Back

Designer

Universitas Telogorejo Semarang Perluas Jejaring Global melalui Kerja Sama dengan Universiti Teknologi MARA Malaysia
BeritaNews 16 Apr 2026

Universitas Telogorejo Semarang Perluas Jejaring Global melalui Kerja Sama dengan Universiti Teknologi MARA Malaysia

Universitas Telogorejo Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan bertaraf internasional melalui implementasi kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA Kampus Bertam. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat posisi institusi di kancah pendidikan internasional.

Kegiatan implementasi kerja sama ini merupakan wujud nyata dari upaya peningkatan mutu akademik, baik dari sisi pengembangan kurikulum, kolaborasi riset, maupun peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi di bidang pendidikan, khususnya dalam sektor kesehatan.

Kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional melalui berbagai program unggulan, seperti pertukaran pelajar (student exchange), kolaborasi penelitian lintas negara, hingga kegiatan akademik bersama yang berorientasi global. Selain itu, dosen juga didorong untuk aktif dalam kolaborasi riset internasional guna meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi.

Pihak Universitas Telogorejo Semarang menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi jangka panjang dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing global serta kemampuan adaptasi di dunia kerja internasional.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan semakin banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi dalam dunia pendidikan global.

Sebagai institusi yang terus berkembang, Universitas Telogorejo Semarang mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari kampus yang membuka peluang internasional dan siap mengantarkan mahasiswa menuju masa depan yang lebih luas dan kompetitif.

Universitas Telogorejo Semarang Gelar Interprofessional Education (IPE), Perkuat Kolaborasi Mahasiswa Kesehatan di Kelurahan Sukorejo
BeritaNews 08 Apr 2026

Universitas Telogorejo Semarang Gelar Interprofessional Education (IPE), Perkuat Kolaborasi Mahasiswa Kesehatan di Kelurahan Sukorejo

Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan kegiatan Interprofessional Education (IPE) sebagai upaya meningkatkan kompetensi kolaborasi antarprofesi bagi mahasiswa di bidang kesehatan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu D-3 Keperawatan, S-1 Keperawatan, S-1 Farmasi, S-1 Kebidanan, dan S-1 Fisioterapi.

Kegiatan IPE ini akan berlangsung selama hampir tiga pekan, mulai tanggal 6 hingga 25 April 2026, bertempat di Kelurahan Sukorejo. Pelaksanaan kegiatan di lingkungan masyarakat ini diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menghadapi permasalahan kesehatan secara langsung di tatanan komunitas.

Seiring dengan perkembangan dunia kesehatan yang semakin kompleks, pelayanan kesehatan saat ini tidak lagi dapat dilakukan secara parsial oleh satu profesi saja. Dibutuhkan kerja sama yang erat antar tenaga kesehatan dari berbagai disiplin ilmu untuk menghadirkan pelayanan yang komprehensif, aman, dan berpusat pada pasien (patient centered care). Kompleksitas permasalahan kesehatan, baik di layanan klinik maupun komunitas, menuntut adanya pendekatan multidisiplin yang terintegrasi.

Melihat kondisi tersebut, Interprofessional Education (IPE) menjadi salah satu strategi pembelajaran yang relevan dan penting untuk diterapkan. Melalui IPE, mahasiswa dari berbagai program studi kesehatan dipertemukan dalam satu kegiatan pembelajaran untuk saling mengenal peran, tanggung jawab, serta kompetensi masing-masing profesi. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk membangun komunikasi yang efektif dan menjalin kerja sama tim sejak masa pendidikan.

Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi Interprofesional dalam Asuhan Komprehensif pada Pasien Penyakit Kronis di Tatanan Klinik dan Komunitas.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya prevalensi penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan kolaborasi lintas profesi secara berkesinambungan.

Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kolaborasi antarprofesi mahasiswa melalui pembelajaran interprofesional berbasis kasus nyata maupun simulasi. Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan keilmuan yang dimiliki dengan pendekatan kolaboratif dalam memberikan asuhan kesehatan yang holistik dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan IPE dikemas dalam berbagai bentuk pembelajaran aktif dan partisipatif. Mahasiswa akan mengikuti diskusi kelompok interprofesional (case-based discussion) untuk membahas kasus kesehatan secara komprehensif dari berbagai sudut pandang profesi. Selain itu, terdapat simulasi atau role play asuhan kolaboratif yang bertujuan melatih keterampilan komunikasi dan pengambilan keputusan dalam tim.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga akan terlibat langsung dalam praktik lapangan melalui community project di masyarakat. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang ada di lingkungan, merancang intervensi bersama, serta mengimplementasikan solusi secara kolaboratif. Di akhir kegiatan, mahasiswa akan melakukan presentasi dan refleksi tim sebagai bentuk evaluasi pembelajaran dan penguatan pengalaman yang telah diperoleh.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kerja tim yang baik, komunikasi yang efektif, serta sikap profesional dan empati dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Selain itu, implementasi IPE ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di masyarakat, serta meminimalisir risiko kesalahan medis yang seringkali terjadi akibat kurangnya komunikasi dan koordinasi antar tenaga kesehatan.

