fisioterapi
BPLT (Basic Pharmaceutical Leadership Training) Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap Inovasi dan Perubahan
Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Universitas Telogorejo Semarang
menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) yaitu BPLT (Basic Pharmaceutical
Leadership Training) dengan tema “Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era
Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap
Inovasi dan Perubahan”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar
mengenai kepemimpinan dan manajemen organisasi, serta meningkatkan wawasan peserta
tentang strategi kepemimpinan yang efektif dan adaptif di era digital. Selain itu, peserta
dibekali kemampuan pengelolaan organisasi secara sistematis serta didorong memanfaatkan
teknologi digital, sekaligus mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim,
dan manajerial.
Kegiatan ini diselenggarakan pada 4 April 2026 oleh HIMAFA Universitas
Telogorejo Semarang yang wajib diikuti oleh Mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi Tingkat
I (Semester 2) yang dihadiri oleh 155 peserta yang hadir secara luring (offline) di
Auditorium Lantai 4 Universitas Telogorejo Semarang serta ada pula peserta yang hadir
secara daring (online) melalui media Zoom Meeting, sehingga memungkinkan untuk
diakses oleh peserta dimanapun dan diunggah pada kanal Youtube HIMAFA Telogorejo
Semarang. Kegiatan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) ini diselenggarakan sebagai salah satu
upaya untuk memenuhi ketentuan dan kesepakatan yang telah ditetapkan dalam proses
pengkaderan, guna memperoleh status sebagai anggota penuh ISMAFARSI.
BPLT dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Telogorejo Semarang, dr. Swanny
Trikajanti Widyaatmadja, M. Kes., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan
bahwa menjadi mahasiswa farmasi bukan hanya soal belajar teori dan praktik di
laboratorium, tetapi bagaimana mahasiswa dapat berani berorganisasi, berprestasi, dan
menyiapkan diri menghadapi dunia yang terus berubah. Lebih dari itu mahasiswa juga sedang
membanguun jati diri sebagai calon pemimpin di bidang kesehatan. Pemimpin yang tidak
hanya cerdas secara akademik tetapi juga tangguh dalam berorganisasi, mampu bekerja sama,
dan adaptif terhadap perubahan zaman. Beliau berharap bahwa semua peserta dapat
mendalami segala yang disampaikan dengan narasumber dengan baik sehingga berguna
sebagai bekal wawasan organisasi mahasiswa.
Ten Stars of Pharmacist
apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med.
apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med memaparkan materi mengenai Ten Stars of
Pharmacist, yaitu sepuluh peran utama yang harus dimiliki oleh seorang apoteker dalam
menjalankan profesinya. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa apoteker tidak hanya
berfokus pada obat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan secara
menyeluruh, mulai dari care giver, decision maker, communicator, manager, life-long learner,
teacher, leader, researcher, entrepreneur, hingga agent of positive change. Melalui
peran-peran tersebut, apoteker diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal,
mengambil keputusan berbasis bukti, berkomunikasi dengan baik, terus mengembangkan diri,
serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan
masyarakat.
Wawasan ISMAFARSI
Nabila Salzabil
Nabila Salzabil selaku SK Kastrad ISMAFARSI JOGLOSEPUR membahas tentang
Wawasan ISMAFARSI sebagai organisasi nasional mahasiswa farmasi di Indonesia yang
berbentuk konfederasi dari berbagai lembaga eksekutif mahasiswa farmasi. Organisasi ini
bertujuan untuk menyatukan mahasiswa farmasi, meningkatkan kualitas dan profesionalisme,
serta menjadi wadah pengembangan diri. ISMAFARSI memiliki dasar hukum seperti
AD/ART, SOP, dan peraturan lainnya, serta memiliki struktur organisasi yang terbagi dalam
wilayah-wilayah tertentu, termasuk anggota penuh dan peninjau. Selain itu, ISMAFARSI
juga menyediakan berbagai manfaat bagi anggotanya, seperti memperluas relasi,
meningkatkan soft skill, mendapatkan pengalaman organisasi, serta kesempatan berkontribusi
dalam kegiatan nasional maupun internasional.
Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi
Khilyatus Sa’adah
Khilyatus Sa’adah selaku SK Kesekretariatan ISMAFARSI JOGLOSEPUR
membahas tentang Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi. Kepemimpinan diartikan
sebagai kemampuan untuk mempengaruhi dan menginspirasi orang lain agar dapat mencapai
tujuan bersama. Terdapat berbagai teori kepemimpinan, seperti teori genetis, sosial, dan
gabungan, serta berbagai gaya kepemimpinan seperti demokratis, transformasional, hingga
otokratis. Selain itu, seorang pemimpin perlu memiliki keterampilan seperti komunikasi,
empati, dan kemampuan mengambil keputusan. Manajemen organisasi sendiri merupakan
proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya untuk
mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Organisasi menjadi wadah kerja sama yang
memiliki unsur seperti visi, struktur, aturan, dan partisipasi anggota. Secara keseluruhan,
kepemimpinan, manajemen, dan organisasi saling berkaitan, di mana kepemimpinan
mengarahkan, manajemen mengatur, dan organisasi menjadi tempat untuk mencapai tujuan
bersama.
International Pharmaceutical Students’ Federation & Student Exchange Programme
Moh. Arif. Sp
Moh. Arif. Sp selaku SK Eksternal ISMAFARSI JOGLOSEPUR menjelaskan tentang
(International Pharmaceutical Students’ Federation) IPSF dan Student Exchange
Programme (SEP), yaitu program pertukaran mahasiswa farmasi di tingkat internasional.
IPSF merupakan organisasi global yang menghubungkan mahasiswa farmasi di seluruh
dunia, termasuk ISMAFARSI sebagai bagian dari jaringannya. SEP memberikan kesempatan
kepada mahasiswa untuk mengikuti kegiatan seperti magang di industri, penelitian, rumah
sakit, maupun pengabdian masyarakat di negara lain. Dalam pelaksanaannya, peserta akan
mengikuti berbagai kegiatan seperti internship, city tour, serta acara penyambutan dan
perpisahan. Untuk mengikuti program ini, diperlukan persiapan seperti seleksi, kelengkapan
berkas, serta kesiapan finansial. Mahasiswa juga didorong untuk aktif mencari informasi,
berani mencoba, dan memulai dari kegiatan kecil sebagai langkah awal.
Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan BPLT, diselenggarakan
pre-test dan post-test bagi seluruh peserta. Pre-test dilakukan sebelum penyampaian materi
oleh pemateri, dengan tujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mahasiswa terkait
materi yang akan diberikan. Hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dasar
peserta sebelum menerima pembelajaran yang lebih mendalam. Selanjutnya, post-test
dilaksanakan setelah seluruh materi disampaikan, sebagai bentuk evaluasi untuk menilai
peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Melalui
perbandingan hasil pre-test dan post-test, panitia dapat mengetahui sejauh mana efektivitas
penyampaian materi serta tingkat keberhasilan peserta dalam menyerap informasi yang
diberikan. Dengan adanya kedua tahapan evaluasi ini, diharapkan proses pembelajaran dalam
kegiatan BPLT dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak yang optimal
dalam meningkatkan kualitas pengetahuan serta kesiapan peserta dalam mengikuti proses
pengkaderan selanjutnya.
UNTS Lakukan Campus Visit ke Multimedia University, Perkuat Peluang Kolaborasi Internasional
Universitas Telogorejo Semarang (UNTS) kembali menunjukkan langkah progresif dalam memperluas jejaring internasional melalui kegiatan Exploring Collaboration & Visiting Campus ke Multimedia University. Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam membangun kemitraan global yang berkelanjutan di bidang pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, UNTS tidak hanya melakukan kunjungan akademik, tetapi juga berdiskusi secara langsung terkait peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama. Fokus utama meliputi penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan global saat ini.
Melalui interaksi ini, kedua institusi saling bertukar wawasan (insight sharing) mengenai sistem pembelajaran, pengelolaan institusi, hingga peluang program kolaboratif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan program internasional seperti pertukaran pelajar, kolaborasi riset, hingga kegiatan akademik bersama.
