Back

Universitas Telogorejo Semarang

HomeAuthor: Universitas Telogorejo SemarangPage 2
Inovasi Pelayanan Farmasi: Kompas Dunia Digital Bidang Farmasi
ArtikelNews 24 Feb 2026

Inovasi Pelayanan Farmasi: Kompas Dunia Digital Bidang Farmasi

Oleh: apt. Rizky Budi Santoso., M.Farm ( Dosen Farmasi Universitas Telogorejo Semarang ) Telekonsultasi pasien dalam pelayanan telefarmasi merupakan tahap awal yang sangat penting dalam memastikan akses dan kualitas layanan kefarmasian secara jarak jauh. Alur pelayanan ini dirancang untuk mereplikasi pengalaman konsultasi langsung di apotek melalui media digital, dengan tetap mempertahankan prinsip keamanan, akurasi informasi, dan interaksi profesional antara apoteker dan pasien. Telekonsultasi umumnya dilakukan melalui berbagai platform teknologi seperti aplikasi layanan kesehatan, video conferencing, atau fitur chat interaktif yang tersedia dalam sistem pelayanan digital. Tujuan utamanya adalah memberikan layanan yang cepat, efisien, dan berbasis kebutuhan pasien, tanpa mengorbankan mutu asuhan farmasi. Dalam sistem pelayanan kesehatan digital, proses registrasi dan verifikasi pasien memegang peranan krusial untuk menjamin integritas data, perlindungan privasi, serta kelancaran interaksi klinis. Transformasi digital mengharuskan sistem informasi kesehatan memiliki mekanisme identifikasi yang akurat dan efisien guna mendukung proses pelayanan yang tepat sasaran dan aman. Registrasi dan verifikasi menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan antara pasien dan penyedia layanan. Registrasi pasien dilakukan melalui platform daring yang mengintegrasikan formulir identitas, riwayat medis, dan data demografis. Informasi yang dikumpulkan meliputi nama, tanggal lahir, alamat, serta nomor identitas resmi. Sistem ini memungkinkan pencatatan data awal secara sistematis yang dapat diakses oleh berbagai tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan lintas sektor. Kemudahan registrasi digital juga meningkatkan aksesibilitas layanan, terutama bagi populasi dengan keterbatasan mobilitas Transformasi digital dalam sistem pelayanan farmasi turut mencakup mekanisme penyerahan obat kepada pasien secara daring. Melalui integrasi e-dispensing dan layanan logistik, proses ini dapat dilakukan secara efisien tanpa mengabaikan aspek keselamatan, edukasi, dan standar kualitas farmasi. Apoteker tetap memegang peran sentral dalam memastikan bahwa obat diserahkan secara tepat, sesuai dengan kebutuhan klinis pasien. Setelah konsultasi daring, resep yang diberikan oleh dokter akan diverifikasi oleh apoteker melalui sistem e-dispensing. Tahapan ini mencakup pemeriksaan keabsahan resep, kesesuaian dosis, kemungkinan interaksi obat, serta identifikasi pasien. Edispensing memungkinkan proses validasi resep dilakukan secara tersistem dan terekam, sehingga meningkatkan keamanan dan akuntabilitas pelayanan farmasi. Dalam era digitalisasi layanan kesehatan, dokumentasi menjadi elemen penting yang tidak hanya merekam aktivitas pelayanan, tetapi juga menjamin kesinambungan terapi dan aspek legal. Dalam konteks telepharmacy, seluruh interaksi antara apoteker dan pasien, termasuk konsultasi daring, pemberian informasi obat, dan edukasi, harus dicatat secara sistematis dalam rekam medis elektronik kefarmasian. Teknik ini memperkuat akuntabilitas layanan serta memungkinkan pemantauan longitudinal terhadap efektivitas dan keamanan penggunaan obat Dokumentasi yang akurat juga menjadi dasar bagi evaluasi mutu layanan farmasi, penelusuran insiden medikasi, serta perencanaan intervensi farmakoterapi lanjutan. Di sisi lain, sertifikasi platform digital menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa aplikasi atau sistem yang digunakan telah memenuhi standar keamanan, validitas informasi, serta fitur yang mendukung pharmaceutical care. Sertifikasi ini juga memberikan kepercayaan lebih kepada pengguna dan apoteker dalam mengandalkan layanan daring secara profesional
Dua Dosen Universitas Telogorejo Semarang Terima SK Lektor Kepala dari LLDIKTI Wilayah VI
BeritaNews 24 Feb 2026