Dengan adanya kegiatan ini, Universitas Telogorejo Semarang terus berupaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, sekaligus memperkuat peran institusi pendidikan dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan siap bersaing di era pelayanan kesehatan modern.

Tips CEGAH BABY BLUES PASCA PERSALINAN
ArtikelNews 07 Apr 2026

Tips CEGAH BABY BLUES PASCA PERSALINAN

Disusun Oleh : dr. Edi Wibowo , SpOG ( Dosen S1 Kebidanan Unibersitas Telogorejo Semarang )

Baby blues merupakan kondisi perubahan suasana hati yang sering dialami ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih, cemas, mudah menangis, dan kelelahan. Kondisi ini umumnya terjadi akibat perubahan hormon, kelelahan fisik, serta adaptasi terhadap peran baru sebagai seorang ibu. Oleh karena itu, pencegahan baby blues sangat penting dilakukan sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan.

Salah satu cara utama untuk mencegah baby blues adalah dengan menjaga kondisi fisik ibu tetap baik. Ibu perlu mendapatkan istirahat yang cukup, meskipun hal ini sering menjadi tantangan setelah melahirkan. Mengatur waktu tidur saat bayi tidur dapat membantu mengurangi kelelahan. Selain itu, pemenuhan nutrisi yang seimbang juga sangat penting untuk menjaga energi dan kestabilan emosi ibu.

Dukungan dari suami, keluarga, dan lingkungan sekitar memiliki peran yang sangat besar dalam mencegah baby blues. Ibu membutuhkan bantuan dalam merawat bayi maupun dalam pekerjaan rumah tangga agar tidak merasa terbebani. Komunikasi yang baik dengan pasangan juga dapat membantu ibu mengekspresikan perasaan dan mengurangi tekanan emosional.

Selain itu, ibu dianjurkan untuk tidak memendam perasaan. Berbagi cerita dengan orang terdekat atau tenaga kesehatan dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Melakukan aktivitas ringan yang menyenangkan, seperti berjalan santai atau melakukan hobi, juga dapat membantu meningkatkan suasana hati.

Penting juga bagi ibu untuk memahami bahwa perasaan tidak nyaman setelah melahirkan adalah hal yang wajar dan bersifat sementara. Namun, jika perasaan sedih berlangsung lama, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, ibu perlu segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan dukungan yang optimal, pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional, serta kesiapan mental dalam menghadapi peran baru, risiko terjadinya baby blues dapat diminimalkan sehingga ibu dapat menjalani masa nifas dengan lebih sehat dan bahagia.

Ragam Penyebab Baby Blues

Meski penyebab baby blues belum diketahui secara pasti, kondisi ini diduga berkaitan dengan dampak dari perubahan fisik dan emosional setelah melahirkan. Nah, beberapa riset sejauh ini juga menemukan bahwa ada beberapa faktor yang mungkin bisa menyebabkan seorang ibu lebih berisiko mengalami baby blues, yaitu: 

1. Perubahan hormon 

Setelah melahirkan, tubuh akan mengalami perubahan kadar hormon yang cukup drastis, termasuk penurunan hormon estrogen dan progesteron. Hal ini dapat memicu terjadinya perubahan suasana hati atau mood swing serta perasaan lelah dan tertekan, sehingga menyebabkan baby blues. 

Biasanya, hormon akan kembali normal dalam waktu beberapa minggu setelah melahirkan. Hal ini kemudian akan membuat mood ibu menjadi lebih stabil setelahnya.

2. Sulit beradaptasi

Sulit beradaptasi dengan perubahan yang ada dan tanggung jawab baru sebagai ibu juga bisa menjadi salah satu penyebab baby blues. Banyak ibu baru yang merasa kewalahan untuk mengurus segalanya sendiri, termasuk mengurus kebutuhan buah hati.

3. Kurang tidur

Siklus tidur bayi baru lahir yang belum teratur menyebabkan ibu harus terjaga sepanjang malam dan akhirnya menyita banyak waktu tidurnya. Terus-menerus kurang tidur akan membuat ibu kelelahan yang bisa memicu munculnya gejala baby blues, seperti perasaan sedih dan mudah tersinggung.

4. Riwayat gangguan kesehatan mental

Penyebab baby blues lainnya adalah riwayat gangguan kesehatan mental. Ibu yang memiliki riwayat gangguan kesehatan mental, seperti depresi, bipolar, atau gangguan kecemasan, lebih berisiko mengalami baby blues setelah melahirkan. 

Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), para ibu dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk membantu mencegah baby blues:

Persiapkan sebelum melahirkan.


Salah satu persiapan yang paling penting adalah finansial. Persiapan yang matang sebelum melahirkan dapat mengurangi tekanan finansial yang mungkin terjadi pasca kelahiran bayi. Selain keuangan, persiapkan juga kesehatan fisik dan mental. Melalui perencanaan yang matang, para ibu dapat fokus pada kesejahteraan dirinya dan anak-anaknya tanpa menimbulkan beban yang tidak semestinya.

Komunikasi dan pembagian tugas


Melalui komunikasi yang terbuka, suami dapat memberikan dukungan emosional yang penting kepada ibu pasca melahirkan. Bersedia mendengarkan dapat membantu mengurangi stres pemicu baby blues.