Pihak Universitas Telogorejo Semarang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas dan berkualitas bagi mahasiswa. Dengan adanya kerja sama lintas negara, mahasiswa diharapkan mampu memiliki perspektif global serta kesiapan dalam menghadapi tantangan dunia kerja internasional.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai kolaborasi strategis yang akan terus dikembangkan di masa mendatang. UNTS pun berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan membuka peluang baru guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Ke depan, Universitas Telogorejo Semarang akan terus menghadirkan berbagai program kolaborasi menarik sebagai bagian dari upaya menjadi kampus unggul dengan jejaring internasional yang kuat.
Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap Inovasi dan Perubahan
Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Universitas Telogorejo Semarang menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) yaitu BPLT (Basic Pharmaceutical Leadership Training) dengan tema “Kepemimpinan Mahasiswa Farmasi di Era Transformasi Digital dan Globalisasi : Pemimpin Farmasi yang Adaptif Terhadap Inovasi dan Perubahan”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kepemimpinan dan manajemen organisasi, serta meningkatkan wawasan peserta tentang strategi kepemimpinan yang efektif dan adaptif di era digital. Selain itu, peserta dibekali kemampuan pengelolaan organisasi secara sistematis serta didorong memanfaatkan teknologi digital, sekaligus mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, dan manajerial.
Kegiatan ini diselenggarakan pada 4 April 2026 oleh HIMAFA Universitas Telogorejo Semarang yang wajib diikuti oleh Mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi Tingkat I (Semester 2) yang dihadiri oleh 155 peserta yang hadir secara luring (offline) di Auditorium Lantai 4 Universitas Telogorejo Semarang serta ada pula peserta yang hadir secara daring (online) melalui media Zoom Meeting, sehingga memungkinkan untuk diakses oleh peserta dimanapun dan diunggah pada kanal Youtube HIMAFA Telogorejo Semarang. Kegiatan Latihan Kepemimpinan 1 (LK 1) ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk memenuhi ketentuan dan kesepakatan yang telah ditetapkan dalam proses pengkaderan, guna memperoleh status sebagai anggota penuh ISMAFARSI.
BPLT dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Telogorejo Semarang, dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, M. Kes., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa farmasi bukan hanya soal belajar teori dan praktik di laboratorium, tetapi bagaimana mahasiswa dapat berani berorganisasi, berprestasi, dan menyiapkan diri menghadapi dunia yang terus berubah. Lebih dari itu mahasiswa juga sedang membanguun jati diri sebagai calon pemimpin di bidang kesehatan. Pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga tangguh dalam berorganisasi, mampu bekerja sama, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Beliau berharap bahwa semua peserta dapat
mendalami segala yang disampaikan dengan narasumber dengan baik sehingga berguna sebagai bekal wawasan organisasi mahasiswa.
Ten Stars of Pharmacist
apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med.
apt. Dra. Tunik Saptawati, M. Si, Med memaparkan materi mengenai Ten Stars of Pharmacist, yaitu sepuluh peran utama yang harus dimiliki oleh seorang apoteker dalam menjalankan profesinya. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa apoteker tidak hanya berfokus pada obat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari care giver, decision maker, communicator, manager, life-long learner, teacher, leader, researcher, entrepreneur, hingga agent of positive change. Melalui peran-peran tersebut, apoteker diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal, mengambil keputusan berbasis bukti, berkomunikasi dengan baik, terus mengembangkan diri, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Wawasan ISMAFARSI Nabila Salzabil
Nabila Salzabil selaku SK Kastrad ISMAFARSI JOGLOSEPUR membahas tentang Wawasan ISMAFARSI sebagai organisasi nasional mahasiswa farmasi di Indonesia yang berbentuk konfederasi dari berbagai lembaga eksekutif mahasiswa farmasi. Organisasi ini bertujuan untuk menyatukan mahasiswa farmasi, meningkatkan kualitas dan profesionalisme, serta menjadi wadah pengembangan diri. ISMAFARSI memiliki dasar hukum seperti AD/ART, SOP, dan peraturan lainnya, serta memiliki struktur organisasi yang terbagi dalam wilayah-wilayah tertentu, termasuk anggota penuh dan peninjau. Selain itu, ISMAFARSI juga menyediakan berbagai manfaat bagi anggotanya, seperti memperluas relasi, meningkatkan soft skill, mendapatkan pengalaman organisasi, serta kesempatan berkontribusi dalam kegiatan nasional maupun internasional.
Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi
Khilyatus Sa’adah
Khilyatus Sa’adah selaku SK Kesekretariatan ISMAFARSI JOGLOSEPUR membahas tentang Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi. Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi dan menginspirasi orang lain agar dapat mencapai tujuan bersama. Terdapat berbagai teori kepemimpinan, seperti teori genetis, sosial, dan gabungan, serta berbagai gaya kepemimpinan seperti demokratis, transformasional, hingga otokratis. Selain itu, seorang pemimpin perlu memiliki keterampilan seperti komunikasi, empati, dan kemampuan mengambil keputusan. Manajemen organisasi sendiri merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Organisasi menjadi wadah kerja sama yang memiliki unsur seperti visi, struktur, aturan, dan partisipasi anggota. Secara keseluruhan, kepemimpinan, manajemen, dan organisasi saling berkaitan, di mana kepemimpinan mengarahkan, manajemen mengatur, dan organisasi menjadi tempat untuk mencapai tujuan bersama.
International Pharmaceutical Students’ Federation & Student Exchange Programme
Moh. Arif. Sp
Moh. Arif. Sp selaku SK Eksternal ISMAFARSI JOGLOSEPUR menjelaskan tentang (International Pharmaceutical Students’ Federation) IPSF dan Student Exchange Programme (SEP), yaitu program pertukaran mahasiswa farmasi di tingkat internasional. IPSF merupakan organisasi global yang menghubungkan mahasiswa farmasi di seluruh dunia, termasuk ISMAFARSI sebagai bagian dari jaringannya. SEP memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti kegiatan seperti magang di industri, penelitian, rumah sakit, maupun pengabdian masyarakat di negara lain. Dalam pelaksanaannya, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan seperti internship, city tour, serta acara penyambutan dan perpisahan. Untuk mengikuti program ini, diperlukan persiapan seperti seleksi, kelengkapan berkas, serta kesiapan finansial. Mahasiswa juga didorong untuk aktif mencari informasi, berani mencoba, dan memulai dari kegiatan kecil sebagai langkah awal.
Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan BPLT, diselenggarakan pre-test dan post-test bagi seluruh peserta. Pre-test dilakukan sebelum penyampaian materi oleh pemateri, dengan tujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mahasiswa terkait
materi yang akan diberikan. Hal ini penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dasar peserta sebelum menerima pembelajaran yang lebih mendalam. Selanjutnya, post-test dilaksanakan setelah seluruh materi disampaikan, sebagai bentuk evaluasi untuk menilai peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, panitia dapat mengetahui sejauh mana efektivitas penyampaian materi serta tingkat keberhasilan peserta dalam menyerap informasi yang diberikan. Dengan adanya kedua tahapan evaluasi ini, diharapkan proses pembelajaran dalam kegiatan BPLT dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak yang optimal dalam meningkatkan kualitas pengetahuan serta kesiapan peserta dalam mengikuti proses pengkaderan selanjutnya.
Tips Perawatan tali pusat bayi baru lahir
Disusun Oleh : dr. Vira Ari Nindia Dewi, Sp.A ( Dosen S1 Kebidanan Unibersitas Telogorejo Semarang )
Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya infeksi. Tali pusat yang belum lepas adalah area yang sensitif sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan higienis. Prinsip utama dalam perawatan tali pusat adalah menjaga agar tetap bersih dan kering hingga akhirnya mengering dan terlepas dengan sendirinya.Ibu atau pengasuh harus selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh tali pusat. Hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya kuman yang dapat menyebabkan infeksi. Tali pusat tidak perlu diberikan ramuan atau bahan tradisional, cukup dibersihkan jika kotor menggunakan air bersih dan dikeringkan dengan kain atau kasa steril.
Selain itu, penting untuk menjaga agar tali pusat tetap kering dengan cara tidak menutupinya terlalu rapat. Popok bayi sebaiknya dilipat di bawah tali pusat agar tidak terkena urin atau feses. Jika tali pusat terkena kotoran, segera bersihkan dan keringkan dengan lembut.
Bayi tetap boleh dimandikan, namun perlu diperhatikan agar tali pusat segera dikeringkan setelah terkena air. Hindari penggunaan alkohol atau antiseptik tanpa anjuran tenaga kesehatan karena dapat memperlambat proses pengeringan.