Dua Dosen Universitas Telogorejo Semarang Terima SK Lektor Kepala dari LLDIKTI Wilayah VI

Universitas Telogorejo Semarang kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Dua dosen terbaiknya resmi menerima Surat Keputusan (SK) Jabatan Fungsional Lektor Kepala dari LLDIKTI Wilayah VI pada tahun 2026. Adapun dosen yang menerima SK Lektor Kepala tersebut adalah Assoc. Professor Qomariyah, S.S.T., M.Kes dan Assoc. Professor Ns. Iien Noer’aini, M.Kep. Penyerahan SK ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi, kompetensi, serta kontribusi keduanya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pencapaian jabatan akademik Lektor Kepala merupakan salah satu tahapan penting dalam jenjang karier dosen. Proses yang dilalui tidaklah singkat, karena harus memenuhi berbagai persyaratan administratif maupun akademik, termasuk publikasi ilmiah, karya penelitian, serta kontribusi profesional yang berkelanjutan. Diharapkan, peningkatan jabatan akademik ini dapat semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus serta mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya di bidang kesehatan.

Dengan bertambahnya dosen bergelar Lektor Kepala, Universitas Telogorejo Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, profesional, dan berdampak bagi masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan institusi dan bangsa.

Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya dengan Langkah Lintas Diare
Artikel 14 Feb 2026

Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya dengan Langkah Lintas Diare

