran dapat dilakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing mahasiswa. Hal lain yang bisa dilakuakn AI yaitu memungkinkan mahasiwa melakukan simulasi klinis yang realistis dan aman, sehingga mahasiswa mampu belajar dan berlatih  dalam lingkungan yang terkendali yang akan meminimalisir suatu kesalahan fatal sebelum dihadapkan dalam kondisi nyata yang ada dilapangan, AI juga mempunyai manfaat dalam menyediakan akses cepat ke informasi medis dan keperawatan terbaru sehingga akan membantu mahasiswa tetap up-to-date dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. AI juga dapat memeberikan feed back otomatis pada tugas-tugas dan latihan sehingga hal ini dapat memberikan  kemudahan bagi mahasiswa untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja mahasiswa  secara efisien. Hal tersebut akan membantu mahasiswa dalam melakukan perbaikan keterampilan dan pengetahuan secara cepat. Salah satu contoh penggunaan AI dalam pembelajaran keperawatan saat ini ialah simulasi pasien virtual. Institusi pendidikan keperawatan menggunakan simulasi pasien virtual berbasis AI dengan tujuan agar dapat memberikan pengalaman klinis nyata bagi mahasiswa. Pasien virtual ini mampu melakukan interaksi dengan mahasiswa , memperlihatkan kondisi tanda dan  gejala penyakit, dan melakukan respon terhadap tindakan yang dilakukan mahasiswa sehingga hal ini dapat meningkatkan kemampuan ketrampilan klinis mahasiwa sebelum dihadapkan dengan pasien nyata. Penggunaan lain AI dalam keperawatan yaitu untuk menyediakan asisten pengajaran virtual yang dapat memberikan bantuan terhadap mahasiswa tentang  pertanyaan medis, sumber referensi, dan informasi terkait tugas ataupun materi pembelajaran sehingga hal ini dapat meningkatkan efisiensi belajar mahasiswa dan memberikan akses cepat ke informasi medis. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran keperawatan telah membuka peluang besar untuk dapat membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan untuk menghasilkan perawat yang kompeten di masa depan. Namun, seperti halnya teknologi lainya, AI juga menghadirkan beberapa tantangan yang harus diatasi agar dalam pengunuaan dan perapan AI dalam pembelajaran keperawatan dapat memberikan manfaat. Tantangan prioritas dalam pembejalaran keperawatan menggunakan AI adalah ketergantungan yang berlebih pada teknologi. Mahasiswa keperawatan mungkin akan sangat terlalu bergantung pada AI untuk berlatih dan mempelajari keterampilan klinis, sehingga mereka kurang mendapatkan pengalaman penting dalam interaksi langsung dengan pasien. Oleh karena itu, sangat penting bagi institusi pendidikan keperawatan agar menjaga keseimbangan antara penggunaan AI dan pengalaman klinis nyata. Selain itu ketergantungan teknologi yang berlebih juga akan menimbulkan kekhawatiran terhadap kemampuan berpikir mahasiswa, untuk itu institusi Pendidikan perlu untuk menekankan kepada mahasiwa bahwa AI bukan jawaban utama dari permasalahan yang harus diterima mentah-mentah tetapi AI hanya sebagai alat bantu atau bisa dikatakan sebagai teman dalam melaksanakan diskusi untuk menemukan jawaban  permasalahan yang dihadapi. Kualitas data merupakan faktor penting lainnya. AI membutuhkan data yang mempunyai kualitas tinggi untuk dapat memberikan hasil yang valid dan akurat serta kredibel. Data yang kurang atau bahkan cenderung tidak lengkap ataupun tidak akurat akan menyebabkan kesalahan dalam simulasi atau analisis, yang berpengaruh terhadap pembelajaran mahasiswa karena pembacaan hasil yang salah oleh AI. Oleh karena hal itu, institusi harus  memastikan bahwa data yang digunakan dalam sistem AI merupakan data yang valid dan representatif. Tantangan lain yang harus dihadapi yaitu penggunaan AI dalam pendidikan keperawatan sering kali membutuhkan akses ke data pasien dan mahasiswa, yang bisa memunculkan risiko privasi dan keamanan. Untuk menghindari hal tersebut Institusi harus mengambil langkah-langkah dalam perlindungan  data sensitif agar tetap aman. Tantangan lain pastinya terkait dengan biaya, enggunaan  AI dalam pembelajaran