Orang tua juga perlu mengenali tanda-tanda infeksi pada tali pusat, seperti kemerahan di sekitar pangkal tali pusat, bau tidak sedap, keluar cairan bernanah, atau bayi tampak demam dan rewel. Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan perawatan yang benar, tali pusat biasanya akan mengering dan lepas dengan sendirinya dalam waktu sekitar 5–14 hari setelah kelahiran. Perawatan yang baik akan membantu mencegah infeksi dan mendukung kesehatan bayi secara keseluruhan.
Cara Tepat Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir
Perawatan tali pusat bayi baru lahir tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada cara-cara tertentu agar anggota tubuh bayi yang satu ini tetap bersih dan kering. Cara-cara tersebut meliputi:
Menjaga tali pusat tetap bersih
Sebelum melakukan perawatan tali pusat bayi, jangan lupa untuk mencuci tangan Anda terlebih dahulu. Tali pusat tidak perlu dibersihkan dengan alkohol. Cukup bersihkan dengan air, jika memang tali pusat kotor. Tali pusat juga harus dikeringkan menggunakan kain yang lembut atau dengan mengipasinya hingga kering.
Penelitian terbaru menyebutkan bahwa tali pusat kemungkinan lebih cepat sembuh jika dibiarkan saja. Membasuhnya dengan alkohol, sabun, atau cairan antiseptik justru dapat mengiritasi kulit di sekitar tali pusat dan membuatnya sembuh lebih lama. Hindari juga memberikan minyak, bedak, jamu, atau obat herba tertentu di sekitar tali pusat
Menjaga tali pusat tetap kering
Biarkan tali pusat dalam kondisi terbuka tanpa ditutup dengan kasa kering maupun tertutup popok. Saat memakaikan popok bayi, usahakan tali pusat tidak tertutup popok. Hal ini bertujuan agar tali pusat tidak terkena air seni dan tinja bayi yang dapat menyebabkan infeksi.
Bayi juga perlu mengenakan pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat, sehingga sirkulasi udara berjalan dengan baik di kulitnya. Hindari juga memakaikan baju model bodysuit (yang menutupi seluruh tubuh) pada Si Kecil.
Biarkan tali pusat terlepas secara alami
Membiarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya adalah salah satu cara perawatan tali pusat yang benar. Jangan memaksa melepas tali pusat dengan menariknya karena dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi.
Selama tali pusat masih menempel, mandikan bayi dengan cara membasuh badannya menggunakan washlap atau spons mandi. Hindari merendam bayi di dalam bak mandi hingga tali pusat puput.
Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Perawatan Tali Pusat Bayi
Anda tak perlu khawatir jika melihat perubahan warna pada tali pusat bayi selama proses penyembuhannya.
Di masa awal setelah bayi dilahirkan, tali pusat biasanya berwarna kekuningan dan mengkilap. Seiring waktu, tali pusat akan mengering dan menyusut sampai akhirnya puput. Biasanya warna tali pusat akan menjadi cokelat, abu-abu, keunguan, kebiruan, lalu menjadi hitam.
Ketika tali pusar puput, mungkin akan ada sedikit darah di pusar Si Kecil. Jangan khawatir, hal ini juga normal. Selain itu, terkadang ada cairan bening atau kuning dan sisa jaringan di pusar yang disebut umbilical granulomas. Cairan ini dapat hilang dengan sendirinya.
Kondisi yang perlu diwaspadai dan perlu penanganan dokter adalah jika tali pusar bayi menunjukan tanda-tanda infeksi, seperti:
- Nanah di tali pusar
- Bayi demam
- Kulit di sekitar area tali pusat bengkak dan berwarna kemerahan
- Tali pusat berwarna kekuningan atau berbau tidak sedap
- Tali pusat mengalami perdarahan yang banyak dan terus-menerus
- Bayi menangis setiap kali tali pusat atau kulit di sekitarnya tersentuh
Perawatan tali pusat bayi baru lahir umumnya tidak terlalu sulit, hanya saja diperlukan kesabaran dalam merawatnya sampai tali pusat benar-benar puput. Jangan pernah memaksa melepasnya meski sudah tampak sembuh. Hal yang paling penting adalah merawat tali pusat bayi dengan benar, sehingga pelepasan tali pusat dan penyembuhannya bisa lebih cepat.