 Diare merupakan kondisi buang air besar dengan tekstur cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam sehari. Diare bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab diare yang sering dialami adalah adanya infeksi, baik karena virus, bakteri maupun parasit.  Selain itu, diare bisa disebabkan oleh alergi makanan, intoleransi laktosa, peradangan pada usus, efek samping obat hingga konsumsi makanan yang terkontaminasi.   Diare pada anak yang cukup sering terjadi adalah yang disebabkan oleh infeksi virus. Untuk kondisi diare yang disebabkan oleh infeksi virus, biasanya dapat membaik seiring dengan meningkatnya daya tahan tubuh untuk melawan virus tersebut.  Sedangkan untuk kasus yang disebabkan oleh infeksi bakteri akan diberikan antibiotik dan yang disebabkan oleh parasit akan diberikan anti parasit. Untuk kasus intoleransi laktosa dan efek samping obat, bisa mencari alternatif lain terkait obat maupun makanan dan minuman yang dikonsumsi. Penting juga untuk menjaga kebersihan makanan maupun minuman yang dikonsumsi.  Ciri-ciri Diare pada Anak Berikut merupakan ciri-ciri anak yang mengalami diare, antara lain: Tinja Encer dan Berair Salah satu ciri utama diare pada anak adalah tinja yang lebih encer dan berair dari biasanya. Tinja anak yang mengalami diare dapat tampak lebih cair dan kadang-kadang berwarna hijau atau berbusa. Frekuensi Buang Air Besar yang Meningkat Anak yang mengalami diare cenderung buang air besar lebih sering dari biasanya. Ini bisa berarti lebih dari tiga kali sehari dengan tinja yang encer. Kehilangan Cairan dan Dehidrasi Diare dapat menyebabkan anak kehilangan cairan tubuh dengan cepat. Tanda-tanda dehidrasi pada anak termasuk bibir kering, mulut kering, menangis tanpa air mata, atau fontanel (lubang di tengkorak anak) yang cekung.   Perubahan dalam Pola Makan dan Nafsu Makan Anak yang mengalami diare mungkin kurang tertarik pada makanan atau susu, atau bahkan menolak makanan sepenuhnya. Mereka juga mungkin terlihat lebih rewel atau tidak nyaman. Gejala Tambahan: Beberapa anak dengan diare juga dapat mengalami gejala tambahan seperti demam ringan, muntah, atau perut kembung. Gejala ini biasanya berkaitan dengan penyebab diare, seperti infeksi virus atau bakteri. Penanganan dan Cara Mengatasi Diare Pada Anak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan WHO menetapkan Lintas Diare (Lima Langkah Tuntaskan Diare), yang terdiri dari:
  1. Rehidrasi dengan Cairan Rehidrasi Oral Formula Baru
Formula lama dibuat saat terjadinya kejadian luar biasa (KLB) disentri di Asia Selatan yang menyebabkan lebih banyak kehilangan elektrolit tubuh, terutama natrium. Seiring dengan perbaikan higienitas dan sanitasi masyarakat, maka diare yang seringkali dijumpai belakangan ini lebih banyak diakibatkan oleh virus yang tidak menyebabkan kehilangan elektrolit (kalsium, klorida, magnesium, fosfat, kalium, dan natrium) sebanyak diare akibat disentri.  Oleh karena itu, dikembangkanlah cairan rehidrasi baru yang dapat mengurangi risiko terjadinya hipernatremia (rasa haus, lemah, mual dan lain-lain), mengurangi secara signifikan pemberian cairan melalui intravena, mengurangi pengeluaran tinja, dan mengurangi kejadian muntah.
  1. Zinc Diberikan Selama 10 Hari Berturut-turut
Zinc merupakan salah satu zat gizi yang penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak. Kadar zinc dalam tubuh akan menurun dalam jumlah besar ketika anak mengalami diare. Pemberian zinc mampu menggantikan kandungan zinc alami tubuh yang hilang tersebut dan mempercepat penyembuhan diare.  Zinc juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah risiko terulangnya diare selama 2-3 bulan setelah anak sembuh dari diare.
  1. Pemberian ASI dan Makanan Tetap Diteruskan
Anak berusia kurang dari 6 bulan sebaiknya tetap mendapat ASI eksklusif selama diare. Apabila si kecil menginginkan lebih banyak ASI dan makanan daripada biasanya, itu akan lebih baik karena akan membantu mempercepat penyembuhan, pemulihan, dan mencegah malnutrisi. Lakukan hal ini sampai dua minggu setelah diare berhenti.  Bagi anak yang berusia kurang dari 2 tahun, dianjurkan untuk mengurangi konsumsi susu formula dan menggantinya dengan ASI. Sedangkan bagi anak yang berusia lebih dari 2 tahun, teruskan pemberian susu formula. Ingatkan ibu untuk memastikan anaknya mendapat oralit (yang mengandung air, garam, dan gula) dan air matang.
  1. Antibiotik Selektif
Antibiotik hanya diberikan jika ada indikasi, seperti diare berdarah atau diare karena infeksi bakteri kolera, yang dapat membuat diare berlangsung lama. Selain bahaya resistensi kuman, pemberian antibiotik yang tidak tepat bisa membunuh flora normal (bakteri baik) yang justru dibutuhkan tubuh. Efek samping dari penggunaan antibiotik yang tidak rasional adalah timbulnya gangguan fungsi ginjal, hati, dan pengulangan diare.
  1. Edukasi Orang Tua
Penting untuk para ibu untuk memiliki pemahaman mengenai cara pemberian oralit, zinc, ASI, atau makanan untuk si kecil. Waspadai tanda-tanda atau gejala untuk segera membawa si kecil ke fasilitas kesehatan, misalnya jika anak buang air besar cair lebih sering, muntah berulang, mengalami rasa haus yang nyata, makan dan minum yang jauh berkurang, demam, tinja berdarah, dan diare tidak membaik dalam 3 hari. 
Waspada Hipertensi dalam Kehamilan: Dampak bagi Ibu dan Janin
ArtikelNews 10 Feb 2026