Istirahat yang cukup


Ibu membutuhkan banyak waktu luang untuk memperlancar proses pemulihan pasca melahirkan. Cara ini dapat memulihkan tenaga, mengurangi rasa lelah dan mempercepat proses penyembuhan. Istirahat yang cukup juga dapat membantu menjaga keseimbangan hormonal. Dengan menjaga kestabilan hormonal, cara ini bisa mengurangi kemungkinan terjadinya perubahan suasana hati yang memicu baby blues.

Makanlah makanan yang bergizi


Cara berikutnya adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi, sehat dan seimbang. Ibu bisa mengonsumsi makanan kaya protein, seperti susu, keju, daging, ikan, yogurt, dan kacang-kacangan. Makanan kaya protein dapat mempercepat proses pemulihan dan menjaga bentuk tubuh. Protein juga dapat menunjang keseimbangan hormonal dan memberikan energi yang cukup bagi ibu menyusui.

Minta bantuan ahlinya, Jika langkah di atas tidak dapat mencegah timbulnya gejala postpartum blues pada ibu menyusui, konsultasikan dengan psikolog atau psikiater untuk mencari cara terbaik untuk mengatasinya.

Kesimpulannya, kesehatan psikologis ibu nifas merupakan aspek penting yang harus diperhatikan selain kesehatan fisik. Ibu yang mendapatkan dukungan emosional, istirahat yang cukup, serta lingkungan yang nyaman cenderung memiliki kondisi mental yang lebih stabil dan mampu beradaptasi dengan peran barunya sebagai seorang ibu.

Perasaan tenang, bahagia, dan merasa didukung akan membantu ibu dalam merawat bayi dengan optimal serta membangun ikatan yang kuat dengan bayinya. Oleh karena itu, peran keluarga, terutama suami, serta tenaga kesehatan sangat penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis ibu nifas agar terhindar dari gangguan seperti baby blues maupun depresi postpartum.

Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.

 Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.

Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan  Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.

BPLT (Basic Pharmaceutical Leadership Training) Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap Inovasi dan Perubahan
ArtikelBeritaNews 07 Apr 2026

BPLT (Basic Pharmaceutical Leadership Training) Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap Inovasi dan Perubahan

Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Universitas Telogorejo Semarang
menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) yaitu BPLT (Basic Pharmaceutical
Leadership Training) dengan tema “Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era
Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap
Inovasi dan Perubahan”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar
mengenai kepemimpinan dan manajemen organisasi, serta meningkatkan wawasan peserta
tentang strategi kepemimpinan yang efektif dan adaptif di era digital. Selain itu, peserta
dibekali kemampuan pengelolaan organisasi secara sistematis serta didorong memanfaatkan
teknologi digital, sekaligus mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim,
dan manajerial.
Kegiatan ini diselenggarakan pada 4 April 2026 oleh HIMAFA Universitas
Telogorejo Semarang yang wajib diikuti oleh Mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi Tingkat
I (Semester 2) yang dihadiri oleh 155 peserta yang hadir secara luring (offline) di
Auditorium Lantai 4 Universitas Telogorejo Semarang serta ada pula peserta yang hadir
secara daring (online) melalui media Zoom Meeting, sehingga memungkinkan untuk
diakses oleh peserta dimanapun dan diunggah pada kanal Youtube HIMAFA Telogorejo
Semarang. Kegiatan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) ini diselenggarakan sebagai salah satu
upaya untuk memenuhi ketentuan dan kesepakatan yang telah ditetapkan dalam proses
pengkaderan, guna memperoleh status sebagai anggota penuh ISMAFARSI.
BPLT dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Telogorejo Semarang, dr. Swanny
Trikajanti Widyaatmadja, M. Kes., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan
bahwa menjadi mahasiswa farmasi bukan hanya soal belajar teori dan praktik di
laboratorium, tetapi bagaimana mahasiswa dapat berani berorganisasi, berprestasi, dan
menyiapkan diri menghadapi dunia yang terus berubah. Lebih dari itu mahasiswa juga sedang
membanguun jati diri sebagai calon pemimpin di bidang kesehatan. Pemimpin yang tidak
hanya cerdas secara akademik tetapi juga tangguh dalam berorganisasi, mampu bekerja sama,
dan adaptif terhadap perubahan zaman. Beliau berharap bahwa semua peserta dapat

mendalami segala yang disampaikan dengan narasumber dengan baik sehingga berguna
sebagai bekal wawasan organisasi mahasiswa.
Ten Stars of Pharmacist
apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med.
apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med memaparkan materi mengenai Ten Stars of
Pharmacist, yaitu sepuluh peran utama yang harus dimiliki oleh seorang apoteker dalam
menjalankan profesinya. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa apoteker tidak hanya
berfokus pada obat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan secara
menyeluruh, mulai dari care giver, decision maker, communicator, manager, life-long learner,
teacher, leader, researcher, entrepreneur, hingga agent of positive change. Melalui
peran-peran tersebut, apoteker diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal,
mengambil keputusan berbasis bukti, berkomunikasi dengan baik, terus mengembangkan diri,
serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan
masyarakat.