Namun, Si Kecil perlu diperiksa ke dokter anak jika tali pusatnya belum puput setelah 3–6 minggu. Pasalnya, hal ini bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan, seperti infeksi atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
Kesimpulannya, perawatan tali pusat bayi baru lahir harus dilakukan dengan prinsip kebersihan dan menjaga kondisi tetap kering agar terhindar dari risiko infeksi. Langkah-langkah sederhana seperti mencuci tangan sebelum perawatan, menjaga tali pusat tetap bersih dan tidak lembap, serta menghindari penggunaan bahan atau ramuan tanpa anjuran tenaga kesehatan merupakan kunci utama dalam perawatan yang benar.
Selain itu, penting bagi orang tua untuk selalu memantau kondisi tali pusat dan mengenali tanda-tanda infeksi sejak dini agar dapat segera ditangani. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, tali pusat akan mengering dan lepas secara alami, sehingga kesehatan bayi tetap terjaga dengan optimal.
Anda tertarik lebih jauh mengenai pengetahuan di atas? Cukup satu langkah, klik pmb.universitastelogorejo.ac.id, daftarkan diri anda di jurusan Kebidanan Universitas Telogorejo Semarang, disana akan diajarkan ilmu kebidanan secara lengkap disertai praktik laboratorium dan praktik klinik yang detail, sehingga nantinya dapat mengembangkan jenis-jenis jasa yang berkaitan dengan kebidanan, dengan begitu masyarakat dengan mudah terfasilitasi dengan baik.
Universitas Telogorejo Semarang berkomitmen mendidik mahasiswa nya untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkarakter, sehingga dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Ditunjang dengan gedung megah yang terletak di jalan Arteri Yos Sudarso/ Puri Anjasmoro dan peralatan laboratorium yang lengkap, dosen yang berkualitas serta kurikulum pendidikan terkini, menjadikan bidan-bidan lulusan Universitas Telogorejo Semarang dapat mudah bersaing menjadi enterpreneur yang handal dan berkembang.
Mudik Lebaran dan Ancaman Penularan Campak pada Anak
Ns. Siti Lestari, M.Kep., Sp.Kep.An ( Dosen S-1 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang )
Menjelang musim mudik dan pertemuan keluarga pada perayaan Lebaran, kewaspadaan terhadap penyakit menular pada anak perlu kembali ditingkatkan. Mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode tersebut berpotensi mempercepat penyebaran berbagai penyakit infeksi, salah satunya campak. Hingga saat ini, infeksi virus campak masih menjadi persoalan kesehatan anak di berbagai wilayah Indonesia dan bahkan menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus dalam satu tahun terakhir.
Situasi epidemiologi campak di Indonesia menunjukkan perkembangan yang patut menjadi perhatian serius. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium serta 69 kasus kematian. Memasuki awal tahun 2026, tren peningkatan kasus masih terus terjadi. Hingga minggu ke-7 tahun 2026 dilaporkan 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian, disertai penetapan 21 kejadian luar biasa (KLB) di berbagai daerah.
Data surveilans nasional menunjukkan bahwa hingga minggu ke-8 tahun 2026 jumlah kasus meningkat menjadi sekitar 10.453 kasus suspek dengan sedikitnya 6 kematian. Angka tersebut menandakan bahwa penularan campak masih aktif terjadi di masyarakat dan berpotensi meningkat apabila upaya pencegahan tidak segera diperkuat. Perkembangan kasus pada anak bahkan masih terus bertambah pada awal Maret 2026.
Peningkatan kasus ini tidak dapat dilepaskan dari menurunnya cakupan imunisasi campak-rubela dalam beberapa tahun terakhir. Ketika jumlah anak yang belum memperoleh kekebalan semakin besar, virus campak yang memiliki daya tular sangat tinggi akan dengan mudah menemukan kelompok anak yang rentan terinfeksi.
Dari Ruang Rawat Anak: Gambaran Kasus di Rumah Sakit Rujukan
Peningkatan kasus campak juga tercermin dalam praktik pelayanan kesehatan anak di berbagai rumah sakit rujukan. Di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, kasus campak pada anak masih rutin ditemukan baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap.