Waspada Hipertensi dalam Kehamilan: Dampak bagi Ibu dan Janin

Disusun Oleh : Edi Wibowo , SpOG ( Dosen S-1 Kebidanan Universitas Teloorejo Semarang  ) Hipertensi dalam kehamilan bisa membahayakan ibu hamil dan janin. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab hipertensi dalam kehamilan agar kondisi ini dapat dicegah dan ditangani dengan tepat. Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi ketika tekanan darah ibu hamil berada di atas angka 140/90 mmHg. Diperkirakan sekitar 8–10% ibu hamil di seluruh dunia mengalami hipertensi dalam kehamilan. Kondisi ini biasanya muncul saat usia kehamilan sekitar 20 minggu, tetapi bisa juga muncul lebih awal. Tingginya tekanan darah selama kehamilan bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Berikut ini adalah penjelasannya: Hipertensi kronis Hipertensi kronis merupakan tekanan darah tinggi yang sudah terjadi sebelum hamil atau sebelum usia kehamilan memasuki 20 minggu. Kondisi ini sering kali tidak bergejala, sehingga banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi kronis. Hipertensi kronis pada ibu hamil biasanya baru terdeteksi ketika ibu hamil menjalani pemeriksaan kandungan. Hipertensi kronis dengan preeklamsia Jika hipertensi kronis tidak ditangani dengan baik, ibu hamil dapat mengalami preeklamsia. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi yang disertai adanya protein dalam urine. Hipertensi kronis dengan preeklamsia ini biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Hipertensi gestasional Hipertensi gestasional merupakan peningkatan tekanan darah yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Peningkatan tekanan darah ini umumnya tidak disertai dengan adanya protein dalam urine atau kerusakan organ tubuh. Pada ibu hamil yang mengalami kondisi ini, tekanan darah biasanya dapat kembali normal setelah merlahirkan. Preeklamsia Hipertensi dalam kehamilan yang tidak terkontrol dengan baik bisa berkembang menjadi preeklamsia. Selain adanya protein dalam urine, preeklamsia juga dapat disertai dengan kerusakan beberapa organ, seperti ginjal, hati, paru-paru, retina mata, atau otak. Meskipun jarang terjadi, preeklamsia juga dapat dialami wanita setelah melahirkan atau disebut juga preeklamsia postpartum. Eklamsia Eklamsia merupakan kelanjutan dari preeklamsia yang tidak terkontrol atau tidak tertangani dengan baik. Eklamsia merupakan jenis hipertensi dalam kehamilan yang paling parah. Selain tekanan darah tinggi, ibu hamil dengan kondisi ini juga mengalami kejang, bahkan bisa sampai koma. Berbagai Bahaya Hipertensi dalam Kehamilan Hipertensi dalam kehamilan yang tidak ditangani dengan baik tidak hanya membahayakan ibu hamil, tetapi juga janin. Berikut ini adalah berbagai dampak hipertensi dalam kehamilan yang perlu diwaspadai: Pertumbuhan janin terhambat Saat aliran darah ke plasenta berkurang, janin tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan berat badan lahir rendah. Kelahiran prematur                                                                                Jika kondisi hipertensi dalam kehamilan semakin memburuk, dokter akan menyarankan kelahiran bayi secara prematur dengan jalan induksi atau operasi caesar. Hal ini dilakukan untuk mencegah eklamsia dan komplikasi lainnya. Solusio plasenta Solusio plasenta adalah kondisi ketika plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum proses persalinan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan plasenta dan perdarahan hebat. Penyakit kardiovaskular Preeklamsia dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular setelah melahirkan, seperti penyakit jantung dan stroke. Risiko ini akan lebih tinggi jika ibu melahirkan secara prematur. Namun, risiko ini dapat dikurangi dengan pengobatan rutin dan gaya hidup sehat. Selain itu, hipertensi dalam kehamilan yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan hati. Dalam kasus yang parah, kondisi ini juga dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi. Cara Menangani Hipertensi dalam Kehamilan Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi yang harus terus mendapat pemantauan dari dokter. Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan sesuai jadwal. Untuk menangani kondisi hipertensi dalam kehamilan, dokter akan memberikan obat penurun tekanan darah. Obat yang dipilih dokter umumnya sudah disesuaikan dengan kondisi kehamilan agar tidak berdampak pada janin. Saat mendapatkan pengobatan hipertensi dari dokter, ingatlah untuk mengonsumsi obat tersebut sesuai dosis dan petunjuk dokter. Jangan berhenti mengonsumsi atau mengganti dosis tanpa pengawasan dari dokter. Bumil juga dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan bergiziminum jus penurun darah tinggi, istirahat cukup, dan mengelola stres dengan baik. Selain itu, hindari pula merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Agar berbagai dampak hipertensi dalam kehamilan dapat dicegah, penting bagi Bumil untuk rutin menjalani pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu, kondisi kesehatan Bumil dan janin bisa terus terpantau.
Morning Sickness pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
ArtikelNews 09 Feb 2026