keperawatan memerlukan investasi untuk menyiapkan perangkat keras, perangkat lunak, dan pelatihan instruktur. Institusi harus mempertimbangkan apakah mempunyai sumber daya yang cukup untuk menerapkan AI secara efektif. Selain itu, kesiapan untuk instruktur menjadi faktor yang menentukan dalam  keberhasilan penggunaan AI. Instruktur harus mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang kompeten karena diperlukan untuk menggunakan AI dengan baik dalam pembelajaran. Ketidaksiapan instruktur dapat menjadikan hambatan dalam  penerapan AI yang sukses. Salah satu tantangan yang lebih kompleksitas ialah bias algoritma. AI dapat mewarisi bias dari data pembelajaran dan pelatihan, yang memungkinkan terjadinya  diskriminasi atau hasil yang tidak adil. Institusi perlu sadar terhadap resiko tersebut  sehingga harus  memastikan bahwa AI yang diguanakan sesuai dengan standar etis dan adil. Pengurangan terhadap keterampilan praktis mungkin juga akan terjadi apabila mahasiswa terlalu bergantung pada simulasi AI. Mereka mungkin akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan situasi medis yang aktual. Oleh karena itu, pengalaman klinis nyata tetap penting bagi mahasiswa keperawatan. Selain itu, kompleksitas etika muncul dalam penggunaan AI dalam pengambilan keputusan medis otomatis. Pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab atas keputusan AI dapat menjadi sumber perdebatan. Terakhir, institusi perlu melakukan penyesuaian kurikulum mereka agar ada keselarasan dengan perkembangan AI dalam pembelajaran keperawatan. Hal ini juga mencakup pengembangan modul khusus mengenai AI dalam keperawatan untuk memastikan bahwa mahasiswa memahami peran dan tantangan teknologi ini. Meskipun tantangan dalam penggunaan AI cukup banyak, namun institusi sebaiknya tidak perlu khawatir dan takut untuk menggunakan AI dalam pembelajaran keperawatan karena dengan pendekatan yang bijaksana dan berimbang, institusi pendidikan keperawatan dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa dan mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi perawat yang kompeten dan siap terjun dalam dunia kerja.
PENGARUH KECEMASAN DAN IMUNITAS DALAM TUBUH
ArtikelNews 24 Jul 2025

PENGARUH KECEMASAN DAN IMUNITAS DALAM TUBUH

Disusun Oleh : Ns. Ni Made Ayu Wulansari, M.Kep ( Dosen S-1 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang ) Semakin meningkatnya konsumsi makanan yang tidak sehat, menyebabkan meningkatkannya penyakit akibat pola hidup yang tidak baik. Selain itu, kondisi ekonomi yang sedang bergejolak menambah beban pemikiran sehingga semakin meningkatnya kecemasan yang dirasakan pada Masyarakat. Kecemasan masyarakat di Indonesia telah diteliti oleh Megatsari, et. all (2020), menemukan pada golongan usia 20-29 tahun dan 40-49 mengalami kecemasan lebih tinggi disbanding kelompok usia diatas 50 tahun.  Selain itu, responden perempuan lebih merasa cemas dibandingkan laki-laki. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa kecemasan merupakan kasus nyata yang dialami masyarakat dalam masa pandemi Tidak hanya kecemasan psikologis yang dirasakan, menurut Mann, Krueger dan Vohas (2020) masyarakat juga mengalami kecemasan ekonomi atau dalam artikel ini disebut Economic anxiety.  Kecemasan ekonomi merupakan distress psikososial, misal pada studi 2008 menemukan bahwa kesulitan ekonomi menyebabkan perceraian. Selain itu, kesulitan ekonomi juga meningkatkan gangguan mental dan percobaan bunuh diri. Hasil studi Mann, et. All ini menemukan bahwa kesulitan ekonomi berpotensi menyebabkan masyarakat kesullitan dalam menghadapi masa perholakan ekonomi. Kecemasan Psikologis dan ekonomi menimbulkan dampak yang signifikan pada masyarakan di amsa pandemik. Terdapat banyak kabar bahwa kondisi psikologis merupakan faktor yang mempengaruhi system imun. System imun merupakan factor penting dalam menghadapi covid-19. Menurut penjelasan dalam penelitian Mazza, et all (2020), menjelskan bahawa kecemasan dan depresi berperan dalam predictor klinis dan inflamasi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa semakin buruk inflamasi yang terjadi , semakin buruk pula depresi yang dialami. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan kecemasan agar imunitas tetap terjaga. Penanganan kecemasan paling sederhana adalah dengan relaksasi napas dalam. Menarik napas dan mengeluarkan secara perlahan dengan sikap duduk yang tenang serta dengan didampingi music yang menenangkan. Hal ini dapat membantu menangani kecemasan. References: Gambar: https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fwww.apa.org%2Fimages%2Farticle-covid-19_tcm7-277085_w1024_n.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.apa.org%2Fpubs%2Fhighlights%2Fcovid-19-articles&tbnid=4of8UrLd6vNH-M&vet=12ahUKEwirjejh4qHuAhVDNHIKHbKWAw0QMygTegUIARCIAQ..i&docid=iZSP-z4x5ELdHM&w=450&h=300&q=download%20free%20picture%20anxiety%20covid&safe=strict&ved=2ahUKEwirjejh4qHuAhVDNHIKHbKWAw0QMygTegUIARCIAQ Gennaro Mazza, M., De Lorenzo, R., Conte, C., Poletti, S., Vai, B., Bollettini, I., … Benedetti, F. (2020). Anxiety and depression in COVID-19 survivors: role of inflammatory and clinical predictors. Brain, Behavior, and Immunity. doi:10.1016/j.bbi.2020.07.037 Mann, F. D., Krueger, R. F., & Vohs, K. D. (2020). Personal economic anxiety in response to COVID-19. Personality and Individual Differences, 110233. doi:10.1016/j.paid.2020.110233 Menzies, R. E., & Menzies, R. G. (2020). Death anxiety in the time of COVID-19: theoretical explanations and clinical implications. The Cognitive Behaviour Therapist, 1–24. doi:10.1017/s1754470x20000215
KENALI METODE PILLEX (PILLATES EXERCISE) UNTUK MENGATASI  NYERI DISMENORE
ArtikelNews 24 Jul 2025

KENALI METODE PILLEX (PILLATES EXERCISE) UNTUK MENGATASI NYERI DISMENORE

Disusun Oleh : Widya Mariyana,S.St., M.Kes ( Dosen S-1 Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang )   Dysmenorrhea atau dismenore adalah istilah medis dari kondisi nyeri haid atau kram perut yang terjadi setiap kali saat menstruasi. Kondisi ini sangat umum terjadi karena adanya perubahan hormon yang memicu kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisannya sebelum ataupun selama masa menstruasi. Kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasi dismenore melalui ulasan berikut ini. Apa itu Dismenore? Dysmenorrhea atau dismenore adalah rasa nyeri dan kram pada perut bagian bawah yang dialami oleh wanita sebelum ataupun selama siklus menstruasi. Kondisi ini tergolong normal jika menimbulkan gejala yang ringan. Namun, pada beberapa kasus, dismenore dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebab Dismenore Penyebab utama dismenore adalah perubahan hormon yang memicu rahim untuk berkontraksi untuk meluruhkan lapisannya. Berdasarkan penyebabnya, dismenore juga dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu:
  1. Dismenore Primer
Dismenore primer merupakan kondisi yang terjadi karena adanya perubahan hormon prostaglandin, yaitu hormon yang diproduksi oleh lapisan rahim. Hormon tersebut dapat memicu rahim untuk meluruhkan lapisannya melalui kontraksi rahim sehingga bisa menimbulkan rasa nyeri pada perut bagian bawah. Dismenore primer bisa datang setiap kali saat menstruasi, namun tidak disebabkan oleh penyakit atau penyebab medis lainnya. Nyeri akibat dismenore primer ini biasanya terjadi selama 2–3 hari dan dapat mereda setelah siklus menstruasi berakhir.
  1. Dismenore Sekunder
Dismenore sekunder adalah nyeri haid yang dapat dipicu oleh masalah pada organ reproduksi, seperti: Endometriosis,  Penyakit radang panggu,  Fibroid Rahim, Adenomiosis, Stenosis serviks, PCOS dan Perlengketan pada bagian dalam rahim. Dismenore sekunder dapat menimbulkan rasa nyeri yang lebih parah dan lebih lama dibandingkan dengan dismenore primer. Bahkan, pada beberapa kasus, nyeri akibat dismenore sekunder ini tetap dirasakan meski siklus menstruasi sudah berakhir.   Faktor Risiko Dismenore Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko wanita mengalami dismenore adalah sebagai berikut:
  • Wanita berusia di bawah 30 tahun.
  • Terdapat riwayat keluarga yang sering mengalami nyeri haid.