Fenomena serupa juga dilaporkan di RSUP Dr. Kariadi, RSUP Dr. Sardjito, serta RSUD Dr. Soetomo. Dalam praktik pelayanan pediatri di rumah sakit rujukan tersebut, sebagian besar anak yang dirawat karena campak diketahui memiliki riwayat imunisasi yang tidak lengkap atau bahkan belum pernah menerima vaksin campak.
Tidak sedikit anak yang datang ke rumah sakit dalam kondisi telah mengalami komplikasi. Komplikasi yang paling sering ditemukan adalah pneumonia atau radang paru, yang menjadi alasan utama anak memerlukan perawatan di rumah sakit. Selain itu, beberapa anak juga mengalami komplikasi lain seperti diare berat, dehidrasi, serta gangguan nutrisi.
Temuan klinis tersebut menunjukkan bahwa campak bukan sekadar penyakit ringan pada anak. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi infeksi serius yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Mengenali Tanda dan Gejala Campak pada Anak
Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Tingkat penularannya sangat tinggi; satu anak yang terinfeksi dapat menularkan penyakit kepada sekitar 8–12 anak lain yang belum memiliki kekebalan.
Gejala campak umumnya muncul 7–14 hari setelah anak terpapar virus. Pada tahap awal, keluhan sering menyerupai infeksi saluran napas biasa sehingga orang tua kerap terlambat mengenalinya.
Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- demam tinggi hingga lebih dari 39 °C
- batuk dan pilek yang menetap
- mata merah dan berair
- penurunan nafsu makan serta anak tampak lemas
- munculnya bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spot
- Setelah beberapa hari demam, biasanya muncul ruam kemerahan pada kulit yang dimulai dari wajah dan belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, badan, hingga seluruh tubuh. Ruam tersebut merupakan tanda khas campak dan umumnya masih disertai demam yang cukup tinggi.
Penanganan Awal Campak pada Anak
Hingga saat ini belum tersedia terapi antivirus khusus untuk menyembuhkan campak. Oleh karena itu, penanganan penyakit ini bersifat suportif, yaitu membantu tubuh anak melawan infeksi sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.
Pada kasus campak ringan, anak umumnya dapat dirawat di rumah dengan beberapa langkah sederhana, antara lain:
- memastikan anak memperoleh istirahat yang cukup
- memenuhi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi
- memberikan makanan bergizi guna menunjang proses pemulihan
- menurunkan demam menggunakan obat penurun panas sesuai anjuran tenaga kesehatan
Dalam praktik pelayanan kesehatan anak, pemberian vitamin A juga sering dilakukan karena terbukti dapat membantu menurunkan risiko komplikasi pada anak dengan campak. Anak yang sedang mengalami campak sebaiknya tetap beristirahat di rumah dan tidak melakukan kontak dengan anak lain hingga sekitar empat hari setelah ruam muncul, guna mencegah penularan.
Peran Keluarga dalam Mencegah Komplikasi
Peran keluarga sangat penting dalam proses pemulihan anak yang mengalami campak. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan perawatan yang tepat, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memantau perkembangan gejala setiap hari.
Perlu diketahui bahwa infeksi campak dapat menurunkan daya tahan tubuh anak selama beberapa minggu bahkan hingga beberapa bulan setelah sembuh. Pada masa tersebut, anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain sehingga pemenuhan nutrisi yang baik serta pemantauan kondisi kesehatan tetap diperlukan.
Orang tua juga perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, kejang, anak tidak mau minum atau makan, atau demam tinggi yang tidak kunjung turun.
Menjelang Lebaran 2026: Waspada Penularan Saat Mudik
Perayaan Lebaran selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat melalui tradisi mudik dan pertemuan keluarga besar. Perjalanan jarak jauh, kepadatan di transportasi umum, serta interaksi antaranggota keluarga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi, termasuk campak.
Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan menjelang musim mudik. Orang tua perlu memastikan anak telah memperoleh imunisasi campak secara lengkap sebelum melakukan perjalanan, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kontak dengan individu yang sedang sakit.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menghimbau pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di wilayah yang memiliki risiko tinggi. Dalam program tersebut, anak usia 9 hingga 59 bulan dianjurkan memperoleh vaksin campak booster guna meningkatkan kekebalan dan memutus rantai penularan di masyarakat.