Wawasan ISMAFARSI
Nabila Salzabil
Nabila Salzabil selaku SK Kastrad ISMAFARSI JOGLOSEPUR membahas tentang
Wawasan ISMAFARSI sebagai organisasi nasional mahasiswa farmasi di Indonesia yang
berbentuk konfederasi dari berbagai lembaga eksekutif mahasiswa farmasi. Organisasi ini
bertujuan untuk menyatukan mahasiswa farmasi, meningkatkan kualitas dan profesionalisme,
serta menjadi wadah pengembangan diri. ISMAFARSI memiliki dasar hukum seperti
AD/ART, SOP, dan peraturan lainnya, serta memiliki struktur organisasi yang terbagi dalam
wilayah-wilayah tertentu, termasuk anggota penuh dan peninjau. Selain itu, ISMAFARSI
juga menyediakan berbagai manfaat bagi anggotanya, seperti memperluas relasi,
meningkatkan soft skill, mendapatkan pengalaman organisasi, serta kesempatan berkontribusi
dalam kegiatan nasional maupun internasional.

Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi

Khilyatus Sa’adah
Khilyatus Sa’adah selaku SK Kesekretariatan ISMAFARSI JOGLOSEPUR
membahas tentang Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi. Kepemimpinan diartikan
sebagai kemampuan untuk mempengaruhi dan menginspirasi orang lain agar dapat mencapai
tujuan bersama. Terdapat berbagai teori kepemimpinan, seperti teori genetis, sosial, dan
gabungan, serta berbagai gaya kepemimpinan seperti demokratis, transformasional, hingga
otokratis. Selain itu, seorang pemimpin perlu memiliki keterampilan seperti komunikasi,
empati, dan kemampuan mengambil keputusan. Manajemen organisasi sendiri merupakan
proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya untuk
mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Organisasi menjadi wadah kerja sama yang
memiliki unsur seperti visi, struktur, aturan, dan partisipasi anggota. Secara keseluruhan,
kepemimpinan, manajemen, dan organisasi saling berkaitan, di mana kepemimpinan
mengarahkan, manajemen mengatur, dan organisasi menjadi tempat untuk mencapai tujuan
bersama.

International Pharmaceutical Students’ Federation & Student Exchange Programme
Moh. Arif. Sp
Moh. Arif. Sp selaku SK Eksternal ISMAFARSI JOGLOSEPUR menjelaskan tentang
(International Pharmaceutical Students’ Federation) IPSF dan Student Exchange
Programme (SEP), yaitu program pertukaran mahasiswa farmasi di tingkat internasional.
IPSF merupakan organisasi global yang menghubungkan mahasiswa farmasi di seluruh
dunia, termasuk ISMAFARSI sebagai bagian dari jaringannya. SEP memberikan kesempatan
kepada mahasiswa untuk mengikuti kegiatan seperti magang di industri, penelitian, rumah
sakit, maupun pengabdian masyarakat di negara lain. Dalam pelaksanaannya, peserta akan
mengikuti berbagai kegiatan seperti internship, city tour, serta acara penyambutan dan
perpisahan. Untuk mengikuti program ini, diperlukan persiapan seperti seleksi, kelengkapan
berkas, serta kesiapan finansial. Mahasiswa juga didorong untuk aktif mencari informasi,
berani mencoba, dan memulai dari kegiatan kecil sebagai langkah awal.
Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan BPLT, diselenggarakan
pre-test dan post-test bagi seluruh peserta. Pre-test dilakukan sebelum penyampaian materi
oleh pemateri, dengan tujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mahasiswa terkait

materi yang akan diberikan. Hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dasar
peserta sebelum menerima pembelajaran yang lebih mendalam. Selanjutnya, post-test
dilaksanakan setelah seluruh materi disampaikan, sebagai bentuk evaluasi untuk menilai
peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Melalui
perbandingan hasil pre-test dan post-test, panitia dapat mengetahui sejauh mana efektivitas
penyampaian materi serta tingkat keberhasilan peserta dalam menyerap informasi yang
diberikan. Dengan adanya kedua tahapan evaluasi ini, diharapkan proses pembelajaran dalam
kegiatan BPLT dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak yang optimal
dalam meningkatkan kualitas pengetahuan serta kesiapan peserta dalam mengikuti proses
pengkaderan selanjutnya.

UNTS Lakukan Campus Visit ke Multimedia University, Perkuat Peluang Kolaborasi Internasional
BeritaNews 05 Apr 2026

UNTS Lakukan Campus Visit ke Multimedia University, Perkuat Peluang Kolaborasi Internasional

Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) kembali menunjukkan langkah progresif dalam memperluas jejaring internasional melalui kegiatan Exploring Collaboration & Visiting Campus ke Multimedia University. Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam membangun kemitraan global yang berkelanjutan di bidang pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, UNTS tidak hanya melakukan kunjungan akademik, tetapi juga berdiskusi secara langsung terkait peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama. Fokus utama meliputi penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan global saat ini.

Melalui interaksi ini, kedua institusi saling bertukar wawasan (insight sharing) mengenai sistem pembelajaran, pengelolaan institusi, hingga peluang program kolaboratif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan program internasional seperti pertukaran pelajar, kolaborasi riset, hingga kegiatan akademik bersama.

