stikestelogorejo
Training Resilience Mahasiswa Semester II: Bekal Ketahanan Mental di Universitas Telogorejo Semarang
Universitas Telogorejo Semarang kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada penguasaan akademik, tetapi juga pengembangan softskill mahasiswa. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Training Resilience yang diperuntukkan bagi mahasiswa semester II dan diselenggarakan secara luring di kawasan alam Tinjomoyo, Semarang.
Kegiatan ini dirancang dengan suasana outdoor yang mendukung pembentukan karakter, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Mahasiswa diajak untuk lebih memahami pentingnya resilience atau daya lenting, yaitu kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi saat menghadapi tantangan maupun tekanan dalam kehidupan perkuliahan.
Melalui rangkaian agenda yang interaktif, mahasiswa mengikuti berbagai sesi mulai dari pelatihan mental, dinamika kelompok, hingga aktivitas outbound. Setiap sesi dirancang untuk menumbuhkan kerja sama tim, memperkuat komunikasi efektif, serta melatih keterampilan dalam mengelola stres.
Dengan adanya Training Resilience ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap mahasiswa semester II semakin siap menghadapi dinamika akademik, lebih percaya diri, serta memiliki ketahanan mental yang kuat untuk menapaki perjalanan menuju tenaga kesehatan profesional di masa depan.

Hari Pertama Matrikulasi Universitas Telogorejo Semarang Tahun Akademik 2025/2026
Universitas Telogorejo Semarang resmi memulai rangkaian kegiatan Matrikulasi Tahun Akademik 2025/2026 pada tanggal 2 September 2025. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 25 September 2025 dan menjadi pintu gerbang awal perjalanan akademik bagi seluruh mahasiswa baru.
Di hari pertama, suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat dari para mahasiswa yang disambut dengan hangat oleh civitas akademika. Kehadiran dua narasumber istimewa turut memberikan warna tersendiri, yaitu Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Dengan mengusung tema “Sinergi Multidisiplin: Membentuk Generasi Berkarakter, Berilmu, dan Berwawasan Lingkungan dalam Mendukung Transformasi Universitas Telogorejo Semarang”, kegiatan matrikulasi tahun ini dirancang tidak hanya sebagai pengenalan akademik, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan wawasan mahasiswa baru.
Rektor Universitas Telogorejo Semarang menyampaikan bahwa melalui kegiatan matrikulasi ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun sinergi lintas disiplin ilmu, memiliki kesadaran lingkungan, serta siap menghadapi tantangan global. Hal ini selaras dengan arah transformasi universitas untuk terus mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Matrikulasi bukan hanya sekadar kegiatan penyambutan, tetapi juga awal dari proses pembelajaran dan transformasi diri. Dengan semangat baru, Universitas Telogorejo Semarang mengajak seluruh mahasiswa untuk melangkah bersama menuju masa depan yang penuh inspirasi, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Image Accordion #1
Image Accordion content goes here!Image Accordion #2
Image Accordion content goes here!Image Accordion #3
Image Accordion content goes here!Image Accordion #4
Image Accordion content goes here!PKKMB Universitas Telogorejo Semarang 2025 Sambut 621 Mahasiswa Baru Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul PKKMB Universitas Telogorejo Semarang 2025 Sambut 621 Mahasiswa
PKKMB Universitas Telogorejo tahun 2025 dilaksanakan selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Agustus 2025. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi, mengenal sistem pembelajaran, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan cinta almamater. Tidak hanya itu, PKKMB juga menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengasah karakter, meningkatkan kedisiplinan, dan mempersiapkan diri menghadapi dinamika kehidupan akademik maupun sosial di dunia kampus.
Materi pertama disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Telogorejo, Dr. Ns. Ismonah, M.Kep., Sp.MB. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa baru mengenai sistem pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk kebijakan, kurikulum, serta peran mahasiswa dalam menjawab tantangan global. Sesi berikutnya menghadirkan perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Bp. Adhrial Refaddin, S.IP., M.P.P. Ia membahas perguruan tinggi di era digital
dan revolusi industri.