Apabila anak mengalami demam yang disertai ruam kemerahan setelah perjalanan atau setelah menghadiri pertemuan keluarga, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Menjelang Lebaran 2026, upaya pencegahan menjadi semakin penting. Melalui imunisasi lengkap, kewaspadaan orang tua terhadap gejala awal penyakit, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, risiko penularan campak dapat ditekan. Kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci penting untuk melindungi anak-anak Indonesia dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Universitas Telogorejo Semarang Jajaki Kerja Sama dengan College of Nursing Kaohsiung Medical University Taiwan
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan produktif tersebut membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara kedua institusi. Beberapa bentuk kolaborasi yang menjadi fokus pembahasan antara lain pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, pengembangan kurikulum, serta kegiatan akademik internasional di bidang keperawatan.
Universitas Telogorejo Semarang memandang kerja sama internasional sebagai langkah strategis untuk memperluas wawasan akademik serta meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat global. Dengan adanya kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, termasuk kesempatan untuk terlibat dalam program akademik internasional.
College of Nursing, Kaohsiung Medical University sendiri merupakan salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka di Taiwan yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan pendidikan keperawatan serta riset kesehatan. Oleh karena itu, penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Selain memperkuat kerja sama akademik, kolaborasi ini juga diharapkan mampu mendorong pengembangan inovasi di bidang kesehatan, khususnya dalam pendidikan dan praktik keperawatan yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan layanan kesehatan global.
Sebagai perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan pendidikan kesehatan, Universitas Telogorejo Semarang terus berupaya membangun jaringan kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini merupakan bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mencetak lulusan yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Melalui penjajakan kerja sama dengan College of Nursing Kaohsiung Medical University Taiwan ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap dapat memperkuat kolaborasi internasional sekaligus memberikan pengalaman akademik global bagi mahasiswa dan dosen.

Universitas Telogorejo Semarang Jajaki Kolaborasi Internasional dengan College of Pharmacy Kaohsiung Medical University Taiwan
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan di masa mendatang. Beberapa bidang yang menjadi fokus dalam penjajakan kolaborasi tersebut antara lain pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, pengembangan kurikulum, serta kegiatan akademik internasional.
Universitas Telogorejo Semarang memandang kerja sama internasional sebagai salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas wawasan global bagi mahasiswa dan dosen. Dengan adanya jejaring akademik global, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas serta meningkatkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
College of Pharmacy, Kaohsiung Medical University sendiri dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Taiwan yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan pendidikan farmasi, riset kesehatan, dan inovasi di bidang ilmu farmasi.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Universitas Telogorejo Semarang berharap dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan dan penelitian, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas lulusan.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Telogorejo Semarang dalam mendukung program internasionalisasi perguruan tinggi, sekaligus mempersiapkan mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global.
Ke depan, Universitas Telogorejo Semarang akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan di dalam maupun luar negeri guna memperkuat kualitas akademik serta memperluas jaringan kerja sama global.

Universitas Telogorejo Semarang Jalin Kerja Sama Internasional dengan Wenzao Ursuline University Taiwan
Kerja sama tersebut mencakup berbagai bentuk kolaborasi strategis di bidang akademik, di antaranya pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan penelitian bersama, hingga peluang penguatan kapasitas akademik dalam skala internasional.
Rektor Universitas Telogorejo Semarang menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran global bagi sivitas akademika. Dengan adanya kolaborasi internasional ini, mahasiswa diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan wawasan, keterampilan, serta pengalaman lintas budaya.
Wenzao Ursuline University sendiri dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi di Taiwan yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan pendidikan internasional dan kolaborasi lintas negara.
Melalui kerja sama ini, Universitas Telogorejo Semarang menegaskan komitmennya dalam mendukung program internasionalisasi perguruan tinggi serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Kehadiran kolaborasi ini juga diharapkan mampu memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkembang, Universitas Telogorejo Semarang aktif membuka peluang kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri, guna meningkatkan mutu pendidikan serta memperluas jaringan akademik global.
Dengan adanya kolaborasi ini, Universitas Telogorejo Semarang semakin mempertegas posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak lulusan berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