Pihak Universitas Telogorejo Semarang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas dan berkualitas bagi mahasiswa. Dengan adanya kerja sama lintas negara, mahasiswa diharapkan mampu memiliki perspektif global serta kesiapan dalam menghadapi tantangan dunia kerja internasional.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai kolaborasi strategis yang akan terus dikembangkan di masa mendatang. UNTS pun berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan membuka peluang baru guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.

Ke depan, Universitas Telogorejo Semarang akan terus menghadirkan berbagai program kolaborasi menarik sebagai bagian dari upaya menjadi kampus unggul dengan jejaring internasional yang kuat.

Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap Inovasi dan Perubahan
BeritaNews 05 Apr 2026

Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap Inovasi dan Perubahan

Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) yaitu BPLT (Basic Pharmaceutical Leadership Training) dengan tema “Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap Inovasi dan Perubahan”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kepemimpinan dan manajemen organisasi, serta meningkatkan wawasan peserta tentang strategi kepemimpinan yang efektif dan adaptif di era digital. Selain itu, peserta dibekali kemampuan pengelolaan organisasi secara sistematis serta didorong memanfaatkan teknologi digital, sekaligus mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, dan manajerial.

Kegiatan ini diselenggarakan pada 4 April 2026 oleh HIMAFA Universitas Telogorejo Semarang yang wajib diikuti oleh Mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi Tingkat I (Semester 2) yang dihadiri oleh 155 peserta yang hadir secara luring (offline) di Auditorium Lantai 4 Universitas Telogorejo Semarang serta ada pula peserta yang hadir secara daring (online) melalui media Zoom Meeting, sehingga memungkinkan untuk diakses oleh peserta dimanapun dan diunggah pada kanal Youtube HIMAFA Telogorejo Semarang. Kegiatan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk memenuhi ketentuan dan kesepakatan yang telah ditetapkan dalam proses pengkaderan, guna memperoleh status sebagai anggota penuh ISMAFARSI.

BPLT dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Telogorejo Semarang, dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M. Kes., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa farmasi bukan hanya soal belajar teori dan praktik di laboratorium, tetapi bagaimana mahasiswa dapat berani berorganisasi, berprestasi, dan menyiapkan diri menghadapi dunia yang terus berubah. Lebih dari itu mahasiswa juga sedang membanguun jati diri sebagai calon pemimpin di bidang kesehatan. Pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga tangguh dalam berorganisasi, mampu bekerja sama, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Beliau berharap bahwa semua peserta dapat

mendalami segala yang disampaikan dengan narasumber dengan baik sehingga berguna sebagai bekal wawasan organisasi mahasiswa.

Ten Stars of Pharmacist

apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med.

apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med memaparkan materi mengenai Ten Stars of Pharmacist, yaitu sepuluh peran utama yang harus dimiliki oleh seorang apoteker dalam menjalankan profesinya. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa apoteker tidak hanya berfokus pada obat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari care giver, decision maker, communicator, manager, life-long learner, teacher, leader, researcher, entrepreneur, hingga agent of positive change. Melalui peran-peran tersebut, apoteker diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal, mengambil keputusan berbasis bukti, berkomunikasi dengan baik, terus mengembangkan diri, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Wawasan ISMAFARSI Nabila Salzabil

Nabila Salzabil selaku SK Kastrad ISMAFARSI JOGLOSEPUR membahas tentang Wawasan ISMAFARSI sebagai organisasi nasional mahasiswa farmasi di Indonesia yang berbentuk konfederasi dari berbagai lembaga eksekutif mahasiswa farmasi. Organisasi ini bertujuan untuk menyatukan mahasiswa farmasi, meningkatkan kualitas dan profesionalisme, serta menjadi wadah pengembangan diri. ISMAFARSI memiliki dasar hukum seperti AD/ART, SOP, dan peraturan lainnya, serta memiliki struktur organisasi yang terbagi dalam wilayah-wilayah tertentu, termasuk anggota penuh dan peninjau. Selain itu, ISMAFARSI juga menyediakan berbagai manfaat bagi anggotanya, seperti memperluas relasi, meningkatkan soft skill, mendapatkan pengalaman organisasi, serta kesempatan berkontribusi dalam kegiatan nasional maupun internasional.

Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi

Khilyatus Sa’adah

Khilyatus Sa’adah selaku SK Kesekretariatan ISMAFARSI JOGLOSEPUR membahas tentang Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi. Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi dan menginspirasi orang lain agar dapat mencapai tujuan bersama. Terdapat berbagai teori kepemimpinan, seperti teori genetis, sosial, dan gabungan, serta berbagai gaya kepemimpinan seperti demokratis, transformasional, hingga otokratis. Selain itu, seorang pemimpin perlu memiliki keterampilan seperti komunikasi, empati, dan kemampuan mengambil keputusan. Manajemen organisasi sendiri merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Organisasi menjadi wadah kerja sama yang memiliki unsur seperti visi, struktur, aturan, dan partisipasi anggota. Secara keseluruhan, kepemimpinan, manajemen, dan organisasi saling berkaitan, di mana kepemimpinan mengarahkan, manajemen mengatur, dan organisasi menjadi tempat untuk mencapai tujuan bersama.