Kegiatan semakin menarik ketika Irwan Hidayat, Presiden Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, memberikan kuliah umum mengenai peluang dan tantangan membangun bisnis bagi kaum muda serta kiat menghadapinya. Dengan gaya yang inspiratif, ia berbagi pengalaman perjalanan bisnisnya dan menekankan pentingnya integritas, kerja keras, serta keberanian dalam mengambil peluang. Sebagai penutup, Ns. Prita Adisty Handayani, M.Kep., dari tim K3 Universitas Telogorejo,
membawakan materi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ia mengingatkan pentingnya kesadaran mahasiswa akan kesehatan pribadi dan lingkungan kampus yang aman.
Rangkaian PKKMB Universitas Telogorejo tahun ini akan ditutup dengan inagurasi pada 28 Agustus, sebagai penanda berakhirnya seluruh kegiatan pengenalan kampus. Inagurasi tersebut diharapkan menjadi momen berkesan bagi mahasiswa baru sekaligus awal perjalanan mereka menempuh pendidikan tinggi dengan penuh semangat.
Image Accordion #1
Image Accordion content goes here!Image Accordion #2
Image Accordion content goes here!Image Accordion #3
Image Accordion content goes here!Image Accordion #4
Image Accordion content goes here!Accordion item title
Accordion content goes here!S-1 Farmasi
PROGRAM STUDI S-1 FARMASI
Visi
Menjadi Program Studi Sarjana Farmasi yang unggul dan berdaya saing secara global, berintegritas, responsif, adaptif dan inovatif, mengembangkan sains dan teknologi kefarmasian dalam mendukung praktik kefarmasian serta budaya lokal untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.Misi
-
Menyelenggarakan pendidikan tinggi farmasi yang berkualitas meliputi farmasi klinis–komunitas, sains-teknologi farmasi dan manajemen farmasi guna menghasilkan sarjana farmasi yang kompeten, dan berkarakter I-CARE.
-
Mengembangkan ilmu kefarmasian melalui penelitian farmasi sesuai perkembangan sains dan teknologi, dengan meningkatkan peran budaya lokal.
-
Memberikan dampak peningkatan kualitas hidup manusia melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu kefarmasian, dengan melibatkan budaya lokal.
-
Memperkuat peran dan daya saing lulusan dengan keunggulan sains dan teknologi kefarmasian serta mendukung budaya lokal, melalui pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
-
Menerapkan tata kelola program studi yang baik dan benar serta berkelanjutan, melalui penguatan sumber daya.
Dua Mahasiswa Universitas Telogorejo Semarang Ikuti Summer Program di Hungkuang University, Taiwan
PEMBELAJARAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN AI “MANFAAT DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI”
Pembelajaran keperawatan merupakan bagian yang sangat penting dari pendidikan kesehatan yang mempunyai tujuan untuk membentuk perawat-perawat profesional yang kompeten dengan kemampuan berpikir dan kemampuan ketrampilan klinis yang baik. Pembelajaran keperawatan yang berkualitas akan menghasilkan luaran yang juga berkualiats. Untuk itu dalam pembelajaran keperawatan harus bersifat dinamis mengikuti perkembangan dan perubahan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap tahunya agar mampu mempunyai eksistensi dalam Pembangunan Pendidikan di Indonesia. Seiring perkembangan teknologi saat ini juga terjadi perubahan signifikan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI).
Kecerdasan buatan (AI) ialah suatu teknologi yang dapat memungkinkan mesin untuk meniru kemampuan manusia dalam berpikir, belajar, beradaptasi, dan penyelesaian tugas-tugas tertentu. Sebenarnya untuk perkembangan AI sudah muncul sekitar tahun 1950-an sebagai disiplin ilmu formal. Alan Turing seorang matematikawan Inggris, mengajukan pertanyaan tentang apakah mesin dapat berpikir seperti manusia dalam makalahnya yang terkenal "Computing Machinery and Intelligence." Pada tahun 1956, konferensi Dartmouth dianggap sebagai awal mula AI, di mana para peneliti berkumpul untuk melakukan diskusi tentang bagaiamana potensi mesin cerdas. Setelah masa optimisme awal, AI menghadapi suatu masa yang sulit pada tahun 1970-an yang dikenal sebagai "musim dingin AI" karena tantangan teknis dan kurangnya kemajuan. Namun pada tahun awal 2000-an AI mengalami kebangkitan karena adanya kemajuan teknologi komputer, seperti pemprosesan yang lebih cepat dan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
Perkembangan pembelajaran mesin dan akses ke big data mendorong kebangkitan AI. Saat ini AI telah menjadi suatu bidang penelitian dengan perkembangan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir dan terus mengalami kemajuan yang signifikan. Teknologi ini telah menciptakan penemuan aplikasi di berbagai sektor termasuk Pendidikan, kesehatan, bisnis, transportasi, dan masih banyak lagi. Teknologi AI telah membawa peluang baru yang sangat menarik dalam pendidikan keperawatan karena dapat mempengaruhi bagaimana perawat masa depan belajar dan berlatih.