  • Mendapatkan siklus menstruasi pertama pada usia yang sangat muda, yaitu di bawah 11 tahun (pubertas dini).
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Kebiasaan merokok.
  • Terjadi perdarahan yang berlebihan selama menstruasi.
  • Belum pernah melahirkan.
Gejala Dismenore Gejala utama dismenore adalah rasa nyeri terus menerus pada perut bagian bawah yang dapat terjadi sebelum atau selama siklus menstruasi. Rasa nyeri tersebut bisa menyebar hingga ke pinggang, punggung bagian bawah, dan paha. Selain itu, sejumlah gejala umum dari dismenore adalah sebagai berikut:
  • Mual yang dapat disertai ataupun tanpa disertai muntah.
  • Nyeri kepala.
  • Perut kembung.
  • Lesu atau tidak bertenaga.
Cara Mengatasi Dismenore Jika menimbulkan gejala yang ringan, dismenore dapat diatasi dengan melakukan perawatan mandiri di rumah, seperti:
  • Mengompres hangat perut bagian bawah.
  • Melakukan olahraga ringan, seperti yoga, jalan kaki, atau pilates.
  • Mandi air hangat.
  • Beristirahat yang cukup.
  • Menghindari konsumsi alkohol dan merokok.
  • Olah raga ( Pilates exercise, Yoga dll)
Salah satu cara mengatasi Dismenorea dengan PILLATES EXERCISE Pilates adalah metode binaraga yang mengutamakan kekuatan otot-otot bagian tengah tubuh, terutama otot perut bagian depan dan belakang. Otot perut dianggap sebagai otot yang memainkan peran penting dalam mengkoordinasikan, menstabilkan, dan menyeimbangkan gerakan di berbagai bagian tubuh. Pilates pertama kali dikembangkan pada tahun 1920 oleh Joseph Hubert Pilates, seorang pelatih pendidikan jasmani (binaraga, tinju, gulat, yoga, senam, seni bela diri) di Studio Pilates di New York. Berikut ini manfaat lain melakukan pilates, simak ya!
  1. Mengurangi nyeri haid
Dismenore merupakan suatu kondisi ketika perut menjadi kram yang sangat menyakitkan di saat periode menstruasi. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri haid tersebut adalah dengan melakukan pilates. Manfaat pilates yang mampu mengurangi dismenore ini telah dibuktikan dalam penelitian berjudul Effect of Pilates Exercise on Primary Dysmenorrhea.
  1. Meningkatkan gairah seks
Pilates itu merupakan olahraga yang membangun daya tahan, kekuatan, mobilitas, dan fleksibilitas tubuh. Bukan hanya itu saja, pilates juga efektif meningkatkan bermanfaat kekuatan dan fungsi dasar panggul. Harus diketahui bahwa semua hal tersebut berkorelasi dengan peningkatan kenikmatan seksual.
  1. Meningkatkan suasan hati
Berlatih pilates itu dapat meningkatkan suasana hati.Sebab, ketika melakukan pilates, hormon endorfin akan keluar.Hormon endorfin merupakan zat kimia seperti morfin yang dapat dihasilkan secara alami oleh tubuh dan berperan dalam membantu mengurangi rasa sakit serta memicu perasaan positif. Mengetahui hal tersebut, dengan melakukan pilates maka seseorang bisa mengurangi kecemasan, kelelahan, gejala depresi, dan bia melepaskan pola pikir negatif.
  1. Meningkatkan fungsi kognitif
Studi berjudul Impact of Pilates on Anxiety Attention, Motivation, Cognitive function and Achievement of Students: Structural Modeling membuktikan bahwa setelah berlatih pilates akan ada peningkatan fungsi kognitif. Setelah pilates akan ada pengembangan neuron baru, aliran darah ke otak, meningkatkan neurotransmiter, dan umur panjang neuron. Semua hal tersebut bertanggung jawab untuk belajar, memori yang lebih baik, dan membuat seseorang untuk berpikir lebih jernih.
  1. Meningkatkan kualitas tidur
Banyak olahraga yang berdampak baik pada peningkatan kualitas tidur, tentunya hal ini termasuk pilates. Berdasarkan studi Effect of Pilates on Sleep Quality: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials, pilates dapat berdampak kualitas tidur yang lebih baik terutama pada orang di bawah usia 40. Bahkan perempuan pascamelahirkan yang rutin melakukan pilates akan merasakan kualitas tidur yang lebih baik pula. Hal tersebut dibuktikan dalam The effects of Pilates exercise on sleep quality in postpartum women.