International Pharmaceutical Students’ Federation & Student Exchange Programme

Moh. Arif. Sp

Moh. Arif. Sp selaku SK Eksternal ISMAFARSI JOGLOSEPUR menjelaskan tentang (International Pharmaceutical Students’ Federation) IPSF dan Student Exchange Programme (SEP), yaitu program pertukaran mahasiswa farmasi di tingkat internasional. IPSF merupakan organisasi global yang menghubungkan mahasiswa farmasi di seluruh dunia, termasuk ISMAFARSI sebagai bagian dari jaringannya. SEP memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti kegiatan seperti magang di industri, penelitian, rumah sakit, maupun pengabdian masyarakat di negara lain. Dalam pelaksanaannya, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan seperti internship, city tour, serta acara penyambutan dan perpisahan. Untuk mengikuti program ini, diperlukan persiapan seperti seleksi, kelengkapan berkas, serta kesiapan finansial. Mahasiswa juga didorong untuk aktif mencari informasi, berani mencoba, dan memulai dari kegiatan kecil sebagai langkah awal.

Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan BPLT, diselenggarakan pre-test dan post-test bagi seluruh peserta. Pre-test dilakukan sebelum penyampaian materi oleh pemateri, dengan tujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mahasiswa terkait

materi yang akan diberikan. Hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dasar peserta sebelum menerima pembelajaran yang lebih mendalam. Selanjutnya, post-test dilaksanakan setelah seluruh materi disampaikan, sebagai bentuk evaluasi untuk menilai peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, panitia dapat mengetahui sejauh mana efektivitas penyampaian materi serta tingkat keberhasilan peserta dalam menyerap informasi yang diberikan. Dengan adanya kedua tahapan evaluasi ini, diharapkan proses pembelajaran dalam kegiatan BPLT dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak yang optimal dalam meningkatkan kualitas pengetahuan serta kesiapan peserta dalam mengikuti proses pengkaderan selanjutnya.

Tips Perawatan tali pusat bayi baru lahir
ArtikelNews 24 Mar 2026

Tips Perawatan tali pusat bayi baru lahir

Disusun Oleh : dr. Vira Ari Nindia Dewi, Sp.A ( Dosen S1 Kebidanan Unibersitas Telogorejo Semarang )

Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya infeksi. Tali pusat yang belum lepas adalah area yang sensitif sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan higienis. Prinsip utama dalam perawatan tali pusat adalah menjaga agar tetap bersih dan kering hingga akhirnya mengering dan terlepas dengan sendirinya.Ibu atau pengasuh harus selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh tali pusat. Hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya kuman yang dapat menyebabkan infeksi. Tali pusat tidak perlu diberikan ramuan atau bahan tradisional, cukup dibersihkan jika kotor menggunakan air bersih dan dikeringkan dengan kain atau kasa steril.

Selain itu, penting untuk menjaga agar tali pusat tetap kering dengan cara tidak menutupinya terlalu rapat. Popok bayi sebaiknya dilipat di bawah tali pusat agar tidak terkena urin atau feses. Jika tali pusat terkena kotoran, segera bersihkan dan keringkan dengan lembut.

Bayi tetap boleh dimandikan, namun perlu diperhatikan agar tali pusat segera dikeringkan setelah terkena air. Hindari penggunaan alkohol atau antiseptik tanpa anjuran tenaga kesehatan karena dapat memperlambat proses pengeringan.

Orang tua juga perlu mengenali tanda-tanda infeksi pada tali pusat, seperti kemerahan di sekitar pangkal tali pusat, bau tidak sedap, keluar cairan bernanah, atau bayi tampak demam dan rewel. Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan perawatan yang benar, tali pusat biasanya akan mengering dan lepas dengan sendirinya dalam waktu sekitar 5–14 hari setelah kelahiran. Perawatan yang baik akan membantu mencegah infeksi dan mendukung kesehatan bayi secara keseluruhan.

Cara Tepat Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Perawatan tali pusat bayi baru lahir tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada cara-cara tertentu agar anggota tubuh bayi yang satu ini tetap bersih dan kering. Cara-cara tersebut meliputi:

Menjaga tali pusat tetap bersih

Sebelum melakukan perawatan tali pusat bayi, jangan lupa untuk mencuci tangan Anda terlebih dahulu. Tali pusat tidak perlu dibersihkan dengan alkohol. Cukup bersihkan dengan air, jika memang tali pusat kotor. Tali pusat juga harus dikeringkan menggunakan kain yang lembut atau dengan mengipasinya hingga kering.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa tali pusat kemungkinan lebih cepat sembuh jika dibiarkan saja. Membasuhnya dengan alkohol, sabun, atau cairan antiseptik justru dapat mengiritasi kulit di sekitar tali pusat dan membuatnya sembuh lebih lama. Hindari juga memberikan minyak, bedak, jamu, atau obat herba tertentu di sekitar tali pusat

Menjaga tali pusat tetap kering

Biarkan tali pusat dalam kondisi terbuka tanpa ditutup dengan kasa kering maupun tertutup popok. Saat memakaikan popok bayi, usahakan tali pusat tidak tertutup popok. Hal ini bertujuan agar tali pusat tidak terkena air seni dan tinja bayi yang dapat menyebabkan infeksi.