AI dalam pendidikan keperawatan dapat memberikan manfaat yang sangat penting seperti personalisasi dalam pembelajaran yang di mana materi dan metode pengajaran dapat dilakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing mahasiswa. Hal lain yang bisa dilakuakn AI yaitu memungkinkan mahasiwa melakukan simulasi klinis yang realistis dan aman, sehingga mahasiswa mampu belajar dan berlatih dalam lingkungan yang terkendali yang akan meminimalisir suatu kesalahan fatal sebelum dihadapkan dalam kondisi nyata yang ada dilapangan, AI juga mempunyai manfaat dalam menyediakan akses cepat ke informasi medis dan keperawatan terbaru sehingga akan membantu mahasiswa tetap up-to-date dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. AI juga dapat memeberikan feed back otomatis pada tugas-tugas dan latihan sehingga hal ini dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja mahasiswa secara efisien.
Hal tersebut akan membantu mahasiswa dalam melakukan perbaikan keterampilan dan pengetahuan secara cepat. Salah satu contoh penggunaan AI dalam pembelajaran keperawatan saat ini ialah simulasi pasien virtual. Institusi pendidikan keperawatan menggunakan simulasi pasien virtual berbasis AI dengan tujuan agar dapat memberikan pengalaman klinis nyata bagi mahasiswa. Pasien virtual ini mampu melakukan interaksi dengan mahasiswa , memperlihatkan kondisi tanda dan gejala penyakit, dan melakukan respon terhadap tindakan yang dilakukan mahasiswa sehingga hal ini dapat meningkatkan kemampuan ketrampilan klinis mahasiwa sebelum dihadapkan dengan pasien nyata. Penggunaan lain AI dalam keperawatan yaitu untuk menyediakan asisten pengajaran virtual yang dapat memberikan bantuan terhadap mahasiswa tentang pertanyaan medis, sumber referensi, dan informasi terkait tugas ataupun materi pembelajaran sehingga hal ini dapat meningkatkan efisiensi belajar mahasiswa dan memberikan akses cepat ke informasi medis.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran keperawatan telah membuka peluang besar untuk dapat membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan untuk menghasilkan perawat yang kompeten di masa depan. Namun, seperti halnya teknologi lainya, AI juga menghadirkan beberapa tantangan yang harus diatasi agar dalam pengunuaan dan perapan AI dalam pembelajaran keperawatan dapat memberikan manfaat. Tantangan prioritas dalam pembejalaran keperawatan menggunakan AI adalah ketergantungan yang berlebih pada teknologi. Mahasiswa keperawatan mungkin akan sangat terlalu bergantung pada AI untuk berlatih dan mempelajari keterampilan klinis, sehingga mereka kurang mendapatkan pengalaman penting dalam interaksi langsung dengan pasien. Oleh karena itu, sangat penting bagi institusi pendidikan keperawatan agar menjaga keseimbangan antara penggunaan AI dan pengalaman klinis nyata. Selain itu ketergantungan teknologi yang berlebih juga akan menimbulkan kekhawatiran terhadap kemampuan berpikir mahasiswa, untuk itu institusi Pendidikan perlu untuk menekankan kepada mahasiwa bahwa AI bukan jawaban utama dari permasalahan yang harus diterima mentah-mentah tetapi AI hanya sebagai alat bantu atau bisa dikatakan sebagai teman dalam melaksanakan diskusi untuk menemukan jawaban permasalahan yang dihadapi.