Morning Sickness pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Mual dan muntah dalam kehamilan sering disebut juga morning sickness, meskipun hal ini bisa saja terjadi sepanjang hari. Biasanya hal ini dialami pada trimester pertama. Namun, bisa saja berlanjut sampai trimester kedua, bahkan ada pula ibu yang mengalaminya sampai menjelang persalinan. Selama ini, gangguan kehamilan yang paling sering disebut-sebut adalah morning sick, yaitu merasa pusing, mual dan muntah di pagi hari. Bahkan, itu dianggap sebagai tanda-tanda utama seorang perempuan apabila mengalami kehamilan. Mengapa demikian? Hampir sebagian besar perempuan hamil selalu mengeluhkan pusing, mual, dan muntah di pagi hari. Sebenarnya, gangguan ini tidak hanya timbul di pagi hari. Rasa pusing, mual, dan muntah dapat timbul kapan saja, bahkan dapat juga sepanjang hari, hingga muncul istilah all day sick. Sepanjang hari ibu hamil akan merasakan gangguan yang tak jarang berdampak hebat. Apabila tidak segera ditangani, all day sick akan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh, antara lain dehidrasi, berat badan menurun, alkalosis, hingga hipokalemia.   Penyebab Mual Muntah Saat Hamil Mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan disebabkan oleh peningkatan hormon hCG yang umumnya terjadi pada awal kehamilan (minggu ke 6-8), memuncak pada minggu ke 12-14, dan membaik pada minggu ke-22, hingga tubuh sang calon ibu dapat beradaptasi dengan peningkatan produksi hormon tersebut. Mual dan muntah biasanya dapat memburuk di pagi hari karena perut yang kosong atau jika ibu hamil tidak makan dalam porsi yang cukup. Hal ini biasanya terjadi pada 80 – 85 persen kehamilan selama trimester pertama. Cara Mengatasi Mual dan Muntah Saat Hamil Beberapa tips untuk mengatasi gejala mual dan muntah:
  1. Makan dalam Porsi Kecil dan Sering
Lambung yang kosong akan memperburuk keluhan mual. Makan dalam porsi kecil dan sering dapat membantu mempertahankan kadar gula darah, misalnya dengan makanan ringan setiap 2-3 jam sekali. Makanlah secara perlahan dan kunyah makanan dengan sempurna. Sediakan pula cemilan kecil untuk dikonsumsi sepanjang hari.
  1. Konsumsi Makanan Tinggi Protein
Untuk mengurangi mual, sebaiknya Anda mengkonsumsi makanan tinggi protein dan kaya akan vitamin B. Hindari makanan pedas, berlemak, dan gorengan, karena dapat memicu rasa mual.
  1. Jangan Lupa Sarapan
Pada saat Anda bangun dengan perut kosong, rasa mual akan bertambah. Sebaiknya konsumsi sarapan ringan seperti roti atau biskuit atau buah sebelum bangun dari tempat tidur.
  1. Minum yang Cukup
Jangan lupa cukupi asupan cairan sepanjang hari agar Anda tidak dehidrasi selama kehamilan. Bila Anda merasa mual saat minum, hindari minum dalam jumlah banyak sekaligus. Makanlah makanan yang mengandung banyak cairan, atau coba minum minuman yang dingin, seperti jus buah apel atau anggur.
  1. Istirahat Cukup
Stres dan kelelahan dapat memperburuk keluhan mual muntah selama kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya cukup beristirahat.
  1. Tambahkan Lemon dalam Minuman Anda
Aroma lemon dapat membantu mengurangi rasa mual.
  1. Konsumsi Jahe atau Mint
Jahe atau mint dikenal dapat mengurangi rasa mual. Anda dapat mencoba mengonsumsi air jahe, susu jahe, permen jahe, atau teh dengan aroma mint.
  1. Konsumsi Multivitamin
Multivitamin kehamilan dapat mengurangi rasa mual, juga memastikan kecukupan harian asam folat, vitamin B6, dan vitamin D dalam tubuh Anda. Cara Alternatif untuk Mengatasi Mual Saat Hamil Berbagai pengobatan alternatif berikut ini juga bisa menjadi cara yang tepat untuk mengatasi mual saat hamil. Caranya antara lain:
  • Akupresur. Gelang akupresur tersedia tanpa resep di sebagian besar apotek. Studi tentang gelang akupresur memiliki hasil yang beragam, tetapi beberapa wanita tampaknya menganggap gelang itu bisa membantu.
  • Akupunktur. Dengan akupunktur, seorang praktisi terlatih memasukkan jarum setipis rambut ke kulit. Akupunktur bukanlah cara yang terbukti untuk mengobati mual di pagi hari, tetapi beberapa wanita tampaknya merasa terbantu.
  • Jahe. Suplemen jahe herbal juga diduga meringankan mual di pagi hari bagi sebagian wanita hamil. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat digunakan dengan aman selama kehamilan, tetapi ada beberapa kekhawatiran bahwa jahe dapat memengaruhi hormon seks janin sehingga sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
  • Hipnosis. Meskipun hanya ada sedikit penelitian tentang metode ini, beberapa ibu hamil telah menemukan perbaikan gejala mual melalui hipnosis.
  • Aromaterapi. Bukti ilmiah akan metode ini juga sedikit, tetapi ibu bisa mencoba wewangian tertentu, yang biasanya dibuat menggunakan minyak esensial (aromaterapi), untuk membantu mengatasi mual saat hamil.
  Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik. Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
Seminar Series Farmasi 11 : Sinergi Bahan Alam untuk Sediaan Topikal dan Telefarmasi dalam Penatalaksanaan Infeksi Kulit dan Kelamin
BeritaNews 04 Feb 2026