Bayi juga perlu mengenakan pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat, sehingga sirkulasi udara berjalan dengan baik di kulitnya. Hindari juga memakaikan baju model bodysuit (yang menutupi seluruh tubuh) pada Si Kecil.

Biarkan tali pusat terlepas secara alami

Membiarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya adalah salah satu cara perawatan tali pusat yang benar. Jangan memaksa melepas tali pusat dengan menariknya karena dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi.

Selama tali pusat masih menempel, mandikan bayi dengan cara membasuh badannya menggunakan washlap atau spons mandi. Hindari merendam bayi di dalam bak mandi hingga tali pusat puput.

Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Perawatan Tali Pusat Bayi

Anda tak perlu khawatir jika melihat perubahan warna pada tali pusat bayi selama proses penyembuhannya.

Di masa awal setelah bayi dilahirkan, tali pusat biasanya berwarna kekuningan dan mengkilap. Seiring waktu, tali pusat akan mengering dan menyusut sampai akhirnya puput. Biasanya warna tali pusat akan menjadi cokelat, abu-abu, keunguan, kebiruan, lalu menjadi hitam.

Ketika tali pusar puput, mungkin akan ada sedikit darah di pusar Si Kecil. Jangan khawatir, hal ini juga normal. Selain itu, terkadang ada cairan bening atau kuning dan sisa jaringan di pusar yang disebut umbilical granulomas. Cairan ini dapat hilang dengan sendirinya.

Kondisi yang perlu diwaspadai dan perlu penanganan dokter adalah jika tali pusar bayi menunjukan tanda-tanda infeksi, seperti:

  • Nanah di tali pusar
  • Bayi demam
  • Kulit di sekitar area tali pusat bengkak dan berwarna kemerahan
  • Tali pusat berwarna kekuningan atau berbau tidak sedap
  • Tali pusat mengalami perdarahan yang banyak dan terus-menerus
  • Bayi menangis setiap kali tali pusat atau kulit di sekitarnya tersentuh

Perawatan tali pusat bayi baru lahir umumnya tidak terlalu sulit, hanya saja diperlukan kesabaran dalam merawatnya sampai tali pusat benar-benar puput. Jangan pernah memaksa melepasnya meski sudah tampak sembuh. Hal yang paling penting adalah merawat tali pusat bayi dengan benar, sehingga pelepasan tali pusat dan penyembuhannya bisa lebih cepat.

Namun, Si Kecil perlu diperiksa ke dokter anak jika tali pusatnya belum puput setelah 3–6 minggu. Pasalnya, hal ini bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan, seperti infeksi atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

Kesimpulannya, perawatan tali pusat bayi baru lahir harus dilakukan dengan prinsip kebersihan dan menjaga kondisi tetap kering agar terhindar dari risiko infeksi. Langkah-langkah sederhana seperti mencuci tangan sebelum perawatan, menjaga tali pusat tetap bersih dan tidak lembap, serta menghindari penggunaan bahan atau ramuan tanpa anjuran tenaga kesehatan merupakan kunci utama dalam perawatan yang benar.

Selain itu, penting bagi orang tua untuk selalu memantau kondisi tali pusat dan mengenali tanda-tanda infeksi sejak dini agar dapat segera ditangani. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, tali pusat akan mengering dan lepas secara alami, sehingga kesehatan bayi tetap terjaga dengan optimal.

Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.

 Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.

Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan  Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.

Mudik Lebaran dan Ancaman Penularan Campak pada Anak
ArtikelNews 17 Mar 2026

Mudik Lebaran dan Ancaman Penularan Campak pada Anak

Ns. Siti Lestari, M.Kep., Sp.Kep.An  ( Dosen S-1 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang )

Menjelang musim mudik dan pertemuan keluarga pada perayaan Lebaran, kewaspadaan terhadap penyakit menular pada anak perlu kembali ditingkatkan. Mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode tersebut berpotensi mempercepat penyebaran berbagai penyakit infeksi, salah satunya campak. Hingga saat ini, infeksi virus campak masih menjadi persoalan kesehatan anak di berbagai wilayah Indonesia dan bahkan menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus dalam satu tahun terakhir.

Situasi epidemiologi campak di Indonesia menunjukkan perkembangan yang patut menjadi perhatian serius. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium serta 69 kasus kematian. Memasuki awal tahun 2026, tren peningkatan kasus masih terus terjadi. Hingga minggu ke-7 tahun 2026 dilaporkan 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian, disertai penetapan 21 kejadian luar biasa (KLB) di berbagai daerah.

Data surveilans nasional menunjukkan bahwa hingga minggu ke-8 tahun 2026 jumlah kasus meningkat menjadi sekitar 10.453 kasus suspek dengan sedikitnya 6 kematian. Angka tersebut menandakan bahwa penularan campak masih aktif terjadi di masyarakat dan berpotensi meningkat apabila upaya pencegahan tidak segera diperkuat. Perkembangan kasus pada anak bahkan masih terus bertambah pada awal Maret 2026.

Peningkatan kasus ini tidak dapat dilepaskan dari menurunnya cakupan imunisasi campak-rubela dalam beberapa tahun terakhir. Ketika jumlah anak yang belum memperoleh kekebalan semakin besar, virus campak yang memiliki daya tular sangat tinggi akan dengan mudah menemukan kelompok anak yang rentan terinfeksi.