Kualitas data merupakan faktor penting lainnya. AI membutuhkan data yang mempunyai kualitas tinggi untuk dapat memberikan hasil yang valid dan akurat serta kredibel. Data yang kurang atau bahkan cenderung tidak lengkap ataupun tidak akurat akan menyebabkan kesalahan dalam simulasi atau analisis, yang berpengaruh terhadap pembelajaran mahasiswa karena pembacaan hasil yang salah oleh AI. Oleh karena hal itu, institusi harus memastikan bahwa data yang digunakan dalam sistem AI merupakan data yang valid dan representatif. Tantangan lain yang harus dihadapi yaitu penggunaan AI dalam pendidikan keperawatan sering kali membutuhkan akses ke data pasien dan mahasiswa, yang bisa memunculkan risiko privasi dan keamanan. Untuk menghindari hal tersebut Institusi harus mengambil langkah-langkah dalam perlindungan data sensitif agar tetap aman. Tantangan lain pastinya terkait dengan biaya, enggunaan AI dalam pembelajaran keperawatan memerlukan investasi untuk menyiapkan perangkat keras, perangkat lunak, dan pelatihan instruktur. Institusi harus mempertimbangkan apakah mempunyai sumber daya yang cukup untuk menerapkan AI secara efektif. Selain itu, kesiapan untuk instruktur menjadi faktor yang menentukan dalam keberhasilan penggunaan AI. Instruktur harus mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang kompeten karena diperlukan untuk menggunakan AI dengan baik dalam pembelajaran. Ketidaksiapan instruktur dapat menjadikan hambatan dalam penerapan AI yang sukses. Salah satu tantangan yang lebih kompleksitas ialah bias algoritma. AI dapat mewarisi bias dari data pembelajaran dan pelatihan, yang memungkinkan terjadinya diskriminasi atau hasil yang tidak adil. Institusi perlu sadar terhadap resiko tersebut sehingga harus memastikan bahwa AI yang diguanakan sesuai dengan standar etis dan adil.
Pengurangan terhadap keterampilan praktis mungkin juga akan terjadi apabila mahasiswa terlalu bergantung pada simulasi AI. Mereka mungkin akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan situasi medis yang aktual. Oleh karena itu, pengalaman klinis nyata tetap penting bagi mahasiswa keperawatan. Selain itu, kompleksitas etika muncul dalam penggunaan AI dalam pengambilan keputusan medis otomatis. Pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab atas keputusan AI dapat menjadi sumber perdebatan. Terakhir, institusi perlu melakukan penyesuaian kurikulum mereka agar ada keselarasan dengan perkembangan AI dalam pembelajaran keperawatan. Hal ini juga mencakup pengembangan modul khusus mengenai AI dalam keperawatan untuk memastikan bahwa mahasiswa memahami peran dan tantangan teknologi ini. Meskipun tantangan dalam penggunaan AI cukup banyak, namun institusi sebaiknya tidak perlu khawatir dan takut untuk menggunakan AI dalam pembelajaran keperawatan karena dengan pendekatan yang bijaksana dan berimbang, institusi pendidikan keperawatan dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa dan mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi perawat yang kompeten dan siap terjun dalam dunia kerja.PENGARUH KECEMASAN DAN IMUNITAS DALAM TUBUH
Kecemasan Psikologis dan ekonomi menimbulkan dampak yang signifikan pada masyarakan di amsa pandemik. Terdapat banyak kabar bahwa kondisi psikologis merupakan faktor yang mempengaruhi system imun. System imun merupakan factor penting dalam menghadapi covid-19. Menurut penjelasan dalam penelitian Mazza, et all (2020), menjelskan bahawa kecemasan dan depresi berperan dalam predictor klinis dan inflamasi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa semakin buruk inflamasi yang terjadi , semakin buruk pula depresi yang dialami.