Seminar Series Farmasi 11 : Sinergi Bahan Alam untuk Sediaan Topikal dan Telefarmasi dalam Penatalaksanaan Infeksi Kulit dan Kelamin

Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan Seminar Series Farmasi dengan tema “Sinergi Bahan Alam untuk Sediaan Topikal dan Telefarmasi dalam Penatalaksanaan Infeksi Kulit dan Kelamin.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan akademik mahasiswa dan tenaga kesehatan mengenai penatalaksanaan infeksi kulit dan kelamin melalui pendekatan multidisipliner yang mencakup aspek klinis, terapi farmakologis berbasis bukti ilmiah, pemanfaatan telefarmasi, serta inovasi sediaan topikal berbasis bahan alam. Infeksi kulit dan kelamin masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang relatif tinggi, terutama pada kelompok usia produktif. Faktor risiko seperti kebersihan personal yang kurang optimal, perilaku berisiko, serta kondisi imunitas yang menurun berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian penyakit tersebut. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif menjadi landasan penting dalam upaya pencegahan, diagnosis dini, dan penatalaksanaan yang efektif. Kegiatan ini diselenggarakan pada 31 Januari 2026 oleh HIMAFA Universitas Telogorejo Semarang dan dihadiri oleh 405 peserta yang hadir secara luring (offline) di Auditorium Lantai 4 Universitas Telogorejo Semarang serta peserta yang hadir secara daring (online) melalui media Zoom Meeting, sehingga memungkinkan akses keilmuan yang lebih luas bagi peserta dari berbagai daerah. Seminar Series Farmasi dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Telogorejo Semarang, dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M.Kes., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ilmiah seperti seminar memiliki peran strategis dalam menjembatani teori akademik dengan praktik pelayanan kesehatan di lapangan. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara kearifan lokal, inovasi sains, dan perkembangan teknologi dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan di era digital. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pemikiran kritis, sikap profesional, serta integritas sebagai calon tenaga kefarmasian di masa depan. SESI I Patofisiologi Infeksi Kulit Area Genital: dari Invasi Patogen hingga Manifestasi Klinis
  1. Irma Yasmin, Sp.KK
  2. Irma Yasmin, Sp.KK memaparkan materi mengenai patofisiologi infeksi kulit area genital yang mencakup mekanisme invasi patogen, respons sistem imun, serta manifestasi klinis yang muncul. Infeksi kulit dan kelamin dapat ditularkan melalui hubungan seksual maupun jalur nonseksual, seperti kontak cairan tubuh dan transmisi vertikal dari ibu ke janin.