Dari Ruang Rawat Anak: Gambaran Kasus di Rumah Sakit Rujukan

Peningkatan kasus campak juga tercermin dalam praktik pelayanan kesehatan anak di berbagai rumah sakit rujukan. Di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, kasus campak pada anak masih rutin ditemukan baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap.

Fenomena serupa juga dilaporkan di RSUP Dr. Kariadi, RSUP Dr. Sardjito, serta RSUD Dr. Soetomo. Dalam praktik pelayanan pediatri di rumah sakit rujukan tersebut, sebagian besar anak yang dirawat karena campak diketahui memiliki riwayat imunisasi yang tidak lengkap atau bahkan belum pernah menerima vaksin campak.

Tidak sedikit anak yang datang ke rumah sakit dalam kondisi telah mengalami komplikasi. Komplikasi yang paling sering ditemukan adalah pneumonia atau radang paru, yang menjadi alasan utama anak memerlukan perawatan di rumah sakit. Selain itu, beberapa anak juga mengalami komplikasi lain seperti diare berat, dehidrasi, serta gangguan nutrisi.

Temuan klinis tersebut menunjukkan bahwa campak bukan sekadar penyakit ringan pada anak. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi infeksi serius yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Mengenali Tanda dan Gejala Campak pada Anak

Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Tingkat penularannya sangat tinggi; satu anak yang terinfeksi dapat menularkan penyakit kepada sekitar 8–12 anak lain yang belum memiliki kekebalan.

Gejala campak umumnya muncul 7–14 hari setelah anak terpapar virus. Pada tahap awal, keluhan sering menyerupai infeksi saluran napas biasa sehingga orang tua kerap terlambat mengenalinya.

Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • demam tinggi hingga lebih dari 39 °C
  • batuk dan pilek yang menetap
  • mata merah dan berair
  • penurunan nafsu makan serta anak tampak lemas
  • munculnya bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spot
  • Setelah beberapa hari demam, biasanya muncul ruam kemerahan pada kulit yang dimulai dari wajah dan belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, badan, hingga seluruh tubuh. Ruam tersebut merupakan tanda khas campak dan umumnya masih disertai demam yang cukup tinggi.

Penanganan Awal Campak pada Anak

Hingga saat ini belum tersedia terapi antivirus khusus untuk menyembuhkan campak. Oleh karena itu, penanganan penyakit ini bersifat suportif, yaitu membantu tubuh anak melawan infeksi sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.

Pada kasus campak ringan, anak umumnya dapat dirawat di rumah dengan beberapa langkah sederhana, antara lain:

  • memastikan anak memperoleh istirahat yang cukup
  • memenuhi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi
  • memberikan makanan bergizi guna menunjang proses pemulihan
  • menurunkan demam menggunakan obat penurun panas sesuai anjuran tenaga kesehatan

Dalam praktik pelayanan kesehatan anak, pemberian vitamin A juga sering dilakukan karena terbukti dapat membantu menurunkan risiko komplikasi pada anak dengan campak. Anak yang sedang mengalami campak sebaiknya tetap beristirahat di rumah dan tidak melakukan kontak dengan anak lain hingga sekitar empat hari setelah ruam muncul, guna mencegah penularan.

Peran Keluarga dalam Mencegah Komplikasi

Peran keluarga sangat penting dalam proses pemulihan anak yang mengalami campak. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan perawatan yang tepat, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memantau perkembangan gejala setiap hari.

Perlu diketahui bahwa infeksi campak dapat menurunkan daya tahan tubuh anak selama beberapa minggu bahkan hingga beberapa bulan setelah sembuh. Pada masa tersebut, anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain sehingga pemenuhan nutrisi yang baik serta pemantauan kondisi kesehatan tetap diperlukan.

Orang tua juga perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, kejang, anak tidak mau minum atau makan, atau demam tinggi yang tidak kunjung turun.

Menjelang Lebaran 2026: Waspada Penularan Saat Mudik

Perayaan Lebaran selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat melalui tradisi mudik dan pertemuan keluarga besar. Perjalanan jarak jauh, kepadatan di transportasi umum, serta interaksi antaranggota keluarga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi, termasuk campak.

Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan menjelang musim mudik. Orang tua perlu memastikan anak telah memperoleh imunisasi campak secara lengkap sebelum melakukan perjalanan, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kontak dengan individu yang sedang sakit.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menghimbau pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di wilayah yang memiliki risiko tinggi. Dalam program tersebut, anak usia 9 hingga 59 bulan dianjurkan memperoleh vaksin campak booster guna meningkatkan kekebalan dan memutus rantai penularan di masyarakat.

Apabila anak mengalami demam yang disertai ruam kemerahan setelah perjalanan atau setelah menghadiri pertemuan keluarga, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Menjelang Lebaran 2026, upaya pencegahan menjadi semakin penting. Melalui imunisasi lengkap, kewaspadaan orang tua terhadap gejala awal penyakit, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, risiko penularan campak dapat ditekan. Kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci penting untuk melindungi anak-anak Indonesia dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.