Oleh karena itu, perlu adanya penanganan kecemasan agar imunitas tetap terjaga. Penanganan kecemasan paling sederhana adalah dengan relaksasi napas dalam. Menarik napas dan mengeluarkan secara perlahan dengan sikap duduk yang tenang serta dengan didampingi music yang menenangkan. Hal ini dapat membantu menangani kecemasan.
References:
Gambar: https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fwww.apa.org%2Fimages%2Farticle-covid-19_tcm7-277085_w1024_n.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.apa.org%2Fpubs%2Fhighlights%2Fcovid-19-articles&tbnid=4of8UrLd6vNH-M&vet=12ahUKEwirjejh4qHuAhVDNHIKHbKWAw0QMygTegUIARCIAQ..i&docid=iZSP-z4x5ELdHM&w=450&h=300&q=download%20free%20picture%20anxiety%20covid&safe=strict&ved=2ahUKEwirjejh4qHuAhVDNHIKHbKWAw0QMygTegUIARCIAQ
Gennaro Mazza, M., De Lorenzo, R., Conte, C., Poletti, S., Vai, B., Bollettini, I., … Benedetti, F. (2020). Anxiety and depression in COVID-19 survivors: role of inflammatory and clinical predictors. Brain, Behavior, and Immunity. doi:10.1016/j.bbi.2020.07.037
Mann, F. D., Krueger, R. F., & Vohs, K. D. (2020). Personal economic anxiety in response to COVID-19. Personality and Individual Differences, 110233. doi:10.1016/j.paid.2020.110233
Menzies, R. E., & Menzies, R. G. (2020). Death anxiety in the time of COVID-19: theoretical explanations and clinical implications. The Cognitive Behaviour Therapist, 1–24. doi:10.1017/s1754470x20000215
KENALI METODE PILLEX (PILLATES EXERCISE) UNTUK MENGATASI NYERI DISMENORE
Apa itu Dismenore? Dysmenorrhea atau dismenore adalah rasa nyeri dan kram pada perut bagian bawah yang dialami oleh wanita sebelum ataupun selama siklus menstruasi. Kondisi ini tergolong normal jika menimbulkan gejala yang ringan. Namun, pada beberapa kasus, dismenore dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab Dismenore
Penyebab utama dismenore adalah perubahan hormon yang memicu rahim untuk berkontraksi untuk meluruhkan lapisannya. Berdasarkan penyebabnya, dismenore juga dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu:
- Dismenore Primer
- Dismenore Sekunder
- Wanita berusia di bawah 30 tahun.
- Terdapat riwayat keluarga yang sering mengalami nyeri haid.
- Mendapatkan siklus menstruasi pertama pada usia yang sangat muda, yaitu di bawah 11 tahun (pubertas dini).
- Siklus menstruasi yang tidak teratur.
- Kebiasaan merokok.
- Terjadi perdarahan yang berlebihan selama menstruasi.
- Belum pernah melahirkan.
- Mual yang dapat disertai ataupun tanpa disertai muntah.
- Nyeri kepala.
- Perut kembung.
- Lesu atau tidak bertenaga.
- Mengompres hangat perut bagian bawah.
- Melakukan olahraga ringan, seperti yoga, jalan kaki, atau pilates.
- Mandi air hangat.
- Beristirahat yang cukup.
- Menghindari konsumsi alkohol dan merokok.
- Olah raga ( Pilates exercise, Yoga dll)
Salah satu cara mengatasi Dismenorea dengan PILLATES EXERCISE
Pilates adalah metode binaraga yang mengutamakan kekuatan otot-otot bagian tengah tubuh, terutama otot perut bagian depan dan belakang. Otot perut dianggap sebagai otot yang memainkan peran penting dalam mengkoordinasikan, menstabilkan, dan menyeimbangkan gerakan di berbagai bagian tubuh. Pilates pertama kali dikembangkan pada tahun 1920 oleh Joseph Hubert Pilates, seorang pelatih pendidikan jasmani (binaraga, tinju, gulat, yoga, senam, seni bela diri) di Studio Pilates di New York.
Berikut ini manfaat lain melakukan pilates, simak ya!
- Mengurangi nyeri haid
- Meningkatkan gairah seks
- Meningkatkan suasan hati
- Meningkatkan fungsi kognitif
- Meningkatkan kualitas tidur