Beberapa infeksi menular seksual (IMS) yang dibahas meliputi gonore, sifilis, ulkus mole, herpes genitalis, kandidiasis, serta infeksi kulit lainnya seperti skabies dan tinea. Pemahaman patofisiologi menjadi dasar penting dalam penegakan diagnosis dan penentuan terapi yang tepat, sehingga dapat mencegah komplikasi serta menurunkan risiko penularan lanjutan. Terapi Farmakologis dalam Penatalaksanaan Infeksi Kulit dan Kelamin: Evidence-Based Practice apt. Gilang Rizki Al-Farizi, M.Farm Apt. Gilang Rizki Al-Farizi, M.Farm menyampaikan materi mengenai terapi farmakologis berbasis evidence-based practice. Pemilihan terapi harus mempertimbangkan jenis patogen, tingkat keparahan penyakit, serta kondisi individual pasien. Beliau menekankan pentingnya penggunaan obat secara rasional, kepatuhan pasien terhadap terapi, serta kewaspadaan terhadap resistensi antibiotik. Dalam hal ini, apoteker memiliki peran strategis dalam memastikan keamanan, efektivitas, dan keberhasilan terapi melalui edukasi serta pemantauan penggunaan obat. Telefarmasi dalam Manajemen Infeksi Kulit dan Kelamin: Akses, Konseling, dan Tindak Lanjut Pasien apt. Yovita Dianae Titiesari, M.Sc Apt. Yovita Dianae Titiesari, M.Sc membahas telefarmasi sebagai bagian dari telemedicine yang berperan dalam meningkatkan akses dan kesinambungan pelayanan kefarmasian. Telefarmasi mencakup konseling obat jarak jauh, telaah resep elektronik, serta tindak lanjut terapi pasien. Pendekatan ini dinilai mampu mengatasi hambatan akses dan stigma pada pasien dengan infeksi kulit dan kelamin, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan, khususnya pada kondisi dermatologi yang bersifat kronis. Integrasi telefarmasi diharapkan dapat mendukung continuity of care dengan tetap mengedepankan prinsip care before cure. Potensi Bahan Alam untuk Sediaan Topikal dalam Mengatasi Infeksi Kulit dan Kelamin: Bukti Ilmiah & Inovasi Formulasi apt. Farah Destiyana, M.Farm Apt. Farah Destiyana, M.Farm memaparkan potensi bahan alam sebagai alternatif sediaan topikal dalam penatalaksanaan infeksi kulit dan kelamin. Berbagai tanaman obat diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin yang memiliki aktivitas antimikroba dan antiinflamasi. Namun, efektivitas bahan alam tidak hanya ditentukan oleh kandungan senyawa aktif, tetapi juga oleh inovasi formulasi. Faktor stabilitas, kemampuan penetrasi kulit, serta kenyamanan penggunaan menjadi aspek penting agar sediaan topikal berbasis bahan alam dapat diaplikasikan secara optimal dalam praktik klinis. PENUTUP Seminar Series Farmasi ini memberikan pemahaman yang terintegrasi mengenai penatalaksanaan infeksi kulit dan kelamin dari aspek klinis, terapi farmakologis, pemanfaatan teknologi layanan kefarmasian, hingga inovasi bahan alam. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi serta peran aktif mahasiswa dan tenaga kefarmasian dalam memberikan pelayanan kesehatan yang rasional, aman, dan berorientasi pada pasien.
Menuju Perawat Berdaya Saing Global, UNTS Gelar 2nd Batch Discovery Learning Program Bersama Universiti Brunei Darussalam
Uncategorized 02 Feb 2026

Menuju Perawat Berdaya Saing Global, UNTS Gelar 2nd Batch Discovery Learning Program Bersama Universiti Brunei Darussalam

Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring dan kolaborasi internasional melalui penyelenggaraan 2nd Batch of Discovery Learning Program for Nursing Students from Universiti Brunei Darussalam 2026.

Kegiatan Opening Ceremony program tersebut telah dilaksanakan pada Senin, 2 Januari 2026, bertempat di Ruang Teater Lantai 6 Gedung B Universitas Telogorejo Semarang. Acara ini menjadi penanda resmi dimulainya rangkaian kegiatan pembelajaran internasional bagi mahasiswa keperawatan dari Universiti Brunei Darussalam (UBD).

Pada batch kedua ini, sebanyak empat mahasiswa dari Universiti Brunei Darussalam mengikuti program pembelajaran di UNTS. Adapun mahasiswa tersebut yaitu Nurerdina Sabrina Haji Ahmad Daud, Nur Syafiqah Binti Hj Adis, Muhammad Amar Muazzam Bin Junaidi, dan Alaudin Haddad. Selama mengikuti program, para mahasiswa akan memperoleh pengalaman akademik dan praktik keperawatan yang terintegrasi dengan pendekatan discovery learning serta pembelajaran lintas budaya.

Program ini dirancang untuk memberikan wawasan global di bidang keperawatan, meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa, serta mempererat hubungan kerja sama internasional antara Universitas Telogorejo Semarang dan Universiti Brunei Darussalam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan pendidikan keperawatan yang berstandar internasional.

Melalui Discovery Learning Program, UNTS berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak tenaga keperawatan yang berdaya saing global, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta memiliki pemahaman lintas budaya yang kuat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi UNTS sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif dalam kerja sama internasional dan pengembangan akademik global.

Universitas Telogorejo Semarang Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Melalui Kuliah Pakar Kewirausahaan
BeritaNews 29 Jan 2026

Universitas Telogorejo Semarang Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Melalui Kuliah Pakar Kewirausahaan

Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) menggelar Kuliah Pakar bertema “Peran Kewirausahaan dalam Menciptakan Mahasiswa Mandiri dan Inovatif” sebagai bagian dari komitmen kampus dalam menyiapkan mahasiswa yang berdaya saing dan berjiwa wirausaha. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan diselenggarakan di Ruang Teater Lantai 6 Gedung B Universitas Telogorejo Semarang.

Dalam kegiatan tersebut, Harjanto Kusuma Halim, CEO PT Marimas Putera Kencana, menyampaikan materi tentang pentingnya menjadi agen perubahan yang mandiri dan inovatif melalui kewirausahaan. Ia menegaskan bahwa kegagalan merupakan hal yang wajar dalam proses menuju kesuksesan. Menurutnya, kompetensi yang dimiliki harus benar-benar digunakan dan terus diasah, serta mahasiswa dituntut untuk jeli melihat dan mengidentifikasi permasalahan di sekitar sebagai peluang untuk menghadirkan solusi yang bernilai.

Sementara itu, Andy F. Noya, jurnalis dan entrepreneur, mengajak mahasiswa untuk memiliki arah hidup yang jelas sebagai dasar membangun komitmen. Ia menyampaikan, “Di mana kita akan berangkat, apa tujuan kita, apa yang perlu disiapkan, dan komitmen kita harus lebih tinggi karena kita sudah memiliki kompas kehidupan—kita mau ke mana.”

Kuliah pakar ini juga menghadirkan Siti Julaihah, S.S., M.Hum., akademisi sekaligus kreator konten edukatif melalui kanal YouTube Ceceromed Kitchen, yang membahas peluang kewirausahaan kreatif dan digital di era modern serta pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap dapat menumbuhkan entrepreneurial mindset mahasiswa sehingga mampu menjadi lulusan yang mandiri, inovatif, dan siap berperan sebagai agen perubahan di masyarakat.

Image Accordion #1

Image Accordion content goes here!

Image Accordion #2

Image Accordion content goes here!

Image Accordion #3

Image Accordion content goes here!

Image Accordion #4

Image Accordion content goes here!